Anda di halaman 1dari 20

BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan


Kebun Membang Muda terletak di Desa Perk. Membang Muda, Kecamatan Kualuh
Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sesuai dengan gerak perjuangan revolusi
untuk mengisi kemerdekaan, maka Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-
Undang No. 86 Tahun 1958, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1958 tentang
Nasionalisasi Perkebunan milik Bangsa Belanda menjadi PPN BARU (Perusahaan
Perkebunan Negara Baru). Sesuai perkembangan dan pertumbuhan organisasi,
Perkebunan meminta perhatian yang lebih khusus, maka PPN BARU dirubah
namanya menjadi PPN SUMUT yang terdiri dari PPN-PPN yang berada di
Sumatera, berdiri tanggal 01 Januari 1963 sampai dengan 30 Desember 1963. PPN
ini diatur dan dikelola sesuai jenis budidaya tanaman, antara lain : PPN Karet, PPN
Aneka, PPN Tembakau dan lain sebagainya. PPN Karet didirikan pada tanggal 01
Oktober 1963 sampai dengan tanggal 21 April 1986, dengan Kebun-Kebun antara
lain:
- PPN Karet Membang Muda
- PPN Karet Bandar Pulau
- PPN Karet Hanna
- PPN Karet Pulau Raja

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1986 diadakan Re-


organisasi Perusahan Perkebunan di Indonesia dari 88 buah menjadi 28 Perusahaan
Perkebunan Negara dan terbentuklah PPN-III yang merupakan gabungan dari PPN
Karet-V, PPN Karet-VII dan PPN Karet-VIII. Kemudian pada tahun 1974 dalam
rangka melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang No. 9 Tahun
1969, Peraturan pemerintah No. 12 Tahun 1969 tentang Perusahaan Perseroan
(Persero) dan Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 1971 tentang Peralihan bentuk
Perusahaan Negara Perkebunan-III serta Surat Edaran Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia
No. 1083/MK/IV/1974 tanggal 23 Juli 1971 tentang penerapan permodalan
Perseroan Terbatas (PT) berubah menjadi PT. Perkebunan – III (PTP-III) yang
diaktekan di depan Notaris tanggal 31 Juli 1974 Hari Rabu di Jakarta. Sesuai

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-1
Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 1996 oleh Akte Notaris Harun Kamil, SH
pada tanggal 11 Maret 1996 No. 36 PT. Perkebunan-III bersama-sama dengan PT.
Perkebunan-IV dan PT. Perkebunan-V dilebur menjadi Perusahaan Persero
(Persero) menjadi PT. Perkebunan Nusantara-III dan disyahkan berdasarkan
Keputusan menteri Kehakiman RI pada tanggal 8 Agustus 1996 No. C2-
8331.HT.01.01 TH 96 serta didaftar di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Medan
tanggal 16 September 1996 No. TDP.021221105841 sesuai Surat Kepala Dinas
Perkebunan Propinsi Sumatera Utara No. 525/1702/F tanggal 4 Desember 2002
menyatakan Kebun Membang Muda berdasarkan hasil klarifikasi Perkebunan Besar
termasuk Kebun Kelas - II (baik).

2.2. Latar Belakang Perusahaan


PT. Perkebunan Nusantara-III Kebun Membang Muda adalah Perusahaan yang
bergerak dalam bidang Perkebunan dengan komoditi karet dan kelapa sawit yang
bertujuan untuk menghasilkan untung bagi perusahaan. Seiring dengan perubahan
pola bisnis, PT. Perkebunan Nusantara-III telah mencanangkan “Program
Transpormasi Bisnis” pada bulan Agustus – 2003 yang meliputi :
- Paradigma Bisnis Baru
- Visi
- Misi
- Tata Nilai (Value)
- Strategi

PT. Perkebunan Nusantara-III mempunyai Visi “Menjadi Perusahaan Agribisnis


Kelas Dunia dengan Kinerja Prima dan Melaksanakan Tata Kelola Bisnis
Terbaik”. Adapun Misi PT. Perkebunan Nusantara-III, antara lain :
1. Mengembangkan Industri Hilir berbasis Perkebunan secara berkesinambungan.
2. Menghasilkan produk berkualitas untuk pelanggan.
3. Memberlakukan karyawan sebagai asset strategis dan mengembangkannya
secara optimal.
4. Berupaya menjadi Perusahaan terpilih yang memberikan imbal hasil terbaik bagi
para investor.
5. Menjadikan Perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis.
6. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalampengembangan komunitas.
7. Melaksanakan seluruh aktifitas Perusahaan yangberwawasan Lingkungan.

