Anda di halaman 1dari 7

IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLIT COUMPOUND

IN EXTRACTION OF Avicennia sp.

Fazar Dwi Gustiar, 230210150073


Program Studi Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor, Jawa Barat 45363, Telp. (022) 84288828
E-mail: fazar.dwi.gustiar@gmail.com

ABSTRAK

Fitokimia adalah bahan kimia atau nutrisi yang berasal dari sumber tanaman, termasuk
sayuran dan buah-buahan. Kebanyakan tumbuhan menghasilkan metabolit sekunder,
metabolit sekunder juga dikenal sebagai hasil alamiah metabolisme. Tujuan dari praktikum
ini adalah mengidentifikasi senyawa metabolit apa saja yang terkandung galam kulit
batang Avicennia sp. Hasil pengujian dengan menggunakan metode uji Alkaloid
menggunakan pereaksi Meyer terbukti bahwa sampel ekstraksi positif mengandung
senyawa sekunder metabolit.

Kata Kunci: Avicennia sp., Fitokimia, Metabolit sekuder, Meyer.

ABSTRACT

Phytochemicals are chemicals or nutrients derived from plant sources, including


vegetables and fruits. Most plants produce secondary metabolites, secondary metabolites
are also known as natural metabolic results. The purpose of this lab is to identify any
metabolites contained in the stem bark of Avicennia sp. The test results using the Alkaloid
test method using Meyer reagents proved that positive extraction samples contained
secondary metabolite compounds
Keywords: Avicennia sp., Phytochemistry, Secondary Metabolites, Meyer.
PENDAHULUAN kimia ini bias berupa metabolit primer

Fitokimia atau kimia tumbuhan maupun metabolit sekunder. Kebanyakan

mempelajari aneka ragam senyawa organik tumbuhan menghasilkan metabolit sekunder,

yang dibentuk dan ditimbun oleh tumbuhan metabolit sekunder juga dikenal sebagai

yaitu mengenai struktur kimianya, hasil alamiah metabolisme. Hasil dari

biosintesisnya, perubahan serta metabolit sekunder lebih kompleks

metabolismenya, penyebarannya secara dibandingkan dengan metabolit primer.

alamiah serta fungsi biologinya. Berdasarkan asal biosintetiknya, metabolit

Tumbuhan menghasilkan berbagai sekunder dapat dibagi ke dalam tiga

macam senyawa kimia organik, senyawa kelompok besar yakni terpenoid


(triterpenoid, steroid, dan saponin) alkaloid marina mempunyai cabang-cabang
dan senyawa-senyawafenol (flavonoid dan horizontal yang menunjukkan pertumbuhan
tanin) (Simbala,2009). yang terus-menerus. Kulit batang halus
Ada beberapa cara klasifikasi bisa berwarna keputihan sampai dengan abu-abu
dibuat, seperti berdasarkan sifat struktur, kecoklatan dan retak-retak. Ranting dengan
asal-usul biosintesis, atau lainnya. buku-buku bekas daun yang menonjol
Berdasarkan sifat strukturnya, Hanson (2011) serupa sendi-sendi tulang dengan
membagi Metabolit Sekunder ke dalam 6 permukaan licin hingga pecah-pecah
golongan, yaitu poliketida dan asam lemak, vertikal, biasanya seperti serpihan, diameter
terpenoid dan steroid, fenilpropanoid, batang bisa mencapai 40 cm lebih
alkalid, asam amino khusus dan peptida, dan (Wijayanti, 2008).
karbohidrat khusus. Hampir seluruh bagian tumbuhan ini
Berdasarkan asal-usul biosintesisnya, dapat dimanfaatkan sepertiakar, kulit batang,
Springob dan Kutchan (2009) membagi daun, bunga atau biji, bahkan eksudat
Metabolit Sekunder menjadi empat tanamannya (zat nabati yang secara spontan
kelompok, yaitu alkaloid, fenilpropanoid, keluar, dikeluarkan atau diekstrak dari
poliketida, dan terpenoid. Berdasarkan jaringan sel tanaman). Hasil penelitian yang
kandungan N, Wink (2010) membagi MS ke dilakukan dengan pemberian tingkatan dosis
dalam dua kelompok besar, yaitu Metabolit ekstrak daun api-api( A. marina) yang
Sekunder yang mengandung N dan diberikan pada kebuntingan hari ke 6-15
Metabolit Sekunder yang tidak mengandung tidakdapat mengakibatkan terjadinya
N. peningkatan resorpsi embriomencit (tikus).
Avicennia sp merupakan pelopor dari Wijayanti (2009) melaporkan bahwa
spesies mangrove, yang mungkin paling luas pemberianekstrak daun api-api (A. marina)
dari semua mangrove, mulai luas di seluruh dengan dosis 2,5 gram/kg beratbadan yang
indo-pasifik bagian Barat. berupa belukar diberikan 6-15 hari setelah terjadinya
atau pohon yang tumbuh tegak atau konsepsi dapatmengakibatkan penurunan
menyebar, dengan ketinggian pohon berat dan panjang badan janin mencit
mencapai 30 meter dan tumbuh di atas (Musmusculus).
lumpur berpasir, pada bagian tepi menjorok Tujuan dari praktikum ini adalah
ke laut. Ada yang unik dari populasi ini, mengidentifikasi senyawa metabolit apa saja
dimana lebih toleran terhadap dingin (di yang terkandung galam kulit batang
daerah Australia misalnya) (Duke, 2006). Avicennia sp.
Batang dari Avicennia
Prinsip dari praktikum ini adalah
reaksi warna dan pengendapan. B. Uji Flavonoid

