Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN IDENTIFIKASI BORAKS PADA BAKSO DENGAN MENGGUNAKAN

KUNYIT

A. Landasan Teori
Boraks atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate
merupakan bahan pengawet yang di kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu,
antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal
putih, jika larut ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3).
dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat.
Boraks memiliki fungsi sebagai antiseptik (zat yang menghambat pertumbuhan dan
perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya adalah dalam obat biasanya dalam salep,
bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga
digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu.
Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering digunakan sebagai pengawet makanan.
Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie
basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk
mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan
memperbaiki penampilan makanan.
Boraks dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus
serta memiliki kekenyalan yang khas. Dengan kemampuan tersebut boraks sering
disalahgunakan oleh para produsen makanan yaitu digunakan sebagai bahan pengawet pada
makanan yang dijualnya seperti mie basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak dengan ciri-
cirinya tekstur sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah, putus pada mie basah. Namun
begitu boraks merupakan bahan tambahan makanan yang sangat berbahaya bagi manusia
karena bersifat racun.
Boraks beracun terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan efek
pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi.
Ginjal merupakan organ yang paling rentan mengalami kerusakan dibandingkan dengan
organ lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.
Penemuan uji boraks pada bakso sangat beragam diantaranya dengan cara Supernatan
yaitu bakso dipanaskan di atas penangas air, ditambahkan H2SO4 pekat dan etanol, apabila
dibakar nyala api berwarna hijau maka bahan makanan tersebut mengandung boraks, selain
penemuan tersebut ada cara lain diantaranya yaitu dengan uji boraks menggunakan cara
tradisional diantaranya yaitu dengan kunyit dan tusuk gigi. Cara menggunakanya yaitu
tusukkan tusuk gigi ke kunyit terlebih dahulu, kemudian tusukkan pada makanan yang akan
diuji selama 5 detik, maka akan kelihatan apakah makanan tesebut mengandung boraks atau
tidak, karena kunyit akan bereaksi terhadap bahan kimia. bila terdapat kandungan boraksnya,
maka tusuk gigi tesebut akan berwarna merah bata.
Pengujian kandungan boraks pada makanan dapat dilakukan dengan ekstrak kunyit.
Ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut
mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin dapat mendeteksi adanya kandungan boraks pada
makanan karena kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat dan
mengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau yang biasa disebut dengan senyawa boron
cyano kurkumin kompleks. Maka, ketika makanan yang mengandung boraks ketika ditetesi
oleh ekstrak kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan.

B. Pelaksanaan Praktikum
Tujuan Praktikum :Untuk mengetahui apakah ada kandungan boraks di dalam
Bakso yang di uji
Hari / Tanggal : Sabtu, 3 November 2018
Waktu : 10.00 WITA
Lokasi : Bakso 99 Kuanino

C. Alat dan Bahan


1. Alat-alat
a. Mangkok
b. Sendok
c. Tusuk gigi
2. Bahan-bahan
a. Kunyit (yang sudah di haluskan)
b. Bakso bening (tanpa kecap dan saos)
c. Air
D. Langkah kerja
1. Haluskan kunyit yang telah disiapkan
2. Kemudian, setelah kunyit halus campurkan dengan air secukupnya, lalu aduk agar
dapat bercampur dengan merata
3. Lalu, ketika ekstrak kunyit dan air sudah tercampur rata masukkan ke dalam mangkok
4. Setelah itu, ambil tusuk gigi yang sudah disiapkan tadi lumuri atau basahkan dengan
cairan kunyit tadi hingga merata
5. Langkah selanjutnya, tusukkan tusuk gigi yang telah di lumuri dengan cairan kunyit
kedalam bakso
6. Lalu, tunggu beberapa menit. Amatilah perubahan yang terjadi. Jika terjadi perubahan
warna. Maka pada bakso itu mengandung boraks.

E. Hasil Pengamatan
Warna sebelum di Warna setelah di Keterangan
Bahan
olesi kunyit olesi kunyit
Tidak
Bakso Abu Abu mengandung
boraks

Perubahan warna pada makanan yang mengandung boraks adalah coklat. Bila suatu
makanan banyak mengandung boraks, maka warna setelah diolesi dengan kunyit akan
berubah menjadi coklat yang sangat pekat, bahkan sampai berwarna coklat kemerahan.

F. Pembahasan
Pada praktikum ini kami melakukan uji kandungan boraks pada bakso. Sampel bakso
yang kami gunakan adalah bakso yang dijual di warung Bakso 99 Kuanino. Cara yang
kami gunakan adalah cara uji sederhana dengan menggunakan kunyit dan tusuk gigi.
Langkah pertama yang kami lakukan yaitu merendam tusuk gigi ke dalam kunyit
yang sudah dihaluskan hingga tusuk gigi berubah warna menjadi kuning. Tusuk gigi yang
sudah mengandung warna kuning dari kunyit kemudian ditusukkan ke bakso yang akan
diuji dan didiamkan selama ± 5 menit dan amati perubahan warnanya.
Bahan makanan yang mengandung boraks akan berubah warna menjadi coklat jika
berinteraksi dengan kunyit. Dan tusuk gigi yang sudah direndam dengan kunyit halus
akan berubah warna menjadi merah bata jika berinteraksi dengan boraks.
Dari hasil yang kami dapatkan bakso tidak menunjukkan perubahan warna menjadi
coklat. Begitupun dengan tusuk gigi, tidak menunjukkan perubahan warna menjadi merah
bata. Hal ini membuktikan bahwa Bakso 99 Kuanino tidak mengandung boraks dan aman
dikonsumsi.
G. Kesimpulan
Makanan yang mengandung boraks akan berubah warnanya menjadi coklat, dan jika
kandungan boraksnya terlalu banyak maka makanan tersebut akan berubah menjadi
warna coklat pekat. Tusuk gigi yang sudah direndam kunyit akan berubah warna menjadi
merah bata jika makanan mengandung boraks.
Dari hasil yang kami dapatkan Bakso 99 Kuanino tidak mengandung boraks.
H. Himbauan Bagi Masyarakat
Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan-makanan siap
saji. Sebaiknya uji terlebih dahulu makanan yang anda konsumsi untuk mengetahui
apakah aman atau tidak. Masyarakat dapat melakukan uji dengan cara yang sederhana
seperti menggunakan tusuk gigi dan kunyit untuk menguji ada tidaknya kandungan
boraks pada makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Khamid, 1993 : Bahaya Boraks Bagi Kesehatan.Jakarta : Penerbit Kompas
Khamid, I.R.2006. Bahaya Boraks Bagi Kesehatan. Jakarta : Penerbit kompas
Verpiati, 2012. Dasar Teknologi pembuatan dendeng dan bakso. Universitas Sebelas Maret :
Surakarta
Hamdani, 2012. Boraks. Tersedia di http:// catatan.kimia.com/catatan/boraks-dalam-
makanan.html (diakses tanggal 09 januari 2018)
LAMPIRAN
1. Lokasi Bakso 99 Kuanino

2. Pengambilan Sampel

3. Alat dan Bahan


4. Proses pengujian
 Kontrol negatif

 Uji boraks