Anda di halaman 1dari 22

PERSETUJUAN

Laporan pendahuluan pada pasien dengan Kanker Serviks (Ca Serviks) di Ruang
Dahlia RSD dr. Soebandi Jember telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2018 di
Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember.

Jember, Juli 2018

Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

……………………………………….. ………………………………………..
…………………………………. NIP ………………………………….

Mengetahui,
Kepala Ruangan Dahlia

………………………………………..
NIP ………………………………….
PERSETUJUAN

Asuhan Keperawatan pada pasien Ny.P P2002 dengan Kanker Serviks (Ca Serviks)
di Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember telah dilaksanakan pada tanggal 09-11
Juli 2018 di Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember.

Jember, Juli 2018

Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

……………………………………….. ………………………………………..
…………………………………. NIP ………………………………….

Mengetahui,
Kepala Ruangan Dahlia

………………………………………..
NIP ………………………………….
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER

PENGKAJIAN GANGGUAN REPRODUKSI

Rumah Sakit : RSD dr. Soebandi Jember


Ruangan : Ruang Dahlia
Tgl. / Jam MRS : 03 Juli 2018/ Jam 00.30 WIB
Dx. Medis : Ca Serviks IIB + Suspek CKD + Anemia
No. Reg. : 2188xx
Tgl/Jam Pengkajian : 9 Juli 2018/ Jam 19.00 WIB

I. IDENTITAS PASIEN
Nama Klien : Ny.P Nama Suami : Tn. M
Umur : 53 tahun Umur : 61 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Madura Suku : Madura
Pendidikan : Tidak Sekolah Pendidikan : SD
Pekerjaan : karyawan pabrik Pekerjaan : Pedagang tembakau
tembakau
Penghasilan : ± Rp 1.500.000` Penghasilan : ± Rp 1.000.000
Gol. Darah : A+ Gol. Darah :-
Alamat : Ambulu, Jember Alamat : Cangkring Patrang

II. RIWAYAT KESEHATAN


1. Keluhan Utama
Pasien mengeluh merasakan nyeri di perut yang tembus hingga jalan lahir
dan juga pinggang, nyeri bertambah saat bergerak, nyeri hilang timbul,
skala nyeri 4.

2. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengatakan sudh sejak tiga tahun yang lalu menderita kanker
serviks. Pasien telah menjalani terapi radiokatif dan 7x kemoterapi di
Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya secara lengkap. Namun, sejak tiga
minggu yang lalu pasien kembali mengeluhkan nyeri pada perut bawah
sampai ke jalan lahir. Keluarga pasien mengatakan pasien dicurigai masih
menderita keganasan sehingga harus dirawat inap. pasien masuk di Ruang
Dahlia pada 3 Juli 2018 pukul 2018 melalui IGD, di IGD pasien dipasang
infus, Dower Catheter dan memperoleh terapi pengobatan. Pukul 00.30
WIB, pasien masuk ke Ruang Dahlia, ke ruang perawatan Ginekologi.

3. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien mengatakan sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi, namun
tidak memiliki riwayat Diabetes Mellitus, asma maupun penyakit menular
seperti TB.

4. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
kanker seperti pasien saat ini. Pasien mengatakan anggota keluarganya
(ayah dan ibunya) memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, tidak
memiliki riwayat kencing manis dan asma.

5. Riwayat Psikososial
Pasien mengatakan bahwa saat pasien dan suami diberikan informasi
mengenai kondisinya saat ini, pasien merasa bingung dan kaget karena
pasien sudah menjalani terapi dengan lengkap untuk kanker nya. Pasien
hanya bisa pasrah menerima kondisi yang dialaminya sekarang apalagi
saat ini muncul keluhan baru yaitu air kencing yang susah keluar. Pasien
dan suami telah dijelaskan bahwa kemungkinan organ ginjal pasien juga
mengalami masalah. Pasien mengatakan berkat dukungan dari suaminya
yang selalu menemani pasien, pasien merasa lebih tenang untuk menjalani
hari-harinya untuk pengobatan.

