Anda di halaman 1dari 158

Modul Pengantar Akuntansi 1

UTS

Oleh :
Muhammad Huzair Nezar
Pengantar Akuntansi

Akuntansi terdiri dari 3 aktifitas utama, yaitu :


• Identifikasi
• Pencatatan
• pelaporan

PENGGUNA LAPORAN AKUNTANSI


Pengguna Internal

• Bidang Manajemen : menentukan produk manakah yang paling


menguntungkan?
• Keuangan: Apakah Keuangan perusahaan cukup untuk membayar dividend
kepada pemegang saham?

• Marketing dan lain-lain

Pengguna Eksternal
• Investors :Bagaimana perbandingan suatu perusahaan dengan perusahaan lain
dalam hal ukuran dan keuntungan yang akan diraih?
• Creditors : Apakah perusahaan mampu untuk membayar hutang atas pinjaman
yang dilakukan?

PRINSIP PERHITUNGAN
• Prinsip historical cost (Prinsip Biaya), menyatakan bahwa perusahaan melakukan
pencataan aset dengan biaya sebagai acuan pencatatan
• Prinsip fair value (Prinsip nilai wajar), menyatakan bahwa assets dan liabilities
harus dilaporkan dalam nilai wajar

2 | BIMBEL GEMA
PERSAMAAN AKUNTANSI

Assets = Liabilities + Equity

Assets
Sumber daya yang dimiliki perusahaan
Liabilities
Klaim terhadap aset (hutang dan kewajiban/ debts and obligations). Kreditor
(pihak yang memberi pinjaman hutang).
Equity
Klaim kepemilikan atas total aset. Termasuk
didalamnya Share Capital—Ordinary(Saham
Modal) dan Retained Earnings (Saldo Laba)

Revenues merupakan hasil pendapatan dari kegiatan usaha sebagai acuan untuk
memperoleh keuntungan. Sumber pendapatan umum adalah: penjualan, biaya, layanan,
komisi, bunga, dividen, royalti, dan sewa.
Expenses merupakan biaya atas pemakaian aset atau layanan. Expenses antara lain adalah:
salaries expense, rent expense, utilities expense, property tax expense, dll.
Dividen adalah distribusi uang tunai atau aset lainnya kepada pemegang saham. Dividen
mengurangi retained earning (Saldo Laba). Namun, dividen bukan biaya.

3 | BIMBEL GEMA
ANALISIS PENCATATAN AKUNTANSI
Note : Tidak semua transaksi yang terjadi harus dilakukan pencatatan

Membeli komputer Mendiskusikan desain produk yang Membayar biaya sewa dibutuhkan
konsumen

Skema persamaan akuntansi

Contoh Analisis pengelompokan transaksi

1. Investasi dilakukan oleh Stockholders, Ray dan Barbara Neal memutuskan untuk
memulai perusahaan pengembangan aplikasi smartphone bernama Softbyte SA. Pada
tanggal 1 September 2017, mereka menginvestasikan 15.000 uang tunai untuk bisnis
tersebut dengan imbalan 15.000 saham biasa/ordinary shares. Saham biasa
menunjukkan kepemilikan yang dimiliki Neal di Softbyte SA. Transaksi ini
menghasilkan peningkatan yang sama baik pada assets maupun equity.
2. Membeli peralatan secara tunai. Softbyte SA membeli peralatan komputer seharga € 7.000
tunai.

4 | BIMBEL GEMA
3. Membeli supplies secara kredit. Softbyte SA membeli seharga € 1.600 headset dan
aksesoris
lainnya yang diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan. Pemasok mengizinkan
Softbyte untuk membayar tagihan ini pada bulan Oktober.

4. Pembayaran layanan secara tunai. Softbyte SA menerima € 1.200 uang tunai dari
pelanggan untuk layanan pengembangan aplikasi yang telah dilakukan.

5. Pembelian iklan secara kredit. Softbyte SA menerima tagihan sebesar € 250 dari
Pemrograman
Berita untuk iklan di situsnya namun menunda pembayaran sampai hari berikutnya.

6. Pembayaran layanan secara tunai dan kredit. Softbyte menyediakan layanan


sebesar € 3.500. Perusahaan menerima uang tunai sebesar € 1.500 dari pelanggan,
dan menerima pembayaran secara kredit sebesar € 2.000.

7. Pembayaran expense(beban). Softbyte SA membayar biaya berikut secara tunai untuk


bulan
September: sewa kantor € 600, gaji dan upah karyawan € 900, dan utilitas € 200.

8. Pembayaran hutang usaha(Account Payable). Softbyte SA membayar tagihan Pemrograman


berita sebesar € 250 secara tunai. Perusahaan yang sebelumnya (dalam Transaksi 5) mencatat
tagihan tersebut sebagai kenaikan Hutang Usaha(Account Payable).

9. Menerima pembayaran atas kredit transaksi sebelumnya. Softbyte SA menerima € 600


secara tunai dari pelanggan yang telah ditagih untuk layanan (dalam Transaksi 6).

10. Dividend. Korporasi membayar dividen sebesar € 1.300 secara tunai kepada Ray dan
Barbara
Neal, pemegang saham Softbyte SA.

Analisis pengelompokan transaksi secara


keseluruhan.

Assets = Liabilities + Equity


Cash + Accounts + Supplies+ Equipment = Accounts + Share + Retained Earnings
Receivabl
e Payable Capital Rev. – Exp. – Div.
+15,000 +15,000

-7,000 +7,000

+1,600 +1,600

+1,200 +1,200

+250 -250

+1,500 +2,000 +3,500

- 1,700 -600
-900
-200

5 | BIMBEL GEMA
-250 -250

+250 -250

- 1,300 -1,300

€18,050 €18,050

LIMA LAPORAN KEUANGAN

• Income Statement
• Retained Earning Statement
• Statement of Financial Statement
• Statement of Cash Flow
• Comprehensive Income Statement

Contoh Laporan Laba Rugi(Income Statement) Dan Retained Earnings(Laba ditahan)

Contoh Statement of Financial Position :

6 | BIMBEL GEMA
7 | BIMBEL GEMA
Statement of Cash Flows :
Informasi tentang penerimaan dan pembayaran kas untuk jangka waktu
tertentu. Jawabannya sebagai berikut:
Darimana uang itu berasal?
Untuk apa uang itu digunakan?
Bagaimana perubahan saldo keuangan perusahaan?

ContohComprehensive Income Statement

8 | BIMBEL GEMA
PENCATATAN
ATURAN DEBIT DAN CREDIT
Menggunakan sistem double-entry
Pencatatan dilakukan dengan mendebet setidaknya satu akun dan mengkredit
setidaknya satu akun lainnya. DEBIT harus sama dengan CREDIT.
Jika jumlah entri Debit lebih besar daripada jumlah entri Credit, akun akan memiliki
saldo debet.
Account Name

Debit/Dr Credit/Cr

Transaksi 1 10000 3000 Transaksi


2
Transaksi 3 8000

15000

Jika jumlah entri Credit lebih besar daripada jumlah entri Debit, akun akan memiliki
saldo Credit.

Account Name

Debit/Dr Credit/Cr
Transaksi
Transaksi 1 10000 3000 2
Transaksi
8000 3

1000

c. Aturan Debit-Credit
pter
3-
2
5
Assets

Debit / Credit
Dr. / Cr.

C Normal Balance
h
a Equity
p
t Debit / Credit /
Dr. Cr.
e Liabilities
r
3 Debit / Credit /
- Dr. Cr.
2
3 Normal
Balance

Normal
Balance
Cha

9 | BIMBEL GEMA
Balance
Expenses Debit / Credit
Dr. / Cr.
Chap
Debit / ter
Credit
Dr. / Cr.
3-
27
Normal
Balance
Revenues
Normal
Chapter C
3-24 h
a
p
t
e
r
3
-
2
6

10 | BIMBEL GEMA
Persamaan harus seimbang setelah setiap transaksi. Total Debit harus sama
dengan total Kredit.

PROSES PENCATATAN

Jurnal
Transaksi dicatat secara kronologis
Pencatatan dilakukan untuk
o Mengungkapkan transaksi secara lengkap.
o Memberikan catatan kronologis transaksi.
o Membantu mencegah atau menemukan kesalahan karena jumlah debit dan
kredit.
Contoh:
Pada tanggal 1 September, pemegang saham menginvestasikan 15.000
kas di perusahaan tersebut untuk ditukar saham biasa, dan Softbyte
membeli peralatan komputer seharga € 7.000 secara tunai.

GENERAL JOURNAL

Date Account Title Ref Dr Cr

Sept 1500
1 Cash 0

Share Capital-Ordinary 15000

Equipment 7000

Cash 7000

11 | BIMBEL GEMA
Pada tanggal 1 Juli, Tsai Company membeli truk pengangkut seharga NT $
420.000. Perusahaan tersebut membayar uang tunai sebesar NT $ 240.000
sekarang dan setuju untuk membayar sisanya nanti sebesar NT $ 180.000.

