Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nilai Optimum Fungsi Objektif dengan Uji Titik Pojok dari Sistem
Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
Kelas X SMK Semester Ganjil

Untuk memenuhi tugas PPG Dalam Jabatan Matematika Tahap II


Universitas Negeri Semarang
Tahun 2018/2019

DisusunOleh

Nama : Ika Sri Widyaningrum, S.Pd

Kelas :B

Username : 18032218010087
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMK Bina Nusantara Ungaran


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Nilai Optimum fungdi Objektif dengan Uji Titik Pojok dari SPTLDV
Alokasi Waktu : 2 JP (2x 45 Menit)

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3 Menentukan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata
KI 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.4 Menentukan nilai maksimum dan 3.4.3 Menentukan nilai optimum (nilai maksimum
minimum persamasalahan kontekstual dan minimum) fungsi objektif dengan uji titik
yang berkaitan dengan program linear pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua
dua variabel variabel
4.4 Menyelesaikan masalah kontekstual 4.4.1. Menyelesaikan masalah kontekstual yang
yang berkaitan dengan program linear berkaitan dengan nilai optimum (nilai
dua variabel. maksimum dan minimum) fungsi objektif
dengan uji titik pojok dari sistem
pertidaksamaan linear dua variabel

Karakter yang ingin dikembangkan: tanggungjawab dan kerjasama


C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan saintifik, metode diskusi dan tanya jawab (mengembangkan keterampilan
kerjasama dan jujur, serta model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan
LKPD dan powerpoint pada materi penyelesaian hubungan sudut pusat dengan panjang busur,
diharapkan peserta didik dapat:
3.7.4. Menentukan nilai optimum (nilai maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan uji
titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel
4.4.3. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan nilai optimum (nilai
maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem
pertidaksamaan linear dua variabel

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
nilai optimum (nilai maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem
pertidaksamaan linear dua variabel (lampiran 1)
2. Materi Pembelajaran Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisa penilaian,
guru memberikan kegiatan pembelajaran remedial antara lain dalam bentuk sebagai
berikut.
a. Pembelajarn ulang yang dilaksanakan pada jam inti
b. Bimbingan perorangan dengan mengambil waktu di luar jam inti pembelajaran,
misalnya jam istirahat atau pulang sekolah.
c. Penugasan dengan memberikan permasalahan yang disesuiakn dengan tingkat
kesulitan peserta didik.
d. Pemanfaatan tutor sebaya
3. Materi Pembelajaran Pengayaan
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah pesera didik diketahui telah mencapai KBM
berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai KBM berdasarkan hasil PTS dan PAS
umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan
sekali. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian. Materi
pengayaannya yaitu pemberiaan soal-soal olimpiade mengenai nilai optimum (nilai
maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintific (Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar
dan mengkomunikasikan)
2. Model : Problem Based Learning
Sintak model pembelajaran Problem Based Learning
adalah
a. Orientasi peserta didik pada masalah
b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
c. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
3. Metode : diskusi dan tanya jawab

F. Media Pembelajaran
Media : LKPD, PPT
Alat : LCD, laptop, spidol

G. Sumber Belajar
1. Kasmina, Toali, 2018.Matematika untuk SMK/SMA kelas X. Jakarta : PT. Gelora Aksara
Pratama.
2. Internet