6. Pola-Pola Fungsi Kesehatan


a. Pola Persepsi dan Tata Laksana Hidup Sehat
Pasien mengatakan sehat itu penting untuk dapat melakukan aktivitas
sehari-hari. Pasien mengatakan jika ada keluhan sakit atau masalah
pada kesehatan biasanya datang ke pelayanan kesehatan untuk
memeriksakan diri, pasien biasanya langsung pergi ke dokter praktek
swasta atau ke rumah sakit. Pasien mengatakan pasien suka
mengkonsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, ikan, segala
makanan. Pasien mengatakan bahwa ia tidak merokok dan kurang
menjaga kebersihan bagian kemaluannya.
b. Pola Nutrisi
Pasien mengatakan semakin hari semakin berkurang nafsu makannya.
Apalagi sejak dirawat dirumah sakit. Pasien merasa tidak nyaman dan
sehari-hari hanya makan 3-4 suap makan. Pasien mengatakan tidak
merasamual maupun untah namun tetap tidak nafsu untuk makan.
c. Pola Aktivitas
Sebelum sakit: pasien mengatakan aktivitas sehari-hari dapat
dilakukan secara mandiri, yaitu bekerja sebagai karyawan di sebuah
pabrik rokok, ketika dirumah pasien yang hanya tinggal berdua
dengan suami sepulang kerja membersihkan rumah, memasak, dan
sebagainya selayaknya ibu rumah tangga ketika dirumah. Di hari libur
pasien kadang-kadang berjalan-jalan di lingkungan sekitar rumahnya.
Pasien tidak pernah berolahraga atau mengikuti kegiatan peningkatan
kebugaran tubuh seperti senam.
Saat sakit: pasien mengatakan masih dapat melakukan aktivitas harian
seperti biasa, namun dengan bantuan minimal dari suami karena
pasien yang masih merasa lemas
Aktivitas Harian (Activity Daily Living)
Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan / minum V
Toileting V
Berpakaian V
Mobilitas di tempat tidur V
Berpindah V
Ambulasi / ROM V
Keterangan : 0: tergantung total, 1: dibantu petugas dan alat, 2:
dibantu petugas, 3: dibantu alat, 4: mandiri

d. Pola eliminasi
BAK
Karakteristik Sebelum MRS Saat di RS
- Frekuensi 2-3x/hari -
- Jumlah Keluar sedikit sedikit 5 cc/24jam
- Warna Kuning jernih Merah kehitaman
- Bau khas urine -
- Karakter - -
- BJ - -
- Alat Bantu tidak ada Dower catheter
- Kemandirian Mandiri Dibantu alat
Pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit, ketika BAK
sudah merasa nyeri pada saluran kemih ketika akan BAK.

BAB
Karakteristik Sebelum MRS Saat Sakit
- Frekuensi ±1 x/hari 3-4 x/hari
- Jumlah Normal seperti jumlah ±200 cc
BAB biasa
- Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
- Bau khas feses khas feses
- Karakter lunak Lebih cair + ampas
- BJ - -
- Alat Bantu tidak ada tidak ada
- Kemandirian Mandiri Dibantu keluarga
e. Pola persepsi sensori
- Fungsi Kognitif dan Memori :
Pasien mampu mengingat kejadian dimasa lalu saat dilakukan
pengkajian salah satunya yaitu pasien mampu menceritakan riwayat
penyakitnya sekarang dan dahulu, dan riwayat penyakit keluarganya.
- Fungsi dan keadaan indera :
 Mata: tidak terdapat ikterik, konjungtiva Pucat, pupil isokor dengan
diameter 3mm/3mm, reflek cahaya positif, pasien mengatakan
tidak memiliki gangguan penglihatan.
 Hidung: normal dapat mencium bau, tampak bersih (tidak ada
sekret)
 Telinga: pasien mampu mendengar suara perawat saat dilakukan
pengkajian, tidak terdapat pembengkakan, bentuk simetris, tampak
bersih (tidak ada serumen).
 Pengecap: tidak terdapat deviasi lidah, simetris, lidah tampak
bersih, bau mulut negatif, kulit bibir pucat.
 Peraba: dalam batas normal, pasien dapat membedakan ujung
tumpul dan runcing.

f. Pola persepsi diri


1. Gambaran diri: Pasien menyukai semua bagian tubuhnya. Pasien
mengatakan selalu bersyukur telah diberi tubuh yang sempurna.
2. Identitas diri: Pasien merupakan seorang istri bagi suaminya, dan
seorang ibu bagi anak-anaknya.
3. Harga diri: Pasien mengatakan tidak malu dengan penyakitnya saat
ini.
4. ideal Diri: pasien ingin menjadi seorang ibu dan istri yang baik
bagi suaminya, yang dapat berkumpul dengan keluarga di rumah
dalam keadaan sehat.
5. Peran Diri: sebelum sakit dan saat sakit, peran pasien dalam
keluarga adalah sebagai seorang istri dan ibu yang mengurus
keperluan rumah tangganya, tidak ada perbedaan saat sakit dan
sebelum sakit.

