Anda di halaman 1dari 18

KANTOR ADVOKAT & KONSULTAN HUKUM

W G LAWYER & PARTNERS


Alamat : Jalan Imogiri Timur Nomor 19 Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

No : 012/LKBH/I/2017
Lam : Surat Kuasa
Hal : Gugatan Tata Usaha Negara Yogyakarta, 8 Maret 2017

Kepada Yth.

Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta

Jalan Janti Nomor 66 Banguntapan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Di – Yogyakarta

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Siti Marfuah;

Kewargnegaraan : Indonesia;

Pekerjaan : Buruh harian lepas;

Tempat Tinggal : Gunungkelir, RT 006/RW - , Kelurahan Pleret,

Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah

Istimewa Yogyakarta.

2. Nama : Moh. Asrori;

Kewarganegaraan : Indonesia;

Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil;

Tempat tinggal : Grojogan, RT 003/RW - , Kelurahan Wirokerten,

Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi


Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan Surat Kuasa Khusus Nomor: 16/S.K.K. TUN/2017 tertanggal 7 Maret

2017 memberi kuasa kepada:

Nama : Prof. DR. Widya Granawati, S.H., M.H.

Pekerjaan : Advokat.

Alamat : KANTOR ADVOKAT & KONSULTAN HUKUM W G LAWYER &

PARTNERS Jalan Imogiri Timur Nomor 19 Wirokerten, Banguntapan,

Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

Untuk selanjutnya mohon disebut sebagai : PARA PENGGUGAT.

Dengan ini mengajukan gugatan kepada :

Nama Jabatan : Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul

Tempat Kedudukan : Jalan Lingkar (Ring Road) Selatan, Manding, Kelurahan

Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Untuk selanjutnya mohon disebut TERGUGAT

OBYEK GUGATAN

I. Adapun yang menjadi obyek gugatan ini adalah : ----------------------------------

Sertipikat Hak Milik Nomor : 02898 tanggal 16 Maret 2005, Surat Ukur

Nomor 1254/Wirokerten/2005, tanggal 8 Maret 2005, Luas 182 M 2, yang

terletak di Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul,

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama pemegang hak

MUHAMMAD BASYORI; ------------------------------------------------------------


II. Tenggang Waktu Gugatan :

-----------------------------------------------------------------

- Bahwa Objek Sengketa diterbitkan oleh Tergugat pada tanggal 8 Maret

2005; ----------------------------------------------------------------------------------

- Bahwa Objek Sengketa tersebut diketahui Para Penggugat, sejak Tergugat

menerbitkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah Nomor 289/2016, pada

tanggal 20 Desember 2016 atas permohonan Surat Keterangan

Pendaftaran Tanah (SKPT) kepada Tergugat pada tanggal 16 Desember

2016 untuk keperluan konfirmasi data, sehingga pedoman yang

dipergunakan untuk menentukan tenggang waktu untuk mengajukan

gugatan dengan berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor : 2

Tahun 1991 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Beberapa Ketentuan Dalam

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha

Negara dan Putusan Mahkamah Agung RI dalam Perkara Nomor : 41

K/TUN/1994 tanggal 10 November 1994 yang berbunyi “Bahwa tenggang

waktu pengajuan gugatan bagi pihak ketiga yang tidak dituju langsung

dari Keputusan Tata Usaha Negara, tenggang waktu tersebut sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 dihitung

secara kasuistis sejak pihak ketiga merasa kepentingannya dirugikan oleh

Keputusan Tata Usaha Negara dan sudah mengetahui adanya Keputusan

Tata Usaha Negara tersebut”; -----------------------------------------------------