GENERAL JOURNAL

Date Account Title Ref Dr Cr

Sept 1 Equipment 420000

Cash 240000

Account Payable 180000

General Ledger
Setiap transaksi kemudian dikelompokkan menjadi satu jenis.

12 | BIMBEL GEMA
Kemudian posting ke dalam General Ledger dengan format sebagai berikut

13 | BIMBEL GEMA
*Contoh input data dari jurnal transaksi ke buku besar.

1. Siapkan jurnal transaksi seperti pada gambar berikut

(Contoh Jurnal Transaksi)

14 | BIMBEL GEMA
Setelah Jurnal transaksi selesai, kemudian posting kedalam buku besar seperti
gambar berikut

Trial Balance/Neraca Saldo


Menunjukkan jumlah saldo setiap akun.
Langkah-langkah untuk menyiapkan neraca saldo adalah
Cantumkan judul dan saldo akunnya.
Total kolom debit dan kredit.
Buktikan kesetaraan kedua kolom tersebut.

Contoh:

15 | BIMBEL GEMA
JURNAL PENYESUAIAN
Akrual-basis dalam akuntansi
Transaksi dicatat pada periode saat kejadian itu terjadi
Perusahaan mengakui pendapatan(Revenue) saat mereka melakukan layanan (bukan
saat
mereka menerima uang tunai).
Beban/biaya(Expense) diakui pada saat terjadinya (bukan saat dilunasi).

Cash-basis dalam akuntansi


Pendapatan(Revenue) dicatat saat uang diterima.
Biaya/Beban(Expense) dicatat saat uang tunai dibayarkan.
Akuntansi Cash-basis tidak sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (International Financial Reporting Standards / IFRS).

Jurnal penyesuaian
Diperlukan karena saldo percobaan mungkin tidak berisi data terbaru dan lengkap.
Diperlukan setiap saat perusahaan menyiapkan laporan keuangan.
Akan mencakup satu rekening laporan laba rugi dan satu laporan posisi keuangan.

JENIS CARA MENULIS JURNAL PENYESUAIAN


Dibayar dimuka/Deferrals
Deferrals adalah pengeluaran atau pendapatan yang diakui di kemudian dari
pada saat layanan telah dilakukan. Ada dua jenis:
Prepaid Expense
Biaya dibayar tunai sebelum kita mendapatkan layanan.
Unearned Revenue
Penerimaan uang tunai/pendapatan sebelum layanan kita lakukan.
Masih harus dibayar/Accruals
Accrued Revenues
Pendapatan untuk layanan yang dilakukan namun belum diterima secara
tunai atau dicatat.
Accrued Expenses
Biaya yang dikeluarkan tapi belum dibayarkan secara tunai atau dicatat.

PREPAID EXPENSE
Contoh pencatatan jurnal penyesuaian :
Yazici Advertising Inc. Inc. membeli persediaan(supplies) seharga ₺2,500 pada tanggal 5
Oktober. Yazici mencatat pembelian dengan cara meningkatkan (mendebet) persediaan
aset(supplies). Transaksi ini akan dicatat dalam saldo sebesar ₺2,500 pada trial balance
31 Oktober. Sedangkan jumlah inventaris supplies terhitung saat 31 Oktober
menunjukkan bahwa ₺1,000 supplies masih ada.

Oct. 31 Supplies Expense


1,500
Supplies 1,500
*(2500-1000)

16 | BIMBEL GEMA
Pada tanggal 4 Oktober, Yazici Advertising Inc. membayar ₺600 untuk polis asuransi
kebakaran satu tahun. Cakupannya dimulai pada 1 Oktober. Yazici mencatat
pembayaran dengan cara meningkatkan (mendebet) Asuransi Prabayar(Prepaid
insurance). Transaksi ini akan dicatat dalam saldo sebesar ₺600 pada trial balance 31
Oktober. Asuransi ₺50 (₺600 ÷ 12) akan habis setiap bulannya.
Oct. 31 Insurance Expense 50
Prepaid Insurance 50

17 | BIMBEL GEMA
Penyusutan (Depreciation)
Contoh :

Untuk Periklanan Yazici, asumsikan bahwa


penyusutan pada peralatan adalah ₺480 setahun, atau ₺40
per bulan.

Oct. 31 Depreciation Expense 40


Accumulated Depreciation 40

*Accumulated Depreciation adalah kontra dari akun aset

UNEARNED REVENUE
Contoh :

Yazici Advertising Inc. menerima ₺1,200 pada tanggal 2 Oktober dari R. Knox untuk
layanan periklanan yang diperkirakan akan selesai pada tanggal 31 Desember.
Pendapatan Layanan Diterima di Muka memproyeksikan saldo sebesar ₺1,200 pada Trial
Balance 31 Oktober. Kemudian analisis menunjukkan bahwa perusahaan melakukan ₺400
layanan pada bulan Oktober.

Oct. 31 Unearned Service Revenue 400


Service Revenue
400

18 | BIMBEL GEMA
ACCRUED REVENUES
Contoh :

Pada bulan Oktober, Yazici Advertising Inc. melakukan layanan senilai ₺200 yang
belum dibayar oleh klien pada bulan Oktober.

Oct. 31 Accounts Receivable 200


Service Revenue 200

Pada tanggal 10 November, Yazici menerima uang tunai sebesar ₺200 untuk
layanan yang dilakukan.
Nov. 10 Cash 200

Accounts Receivable 200

ACCRUED EXPENSE
Contoh :

19 | BIMBEL GEMA
Yazici Advertising Inc. menandatangani note payable untuk tiga bulan yang harus dibayar
sebesar ₺5.000 pada tanggal 1 Oktober. Catatan tersebut mengharuskan Yazici untuk
membayar bunga dengan tingkat bunga 12% per tahun.

Oct. 31 Interest Expense 50


Interest Payable 50

ACCRUED SALARIES AND WAGES


Contoh :

Yazici membayar gaji dan upah pada tanggal 26 Oktober; pembayaran gaji berikutnya
tidak akan terjadi sampai 9 November. Karyawan menerima total gaji sebesar ₺ 2.000
untuk lima hari kerja dalam satu minggu, atau ₺400 per hari. Dengan demikian, gaji
yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Oktober adalah ₺ 1,200 (₺400 x 3 hari).

20 | BIMBEL GEMA
Contoh Soal
Siapkan Jurnal penyesuaian yang dibutuhkan pada 31 Agustus 2017.

Pada tanggal 31 Agustus, perusahaan berhutang pada pekerjanya sebesar ¥ 8.000


dalam gaji dan upah yang akan dibayarkan pada tanggal 1 September.

Pada tanggal 1 Agustus, perusahaan meminjam ¥ 300.000 dari bank lokal dengan
hipotek 15 tahun. Suku bunga tahunan adalah 10%.

Pendapatan untuk layanan yang dilakukan namun tidak tercatat untuk bulan Agustus
mencapai ¥ 11.000.

=> Penyelesaian
Salaries and Wages Expense 8,000
Salaries and Wages Payable 8,000
Interest Expense 2,500
Interest Payable 2,500

Accounts Receivable 11,000


Service Revenue 11,000

PENYESUAIAN NERACA SALDO(TRIAL BALANCE) DAN LAPORAN


KEUANGAN(FINANCIAL STATEMENT)
*Adjusted Trial Balance disiapkan setelah semua penyesuaian dijurnal dan diposting

21 | BIMBEL GEMA
Laporan keuangan disusun langsung dari Adjusted Trial balance

Retained Statement of
Income
Earnings Financial
Statement
Statement Position

Memposting Income Statement dan Retained Earnings dari Adjusted Trial Balance

22 | BIMBEL GEMA
Memposting Statement of Financial Position dari Adjusted Trial Balance

23 | BIMBEL GEMA
APPENDIX 3A
PENULISAN JURNAL PENYESUAIAN DENGAN METODE LAIN

Ketika perusahaan melakukan prepaid expense(Biaya yang dibayar tunai


sebelum kita mendapatkan layanan), perusahaan mendebet jumlah tersebut
ke expense account
Ketika menerima pembayaran untuk layanan masa depan, ia akan membayar jumlah
tersebut ke akun pendapatan(revenue account)

Prepaid Expense dengan metode lain(per appendix)

Perusahaan dapat memilih untuk mendebet (menambah) expense


account daripada asset account. Cara alternatif ini lebih mudah dilakukan.

Unearned Revenues dengan metode lain(per appendix)


Perusahaan dapat mengkredit (meningkatkan) akun pendapatan saat
mereka menerima uang tunai untuk layanan masa depan.