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-2
Untuk mendukung Visi dan Misi, PT. Perkebunan Nusantara-III memiliki strategi,
yakni sebagai berikut :
1. Menjalin dan mengembangkan hubungan Sinergik yang efektif dengan mitra
strategis untuk mewujudkan peluang bisnis.
2. Melaksanakan manajemen berorientasi pasar, sensitifterhadap kecenderungan
industri dan pergerakanpasar dan mencermati pesaing.
3. Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dankemampulabaan serta
pendapatan dan arus kas.
4. Mematuhi aturan-aturan SHE (Safety, Health and Environment) Keselamatan,
Kesehatan dan Lingkungan.
5. Melaksanakan keunggulan operasional agar perusahaan menjadi “Cost-
Effective”.
6. Membangun budaya kerja yang kondusif dengan melaksanakan Tata Nilai dan
Paradigma Baru.
7. Membangun dan mengimplementasikan Menajemen Sumber Daya Manusia
berbasis kompetensi dan kinerja.

PT. Perkebunan Nusantara-III, termasuk di dalamnya Kebun Membang Muda juga


memiliki beberapa Sistem Manajemen untuk mendukung kelancaran bisnis
perkebunan, diantaranya :
1. Sistem Manajemen Mutu (SMM.ISO 9001 : 2008)
2. Sistem Manajemen Lingkungan (SML. ISO 14001)
3. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3)
4. RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil)
5. Ls.Pro PUSTAN SNI Jakarta, setelah Audit KAN(Komite Agreditasi Nasional).

Tata Nilai PT. Perkebunan Nusantara-III, meliputi :


1. Proactivity
2. Excellence
3. Team Work
4. Innovation
5. Responsibility

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-3
2.3. Lokasi dan Letak Geografis Wilayah Kajian
Lokasi Kebun Membang Muda terletak ± 65 Km dari Kota Kisaran dan
± 64 Km dari Kota Rantauprapat, memiliki luas areal kebun seluruhnya = 2.953.06
Ha, termasuk Perumahan, Rawa, Areal Tanaman dan Pabrik. Dominasi tanaman di
Kebun Membang Muda adalah Tanaman Karet dengan luas areal = 1,394.60 Ha,
terdiri dari 1.130.15 Ha (TM) dan 264.45 Ha (TBM) sedangkan untuk tanaman
Kelapa Sawit luas areal = 1,308.81 Ha.

Warna Luas (Ha) Keterangan


1.405,59 Karet
1.308,81 Kelapa Sawit
Jumlah 2.714,40

Gambar 2.1. Peta HCV/NKT


Kebun Membang Muda

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-4
Sudah dilepas terhadap
pemerintah seluas 10 Ha

Areal yang akan dilepas oleh


pihak PTPN III seluas 328 Ha

Gambar 2.2.Kondisi Eksisting


Perkiraan LuasPelepasan Aset

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-5
Area Kebun Mambang Muda seluas 2714,04 Ha tersebut berada pada titik koordinat…….
s/d…….. dengan bukti kepemilikan Surat HGU Nomor 119/HGU/BPN/2005, sedangkan area
yang dioptimalkan yang berada dalam area tersebut seluas 328,87 Ha berada dalam titik
koordinat……… s/d……… berada pada Jalur Lintas Sumatera (JALISUM) dan di tahun
mendatang akan dilewati jalan lingkar (Ringroad)
(Sumber : Rencana Umum Tata Ruang Wilayah/Kota (RUTRW/K) Labuhan Batu Utara).

