Anda di halaman 1dari 13

Critical Review Jurnal Penelitian

Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan Levearge Terhadap Manajemen Laba
pada Perusahaan Manufaktur di BEI
Mata Kuliah : Akuntansi keuangan 1
Dosen : Luh Gede Kusuma Dewi

Disusun oleh:
Luh Mega Yanti
1717051056
3G
Akuntansi Program S1

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


SINGARAJA
2018
KATA PENGANTAR

Om, Swastyastu

Atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa
karena atas rahmat-Nya critical riview ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi tugas Mata
kuliah Akuntansi Keuangan. Penulis membuat critical riview ini yang berjudul “ Pengaruh
Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan Levearge Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan
Manufaktur di BEI”
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian critical riview ini. Namun demikian penulis menyadari
keterbatasan yang penulis miliki sehingga kemungkinan adanya kekurangan – kekurangan dalam
critical riview ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca
guna menyempurnakan critical riview ini untuk sebagai pedoman dalam penulisan critical riview
selanjutnya. Sebagai akhir kata dengan harapan semoga penelitian ini bermanfaat bagi kita
semua.

Om, Santhi, Santhi, Santhi, Om


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
PENDAHULUAN................................................................................................ 1
IDENTIFIKASI.................................................................................................... 1
RINGKASAN JURNAL....................................................................................... 2
1. Pedahuluan.............................................................................. 2

2. Kajian Teori.............................................................................. 3

3. Model ........................................................................................ 4

4. Hasil Temuan............................................................................. 8

5. Penutup ..................................................................................... 11

PEMBAHASAN.................................................................................................... 11
KESIMPULAN........................................................................................................ 11
PENDAHULUAN

Critikal riview dapat diartikan sebagai evaluasi terhadap suatu karya tulis baik itu jurnal,
artikel, maupun lain sebagainya. Dalam critical riview ini kita dapat meriview dan menganalisis
karya tulis untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan karya tulis sehingga kita mampu
mengkritik dan memberi penilaian bahkan penghargaan terhadap penulisnya.
Dalam critical riview ini penulis memilih jurnal penelitian sebagai objek untuk diriview dan
dianalisis. Dengan judul yaitu “ Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan Levearge
Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEI”. Pemilihan jurnal ini dilatar
belakangi dengan perlunya informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan yang sangat
memerlukan laporan keuangan. Salah satunya pengaruh mekanisme GCG (Good Corporate
Governance), kualitas audit, dan leverage terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur
yang telah terdaftar di bursa efek indonesia (BEI).
Untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh mekanisme GCG, kualitas audit, dan
leverage terhadap manajemen laba. Maka topik tersebut merupakan alasan penulis melakukan
critical riview dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan
Levearge Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEI”.
IDENTIFIKASI JURNAL
Judul Jurnal : Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan Leverage Terhadap
Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEI
Penulis :1. I Made Arya Partayadnya
2. I Made Sadha Suardikha
Institusi : Universitas Udayana (UNUD)
Tahun Penerbit :
Penerbit (nama jurnal :E-jurnal Akuntansi Universitas Udayana
RINGKASAN JURNAL