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan peserta didik Model PBL
Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru menyiapkan kondisi fisik dan psikis peserta didik agar
siap menerima pelajaran., seperti :
a. Meminta perwakilan peserta didik untuk memimpin doa
b. Mengatur tempat duduk supaya rapi
c. Melihat kebersihan disekeliling tempat duduk jika ada
sampah diminta untuk membuang.
d. Menanyakan kesehatan peserta didik
e. Memeriksa kehadiran peserta didik
f. Mengeluarkan buku paket dan buku tulis matematika
Kegiatan peserta didik Model PBL
g. Menanyakan PR
2. Guru menyampaikan motivasi agar peserta didik semangat
dan fokus untuk belajar dengan mengikuti ucapan guru
dengan menayangkan video di depan kelas.
3. Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengetahuan peserta didik dengan materi sebelumnya
yakni tentang persamaan garis lurus dengan bertanya :
a. Masih ingatkah kalian langkah-langkan menentukan
daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua
variabel? Sebutkan!
b. Masih ingatkah kalian menentukan nilai dari suatu fungsi
jika diketahui nilai x dan y?
4. Guru menyampaikan, kompetensi dasar, indikator dan tujuan
pembelajaran (slide 3 PPT)
5. Guru menyampaiakan manfaat materi nilai optimum SPTLDV
dalam kehidapan sehari-hari (buku siswa halaman 72 dan
slide 4)
6. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu
a. Peserta didik duduk berkelompok
b. Peseta didik berdiskusi dengan kelompok
c. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
d. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil diskusi
dan presentasi
e. Peserta didik mengerjakan kuis
Model Problem
Kegiatan Inti (60 Menit)
Based Learning
1. Guru memberikan informasi berupa permasalahan yang Fase 1
berkaitan dengan materi nilai optimum (nilai maksimum dan Orientasi peserta
minimum) fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem didik pada masalah
pertidaksamaan linear dua variabel
2. Peserta didik mengamati permasalahan yang telah diberikan
dan mencoba menganalisis permasalahan tersebut.
(mengamati)
3. Pesera didik menanyakan tentang masalah yang telah
diamati. Seperti :
a. Bagaimana cara menentukan titik uji?
b. Bagaimana cara mentukan nilai optimum?
(menanya)
4. Guru mengelompokkan peserta didik yang terdiri dari 4 Fase 2
peserta didik, dan meminta mereka untuk menamai Mengorganisasikan
kelompok dengan nama bangun datar. peserta didik untuk
belajar
5. Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok
6. Guru meminta setiap kelompok menyelesaikan masalah yang
ada dalam LKPD.
7. Peserta didik mengidentifikasi permasalahn yang ada dan Fase 3
membuat hipotesis terkait nilai optimum (nilai maksimum dan
Membimbing
minimum) fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
Kegiatan peserta didik Model PBL
8. Guru menjelaskan masalah yang belum dipahami oleh pesera penyelidikan
didik dan memberikan arahan peserta didik untuk individu dan
mengerjakan LKPD sesuai dengan alokasi waktu dengan
kelompok
kerjasama dan tanggungjawab.
9. Peserta didik mengumpulkan informasi untuk dapat Fase 4
menentukan nilai optimum (nilai maksimum dan minimum) Mengembangkan
fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan dan menyajikan hasil
linear dua variabel dari berbagai sumber yaitu buku peserta
karya
didik, internet atau sumber lain yang mendukung.
(mengumpulkan informasi)
10. Pesera didik bekerja sama untuk menghimpun berbagai
konsep seperti menentukan daerah penyelesaian.
11. Guru memantau dan membimbing kelompok yang
mengalami kesulitan.
12. Pesera didik berdiskusi bersama kelompok untuk
memecahkan permasalahan yang diberikan dengan cara
menghubungkan unsur-unsur yang ditemukan dari hasil
kegiatan mengumpulkan informasi. (menalar)
13. Pesera didik menyelesaikan tugas di LKPD (menalar)
14. Pesera didik bertanya tentang tugas yang belum dipahami
dan belum dimengerti untuk dikerjakan. (menanya)
15. Guru berperan sebagai fasilitator, yaitu memberikan bantuan
berkaitan dengan kesulitan yang dialami pesera didik dalam
menyelesaikan masalah yang ada dalam LKPD baik individu,
kelompok atau klasikal.
16. Guru memilih salah satu kelompok secara random untuk
mempresentasikan tugas dari hasil pekerjaannya.
17. Kelompok yang ditunjuk mempersentasikan hasil diskusi
kelompoknya. (mengkomunikasikan)
18. Peserta didik mengamati presentasi yang disajikan oleh
kelompok yang telah ditunjuk oleh guru.(mengamati)
19. Guru memberi kesempatan kepada anggota lain kelompok
lain menanggapai mengenai hasil diskusi kelompok yang
mempresentasikan.
20. Peserta didik menanyakan apabila ada jawaban yang tidak
sesuai dengan hasil kerja kelompoknya. (menanya)
21. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang
mempresentasikan tugasnya untuk menanggapi pertanyaan
dari kelompok lain.
22. Kelompok yang mempresentasikan menanggapi pertanyaan
atau komentar kelompok lain
23. Pesera didik menanyakan apabila masih ada yang belum
dimengerti mengenai LKPD yang telah dijelaskan.
(menanya)
Kegiatan peserta didik Model PBL
24. Guru memberikan informasi dan klarifikasi terhadap
pertanyaan dan jawaban peserta didik
25. Pesera didik mengamati penjelasan yang diberikan
guru.(mengamati)
26. Guru Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
27. Guru membimbing peserta didik membuat kesimpulan hasil Fase 5
dari pertemuan hari ini (slide 15) Menganalisi dan
28. Guru meminta pesera didik untuk membuat rangkuman
mengevaluasi proses
dibuku tulis dari materi pelajaran yang telah dipelajari saat
ini. pemecahan masalah
29. Guru memberikan evaluasi hasil belajar dalam bentuk kuis
kepada peserta didik untuk dikerjakan mandiri dengan
tanggung jawab (slide 16)
30. Pesera didik mengerjakan secara individu evaluasi yang
diberikan guru.(mencoba)
Penutup (10 Menit)
1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran
yang telah dilakukan dengan menanyakan
“Bagaimanakah menurut kalian pembelajaran hari ini?
“Apakah menyenangkan?”
“Apakah kalian mengerjakan tugas kelompok dengan
kerjasama dan tanggungjawab?”
“Bagaimana soal kuisnya, mudah atau sulit?”
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mengerjakan tugas
rumah pada soal di buku siswa halaman 92 no 1a, 1b dan 1c.
3. Guru menutup pelajaran dengan berdoa dan salam.