- Bahwa Para Penggugat nyata-nyata mengetahui entang pelanggaran hak

yang dilakukan oleh Tergugat, yaitu sejak tanggal 20 Desember 2016


dengan diterbitkannya Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) oleh

Tergugat, sehingga dengan demikian gugatan yang diajukan oleh

Penggugat ini belum melampaui batas waktu sebagaimana dimaksud

dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 1991 Tentang

Petunjuk Pelaksanaan Beberapa Ketentuan Undang-Undang Nomor 5

Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Yurisprudensi

Mahkamah Agung RI dalam Perkara Nomor : 41 K/TUN/1994 tanggal 10

November 1994 untuk diajukan Gugatan atas perkara ini di Pengadilan

Tata Usaha Negara Yogyakarta; --------------------------------------------------

- Bahwa gugatan a quo diajukan pada tanggal 13 Februari 2017; -------------

- Bahwa oleh karenanya Gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang

waktu sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang

Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana diubah dengan Undang-

Undang Nomor 9 Tahun 2004 jo. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009

yang disebutkan “Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu

sembilan puluh hari terhitung sejak diterimanya atau diumumkannya

Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara”.; --------------------------

III. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan

- Bahwa Para Penggugat adalah Para ahli waris dari Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM

Alias MUHAMMAD SELUM yang merupakan adik kandung dari

Almarhum MUHAMMAD BASYORI pemegang hak pada Objek

Sengketa; -----------------------------------------------------------------------------
- Bahwa semasa hidupnya Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR

bin MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM (Ayah

Kandung MUHAMMAD BASYORI dan Para Penggugat) memiliki

sebidang tanah pekarangan di atasnya berdiri sebuah rumah batu dengan

Letter C Nomor : 1234 persil 19. b klas P. III, terletak di Dusun Grojogan,

RT. 04, RW. -, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten

Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah diterbitkan Objek

Sengketa oleh Tergugat; -----------------------------------------------------------

- Bahwa Para Penggugat sangat dirugikan atas terbitnya Objek Sengketa

oleh Tergugat, karena Para Penggugat adalah juga merupakan ahli waris

yang sah dari Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin

MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM, sehingga

mewarisi harta peninggalan pewaris, berupa tanah dan segala sesuatu yang

berada di atasnya yang seharusnya diterbitkan Objek Sengketa atas nama

seluruh ahli waris dari Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR

bin MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM; -------------

- Bahwa karena Para Penggugat namanya tidak tercantum dalam Objek

Sengketa, maka secara hukum Para Penggugat tidak memiliki hak waris

atas tanah yang tercantum dalam Objek Sengketa tersebut, yang

seharusnya juga memiliki hak waris atas tanah sebagaimana dimaksud

dalam Objek Sengketa; -------------------------------------------------------------

- Bahwa terbitnya Objek Sengketa di atas merupakan Keputusan Tata Usaha

Negara yang bersifat :


- Konkret : Sertipikat tersebut jelas dan tidak bersifat abstrak tetapi

berwujud yaitu sertipikat hak milik yang membuktikan

kepemilikan seseorang hak atas tanah sesuai dengan apa yang

disebutkan dan dijelaskan dalam Objek Sengketa; --------------------

- Individual : Sertipikat tersebut tidak ditujukan dan diperuntukkan

secara umum, tetapi secara jelas dan tegas menyebutkan nama

tertentu, yaitu nama salah satu ahli waris dari Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD

MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM; ----------------------------

- Final : Sertipikat yang menjadi Objek Sengketa secara jelas

diterbitkan oleh Pejabat Tata Usaha Negara yang melaksanakan

urusan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan

yang berlaku dan menimbulkan akibat hukum pada seseorang atau

badan hukum perdata, akibat hukum yang ditimbulkan adalah Para

Penggugat secara hukum kehilangan hak waris atas tanah

sebagaimana dimaksud dalam Objek Sengketa, karena nama Para

Penggugat tidak tercantum dalam Objek Sengketa, sehingga tidak

diakui sebagai pemilik hak atas tanah sebagaimana dimaksud

dalam Objek Sengketa; ----------------------------------------------------

IV. Posita/Alasan Gugatan

1. Bahwa Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin

MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM (Ayah Kandung

Pemegang Hak Pada Objek Sengketa), telah meninggal dunia pada tanggal
20 Maret 2003 berdasarkan Akta Kematian Nomor : 3402-KM-21052014-

