Anda di halaman 1dari 7

LAMPIRAN A

TUGAS KHUSUS

A.1 Latar Belakang


Recovery boiler memiliki dua fungsi utama. Recovery boiler dapat menghasilkan
steam dari energi panas yang dihasilkan pada pembakaran senyawa organik di dalam
boiler. Selain itu, senyawa kimia yang terkandung di dalam black liquor hasil
pemasakan pulp, dapat diambil kembali dengan menggunakan recovery boiler (Huppa,
2007)
Salah satu senyawa yang dapat dihasilkan dari recovery boiler adalah Na2S. Na2S
adalah salah satu senyawa yang terkandung dalam white liquor yang digunakan untuk
memasak pulp pada digester. Setelah proses pemasakan selesai, Na2S bersama
senyawa-senyawa lain yang terkandung didalam black liquor akan dialirkan kembali ke
recovery boiler untuk direcovery. Selain dari black liquor, Na2S dapat dihasilkan dari
reaksi reduksi Na2SO4. Proses pembakaran pada furnace menghasilkan panas yang
cukup untuk mereduksi Na2SO4 menjadi Na2S.Black liquor yang telah selesai diproses
akan menghasilkan green liquor. Green liquor ini kemudian akan diolah kembali di unit
recaustisizing untuk menghasilkan white liquor.
Kandungan solid dalam black liquor merupakan faktor penting yang harus
diperhatikan dalam operasi recovery boiler. Heavy black liquor (HBL) yang digunakan
pada recovery boiler merupakan hasil dari proses pemekatan pada evaporator.
Kandungan total solid (TS) dalam heavy black liquor (HBL) yang diinginkan yaitu
sebesar 70-73%. Kandungan TS yang tidak sesuai dalam HBL akan membuat proses
pembakaran berlangsung tidak sempurna di recovery boiler. Proses pembakaran yang
tidak sempurna akan menurunkan efisiensi reduksi dan Na2S yang dihasilkan.Untuk itu
perlu dilakukan analisa untuk melihat pengaruh persentase total solid black liquor
terhadap kadar Na2S pada green liquor.

A.2 Tujuan
Melihat pengaruh persentase total solid heavy black liquor terhadap kadar Na2S
yang terkandung dalam green liquor.
A.3 Manfaat
Adapun manfaat dari laporan ini adalah:
1. Mengetahui pengaruh total dry solid heavy black liquor terhadap kadar Na2S
yang terkandung dalam green liquor.
2. Mengetahui hal-hal yang dapat mempengaruhi kadar Na2S dalam green liquor.

A.4 Ruang Lingkup


A.4.1 Kandungan Black Liquor Soliddan Green Liquor
Adapun kandungan senyawa dari solid yang terkandung dalam HBL dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel A.1 Kandungan Senyawa pada Black Liquor
Senyawa wt% Black liquorSolids(BLS)
NaOH 7%
Na2S 19 %
Na2CO3 36 %
Na2SO3 9%
Na2SO4 13 %
Na2S2O3 16 %
Senyawa Organik Sangat banyak
Dalam reaksi pembakaran black liquor, kandungan organik akan terbakar
dan berubah menjadi gas. Sedangkan kandungan anorganik akan membentuk smelt
di bagian bawah furnace. Smelt kemudian dialirkan ke dissolving tank untuk
membentuk green liquor. Adapun kandungan dari green liquor dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel A.2 Kandungan Senyawa pada Green Liquor
Senyawa wt% Green Liquor Solids (GLS)
NaOH 8%
Na2S 20 %
Na2CO3 60 %
Na2SO3 3%
Na2SO4 6%
Na2S2O3 3%
Senyawa Organik Tidak ada