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Penilaian Sikap
Mengamati kegiatan peserta didik pada saat kegiatan monitoring pada jurnal sikap
2. Penilaian Pengetahuan
Menggunakan tes tertulis berupa kuis dan tugas rumas
3. Penilaian Keterampilan
Menggunakan instrumen penilaian untuk menilai hasil presentasi peserta didik pada saat
kegiatan presentasi
Ungaran, 13 November 2018
Mengetahui
Kepala SMK Bina Nusantara Ungaran Guru Mata Pelajaran

Drs. Sugiyono M.M Ika Sri widyaningrum, S.Pd

Catatan Kepala Sekolah


............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
Lampiran 1
BAHAN AJAR

Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan Linear Dua Variabel

Kompetensi dasar
3.4 Menentukan nilai maksimum dan minimum persamasalahan kontekstual yang berkaitan dengan
program linear dua variabel
4.4 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.4 Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksmaan linear dua variabel
4.4.4. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan himpunan penyelesaian
pertidaksmaan linear dua variabel

Petunjuk Penggunaan

Untuk mempelajari bahan ajar ini, hal-hal yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut.
1. Untuk mempelajari bahan ajar ini haruslah berurutan, karena materi yang mendahului
merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
2. Pahamilah contoh-contoh soal yang ada, dan kerjakanlah semua soal latihan yang ada. Jika
dalam mengerjakan soal anda menemui kesulitan, kembalilah mempelajari materi yang terkait.
3. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Jika anda menemui kesulitan dalam mengerjakan soal
evaluasi, kembalilah mempelajari materi yang terkait.
4. Jika anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat anda pecahkan, catatlah, kemudian tanyakan
kepada guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan
materi bahan ajar ini. Dengan membaca referensi lain, anda juga akan mendapatkan
pengetahuan tambahan.