1. Pendahuluan

Laporan keuanga perusahaan dalam bentuk periode akuntansi bisa memberikan


informasi kinerja manajemen yang bisa menghasilkan laba perusahaan. Laba ini penting
karena mencerminkan arus kas yang akan diperoleh perusahaan. Untuk itu Manajemen
dituntut harus memenuhi kepentingan para investor dan kreditur salah satunya dengan
menyajikan laba yang berkualitas tinggi. Teori Manajemen yang berperan dalam hal ini
antara prinsipal dengan agen berhubungan kontraktual yang mengikat mereka bersama
berbagai kepentingan masing-masing.
Teori inilah yang sering menjadi konflik dalam penerapanya di Perusahaan
dimana semua bisa menghasilkan laba Perusahaan. Menurut Sialagan dan Machfoedz
(2006) konflik ini bersifat opportunistic yang mengakibatkan rendahnya kualitas laba.
Sehingga merugikan pemakainya seperti para investor dan kreditor, sehingga nilai
perusahaan akan berkurang.
Dalam mengatasi masalah diatas manajemen Perusahaan menggunakan
mekanisme Good corporate governance yang mencangkup transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan yang diperlukan untuk
mencapai kesinambungan usaha (sustainability) dalam mengatasi masalah ini. Di sisi lain
komite audit berperan penting dalam mensyaratkan Struktur komite yang paling kurang
terdiri dari 3 (tiga) orang anggota berasal komisaris independen dan pihak luar emiten
atau perusahaan publik, dan wajib memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar
belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi dan/atau keuangan.
Alasan inilah penelitian ini menggunakan proksi untuk mengukur mekanisme
good corporate governance seperti jumlah pertemuan komite audit, ukuran komite audit,
independensi komite audit, dan kompetensi dari anggota komite audit yang diharapkan
menguntungkan investor termasuk manajemen itu sendiri. Diharapak penelitian ini bisa
memberikan bukti empiris keefektifitasan GCG perusahaan manufaktur terhadap
peningkatan kualitas laba membantu peningkatan tata kelola perusahaan yang baik
melalui peningkatan kualitas lab.
2. Kajian Teori
a. Teori Agensi (Agency Theory)
Menurut Eisenhard (1989) teori agen ini meliputi : (a) asumsi sifat manusia
(mementingkan diri sendiri (self interest),(b) asumsi keorganisasian,( konflik antar
anggota dalam sebuah organisasi, dan (c) asumsi informasi keterbatasan rasionalitas
(bounded rationallity),

b. Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholders Theory)


Teori ini menilai semua pihak eksternal dan internal memiliki hubungan baik
langsung dan tidak langsung, dipengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh perusahaan
(Hadi, 2010 dalam Nugroho, 2011).

c. Kualitas Laba Dan Mekanisme Good Corporate Governance


Bellovary et al. (2005) dalam Dalimunthe (2015) kualitas laba sebagai
kemampuan dalam merefleksikan kebenaran laba perusahaan dan membantu
memprediksi laba mendatang, dengan mempertimbangkan stabilitas dan persistensi
laba. Penelitian ini menggunakan ukuran kualitas laba menggunakan kategori yang
pertama dari pengkelompokan ukuran kualitas laba. Ukuran kualitas laba yang
digunakan adalah discretionary accruals. Kerena discretionary accruals merupakan
model accruals yang paling sering digunakan dalam menilai kualitas laba akuntansi.
Mekanisme Good corporate governance (GCG) mengatur dan mengendalikan
perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder
pemegang saham memperoleh informasi benar dan tepat dan, kewajiban perusahaan
melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu, transparan terhadap
semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder”

d. Komite Audit
Menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.Kep-643/BL/2012 menyatakan
bahwa Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab
kepada Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan
Komisaris serta menguasai dan memiliki latar belakang di bidang akuntansi dan
keuangan. Hal ini penting karena perangkat utama penerapan good corporate
governance dimana independensi, transparansi, akuntabilitas dan tanggungjawab,
serta sikap adil menjadi prinsip dan landasan organisasi perusahaan (Aji, 2012).

e. Komisaris Independen
Struktur ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan good corporate
governance perusahaan karena tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemilik
perusahaan, tidak memiliki saham perusahaan dan juga berasal dari pihak luar emiten
sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.Kep-643/BL/2012.

f. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan Manajeriallah bereperan penting dalam masalah keagenana dalam
teori agensi. Untuk itu ini penting agar bisa mencegah terjadi manajemen laba dengan
pemberian kepemilikan saham perusahaan kepada manajemen.

3. Model
Model Penelitian ini adalah model penelitian Asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif (positivism). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI periode 2012-2016.Sedangkan untuk variabel independen yaitu
mekanisme good corporate governance, kualitas audit, dan leverage. Penelitian ini
menggunakan analisis statistik deskriptif memberikan deskripsi dari data-data yang ada.
Dengan analisis regresi linear berganda dan dengan menggunakan bantuan program
SPSS.