- Timbang ekstrak 0,5 gram


METODELOGI - Tambahkan kloroform dan akuades (1:1)
Praktikum dilaksanakan pada hari sebanyak 5 ml

Jum’at, 09 November 2018 pukul 13.30 - Di kocok dan dibiarkan hingga terbentuk 2
WIB sampai dengan selesai bertempat di lapisan (lapisan bawah: lapisan kloform,
lapisan atas: lapisan air)
Laboratorium Teknologi dan Bioproses, Lt 1
- Ambil lapisan air sebanyak 2 tetes
Gedung 3 Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Universitas Padjadjaran. - 3 perlakuan : a. 2 tetes lapisan air + 0,1 gr
Mg + 2 tetes HCL pekat + 2 tetes amil
Alat-alat yang digunakan antara lain:
alkohol
tabung reaksi, neraca analitik, gelas ukur,
B.2 tetes lapisan air + 2 tetes H2SO4 2N
penjepit, pipet tetes, corong saring, kertas
C.2 tetes lapisan air+ 2 tetes NaOH 10%
saring, dan kaca arloji.
Bahan-bahan yang digunakan antara Terbentuk warna orange merah
lain: pereaksi (Amonia 10%, HCl 1M,
CHCl3, HCl 2%, FeCl3), pereaksi meyer,
C. Uji Senyawa Fenol
serta sampel ekstraksi dari kulit batang
- Ambil 2 tetes lapisan air dari uji flavonoid
(Avicennia sp.) yang telah diuji pada
praktikum sebelumnya. - Masukkan kedalam plat tetes

Prosedur kerja yang digunakan - tambahkan 2 tetes larutan FeCl3 1%


dalam praktikum kali ini adalah uji alkaloid, Terbentuknya warna biru ungu
uji flavonoid, uji senyawa fenolik, uji
triterpenoid & steroid, uji saponin, dan uji
D. Uji triterpenoid dan steroid
tanin.
A. Uji Alkaloid - Ambil 2 tetes lapisan kloroform

- Timbang ekstrak 0,5 gram - masukkan kedalam plat tetes

- Tambahkan 10 tetes H2SO4 2N - Biarkan sampai kering

- Ambil 3 tetes lapisan bawah ke dalam plat - Tambahkan satu tetes asam asetat
tetes anhidrida dan satu tetes asam sulfat pekat

- Tambahkan pereaksi meyer Terbentuknya warna merah untuk


triterpenoid dan warna ungu untuk
Positif jika ada endapan putih senyawa steroid
HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Uji Tanin Percobaan ini menggunakan Uji


