Anda di halaman 1dari 4

TAMBAHAN INFO TENTANG KOTA PASURUAN

 Kominfo Kota Pasuruan terbentuk tahun 2017


 Pelayanan kepegawaian berdasarkan (NIP)
 80% home industri
 Profil sebaiknya berisi tentang daya tarik Kota Pasuruan yang menarik investor
 Tol yang mengarah ke Probolinggo menyebabkan Pasuruan mengalami penurunan
wisatawan
 Rencana pembuatan tempat wisata di Kota Pasuruan 2019
 Industri mebel (bahan baku naik, kurangnya promosi)
Jl. Mbokir (Sentra di Kec. Gadingrejo)
Jl. Tanjungsari (Mebel ekspor, mebel lebih halus)
 Cor logam lokasi dekat dengan pelabuhan menyumbang pemasukan cukup besar
untuk Kota Pasuruan
 SDM bisa membuat tenaga surya
 Potensi laut belum efisien padahal terdapat pelabuhan
 Dinas Kominfo berencana membuat event untuk pariwisata laut berupa festival
memancing
 Kota Pasuruan bisa menonjolkan Ikan Bandengnya yang tidak berbau lumpur
 Salah satu wisata kuliner di Kota Pasuruan adalah rawon Komo. Nasi dengan kuah
rawon yang lauknya sate sapi dengan cita rasa yang lezat dan empuk
 Jajanan lainnya di Kota Pasuruan adalah Roti Matahari dengan bahan bakunya
mentega import membuat roti ini menjadi makanan khas Kota Pasuruan
 Kondisi pasar Kota Pasuruan jalannya sempit dan sulit parkir karena sebagian jalan
digunakan oleh pengusaha home industri untuk berjualan.
 Tenaga kerja di PT PIER banyak menyerap lulusan SMK
 Beberapa universitas di Kota Pasuruan antara lain, UNMER, AKPER dan STKIP
 Beberapa layanan Kominfo seperti penyediaan siaran radio, papan baca (13 titik),
Tabloid yang terbit 3 bulan sekali, jumpa dialog, Telecentre (Pembelajaran masyrakat
untuk membuat blog), Medsos (IG, Twitter, FB), memfasilitasi LPSE, Aplikasi e-
procurement
 Kominfo bekerjasama dengan media cetak antara lain, Birawa, radar bromo
 Kominfo juga bekerjasama dengan media online seperti detik.com, Times Indonesia,
kabar pas

SELAYANG PANDANG KOTA PASURUAN KOTA PASURUAN


1. Letak Geografis
Kota Pasuruan adalah salah satu daerah atau wilayah yang ada di pesisir Utara Pulau
Jawa. Letaknya cukup strategis karena tepat di persimpangan utama jalur darat dari
Surabaya menuju Timur Pulau Jawa (Banyuwangi, Probolinggo dan sekitarnya). Selain
itu, Kota Pasuruan juga tepat berada di persimpangan jalur darat yang
menghubungkan sisi Timur Pulau Jawa dengan sisi Selatan Pulau Jawa (Malang dan
sekitarnya).
Secara geografis, Kota Pasuruan terletak antara 112045’ – 112055’ Bujur Timur dan
7035’-7045’ Lintang Selatan. Luas wilayah Kota Pasuruan tidaklah terlalu besar, yakni
sekkitar 36,58 kilometer atau tidak lebih dari 0,07 persen luas keseluruhan propinsi
Jawa Timur. Jarak dengan pusat pemerintahan Jawa Timur sekitar 60 kilometer.
Wilayah Kota Pasuruan di sebelah Timur, Barat, dan berbatasan dengan Kabupaten
Pasuruan. Sedangkan sisi Utara berbatasan dengan Laut Jawa.
2. Penduduk
Masyarakat Kota Pasuruan adalah masyarakat dengan kultur Islam yang cukup kuat.
