Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Geologi merupakan suatu ilmu pengetahuan tentang ke bumi an yang berkaitan dengan
planet bumi, baik komposisi, sifat fisik, sejarah, komposisi, maupun proses pembentukannya.
Hal yang dipelajari tak hanya apa saja yang ada di dalam bumi, melainkan juga fenomena
alam yang ada di dalam permukaan bumi.

Proses yang berlansung di permukaan bumi atau di bawah permukaan bumi yang
melibatkan semua material yang adal di bumi dinamakan proses geologi. Proses-proses
tersebut berlangsung di dalam suatu sistem yang bekerja membangun dan membentuk
permukaan bumi, dan memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu
sistem ke sistem lain. Proses-proses geologi selain merubah bentuk-bentuk bentag alam juga
dapat menghasilkan sumber daya geologi dan dapat pula menimbulkan bencana bagi
kehidupan manusia. Sumber daya geologi dan bencana geologi tersebut merupakan
komponen lingkungan geologi.

Geologi lingkungan dapat dikategorikan sebagai bagian dari ilmu lingkungan, karena
ilmu lingkungan adalah pemahaman kita mengenai bumi dan membahas interaksi manusia
dengan seluruh aspek yang ada disekelilingnya, termasuk aspek geologis serta dampaknya
bagi kehidupan manusia. Filosofi utama dari geologi lingkungan adalah konsep manajamen
lingkungan yang didasarkan pada sistem geologi untuk pembangunan berkelanjutan dan
bukan pada beban lingkungan yang tidak dapat diterima.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang perlu dirumuskan adalah
sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pembentukan bumi ?


2. Sumber daya apa saja yang terbentuk pada proses geologi ?
3. Bahaya apa saja yang ditimbulkan pada proses geologi ?

1
1.3 Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah pada makalah ini, bertujuan untuk:

1. Mengetahui tentang bagaimana terbentuknya bumi ?


2. Mengetahui tentang bagaimana sumber daya yang dihasilkan pada proses geologi ?
3. Mengetahui bagaimana bahaya yang dihasilkan pada proses geologi ?

2
BAB II

ISI

2.1 Pengertian dan Konsep Geologi Lingkungan

Kata geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan Logos yang
artinya ilmu, jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi. Secara umum,
Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, termasuk komposisi, keterbentukan dan
sejarahnya. Dalam geologi mempelajari tentang batuan yang merupakan objek utama, karena
bumi tersusun oleh batuan.

Sesuai dengan batasan Geologi Lingkungan, yang mempelajari interaksi antar alam,
dengan aktivitas manusia yang bersifat timbal balik. Proses timbal balik tersebut seperti
proses-proses geologis mempengaruhi manusia, baik sebagai suatu potensi sumber daya yang
dimanfaatkan manusia, maupun menjadi kendala dan limitasi seperti dalam bentuk bencana
alam, bahaya-bahaya geologis, atau fenomena-fenomena alam lain yang dianggap
mengganggu manusia.

Geologi lingkungan dapat dikategorikan sebagai bagian dari ilmu lingkungan, karena
ilmu lingkungan adalah pemahaman kita mengenai bumi dan membahas interaksi manusia
dengan seluruh aspek yang ada disekelilingnya, termasuk aspek geologis serta dampaknya
bagi kehidupan manusia. Filosofi utama dari geologi lingkungan adalah konsep manajamen
lingkungan yang didasarkan pada sistem geologi untuk pembangunan berkelanjutan dan
bukan pada beban lingkungan yang tidak dapat diterima.

