BAB I PENDAHULUAAN Lembaga pendidikan pada umumnya adalah sarana bagi proses pewarisan maupun transformasi pengetahuan dan

nilai-nilai antar generasi. Dari sini dapat terpahami bahwa pendidikan senantiasa memiliki muatan ideologis tertentu yang antara lain terekam melalui konstruk filosofis yang mendasarinya. Kata Roem Topatimasang, sekolah memang bukanlah sesuatu yang netral atau bebas nilai. Sebab tak jarang dan seringkali demikian, pendidikan dianggap sebagai wahana terbaik bagi pewarisan dan pelestarian nilai-nilai yang nyatanya sekedar yang resmi, sedang berlaku dan direstui bahkan wajib diajarkan di semua sekolah dengan satu penafsiran resmi yang seragam pula. Dinamika sistem pendidikan yang berlangsung di Indonesia dalam berbagai era kesejarahan akan menguatkan pandangan ini, betapa dunia pendidikan memiliki keterkaitan sangat erat dengan kondisi sosial-politik yang tengah dominan. Sebuah bagan skematik dari William F. O¶neil berikut in menunjukkan bagaimana nalar relasional antara filsafat dengan dunia pendidikan: 1. Ontologi (Apa yang tertinggi yang bisa diketahui, dan bagaimana kita bisa mengetahuinya [epistemologi, ny.]?) 2. Aksiologi (Apakah kebaikan tertinggi itu?) 3. Teori Moral (Apakah perilaku antarmanusia yang baik itu?) 4. Filosofi Politik (Apakah organisasi sosial yang baik itu?) 5. Filosofi Pendidikan (Pengetahuan macam apa yang diperlukan dan bagaimana semestinya ia ditanamkan?) Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum, maka dalam membahas filsafat pendidikan akamn berangkat dari filsafat. Dalam arti, filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab, aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri. Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar, yaitu filsafat pendidikan ³progresif´ dan filsafat pendidikan ³ Konservatif´. Yang pertama didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseau. Yang kedua didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supernaturalisme atau realisme religius. Filsafat-filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan. Perspektif O¶neil (H.A.R. Tilaar) memandang titik tolak pedagogik dari tindakan pemanusiaan. Sehingga pendidikan tidak bisa dilepaskan dari filsafat manusia. Jadi, justru perbedaan persepsi tentang manusia inilah yang kemudian melahirkan berbagai aliran dalam dunia pendidikan. BAB II ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan memiliki nuansa berbeda antara suatu daerah dengan daerah lain, sehingga banyak bermunculan pemikiran-pemikiran yang dianggap

karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Dua aliran ini bertemu sebagai pendukung esensialisme. pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini. Maka. karena . naturalisme. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas. di mana serta terbuka untuk perubahan. Esensialisme muncul pada zaman Renaissance dengan ciriciri utama yang berbeda dengan progresivisme. pengaruhnya sampai saat ini dan dua tonggak penting pendidikan di Indonesia. ESENSIALISME Esensialisme adalah pendidikan yang di dasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Perbedaannya yang utama ialah dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksibilitas. 2) George Santayana 3) George Santayana memadukan antara aliran idealisme dan aliran realisme dalam suatu sintesa dengan mengatakan bahwa nilai itu tidak dapat ditandai dengan suatu konsep tunggal. disusunlah konsep yang sistematis dan menyeluruh mengenai manusia dan alam semesta. akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing. toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. nativisme. Aliran-aliran klasik dalam pendidikan dan pengaruhnya terhadap pemikiran pendidikan di indonesia. Di dalm kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan. Esensialisme pertama-tama muncul dan merupakan reaksi terhadap simbolisme mutlak dan dogmatis abad pertengahan. esensialisme adalah konsep meletakkan sebagian ciri alam pikir modern. dan konvergensi. Idealisme dan realisme adalah aliran filsafat yang membentuk corak esensialisme. Karenanya banyak teori yang dikemukakan pada pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran pendidikan. A. karena itu timbul pada zaman itu. Aliran-aliran pendidikan telah dimaulai sejak awal hidup manusia. Oleh karena itu bahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik. ALIRAN KLASIK DAN GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme. 1. Dengan demikian Renaissance adalah pangkal sejarah timbulnya konsep-konsep pikir yang disebut esensialisme. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembangan-pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. yang memenuhi tuntutan zaman Tokoh-tokoh Esensialisme 1) Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770 ± 1831) Georg Wilhelm Friedrich HegelHegel mengemukakan adanya sintesa antara ilmu pengetahuan dan agama menjadi suatu pemahaman yang menggunakan landasan spiritual.sebagai penyesuaian proses pendidikan dengan kebutuhan yang diperlukan. a.

nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spiritual. hasil belajar ³dunia nyata´ dan juga pengalaman teman sebaya . Progresvisme merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri. aktivitas. Pandangan Esensialisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan 1. Menurut progresivisme. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Progravisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi maslahmasalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri (Barnadib. Thomas dan Frederick C. Pandangan Essensialisme Mengenai Kurikulum Beberapa tokoh idealisme memandang bahwa kurikulum itu hendaklah berpangkal pada landasan idiil dan organisasi yang kuat b. Oleh karena kemajuan atau progres ini menjadi suatu statemen progrevisme. psikologi dan ilmu alam. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal. maka beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian utama dari kebudayaan yang meliputi ilmu-ilmu hayat. bila seorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri. terus bergerak keluar untuk memahami dunia obyektif. belajar ³naturalistik´. menyala.minat. 2. perhatian dan pengalaman seseorang menentukan adanya kualitas tertentu. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. PROGRESIVISME Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. antropologi. yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Neff. sebagai filsafat hidup. Pandangan Essensialisme Mengenai Belajar Idealisme. Dari mikrokosmos menuju ke makrokosmos. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle. memulai tinjauannya mengenai pribadi individu dengan menitik beratkan pada aku. 1994:28). William O. Menurut idealisme. Ernest Bayley. Lawrence B. serta pluralistis. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem. Stanley.

1990: 146). sekolah harus menyajikan program pendidikan yang dapat memberikan wawasan kepada anak didik tentang apa yang menjadi karakteristik atau kekhususan daerah itu. William James (11 Januari 1842 ± 26 Agustus 1910) James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran. jika pengertian itu berguna. Maka muncullah ³Child Centered Curiculum´. Dengan demikian. dan menempatkannya di atas dasar ilmu perilaku. bolehlah dianggap benar. sehingga anak menjadi terampildan berintelektual baik secara fisik maupun psikis. asal orang tahu saja bahwa kebenaran ini tidak lain kecuali kekeliruan yang berguna saja. filsafat progesivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. 1991: 24). Anak didik diberikan kebaikan baik secara fisik maupun cara berpikir. Oleh karena itu. Maka dari itu. sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja. Persesuaian dengan obyeknya tidak mungkin dibuktikan. satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya (dalam bahasa Yunani Pragma) untuk mempengaruhi kejadian-kejadian di dunia. fisafat progesivisme menghendaki sis pendidikan dengan bentuk belajar ³sekolah sambil berbuat´ atau learning by doing (Zuhairini. Untuk itulah sekat antara sekolah dengan masyarakat harus dihilangkan. guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain (Ali. harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. melainkan juga berfungsi sebagai pemindahan nilai-nilai (transfer of value). dan ³Child Centered School´. Hans Vaihinger (1852 ± 1933) Hans VaihingerMenurutnya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Untuk itulah. Jadi James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa dari prakonsepsi teologis. Untuk dapat melestarikan usaha ini. sekolah yang ideal adalah sekolah yang isi pendidikannya berintegrasi dengan lingkungan sekitar.Aliran progesivisme telah memberikan sumbangan yang besar di dunia pendidikan saat ini. dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas 3. sekolah harus dapat mengupyakan pelestarian karakteristik atau kekhasan lingkungan sekolah sekitar atau daerah di mana sekolah itu berada. . Aliran ini telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada anak didik. Tokoh-tokoh Progresivisme 1. John Dewey memandang bahwa pendidikan sebagai proses dan sosialisasi (Suwarno. seperti juga aspek dari eksistensi organik. Dengan kata lain akal dan kecerdasan anak didik harus dikembangkan dengan baik. Dan dia menegaskan agar fungsi otak atau pikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. Segala pengertian itu sebenarnya buatan semata-mata. 1992: 62-63). 2. Dan untuk itu. untuk menguasai dunia. Karena sekolah adalah bagian dari masyarakat. John Dewey (1859 ± 1952) Teori Dewey tentang sekolah adalah ³Progressivism´ yang lebih menekankan pada anak didik dan minatnya daripada mata pelajarannya sendiri. Maksudnya sebagai proses pertumbuhan anak didik dapat mengambil kejadian-kejadian dari pengalaman lingkungan sekitarnya. Perlu diketahui pula bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemindahan pengetahuan (transfer of knowledge).

guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya. filsafat progresivisme menghendaki jenis kurikulum yang bersifat luwes (fleksibel) dan terbuka. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. kemauan. Kurikulum dipusatkan pada pengalaman atau kurikulum eksperimental didasarkan atas manusia dalam hidupnya selalu berinteraksi didalam lingkungan yang komplek. Mohammad Noor Syam (1984) mengemukakan pandangan perenialis. c. . Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. melainkan harus terintegrasi dalam unit. Tujuan utama pendidikan adalah membina pemimpin yang sadar akan asas normative dan melaksanakannya dalam semua aspek kehidupan. Aristoteles. kekal atau selalu. Dan sekaligus mematikan daya kreasi baik secara fisik maupun psikis anak didik.Pandangan Progesivisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan Anak didik diberikan kebebasan baik secara fisik maupun cara berpikir. tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya. Dengan adanya mata pelajaran yang terintegrasi dalam unit. Sebab. Jadi kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan zamannya. Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan: 1. serta kestabilan dalam perilaku pendidik.Sifat kurikulumnya adalah kurikulum yang dapat direvisi dan jenisnya yang memadai. Aliran Perenialisme Perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. dan akal. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal. diharapkan anak dapat berkembang secara fisik maupun psikis dan dapat menjangkau aspek kognitif. Progresivisme tidak menghendaki adanya mata pelajaran yang diberikan terpisah. yaitu yang bersifat eksperimental atau tipe Core Curriculum. Oleh karena itu filsafat progressivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. 2. metode yang diutamakan yaitu problem solving. Ia menganggap penting pembentukan kebiasaan pada tingkat pendidikan usia muda dalam menanamkan kesadaran menurut aturan moral. pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar untuk hidup sebagai pribadipribadi yang gembira menghadapi pelajaran. bahwa pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh. Plato. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu. maupun psikomotor. Perenialisme berasal dari kata perennial yang berarti abadi. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur ke belakang. afektif. kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Pandangan perenialisme tentang pendidikan Kaum perenialis berpandangan bahwa dalam dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta mambahayakan tidak ada satu pun yang lebih bermanfaat daripada kepastian tujuan pendidikan. dengan menggunakan kembali nilai nilai atau prinsip prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat.