Ayo Mengamati

Menentukan Nilai Optimum dari Fungsi Tujuan

Metode grafik dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah program Linear yang sederhana.
Program Linear yang sederhana adalah program linear yang bentuk model matematikanya
berbentuk sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan fungsi linear dua variabel.
Nilai Optimum didapat dari nilai fungsi tujuan yang berupa nilai maksimum atau nilai minimum.
cara untuk menyelesaikannya yaitu :
1. Metode uji titik pojok atau dengan mensubstitusikan koordinan titik-titik sudut dalam daerah
penyelesaian terhadap fungsi tujuan.
2. metode garis selidik.

Menentukan Nilai Optimum Fungsi Tujuan dengan Metode Uji Titik Pojok
Untuk menentukan nilai optimum dari fungsi tujuan dengan metode uji titik pokok dapat
diselesaiakn dengan langkah-langkah berikut:
a. Membuat model matematika dari masalah program linear. Model matematika harus memuat
fungsi tujuan (bentuknya fungsi linear dua variabel) dan permasalahannya (bentuknya
pertidaksamaan linear dua variabel) yang harus dipenuhi.
b. Menggambar grafik himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
Lalu menentukan titik pojok pada grafik himpunan penyelesaian.
c. Menghitung nilai fungsi tujuan yang berupa f (x,y) = ax +by untuk masing masing titik pojok
yang telah ditemukan.
d. Setelah menghitung dan hasil perhitungan dari nilai fungsi tujuan, maka nilai maksimum dan
nilai minimun dapat ditentukan. Nilai x dan nilai y yang menyebabkan fungsi tujuan
mencapai nilai optimum juga dapat ditentukan.
e. Mengartikan atau menerjemahkan nilai optimum fungsi tujuan yang diperoleh sebagai hasil
akhir dari masalah program linear.

Contoh :
Sebuah pabrik buku memproduksi buku A dan buku B. Dalam satu pabrik itu paling banyak
memproduksi 1.000 buku. Dari pegawai diperoleh informasi bahwa setiap hari terjual tidak lebih
dari 800 buku A dan 600 buku B. Sedangkan keuntungan yang diperoleh untuk jenis buku A
adalah Rp 100,- dan untuk buku B adalah Rp 150,-. Berapakan keuntungan maksimal yang dapat
diperoleh pabrik tersebut setiap harinya? Hitunglah berapa banyak buku A dan buku B yang
diproduksi pabrik itu setiap harinya?
Jawab:
Misalkan Buku A = x dan Buku b = y.
Fungsi Tujuan : f (x,y) = 100x + 150 y
Fungsi Kendala :
x≥0
y≥0
x≤800
y≤600
x+y≤1.000

Grafik Himpunan Penyelesaian

Gambar Grafik
Titik pojok yang terletak pada grafik himpunan penyelesaian adalah titik O (0,0), K(800,0)
L(800,200) M(400,600) N(0,600).
Nilai Fungsi Tujuan
Titik Pojok (x,y) F (x,y) = 100x + 150y
O (0,0) 0
K (800,0) 80.000
L (800,200) 110.000
M(400,600) 130.000
N(0,600) 90.000

Maka fungsi tujuan F (x,y) = 100x + 150y mencapai nilai maksimum sebesar Rp 130.000,- dan
nilai maksimum dicapai pada titik M (400,600).
Maka dengan permasalahan yang dihadapi, pabrik buku dapat mendapatkan kuntungan maksimal
sebesar Rp 130.000,-. Keuntungan maksimum itu diperoleh jika dalam satu hari pabrik buku
memproduksi buku A sebanyak 400 buku dan 600 buku B.
Lampiran 2
KISI-KISI SOAL KUIS

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Satuan Pendidikan : SMK Bina Nusantara Ungaran


Jumlah Soal :1
Mata Pelajaran : Matematika-Umum
Penyusun : Ika Sri Widyaningrum, S.Pd

No. Kompetensi Dasar Materi Kelas Indikator Soal No.