2.2 Proses Geologi

Proses yang berlansung di permukaan bumi atau di bawah permukaan bumi yang
melibatkan semua material yang adal di bumi dinamakan proses geologi. Proses-proses
tersebut berlangsung di dalam suatu sistem yang bekerja membangun dan membentuk
permukaan bumi, dan memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu
sistem ke sistem lain. Proses-proses geologi selain merubah bentuk-bentuk bentag alam juga
dapat menghasilkan sumber daya geologi dan dapat pula menimbulkan bencana bagi
kehidupan manusia. Sumber daya geologi dan bencana geologi tersebut merupakan
komponen lingkungan geologi. Jadi, proses geologi membentuk komponen lingkungan
geologi yang terdiri dari faktor pendukung (dampak positif proses geologi) dan faktor

3
pembatas (dampak negatif proses geologi). Proses geologi sendiri terdiri dari proses geologi
yang disebabkan oleh pergerakan tektonik maupun vulkanik. Contoh proses geologi:

 Patahan (lempeng tektonik)


 Pengendapan, erosi, dan pelapukan
 Terbentuknya batuan (contoh: batuan bancuh, granit, ofiolit, dan kapur/gamping)
 Karstifikasi (kawasan konservasi, karena membentuk gua bawah tanah yang berisi
stalakmit dan sungai/air bawah tanah)

2.3 Pembentukan Bumi

Bumi merupakan planet yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan
matahari, akibatnya bumi merupakan satu-satunya planet yang mengandung suhu udara yang
memungkinkan adanya air cair dengan volume yang melimpah, juga bumi merupakan
tempat berkembangkan segala bentuk kehidupan.

Bumi berawal dari suatu ledakan dahsyat atau yang dikenal dengan Teori Big Bang yang
terjadi kurang lebih 13,7 Miliar tahun yang lalu. Partikel-partikel hasil ledakan bergabung
membentuk kabut raksasa dan menjadi awal terbentuknya ratusan galaksi-galaksi, salah
satunya adalah yang dikenal dengan galaksi bima sakti. Di galaksi ini terdiri dari planet-
planet yang terbentuk dari partikel yang saling bertabrakan dan merekat.

Pada awalnya, planet bumi terdiri dari lapisan batuan yang meleleh, unsur-unsur beratnya
terletak diperut bumi dan unsur ringannya di permukaan. Kondisi ini kemudian menjadi
demikian panas dan menyebabkan menguapan gas nitrogen, helium, gas amonia, karbon
dioksida dan uap air dari aktivitas gunung berapi dan berbentuk atmosfer primitif. Akibat
adanya atmosfer ini, sinar matahari tidak sampai ke bumi dan menjadikan uap air
terkondensasi sehingga terjadi hujan lebat yang mengguyur bumi. Air menggenangi tempat-
tempat yang rendah dan hujan terjadi terus menerus sehingga sebagian permukaan bumi
tertutup oleh air. Kemudian terbentuklah planet yang biru dan awan menghilang sehingga
sinar matahari sampai ke bumi sampai pada saat ini.

4
2.4 Komponen Geologi Lingkungan

2.4.1 Berbagai Batuan dan Mineral

Batuan adalah sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri


dari satu atau lebih mineral. Lapisan lithosphere di bumi terdiri dari batuan.
Sedangkan mineral adalah substansi yang terbentuk karena kristalisasi dari proses
geologi, yang memiliki komposis fisik dan kimia. Penggolongan batuan:

 Batuan beku adalah batuan yang berasal dari pembekuan magma.


Magma adalah massa batuan dalam keadaan cair bersuhu tinggi.
 Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari hasil prses
pelapukan, erosi, pengangkutan, dan pengendapan dari batuan yang
sudah ada, baik batuan beku, sediment maupun batuan metamorf.
Batuan sedimen yang terbentuk melalui proses-proses ini dinamakan
batuan sedimen klasik.
 Batuan metamorf adalah jenis batuan yang merupakan hasil ubahan
dari batuan yang sudah ada karena pengaruh suhu dan tekanan yang
sangat tinggi dalam waktu yang cukup lama. Batuan metamorf dapat
berasal dari batuan beku, batuan sediment maupun batuan metamorf
sendiri.
Batuan metamorf yang sangat terkenal antara lain : marmer (merupakan
ubahan dari batu gamping), batu sabak (merupakan hasil ubahan dari batu
lempung) dan kwarsit (merupakan ubahan dari kwarsa).