RANGKUMAN PENYESUAIAN METODE APPENDIX

24 | BIMBEL GEMA
Menggunakan Worksheet
Contoh Adjusted Income Statement of
Trial Balance Adjustments Trial Balance Statement Financial Position
Account Titles Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr.
Cash 15,200 15,200 15,200
Supplies 2,500 1,500 1,000 1,000
Prepaid Insurance 600 50 550 550
Equipment 5,000 5,000 5,000
Notes Payable 5,000 5,000 5,000
Accounts Payable 2,500 2,500 2,500
Unearned Revenue 1,200 400 800 800
Share Capital-Ordinary 10,000 10,000 10,000
Dividends 500 500 500
Service Revenue 10,000 400 10,600 10,600
200
Salaries and Wages Exp. 4,000 1,200 5,200 5,200
Rent Expense 900 900 900
Totals 28,700 28,700
Supplies Expense 1,500 1,500 1,500
Insurance Expense 50 50 50
Accumulated Depreciation 40 40 40
Depreciation Expense 40 40 40
Accounts Receivable 200 200 200
Interest Expense 50 50 50
Interest Payable 50 50 50
Salaries and Wages Payable 1,200 1,200 1,200
Totals 3,440 3,440 30,190 30,190 7,740 10,600 22,450 19,590
Net Income 2,860 2,860
Totals 10,600 10,600 22,450 22,450

25 | BIMBEL GEMA
Menyiapkan Laporan Keuangan dari Worksheet
Laporan laba rugi disusun dari kolom laporan laba rugi.
Pernyataan posisi keuangan dan laporan laba rugi disusun dari kolom posisi
keuangan. Perusahaan dapat menyiapkan laporan keuangan sebelum mereka
menjurnal dan
memposting entri penyesuaian.

Laporan laba rugi(Income Statement) disusun dari Worksheet

Laba ditahan(Retained Earnings) disusun dari Worksheet

Laporan posisi keuangan(SOFP) disusun dari Worksheet

26 | BIMBEL GEMA
Jurnal Penutup
Pada akhir pembukuan, perusahaan membuat akun untuk periode berikutnya.

Menyiapkan T-Account Jurnal Penutup


Perusahaan umumnya membuat jurnal dan mencatat closing entries pada akhir
periode akuntansi tahunan.
Closing entries menghasilkan saldo nol di setiap akun sementara.

Dividend ditutup ke Retained


Earnings bukan pada
Income Summary karena
dividend bukan beban.

27 | BIMBEL GEMA
T-ACOUNT JURNAL PENUTUP

Menyiapkan Post Closing Trial Balance


Tujuannya adalah untuk membuktikan kesetaraan saldo akun permanen yang
dibawa
ke dalam periode akuntansi berikutnya.
Hanya berisi saldo untuk laporan posisi keuangan
permanen. Semua akun sementara akan memiliki saldo
nol.

28 | BIMBEL GEMA
SIKLUS AKUNTANSI

Analyze business transactions

Prepare a post-closing trial


Journalize the transactions
balance

Journalize and post


closing entries Post to ledger accounts

Prepare Prepare a trial balance


financial
statements

Journalize and post


Prepare an adjusted adjusting entries
trial balance

29 | BIMBEL GEMA
Reversing Entries
Hal ini sering membantu untuk membalikkan beberapa penyesuaian sebelum mencatat
transaksi reguler pada periode berikutnya.
Perusahaan melakukan pembalikan pada awal periode akuntansi berikutnya.
Setiap entri pembalikan adalah kebalikan dari entri penyesuaian yang dibuat pada
periode sebelumnya. Penggunaan entri pembalikan tidak mengubah jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan.

Contoh Reversing Entries

Untuk menggambarkan penggunaan opsional entri pembalikan untuk biaya yang masih
harus dibayar, kita akan menggunakan biaya transaksi untuk Periklanan Yazici A.S.
26 Oktober (gaji awal): Perintis membayar ₺ 4.000 dari gaji dan upah yang diterima
antara
tanggal 15 Oktober dan 26 Oktober.
31 Oktober (adjusting entry): Gaji dan upah yang diterima antara tanggal 29 Oktober dan
31 Oktober adalah ₺1,200. Perusahaan akan membayarnya dalam daftar gaji 9
November. 9 November (gaji berikutnya): Gaji dan upah yang dibayarkan adalah
₺4.000. Dari jumlah ini, ₺1,200 berlaku untuk gaji dan hutang yang harus dibayar
dan ₺ 2.800 diperoleh antara
tanggal 1 November dan 9 November.

30 | BIMBEL GEMA
Reversing Entries
(per appendix)

Initial Salary
Oct. 26 Same entry
Adjusting Entry
Oct. 31 Same entry
Closing Entry
Oct. 31 Same entry
Reversing Entry
Salaries and Wages
Nov. 1 Payable 1,200
Salaries and Wages Expense 1,200
Subsequent Salary Entry
Nov. Salaries and Wages
9 Expense 4,000
Cash 4,000

31 | BIMBEL GEMA
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang


(Service and Merchandising Company)

Perusahaan dagang menggunakan sistem persediaan abadi(Perpetual System)


atau sistem persediaan berkala(Periodic System) untuk memperhitungkan
persediaan. Secara umum, perusahaan dagang cenderung menggunakan sistem
akuntansi perpetual,
KEUNTUNGAN DARI SISTEM PERPETUAL
Secara tradisional digunakan untuk barang dagangan dengan nilai unit tinggi.
Menunjukkan kuantitas dan biaya persediaan yang harus di tangan setiap saat.
Menyediakan kontrol yang lebih baik atas persediaan daripada sistem periodik.

Pencatatan Pembelian Barang Dagangan


Dibuat dengan menggunakan uang tunai atau kredit (on account).
Biasanya dicatat saat barang diterima dari penjual.
Pembelian faktur harus mendukung setiap pembelian dengan cara kredit.

32 | BIMBEL GEMA
CONTOH PENCATATAN PEMBELIAN BARANG :

Sauk Stereo (pembeli) menggunakan faktur pembelian faktur penjualan yang disiapkan
oleh PW Audio Supply, Inc. (penjual). Siapkan entri jurnal untuk Sauk Stereo untuk
faktur dari PW Audio Supply.

May Inventory 3800


Account Payable 3800
BIAYA PENGIRIMAN (FREIGHT COST)
FOB Shipping Point
Kepemilikan barang masuk ke pembeli saat pembawa umum menerima
barang dari penjual.

FOB Destination
Kepemilikan barang tetap dengan penjual sampai barangnya sampai ke
pembeli.

*Biaya
pengangkutan yang
dikeluarkan oleh
penjual adalah biaya
operasional.

33 | BIMBEL GEMA
Contoh pencatatan biaya pengiriman(Freight Cost)
Asumsikan pada saat pengiriman barang pada tanggal 6 Mei, Sauk Stereo membayar
Perusahaan Pengangkutan Publik € 150 untuk biaya pengiriman,
pencatatannya adalah

May Inventory 150


Cash 150
Asumsikan persyaratan pengiriman barang mengharuskan Sauk Stereo untuk
membayar termasuk biaya pengangkutan kepada perusahaan, pencatatan
adalah:

May Freight-Out(Delivery Expense) 150


Cash 150
PURCHASE RETURNS AND
ALLOWANCES

Pembeli mungkin tidak puas karena barang rusak atau rusak, dengan kualitas yang
rendah, atau tidak memenuhi spesifikasi.
Maka akan menghasilkan pencatatan dengan nama “Purchase Return” dan “Purchase
Allowance”

Purchase Return : Pengembalian barang untuk kredit jika penjualan dilakukan secara
kredit, atau untuk pengembalian uang jika pembelian dilakukan dengan uang tunai.

2. Purchase Allowance : Pembeli memilih untuk menyimpan barang dagangan jika


penjual akan memberikan penurunan harga beli.
Contoh pencatatan pengembalian barang :
Asumsikan Sauk Stereo mengembalikan barang seharga € 300 ke PW Audio
Supply pada tanggal 8 Mei.

May 8 Accounts Payable 300


Inventory 300
DISKON PEMBELIAN

Persyaratan kredit memungkinkan pembeli untuk mengklaim diskon tunai


untuk pembayaran.
Contoh istilah kredit adalah “2/10, n/30”

2/10, n/30 1/10 EOM n/10 EOM

Diskon 2% jika dibayarkan Diskon 1% jika dibayarkan harga bersih jatuh tempo
dalam waktu 10 hari, jika dalam 10 hari pertama dalam 10 hari pertama bulan
tidak, maka harga bersih bulan depan. depan.

akan dibayarkan dengan


periode jatuh tempo dalam
30 hari dari saat pembelian.