0031, semasa hidupnya telah melangsungkan pernikahan dengan

ARIAPTINAH binti PAWIROSENTONO dan telah dikaruniai 4 (empat)

orang anak, yaitu : --------------------------------------------------------

1) Almarhum MUHAMMAD BASYORI telah meninggal dunia

(Pemegang Hak Pada Objek Sengketa) pada tanggal 30 April 2014

berdasarkan Akta Kematian Nomor : 3402.KM-09052014-0012,

semasa hidupnya telah melangsungkan pernikahakn dengan

RIYANTI dan telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak, yaitu : ----------

- MUHAMMAD NUR WAKHID; -------------------------------

- MUHAMMAD NUR ROKHMAN; ----------------------------

- MUHAMMAD NUR ROZAK; ---------------------------------

2) SITI MARFUAH (PENGGUGAT I) adik kandung pemegang hak

pada Objek Sengketa telah menikah dengan MUJIYONO dan telah

dikaruniai 2 (dua) orang anak, yaitu : -----------------------------------

- AHMAD FAUZI; -------------------------------------------------

- MUHAMMAD FAUZAN; --------------------------------------

3) MOH ASRORI (PENGGUGAT II) adik kandung pemegang hak

pada Objek Sengketa telah menikah dengan SITI QOMARIYAH

dan telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak, yaitu : -----------------------

- MUHAMMAD NUR ARDIAN; --------------------------------

- MAR’AH HAMIDAH; -------------------------------------------

- DZAKIYATUR ROFIFAH; -------------------------------------


4) Almarhum SITI HASANAH adik kandung pemegang hak pada

Objek Sengketa, telah meninggal dunia pada tanggal 30 Januari

1990 berdasarkan Akta Kematian Nomor : 3402-KM-19012017-

0062 dan semasa hidupnya tidak dikaruniai anak; --------------------

2. Bahwa semasa hidupnya Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR

bin MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM (Ayah

Kandung Pemegang Hak Pada Objek Sengketa), memiliki sebidang tanah

pekarangan di atasnya berdiri sebuah rumah batu dengan Letter C Nomor :

1234 persil 19. b klas P. III, terletak di Dusun Grojogan, RT. 04, RW. -,

Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta; ------------------------------------------

3. Bahwa tanpa sepengetahuan, pemberitahuan, perelaan, dan persetujuan

Para Penggugat, tanah pekarangan di atasnya berdiri sebuah rumah batu

dengan Letter C Nomor : 1234 persil 19. b klas P. III, terletak di Dusun

Grojogan, RT. 04, RW. -, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan,

Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah diterbitkan

Objek Sengketa oleh Tergugat; ---------------------------------------------------

4. Bahwa Para Penggugat pada awalnya mencari informasi dari staf

pemerintah Desa Wirokerten, Kecamatan Bangungapan, Kabupaten

Bantul, kemudian diperoleh informasi jika tanah pekarangan yang di

atasnya berdiri sebuah rumah batu dengan Letter C Nomor : 1234 persil

19. b klas P. III, terletak di Dusun Grojogan, RT. 04, RW. -, Desa

Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah


Istimewa Yogyakarta, namun untuk lebih detailnya Para Penggugat

disarankan untuk mencari informasi kepada Tergugat; ------------------------

5. Bahwa selanjutnya Para Penggugat menindaklanjuti saran yang diberikan

oleh Pemerintah Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten

Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dan mencari

informasi mengenai apakah tanah pekarangan di atasnya berdiri sebuah

rumah batu dengan Letter C Nomor : 1234 persil 19. b klas P. III, terletak

di Dusun Grojogan, RT. 04, RW. -, Desa Wirokerten, Kecamatan

Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

sudah disertipikatkan atau belum kepada Tergugat; ----------------------------

6. Bahwa Penggugat II mencari informasi dengan cara mengajukan surat

tertulis tertanggal 26 Oktober 2016 dan 8 November 2016 kepada

Tergugat, yang pada pokoknya mohon keterangan kejelasan tentang tanah

warisan Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin

MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM sudah

disertipikatkan atau belum, namun sampai dengan gugatan ini diajukan

tidak juga ada jawaban dan penjelasan dari Tergugat baik itu secara lisan

maupun tertulis; ---------------------------------------------------------------------

7. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tergugat dengan tidak memberikan

jawaban dan penjelasan mengenai surat permohonan keterangan tanah

warisan Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin

MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM, tertanggal 26

Oktober 2016 dan 8 November 2016, maka Tergugat telah melanggar


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (7) huruf a Undang-Undang

Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang

disebutkan “Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya

permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan

pemberitahuan tertulis yang berisikan informasi yang diminta berada di

bawah penguasaannya ataupun tidak”; -------------------------------------------

8. Bahwa karena Para Penggugat tidak mendapat jawaban dari Tergugat,

mengenai keterangan kejelasan tentang tanah warisan Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM

Alias MUHAMMAD SELUM, maka Penggugat II mengajukan

permohonan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) kepada

Tergugat tanggal 16 Desember 2016; --------------------------------------------

9. Bahwa Tergugat menerbitkan jawaban atas permohonan yang diajukan

oleh Penggugat II dengan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah Nomor :

289/2016, pada tanggal 20 Desember 2016 yang pada pokoknya berisi

bidang tanah yang dimohonkan informasi tersebut, telah diterbitkan Objek

Sengketa; -----------------------------------------------------------------------------

10. Bahwa berdasarkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah yang diterima

oleh Para Penggugat dari Tergugat tersebut di atas sangatlah

mengherankan bagi Para Penggugat selaku ahli waris dari Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM

Alias MUHAMMAD SELUM, karena kenyataannya terhadap harta

warisan tersebut yang berupa tanah dengan Letter C Nomor : 1234 persil
19. b klas P. III, terletak di Dusun Grojogan, RT. 04, RW. -, Desa

Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah

Istimewa Yogyakarta hingga saat ini oleh Para Penggugat belum pernah

dialihkan kepemilikannya kepada siapapun juga termasuk direlakan,

diberikan, atau dihibahkan kepada salah satu ahli waris saja maupun

kepada orang lain, namun kenyataannya tanah dengan Letter C Nomor

1234 persil 19. b. klas P. III, dimaksud telah diterbitkan Objek Sengketa,

yang seharusnya menjadi hak waris seluruh Ahli Waris Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM

Alias MUHAMMAD SELUM termasuk di dalamnya menjadi hak waris

Para Penggugat; ---------------------------------------------------------------------

11. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tergugat dengan menerbitkan Objek

Sengketa, tidak sesuai dengan apa yang telah diatur oleh peraturan yang

ada, diantaranya : --------------------------------------------------------------------

12. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tergugat dengan menerbitkan Objek

Sengketa, juga melanggar asas-asas dalam pendaftaran tanah antara lain : -

1) Bahwa sebagai Para Penggugat sesama ahli waris Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD

MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM merupakan Warga

Negara Indonesia yang memiliki hak waris dari seluruh harta

peninggalan dari pewaris, namun karena Tergugat menerbitkan

Objek Sengketa yang tidak mencantumkan Para Penggugat, maka

Para Penggugat diperlakukan tidak adil dan tidak sama sebagai


warga negara, karena Para Penggugat menjadi kehilangan hak

waris sehingga tidak dapat memperoleh manfaat dari hak waris

dalam Objek Sengketa baik untuk dirinya sendiri maupun

keluarganya, jadi apa yang telah dilakukan oleh Tergugat dengan

menerbitkan Objek Sengketa telah melanggar asas kebangsaan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

Agraria yang disebutkan “Tiap-tiap warganegara Indonesia, baik

laki-laki maupun wanita mempunyai kesempatan yang sama untuk

memperoleh sesuatu hak atas tanah serta untuk mendapat manfaat

dan hasilnya baik bagi diri sendiri maupun keluarganya”; -----------

2) Bahwa Letter C Nomor : 1234 persil 19. b klas P. III, terletak di

Dusun Grojogan, RT. 04, RW. -, Desa Wirokerten, Kecamatan

Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta telah menjadi Objek Sengketa yaitu hanya atas nama

MUHAMMAD BASYORI (Kakak Kandung Pemegang Hak Pada

Objek Sengketa) adalah merupakan bukti kesewenang-wenangan

Tergugat; sehingga melanggar Asas Sederhana sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun

