Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI

BERDASARKAN EVIDANCE BASED

“Pengaruh Yogurt Pada pemulihan Luka Perineum Ibu Nifas”

Oleh :
BETRIS DEBORA PURBA (18.222.068)

INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA- DELI TUA


Tahun Ajaran 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
berkah dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul, “Pengaruh Yogurt Pada pemulihan Luka
Perineum Ibu Nifas” .

Adapun makalah ini berisi 3 BAB yakni BAB 1 berupa pendahuluan dari
pembuatan makalah, BAB 2 berupa tinjauan teori mengenai depresi postpartum,
dan BAB 3 berisi kesimpulan berupa ringkasan dari makalah ini.
Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
makalah ini. Akhir kata, semoga segala informasi yang terdapat di dalam
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 1 November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................


DAFTAR ISI .............................................................................................
BAB I ..........................................................................................................
Latar Belakang ......................................................................................
Rumusan Masalah .................................................................................
Tujuan ...................................................................................................
BAB II ........................................................................................................
Tinjauan Teori .......................................................................................
BAB III .......................................................................................................
Kesimpulan ..........................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kemajuan teknologi membuat masyarakat selalu berinovasi dalam


menciptakan atau membuat produk pangan baru asal susu, seperti halnya pada
produk yogurt. Yogurt dikenal sebagai produk fermentasi, merupakan susu yang
terkoagulasi dengan penggunaan starter bakteri tertentu sampai diperoleh
keasaman, bau, dan rasa yang khas, dengan penampakan berupa cairan kental
sampai semi padat (Badan Standardisasi Nasional Indonesia, 2009).
Berdasarkan perbedaan tekstur dan metode pembuatannya tipe yoghurt dibagi
menjadi dua yaitu set yoghurt dan stirred yoghurt. Set yoghurt memiliki tekstur
yang berupa gel atau koagulan yang padat dan tidak berubah karena pada set
yoghurt tidak mengalami proses pengadukan setelah inkubasi. Berdasarkan
flavor, yogurt dibedakan menjadi tiga jenisyaitu plain yogurt, fruit yogurt, dan
flavored yogurt.

Komposisi bit terdiri dari 1,60% protein, 0,10% lemak, 9,60%


karbohidrat (Departemen Kesehatan RI, 2005). Bit dapat ditambahkan pada
pembuatan yogurt karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Nutrisi
yang terkandung dalam umbi bit antara lain, vitamin A, B, dan C.Bit
mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, sterol, triterpen, dan tanin
(Mutiara dan Heni,2013). Umbi bit kaya akan pigmen betalain. Betalain
merupakan pigmen yang pada awalnya dikategorikan sebagai antosianin
bernitrogen, karena terdapat nitrogen pada struktur cincinnya (Nuri dan Fitri,
2012).

Senyawa phenolic, flavonoid, pigmen betasianin dan betaxantin memiliki


sifat bakteriosin atau membunuh bakteri (CanadanovicBrunet., dkk,2011). Bit
banyak digemari karena rasanya enak, sedikit manis, dan lunak
(Sunarjono,2004). Kandungan sukrosa pada bit dapat dimanfaatkan oleh bakteri
starter sebagai sumber energi. Oleh karena itu, penambahan bit dalam pembutan
yogurt dapat mempengaruhi rasa dan warna yang dihasilkan. Fermentasi pada
yogurt menggunakan bakteri yang menguntungkan yang sering kita sebut
sebagai starter, yaitu L. Bulgaricus, S.thermophilus, dan L. acidophilus. Ketiga
bakteri ini akan hidup saling menstimulasi satu sama lainnya sehingga
perkembangannya akan lebih cepat. Pada saat proses fermentasi berlangsung,
bakteri starter akan merombak laktosa dalam bahan baku susu menjadi glukosa
dan galaktosa oleh enzim laktase, dan kemudian membentuk asam laktat. Hal
ini menyebabkan pH susu akan turun dan mengubah rasa susu menjadi asam
yang khas.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa itu yogurt ?
2. Apa itu Luka Perineum?
3. Macam-macam luka perineum?

1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Mampu mengetahui cara penanganan penyembuhan pada luka perineum
pada ibu nifas.

1.3.2. Tujuan Khusus


Agar mahasiswa mengetahui :
1. Mengetahuai defenisi yogurt.
2. Mengetahui macam-macam yogurt.
3. Mengetahui manfaat yogurt.
4. Mengetahui defenisi luka perineum.
5. Mengetahui jenis luka perineum.
6. Mengetahui kegunana yogurt pada penyembuhan luka perineum.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Defenisi
Yogurt
Kata ”yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yaitu ”jugurt” yang berarti susu
asam. Itulah sebabnya sampai saat ini yoghurt sering juga disebut sebagai ”susu
asam”. Sejak zaman dahulu yoghurt telah dikenal luas di seluruh dunia, terbukti
dari adanya berbagai nama yang digunakan untuk menyebut produk ini.
Beberapa di antara nama-nama tersebut adalah sostej (Hongaria), kiselaleka
(Balkan), zabady (Mesir dan Sudan), mast (Iran), roba (Irak), mazun (Armenia),
tiaourti (Yunani), cieddu (Italia), mezzoradu (Sisilia), tarho (Hongaria), fiili
(Finlandia), oxygala (Rumania), dan labneh (Libanon). (Gultom, Ronald T,
2005).