Ciri ini seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir Utara Pulau
Jawa. Banyak pondok pesantren yang tumbuh berkembang di Kota Pasuruan. Secara
ras, Kota Pasuruan adalah kota yang multietnis. Ada 4 suku (ras) yang mendominasi di
Kota Pasuruan, yakni suku Madura yang sebagian besar tinggal di wilayah Utara Kota
Pasuruan. Mayoritas suku madura ini berprofesi sebagai nelayan dan pedagang. Suku
Arab, yang banyak tinggal di bagian tengah Kota Pasuruan. Mereka berprofesi sebagai
pedagang. Dan yang ketiga adalah suku Jawa yang tersebar di bagian tengah dan
Selatan Kota Pasuruan. Dan terakhir adalah etnis China yang terpusat di bagian tengah
Kota Pasuruan dan kebanyakan berprofesi sebagai pedagang. Menurut data yang ada
di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan pada Tahun 2017 jumlah
penduduk Kota Pasuruan mencapai 209.456 jiwa dengan jumlah laki-laki 104.905 dan
jumlah perempuan 104.551 serta jumlah KK 63.481.
3. Potensi Daerah
Seperti halnya Daerah perkotaan lainnya, Kota Pasuruan mengandalkan sektor Jasa
dan Perdagangan sebagai sumber Pendapatan Daerah. Potensi kedua sektor ini di
Kota Pasuruan cukup menyumbang perekonomian Kota Pasuruan cukup besar. Hal ini
terlihat dari tumbuh kembangnya Sektor Jasa, Perdagangan, dan Industri di Kota
Pasuruan. Karena itu, tidaklah mengherankan kalau ketiga sektor ini menjadi sektor
andalan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan dan masuk menjadi
visi utama dari setiap Pemerintahan.
4. Sektor Industri Pengolahan
a. Pengolahan Kayu
Di sektor industri pengolahan ini Kota Pasuruan bertumpu pada industri
pengolahan kayu. Bahkan sektor ini telah menjadi core bisnis bagi masyarakat Kota
Pasuruan. Industri pengolahan logam dalam bentuk ukir dan pembuatan furniture
telah menjadi brand bagi Kota Pasuruan. Dari industri pengolahan kayu ini, nama
Kota Pasuruan dikenal. Hal ini dikarenakan banyaknya produk meubel yang keluar
dari Kota Pasuruan, baik yang diekspor maupun yang dijual antar kota maupun
pulau. Industri pengolahan kayu di Kota Pasuruan terpusat di Kecamatan
Gadingrejo, tepatnya di Kelurahan Bukir, Sebani, Petahunan, Krapyak, Randusari
dan juga Gentong. Industri pengolahan kayu yang ada di Kota Pasuruan sebagian
besar berskala menengah dan kecil, dimana produksinya hanya untuk memenuhi
permintaan lokal dalam negeri. Sedangkan sebagian kecil diantaranya berskala
besar yang hasil produksinya dikirim ke luar negeri maupun antar pulau dan kota-
kota besar di Pulau Jawa.
b. Pengolahan Logam
Industri ini juga menjadi salah satu Ikon bagi Kota Pasuruan. Seperti halnya industri
pengolahan kayu, di industri pengolahan logam lebih banyak berskala menengah
dan kecil yang dijalankan secara perorangan. Industri pengolahan logam di Kota
Pasuruan kebanyakan memproduksi onderdil dan aksesoris kendaraan bermotor.
Barang hasil produksi industri skala rumah tangga ini kebanyakan untuk
memenuhi permintaan regional Jawa Timur dan sebagian diantaranya ada yang
dikirim ke kota-kota besar seperti Jkarta dan Bali. Untuk industri pengolahan
logam yang pengolaannya dilakukan secara turun-temurun ini terpusat di
Kelurahan Mayangan dan sekitarnya. Sektor industri pengolahan ini mampu
memberikan kontribusi 16 persen dari PDRB Kota Pasuruan. Sektor ini menduduki
Peringkat kedua setelah sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam mengatrol
pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan.
