Anda di halaman 1dari 8

TUGAS CRITICAL BOOK REPORT

NILAI MUTLAK DAN FUNGSI SATU VARIABEL

Disusun oleh:
Azi Widianto ( 4183250015 )

ILMU KOMPUTER
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Medan
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ……………………………………………………………… 1
Bab 1 PENDAHULUAN ………………………………………………... 2
1.1 Latar Belakang ……………………………………….........…… 2
1.2 Permasalahan …….....………………………………………..… 2
1.3 Tujuan ………………………………………………....……….. 3
Bab 2 PEMBAHASAN ………….........……………………………..…… 4
2.1 Buku yang Dikritisi ...........................……. ………………....…. 4
2.2 Penulisan Konsep/Defenisi …....................................................... 4
2.3 Kedalaman Penjelasan Konsep dan Defenisi …............................ 4
2.4 Kesamaan dan Perbedaan Kedua Buku ........................................ 5
2.5 Kedalaman Penjelasan Torema/Prinsip/Dalil ............................. 6
2.6 Muatan Variasi Soal ............................................................…….. 7
2.7 Kekurangan dan Kelebihan Buku .......................................…….. 7
2.8 Buku yang Lebih Mudah Dipahami ....................................…….. 8
Bab 3 KESIMPULAN ..........................................……………………….. 9
3.1 Kesimpulan .........................................................................…….. 9
3.2 Saran ....................................................................................…….. 9
LAMPIRAN ...............…………………………………………………….. 10
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah
cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga.
Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai
bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta
aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi,
dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan
dengan aljabar elementer.
Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integralyang
saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang
menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari
fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika. Integral adalah kebalikan
dari proses diferensiasi. Integral ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam
diferensiasi di mana matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang
berkebalikan dengan solusi diferensiasi.
Oleh karena kalkulus merupakan pntu gerbang menuju pelajaran matematika yang lebih
tinggi maka diusahakan agar dapat menguasai materi ini. Walaupun merupakan dasar tetapi
banyak juga siswa yang tidak memahami mengenai materi ini sehingga jangan menganggap
sepele akan materi yang satu ini.

2. Permasalahan
- Pengertian Nilai Mutlak
- Teorema Nilai Mutlak
- Pertidaksamaan Nilai Mutlak
- Pengertian Fungsi
- Daerah Asal dan Daerah Hasil Fungsi

3. Tujuan
Untuk mempelajari mengenai konsep nilai mutlak dan menyelesaikan soal aplikasi tentang
nilai mutlak dan juga memahami fungsi.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Dua buah buku yang dikritisi


Buku Pertama
Judul : Diktat Kalkulus Universitas Negeri Medan
Penerbit : FMIPA Unimed

Buku Kedua
Judul : Kalkulus dan Geometri Analitik
Pengarang : Edwin J. Purcell dan Dale Varbeg
Penerbit : Erlangga

2. Penulisan konsep / defenisi


- Dalam buku pertama dikatakan bahwa nilai mutlak adalah jarak dari sebarang
bilangan x ke 0. Sementara dalam buku kedua dikatakan bahwa nilai mutlak adalah
jarak tak berarah atau jarak x dengan titik asal. Disini terlihat bahwa pada buku
pertama dan buku kedua terdapat kesamaan dalam konsep nilai mutlak

- Sementara mengenai konsep fungsi terdapat perbedaan.Dalam buku pertama


artinya lebih diperkhusus menjadi dua bagian sebagai pasangan terurut dan
sebagai pemetaan. Sedangkan pada buku kedua dikatakan bahwa fungsi adalah
aturan padanan yang menghubungkan tiap obyek x dalam satu himpunan yang
disebut daerah asal, dengan sebuah nilai unik f(x) dari himpunan kedua.
Himpunan nilai yang diperoleh disebut daerah hasil.

3. Kedalaman penjelasan konsep/defenisi


 Nilai Mutlak
Pada buku pertama dan buku kedua sama sama membahas materi ini secara
mendalam dan dilengkapi dengan garis bilangan untuk menunjukkan jarak dari
bilangan x ke titik 0 sesuai dengan konsep nilai mutlak itu sendiri. Namun dalam buku
pertama penjelasan tentang mengeluarkan nilai mutlak pada garis bilangan lebih
dipaparkan dengan jelas dibanding buku kedua.
Sifat-sifat nilai mutlak sama sama dijelaskan bedanya pada buku pertama lebih
kepada pembuktian bahwa sifat sifat itu benar sementara pada buku kedua diberikan
contoh soal mengenai sifat-sifat nilai.
Mengenai pertidaksamaan nilai mutlak, buku pertama memberikan contoh
yang lebih banyak dan beragam. Selain jumlah soal yang lebih banyak, penjelasannya
juga lebih mendetail. Sedangkan pada buku kedua penjelasan soalnya diperjelas
menggunakan penjelasan dengan kata kata di setiap penyelesaian.

 Fungsi Satu Variabel


Penjelasan fungsi pada buku pertama dilengkapi banyak gambar grafik dan
fungsi untuk mempermudah pemahaman. Pada buku kedua juga dilengkapi banyak
gambar grafik dan fungsi. Bedanya ukuran pada buku kedua lebih kecil dibanding
buku kedua.
4. Kesamaan dan Perbedaan Kedua Buku
 Nilai Mutlak
Kedua buku tersebut sama sama menjelaskan bahwa nilai mutlak merupakan
jarak bilangan x ke titik 0. Sama dengan jarak yang tidak pernah bernilai negatif maka
begitupun juga dengan konsep nilai mutlak.
Sifat-sifat nilai mutlak pada kedua buku sama sama memiliki makna yang
sama dan jumlahnya juga sama yaitu empat buah. Tidak ada perbedaan antara sifat
nilai mutlak pada buku pertama dan kedua.
Pertidaksamaan nilai mutlak pada buku pertama dijelaskan dengan membuka
terlebih dahulu nilai mutlaknya sementara pada buku kedua tidak ada dijelaskan
mengenai hal itu.