Alkaloid dengan larutan pereaksi Meyer.
- Timbang 0,5 gr ekstrak
Sampel ekstraksi yang telah melalui proses
- Masukkan kedalam tabung reaksi
evaporasi menggunakan alat rotary
-Tambahkan 5 ml akuades dan didihkan evaporator lalu diuji untuk membuktikan
selama 5 menit
terdapatnya senyawa metabolit sekunder
- Ambil 2 ml larutan
yang terkandung dalam sampel bahan alam.
- Tambahkan 2 tetes FeCl3 1% Pereaksi meyer bertujuan untuk
mendeteksi alkaloid, dimana pereaksi ini
Terbentuknya warna biru tua / hijau
berikatan dengan alkaloid melalui ikatan
kehitaman
koordinasi antara atom N alkaloid dan Hg
pereaksi meyer sehingga menghasilkan
senyawa kompleks merkuri yang nonpolar
F. Uji saponin
mengendap berwarna putih.
- Timbang 0,5 gr ekstrak
Reaksi pada uji alkaloid ini dengan
- Masukkan kedalam tabung reaksi pereaksi meyer adalah :
- Tambahkan 10ml akuades N + KHgI4 Hg-N Putih
- Didihkan selama 5 menit Atom N menyumbangkan pasangan
- Dikocok secara vertikal 10 detik electron bebas dan atom Hg sehingga
membentuk senyawa kompleks yang
- Tambahkan 1 tetes HCl 2N mengandung atom N sebagai
Terbentuknya busa yang stabil setinggi
ligannya.Setelah pengujian dilakukan,
1-10 cm pengujian alkaloid ini tidak berhasil.
Mungkin dikarenakan oleh larutan asam
sulfat yang digunakan merupakan larutan
Prosedur kerja yang digunakan pada asam sulfat tehnik dan larutan yang
seharusnya digunakan adalah larutan
kelompok 13 dalam praktikum kali ini
kloroform amoniakal akan tetapi pada
adalah dengan menggunakan metode uji percobaan ini hanya digunakan larutan
alkaloid, pertama sampel ditimbang seberat kloroform.
0,5 gram, lalu tambahkan 10 H2SO4 2N,
kemudian ambil 3 tetes lapisan bawah ke
dalam plat tetes, dan terkahir tambahkan
pereaksi meyer
Tabel 1. Hasil Uji Fitokimia KESIMPULAN
K + Pada pengujian senyawa metabolit
Standar
e Perlakuan / Warna
l -
uji Positif sekunder yang terdapat pada ekstraksi kulit
Ada batang Avicennia sp. dengan menggunakan
13 Alkaloid + Coklat endapan
putih metode Alkaloid (Meyer) terbukti positif,
- Hijau, Merah,
14 Flavonoid + krem, orange,
sama halnya dengan pengujian dengan
+ kuning kuning metode Saponin, Flavonoid, dan Tanin.
Merah,
15 Fenol - coklat
biru, hijau Sedangkan pada pengujian dengan
Triterpenoid Putih T: Merah
16
dan steroid
-
keruh S: Biru menggunakan metode Fenol, Triterpenoid
Hijau
dan Steroid memiliki hasil negatif terhadap
Hijau kehitaman
17 Tanin +
kehitaman atau biru uji Fitokimia.
tua
Kuning Terbentuk
18 Saponin +
coklat busa

Dalam percobaan shift 3, perlakuan


dengan metode Fenol, Triterpenoid dan
Steroid mendapatkan hasil negatif karena
pada perlakuan dari ketiga metode tersebut
tidak terdapat fitokimia yang dapat
ditimbulkan oleh pereaksi Fenol,
Triterpenoid dan Steroid. Dan juga faktor
lainnya adalah karena perlakuan yang
kurang sesuai dengan terdapat pada
prosedur dan juga alat yang kurang
memadai dan steril.
DAFTAR PUSTAKA Aktif Fitofarmaka. Pacific Journal.
Duke, N.C. 2006. Australia’s Mangroves: Juli 2009. Vol 1 (4):489
The authoritative guide to
Australia’s mangrove plants.
Brisbane: University of Queensland Springob and Kutchan. 2009. Introduction
Harborne, J.B.1987.Metode Fitokimia to the Different Classes of Natural
Penuntun Cara Modern Menganalisis Products. Eds. A. E. Osbourn:
Tumbuhan, diterjemahkan oleh Springer.
Padmawinata, K. Bandung : ITB
Wijayanti, E.D. 2008. Pengaruh Pemberian
Ekstrak Daun Api-api (Avicennia
Hanson, J. R. 2011. Natural Products: The marina) Terhadap Resorpsi Embrio,
Secondary Metabolites. University Berat Badan dan Panjang Badan
Janin Mencit (Mus
of Sussex: Inggris Musculus). Fakultas Kedokteran
Hewan Universitas Airlangga.
Simbala, H.E.I., 2009. Analisis Senyawa Vol. 1 – No. 1 / January-2008

Alkaloid Beberapa Jenis.


Tumbuhan Obat sebagai Bahan
LAMPIRAN
No. Dokumentasi Kegiatan Keterangan

1. Pereaksi Meyer

2. H2SO4 2N

Ekstrak kulit batang


3.
Avicennia sp.

4. Hasil Uji Alkaloid