Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

OLEH :

KELOMPOK 1 :

Hanafi Cahyadi (1406305195)

Ni Luh Ketut Sugi Lestari (1607531001)

A.A.Sagung Shinta Devi D. (1607531004)

I Kadek Sedana Yoga (1607531008)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jimbaran, 16 Februari 2018

Penulis.

ii
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................ii

Daftar Isi .................................................................................................................................. iii

BAB I ......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1

1.3 Tujuan Makalah........................................................................................................... 2

BAB II........................................................................................................................................ 3

PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3

2.1 Indeks Kewirausahaan................................................................................................. 3

2.2 Analisis Industri/Karir/Pekerjaan Wirausaha .............................................................. 3

2.3 Analisis SWOT Diri Sendiri ....................................................................................... 7

BAB III .................................................................................................................................... 10

PENUTUP................................................................................................................................ 10

3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 10

Daftar Pustaka .......................................................................................................................... 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebanyakan usaha bisnis jatuh dalam kurun lima tahun. Penyebab utama dari
kegagalan bisnis tersebut adalah karena sistem keuangan yang kurang baik dan sistem
manajemen yang buruk. Dalam ekonomi global, organisasi meninjau bahwa kepemimpinan
eksekutif sebagai sebuah faktor kunci dalam menjaga sisi kompetitifnya. SDM yang
profesional merupakan implikasi dari pengidentifikasian keahlian dan karakter.Kapasitas
untuk menemukan inovasi, memperkuat kerjasama jaringan dengan konsumen dan
memproduksi generasi baru dari produk dan pelayanan pada sebuah langkah yang cepat akan
menjadi penentu utama dari kesuksesan. Jenis lingkungan kompetitif ini memberikan banyak
kesempatan bagi para eksekutif wirausaha di perusahaan kecil yang sedang berkembang.

Perubahan masyarakat industri ke masyarakat informasi dan dari ekonomi yang


berorientasi manufaktur ke arah orientasi jasa, telah menimbulkan dampak yang signifikan
terhadap permintaan atas program baru pendidikan kejuruan yang ditawarkan (Martin, 1989).
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opprtunities, and Threats) telah menjadi salah satu
alat yang berguna dalam dunia industri. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk
digunakan sebagai aplikasi alat bantu pembuatan keputusan dalam pengenalan program-
program baru di lembaga pendidikan. Proses penggunaan manajemen analisis SWOT
menghendaki adanya suatu survei internal tentang Strengths (kekuatan) dan Weaknesses
(klemahan) program, serta survei eksternal atas Opportunities (ancaman) dan Thterats
(peluang/kesempatan). Dalam makalah ini akan membahas mengenai indeks kewirausahaan,
analisis industri/karir/pekerjaan wirausaha, dan analisi SWOT diri sendiri

1.2 Rumusan Masalah


Sejalan dengan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan indeks kewirausahaan ?
2. Bagaimanakah analisis industri/karir/pekerjaan wirausaha ?
3. Apa sajakah analisis SWOT diri sendiri ?

1
1.3 Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui :
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan indeks kewirausahaan.
2. Untuk mengetahui analisis industri/karir/pekerjaan wirausaha.
3. Untuk mengetahui mengenai analisis SWOT diri sendiri.

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Indeks Kewirausahaan.
Dalam satu penelitiannya, B Subrahmanyeswari, K Veeraraghava Reddy dan B
Sudhakar Rao (2007; dalam entrepreneurical behavior of rural women farmers in dairying: a
multidimensional analysis. Livestock Research for Rural Development 19 (1) 2007); tingkat
kewirausahaan seseorang dapat diukur dengan 15 komponen yaitu :

1. Innovativeness, tingkat keinovatifan


2. Risk Orientation, seberapa jauh ia cukup berani menantang resiko
3. Decision making ability, kemampuan membuat keputusan
4. Achievement motivation, seberapa tingginya motivasinya untuk mencapai
keberhasilan
5. Information seeking behavior, perilakunya atau seberapa kekeh usahanya
dalam mencari informasi
6. Knowledge of the enterprise, pengetahuannya tentang hal-hal berkaitan tentang
perusahaan
7. Utilization of assistance, sebarapa cerdik ia memanfaatkan berbagai dukungan yang
ada, baik yang gratis maupun berbayar
8. Cosmopolitness, level kepekaan ia terhadap lingkungan, apakah cukup luas atau sempit
9. Market orientation, oritentasinya pada pasar
10. Result orientedness, orientasinya pada hasil
11. Managerial assistance
12. Ability to coordinate activities, kemampuan mengkoordinasikan berbagai aktivitas
13. Leadership ability, kemampuan kepemimpinan
14. Self confidence, level kepercayadirian
15. Scientific orientation, penghargaannya pada hal-hal yang bersifat keilmiahan,
bagaimanapun ilmu mendorong kemajuan dalam berbagai sisi kehidupan.

