Anda di halaman 1dari 1

Konflik adalah suatu karakteristik yang kerap kali terjadi pada proses audit (Chambers at al.

,
1987). Konflik dapat terjadi dalam hal – hal seperti berikut (1)Lingkup seperti terhadap manajemen;
(2)Tujuan sebagaimana terhadap auditor eksternal; (3)Tanggung jawab seperti layanan manajemen;
(4)Nilai dominasi atau persepsi terhadap peran audit dari kacamata pihak yang diaudit. Konflik akan
muncul ketika di dalam organisasi bisnis profesional terdapat sebagian orang yang memegang teguh
nilai-nilai profesionalismenya, sementara sebagian lainnya tidak bahkan cenderung untuk
menghilangkan nilai-nilai tersebut. Ada empat metode khusus yang secara umum digunakan untuk
menyelesaikan konflik: (1)Arbitrasi; (2)Mediasi; (3)Kompromi; (4)Langsung
Brink dan Witt (1982) mempunyai daftar konsep yang akan membantu untuk memperlakukan
orang dengan lebih baik. Konsep-konsep tersebut adalah (1)Terdapat variasi umum dalam
kemampuan dan sifat-sifat dasar individu; (2)Keberagaman perasaan-perasaan dan emosi;
(3)Keberagaman persepsi; (4)Ukuran kelompok pihak yang diaudit dapat berpengaruh pada
hubungan; (5)Pengaruh dari berbagi situasi operasi sebagai suatu variasi akhir.
Brink dan Witt (1982) juga telah membuat suatu daftar mengenai karakteristik kelompok
individu dari orang-orang yang berada dalam berbagai tingkatan. Auditor seharusnya
mempertimbangkan hal tersebut karena hal itu berpengaruh terhadap kepribadian, sikap, dan aktivitas.
Pengetahuan dan pertimbangan atas perbedaan ini dapat membantu untuk memastikan hubungan yang
lebih harmonis. Kesadaran pada diri sendiri : dalam suatu situasi dimana banyak hubungan
interpersonal, hal terpenting adalah untuk menyadari dan memegang teguh keseimbangan serta untuk
memandang diri sendiri sebagaimana orang lain memandangnya (Ratcliff et al., 1988).