34 | BIMBEL GEMA
Contoh pencatatan diskon
Asumsikan Sauk Stereo membayar saldo sebesar € 3.500 (harga faktur kotor sebesar €
3.800 dikurangi pengembalian pembelian sebesar € 300) pada tanggal 14 Mei, tepat di
hari terakhir periode diskon. Siapkan entri jurnal Sauk Stereo pada tanggal 14 Mei untuk
mencatat pembayaran.
May 14 Accounts Payable 3500
Inventory 70
Cash 3430
*Discount = 3500 x 2% = 70

Jika Sauk Stereo gagal mengambil potongan harga, dan kemudian melakukan
pembayaran penuh sebesar € 3.500 pada tanggal 3 Juni, entri jurnalnya adalah:

June 3 Accounts Payable 3,500


Cash 3,500

T-ACCOUNT TRANSAKSI DALAM INVENTORY DAGANG

Inventory

Debit Credit
4th - Purchase 3,800 300 8th- Return
1 th
th 70 4 -Discount
6 - Freight-in 150
Balance 3,580

Contoh Soal :

Pada tanggal 5 September, Perusahaan Zhu membeli barang dagangan dari


Perusahaan Gao. Harga jual barang adalah ¥ 15.000, dan biaya untuk Gao Company
adalah ¥ 8.000. Pada tanggal 8 September, Zhu mengembalikan barang cacat dengan
harga jual ¥ 2.000. Catat transaksi di buku Zhu Company.
Sept. 5 Inventory 15,000
Accounts Payable 15,000

Sept. 8
Accounts Payable 2,000
Inventory 2,000
PENCATATAN PENJUALAN BARANG (RECORDING SALES OF MERCHANDISE)

XX
Cash or Accounts Receivable X Harga
jual
Sales Revenue XXX

35 | BIMBEL GEMA
XX
Cost of Goods Sold X
Biaya
Inventory XXX

PW Audio Supply mencatat penjualan sebesar € 3.800 pada tanggal 4 Mei ke Sauk
Stereo secara tunai sebagai berikut (asumsikan biaya barang dagang Perlengkapan
Audio PW € 2.400).
May 4 Accounts Receivable 3,800
Sales Revenue 3,800

4 Cost of Goods Sold 2,400


Inventory 2,400

PENGEMBALIAN PEMBELIAN BARANG DAN PENGURANGAN HARGA


Contoh pencatatan :

Siapkan entri PW Audio Supply akan membuat untuk mencatat kredit untuk barang
yang dikembalikan dengan harga jual € 300 (dengan biaya € 140). Asumsikan barang
tidak rusak.
Sales Returns and
May 8 Allowances 300
Accounts
Receivable 300

8 Inventory 140
Cost of Goods
Sold 140

Asumsikan barang yang dikembalikan cacat dan memiliki nilai sisa sebesar € 50,
PW Audio akan membuat catatan berikut:
Sales Returns and
May 8 Allowances 300
Accounts
Receivable 300
8 Inventory 50
Cost of Goods
Sold 50

DISKON PENJUALAN

Asumsikan Sauk Stereo membayar saldo sebesar € 3.500 (harga faktur sebesar €
3.800 dikurangi pengembalian pembelian dan diskon sebesar € 300) pada tanggal 14 Mei,
di hari terakhir periode diskon. Siapkan pencatatan jurnal PW Audio Supply untuk
mencatat penerimaan pada tanggal 14 Mei.
May 14 Cash 3,430 * [(€3,800 – €300) X
2%]
*
Sales Discounts 70
Accounts
Receivable 3,500
Contoh soal :

36 | BIMBEL GEMA
Pada tanggal 5 September, Perusahaan Zhu membeli barang dagangan dari
Perusahaan Gao. Harga jual barang adalah ¥ 15.000, dan biaya untuk Gao Company
adalah ¥ 8.000. Pada tanggal 8 September, Zhu mengembalikan barang cacat dengan
harga jual ¥ 2.000 dengan nilai wajar barang adalah ¥ 300. Catat transaksi di buku Gao
Company.

15,00
Sept. 5 Accounts Receivable 0
15,00
Sales Revenue 0

Sept. 5
Cost of Goods Sold 8,000
Sales Returns and
Sept. 8 Allowances 2,000
Inventory 8,000
Accounts
Receivable 2,000

Sept. 8
Inventory 300
Cost of Goods Sold 300
JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG

Misalkan PW Audio Supply memiliki keseimbangan yang tidak disesuaikan sebesar € 40,500
dalam Merchandise Inventory. Melalui hitungan fisik, PW Audio menentukan bahwa
persediaan barang dagangannya pada akhir tahun adalah € 40.000. Perusahaan akan
membuat entry adjusting sebagai berikut.

Cost of Goods Sold 500


Inventory 500

JURNAL PENUTUP

Contoh soal :

Neraca saldo Toko Kenakan Olahraga Celine pada tanggal 31 menunjukkan


Persediaan(Inventory) $ 25.000, Pendapatan Penjualan(Sales Revenue) € 162.400, Retur
Penjualan dan Tunjangan(Sales Returns and Allowances) € 4.800, Diskon

37 | BIMBEL GEMA
Penjualan(Sales Discounts) € 3.600, Harga Pokok Penjualan(Cost of Goods Sold) $
110.000, Pendapatan Sewa(Rent Revenue) € 6.000, biaya pengiriman barang(Freight-
Out) € 1800, Biaya Sewa(Rent Expense) € 8.800, dan Beban Gaji dan Upah(Salaries and
Wages Expense) € 22.000. Siapkan entri penutup untuk akun di atas.

Dec. 31 Sales Revenue 162,400


Rent Revenue 6,000
Income Summary 168,400
Dec. 31 Income Summary 151,000
110,00
Cost of Goods Sold 0
Sales Returns and Allowances 4,800
Sales Discounts 3,600
Freight-Out 1,800
Rent Expense 8,800
Salaries and Wages Expense 22,000

BENTUK LAPORAN KEUANGAN

38 | BIMBEL GEMA
Income Statement

Laporan laba rugi merupakan sumber informasi utama untuk mengevaluasi kinerja
perusahaan.

*Gross Profit

*Other income and expense

COMPREHENSIVE INCOME

39 | BIMBEL GEMA
PERSEDIAAN(INVENTORY) DALAM LAPORAN POSISI
KEUANGAN(STATEMENT OF FINANCIAL POSITION)

40 | BIMBEL GEMA
KLASIFIKASI AKUN DALAM LAPORAN KEUANGAN

41 | BIMBEL GEMA
42 | BIMBEL GEMA
REFERENSI

• Powerpoint Kieso
• Warren
• Simultax

43 | BIMBEL GEMA
i

HAK CIPTA

Hak Cipta modul ini berada pada Bimbingan Belajar STANNITE. Barang siapa melakukan
pelanggaran hak cipta akan dijatuhi hukuman sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Sanksi Pelanggaran
Pasal 72 UU RI No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta
(1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu
ciptaan atau memberi izin untuk itu, dapat dipidana dengan pidana penjara masing-
masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah), atau dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada
umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait, dapat dipidana
dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).
ii

Daftar Isi
HAK CIPTA ............................................................................................................................... i
Daftar Isi ....................................................................................................................................ii
Bab 6 .......................................................................................................................................... 1
Akuntansi Persediaan ................................................................................................................. 1
A. Pengklasifikasian dan Penentuan Inventory ................................................................... 1
B. Laporan Keuangan dan Dampak Pajak dari Metode Arus Biaya (Cost Flow Method).. 4
C. Lower-of-Cost-or-Net Realizable Value......................................................................... 6
D. Kesalahan Pencatatan Inventory ..................................................................................... 6
E. Penilaian Persediaan dalam Sistem Perpetual................................................................. 8
F. Penilaian Persediaan dalam Sistem Periodik ................................................................ 10
G. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Harga Perolehan ............................................... 11
H. Estimasi Nilai Persediaan ............................................................................................. 12
Contoh Soal: ......................................................................................................................... 15
Bab 7 ........................................................................................................................................ 17
Akuntansi Kas .......................................................................................................................... 17
A. Definisi Kas .................................................................................................................. 17
B. Sistem Pengendalian Kas .............................................................................................. 18
C. Pengendalian Internal terhadap Penerimaan Kas .......................................................... 19
D. Pengendalian Internal terhadap Pengeluaran Kas ......................................................... 20
E. Kas Kecil ....................................................................................................................... 21
F. Rekonsiliasi Bank ......................................................................................................... 22
Contoh Soal .......................................................................................................................... 26
Bab 8 ........................................................................................................................................ 29
Akuntansi Piutang .................................................................................................................... 29
A. Klasifikasi dan Pencatatan Piutang ............................................................................... 29
B. Pengendalian Piutang .................................................................................................... 30
C. Akuntansi Untuk Piutang Tak Tertagih ........................................................................ 30
D. Karakteristik Wesel Tagih ............................................................................................ 35
E. Akuntansi Untuk Wesel Tagih ...................................................................................... 35
Contoh Soal .......................................................................................................................... 37
Bab 10 ...................................................................................................................................... 43
Plant Assets, Natural Resource, and Intangible Assets............................................................ 43
A. Pengelompokan Fixed Assets ....................................................................................... 43
iii

B. Perolehan Fixed Assets ................................................................................................. 44


C. Metode dan Akuntansi untuk Depresiasi ...................................................................... 45
D. Capital dan Revenue Expenditure ................................................................................. 46
E. Disposal of Plant Assets................................................................................................ 48
F. Intangible Assets ........................................................................................................... 52
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

Bab 6
Akuntansi Persediaan
A. Pengklasifikasian dan Penentuan Inventory
1. Klasifikasi Inventory
Merchandising Company (Perusahaan Dagang)
One Classification:
a. Inventory