Karya-karya ini merupakan buah pikiran besar pada masa lampau. Jadi. dan berhitung. 1986: 154). sebagai tempat utama dalam pendidikan. Jadi. keberhasilan anak dalam nidang akalnya sangat tergantung kepada guru. Berbagai buah pikiran mereka yang oleh zaman telah dicatat menonjol seperti bahasa. Aliran Rekonstruksionisme Kata Rekonstruksionisme bersal dari bahasa Inggris reconstruct. Menurut Muhammad Noor Syam (1985: 340). Menurut perenialisme.3. Dengan kata lain. perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah arsah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat. menulis. Diharapkan anak didik mampu mengenal dan mengembangkan karya-karya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental. bahan penerangan yang cukup. khususnya filsafat pendidikan. dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan. Dengan pengetahuan. Sekolah rendah memberikan pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Thomas Aquinas. dan lain-lainnya. politik. d. ekonomi. Dalam konteks filsafat pendidikan. . Sekolah. rekonstruksionisme merupakan suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. kedua aliran tersebut memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempumyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran. karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif. akl inilah yang perlu mendapat tuntunan kea rah kematangan tersebut. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca. yaitu berawal dari krisis kebudayaan modern. Sedangkan tugas utama guru adalah memberikan pendidikan dan pengajaran (pengetahuan) kepada anak didik. filsafat. Tugas utama pendidiakn adalah mempersiapkan anak didik kea rah kematangan. Seorang guru bertugad untuk menolong membangkitkan potensi yang masih tersembunyi dari anak agar menjadi aktif dan nyataPendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain. Dari pendapat ini diketahui bahwa perenialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi sseorang untukk bersikap tegas dan lurus. orang akan mampu mengenal dan memahami factor-faktor dan problema yang perlu diselesaikan dan berusaha mengadakan penyelesaian masalahnya. ilmu pengetahuan alam. Aliran rekonstruksionisme pada prinsipnya sepaham dengan aliran perenialisme. yang berarti menyusun kembali. sejarah. Thomas berpendapat pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur menjadi aktif atau nyata tergantung pada kesadaran tiap-tiap individu. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang (Muhammad Noor Syam. matematika. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. mempesiapkan anak didik ke arah kematangan akal dengan memberikan pengetahuan. yang telah banyak memberikan sumbangan kepadaperkembangan zaman dulu. Karena itulah. ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi. Penguasaan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pertama adalah modal bagi seseorang untuk mengembangkan pikiran dan kecerdasan. dengan berpikir maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan. Matang dalam arti hiodup akalnya. sastra.

Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur.kebingungan. Akan tetapi gagal. Kertas putih akan mempunyai corak dan tulisan yang digores oleh lingkungan. dan budaya). yang menyebutkan bahwa anak yang lahir ke dunia seperti kertas putih yang bersih. sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi. ketika dua anak kembar sejak lahir . aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis. Akibatnya dalam diri anak terjadi konflik. sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan. nasionalisme. Karenanya pembinaan kembali daya inetelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang. filosof Inggris yang hidup pada tahun 1632-1704. sebab pendidik menyediakan lingkungan pendidikan bagi anak. pendidikan mengalami kesukaran dan hasilnya tidak optimal. Tokoh-tokoh Rekonstruksionisme Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930. dan kesimpangsiuran. agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan. ingin membangun masyarakat baru. Pengalaman tersebut akan membentuk tingkah laku. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan (sosial. Harold Rugg Pandangan Rekonstruksionisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. keturunan. dan anak akan menerima pendidikan se¬bagai pengalaman. e. Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia. pendidik sebagai faktor luar memegang peranan sangat penting. sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Misalnya: Suatu keluarga yang kaya raya ingin memaksa anaknya menjadi pelukis. Karenanya.. pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akan datang. kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit. alam. diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Di samping itu. George Count. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Caroline Pratt. nasionalisme. masyarakat yang pantas dan adil. Cita-cita demokrasi yang sesungguhnya tidak hanya teori. Aliran Empirisme Tokoh aliran Empirisme adalah John Lock. tetapi mesti diwujudkan menjadi kenyataan. Segala alat diberikan dan pendidik ahli didatangkan. Faktor bawaan dari orangtua (faktor keturunan) tidak dipentingkan. Contoh lain. sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Menurut aliran ini. sikap. kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit. Teorinya dikenal dengan Tabulae rasae (meja lilin). Sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya leori tetapi mesti menjadi kenyataan. karena bakat melukis pada anak itu tidak ada. serta watak anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. keturunan. Pengaruh empiris yang diperoleh dari lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. mampu meningkatkan kualitas kesehatan. bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.