g. Pola Hubungan dan Peran


Peran pasien dalam keluarga adalah sebagai seorang ibu bagi anak-
anaknya dan istri bagi suaminya. Hubungan pasien dengan
keluarganya baik, rukun, dan harmonis.

h. Pola seksualitas & reproduksi


Pasien sudah menikah dengan seorang suami selama 35 tahun dan
memiliki 2 orang anak. Pasien mengatakan sebelumnya pernah hamil
dan melahirkan 2 kali di dukun. Anak pertama berusia 34 tahun, anak
kedua berusia 27 tahun. Pasien mengatakan pertama kali melakukan
hubungan senggama dengan suaminya pada usia 18 tahun. Saat ini
pasien sudah mengalami menopause sejak 3 tahun yang lalu

i. Pola manajemen koping-stres


Sebelum sakit dan saat sakit, pasien biasanya bercerita kepada
suaminya apapun yang sedang di alami pasien. Pasien mengatakan
sering berdiskusi jika ada masalah. Pasien merasa bersyukur memiliki
suami seperti suaminya untuk berbagi kisah hidup yang dapat saling
memberikan dukungan

7. Riwayat Obstetrik
a. Riwayat Menstruasi
- Menarche: pertama kali umur ±13 tahun.
- Lamanya: sebelumnya lama menstruasi sekitar 5-7 hari
- Siklus: teratur tiap bulan
- Dismenorhe: pasien mengatakan biasanya mengalami nyeri saat
haid (menstruasi)
- Keputihan: pasien mengatakan saat ini tidak mengalami keputihan
b. Riwayat Perkawinan
Pasien mengatakan bahwa pasien menikah hanya satu kali selama 35
tahun ini, yaitu dengan suami yang saat ini selalu berada
disampingnya

c. Riwayat Kehamilan dan Persalinan


Data Ibu Data Anak
Hamil Tgl/bln/Th Tempat Usia Jenis Penolong Keadaan
Penyulit JK BB
Partus Partus Kehamilan Persalinan persalinan anak
1 Tahun Rumah 9 bulan normal Dukun Tidak L 3,2 hidup
1984 penolong ada
2 Tahun Rumah 9 bulan normal Dukun Tidak L 3,3 hidup
1991 penolong ada
Selama hamil kedua anaknya, pasien rutin setiap bulan periksa ke
bidan namun ketika melakukan persalinan pasien pergi ke dukun
dengan alasan finansial. Setelah bersalin, pasien maupun anaknya
tidak ada yang mengalami tanda-tanda infeksi. Pasien mengatakan
kedua anaknya tidak pernah mendapatkan imunisasi sejak kecil.

d. Riwayat Penggunaan Kontrasepsi


Pasien mengatakan pernah menggunakan KB pil 21 tahun, dan
menggunakan kb suntik 9 tahun dan saat ini pasien menggunakan KB
susuk.

8. Riwayat Ginekologi
Pasien mengatakan sebelumnya tidak memiliki penyakit pada
kandungannya selain penyakit yang saat ini dideritanya.

9. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kondisi umum cukup, kesadaran Composmentis GCS: 4-5-6
Tanda vital:
- Tekanan Darah : 150/90mmHg
- Nadi : 82x/menit
- RR : 20x/menit
- Suhu : 36,5oC
- LLA : 24,5 cm
- %LLA : 81,95% (status gizi kurus)

a. Kepala
Inspeksi:Bentuk kepala oval, simetris, wajah simetris, tidak tampak
benjolan abnormal dan pembengkakan pada wajah, warna wajah sama
dengan warna kulit yang lain (sawo matang).
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal pada kepala dan wajah, tidak
ada nyeri tekan.

b. Mata
Inspeksi: pupil isokor diameter 3mm/3mm, reflek cahaya posistif,
sklera putih, konjungtiva anemis, bulu mata rata dan hitam, tidak
adanya kelainan bentuk.
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal pada kedua mata, tidak ada
nyeri tekan

c. Telinga
Inspeksi: telinga simetris, bersih tanpa serumen, warna sama dengan
kulit lainnya, tidak tampak lesi.
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal pada kedua telinga, tidak ada
nyeri tekan

d. Hidung
Inspeksi: tidak tampak pernapasan cuping hidung, tulang hidung
simetris, lubang hidung bersih, tidak terdapat luka/lesi
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan
e. Mulut
Inspeksi: mukosa bibir kering tampak pucat, tidak tampak lesi,tidak
tampak sianosis, lidah tampak bersih, simetris, gigi bersih.