Adapun batas – batas area seluas 328,87 Ha dari kebun Membang Muda yang akan
dioptimalkan fungsinya adalah sebagai berikut :
Utara : Mesjid ……
Selatan : Timbangan
Barat : Rel Kereta Api
Timur :

Pada saat dilakukan obervasi dilapangan, objek digunakan sebagai Perkebunan Kelapa
Sawit dengan kondisi fisik tanah yang dinilai berupa tanah darat dengan topografi datar, dan
sedikit rendahan dengan bentuk tanah tidak beraturan. Berdasarkan pengamatan lapangan
dan menurut informasi penduduk sekitar, tanah ini tidak pernah mengalami banjir.
Berdasarkan info dari PTPN 3 kebun Membang Muda, sudah ada area seluas 10 Ha yang
telah dipergunakan diatas lahan 328,87 ha tersebut yang dikeluarkan dari areal HGU yang
kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan Gedung Pemerintahan Bupati Labuhanbatu
Utara. Selengkapnya kondisi lokasi eksisting dapat dilihat sebagai berikut:

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-6
Foto Keterangan

Batas Utara Tanah


Kebun Membang Muda
yang akan di optimalkan
pengelolaan sesuai
perubahan RUTRW/K
Labuhan Batu Utara dari
Perkebunan menjadi
kawasan Bisnis/ Industri/
Perdagangan.

HGU No.
119/HGU/BPN/2005
Berlaku hingga 22
Desember 2040.

Tampak Batas Selatan


Area yang akan di
optimalkan
pemanfaatannya.

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-7
Tampak Batas Timur
Area yang akan di
optimalkan
pemanfaatannya, Rel
dan Perkebunan Kelapa
Sawit yang telah
menghasilkan.

Tampak Batas Barat


Area yang akan di
optimalkan
pemanfaatannya,
perkebunan Karet telah
menghasilkan.

2.4. Penggunaan Tanah Eksisting di Areal Objek Penelitian


Diatas Areal seluas 328,87 ha tersebut yang akan dioptimalisasikan pengelolaannya,
saat diatasnya terdapat Tanaman kelapa sawit dan Karet, Emplasment seperti
perumahan, kantor, jalan, drainage dan sebagainya, terutama pada Kawasan
Emplasment Afdeling I dan Afdeling II. Diatas tanah tersebut juga telah berdiri RS.
Kebun Membang Muda, Mess dan perumahan karyawan kebun Membang

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-8
Muda.Untuk areal seluas 10 ha yang merupakan bagian dari 328,87 ha tersebut ada
yang telah dikelola sepenuhnya oleh PEMDA Kabupaten LABURA (Labuhan Batu
Utara) dengan dibangunnya gedung Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten LABURA.

Adapun kondisi terlihat diwilayah obyek penelitian pertanggal 31 Juli - 4 Agustus


2017 sebagai berikut :

Foto Keterangan
Kantor Bupati dan
DPRD Kabupaten
Labuhan Batu Utara

Mess Tamu dan


perumahan Karyawan
Kebun Membang Muda

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-9
Rumah Sakit Kebun
Membang Muda, yang
masuk dalam kawasan
328,87 ha

Kantor Afdeling 2
Kebun Membang Muda
yang diperkirakan akan
terkena optimalisasi
aset

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-10
Perumahan Karyawan
Kebun Membang Muda
di Afdeling 2 yang akan
terkena optimalisasi
asset.

Tanaman Karet yang


masuk dalam
perubahan peruntukan
dari perkebunan
menjadi kawasan
bisnis/perdagangan/agri
industri

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-11
Tanaman Sawit yang
masuk dalam
perubahan peruntukan
dari perkebunan
menjadi kawasan
bisnis/perdagangan/agri
industri

2.5. Gambaran Umum Kabupaten Labuhanbatu Utara


Kabupaten Labuhanbatu Utara merupakan salah satu daerah yang berada di
kawasan pantai timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan selat
Malaka. Secara geografis, Kabupaten Labuhanbatu Utara terletak pada 1058’ - 2050’
Lintang Utara, 99025’ - 100005’ Bujur Timur dengan ketinggian daratan mulai dari 0
sampai dengan 700 m di atas permukaan laut.