Mineral adalah benda alam yang bersifat homogen dan mempunyai sifat fisik
dan kimia tertentu. Sifat fisik mineral antara lain: warna, cerat, kilap, kekerasan,
belahan, pecahan, berat jenis, struktur, dan sifat optik. Sifat kimia mineral antara lain
kandungan unsur atau senyawa kimia. Mineral dibagi menjadi dua yaitu mineral
logam dan mineral non logam. Mineral logam dapat dicairkan untuk mendapatkan
produk baru seperti besi, tumah tembaga, bauksit, dan mangan. Sedangkan minerah
non logam tidak dapat menghasilkan produk baru apabila dicairkan, misalnya batu
bara, garam, tanah liat, dan marmer.

Batu mulia adalah semua jenis mineral dan batuan yang memiliki sifat fisik
kimia yang khas dan digunakan untuk perhiasan dan bahan dekorasi. Pembentukan

5
batu mulia dapat terjadi melalui proses diferensiasi magma, proses metamorfosa atau
sedimentasi.

Gambar 2.1 Batu Mulia


Batu bara adalah mineral yang dapat dipergunakan untuk penghasil energi.
Genesa pembentukannya hampir sama dengan minyak dan gas bumi akan tetapi
berbeda dengan hal material baku.

2.4.2 Minyak dan Gas Bumi

Minyak bumi adalah cairan kenal berwarna coklat gelap atau kehijauan yang
muda terbakar, yang ada dilapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak
bumi terbentuk dari peruraian materi tumbuhan dan hewan secara perlahan dan
mengendap bersama sedimen lain di daerah yang bersangkutan sehingga membentuk
suatu materi organik yang mengalami perubahan kimiawi dan perubahan material
inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya campuran bahan hidrokarbon yang
berupa cairan atau yang disebut dengan minyak bumi dan berupa gas atau yang
disebut dengan gas bumi. Energi panas bumi pada dasarnya adalah panas yang berasal
dari uap air atau dari suatu sistem hidrotermal.

Gambar 2.2 Macam-Macam Perangkap Migas

2.5 Bahaya Geologi

Berdasarkan hasil dari observasi ke Museum Geologi Bandung, dapat diketahui


bahwa proses-proses geologi yang terjadi baik bersifat endogen maupun eksogen dapat

6
menimbulkan bahaya atau bencana bagi kehidupan manusia. Pengertian bahaya geologi
merupakan aktivitas geologi yang menimbulkan terjadinya perubahan-perubahan keadaan
alam di lingkungan tersebut dari keadannya semulanya. Bencana geologi adalah unsur
geologi yang merugikan manusia. Yang termasuk bencana geologi antara lain adalah gempa
bumi, gunung api, tsunami, dan longsor yang merugikan manusia.

2.5.1 Gempa Bumi

Guncangan tiba-tiba yang biasa disebut gempa bumi terjadi akibat proses
endogen pada kedalaman tertentu. Kerak bumi yang kita tempati ini terdiri dari
sejumlah lempeng atau bongkahan besar yang selalu bergerak, pergerakan itu
menyebabkan terlepasnya energi yang menimbulkan getaran sehingga dapat
mengguncang permukaan bumi. Sebab-sebab terjadinya gempa bumi

 Pergerakan lempeng yang mengakibatkan gempa tektonik yang umumnya


regional dan sangat merusak
 Kegiatan gunung api yang disebut dengan gempa vulkanik. Umumnya gempa
jenis ini terjadi setempat
 Gempa runtuhan yang terjadi karena runtuhnya tanah di daerah tambah yang
berbentuk terowongan atau penggunungan kapur.

2.5.2 Gunung Api

Gunung api adalah lubang kepundaan atau rekahan dalam kerak bumi tempat
keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Material
yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut pelapisan
(strato-volcano). Pada prinsipnya gunung api terjadi ketika magma keluar ke
permukaan bumi melalui rekahan/celah. Letusan gunung api adalah peristiwa alam
yang terjadi akibat pembebasan energi yang terakumulasi di dalam sebuah gedung
api. Apabila magma bersifat basa maka letusannya berupa leleran lava. Tetapi bila
magmanya bersifat asam maka letusannya dapat berupa semburan bom, lapili, abu
dan awan panas. Letusan gunung api dapat memberikan kerugian dan kerusakan yang
hebat apabila tidak dipantau pergerakannya.

