Anda di halaman 1dari 10

4.

1 SUMBER SUMBER MASALAH PENELITIAN

Masalah dapat berasal dari berbagai sumber. Menurut James H. MacMillan dan Schumacher
(Hadjar, 1996: 40-42), masalah dapat bersumber dari observasi, dedukasi dari teori, ulasan
kepustakaan, masalah sosial yang sedang terjadi, situasi praktis dan pengalaman pribadi. Masing-
masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan sumber yang kaya masalah penelitian. Kebanyakan keputusan


praktis didasarkan atas praduga tanpa didukung oleh data empiris. Masalah penelitian
dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum mempunyai
dasar penjelasan yang memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu
tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi.

2. Dedukasi dari teori

Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsir-prinsip umum yang


penerapannya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris.

3. Kepustakaan

Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang


(replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil
penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering
juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih
lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang menentukan
masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.

4. Masalah sosial

Masalah sosial dapat pula menjadi sumber masalah penelitian. Misalnya: seringnya
menjadi perkelahian siswa antar sekolah dapat memunculkan pertanyaan tentang
efektivitas pelaksanaan pendidikan moral dan agama serta pembinaan sikap disiplin.
Banyaknya pengangguran lulusan perguruan tinggi menimbulkan pertanyaan tentang
kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan masyarakat.

1
5. Situasi praktis

Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan penelitian


evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan keputusan lebih
lanjut.

6. Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris


untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.(Purwanto, M.pd:109-111)

Menurut Suryabrata (1994:61-63), sumber-sumber masalah yang dapat diidentifikasi meliputi:

1. Bacaan terutama hasil penelitian

Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dapat menjadi sumber identifikasi masalah.
Tidak pernah ada penelitian yang tuntas. Penelitian selalu menampilkan masalah yang
lebih banyak dari pada yang dijawabnya, karena dengan demikian ilmu pengetahuan
selalu mengalami kemajuan.

2. Diskusi, seminar, pertemuan ilmiah

Diskusi, seminar dan pertemuan ilmiah dapat menjadi sumber masalah penelitian karena
para peserta dapat melihat hal-hal yang dipersoalkan secara profesional sehingga muncul
masalah.

3. Pernyataan pemegang otoritas (dalam pemerintahan dan ilmu pengetahuan).

Pernyataan pemegang otoritas dapat menjadi sumber masalah, baik otoritas pemerintahan
maupun ilmu pengetahuan. Contoh pernyataan pemegang otoritas pemerintahan adalah
pernyataan menteri pendidikan mengenai daya serap siswa SMU. Contoh pernyataan
otoritas ilmu pengetahuan adalah pernyataan ahli pendidikan mengenai penjurusan di
SMU.

4. Pengamatan sepintas

2
Pengamatan sepintas dapat menjadi sumber masalah. Misalnya, ahli kesehatan
menemukan masalah ketika menyaksikan dari mana penduduk mendapatkan air minum.

5. Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi sebagai sumber masalah penelitian berkaitan dengan sejarah


perkembangan dan kehidupan dengan sejatah perkembangan dan kehidupan pribadi atau
profesional. (Purwanto, M. Pd: 111-112 )

Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-
benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan
pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari
apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang
direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.

a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.

Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan itu tidak diharapkan
oleh orang-orang tertentu, karena akan dapat menimbulkan masalah. Orang yang
biasanya menjadi pemimpin pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang
pendidikan. Hal ini pada awalnya tentu akan muncul masalah. Orang atau kelompok yang
biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi
desentralisasi, atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul
masalah. Orang biasanya menulis menggunakan mesin ketik manual harus ganti dengan
komputer, maka akan muncul masalah. Apakah masalahnya sehingga perlu ada
perubahan. Apakah masalahnya dengan sistem sentralisasi, sehingga perlu berubah
menjadi sistem desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, apakah masalahnya
sehingga kebijakan pendidikan selalu berubah, ganti menteri ganti kebijakan? Apakah
masalahnya setelah terjadi perubahan?

b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.

Suatu rencana yang telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari
rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Mungkin masih ingat bahwa pada era orde
baru direncanakan pada tahun 2000 Bangsa Indonesia akan tinggal lantas tetapi ternyata

3
tidak, sehingga muncul masalah. Dengan adanya reformasi diharapkan harga-harga akan
turun, ternyata tidak, sehingga timbul masalah. Direncanakan dengan adanya penataran
pengawasan melekat, maka akan menjadi penurunan dalam jumlah KKN, tetapi ternyata
tidak sehingga timbul masalah. Dengan kebijakan MBS, kualitas pendidikan akan
meningkat, tetapi ternyata belum terlihat. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah
direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. Jadi untuk menemukan masalah dapat
diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan
dengan kenyataan.

c. Adanya pengaduan.

Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah
ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka
timbul masalah dalam organisasi itu. Pikiran pembaca yang dimuat dalam koran atau
majalah yang mengadukan kualitas produk atau pelayanan suatu lembaga pendidikan,
dapat dipandang sebagai masalah, karena diadukan lewat media sehingga banyak orang
yang menjadi tahu akan kualitas produk dan kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan
demikian orang tidak akan membeli lagi atau tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi.
Demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap suatu sekolah atau
perguruan tinggi juga dapat menimbulkan masalah. Dengan demikian masalah penelitian
dapat digali dengan cara menganalisis isi pendaduan.

d. Ada kompetisi.

Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar, bila tidak dapat
memanfaatkan untuk kerja sama. Perusahan Pos dan Giro merasa mempunyai masalah
setelah ada biro jasa lain yang menerima titipan surat, titipan barang, ada hand phone
yang dapat digunakan untuk SMS, internet, e-mail. Perusahan Kereta Api memandang
angkutan umum jalan raya dengan Bus sebagai pesaing, sehingga menimbulkan masalah.
Tetapi mungkin PT. Telkom kurang mempunyai masalah karena tidak ada perusahaan
lain yang memberikan jasa yang sama lewat telepon kabel, tetapi menjadi masalah
setelah ada saingan telepon genggam (hand phone). Dalam pendidikan, lembaga-lembaga

4
pendidikan yang selama ini unggul di dalam negeri, akan timbul masalah setelah ada
perguruan tinggi asing boleh beroperasi di Indonesia.

4.2 KRITERIA PEMILIHAN MASALAH PENELITIAN

Setiap orang yang akan melakukan penelitian ilmiah, terlebih dahulu harus
mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
merupakan hal yang sangat penting, karena rumusan masalah harus disesuaikan dengan jenis
penelitian yang akan dilakukan. Misalnya penelitian kuantitatif, kualitatif, studi pustaka,
eksperimen, historis dan lainsebagainya.

Menurut Kasiram Moh. Masalah dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :
1. Masalah deskriptif yaitu, bila kejadian itu belum jelas, belum bisa digambarkan atau
dilukiskan dengan gambling fenomenanya seperti apa adanya.
2. Masalah korelatif yaitu bila munculnya fenomena itu berkaitan dengan ada tidaknya
hubungan antara dua factor (variabel) atau lebih.
3. Masalah analitik atau kausal yaitu bila adanya fenomena itu adalah hasil dari proses
sebab akibat.
4. Masalah fungsional , terjadi bila kita dihadapkan pada pilihan mana yang lebih baik dari
dua alternatif.
5. Masalah asosiatif ialah suatu permasalahan yang berhubungan antara dua variabel atau
lebih.

Ada beberapa jenis penelitian dengan masing-masing karakteristik permasalahannya, akan tetapi
secara garis besar ada beberapa karakteristik yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi
suatu rumusan masalah penelitian ilmiah, yaitu sebagai berikut :

1. Sukardi mengemukakan bahwa“ciri-ciri permasalahan yang baik serta layak untuk


diteliti di antaranya yaitu dapat diteliti, mempunyai manfaat teoritis maupun manfaat
praktis, dapat diukur, sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti”.
2. Menurut Tuckman (1999) dalam Setyosari Punaji, bahwa suatu masalah yang dipilih
harus memiliki ciri-ciri khusus (karakteristik) sebagai berikut :
Masalah menanyakan dua atau lebih variable, dinyatakan atau dirumuskan secara
jelas dan tidak ambigius, dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (atau, kalau

5
tidak, dalam bentuk suatu pernyataan secara implisit seperti : tujuan penelitian ini
adalah ingin menentukan apakah …), dapat diuji melalui metode empiris; artinya
adanya kemungkinan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang ditanyakan, dan masalah tidak menyangkut moral dan etika.
Berdasarkan pendapat tersebut di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa kriteria yang harus
diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah untuk merumuskan suatu masalah penelitian
ilmiah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Masalah menanyakan dua atau lebih variabel.
2. Masalah dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius
3. Masalah dapat didukung dengan data empiris.
4. Masalah tidak menyangkut moral dan etika
5. Sesuai dengan keinginan dan kemampuan peneliti.
6. Dapat bermanfaat bagi peneliti dan masyarakat.
Seorang peneliti dalam merumuskan masalah harus menetapkan dua variabel atau lebih yang
akan dijadikan obyek formal penelitian, sehingga arah dan sasaran penelitian akan menjadi jelas,
dan hal ini sangat penting untuk menentukan instrument penelitian yang akan dipergunakan
dalam melakukan pendekatan untuk memperoleh data maupun untuk pengukuran.

4.3 PEDOMAN PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Fraenkel dan Wallen (1990:22 dalam Sugiyono,2009) masalah penelitian yang baik adalah:

a. Masalah harus feasible, dalam arti masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabannya
melalui sumber yang plas , tidak banyak menghabiskan dana,tenaga dan waktu.
b. Masalah harus jelas, yaitu semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap
masalah tersebut.
c. Masalah harus signifikan, dalam ani jawaban atas masalah itu harus rnemberikan
kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia.
d. Masalah bersifat etik,yaitu penelitian tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika,
moral, &tilai-nilai keyakinan dan agama.