Area Kabupaten Labuhanbatu Utara di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten


Asahan dan Selat Malaka, disebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten
Labuhanbatu dan Padang Lawas Utara, di sebelah Barat ber-batasan dengan
kabupaten Tapanuli Utara dan Toba Samosir, dan di sebelah Timur berbatasan
dengan kabupaten Labuhanbatu.

Kabupaten Labuhanbatu Utara menempati area seluas 3.545,80 km2 yang terdiri
dari 8 Kecamatan, dan 90 desa/kelurahan (82 desa dan 8 kelurahan definitif). Berada
pada jalur lintas timur pulau Sumatera dengan jarak 225 km dari ibukota provinsi
Sumatera Utara

Kawasan Labuhanbatu Utara termasuk daerah yang beriklim tropis. Daerah ini
memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan dan

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-12
musim kemarau biasanya ditandai dengan sedikit banyaknya hari hujan dan volume
curah hujan.

Berikut ini adalah statistik Geografi dan Iklim Kabupaten Labuhanbatu Utara :
Karakteristik Penjelasan
Pulau Sumatera
Provinsi Suatera Utara
Luas Wilayah 3.545.80 km2
Ketinggingian Tempat 0 – 700 m DPL
Hari Hujan 7,33 hari
Curah Hujan 171,8 mm

Menurut proyeksi penduduk tahun 2015 jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu


Utara tercatat sebesar 351.097 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,04
persen. Jumlah laki-laki sebanyak 177.283 jiwa dan perempuan sebanyak 173.814
jiwa. Jumlah rumah tangga sebanyak 80.520 dan rata-rata jumlah anggota rumah
tangga adalah sebanyak 4 orang. Jumah kepadatan penduduk juga mengalami
peningkatan dari tahun ketahun. Tercatat peningkatan jumlah penduduk disertai
dengan meningkatnya jumlah rumah tangga dari 80.520 ruta pada tahun 2014
menjadi 81.295 ruta pada tahun 2015.

Sektor pertanian khususnya perkebunan merupakan lapangan usaha yang menjadi


penopang hidup masyarakat Labuhanbatu Utara. Bahkan kontribusi perkebunan
terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Labuhanbatu Utara mencapai
28,35 persen. Kelapa sawit menjadi komoditi unggulan di Labuhanbatu Utara dengan
produksi mencapai 970.819,52 ton pada tahun 2015 belum termasuk peruahaan
perke-bunan sawit. Sementara karet dari perkebunan rakyat berproduksi sebesar
5.055.04 ton.

Luas Lahan tanaman kelapa sawit yang diusahakan masyarakat mencapai 74.483,59
hektar, karet seluas 30.741,50 hektar, kelapa seluas 5.386 hektar, pinang seluas 100
hektar dan kakao seluas 435 hektar. Kecamatan Kua-luh Hulu merupakan daerah
yang memiliki lahan kelapa sawit terluas yaitu 16.290 hektar atau sekitar 21,87
persen dari luas total kebun kelapa sawit rakyat. Sedangkan lahan karet terluas juga
berada di kecamatan Kualuh Hulu yaitu seluas 8.347 hektar atau sekitar 27,15
persen dari total luas kebun karet rakyat

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-13
Perkembangan kesejahteraan masyarakat dapat diukur melalui perkembangan
tingkat pendapatan yang biasanya dapat tercermin dari pengeluaran. Secara umum,
selama periode 2013-2015 tingkat kesejahteraan penduduk Labuhanbatu Utara
mengalami peningkatan seperti yang ditunjukkan oleh semakin meningkatnya tingkat
pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan, baik secara nominal
maupun riil.

Pengeluaran rata-rata sebulan penduduk tahun 2015 sebesar Rp. 754.579, terdiri
atas pengeluaran untuk makanan Rp.435.916 (57,77 persen) dan untuk bukan
makanan Rp.318.662 (42,23 persen).