4. Hasil Temuan
Adapun dari penelitian yang telah di lakukan, peneliti mendapatkan beberapa
temuan yang dapat mengambarkan Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan
Levearge Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEI yaitu
a. Kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba
Berdasarkan penelitian ini menunjukan bahwa variabel jumlah kepemilikan
institusional bersifat positif berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini
terjadi kepemilikan yang efektif sehingga pengawasan yang dilakukan terhadap
manajemen berjalan sebagaimana mestinya. Jadi kepemilikan yang institusional
berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba karena kepemilikan manjemen
perusahaan berjalan efektif untuk melakukan pengawasan terhadap laporan keuangan
yang dihasilkan oleh manajemen.

b. Kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba


Berdasarkan penelitian ini menunjukan bahwa ukuran kepemilikan manjerial
sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Kep-643/BL/2012 dapat
menurunkan manajemen laba sehingga laba yang dilaporkan memiliki kualitas yang
baik.

c. Dewan komisaris independen berpengaruh terhadap manajemen laba


Penelitian menunjukan bahwa dewan komisari pada perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap kualitas laba maka H3 diterima. Variabel dewan komisaris
independen memiliki nilai koefisien sebesar 0,259dengan signifikansi = 0,000 lebih
kecil dibandingkan dengan α = 0,050, yang menunjukkan bahwa dewan komisaris
independen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Hasil ini
menunjukan bahwa variabel dewan komisaris bersifat positif yang berpengaruh
signifikan terhadap discretionary accruals dan earning management.

d. Kompetensi Komite Audit Berpengaruh terhadap Kualitas Laba


Variabel komite audit memiliki nilai koefisien sebesar -0,166dengan signifikansi
= 0,001 lebih kecil dibandingkan dengan α = 0,050, yang menunjukkan bahwa komite
audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Sehingga H4 yang
menyatakan bahwa komite audit berpengaruh pada manajemen laba diterima.

e. Kualitas audit berpengaruh terhadap manajemen laba


Kenyataan, tindakan Big Four dan KAP yang tidak terafiliasi dengan Big Four
(Non Big Four) dalam membatasi tindakan manajemen laba yang dilakukan
perusahaan. Dalam pengujian ini menunjukan bahwa Variabel kualitas audit (X5)
memiliki nilai koefisien sebesar -0,047 dengan signifikansi = 0,321 lebih besar
dibandingkan dengan α = 0,050, yang berarti bahwa kualitas audit tidak berpengaruh
terhadap manajemen laba. Sehingga H5 yang menyatakan bahwa kualitas audit
berpengaruh pada manajemen laba ditolak