f. Leher
Inspeksi:leher simetris, warna sama dengan kulit lainnya, tidak tampak
pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan.

g. Dada
• Paru-paru
Inspeksi:bentuk dada normal, simetris, tidak tampak menggunakan
otot-otot bantu pernapasan (intercostae), frekuensi pernapasan
20x/menit, tidak tampak jejas di dada, tidak tampak adanya batuk.
Palpasi: tidak teraba benjolan atau massa, tidak ada nyeri tekan, vokal
fremitus +/+
Perkusi: suara paru sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi: irama napas teratur, vesikuler pada kedua sisi paru, tidak
ada suara napas tambahan wheezing pada kedua lapang paru, tidak ada
stridor, tidak ada ronkhi.

• Jantung
Inspeksi: dada simetris, tidak tampak jejas, ictus cordis tidak tampak
Palpasi: tidak teraba benjolan atau massa abnormal, tidak ada nyeri
tekan, ictus cordis teraba
Perkusi: pekak pada ICS 4 hingga 5 midklavikula
Auskultasi: suara jantung S1S2 tunggal, tidak ada suara jantung
tambahan
h. Payudara
Inspeksi: bentuk simetris, tidak ada lesi, tidak ada kelainan bentuk,
puting menonjol
Palpasi: tidak ada benjolan atau massa abnormal, tidak ada nyeri tekan

i. Abdomen
Inspeksi: bentuk abdomen simetris, flat, tidak ada luka/jejas, tidak
tampak benjolan abnormal, tidak ada striae
Auskultasi: Bising usus (+), ± 8x/menit
Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, terdapat nyeri tekan
pada perut bawah dan bagian pinggang
Perkusi: timpani

j. Genital/urogenital
Inspeksi: terpasang selang kateter.
Palpasi: ada nyeri tekan vesika urinaria

k. Ekstremitas
Inspeksi : tidak tampak luka/jejas, ekstremitas atas dan bawah simetris,
tidak tampak deformitas, tidak tampak benjolan abnormal, warna kulit
sama dengan kulit lainnya, kedua kaki pasien terlihat oedem
Palpasi: tidak teraba benjolan abnormal, akral ekstermitas hangat, tidak
ada krepitasi, tidak ada nyeri tekan, CRT < 2 detik
Kekuatan otot
4444 4444
4444 4444
III PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Laboratorium
Hasil
Jenis Nilai normal (rujukan)
No (hari/tanggal)
pemeriksaan
Nilai Satuan Rabu, 04 Juli 2018 Minggu, 08 Juli 2018 Senin, 09 Juli 2018
1. Hematologi Lengkap (HLT)
Hemoglobin 12-16 gr/dL 10,6 - 9,3
Leukosit 4,5-11,0 109/L 10,4 - 10,4
Hematokrit 41-53 % 31,2 - 27,9
Trombosit 150-450 109/L 450 - 362
2. Faal hati
SGOT 10-35 U/L(370C) 30 - -
SGPT 9-43 U/L(370C) 19 - -
Albumin 3,4-4,8 gr/dL 2,9 - -
3. Elektrolit
Natrium 135-155 mmol/L 123,9 132,2 -
Kalium 3,5-5,0 mmol/L 4,84 5,33 -
Chloride 90-110 mmol/L 93,7 101,5 -
Calsium 2,15-2,57 mmol/L 2,04 - -
Magnesium 0,77-1m93 mmol/L 1,13 - -
Fosfor 0,84-1,45 mmol/L 2,50 - -
4. Faal ginjal
Kreatinin serum 0,5-1,1 mg/dL 10,9 - -
BUN 6-20 mg/dL 67 - -
Urea 12-43 mg/dL 143 - -
AsamUrat 2,0-5,7 mg/dL 9,5 - -
5. Serologi-Imunologi
Hbs-Ag Kualitatif Negatif - Negatif -
2. USG

Interpretasi:
a. Vesika urinaria terisi cukup
b. Tampak uterus ante fleksi, tampak sisa jaringan