Jika dilihat berdasarkan golongan pengeluaran perkapitanya, penduduk Labuhanbatu


Utara sebagian besar proporsi pengeluaran perkapitanya berada pada golongan
pengeluaran lebih dari Rp.500.000-Rp.749.999 yaitu sebesar 42,25 persen.
Penduduk yang pengeluaran perkapitanya antara Rp.300.000 – Rp.499.999 sebesar
24,51 persen. Persentase penduduk yang pengeluaran perkapitanya antara
Rp.750.000 – Rp.999.999 sebesar 16,01 persen, pengeluaran perkapita antara
Rp.1.000.000 – Rp.1.249.999 sebesar 5,68 persen, pengeluaran perkapita di atas
Rp. 1.250.000 sebesar 8,75 persen dan sisanya sebesar 2,75 persen adalah
penduduk dengan pengeluaran perkapita antara Rp.200.000 – Rp. 299.999.

2.5.1. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Labuhanbatu Utara


Perekonomian Kabupaten Labuhanbatu Utara pada tahun 2016 mengalami
peningkatan dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Laju
pertumbuhan PDRB Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun 2016 mencapai
5,21%, sedangkan tahun 2015 hanya sebesar 5,18%.

Berikut ini merupakan laju pertumbuhan riil PDRB menurut lapangan usaha
yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2012 – 2016 (dalam
persen)

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-14
Tabel 2.1 Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten
Labuhanbatu Utara Tahun 2012 – 2016 (dalam persen)

Lapangan Usaha 2012 2013 2014 2015 2016


Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 5,36 6,43 5,28 4,95 4,66
Pertambangan dan Penggalian 6,99 7,00 7,05 6,23 5,02
Industri Pengolahan 7,10 5,40 4,72 4,38 4,82
Listrik dan Gas 7,55 4,52 9,49 7,44 2,37
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah 2,88 2,35 2,46 3,78 4,91
Konstruksi 10,17 9,40 8,40 7,68 6,07
Perdagangan Besar, Eceran, Reparasi Mobil 6,27 5,75 5,05 5,44 7,02
Transportasi dan Pergudangan 6,76 7,27 6,69 6,93 5,09
Akomodasi dan Makan Minum 5,27 5,87 5,54 6,24 7,80
Informasi dan Komunikasi 6,08 6,15 6,50 6,70 6,10
Keuangan dan Asuransi 6,37 8,54 1,34 3,93 2,61
Real Estate 7,53 8,07 7,46 6,91 6,82
Jasa Perusahaan 5,40 4,98 4,57 5,30 3,14
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan 5,08 4,50 6,30 5,76 2,18
Pendidikan 3,50 7,23 6,21 5,58 6,14
Kesehatan dan Kegiatan Sosial 9,08 9,15 6,70 7,38 7,68
Lainnya 8,31 8,68 7,22 5,97 4,20
Total 6,36 6,27 5,39 5,18 5,21

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu Utara memiliki pola


pertumbuhan yang berbeda dengan Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi
kabupaten Labuhanbatu Utara mengalami perlambatan pertumbuhan sejak
tahun 2012 sampai dengan 2015 dan mengalami peningkatan pada tahun
2016, sedangkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara cenderung
fluktuatif. Posisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu Utara
berada diatas pertumbuhan Sumatera Utara yaitu sebesar 5,21 persen,
sedangkan Sumatera Utara tumbuh sebesar 5,18 persen pada tahun 2016.

2.5.1.1. PDRB Perkapita Kabupaten Labuhanbatu Utara


PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang
diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi.
PDRB Per kapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB
dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-15
Tabel 2.2 PDRB perkapita Kabupaten Labuhanbatu Utara Atas Dasar Harga Berlaku
dan Atas Dasar Harga Konstan 2010 Tahun 2012-2016 (Rupiah)

Tahun ADH Berlaku ADH Konstan


2012 39097173 35228103
2013 43045191 37022383
2014 46802312 38606842
2015 50186073 40186527
2016 54654597 41874817

PDRB per kapita Kabupaten Labuhanbatu Utara atas dasar harga berlaku pada tahun 2012
sebesar 39,10 juta rupiah dan meningkat sampai dengan 54,65 juta rupiah di tahun 2016.
Apabila dilihat menurut harga berlaku, angka tersebut dari tahun ke tahun menunjukkan
peningkatan. Sementara itu, jika dilihat dari penghitungan atas dasar harga konstan 2010,
yaitu dengan menghilangkan pengaruh kenaikan harga (inflasi), maka pada periode 2012-
2016 terjadi peningkatan yang relatif stabil. Tahun 2016, PDRB perkapita Kabupaten
Labuhanbatu Utara mencapai 41,87 juta rupiah.