dan ada pula yang hanya sampai pada titik tertentu.dipisahkan dan dibesarkan di lingkungan yang berbeda. anak mirip orangtuanya secara fisik dan akan mewarisi sifat dan bakat orangtua. yaitu daya-daya psikologis dan fisiologis yang bersifat herediter. Misalnya. f. pandangan Nativisme adalah pengakuan tentang adanya daya asli yang telah terbentuk sejak manusia lahir ke dunia. menurut aliran ini. padahal dia adalah anak manusia. namun pembawaan tersebut akan menjadi rusak karena pengaruh lingkungan. sehingga aliran Natural¬isme sering disebut Negativisme. Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bawaan sejak la¬hir. Crussoe mempunyai gaya hidup. Crussoe sejak bayi hidup di tengah hutan rimba belantara yang ganas. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri. Dengan demikian. Arifin dan Aminuddin R. Naturalisme memiliki tiga prinsip tentang proses pembelajaran (M. mungkin juga hanya sampai pada setengah kemampuan orangtuanya. Kenyataan ini pun membantah teori Nativisme. Coba simak cerita tentang anak manusia yang hidup di bawah asuhan serigala. ungkapan bahasa. ia akan menjadi baik. Pandangan itu tidak menyimpang dari kenyataan. Oleh karena itu. Ada yang tumbuh dan berkembang sampai pada titik maksimal kemampuannya. Natu¬ralisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan baik. Ternyata pertumbuhannya tidak sama. ia akan menjadi jahat. serta kemampuan dasar lainnya yang kapasitasnya berbeda dalam diri tiap manusia. Misalnya. Satu dari mereka dididik di desa oleh keluarga petani golongan miskin. Anak didik belajar melalui pengalamannya sendiri. la tetap hidup dan ber¬kembang atas bantuan air susu serigala sebagai induknya. Prinsipnya. 1992: 9). Padahal. yang satu dididik di lingkungan keluarga kaya yang hidup di kota dan disekolahkan di sekolah modern. Aliran Naturalisme Tokoh aliran ini adalah J. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dikesampingkan. Rousseau. bicara.J. Nativisme berpendapat. keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri. Serigala itu memberi Crussoe makanan se-suai selera serigala sampai dewasa. seorang anak yang berasal dari orangtua yang ahli seni musik. akan berkembang menjadi seniman musik yang mungkin melebihi ke-mampuan orangtuanya. sebab gambaran dalam cerita Robinson Crussoe itu telah membuktikan bahwa lingkungan dan didikan membawa pengaruh besar terhadap perkembangan anak. jika anak memiliki bakat jahat dari lahir. la bernama Robinson Crussoe. Faktor lingkungan kurang berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan anak. hasil pendidikan ditentukan oleh bakat yang di¬bawa sejak lahir. ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lingkungan tidak mendukung.. la adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun 17881880. dan watak seperti serigala. Kemudian terjadi interaksi antara pengalaman . la adalah filosof Prancis yang hidup tahun 1712-1778. dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik. yaitu: a. Aliran Nativisme Tokoh aliran Nativisme adalah Schopenhauer. g. Kelemahan aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman. Akhirnya.

Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan bakat itu sendiri. Melalui teori perkembangan kognitif. aliran Konvergensi menganggap bahwa pendidikan sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan. b. la dipandang sebagai cikal-bakal lahirnya Konstruksionisme. la mengatakan bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan (Paul Suparno. Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan interaksi kontinu antara individu satu dengan lingkungannya. Program pendidikan di sekolah harus disesuaikan dengan minat dan bakat dengan menyedia¬kan lingkungan belajar yang berorientasi kepada pola belajar anak didik. 1997: 33). Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk. faktor kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar-mengajar. Anak yang mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik akan menjadi semakin baik. Hanya Tuhan yang dapat mengetahui segala sesuatu karena dia pencipta segala sesuatu itu. Sampai sekarang pengaruh dari kedua faktor tersebut belum bisa ditetapkan. Anak didik secara bebas diberi kesempatan untuk menciptakan lingkungan belajarnya sendiri sesuai dengan minat dan perhatiannya. 1997: 24). sehingga dapat terbentuk pengertian baru (Paul Supamo. Bagi Vico. i. h. William Stem tidak menerangkan seberapa besar perbandingan pengaruh kedua faktor tersebut. bukan suatu barang. Hanya saja. Pendidik hanya menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan. aliran Naturalisme menitikberatkan pada strategi pembelajaran yang bersifat paedosentris. Aliran Konvergensi Tokoh aliran Konvergensi adalah William Stem. faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan penting. Menurut Piaget. Piaget juga berpendapat bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh . seorang epistemolog Italia. pengetahuan dapat menunjuk pada struktur konsep yang dibentuk. Dengan demikian. Mengerti berarti mengetahui sesuatu jika ia mengetahui. sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Sebaliknya. mengerti adalah proses adaptasi intelektual antara pengalaman dan ide baru dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.dengan kemampuan pertumbuhan dan perkembangan di dalam dirinya secara alami. artinya. la seorang tokoh pendidikan Jerman yang hidup tahun 1871-1939. lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak secara optimal jika tidak didukung oleh bakat baik yang dibawa anak. Aliran ini dikembangkan oleh Jean Piaget. Dengan demikian. Jadi. Aliran Konstruktivisme Gagasan pokok aliran ini diawali oleh Giambatista Vico. Pendidik berperan se¬bagai fasilitator atau narasumber yang menyediakan lingkungan yang mampu mendorong keberanian anak didik ke arah pandangan yang positif dan tanggap terhadap kebutuhan untuk memperoleh bimbingan dan sugesti dari pendidik. pengetahuan merupakan suatu proses. Aliran Konvergensi merupakan kompromi atau kombinasi dari aliran Nativisme dan Empirisme. Tanggung jawab belajar terletak pada diri anak didik sendiri. Pengetahuan tidak bisa lepas dari subjek yang mengetahui. Artinya. Manusia hanya dapat mengetahui sesuatu yang dikonstruksikan Tuhan. c.

Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta. Sekolah Kerja Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang dilakukan dari seseorang ke-pada orang lain. Pestalozzi mengajarkan bermacam-macam mata pelajaran pertukaran di sekolahnya. dan J. Yang perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara konprehensif. J. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia a.perintis gerakan ini adalah Fr. A. yaitu:Metode Global dan Centre d¶interet. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia. Pengajaran Alam Sekitar Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalah gerakan pengajaran alam sekitar. b. Decroly menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran. Pengajaran Pusat Perhatian Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat. Akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif terhadap situasi baru. c.H. dan ekuilibrasi. peraba. penciuman. aliran ini menegaskan bahwa pengetahuan mutlak diperoleh dari hasil konstruksi kognitif dalam diri seseorang. utamanya masyarakat maju. yaitu indra penglihatan. Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven. akomodasi. pendengaran. yakni dalam bentuk yayasan. Sebaliknya. d. dan ekuilibrasi adalah penyesuaian kembali yang secara terus-menerus dilakukan antara asimilasi dan akomodasi (Suwardi. a. 2004: 24). Asas dan Tujuan Taman Siswa . 1. Comenius menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran.tiga proses dasar. melalui pengalaman yang diterima lewat pancaindra.A. DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. Kesimpulannya. pengajaran unit. bahasa. perbuatan itu akan sia-sia saja. yaitu asimilasi. Pengajaran Proyek Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia. dan sebagainya. antara lain dengan nam pengajaran proyek. Asimilasi adalah perpaduan data baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki. dan tangan. Dengan demikian. ingatan. kondisi ini akan berbeda jika pembelajaran ini ditujukan untuk menggali pengalaman. sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk mentransfer ilmu. C. J. disamping pendapatnya tentang pengajaran global. dengan alasan pengetahuan bukan barang yang bisa dipindahkan. B. dan perasa. Pendekatan multidisiplin tersebut makin lama makin penting. Finger di Jerman dengan heimatkunde.

dan asas kemanusiaan. asas kebangsaan. dan sebagainya. b. Tujuan Taman Siswa a) Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai. 2. asas kebudayaan. Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan. serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa. f) Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak. serta manusia pada umumnya. d) Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Pada awal didirikan. Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan. Taman siswa pun telah melahirkan alumni alumni besar di Indonesia. c. b) Membangun abak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (sumatera Barat). tanah air. Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut: a) Berpikir logis dan rasional b) Keaktifan atau kegiatan c) Pendidikan masyarakat d) Memperhatikan pembawaan anak e) Menentang intelektualisme Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal. e) Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan. asas kodrat alam. Hasil-hasil yang Dicapai Taman siswa telah berhasil menemukakan gagasan tentang pendidikan nasional. seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif. tujuan yang ingin dicapai. Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah: a) Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan b) Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat . a. lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata.Asas Taman Siswa a) Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum. luhur akal budinya. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa Beberapa usaha yang dilakukan oleh Rtaman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. b) Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri. c) Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.