Manufacturing Company (Perusahaan Pabrikan/Manufaktur)


Three Classifications:
a. Raw Material (Bahan Baku)
b. Work in Process (Barang dalam proses)
c. Finished Goods (Barang Jadi)

2. Penetuan Kuantitas Inventory dengan dua cara:


a. Sistem Perpetual
i. Memeriksa keakuratan pencatatan inventory
ii. Menentukan jumlah kehilangan inventory karena bahan baku, pengutilan, dan
pencurian oleh karyawan
b. Sistem Periodik
i. Menentukan inventory on hand
ii. Menentukan harga pokok penjualan selama periode
Perusahaan juga melakukan pencatatan fisik dengan menghitung, menimbang, atau
mengukur setiap inventory yang ada. Perusahaan melakukan pencatatan fisik saat usaha
ditutup/lambat atau di akhir periode akuntansi
3. Penentuan Kepemilikan Barang
a. Goods In Transit
Goods In Transit merupakan Inventory yang telah dibeli oleh perusahaan,
namun masih dalam proses pengiriman. Untuk menentukan kepemilkan dari Goods In
Transit ini, maka harus diperhatikan Term of Sale yang berlaku saat proses pembelian.
Jika Term Of Sale yang berlaku adalah FOB Shipping Point, di mana biaya
pengiriman ditanggung oleh perusahaan, maka inventory tersebut sudah diakui sebagai
milik perusahaan sejak Inventory tersebut dikirim oleh penjual.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

Jika term of sale yang berlaku adalah FOB Destination, di mana biaya
pengiriman ditanggung oleh penjual, maka kepemilikan inventory baru bisa diakui saat
telah diterima oleh perusahaan.
b. Consigned Goods
Consigned Goods (Barang Konsinyasi) merupakan barang milik pihak ketiga
yang dititpkan di perusahaan untuk dijual, namun kepemilikan dari barang tersebut
tetap berada di pihak ketiga. Oleh karena kepemilikan consigned goods ini merupakan
milik pihak ketiga, maka perusahaan tidak boleh mengakuinya sebagai Inventory milik
perusahaan.

Harga perolehan persediaan merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membeli
persediaan hingga persediaan tersebut siap dijual. Sehingga yang termasuk dalam harga
perolehan persedian meliputi harga pokok persediaan, biaya pengiriman, serta dikurangi
dengan diskon atau potongan harga.
Untuk dapat menghitung Harga Pokok Penjualan dan harga Pokok Persediaan akhir
dapat digunakan berbagai cara yaitu:
a. Identifikasi Khusus (Spesific Identification)
Contoh:
Crivitz TV Company membeli tiga 50-inch TV di tanggal yang berbeda dengan biaya
sebesar £700, £750, dan £800. Selama tahun berjalan, Crivitz menjual dua set di harga
£1,200 setiap unit. Transaksi tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Jika Crivitz menjual TV yang dibeli pada 3 February dan 22 Mei, maka harga pokok
penjualannya adalah £1,500 (£700 + £800), and inventory akhirnya adalah £750.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

Metode ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas
maka jarang digunakan. Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual
produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas. Oleh karena itu,
banyak perusahaan menggunakan cost flow assumptions untuk menghitung harga
pokok penjualan.
Data untuk Lin Electronics’ Astro

(Beginning Inventory + Purchases) - Ending Inventory = Cost of Goods Sold

b. First-in, first-out (FIFO)

Metode ini berdasarkan harga beli pertama untuk menentukan harga pokok
penjualan apabila terjadi penjualan.

c. Average-Cost
Dalam metode ini barang yang dipakai untuk produksi atau dijual akan dibebani
harga pokok rata-rata. Perhitungan harga pokok rata-rata dilakukan dengan cara
membagi jumlah harga perolehan dengan kuantitasnya. Artinya harga perolehan barang
di gudang ditambah harga perolehan barang yang baru dibeli dibagi kuantitas / jumlah
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

barang di gudang dan jumlah barang yang dibeli. Hasil pembagian inilah yang akan
digunakan sebagai pedoman menghitung harga pokok penjualan.

B. Laporan Keuangan dan Dampak Pajak dari Metode Arus Biaya (Cost
Flow Method)
Kedua cost flow assumption, baik Metode FIFO maupun Average, sama-sama
diperbolehkan untuk digunakan. Sebuah survei terkini dari IFRS, bahwa 60% perusahaan
menggunakan metode average, 40% menggunakan metode FIFO, dan 23% dari
keseluruhan perusahaan menggunakan kedua metode untuk beberapa bagian dari inventory
mereka.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

Metode harus digunakan secara konsisten, tetapi perusahaan juga dapat mengubah
metode cost flow method

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

C. Lower-of-Cost-or-Net Realizable Value

Ketika nilai inventory lebih kecil dari harga perolehannya, maka perusahaan harus
“menurunkan” nilai inventory ke Net Realizable Value atau nilai realisasi bersih. Nilai
realisasi bersih adalah jumlah yang diperkirakan oleh perusahaan untuk realisasi
(penerimaan dari penjualan inventory)
Contoh :
Asumsi Gao TV mempunyai daftar inventory berikut dengan nilai perolehan(cost) dan
harga pasar

D. Kesalahan Pencatatan Inventory

Penyebab:
• Gagal menghitung jumlah atau harga inventory dengan benar
• Tidak sesuai pengakuan inventory dengan barang good in transit
• Kesalahan berdampak pada laporan laba-rugi dan laporan posisi keuangan

1. Dampak pada laporan laba-rugi

Kesalahan pencatatan inventory berdampak pada perhitungan Harga Pokok


Penjualan/Cost of Goods Sold dan Laba Bersih atau Net Income pada dua periode

Inventory Awal + Pembelian Inventory – Inventory Akhir = Harga Pokok Penjualan

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

• Kesalahan pencatatan inventory akhir pada periode tahun berjalan akan


menyebabkan dampak yang berkebalikan pada laba bersih pada periode berikutnya
• Setelah dua tahun, total laba bersih akan benar karena kesalahan tersebut saling
“menghapuskan”.
• Inventory akhir tergantung pada akurasi dari pembelian dan penjualan inventory
2016 2017
Incorrect Correct Incorrect Correct
Sales € 80.000 € 80.000 € 90.000 € 90.000
Beginning inventory 20.000 20.000 12.000 15.000
Cost of goods purchased 40.000 40.000 68.000 68.000
Cost of goods available 60.000 60.000 80.000 83.000
Ending inventory 12.000 15.000 23.000 23.000
Cost of good sold 48.000 45.000 57.000 60.000
Gross profit 32.000 35.000 33.000 30.000
Operating expenses 10.000 10.000 20.000 20.000
Net income € 22.000 € 25.000 € 13.000 € 10.000

(€3,000) (€3,000)
Net income Net income
understated overstated
2. Dampak pada laporan posisi keuangan
Dampak dari kesalahan pencatatan inventory ditentukan dari persamaan dasar
akuntansi:
Aset = Kewajiban + Modal
Inventory Akhir Aset Kewajiban Modal
Overstated Overstated No Effect Overstated
Understated Understated No Effect Understated
* Understated : nilai tertulis menjadi lebih rendah
Overstated : nilai tertulis menjadi lebih tinggi
No effect : tidak berdampak
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

E. Penilaian Persediaan dalam Sistem Perpetual


Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan (fisik maupun rupiah) dimonitor
setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap jenis persediaan.
Apabila ada selisih dalam pencatatan persediaan maka pada jurnal dicatat sebagai selisih
pencatatan persediaan. Perusahaan yang menggunakan Sistem Perpetual, memiliki
beberapa ciri-ciri perusahaan perpetual adalah sebagai berikut:
• Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan, bukan
rekening pembelian.
• Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan, dan dicatat dengan
mendebet rekening Harga Pokok Penjualan, dan mengkredit rekening persediaan.
• Persediaan merupakan rekening control dan dilengkapi dengan buku pembantu
persediaan yang berisi catatan untuk tiap jenis persediaanSelain itu, perusahaan yang
menggunakan jurnal sistem perpetual, memiliki keuntungan tersendiri, di antaranya
yaitu:
• Rekening persediaan akan dapat menunjukkan saldo persediaan yang ada pada akhir
tiap bulan, dengan tidak perlu menggunakan perhitungan fisik.
• Harga pokok penjualan diketahui untuk setiap transaksi penjualan barang dagangan,
sehingga laba kotor penjualan dapat diketahui, tanpa menunggu sampai akhir periode.
• Dengan telah diketahuinya saldo persediaan dan harga pokok penjualan, maka jurnal
penyesuaian pada akhir periode tidak diperlukan lagi. Jurnal untuk mencatat transaksi
pembelian dan penjualan pada metoda perpetual berbeda dengan jurnal system
periodik. Dalam system persediaan perpetual pembelian barang dagangan dicatat
dengan mendebet rekening persediaaan sebesar harga perolehannya.
Dalam metode perpetual, untuk mengetahui jumlah Inventory setiap saat, maka perlu
dibuat Kartu Persediaan. Penggunaan metode FIFO, LIFO, dan Average dalam system
pencatatan perpetual ini akan diilustrasikan sebagai berikut :
Contoh Kasus :