2.5.2. Gambaran Umum Kecamatan Kualuh Selatan


Kecamatan Kualuh Hulu menempati area seluas 637,39 Km2 yang terdiri dari
11 desa dan 2 kelurahan. Wilayah Kecamatan Kualuh Hulu di sebelah utara
berbatasan dengan Kabupaten Asahan, di sebelah timur berbatasan dengan
Kabupaten Tapanuli Utara, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan
Kualuh Hilir, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kualuh
Selatan.

Dari 13 desa/kelurahan yang terdapat di Kecamatan Kualuh Hulu, yang


memiliki wilayah terluas adalah Desa Kuala Beringin dengan luas 214,54 Km2
dan yang terkecil adalah Kelurahan Aek Kanopan dengan luas 2,46 Km2.
Ibukota kabupaten merupakan ibukota kecamatan ini. Secara geografis,
wilayah Kecamatan Kualuh Hulu didominasi oleh dataran rendah (0—20 m) di
atas permukaan laut.

Kecamatan Kualuh Hulu mengusahakan tanaman perkebunan kelapa sawit,


Karet dan Kakao. Karet merupakan tanaman perkebunan rakyat yang terluas
di Kecamatan Kualuh Hulu seluas 7.352 Ha dengan produksi pada Tahun
2015 adalah 1.565,52 ton. Desa Kuala Beringin adalah desa yang memiliki
luas tanam karet terbesar di Kecamatan Kualuh Hulu yaitu seluas 5.517 Ha

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-16
atau 75,04 persen dari luas lahan karet yang ada di Kecamatan Kualuh Hulu.
Desa yang memiliki luas lahan karet terkecil adalah Kelurahan Aek Kanopan
Timur yaitu 84 Ha atau hanya 1,14 persen dari luas lahan tanam karet
keseluruhan.

2.6. Gambaran Umum Management Kegiatan PT.PN III Kebun Membang Muda
disekitar area penelitian
2.6.1. Kondisi Sosial Wilayah Kajian
Sebagai tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap masyarakat disekitar
Kebun Membang Muda untuk menjalin hubungan baik dan memastikanbahwa
keberadaan kegiatan di perkebunan tidak mengganggu aktifitas kehidupan
sosial masyarakat disekitar Kebun Membang Muda dengan mengidentifikasi
desa-desa disekitar.

Tabel 2.1 Desa di sekitar Kebun Membang Muda dan Luasannya

Sumber : Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Membang Muda 2017

2.6.2. Pemberdayaan Masyarakat di Kebun Membang Muda


Sebagai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar
Kebun Membang Muda telah menerapkan program Corporate Social
Responsibility. Program ini diawali dengan pembuatan kebijakan CSR,
struktur organisasi dan uraian jabatan upaya pengelolaan CSR ini sehingga
dapat didistribusikan kepada orang yang tepat. CSR ini telah diberikan
kepada beberapa orang setelah
melalui tahapan seleksi oleh team yang telah di tunjuk oleh manajemen
Kebun Membang Muda.

Kegiatan Bina Lingkungan di Bidang Wira Usaha


Kebun Membang Muda dalam pelaksanaan pemberian modal kerja sebagai
bentuk tanggung jawab sosial diberikan melalui tahapan-tahapan yang wajib
untuk dilaksanakan seperti:

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-17
 Penyerahan Proposal
 Rencana Usaha
 Seleksi Kelengkapan Data
 Survey Kelayakan
 Pelatihan Calon Penerima Dana Wirausahaan
 Penyerahan Dana.