 Fungsi Satu Variabel


Kedua buku sama sama memaparkan bahwa fungsi merupakan
memetakansetiap x ∈ A dengan tepat satu anggota ∈ B. Dimana elemen dimana fungsi
itu mendapat nilai disebut daerah asal sementara himpunan nilai yang diperoleh
disebut daerah nilai.
Perbedaan terdapat dalam penamaan fungsi yang daerah asalnya tidak dirinci.
Pada buku pertama daerah asalnya daerah asal alamiah sementara pada buku kedua
daerah asal yang himpunanya bilangan real terbesar disebut daerah asal mula (domain
natural).
Selain itu pada buku pertama pengertian atau defenisi dari fungsi dibagi
menjadi dua yaitu fungsi sebagai pasangan terurut dan fungsi sebagai pemetaan.
Sedangkan pada buku kedua fungsi lebih dijelaskan mengarah ke fungsi sebagai
pemetaan saja.

5. Kedalaman Penjelasan
 Nilai Mutlak
Buku pertama dan buku kedua sama sama menjelaskan nilai mutlak secara
lengkap dimulai dari konsep, teorema/sifat dari nilai mutlak mengenai jarak bilangan
x ke titik 0. Namun pada buku pertama sedikit lebih mendetail mengenai cara
membuka nilai mutlak itu.

 Fungsi Satu Variabel


Buku pertama menjelaskan fungsi secara khusus dengan membagi dua defenisi
daripada fungsi itu yaitu pasangan terurut dan pemetaan. Sedangkan buku kedua hanya
menjelaskan fungsi sebagai pemetaan. Dalam penggambaran fungsi buku pertama
menjelaskannya secara mendetail dengan banyak soal dan gambar grafik dibandingkan
buku kedua. Buku kedua lebih banyak memberikan penjelasan pada pengertian
dibanding pada penggambaran grafik fungsi.

6. Muatan Variasi Soal


 Nilai Mutlak
Pada buku pertama variasi soalnya beragam dan penjelasannya juga lengkap
namun tingkat kesulitannya dapat dikategorikan tinggi semua sehingga agak sulit
memahaminya. Sedangkan pada buku kedua soalnya tidak terlalu banyak namun
tingkat kesulitannya beragam mulai dari mudah hingga sulit.

 Fungsi Satu Variabel


Pada buku pertama dan kedua sama sama memberikan variasi soal yang
beragam mulai dari mudah hingga susah. Sayangnya penjelasan dari tiap soal terlalu
singkat sehingga sangat susah memahami cara pengerjaan soal tersebut.

7. Kekurangan dan Kelebihan Buku


 Buku Pertama
 Kekurangan
Bahasanya terlalu sulit dipahami sehingga pemahaman akan materi sulit
diterima. Selain itu penjelasan dari tiap contoh terlalu singkat dimana terkadang
jawaban penyelesaiannya langsung ke akhir tanpa kita tau darimana jalannya.

 Kelebihan
Materi dijelaskan secara mendalam dan juga diberikan banyak contoh supya
kita tidak hanya berpaut pada satu jenis soal. Dilengkapi dengan banyak gambar
pendukung materi yang ada.

 Buku Kedua
 Kekurangan
Materi yang dipaparkan sangatlah dangkal sehingga kita tidak tahu mengenai
seluruh konsep pada materi tersebut. Dan gambar pendukungnya juga tidak banyak.

 Kelebihan
Bahasa yang digunakan sederhana sehingga memudahkan kita untuk
memahami konsep dari materi tersebut. Selain itu soal-soalnya diberikan dari yang
paling mudah sehingga kita paham konsep dasar.

8. Buku yang lebih mudah dipahami


Menurut saya sebagai seorang mahasiswa, buku yang lebih mudah dipahami adalah
buku yang kedua. Karena pada buku kedua bahasa yang digunakan sederhana sehingga kita
semakin mudah mengerti. Dan juga soal-soal yang diberikan masih dapat kita pahami
darimana jalan penyelesaian. Namun apabila mungkin bagi mahasiswa tingkat atas, sebaiknya
menggunakan buku yang kedua karna referensinya lebih dalam.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Untuk memahami konsep/materi sebaiknya digunakan buku kedua karena bahasa
yang digunakan sederhana dan mudah dipahami. Terlebih bagi mahasiswa awal, buku
pertama menggunakan bahasa yang sukar dipahami. Sedangkan untuk mengenai contoh-
contoh soal untuk pemahaman awal lebih baik menggunakan buku kedua. Sementara buku
pertama dapat dijadikan pendalaman materi apabila kita telah memahami konsep awal, karna
cakupan soal pada buku pertama tingkat kesulitannya tinggi.

2. Saran
Buku pertama sebaiknya memaparkan penjelasan contoh soal satu per satu bukan
langsung ke hasil akhirnya. Sedangkan untuk buku kedua sebaiknya materinya lebih
diperdalam dan juga tingkat kesulitan contoh soalnya agar lebih bervariasi.