f. Leverage berpengaruh terhadap manajemen laba


Variabel leverage (X6) memiliki nilai koefisien sebesar 8,637 dengan signifikansi
= 0,000 lebih kecil dibandingkan α = 0,050, yang menyatakan bahwa leverage
berpengaruh positif pada manajemen laba diterima.Tanda positif menunjukkan
hubungan yang searah dan memiliki arti yaitu jika variabel leverage mengalami
peningkatan satu satuan, maka nilai discretionary accruals (DA) juga akan meningkat
sebesar 0,353 dan begitu juga sebaliknya dengan asumsi nilai variabel yang lain tidak
berubah.Rasio leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa besar aset
perusahaan dibiayai oleh hutang
5. Penutup
Dari hasil penelitian Pengaruh Mekanisme GCG, Kualitas Audit, dan Levearge
Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur di BEI dikatakan bahwa ukuran
komite audit, independensi komite audit, dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kualitas laba. Sedangkan untuk variabel jumlah pertemuan,
kompetensi komite audit, dan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kualitas
laba. Secara umum dapat disimpulkan bahwa ukuran komite audit, independensi komite
audit dan kepemilikan manajerial dapat mempengaruhi kualitas laba perusahaan.
PEMBAHASAN
Di Artikelnya, Penulis dari universitas Udayana ini menegaskan metode
purposive sampling, dengan menggunakan 5 sampel yang terdiri dari 71 Perusahaan
bahwa Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap manajemen laba yang
seiring tingginya persentase kepemilikan saham perusahaan oleh investor institusional
maka semakin tinggi pula nilai discretionary accrualssebagai proksi yang digunakan
untuk mengukur tindakan manajemen laba. Selain itu kepemilikan manajerial tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba ini disebabkan persentase kepemilikan saham oleh
manajer masih sangat rendah berada di bawah 5%. Disamping itu dewan komisaris
independen berpengaruh postitif terhadap manajemen laba yang ini berarti semakin tinggi
proporsi dewan komisaris independen maka semakin tinggi pula manajemen laba yang
diukur dengan nilai discretionary accruals. Di sisi lain komite audit berpengaruh negatif
terhadap manajemen laba hal ini semakin tingginya jumlah komite audit yang ada di
perusahaan maka manajemen laba yang diukur dengan nilai discretionary accrualsdapat
diminimalisir. Kualitas audit dan Leverage sama sama berpengaruh positif terhadap
manajemen Laba dimana rasio leverage perusahaan naik, maka akan diikuti kenaikan
manajemen laba discretionary accruals.
Dalam artikel ini, penulis telah memaparkan penjelasan dengan cukup baik, tetapi
beberapa pembahasan tidak dibagi menjadi sub-sub yang lebih kecil sehingga lebih tidak
memudahkan para pembaca untuk memahami isi tulisan. Tetapi, pada bagian
introduksi/awal artikel, penulis begitu baik, karena penulis memberikan
ilustrasi/penjelasan mengenai sub-sub yang akan di bahas secara terstruktur dan sesuai
daftar pustaka yang baik. Penulis juga memberikan suatu introduksi pada bagian awal
yang baik dalam memberitahukan kepada pembaca tentang apa yang sebenarnya akan
dibahas di dalam tulisan tersebut. Hal ini memudahkan pembaca akan mendapatkan
gambaran mengenai tulisan tersebut.
Sebaiknya penulis memberikan informasi mengenai tujuan dan sasaran penulis
dalam menulis artikel ini. Apakah penulis ingin memberikan kontribusi kepada para
praktisi, umum atau mahasiswa. Sebaiknya penulis memberikan informasi ini agar lebih
jelas sasaran artikel ini.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Terdapat beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya
mengenai pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba.
Jao dan Pagulung (2011) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kepemilikan
manajerial, dewan komisaris independen, dan komite audit berpengaruh negatif
terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional dan ukuran dewan
komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Pada penelitian
Trilestari, dkk (2012) memperoleh hasil bahwa kepemilikan institusional berpengaruh
terhadap manajemen laba. Hasil berbeda terdapat pada penelitian Agustia (2013),
variabel mekanisme good corporate governance antara lain kepemilikkan manajerial,
kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan komite audit tidak
berpengaruh terhadap manajemen laba. Terdapat hasil yang bervariasi pada penelitian
mengenai pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba.
Investor dalam tujuannya untuk memperoleh informasi mengenai kondisi
keuangan perusahaan sangat memerlukan laporan keuangan. Salah satunya
dengan penerapan mekanisme good corporate governance. Teori manajmen
inilah yang mampu meminimalisir manajemen laba yang dilakukan manajer di
Perusahaan. Variabel mekanisme good corporate governance mempengaruhi laba
perushaan antara lain kepemilikkan manajerial, kepemilikan institusional, dewan
komisaris independen, dan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen
laba. Dimana Fokus penelitian dalam jurnal ini untuk menentukan pengaruh
mekanisme good corporate governance, kualitas audit, dan leverage terhadap
manajemen laba. Parameter tersebut ialah Perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016.
Jurnal penelitian ini secara sistematika sudah cukup bagus karena penulis
telah mengikuti aturan penulisan yang benar namun dari segi teori juga sudah
banyak digunakan. Hanya saja perlu menambah literatur-literatur untuk dijadikan
bahan pembanding dalam melakukan penelitian karena dilihat dari daftar pustaka
yang dicantumkan penulis tidak terdapat jurnal-jurnal penelitian terdahulu
sebagai bahan pembanding. Dalam sebuah penelitian sumber pustaka tidak hanya
bersumber dari buku, tetapi juga bersumber dari jurnal-jurnal, dan internet.
Saran
1. Penulis perlu menambah jumlah populasi selain sektor perusahaan
manufaktur.Periode penelitian juga dapat diperpanjang agar hasil penelitian
lebih akurat dan dapat digeneralisasi pada perusahaan go-publicyang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI);
2. Penulis juga Menambah variabel independen lainnya di luar penelitian ini
yang dapat memengaruhi manajemen laba.
3. Hendaknya penulis mengisikan beberapa typo karena ada beberapa kalimat
yang sama digunakan berulang oleh penulis dan menurut saya hal itu akan
mengurangi kekuatan jurnal penelitian ini.