5. Sektor Pertanian
Meskipun daerah perkotaan, area persawahan masih banyak ditemukan di Kota
Pasuruan. Luas area panenan tanaman padi yang merupakan komoditi utama
pertanian Kota Pasuruan ini masih cukup tinggi yakni mencapai lebih dari 2700 hektar.
Meskipun demikian, dari tahun ke tahun ada kecenderungan untuk mengalami
penurunan sebagai akibat beralihnya fungsi lahan pertanian menjadi daerah
pemukiman dan juga perkantoran. Daerah yang mempunyai potensi besar di bidang
pertanian ada di Kecamatan Gadingrejo dan juga Kecamatan Bugulkidul. Sementara
itu, untuk perikanan bertumpu pada jenis perikanan darat (tambak bandeng) dan
perikanan laut. Di sektor perikanan, ada ciri khas dari hasil perikanan Kota Pasuruan
yakni produksi Bandeng Jelak yang dihasilkan oleh petambak di Wilayah Kelurahan
Blandongan.
6. Sektor Pariwisata
Sektor lain yang juga menjadi potensi tersendiri Kota Pasuruan dan sekarang ini terus
coba dikembangkan oleh Pemerintah Kota Pasuruan adalah sektor pariwisata,
terutama pariwisata religius. Keberadaan makam Kyai Kharismatik, yakni KH. Abdul
Hamid yang terletak di Kompleks Masjid jami’ Al Anwar menjadi daya tarik tersendiri.
Setiap tahunnya makam ini dikunjungi ribuan peziarah yang datang dari berbagai kota.
Selain itu, Kota Pasuruan juga memiliki berbagai event seni dan budaya yang bila
dikembangkan dapat diandalkan menjadi wahana rekreasi bagi keluarga. Event
Tahunan seperti Prosesi Hari Jadi yang digelar setiap bulan Februari merupakan event
yang menggambarkan terbentuknya Kota Pasuruan. Selain itu di dalamnya juga
ditampilkan atraksi seni budaya tradisional. Inti dari event ini adalah Kirab Pataka yang
menjadi pertanda terbentuknya Kota Pasuruan. Event selanjutnya adalah petik laut.
Petik Laut adalah pesta rakyat (nelayan) yang diselenggarakan setiap tahun. Petik Laut
ini digelar sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan YME atas hasil panenan ikan.
Selain itu, juga diharapkan pada masa-masa berikutnya para nelayan ini tetap
mendapatkan hasil panenan ikan yang baik dan diberi keselamatan selama melaut.
Yang khas dari upacara petik laut ini adalah diajaknya masyarakat untuk naik perahu
dan kemudian melaut ke tengah laut. Selanjutnya yang menjadikan upacara ini meriah
adalah perahu-perahu yang digunakan untuk membawa masyarakat melaut dihias
dengan berbagai bendera dan juga kertas warna-warni, sehingga menambah
kesemarakan suasana. Ada pula event “Pasuruan Djaman Bijen”. Pasuruan djaman
bijen adalah sebuah pagelaran seni budaya yang mencoba untuk mengkontruksi ulang
Kota Pasuruan di masa lalu. Berbagai atribut maupun aksesoris yang menggambarkan
masa lalu Kota Pasuruan ditampilkan dalam kegiatan ini. Selain itu, dalam event ini
juga disajikan makanan dan minuman tradisional. Yang menarik dari event ini adalah
makanan dan minuman yang disediakan masing-masing stand diberikan secara gratis
kepada masyarakat umum. Selain itu penjaga stand menggunakan pakaian beraksen
masa lalu.
Bangunan kuno juga menjadi sektor pariwisata yang menonjol di Kota Pasuruan.
Pasuruan merupakan salah satu kota kuno di Jawa Timur. Salah satu yang menjadikan
Kota Pasuruan berdiri dan kemudian berkembang menjadi sebuah daerah perkotaan
di masa lalu adalah keberadaan pelabuhan yang ada di Muara Sungai Gembong.