Yoghurt adalah produk pangan yang berasal dari susu yang difermentasi
menggunakan bakteri tertentu. Biasanya digunakan bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kedua bakteri inilah yang akan
memfermentasi laktosa (gula susu) menjadi asam laktat, sehingga dihasilkan
flavor yoghurt yang khas, cita rasanya asam dan teksturnya mengental karena
koagulasi protein susu oleh asam. (Taufiq H, 2009).

Yoghurt atau yogurt/ yogourt merupakan produk olahan susu dari hasil
fermentasi dua baketri asam laktat (BAL) sebagai starter, yakni Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus thermophillus yang hidup bersimbiosis. Lama
fermentasi akan berakibat pada turunnya pH yoghurt dengan rasa asam segar
yang khas. Selain itu, dihasilkan pula asam asetat, asetaldehid, dan bahan lain
yang mudah menguap. (Susilorini, Tri Eko, dkk, 2006)

2.2. Macam-macam Yogurt


Tergantung pada metode pembuatannya, yogurt dapat dikategorikan:
- strained, yaitu dibuat dengan cara mengangkat air dadih dari susu
- set yoghurt, teksturnya lembut dan mampu dimasukkan ke boks karton
- stirred, yaitu yogurt yang diaduk dan ditambahkan jus atau potongan buah

2.3. Manfaat Yogurt


* Dapat memelihara organ pencernaan karena pada penelitian yang dilakukan
para ahli ditemukan fakta bahwa berbagai masalah pencernaan bisa teratasi
dengan mengkonsumsi yoghurt seperti masalah diare,kanker usus atau
intoleransi laktosa,dan radang usus
*Pada wanita bermanfaat untuk mencegah terjadinya infeksi pada bagian vagina
karena mengurangi tingkat keasaman dan menekan perkembangan dari infeksi
yang disebabkan oleh jamur pada vagina
*Bagi yang beresiko darah tinggi mungkin yoghurt perlu dikonsumsi karena
bisa menurunkan resiko darah tinggi dengan aturan konsumsi 2-3 porsi setiap
harinya
*Dapat mencegah terjadinya osteoporosis karena yoghurt berbahan dasar susu
yang memiliki kandungan kalsium dan vitamin D
*Makanan yang bersifat mengenyangkan karena memiliki kalori yang
tinggi,jadi bila kita memakan yoghurt akan membuat kita kenyang lebih lama
ketimbang memakan makanan biasa
*Menghasilkan banyak mineral dan kalsium.
* Menyumbang vitamin B (B2, B12), D, dan E, yang bagus untuk memperkaya
vitamin untuk tulang, rambut, dan kulit.
* Kaya protein untuk menjaga stamina tubuh.
* Menjaga kesehatan pencernaan. Berbagai penyakit dapat dicegah, seperti
maag, susah buang air besar, diare, dan potensi mencegah kanker kolon.
* Meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas dari probiotik bakteri di dalam
yoghur
* Menurunkan tekanan darah, cukup bagus untuk penderita hipertensi.
* Mengurangi kolesterol.
* Mencegah infeksi vagina.
* Mencegah osteoporosis.
* Mengobati napas buruk dan mengurangi halitosis.
* Mengurangi plak dan gingivitis.
* Menyembuhkan jerawat dan ruam hitam di wajah.

2.4. Luka perineum


Laserasi perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan di
bagian perineum (Mochtar, 2002)

2.5. Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :


a. Ruptur
Ruptur adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya
jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat
proses persalinan. Bentuk ruptur biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang
robek sulit dilakukan penjahitan (Hamilton, 2002).

b. Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar
muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi. Episiotomi,
suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam
keadaan meregang. Tindakan dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek
teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan aneste
si lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestesi epidemal. Insisi episiotomi
dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah
mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai
disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002)

2.6. Derajat robekan perinuem


Ada empat derajat robekan perineum, diantaranya :
a. Robekan derajat 1
Meliputi mukosa vagina, kulit perineum tepat dibawahnya. Umumnya robekan
tingkat 1 dapat sembuh sendiri penjahitan tidak diperlukan jika tidak
perdarahan dan menyatu dengan baik.

b. Robekan derajat 2
Meliputi mucosa vagina, kulit perineum dan otot perineum. Perbaikan luka
dilakukan setelah diberi anestesi lokal kemudian otot-otot diafragma
urogenitalis dihubungkan di garis tengah dengan jahitan dan kemudian luka
pada vagina dan kulit perineum ditutupi dengan mengikut sertakan jaringan-
jaringan dibawahnya.

c. Robekan derajat 3
Meliputi mukosa vagina, kulit perineum, otot perineum dan otot spingterani
eksternal. Pada robekan partialis denyut ketiga yang robek hanyalah spingter.

d. Robekan derajat 4
Pada robekan yang total spingter recti terpotong dan laserasi meluas sehingga
dinding anterior rektum dengan jarak yang bervariasi.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Yoghurt adalah makanan yang bahan dasarnya berasal dari susu,
dengancara pembuatan difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bakteri inilah yang akan
memfermentasi laktosa (gula susu) menjadi asam laktat, sehingga dihasilkan
flavor yoghurt yang khas,dengan cita rasanya asam dan teksturnya mengental
karena koagulasi protein susu oleh asam.
Dalam penyembuhan luka dibutuhkan protein yang tinggi, dan yogurt
salah satu makanan yang mengandung protein tinggi karena penggunaan bit
(Beta vulgaris L) pada pembuatan set yogurt berpengaruh menurunkan kadar
perombakan laktosa dan kadar asam laktat, namun demikian tidak berpengaruh
terhadap kadar protein terlarut set yogurt.