1. FIFO
Dalam metode FIFO, maka pencatatan untuk transaksi sesuai kasus di atas adalah
sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

2. LIFO
Dalam metode LIFO, maka pencatatan untuk transaksi sesuai kasus di atas adalah
sebagai berikut :

3. Average
Dalam metode Average, maka pencatatan untuk transaksi sesuai kasus di atas
adalah sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

10

F. Penilaian Persediaan dalam Sistem Periodik


Pada metode ini setiap pemasukan dan pengeluaran persediaan dicatat dalam perkiraan
yang berbeda yaitu pembelian dan penjualan. Kelemahannya yaitu perusahaan tidak dapat
mengetahui besarnya persediaan yang ada pada suatu saat tertentu dan tidak dapat
mengetahui harga pokok barang yang dijual untuk setiap transaksi penjualan yang terjadi.
Pada umumnya metode periodik digunakan pada perusahaan yang menjual barang yang
harganya relatif murah tapi frekuensi penjualannya cukup sering.
Contoh Kasus :

1. FIFO
Penghitungan secara fisik pada 31 Januari menunjukkan bahwa unit yang tersisa
sebesar 150. Dengan menggunakan metode FIFO, maka cost dari ending inventory
sebesar 150, dihitung sebagai berikut :

Maka penghitungan COGS, adalah sebagai berikut

2. LIFO

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

11

Penghitungan secara fisik pada 31 Januari menunjukkan bahwa unit yang tersisa
sebesar 150. Dengan menggunakan metode LIFO, maka cost dari ending inventory
sebesar 150, dihitung sebagai berikut :

Maka penghitungan COGS, adalah sebagai berikut :

3. Average
Penghitungan secara fisik pada 31 Januari menunjukkan bahwa unit yang tersisa
sebesar 150. Dengan menggunakan metode Average, maka cost dari ending
inventory sebesar 150, dihitung sebagai berikut :

Maka penghitungan COMS, adalah sebagai berikut :

G. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Harga Perolehan


Selain menggunakan metode harga perolehan (Cost), untuk melakukan penilaian
terhadap inventory, juga dapat digunakan metode LCM (Low Cost or Market), dalam
metode LCM ini, penilaian terhadap inventory dilakukan dengan cara memilih nilai
terendah antara nilai cost dengan nilai pasar untuk dilaporkan di neraca.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

12

Contoh Kasus :

Dari contoh kasus di atas dapat dilihat bahwa dalam melakukan penilaian terhadap
inventory Flat-screen TVs, dan Blu-ray players menggunakan harga pasar (market),
Karena harga pasar (market) lebih kecil dibandingkan dengan harga perolehan (cost).
Sedangkan untuk inventory Satellite Radios, dan CDs dinilai menggunakan harga
perolehan (cost) Karena, harga perolehannya (cost) lebih kecil dibandingkan harga pasar
(market)

H. Estimasi Nilai Persediaan


Estimasi nilai persediaan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan untuk
mengestimasikan nilai inventory jika terjadi hal – hal di luar kekuasaan perusahaan yang
mengakibatkan hilangnya persediaan, misalnya bencana alam, atau kebakaran. Metode
estimasi ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Gross Profit Method
Gross Profit method merupakan metode estimasi nilai persediaan dengan
mengaplikasikan gross profit rate terhadap net sales dari perusahaan. Di mana gross
profit rate yang digunakan untuk estimasi ini merupakan, hasil dari Analisa
perusahaan terhadap penjulan di tahun – tahun sebelumnya.
To illustrate, assume that Kishwaukee Company wishes to prepare an
incomestatement for the month of January. Its records show net sales of $200,000,
beginninginventory $40,000, and cost of goods purchased $120,000. In the
precedingyear, the company realized a 30% gross profi t rate. It expects to earn the
samerate this year. Given these facts and assumptions, Kishwaukee can compute
theestimated cost of the ending inventory at January 31 under the gross
profitmethod as follows.
Untuk mengilustrasikan, asumsikan bahwa Kishwaukee ingin mempersiapkan
laporan laba rugi untuk bulan Januari. Catatan perusahaan menunjukkan bahwa
penjualan bersih sebesar $ 200.000, persediaan awal $ 40.000, dan pembelian
inventory $ 120.000. Pada tahun sebelumnya, perusahaan memperoleh laba kotor
30% dari net sales. Pada tahun ini perusahaan juga mengininginkan memperoleh
laba kotor yan sama dengan tahun sebelumnya. Mengingat fakta-fakta dan asumsi,

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

13

Kishwaukee dapat menghitung estimasi biaya persediaan akhir pada 31 Januari


dengan metode laba kotor sebagai berikut.

2. Retail Inventory Method


Sebuah toko retail seperti Home Depot, Ace Hardware, atau Walmart memiliki
ribuan jenis barang dengan biaya unit yang rendah. Dalam kasus tersebut, masih
terjadi kesulitan dan memakan waktu yang lama untuk menerapkan biaya unit untuk
jumlah persediaan. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan
menggunakan metode persediaan eceran (retail) untuk memperkirakan biaya
persediaan.
Langkah – langkah penggunaan metode retail ini dapat diilustrasikan sebagai
berikut :

Contoh Kasus :
Asumsikan bahwa Ortiz Inc telah merencanakan bahwa 10 unit inventory yang
dibeli seharga $ 7 per unit akan dijual seharga $ 10 per unit. Dengan demikian, rasio
biaya-ke-ritel adalah 70% ($ 70/$ 100). Jika empat unit tetap tidak terjual, nilai ritel

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

14

mereka adalah $ 40 (4 x $ 10), dan biaya mereka adalah $ 28 ($ 40 x 70%). Jumlah


ini sesuai dengan jumlah inventory di tangan yaitu $28 (4 x $7).
Contoh lainnya dari penerapan metode retail adalah sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

15

Contoh Soal:

1. Inventory awal dari Walco Co. dan data pembelian dan penjualan selama tiga bulan
adalah sebagai berikut:

Instruksi:
a. Catatlah inventory, pembelian, dan harga pokok penjualan dengan metode
perpetual dan First-in, First-Out
b. Tentukan total penjualan dan total harga pokok penjualan dalam periode tersebut
c. Tentukanlah laba kotor dalam penjualan tersebut
d. Tentukanlah inventory akhirnya
Pembahasan :
a. Inventory, pembelian, dan harga pokok penjualan dengan metode perpetual dan
First-in, First-Out

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

16

*Cost of Merchandise Sold sama dengan Cost of Goods Sold


b. Total Penjualan = 2.307.500
c. Laba Kotor = 2.307.500 – 894.000 = 1.413.500
d. Inventory akhir = 264.000
2. Inventory awal dari Walco Co. dan data pembelian dan penjualan selama tiga bulan
ditampilkan pada soal nomor 1
Instruksi:
a. Catatlah inventory, pembelian, dan harga pokok penjualan dengan metode
perpetual dan Average
b. Tentukan total penjualan dan total harga pokok penjualan dalam periode tersebut
c. Tentukanlah laba kotor dalam penjualan tersebut
d. Tentukanlah inventory akhirnya
Pembahasan :
a. Inventory, pembelian, dan harga pokok penjualan dengan metode perpetual dan
Average

b. Total Penjualan = 2.307.500


c. Laba Kotor = 2.307.500 – 897.438 = 1.410.062
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

17

d. Inventory akhir = 260.563

Bab 7
Akuntansi Kas

A. Definisi Kas
Kas ( Cash) adalah aktiva lancar yang meliputi uang kertas/logam dan benda-benda
lain yang dapat digunakan sebagai media tukar/alat pembayaran yang sah dan dapat diambil
setiap saat.

Yang TERMASUK kas (cash) Yang TIDAK TERMASUK kas (cash)


1. Uang tunai dalam bentuk kertas/logam 1. Deposito berjangka/Time deposite : uang
simpanan di bank yang hanya dapat
diambil setelah jangka waktu tertentu
berakhir

2. Uang perusahaan yang disimpan di bank 2. Uang yang disediakan untuk tujuan-
yang sewaktu-waktu dapat diambil tujuan tertentu sehingga terikat
penggunaannya Contoh : Dana Pensiun

3. Cek yang diterima sebagai pembayaran 3. Cek mundur/Post date check : tidak dapat
dari pihak lain digolongkan ke dalam kas sebelum jangka
waktunya
4. Cek perjalanan(travell check) adalah
yang diterbitkan oleh suatu bank untuk
melayani nasabah yang melakukan
perjalanan jarak jauh.