1997 Tentang Pendaftaran Tanah yang dijelaskan “Asas sederhana

dalam pendaftaran tanah dimaksudkan agar ketentuan-ketentuan

pokoknya maupun prosedurnya dengan mudah dapat dipahami


oleh pihak-pihak yang berkepentingan, terutama para pemegang

hak atas tanah”; -------------------------------------------------------------

3) Bahwa Para Penggugat sampai dengan saat ini tidak dapat

memahami terbitnya Objek Sengketa yang hanya atas nama salah

satu ahli waris saja, karena sepemahaman Para Penggugat sebagai

ahli waris yang memiliki hubungan keluarga sedarah dengan

pewaris seharusnya mendapatkan harta warisan dari pewaris dalam

hal ini termasuk tanah dan bangunan yang ditinggalkan, sehingga

hal ini melanggar asas sederhana dalam pendaftaran tanah; ---------

4) Bahwa dalam pendaftaran tanah dikenal juga asas aman

dimaksudkan untuk menunjukkan, bahwa pendaftaran tanah perlu

diselenggarakan secara teliti dan cermat sehingga hasilnya dapat

memberikan jaminan kepastian hukum sesuai tujuannya

pendaftaran tanah itu sendiri, namun hal ini tidak dilakukan oleh

Tergugat karena menerbitkan Objek Sengketa tidak berdasarkan

surat keterangan waris yang benar dan lengkap sehingga terbit

Objek Sengketa atas nama salah satu ahli waris saja yang

seharusnya terbit atas nama seluruh ahli waris dari Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD

MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM; ----------------------------

5) Bahwa sudah seharusnya Objek Sengketa menjadi atas nama

seluruh ahli waris yang sah dari Almarhum MUHAMMAD

BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM Alias


MUHAMMAD SELUM, sehingga tujuan agar mendapatkan

kepastian hukum atas Objek Sengketa dapat tercapai, namun hal

ini tidak dilakukan oleh Tergugat karena Objek Sengketa yang

diterbitkan tidak menjadi hak waris seluruh ahli waris Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD

MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM namun hanya

membuktikan hak waris MUHAMMAD BASYORI (Kakak

Kandung Para Penggugat) saja sehingga dapat dialihkan kepada

pihak lain tanpa sepengetahuan dari Para Penggugat; ----------------

13. Bahwa karena Tergugat menerbitkan Objek Sengketa tidak sesuai dengan

asas-asas dalam pendaftaran tanah, maka Objek Sengketa tersebut tidak

sesuai dengan tujuannya yaitu memberikan kepastian hukum dalam hal ini

Para Penggugat kehilangan hak waris atas tanah yang seharusnya

didapatkan dari Almarhum MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin

MUHAMMAD MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM karena tidak

dapat membuktikan sebagai pemilik hak waris atas tanah dalam bentuk

sertipikat hak milik sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah yang

terpenuh dan terkuat, sehingga hak waris Para Penggugat tidak

mendapatkan pengakuan dari pemerintah maupun masyarakat; --------------

14. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tergugat dengan menerbitkan Objek

Sengketa, selain bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang

ada, melanggar asas-asas dalam pendaftaran tanah juga melanggar Asas-

Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB) sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang

Administrasi Pemerintahan, disebutkan sebagai berikut:

1) Huruf d : “Asas kecermatan” adalah asas yang mengandung arti

bahwa suatu Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada

informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas

penetapan dan/atau pelaksanaan Keputusan dan/atau Tindakan

sehingga Keputusan dan/atau Tindakan yang bersangkutan

dipersiapkan dengan cermat sebelum Keputusan dan/atau Tindakan

tersebut ditetapkan dan/atau dilakukan, yang dalam hal ini

Tergugat telah menerbitkan Objek Sengketa didasarkan pada surat

keterangan waris beserta dokumen pendukungnya yang tidak benar

karena tidak semua ahli waris dari Almarhum MUHAMMAD

BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD MASLUM Alias

MUHAMMAD SELUM tercantum pada surat keterangan waris

yang dijadikan dasar penerbitan Objek Sengketa; ---------------------

2) Huruf a : “asas kepastian hukum” adalah asas dalam negara hukum

yang mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang-

undangan, kepatutan, keajegan, dan keadilan dalam setiap

kebijakan penyelenggaraan pemerintahan, yang dalam hal ini

karena Objek Sengketa yang diterbitkan melanggar peraturan

perundang-undangan yang ada dalam pendaftaran tanah dan

bertentangan dengan asas-asas pendaftaran tanah serta

bertentangan juga dengan asas kecermatan dalam asas-asas umum


pemerintahan yang baik sehingga tidak dapat memberikan

kepastian hukum bagi seluruh ahli waris Almarhum

MUHAMMAD BAKIR Alias BAKIR bin MUHAMMAD

MASLUM Alias MUHAMMAD SELUM karena dalam hal ini

Para Penggugat yang namanya tidak tercantum dalam Objek

Sengketa, maka tidak memperoleh hak waris sebagaimana

mestinya sehingga tidak diakui oleh pemerintah sebagai pemegang

hak dari Objek Sengketa tersebut, hal ini tentu saja tidak patut dan

tidak adil bagi Para Penggugat yang dalam kehidupan

bermasyarakat diketahui secara umum bahwa ahli waris mewarisi

semua harta peninggalan pewaris sehingga kepastian hukum itu

tidak didapatkan oleh Para Penggugat karena kehilangan hak

warisnya dan pemegang hak pada Objek Sengketa tersebut tanpa

sepengetahuan Para Penggugat; ------------------------------------------

15. Bahwa Para Penggugat tidak memperoleh hak waris sebagaimana

mestinya karena Tergugat menerbitkan sertipikat hak milik hanya atas

nama seorang ahli waris saja sebagaimana dimaksud dalam Objek

Sengketa, dengan demikian Para Penggugat tidak memiliki sertipikat hak

milik yang merupakan bukti kepemilikan hak yang diakui oleh hukum dan

merupakan bukti kepemilikan yang terkuat dan terpenuh, maka jelas dan

tegas bahwa Tergugat telah melanggar asas kepastian hukum; ---------------

16. Bahwa landasan hukum terbitnya Objek Sengketa adalah bertentangan

dengan peraturan yang mengatur tentang pendaftaran tanah, melanggar


asas-asas dalam pendaftaran tanah, melanggar asas-asas umum

pemerintahan yang baik dan tidak sesuai dengan fakta hukum yang ada,

maka sudah barang tentu terdapat data/dokumen sebagai pendukung yang

tidak sesuai dengan tata cara penerbitan Objek Sengketa, dengan demikian

sudah barang tentu terhadap Objek Sengketa tersebut terdapat cacat

hukum dalam penerbitannya, sehingga terhadap Objek Sengketa tersebut

haruslah dinyatakan batal atau tidak sah, jadi sudah sepantasnya

diperintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Objek Sengketa tersebut; -

Berdasarkan hal-hal serta alasan-alasan yang telah diuraikan tersebut di atas,

Para Penggugat mohon kepada Yth. Ketua Pengailan Tata Usaha Negara

Yogyakarta dan/atau Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara

ini untuk memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut; ------------------------

V. Petitum/Tuntutan

Dalam Pokok Perkara/Sengketa : ------------------------------------------------------

1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya; --------------------

2. Menyatakan batal atau tidak sah Sertipikat Hak Milik Nomor : 02898

tanggal 16 Maret 2005, Surat Ukur Nomor 1254/Wirokerten/2005, tanggal

8 Maret 2005, Luas 182 M2, yang terletak di Desa Wirokerten, Kecamatan

Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

atas nama pemegang hak MUHAMMAD BASYORI; ------------------------

3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Sertipikat Hak Milik Nomor :

02898 tanggal 16 Maret 2005, Surat Ukur Nomor 1254/Wirokerten/2005,

tanggal 8 Maret 2005, Luas 182 M2, yang terletak di Desa Wirokerten,
Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta atas nama pemegang hak MUHAMMAD BASYORI; ----------

4. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul

dalam perkara ini; -------------------------------------------------------------------

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-

adilnya (Ex Aequo Et Bono); ----------------------------------------------------------

Hormat Kami,
Kuasa Hukum Penggugat

Prof. DR. Widya Granawati, S.H., M.H.