Berdasarkan level of explanation , suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan
masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan assosiatif.

6
1. Rumusan masalah deskriptif; Adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti
untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara
menyeluruh, luas dan mendalam.
2. Rumusan masalah komparatif; Adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk
membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang lain.
3. Rumusan masalah assosiatif atau hubungan; Adalah rumusan masalah yang memandu
peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan
yang lainnya. Rumusan masalah ini dibagi tiga:
a. Hubungan simetris Adalah hubungan suatu gejala yang munculnya bersamaan
sehingga bukan merupakan hubungan sebab akibat atau interaktif.
b. Kausal Adalah hubungan yang bersifat sebab akibat.
c. Reciprocal atau interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi dalam
penelitian kualitatif hubungan yang diamati atau ditemukan adalah hubungan yang
bersifat reciprocal atau interaktif

4.4 VARIABEL PENELITIAN

menurut Suharsimi Arikunto (1998: 99), variabel penelitian adalah objek penelitian atau
apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian. Bertolak dari pendapat para
ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dan sifat atau
nilai orang, faktor, perlakuan terhadap obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel dapat dikelompokkan menurut beragam cara, namun terdapat tiga jenis tiga jenis
pengelompokkan variabel yang sangat penting dan mendapatkan penekanan. Karlinger, (2006:
58) antara lain:

1. Variabel bebas dan variabel terikat


Variabel bebas sering disebut independent, variabel stimulus, prediktor, antecedent.
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat atau dependen atau disebut
variabel output, kriteria, konsekuen, adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan

7
diamati variasinya sebagai hasil yang dipradugakan berasal dari variabel bebas. Biasanya
variabel terikat adalah kondisi yang hendak kita jelaskan.

2. Variabel aktif dan variabel atribut

Variabel aktif adalah variabel bebas yang dimanipulasi. Sebarang variabel yang
dimanipulasikan merupakan variabel aktif. Variabel atribut adalah yang tidak dapat
dimanipulasi atau kata lain variabel yang sudah melekat dan merupakan ciri dari subyek
penelitian. Perbedaan variabel aktif dan variabel atribut ini bersifat umum. Akan tetapi
variabel atribut dapat pula menjadi variabel aktif. Ciri ini memungkinkan untuk
penelitian relasi “yang sama” dengan cara berbeda.

3. Variabel kontinu dan variabel kategori

Sebuah variabel kontinu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan
(range) tertentu. Arti defenisi ini ialah:

a. Harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan setidaknya suatu urutan peringkat.


Harga yang lebih besar untuk variabel itu berarti terdapatnya lebih banyak sifat
tertentu (sifat yang dikaji) yang dikandungnya, dibandingkan dengan variabel dengan
harga yang lebih murah. Misalnya, harga-harga yang diperoleh dari suatu skala untuk
mengukur ketergantungan (depedensi) mengungkapkan ketergantungan dengan kadar
yang berbeda-beda, yakni mulai dari tinggi, menengah/sedang, sampai rendah.
b. Ukuran-ukuran kontinu dalam penggunaan nyata termuat dalam suatu range, dan tiap
individu mendapatkan skor yang ada dalam range tersebut.

4.5 PERTANYAAN PENELITIAN


a. Pertanyaan Manajemen
Begitu seorang peneliti mempunyai masalah jelas mengenai yang permasalahan
manajer,dia harus menjadi menerjemahkannya permasalahan penelitian, yakni
permasalahan pengumpulan informasi. Sebagaimana ditunjukkan diatas mungkin ada
sejumlah cara yang berbeda untul€ mengamatkan setiap permasalahan manajemen.
Disinilah titik dimana pemahaman dan keahlian peneliti bermain. Hal ini juga merupakan

8
titik dimana keputusan manajer merubakan hal yang paling penting. Pemilihan penelitian
yang keliru untuk permasalahan yang benar bisa jadi berbahaya.
b. Pertanyaan Investigatif
Pertanyaan investigatif adalah pertanyaan dimana peneliti harus menjawab secara
memuaskan pertanyaan penelitian secara umum. Tujuan kita adalah untuk menangani
pertanyaan penelitian yang lebih umum dan memecahnya menjadi pertanyaan yang lebih
khusus
c. Pertanyaan Pengukuran
Pengukuran adalah pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya diajukan kepada responden.
Pertanyaan tersebut muncul dalam kuisioner, Dalam studi observasi, pertanyaan
pengukuran adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh para peneliti mengenai setiap
subyek yang diteliti.

9
DAFTAR PUSTAKA

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi . Jakarta: Erlangga
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis . Bandung: ALFABETA
http://mahasiswauniramalang.blogspot.com (kamis, 13/09/18 20:53)

http://menzour.blogspot.com/2016/11/makalah-masalah-dan-rumusan-masalah.html
(selasa,18/9/18 12.25)

https://www.coursehero.com/file/p7n61so/4-3-Pedoman-Merumuskan-Masalah-Penelitian-
Fraenkel-dan-Wallen-199022-dalam/ (selasa,18/9/18 13.50)

10