5. Kasir cek adalah cek yang dibuat dan 4. Perangko


ditanda tangani oleh suatu bank,ditarik
oleh bank itu sendiri untuk melakukan
pembayaran ke pihak lain

6. Wesel post: dapat dijadikan uang tunai


pada saat diperlukan

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

18

B. Sistem Pengendalian Kas


Pengendalian internal merupakan proses yang dirancang untuk memberikan keyakinan
memadai tentang pencapaian tujuan yang terkait dengan operasi, pelaporan, dan kepatuhan.
Secara lebih rinci, terdiri dari semua metode terkait dan langkah-langkah dalam sebuah
organisasi untuk menjaga aset, meningkatkan keandalan pencatatan akuntansi,
meningkatkan efisiensi operasi, dan memastikan kepatuhan dengan aturan dan undang –
undang yang berlaku. sistem pengendalian internal memiliki lima komponen utama sebagai
terdaftar berikut:
• A Control Enviroment
Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak untuk membuat jelas bahwa organisasi
menghargai integritas dan aktivitas tidak etis akan tidak akan ditoleransi. Komponen
ini sering disebut sebagai "nada di puncak (tone at the top)."
• Risk Assesment
Perusahaan harus mengidentifikasi dan menganalisis berbagai factor yang menciptakan
risiko bisnis dan harus menentukan bagaimana mengelola risiko ini.
• Control Activities
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penipuan, manajemen harus mendesain
kebijakan dan prosedur untuk mengatasi risiko spesifik yang dihadapi oleh perusahaan.
• Information and Communication
Sistem pengendalian intern harus mengumpulkan dan mengkomunikasikan semua
informasi terkait baik ke bawah dan ke atas organisasi, serta menyampaikan informasi
kepada pihak eksternal yang terkait
• Monitoring
Sistem pengendalian internal harus dipantau secara berkala. Defisiensi yang signifikan
perlu dilaporkan kepada manajemen punca dan / atau dewan direksi.
Dalam pengendalian internal, ada 6 PRINSIP yang juga harus diperhatikan, yaitu :
1. Establishment of Responsibility
Prinsip penting dari pengendalian internal adalah untuk menetapkan tanggung jawab
kepada karyawan tertentu. Kontrol yang paling efektif bila hanya satu orang yang
bertanggung jawab untuk tugas yang diberikan.
2. Segregation of Duties
Pemisahan tugas sangat diperlukan dalam sistem pengendalian internal. Ada dua
aplikasi umum dari prinsip ini : individu yang berbeda harus bertanggung jawab untuk
kegiatan terkait, dan tanggung jawab untuk pencatatan untuk aset harus terpisah dari
tangguung jawab penghitungan fisik aset tersebut.
3. Documentation Procedures
Perusahaan harus menetapkan prosedur untuk dokumen. Pertama, perusahaan harus
memberikan penomoran terhadap setiap dokuman, dan semua dokumen harus
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

19

dipertanggungjawabkan. Penomoran membantu untuk mencegah transaksi dari yang


tercatat lebih dari sekali, atau sebaliknya, dari tidak didata sama sekali. Kedua, sistem
kontrol harus mengharuskan karyawan segera memberikan dokumen ke bagian
akuntansi untuk dilakukan pencatatan.
4. Physical Controls
Penggunaan kontrol fisik sangat penting. Kontrol fisik berhubungan dengan
pengamanan aset dan meningkatkan akurasi dan keandalan catatan akuntansi
5. Independent Internal Verification
Kebanyakan sistem pengendalian internal menyediakan verifikasi internal independen.
Prinsip ini melibatkan penelaahan data yang disusun karyawan.Sistem ini sangat
berguna dalam yang membandingkan pencatatan akuntansi dengan aset yang ada
a. Memverifikasi catatan secara periodik atau atas dasar dadakan.
b. Memverifikasi catatan oleh pekerja yang independen.
c. Ketidaksesuaian dilaporkan ke manajemen.
6. Human Resource Controls
Prinsip ini merupakan prinsip di mana perusahaan harus memerhatikan bagaimana
kualitas karyawan perusahaan tersebut, agar terhindar dari tindakan merugikan yang
mungkin dilakukan oleh karyawan perusahaan yang tidak kompeten.
a. Perikatan pekerja.
b. Merotasi dan cuti karyawan
c. Melakukan cek latar belakang pekerja
Berikut Keterbatasan pengendalian Internal
1. Biaya harus tidak melebihi manfaat.
2. Elemen manusia.
3. Ukuran bisnis.

C. Pengendalian Internal terhadap Penerimaan Kas


Untuk melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan, perusahann harus
mengontrol
uang tunai dari waktu diterima sampai disimpan di bank. Perusahann biasanya menerima
uang tunai dari dua utama sumber:
1. Penerimaan kas secara langsung (over-the-counter receipt)
2. Penerimaan kas kotak pos/surat (Mail receipt)
Prosedur Pengendalian Internal terhadap penerimaan kas adalah sebagai berikut :
• Penentuan tanggung jawab  Hanya karyawan yang ditugaskan diizinkan untuk
menangani penerimaan kas
• Prosedur Dokumentasi  Menggunakan pesan pembayaran (kotak pos), register kas,
dan bukti deposit.
• Verifikasi internal independen  Supervisor menghitung penerimaan kas harian,
bendahara membandingkan total penerimaan dengan deposit bank harian.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

20

• Pemisahan tugas  Individu yang berbeda menerima kas, mencatat penerimaan kas,
dan memegang kas.
• Pengendalian fisik  Menyimpan kas di brangkas atau deposit bank, akses terbatas
untuk wilayah penyimpanan, gunakan kas register.
• Pengendalian SDM  Perikatan pegawai yang memegang kas, kebutuhan karyawan
untuk mengambil liburan dan menyimpan seluruh kas di bank harian.
Dalam pengendalian kas masuk ini, pada awal shift kerja, masing-masing petugas kasir
diberi laci kas yang berisi jumlah yang telah ditetapkan untuk memberikan uang kembalian
bagi pelanggan. Pada akhir shift, petugas dan pengawas menghitung uang tunai dalam laci
kas. Jumlah kas di setiap laci harus sama dengan jumlah awal uang tunai ditambah
penjualan tunai untuk hari tersebut. Namun, kesalahan dalam pencatatan penjualan tunai
atau kesalahan dalam memberikan uang kembalian menyebabkan jumlah uang tunai di
tangan untuk berbeda dari jumlah ini. Perbedaan tersebut dicatat dalam akun cash short
and over.
Pada akhir periode akuntansi, saldo akun cash short and over debit termasuk dalam
Beban Miscellaneous dalam laporan laba rugi. Sebuah saldo kredit termasuk dalam bagian
Penghasilan.
Apabila saldo :
cash on hand/deposited on bank > cash register tape/accounting records
 “credit” CASH SHORT AND OVER
 dilaporkan pada INCOME STATEMENT sebagai MISCELLANEOUS REVENUE

Apabila saldo :
cash on hand/deposited on bank < cash register tape/accounting records
 “Debitt” CASH SHORT AND OVER
 dilaporkan pada INCOME STATEMENT sebagai MISCELLANEOUS EXPENSE
Misalnya, bahwa mesin kasir menunjukkan penjualan $ 6,956.20 tetapi jumlah uang
tunai hanya $ 6,946.10. Ada kekurangan uang tunai sebesar $ 10,10 . Untuk menjelaskan
kekurangan kas ini, perusahaan membuat entri berikut :

D. Pengendalian Internal terhadap Pengeluaran Kas


• Penentuan tanggung jawab  Hanya pegawai yang ditunjuk diotirisasi untuk
menandatangani cek (bendahara) dan menyetujui pemasok.
• Prosedur dokumentasi  Menggunakan cek bernomor, cek harus memiliki faktur
yang disetujui, membutuhkan pegawai untuk menggunakan kartu kredit perusahaan
untuk pengembalian beban.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

21

• Verifikasi internal independen  Membandingkan cek dengan faktur, rekonsiliasi


laporan bank bulanan.
• Pemisahan tugas  Individu yang berbeda yang menyetujui, melakukan pembayaran,
penandatangan cek tidak mencatat pengeluaran.
• Pengendalian fisik  Simpan cek kosong di brangkas, dengan akses terbatas, cetak
jumlah cek dengan mesin tinta permanen.
• Pengendalian SDM  Perikatan pegawai yang menangani kas, kebutuhan pegawai
atas liburan, cek latar belakang

Perusahaan mengeluarkan uang tunai untuk berbagai alasan, seperti untuk membayar
biaya dan kewajiban atau untuk membeli aset. Umumnya, pengendalian internal atas
pengeluaran kas lebih efektif bila perusahaan membayar dengan dana cek atau elektronik
Transfer (EFT) bukan dengan uang tunai. Satu pengecualian adalah pembayaran incidental
dengan jumlah yang dibayarkan dari cash kecil.
Sebagian besar perusahaan menengah dan besar menggunakan voucher sebagai bagian
dari pengendalian internal mereka atas pengeluaran kas. Sebuah sistem voucher adalah
sistem persetujuan oleh individu yang berwenang, bertindak secara independen, untuk
memastikan bahwa semua pengeluaran dengan cek yang tepat.