3. Foto Thorax

Interpretasi:
a. Cor: besar dan bentuk normal
b. Pulmo: tak tampak infiltrate, kedua hilus normal, corakan
bronchovaskuler normal
c. Sinus phrenicocostalis kanan dan kiri tajam
d. Trakea ditengah
e. Hemidiaphragma kanan dan kiri normal berbentuk kubah
f. Sistema tulang baik
Kesan: tak tampak kelainan

IV TERAPI

Tanggal 09 Juli 2018


Terapi Cairan : Renxamin 7 tpm
Terapi Obat : Allopurinol 1x300 mg
Aminefron 3x1
Asam Folat 3x1

Jember, 09 Juli 2018


Mahasiswa,

Nikmatul Khoiriyah
NIM. 122311101175
ANALISA DATA

NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH


1. DS: Masuknya virus Nyeri akut
Pasien mengeluh nyeri di
vagina, nyeri bertambah saat Metaplasia sel
bergerak, nyeri hilang timbul,
Neoplasis intra epithelia
sekala nyeri 4, disertai keluar serviks
darah.
Dysplasia sel
DO:
TD : 150/60mmHg Deferensiasi sel-sel epitel
Nadi : 82x/menit
RR : 20x/menit Sel-sel ganas/karsinoma
Suhu : 36,5oC
Penekanan

Iskemi

Pengeluaran bradikinin
histamin

Penekanan saraf simpatik

Nyeri akut

2 DS : pasien mengatakan Ca Serviks Gangguan


kencing hanya keluar sedikit. eliminasi
Pasien mengeluh sakit pada Penyebaran tumor urin
pinggang.
Pasien mengatakan nyeri Melalui pembuluh darah /
ketika kencing. getah bening

DO: Menginfiltrasi septum,


Urine produksi: 5cc/24 jam rectum. Vagina dan
Terdapat nyeri tekan pada vesika urinaria
perut bawah dan pinggang.
Kreatinin serum:10,9 mg/dL Gangguan eliminasi urine
BUN: 67 mg/dL
Urea: 143 mg/dL
Asam urat: 9,5 mg/dL
3. DS: pasien mengeluh merasa Ca Serviks Keletihan
lemas dan pusing
Penebalan epitel displastik
DO: serviks
Hb 9,3 gr/dL
Hematocrit 27,9% Regresi spontan
Konjungtiva terlihat anemis
Pendarahan

Anemia

Keletihan
4. DS: Masuknya virus Kurang
Pasien mengatakan bahwa pengetahuan
pasien selama tidak Metaplasia sel
mengetahui komplikasi
tentang penyakitnya bila Neoplasis intra epithelia
tidak di lakukan tindakan serviks
lanjut.
Dysplasia sel
DO:
Pasien tampak bingung dan Deferensiasi sel-sel epitel
sering menanyakan tentang
penyakitnya saat ini, karena Sel-sel ganas/karsinoma
pasien sudah merasa lengkap
Kurang informasi
menjalani terapi namun heran
karena masih merasa nyeri Kurang pengetahuan
kembali
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Daftar Diagnosa Keperawatan (sesuai prioritas):


Tanggal Tanggal
No Diagnosa
Perumusan Pencapaian
1 Nyeri Akut berhubungan dengan
09 Juli 2018
Proses penyakit
2 Gangguan eliminasi urin berhubungan
dengan infiltrasi kanker pada traktus 09 Juli 2018
urinarius
3 Keletihan berhubungan dengan anemia 09 Juli 2018
4 Kurang pengetahuan berhubungan
09 Juli 2018
dengan terbatasnya informasi
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