Kegiatan Bina Lingkungan di Bidang Pendidikan


 Membantu pembangunan dan renovasi gedung sekolah sertabantuan
fasilitas pendukung seperti lemari, komputer,printer, dll. untuk sekolah di
desa sekitar Kebun MembangMuda.
 Bea Siswa kepada siswa-siswi berprestasi tingkat SekolahDasar dan
Sekolah Menengah Pertama di desa sekitar KebunMembang Muda,
dilaksanakan rutin setiap tahun.
 Mendukung pembinaan Grup Nasyid Desa PerkebunanKebun Membang
Muda

Kegiatan Bina Lingkungan di Bidang Kesehatan


 Mendukung program Jambore Posyandu Kabupaten Asahansebagai
fasilitator.
 Membantu pembuatan sarana olah raga di desa sekitarwilayah Kebun
Membang Muda.

Kegiatan Bina Lingkungan di Bidang Prasarana/Infrastruktur


 Bantuan perbaikan jalan desa Parpaudangan berupa batupetrun
sebanyak 500 M³ pada tahun 2012
 Renovasi/pembangunan Balai Desa di Kelurahan GuntingSaga berupa
material bangunan pada tahun 2012
 Renovasi/pembangunan POSKEDES di Jl. Utama PanjangBidang di
Kelurahan Gunting Saga berupa materialbangunan pada tahun 2012 dll

Kegiatan Bina Lingkungan di Bidang Keagamaan


 Membantu pembangunan dan renovasi Mesjid, Mushalla,
Gereja, madrasah dan panti asuhan termasuk PengadaanFasilitas
pendukung seperti tikar/sajadah, sound system, dll.

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-18
 Memberikan bantuan kepada alim ulama dan anak yatim
sekitar wilayah Kebun Membang Muda berupa Al Qur’an,
perangkat sholat, dan dana bantuan/santunan melaluiprogram Safari
Ramadhan setiap tahun.

Pengadaan Program Pasar Murah


Kebun Membang Muda dalam program CSR, secaralangsung mengadakan
kegiatan Pasar Murah denganrincian sebagai berikut :

Tabel 2.2. Tabel Program Paket Pasar Murah

Pengadaan Bantuan Beasiswa


Kebun Membang Muda dalam program CSR, secara langsung
mengadakan kegiatan Bantuan Beasiswa kepada
Siswa/Iberprestasi.Penerima beasiswa adalah siswa/i SD,SLTP, SLTA(
Sederajat ) yang ada dilingkungan kebun/unit dan berasal darikeluarga
kurang mampu berdasarkan seleksi kepala sekolahdengan rincian sebagai
berikut :

Tabel 2.3. Tabel daftar nama siswa penerimaan Bantun beasiswa PTPN III
Kebun Membang Muda

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-19
3.7. pabrik Pengolahan Karet (PPK) Kebun Membang Muda
Pabrik Kebun Membang Muda adalah salah satu Pabrik Karet
PTPN-III yang berlokasi di Desa Perkebunan Membang MudaKecamatan Kualuh
Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara, dari Kota Medan berjarak ± 220 Km.
Pabrik Karet Kebun Membang Muda ada 2 (dua) Jenis
Pengolahan :

 Pengolahan Crumb Rubber


1) Pabrik Pengolahan Crumb Rubber mulai beroperasi padatahun 1971
dengan hasil produksi :
 SIR-10
 SIR-20
2) Desain dan Standart Pabrik sebagai berikut :
 Kap.Olah Pabrik = 30 Ton KK/Hari
 Kebutuhan Air = 30 M3/Ton KK
 Kebutuhan Listrik = 200 KWH/Ton KK
 Kebutuhan Solar = 56 Ltr/Ton.KK
 Pengeringan = Thermal Oil Heater (Sep.2008)
 Sasaran Olah SIR-20 = 90 % (Perm.Pasar)
 SIR-10 = 10 %

 Pengolahan Lateks Pekat (LCB)


1) Pabrik Pengolahan Lateks Pekat mulai beroperasi pada tahun 1972
dengan hasil produksi :
 Lateks Pekat = 88 %
 Serum Lump = 7 %
 Serum Scunder = 3 %
 Sediment = 1 %
 Losis = 1 %
2) Kapasitas Olah Pabrik = 28 Ton KK/Hari
 Kebutuhan Air = 20 M3/Ton KK
 Kebutuhan Listrik = 185 KWH/Ton KK

***BAB II***

PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Professional Appraisers & Consultants II-20