Urut / Smt Soal

1. 3.4 Menentukan nilai nilai optimum X/ 1 Dapat menyelesaikan 1


maksimum dan (nilai maksimum masalah kontekstual yang
minimum dan minimum) berkaitan dengan nilai
persamasalahan fungsi objektif optimum (nilai maksimum
kontekstual yang dengan uji titik dan minimum) fungsi
berkaitan dengan pojok dari sistem objektif dengan uji titik
program linear pertidaksamaan pojok dari sistem
dua variabel linear dua variabel pertidaksamaan linear dua
4.4 Menyelesaikan variabel
masalah
kontekstual yang
berkaitan dengan
program linear
dua variabel.
Lampiran 3

INSTRUMEN SOAL KUIS

Satuan Pendidikan : SMK Bina Nusantara Ungaran


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Sem : X/1
Kompetensi Dasar : 3.4.Menentukan nilai maksimum dan minimum persamasalahan
kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel
4.4. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
program linear dua variabel.
Indikator : 3.4.3.Menentukan nilai optimum (nilai maksimum dan minimum)
fungsi objektif dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan
linear dua variabel
4.4.2.Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan nilai
optimum (nilai maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan
uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel
Materi : Nilai optimum (nilai maksimum dan minimum) fungsi objektif dengan
uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel

1. Unit produksi SMK N 6 Surabaya bekerjasama dengan jurusan dalam melakukan


kegiatan produksinya. Kegiatan produksi tersebut banyak melibatkan siswa, dan hasil
produksi di jual dilingkungan sekolah. Misalnya, dalam memproduksi dua jenis roti (roti
pia kacang ijo dan roti muffin). Untuk membuat roti pia kacang ijo membutuhkan 250
gram tepung terigu dan 50 gram gula putih, sedangkan untuk membuat roti muffin
membutuhkan 250 gram tepung terigu dan 25 gram gula putih. Unit produksi mempunyai
persediaan tepung terigu 20 kg dan gula putih 15 kg. Keuntungan dari penjualan roti pia
kacang ijo Rp 750,00 dan keuntungan roti sosis keju Rp 1000,00. Tentukan tiap-tiap jenis
roti yang harus dibuat supaya didapat hasil keuntungan yang maksimum dan tentukan
pula keuntungan maksimum tersebut.
Lampiran 4
KUNCI JAWABAN DAN RUBRIK PENILAIAN SOAL KUIS

Penyelesaian Skor Skor


maksimal jawaban
Model Matematika 2

Roti muffin Roti pia kacang ijo Persediaan bahan

Tepung terigu 250 250 20.000

Gula putih 50 25 3400

Keuntungan 500 500

x + y ≤ 80
2
2x + y ≤ 136
2
x x≥0
y y≥0 2
z
2. Grafik pertidaksamaan dan daerah penyelesaiannya

2
Fungsi obyektif : Z = 500x + 500y
1. Titik-titik pojok tidak terletak pada koordinat dengan bilangan
bulat.
2. Nilai fungsi yang memenuhi
Z = 500 (50) + 500 ( 30) = 40.000 2
Total 30

Rumus Nilai :
Nilai Perolehan   (
skor perolehan
 100)
skor maksimal
Lampiran 5

TUGAS RUMAH

1. Tentukan nilai maksimum dan minimum P = 3x + 2y, dari daerah penyelesaian


berikut.