Akan tetapi dalam masing-masing aliran dapt menghasilkan titik temu yang harmonis. Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan.1984. Jakarta. Hidup maju tersebut didukung atau dapat diwujudkan melalui pendidikan. Salah satu diantaranya yakni hidup lebih baik dari sebelumnya atau bisa disebut hidup lebih maju. Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan). Saran Setiap orang. Masing-masing aliran pendidikan memiliki kekurangan dan kelebihan. pengetahuan. . Wallahu¶alam bi shawab.com Barnadib. Sistem Dan Metode. Situs informasi Indonesia Serba serbi Dunia Pendidikan. c. Andi Offset. rasionalisme (kenyataan). Mengusung Pendidikan Humanistik. Tokoh-Tokoh Filsafat Modern. PT Gramedia. dan nilai seperti yang telah disebutkan diatas.1980. http://www. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. inc Gunarto. New York.1988. yang fungsinya guna mendapatkan gambaran filsafat pendidikan yang harmonis dan etis serta mempunyai nilai tawar yang lebih qualified.geocities. menyiapkan tenaga guru atau pendidik. Harun. dan sejumlah alumni. e) Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan. BAB III PENUTUP A. http://www. pasti menginginkan hidup bahagia.freelists. Filsafat Pendidikan. menurut pendapat saya filsafat pendidikan yang sesuai atau mengarah pada terwujudnya kehidupan yang maju yakni filsafat yang konservatif yang didukung oleh sebuah idealisme. 2004.Imam. Harry.c) Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat d) Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab. b. 2006. http://edu-articel. B. Kanisius.org/archives/ppi/052004/msg00284. Pragmatisme Pendidikan. Yogyakarta. Itu dikarenakan filsafat pendidikan mengarah pada hasil pemikiran manusia mengenai realitas. serta mencetak buku-buku pelajaran. Mac Graw Hill Book Company. telaah Pemikiran John Dewey. Yogyakarta.Tauhid. Modern Philosophies of Education. Kesimpulan Dengan banyaknya aliran-aliran dalam ranah filsafat bukan berarti akan membuat semakin tidak jelasnya konstruksi filsafat pendidikan. sehingga para pelaku pendidikan harus mempelajari semua aliran dan mengkolaborasikannya sehingga akan diperoleh suatu sistem pendidikan atau pola pembelajaran yang baik DAFTAR PUSTAKA Admin.2004.com/HotSprings/6774/j-13. beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan). Dikaitkan dengan penjelasaan diatas.html Hadiwiyono. H. Bashori. diambil tahun Maret 2004 Brubacher. Hamersma. dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi. Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan.1950.html.

2004. Priyono. Qadir Shaleh.A. Mencari Orientasi Pendidikan. (ed) Listiyono S. Thomas Hidya. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Guru dan Praktisi Pendidikan.kompas.scribd. Diktat Landasan Pendidikan.htm Tirtarahardja. D. Pustaka Pelajar. Yogyakarta Tjaya. Yogyakarta. 2003. La Sulo. 2001. Menuju Pendidikan Demokratis Humanistik.com/kompas-cetak/0507/23/Didaktika/1916660. dalam Epistemologi Kiri.com/doc/30457134/ALIRAN-Aliran-Pendidikan .Ali.01-02. Penerbit AR RUZZ.htm Sudiarja. O¶neil.N. William. 2000. Yayasan BP Basis.1988. http://www. Thomas Hidya. Tjaya. F.kompas. JanuariFebruari. Sunarto. Untuk Mahasiswa. 2004. Liberty. Mencari Orientasi Pendidikan. Sebuah Perspektif Historis. 2005. Yogyakarta. Ideoligi-Ideologi Pendidikan. Basis No. Jakarta: Rineka Cipta http://www. Pendidikan Radikal Tapi Dialogal. Konstruksi Epistemologi Max Horkheimer: Kritik Atas Manusia Modern. Umar dan S. Mudhofir. http://www. Pengantar Pendidikan. Y.Hidayanto. 2007.L. Jakarta.com/kompas-cetak/0402/04/Bentara/824931. Kompas 4 Februari 2004. Samarinda. Forum Komunikasi Ilmiah FKIP Universitas Mulawarman. Yogyakart Pasti. Abd. Sunarto. Tahun ke-50. 2001.