2.2 Analisis Industri/Karir/Pekerjaan Wirausaha


Kata Karier berasal dari Bahasa Belanda yaitu carriere yang berarti perkembangan dan
kemajuan dalam pekerjaan seseorang. Ini juga bisa berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan
tertentu. Karier merupakan istilah yang didefinisikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia
sebagai perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan, pekerjaan, atau jabatan seseorang.

3
Biasanya pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang mendapat imbalan berupa gaji
maupun uang.

Dalam hal ini jika dihubungkan dengan karir wirausaha berarti suatu perkembangan
dan kemajuan pada usaha atau pekerjaan seorang wirausaha. Bagaimana wirausaha dapat
bersaing secara efektif dalam beberapa tahun ke depan yang merupakan tantangan bagi
wirausahawan, mengingat era globalisasi yang terus meningkat dan persaingan yang terus
menguat baik dalam rangka mencari kerja atau membuat lapangan pekerjaan. Seorang
wirausaha harus benar-benar menjalani usahanya dengan ketulusan hati dilengkapi dengan
kerja keras dan memiliki tujuan yang jelas serta alternatif dan cara yang tepat untuk mencapai
tujuan tersebut. Seorang wirausaha harus memiliki mental yang kuat dan tahan banting atas
segala kejadian yang menimpa usahanya untuk terus meningkatkan karir usahanya.

Pada umumnya terdapat dua penyebab utama dari kegagalan bisnis adalah karena
sistem keuangan yang kurang baik dan sistem manajemen yang buruk. Namun Menurut
Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha
gagal dalam menjalankan usaha barunya:

1. Tidak kompeten dalam manajerial.

Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha
merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman.

Kurang berpengalaman yaitu dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan


mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi
perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.

Faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas
menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan.


Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam
perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.

4
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan
usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi
karena kurang efisien.

6. Kurangnya pengawasan peralatan.

Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang


pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.

Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang


dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal
menjadi besar.

8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.

Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan
menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa
diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap
waktu.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin lama semakin meningkat maka hal
pertama yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausaha ialah menguatkan sisi internal
perusahaan yaitu dengan pandai-pandai mengatur sistem keuangan dan menyiasati agar sistem
manajemen perusahaaan berjalan dengan baik. Selain itu, pertumbuhan yang terus meningkat
mengisyaratkan bahwa kompetisi di tahun selanjutnya akan didasarkan pada waktu dan
fleksibilitas. Kapasitas untuk menemukan inovasi, memperkuat kerjasama jaringan dengan
konsumen dan memproduksi generasi baru dari produk dan pelayanan pada sebuah langkah
yang cepat akan menjadi penentu utama dari kesuksesan.

Kesuksesan yang diraih oleh seorang wirausaha bukanlah sesuatu yang diperolehnya
dengan mudah. Perlu kerja keras dan kegigihan dalam meraihnya. Di bawah ini merupakan
beberapa tahap yang dialui oleh seorang wirausaha dalam menjalani karir kewirausahaannya
dan mencapai kesuksesan. Tahap-tahapnya yaitu:

1. Tahap Memulai.

Tahap ini merupakan tahap seseorang yang berniat untuk melakukan usaha
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, yaitu diawali dengan melihat peluang

5
usaha baru yang mungkin ataukah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau
melakukan franchising. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah
di bidang pertanian, industri, atau jasa sesuai dengan minat dan kemampuan yang
dimiliki.

2. Tahap Melaksanakan Usaha.

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait
dengan usahanya, mencakup aspek-aspek pembiayaan, tenaga kerja, kepemilikan,
organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil
keputusan, pemasaran, serta melakukan evaluasi.

3. Tahap Mempertahankan Usaha.

Tahap selanjutnya yaitu tahap wirausahawan melakukan analisis perkembangan


yang dicapai berdasarkan hasil yang telah dicapai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan
kondisi yang dihadapi.

4. Tahap Mengembangkan Usaha.

Pada tahap ini, jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami
perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan
yang mungkin diambil dan perlu dilakukan untuk meningkatkan karirnya dan meraih
kesuksesan.

Selain kerja keras dan kegigihan yang harus dimiliki oleh seoarang wirausaha, yang
perlu dimiliki oleh wirausaha yang ingin meniti karir agar mencapai kesuksesan yaitu harus
memiliki paradigma atau pola pikir yang baik. Alejandrino berkata setidaknya ada empat
paradigma yang dapat membuat seorang wirausaha menjadi sukses atau superior di tingkat
persaingan usaha yang semakin ketat.