1 Nyeri Akut NOC NIC
berhubungan dengan 1. Pain level Pain management
proses penyakit 2. Pain control
3. Comfort level 1. Mengkaji nyeri pasien dengan PQRST
P= factor penambah dan, pengurang nyeri, Q= kualitas atau
Indikator: jenis nyeri, R = regio atau daerah yang mengalami nyeri, S =
1. Mampu mengontrol nyeri skala nyeri, T = waktu dan frekuensi nyeri).
2. Melaporkan bahwa nyeri berkurang 2. Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi pasien
dengan menggunakan manajemen nyeri terhadap nyeri.
. 3. Memberikan posisi yang nyaman, tidak bising, ruangan
3. Mampu mengenali nyeri (skala, terang, dan tenang.
intensitas, frekuensi dan tanda nyeri) 4. Biarkan pasien melakukan aktivitas yang disukai dan alihkan
4. Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri perhatian pasien pada hal lain.
berkurang 5. Kolaborasi pemberian obat
5. Tanda vital dalam rentang normal
2 Gangguan eliminasi Tujuan: Setelah diberikan asuhan 1. Catat keluaran urine, selidiki penurunan / penghentian aliran
keperawatan selama 3 x 24 jam, eliminasi urine tiba-tiba
urin berhubungan
2. Kaji pola berkemih (frekuensi dan jumlahnya). Bandingkan
urine pasien kembali normal (adekuat)
dengan infiltrasi haluaran urine dan masukan cairan serta catat berat jenis
Kriteria Hasil : urine
kanker pada traktus 1. Tidak terjadi hematuria 3. Observasi dan catat warna urine. Perhatikan ada / tidaknya
urinarius 2. Tidak terjadi inkontinensia urine hematuria
3. Tidak terjadi disuria 4. Observasi adanya bau yang tidak enak pada urine (bau
4. Jumlah output urine dalam batas abnormal)
5. Dorong peningkatan cairan dan pertahankan pemasukan
normal ( ± 0,5 - 1 cc / kgBB / jam) akurat
6. Awasi tanda vital. Kaji nadi perifer, turgor kulit, pengisian
kapiler, dan membran mukosa
7. Kolaborasi: Siapkan untuk tes diagnostik, prosedur
penunjang sesuai indikasi
8. Kolaborasi: Pantau nilai BUN dan kreatinin
3 Keletihan Tujuan: menghilangkan/mengurangi NIC
keletihan yang dirasakan klien dalam 3x24 Manajemen energi:
berhubungan dengan
jam 1. Observasi tanda-tanda vital
proses penyakit Kriteria hasil: 2. Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukam
- Memverbalisasi peningkatan energi aktivitas
3. Kaji faktor yang menyebabkan kelelahan
dan merasa lebih baik
- Menjelaskan penggunaan energi
KOLABORASI:
untuk mengatasi kelelahan
4. Pemberian asupan makanan yang berenergi tinggi dengan
- Kualitas hidup meningkat
ahli gizi
- TTV dalam batas normal
5. Pemberian medikasi untuk meningkatkan Hb seperti
transfusi darah
4 Kurang pengetahuan NOC: NIC :
berhubungan dengan Pengetahuan tentang penyakit dan 1. Kaji pengetahuan klien tentang penyakitnya dan prosedur
terbatasnya informasi prosedur operasi tindakan
Kriteria hasil: 2. Jelaskan tentang proses penyakit (tanda dan gejala),
a. Pasien mampu menjelaskan kembali identifikasi kemungkinan penyebab. Jelaskan kondisi tentang
tentang penyakit klien
b. Pasien mengenal kebutuhan operasi 3. Jelaskan tentang prosedur tindakan
tanpa cemas 4. Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin digunakan
untuk mencegah komplikasi
5. Eksplorasi kemungkinan sumber yang bisa digunakan/
mendukung
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI TINDAKAN KEPERAWATAN

WAKTU NO. IMPLEMENTASI PARAF EVALUASI


DX
09 Juli 1 1. Mengkaji nyeri pasien dengan PQRST S: pasien mengatakan nyerinya cukup berkurang
2018 2. Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi dari skala 4 menjadi terkontrol
reaksi pasien terhadap nyeri. O:
3. Mengajarkan dan mengajarkan pasien TD:150/70mmHg
melakukan teknik relaksasi nafas dalam Nadi : 80x/menit
4. Kolaborasi pemberian antinyeri Antrain 3x1 RR: 20x/menit
IV. Suhu: 36,5oC
- terdapat nyeri tekan
A: masalah teratasi sebagia
P: Lanjutkan intervensi, anjurkan rutin kontrol jika
terdapat keluhan

09 Juli 3 1. mengkaji pengetahuan klien tentang S: pasien mengatakan bahwa sudah cukup
2018 penyakitnya dan prosedur tindakan mengerti tenta penyakitnya dan prosedur tidakan
2. menjelaskan tentang proses penyakit (tanda yang akan dilakukan
dan gejala), identifikasi kemungkinan O:
penyebab TD:150/70mmHg
3. mendiskusikan perubahan gaya hidup yang Nadi : 80x/menit
mungkin digunakan untuk mencegah RR: 20x/menit
komplikasi Suhu: 36,5oC
- pasien tidak tampak bingung
- A: masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi, anjurkan rutin kontrol jika
terdapat keluhan