A.4.2 Reaksi pada Furnace


Adapun reaksi yang terjadi di dalam furnace adalah sebagai berikut:
• Pembentukan natrium karbonat (Na2CO3)
Pembakaran senyawa organik akan membentuk CO2 dan CO. Natrium
kemudian akan membentuk senyawa Na2O
Na2O + CO2 Na2CO3
Na2S + H2O + CO2 Na2CO3 + H2S
• Reaksi reduksi pada char bed akan membentuk Na2S
Na2SO4 + 2C  Na2S + 2CO2
Na2SO4 + 4C  Na2S + 4CO
Reaksi reduksi terjadi dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh
pembakaran black liquor. Energi aktivasi yang diperlukan agar reaksi ini
dapat terjadi yaitu sekitar 120 – 170 kJ/mol. Apabila kondisi pembakaran
berlangsung sempurna, efisiensi reduksi dapat mencapai > 95 %. Adapun
efisiensi reduksi dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut:

Na2 S
Efisiensi reduksi = ×100 %
Na2 S+Na2 SO4 +Na2 SO3 +Na2 S2 O3

A.4.3 Hal-hal yang Mempengaruhi Kandungan Na2S pada Black Liquor


1. Persentase Total Solids (TS) pada Heavy Black Liquor
HBL memiliki kualitas baik pada rentang % TS-nya sebesar 70-73 %
TS. 70 % TS berarti 70 % nya adalah BL, sedangkan 30 % nya lagi
adalah air. Jika air yang ada dalam BL lebih dari 30 %, maka
pembakaran yang terjadi di dalam furnace tidak sempurna. Pembakaran
yang tidak sempurna akan mengakibatkan kecepatan reduksi yang
diinginkan tidak tercapai (< 95 %), dan jumlah Na2S yang terbentuk akan
berkurang. Semakin tinggi % TS, maka akan semakin tinggi nilai
kecepatan reduksi dan konversi Na2SO4 menjadi Na2S.
2. Viskositas Heavy Black Liquor
Viskositas HBL sangat tergantung pada % total solid dan temperatur
HBL. Bila viskositasnya tinggi akan mengakibatkan semprotan HBL
terlalu kasar sehingga sulit terbakar di furnace. Sebaliknya apabila
viskositasnya rendah akan menyebabkan semprotan HBL terlalu halus
dan meningkatkan terjadinya carry over dan chemical lost.
3. Penambahan Salt Cake Make Up Powder (Na2SO4)
Salt cake (Na2SO4) ditambahkan ke dalam furnace untuk mereduksi
Na2SO4 menjadi Na2S dengan bantuan panas yang dihasilkan furnace.
Penambahan salt cake yang terlalu sedikit akan mengakibatkan
pemakaian panas yang dihasilkan furnace tidak digunakan secara
optimal, dan penambahan salt cake yang terlalu banyak akan
mengakibatkan panas yang dibutuhkan tidak mencukupi untuk mereduksi
seluruh salt cake, sehingga nilai efiseinsi reduksi tidak terlalu baik.

A.5 Hasil dan Pembahasan


A.5.1 Metodologi Pengambilan Data
Pelaksanaan tugas khusus dilakukan dengan pengumpulan data aktaul
pengoperasian pada tanggal 24 Juli 2017 sampai 22 Agustus 2017. Data-data
tersebut diperoleh dari sumber-sumber berikut ini:
- Distributing Control System (DCS), data yang diambil adalah persentase total
solid dari heavy black liquor.
- Laboratorium analisa, data yang diambil adalah kadar Na2S pada green liquor.
Adapun data yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Tabel A.3 Data Aktual Recovery Boiler #12 Tahun 2017
Tanggal % TS Black Liquor Kadar Na2S (g/l)