2. Tentukan nilai maksimum dari fungsi obyektif P = 3x + 5y, yang memenuhi sistem
petidaksamaan linier:
x+y≤4
x + 2y ≤ 6
x≥0
y ≥0
3. Tentukan nilai minimum dari fungsi obyektif P = 5x + 7y, yang memenuhi sistem
pertidaksamaan linier:
x + 2y ≥ 8
3x + 2y ≥ 12
x≥0
y≥0

4. Unit Produksi SMK N 6 Surabaya mempunyai persediaan tepung terigu 9 kg dan mentega
5 kg. Dengan persediaan bahan yang ada unit produksi tersebut akan membuat cake
gulung pelagi dan brownis kukus. Untuk membuat cake gulung pelangi membutuhkan
150 gr tepung terigu dan 50 gram mentega, sedangkan untuk brownis kukus
membutuhkan 75 gram tepung terigu dan 75 gram mentega. Keuntungan yang diperoleh
dari hasil penjualan cake gulung pelagi dan brownis kukus masing-masing Rp 5000,00
dan Rp 5000,00. Tentukan tiap-tiap jenis roti yang harus dibuat supaya didapat hasil
keuntungan yang maksimum.
Lampiran 6
JURNAL SIKAP

No Hari/tanggal Nama peserta Catatn perilaku Butir Tindak lanjut TTD


didik sikap peserta didik
1

9.

10
Lampiran 7
RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI

Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….

No Kategori Skor Alasan


1. 3.Apakah terdapat uraian tentangprosedur
penyelesaian yang dikerjakan?
2. Apakah gambar dibuat dengan tepat dan sesuai
dengan konsep?
3. Apakahbahasa yang
digunakanuntukmenginterpretasikanlugas,
sederhana, runtut dan sesuai dengan kaidah
PUEBI?
4. Apakah penyelesaian yang dikerjakan sesuai
dengan konsep yang telah dipelajari?
5. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah
Lampiran 8

APERSEPSI

1. Bagaimana langkah-langkan menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua


variabel?
2. Bagaimana menentukan nilai dari suatu fungsi jika diketahui nilai x dan y?
Lembar Kerja Peserta Didik

Mata Pelajaran : Matematika Anggota Kelompok / No.


……………………………
Absen
Kelas / Sekolah : X SMK BINA Nusantara Ungara
……………………………
Materi Pokok : Nilai Optimum Fungsi Objektif
dengan Uji Titik Pojok SPTLDV ……………………………
Alokasi waktu : 30 menit ……………………………

Petunjuk:

1. Tuliskan nama semua anggota dalam kelompokmu pada kolom yang telah disediakan.
2. Amatilah lembar kerja ini dengan seksama.
3. Lengkapilah setiap langkah penyelesaian pada lembar kerja ini dengan cara berdiskusi dengan teman
sekelompokmu.
4. Tanyakan kepada Guru apabila ada hal yang kurang dipahami.
Kompetensi dasar
3.4 Menentukan nilai maksimum dan minimum persamasalahan kontekstual yang berkaitan
dengan program linear dua variabel
4.4 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel.
Tujuan Pembelajaran
3.4.2. Menentukan nilai maksimum dan minimum (optimum) dengan uji titik pojok dari
sistem pertidaksamaan linear dua variabel
4.4.2. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan nilai maksimum dan
minimum (optimum) dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua
variabel

Ayo Mengingat

Pada waktu SMP, kalian telah belajar cara menghitung nilai sebuah fungsi. Masih ingatkah
kalian cara menghitung nilai fungsi tersebut?
1. Perhatikan fungsi f(x , y) = 3x + 2y, dapatkah kalian mencari nilai fungsi
tersebut, jika diketahui :

a. x = 4 , y = 4
b. x = 5 , y = 1
c. x = 2 , y = 8
Ayo Mengamati

Dalam LKS ini kalian akan diberi suatu masalah, untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu kalian
ikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Ubahlah persoalan verbal ke dalam model matematika (dalam bentuk sistem pertidaksamaan
linier)
2. Buatlah grafik dari sistem petidaksamaan linier
3. Tentukan himpunan penyelesaian (daerah penyelesaian)
4. Tentukan semua titik-titik pojok pada daerah penyelesaian tersebut untuk mencari nilai
maksimum/minimum (optimum)

Masalah

Unit produksi Nusantara Bakery mempunyai modal Rp 1.200.000. Pengurus unit produksi
merencanakan membuat cake nanas dan angel cake. Biaya untuk membuat cake nanas Rp 30.000,00
per Loyang dan angel cake Rp 20.000,00 per Loyang. Keuntungan dari penjualan cake nanas Rp
6.000,00 per loyang dan keuntungan dari penjualan angel cake Rp 4.000,00 per Loyang. Mengingat
kapasitas oven sangat terbatas, maka pengurus hanya bisa membuat sebanyak-banyaknya 50 loyang
cake.