Bahkan di masa lalu pelabuhan ini memegang peranan penting dalam alur
pendistribusian barang dari Jawa ke beberapa Pulau di Indonesia Timur. Saat itu,
pelabuhan di Kota Pasuruan adalah salah satu yang mengalami perkembangan selain
pelabuhan Tuban yang memang sudah banyak dikenal oleh para saudagar dari
berbagai mancanegara. Bangunan-bangunan kuno yang sekarang ini masih berdiri
rata-rata dipengaruhi budaya barat terutama Eropa (Belanda) dan juga China. Ini
menunjukkan betapa besarnya peran Kota Pasuruan di masa lalu. Ada beberapa
tempat kuno yang bisa dijadikan tempat pariwisata saat ke Kota Pasuruan. Antara lain
Kamar Bola. Kamar Bola menjadi ikonik bagi Kota Pasuruan. Gedung dengan ciri
khasnya berupa tiang-tiang bangunan yang menjulang tinggi berbentuk bulat dengan
aksen Romawi ini hingga kini masih terawat cukup baik. Gedung Pusat Penelitian
Pabrik Gula (P3GI) juga tempat kuno lainnya yang memiliki ciri khas tersendiri. P3GI
dahulu kala dikenal dengan nama Proef Stationb Oost Java (POJ) ini menjadikan Kota
Pasuruan begitu terkenal di seluruh mancanegara. Masjid Jami’ Al Anwar telah berusia
ratusan tahun. Masjid ini menjadi tempat kuno lainnya di Kota Pasuruan. Masjid ini
merupakan salah satu monumen kejayaan Islam di Kota Pasuruan. Ada pula Klenteng
Tjoe Tik Kiong (Cide Gong). Bangunan ini didirikan pada abad XVII. Yang menarik dari
bangunan tempat peribadatan penganut Tri Dharma ini adalah arca-arcanya, seperti
Tianhou, Guanyin, Tudi Gong dan Jialin didatangkan langsung dari Tiongkok pada
Tahun 1857. Selain itu keistimewaan lain dari klenteng ini adalah lukisan temboknya
yang indah dan mempesona. Serta Gereja ST. Antonius Padova dan rumah Singa yang
juga merupakan tempat kuno lainnya di Kota Pasuruan.
Tidak hanya bangunan kuno, makanan khas pun ikut andil dalam melestarikan kuliner
di Kota Pasuruan. Diantaranya ada sate kerang yang khas dengan tidak melalui proses
pembakaran, kupang, rawon, nasi sambelan, sate komo yang berasal dari daging sapi
yang ditusuk menjadi sate dan sering dipadukan dengan rawon(nasi dan kuah rawon),
serta jamu kebonagung yang berbahan dasar dari berbagai rempah-rempah.
7. Seni dan Budaya
Kota Pasuruan dikenal sebagai kota santri. Hal ini tidak lepas dari tingginya
penanaman nilai-nilai keislaman yang mempengaruhi masyarakat Kota Pasuruan.
Beberapa seni dan budaya yang menjadi ciri khas Kota Pasuruan, diantaranya adalah
samroh dan hadrah yang hampir ada diseluruh RT dan kesenian ini membuat Kota
Pasuruan terkenal dengan sebutan “Kota 1000 Samroh”. Selanjutnya pencak silat
kuntu mancilan yang hanya berkembang di daerah Mancilan. Seni pencak silat ini
merupakan bagian dari perguruan Pencak Silat Pagar Nusa. Ada pula tari terbang
bandung, Megengan yakni mengantarkan makanan ke stetangga-tetangga yang biasa
dilaksanakan sebelum lebaran, Mada-mada yang merupakan sesi saling mengunjungi
rumah-rumah dari ujung ke ujung yang biasa dilaksanakan saat momen lebaran, dan
Maulidan yang dilaksanakan setiap datang bulan Maulud yakni bertepatan dengan
tanggal lahirnya Nabi Muhammad SAW.