1. Pertama, harus mampu memprediksi kemungkinan dimasa mendatang.

Seorang wirausaha itu harus sarat ide-ide, seolah hanya melihat peluang dan
kepuasan pelanggan. Sedangkan eksekutif, adalah seorang yang senantiasa
menyelesaikan masalah yang timbul di perusahaan.

2. Kedua, fleksibilitas dari sang wirausaha.

6
Seorang wirausaha harus bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja
maupun lingkungan usaha. Nah, hal ini diyakini akan membawa perusahaan untuk terus
bisa bertahan.

3. Ketiga, rule of the game yang dinamis.

Rule of the game harus dinamis dalam mengantisipasi berbagai macam


kemungkinan sebagai kemampuan mengubah aturan main. Hal ini berkaitan erat
dengan inovasi atau penciptaan hal-hal baru dalam berbisnis.

4. Keempat, kemampuan melanjutkan perubahan.

Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan melanjutkan perubahan dari


aturan atau bentuk yang telah ada sebelumnya. Inovasi yang dibuat dalam beberapa
masa ke depan akan selalu tertinggal. Kemampuan memperbaharui produk dan aturan
main inilah yang dapat membuat seorang wirausaha menjadi superior.

Menurut Alma Buchari, selain empat paradigma di atas, ada delapan sikap yang
menunjang usaha wirausaha menuju puncak karir berwirausahanya, yaitu terdiri atas:

1. Mau kerja keras (capacity for hard work)


2. Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3. Penampilan yang baik (good appearance)
4. Yakin ( self-confidence )
5. Pandai membuat keputusan (making good decision)
6. Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7. Ambisi untuk maju (ambition drive)
8. Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Untuk dapat terus meningkatkan perkembangan dan kemajuan usahanya, seorang


wirausaha setidaknya memiliki delapan sikap dan empat paradigma diatas. Delapan sikap dan
empat paradigma tersebut nantinya yang akan menuntun karir wirausaha agar terus mengalami
peningkatan dan mencapai puncak karir dalam berwirausaha.

2.3 Analisis SWOT Diri Sendiri


SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk

7
akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik
dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis
dengan baik hubungan dari setiap aspek.

Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek
dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam
mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan
memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya
dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths)
mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana
cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi
ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan
sebuah ancaman baru. Analisis SWOT bisa juga diterapkan dalam diri sendiri, apa yang
menjadi kekuatan, kelemahan, peluan serta ancaman bagi diri kita. Contoh penerapan SWOT
pada diri sendiri:

- S = Strenght, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh
seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh positif di
masa yang akan datang.
1. Kemampuan Akuntansi dan Komputer Akuntansi yang baik.
2. Bertanggung jawab pada diri sendiri.
3. Konservatif dan hemat khusunya dalam keuangan
4. Senang membaca dan mendengarkan
5. Mudah bersosialisasi atau hubungan baik dengan teman.
- W = Weakness, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki
oleh seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh
negative di masa yang akan datang.
1. Kurang peduli kepada lingkungan
2. Lemah dalam bahasa Inggris
3. Kurang percaya diri jika bicara di depan umum
- O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau
kesempatan di luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan memberikan
peluang berkembang dimasa depan.

8
1. Peraturan tentang penggunana Sistem Akuntansi di semua lembaga
2. Pemberlakuakan IFRS di semua lembaga
3. Pencanangan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
4. Rekruitmen PNS setiap tahun
- T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman atau hambatan yang datang dari
luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan dapat mengancam eksistensi
dimasa depan.
1. Tenaga kerja yang berpengalaman
2. Lulusan Perguruan Tinggi yang bonafit
3. Meningkatnya persaingan diantara lulusan sarjana

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas
Stanford pada tahun 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-
perusahaan Fortune 500.

9
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam satu penelitiannya, B Subrahmanyeswari, K Veeraraghava Reddy dan B
Sudhakar Rao (2007; dalam entrepreneurical behavior of rural women farmers in dairying: a
multidimensional analysis. Livestock Research for Rural Development 19 (1) 2007); tingkat
kewirausahaan seseorang dapat diukur dengan 15 komponen. Kata Karier berasal dari Bahasa
Belanda yaitu carriere yang berarti perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan seseorang.
Ini juga bisa berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan tertentu. Karier merupakan istilah yang
didefinisikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai perkembangan dan kemajuan baik
pada kehidupan, pekerjaan, atau jabatan seseorang. Biasanya pekerjaan yang dimaksud adalah
pekerjaan yang mendapat imbalan berupa gaji maupun uang. SWOT adalah metode
perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan
(weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, dan threats).

10
Daftar Pustaka
Zimmerer, Thomas W. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usah Kecil Edisi 5. Jaakarta:
Salemba Empat.

Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan. Jakarta: Alfabeta.

11