Ayo Mencoba

2. Ubahlah kedalam model matematika (dalam bentuk sistem pertidaksamaan


linier) dari masalah diatas!

Jumlah produksi Biaya pembuatan Keuntungan

cake nanas x 30.000 6.000

angel cake y 20.000 4.000

Persediaan 50 1.200.000

Model matematika
2. Tentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier di atas!

3. Tunjukan fungsi obyektif dari masalah 2.

Fungsi Objektif

4. Perhatikan titik-titik pojok yang ada pada daerah penyelesaian. Pilih beberapa titik
dan kemudian tentukan keuntungan yang diperoleh jika banyak roti yang dibuat
sesuai dengan koordinat titik-titik tersebut. Tulislah titik-titik pojok tersebut dengan
mengecualikan titik (0,0).

5. Subtitusikan nilai x dan y dari masing-masing titik pada fungsi obyektif dan
carilah nilai yang terbesar.
Titik pojok Fungsi Objektif :………………………………………

(………, ….…)

(………, ….…)

(………, ….…)

(………, ….…)
5. Hitunglah keuntungan maksimum Unit Produksi Nusantara. Diskusikan dengan
teman kelompokmu.
6. Jika diketahui keuntungan yang diperoleh dari penjualan cake nanas adalah Rp.
6000,- dan angel cake Rp. 4000,- maka tentukan berapa banyak cake cake nanas dan
angel cake harus diproduksi agar diperoleh keuntungan maksimum! Bagaimana
caramu menentukan?

Ayo Menyimpulkan

Langkah-langkah menentukan nilai maksimum dan minimum (optimum)


dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………
Kunci Jawaban LKPD

1. a. 20

b. 17

c. 22

Masalah

1. Model matematika :
3x + 2y ≤ 120

x + y ≤ 50

x≥0

y≥0

2. Grafik model matematika dan daerah penyelesainnya


y

Daerah penyelesaian menggambarkan semua kemungkinan banyaknya cake yang bisa


dibuat oleh pengurus unit produksi dengan memperhatikan semua kondisi yang dimiliki
yaitu modal dan oven untuk memanggang.
3. Titik-titik pojok :

(0, 50) ; ( 20, 30) ; (40, 0)

4. Hasil subtitusi nilai x dan y dari masing-masing titik pada fungsi obyektif

Titik pojok Fungsi Objektif : 6000x + 4000y

(0 , 50) 200.000

( 20 , 30) 240.000 Keuntungan maksimum

(40 , 0) 160.000

5. Keuntungan maksimum yang diperoleh unit produksi Nusantara adalah Rp. 240.000,
6. banyak cake cake nanas dan angel cake harus diproduksi agar diperoleh keuntungan
maksimum adalah 20 buah cake nanas dan 30 buah angel cake.

Kesimpu

Langkah-langkah menentukan nilai maksimum dan minimum (optimum)


dengan uji titik pojok dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah

1. Ubahlah persoalan verbal ke dalam model matematika (dalam


bentuk sistem pertidaksamaan linier)
2. Buatlah grafik dari sistem petidaksamaan linier
3. Tentukan himpunan penyelesaian (daerah penyelesaian)
4. Tentukan semua titik-titik pojok pada daerah penyelesaian
tersebut untuk mencari nilai maksimum/minimum (optimum)
5. Menentukan nilai maksimum yaitu dari nilai yang diperoleh
paling besar