24/07/2017 70,1 28,6


25/07/2017 69,7 29,2
26/07/2017 69,9 26,1
27/07/2017 70,0 26,7
28/07/2017 70,2 23,0
29/07/2017 70,4 27,4
30/07/2017 70,4 28,6
31/07/2017 71,9 23,6
01/08/2017 70,4 25,5
02/08/2017 70,1 25,5
03/08/2017 69,7 25,5
04/08/2017 69,1 24,3
05/08/2017 71,8 28
06/08/2017 72,5 24,9
07/08/2017 70,6 25,5
08/08/2017 71,2 26,1
09/08/2017 73,1 28
10/08/2017 70,7 26,1
11/08/2017 71,1 32,9
12/08/2017 74,8 26,7
13/08/2017 68,4 29,2
14/08/2017 70,6 26,7
15/08/2017 70,8 27,3
16/08/2017 71,0 25,5
17/08/2017 69,8 26,7
18/08/2017 69,3 26,1
19/08/2017 71,7 26,7
20/08/2017 69,8 27,3
21/08/2017 71,6 26,7
22/08/2017 72,1 26,1

Berikut ini adalah grafik hubungan % TS HBL dengan kadar Na2S pada
Recovery Boiler #12

Hubungan % TS HBL dengan Kadar Na2S


35
30
Kadar Na2S (g/l)

25
20
15
10
5
0
68 69 70 71 72 73 74 75

% TS HBL

Gambar A.1 Grafik Hubungan % TS HBL dengan Kadar Na2S pada


Recovery Boiler #12
Dari grafik dapat dilihat bahwa kadar Na2S tertinggi dengan nilai 32,9 g/l
diperoleh dari % TS sebesar 71,1 %. Sedangkan kadar Na2S terendah dengan nilai
23,0 g/l diperoleh dari % TS sebesar 70,2 %.
Menurut teori, semakin tinggi % TS HBL, maka semakin sempurna pula
pembakaran yang terjadi. Pembakaran HBL yang sempurna akan meningkatkan
nilai kecepatan reduksi. Semakin tinggi nilai kecepatan reduksi, maka Na2SO4 yang
terkonversi menjadi Na2S akan semakin tinggi. Dengan kata lain, semakin tinggi
nilai % TS HBL, semakin tinggi pula nilai Na2S yang terbentuk di green liquor.
Dari grafik dapat dilihat terjadi fluktuasi. Hal ini menunjukkan data yang
didapatkan tidak sesuai dengan teori. Hal ini dapat disebabkan oleh:
1. Pembakaran yang terjadi pada furnace tidak sempurna.
2. Laju alir HBL yang tidak konstan.
3. Viskositas HBL yang berbeda setiap hari.
4. Penambahan salt cake yang berbeda jumlahnya setiap hari.

A.6 Kesimpulan dan Saran


A.6.1 Kesimpulan
1. Pada bulan Juli – Agustus 2017, % TS black liquor pada recovery boiler #12
adalah sebesar 68,4 – 73,1 %, dengan rata-rata sebesar 70,76 %.
2. Pada bulan Juli – Agustus 2017, kadar Na2S di green liquor pada recovery
boiler #12 adalah sebesar 23,0 –32,9 g/l, dengan rata-rata sebesar 26,68 g/l.
3. Kadar Na2S pada green liquor dipengaruhi oleh %TS HBL, viskositas HBL,
dan penambahan salt cake.
4. Dari grafik pengaruh % TS HBL terhadap kadar Na2S pada green liquor,
didapatkan hasil yang tidak sesuai teori karena data yang didapatkan
fluktuatif.
5. Ketidaksesuaian data yang didapatkan dengan teori dapat disebabkan oleh
pembakaran pada furnace yang tidak sempurna, laju alir HBL yang tidak
konstan, perubahan viskositas HBL setiap harinya, dan jumlah salt cake yang
ditambahkan berbeda setiap harinya.
A.6.2 Saran
1. Sebaiknya temperatur pembakaran black liquor di furnace dijaga antara 900
0
C-1000 0C agar dicapai kondisi pembakaran sempurna.
2. Sebaiknya % TS HBL dijaga > 70 % agar dapat dicapai kondisi pembakaran
yang sempurna.