Rangkaian letusan biasanya diawali dengan naiknya magma ke permukaan,


mendorong batuan di atasnya. Magma yang muncul ke permukaan berbentuk kubah,
karena itu disebut “kubah larva” . Akibat dorangan magma dari dalam, kubah larva

7
akan rontok menjadi “guguran larva” atau “aliran awan panas”. Tipe letusan ini
menjadi acuan para ahli gunung api internasional, sehingga apabila ada gunung api
dimanapun berada mempunyai tipe letusan seperti ini disebut sabar “Tipe Merapi”.

Indonesia memiliki 129 gunung aktif atau sekitar 13% dari gunung aktif di
dunia. Seluruh gunung api tersebut berada dalam jalur tektonik yang memanjang
mulai dari pulau-pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kep. Banda, Halmahera, dan
Kep. Sangir. Selama 300 tahun terakhir lebih dari 175 ribu manusia menjadi korban.

Salah satu upaya penanggulangan terhadap dampak bahaya letusan gunung api
dengan tujuan meminimalkan bencana yang mungkin terjadi dibuat peta rawan
bencana gunung api. Peta ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan rencana tata
ruang wilayah di suatu kawasan gunung api.

Selain menimbulkan bencana gunung api juga memberikan manfaat yang


besar bagi kehidupan manusia. Manfaat tersebut berupa sumber daya bahan galian,
sumber daya energy dan sumber daya lingkungan yang dapat diupayakan untuk
kesejahteraan manusia.

Rekor Gunung Api di Indonesia:

 Gunung api tertinggi : G. Kerinsi (Sumatra 3800 m di atas permukaan laut)


 Gunung api terendah : G. Wetar (Laut Banda Maluku 282 m di atas permukaan
laut)
 Gunung api paling aktif : G. Merapi (Jawa Tengah)
 Letusan gunung api terbesar : G. Tambora (Sumbawa) Tahun 1815
 Koldera terluar: Toba, Sumatera Utara (Panjang : 100 km lebar : 31 km)

8
Gambar 2.3 Akibat dari letusan gunung api

2.5.3 Tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh
macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi,
pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada
jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang
bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Tsunami dipicu oleh macam-macam gangguan (disturbance) berskala besar


terhadap air laut, misalnya gempa bumi, pergeseran lempeng, meletusnya gunung
berapi di bawah laut, atau tumbukan benda langit. Tsunami dapat terjadi apabila dasar
laut bergerak secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan vertikal.

Faktor yang mempengaruhi tsunami seperti yang ada di Museum Geologi


adalah sumber gempa, kecepatan gelombang tsunami, media yang dilalui, kemiringan
pantai dan struktur pantai.

9
Gambar 2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi tsunami

2.5.4 Tanah Longsor

Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan
masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau
gumpalan besar tanah. Secara umum, longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor
pendorong maupun faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang
menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Gambar 2.5 Tanah yang longsor

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Bumi berawal dari suatu ledakan dahsyat atau yang dikenal dengan Teori Big Bang
yang terjadi kurang lebih 13,7 Miliar tahun yang lalu. Partikel-partikel hasil ledakan
bergabung membentuk kabut raksasa dan menjadi awal terbentuknya ratusan galaksi-
galaksi, salah satunya adalah yang dikenal dengan galaksi bima sakti. Di galaksi ini
terdiri dari planet-planet yang terbentuk dari partikel yang saling bertabrakan dan
merekatv
2. Sumber daya yang dihasilkan dari proses geologi yaitu batuan, mineral, minyak dan
gas.
3. bahaya geologi merupakan aktivitas geologi yang menimbulkan terjadinya perubahan-
perubahan keadaan alam di lingkungan tersebut dari keadannya semulanya. Bencana
geologi adalah unsur geologi yang merugikan manusia. Antara lain yaitu: gempa
bumi, gunung api, tsunami, dan longsor.

11
DAFTAR PUSTAKA

 Museum geologi., 2000. Museum geologi. http://museum.geology.esdm.go.id/.


Diakses 20 April 2018.

12