E. Kas Kecil
Seperti yang telah dipelajari sebelumya, pengendalian internal yang lebih baik atas
pengeluaran kas adalah mungkin ketika perusahaan melakukan pembayaran dengan cek.
Namun, dengan menggunakan cek untuk membayar transaksi yang berjumlah kecil, hal ini
relative tidak efisien dan praktis.
Sebuah cara yang umum menangani pembayaran tersebut, sambil mempertahankan
kontrol yang memuaskan, adalah dengan menggunakan Petty Cash (Kas Kecil) untuk
membayar jumlah yang relatif kecil. Operasi dari dana kas kecil, sering disebut sistem
imprest, melibatkan (1) pembentukan dana Petty Cash, (2) melakukan pembayaran dari
dana tersebut, dan (3) pengisian ulang dana
Untuk membentuk dana Petty Cash, perusahaan mengeluarkan uang untuk dibayarkan
ke kas kecil dengan jumlah yang telah ditetapkan. Misalnya, jika Laird Company
memutuskan untuk membentuk dana Petty Cash $ 100 pada tanggal 1 Maret entri jurnal

umum adalah:

Perusahaan tidak membuat entri akuntansi untuk mencatat pembayaran saat dilakukan
dari kas kecil. Sebaliknya, perusahaan mengakui efek akuntansi setiap pembayaran ketika
mengisi ulang dana.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

22

Untuk mengilustrasikan, asumsikan bahwa pada 15 Maret, penanggung jawab Petty


Cash Laird Company mengajukan cek sebesar $ 87. Sisa Petty Cash sebesar $ 13. Cek
tersebut terdiri dari biaya postage $ 44, freigt out $ 38, dan biaya lain-lain $ 5. Jurnal umum
untuk merekam cek adalah sebagai berikut.

F. Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi Bank merupakan suatu proses untuk membandingkan pencatatan Cash
yang dilakukan oleh perusahaan dengan pencatatan Cash yang dilakukan oleh Bank. Dalam
rekonsilliasi bank ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
Langkah 1. Deposit In Transit. Bandingkan deposito individu terdaftar di bank,
Pernyataan dengan setoran dalam perjalanan dari rekonsiliasi bank sebelumnya dan dengan
deposito per catatan perusahaan atau slip setoran duplikat. Deposit dicatat oleh deposan
yang belum dicatat oleh bank adalah setoran dalam perjalanan. Tambahkan deposito ini ke
saldo bank.
Langkah 2. Outstanding Cek. Outstanding Cek merupakan cek yang telah dikeluarkan,
namun belum dicairkan ke bank oleh pihak yang menerima cek tersebut. Jumlah
Outstanding Cek ini harus dikurangkan dari saldo pencatatan Bank
Langkah 3. Error. Kesalahan dalam pencatatan ini dapat dilakukan baik oleh
perusahaan maupun bank, oleh Karena itu diperlukan identifikasi terlebih dahulu sebelum
melakukan rekonsiliasi terhadap kesalahan pencatatan ini.
Langkah 4. Bank memorandum. Bank memorandum terdiri dari Credit Memo yang
menambah saldo kas, dan Debit Memo yang mengurangi saldo kas. Perubahan kas Karena
Bank memorandum ini dicatat di pembukuan perusahaan.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

23

Contoh Kasus

Contoh Kasus
Laporan bank untuk Laird Perusahaan menunjukkan keseimbangan per bank $ 15,907.45
pada tanggal 30 April 2017. Pada tanggal ini saldo kas per buku adalah $ 11,589.45.
Menggunakan empat langkah rekonsiliasi, Laird menentukan berikut item rekonsiliasi.
Langkah 1. Deposit In Transit: Deposit April 30 (diterima oleh Bank pada tanggal 1 Mei).
$ 2,201.40
Langkah 2. Outstanding Check: Nomor 453, $ 3,000.00; . 457, $ 1,401.30;. 460, $ 1,502.70.
Total ketiga Outstanding Check tersebut adalah 5,904.00
Langkah 3. Kesalahan: Laird menulis cek no. 443 sebesar $ 1,226.00 dan Bank benar
membayar jumlah tersebut. Namun, Laird mencatat cek sebesar $ 1,262.00. Atas error
tersebut, maka pembukuan perusahaan harus ditambah sebesar $36.00
Langkah 4. memorandum Bank:
a. Sebuah Debit-NSF cek dari J. R. Baron untuk $ 425,60.
b. Debit-Charge untuk perusahaan percetakan memeriksa $ 30,00.
c. Kredit-Notes Colection $ 1.000 pokok piutang ditambah bunga yang diperoleh $ 50,
biaya penagihan Bank sebesar $ 15.00.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

24

Ilustrasi Rekonsiliasi Bank dari kasus di atas adalah :

Jurnal yang perlu dibuat atas Rekonsiliasi di atas adalah sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

25

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

26

Contoh Soal
1. Berikut adalah transaksi PT.Maju tak tuntuang selama bulan juni 2017
Juni 1 Perusahaan sepakat membentuk dana kas kecil untuk mencatat pengeluaran
kas atas transaksi yang jumlahnya kecil sebesar $1,500
15 Kas yang diterima pada penjualan tanggal ini, berdasarkan cash register
tercatat sebesar $8,750. Tetapi, kas yang nyata-nyata diterima dan akan
disetor adalah sebesar $8,505
30 Diketahui kas kecil tersisa $125, perusahaan melakukan pengisian kembali
dana kas kecil dengan menulis di cek sebesar $1375 atas pengeluaran
berikut ini, berdasarkan bukti receipt transaksi:
June 5 membeli perlengkapan kantor $500
10 freight out $275
18 membayar biaya postage $125
25 membayar biaya entertainment $300
30 Menambah dana kecil dengan tujuan agar mencukupi transaksi bulan
berikutnya, dana kas kecil yang semulanya $1,500 menjadi $1575
July 15 Mengisi ulang dana kas kecil dengan menulis cek $1,550, atas kas kecil
yang tersisa $25, dan beberapa bukti receipt pengeluaran kas yaitu : freight
out $450, postage expense $300, entertaiment expense $500, dan Iuran amal
(miscellaneous expense) $300.
30 Kas yang diterima pada penjualan tanggal ini, berdasarkan cash register
tercatat sebesar $10,100. Tetapi, kas yang nyata-nyata diterima dan akan
disetor adalah sebesar $11,000
30 Menaikan sebesar $50 dana kas kecil
JAWABAN
Juni 1 Petty cash………………………………………………….$1,500
cash…………………………………………………………$1,500

15 Cash………………………………………………………..$8,505
Cash over and short…………………………………..………245
Sales Revenue……………………………………………….$8,750

30 Office supplies……………………………………………..$500
Freight out…………………………………………………...275
Postage expense……………………………………………..125
Entertainment expense………………………………………300
Cash over and short………………………………………….175
Cash…………………………………………………………$1,375

30 Petty cash…………………………………………………..$75
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

27

cash…………………………………………………………$75
July 15 Freight out…………………………………………………..$450
Postage expense……………………….……………………...300
Entertainment Expense……………………………………….500
Miscellaneous expense………………………...……………..300
cash…………………………………………………………$1,550

30 Cash………………………………………………………..$11,000
Sales Revenue……………………………………………….$10,100
Cash over and short…………………………………..………….900

30 Petty cash…………………………………………….……..$50
cash…………………………………………………………$50

2. Laporan kas perusahaan untuk Discount Medical menunjukkan keseimbangan per buku
$4,604 pada tanggal 30 April 2017. Pada tanggal ini saldo kas per bank adalah $9,158.
Lakukanlah rekonsiliasi dan jurnal perbaikan dengan membandingkan saldo tersebut
dengan keterangan berikut ini :
a. Cek yang masih beredar sebesar $5,225
b. Sebuah deposit sebesar $3,150, yang merupakan penerimaan penjualan di april 30,
belum dicatat oleh bank.
c. Bank sudah melakukan penagihan atas piutang wesel sebesar $4,120 , nilai pokok
dari piutang wesel tersebut sebesar $4,000
d. Sebuah cek sebesar $2,490 telah salah dicatat oleh perusahaan sebesar $2,409. Cek
tersebut dikeluarkan perusahaan untuk membayar pembelian peralatan kantor kepada
Goldstein co.
e. Sebuah penarikan cek sebesar $170, telah salah dicatat oleh bank sebesar $1700
f. Biaya bank untuk bulan april sebesar $30.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

28

JAWABAN

A. Rekonsiliasi bank

B. Jurnal atas rekonsiliasi bank

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

29

Bab 8
Akuntansi Piutang
A. Klasifikasi dan Pencatatan Piutang
1) Klasifikasi Piutang
Istilah piutang (receiveables) merupkan pengertian dari suatu hak yang dimiliki
oleh perusahaan terhadap individu atau perusahaan lain. Piutang adalah claim yang
diharapkan dapat ditagih oleh perusahaan dalam bentuk kas. Secara umum, piutang
dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu :
1. Account Receiveable
Sejumlah utang yang dimiliki oleh pelanggan karena adanya transaksi jual
beli barang atau jasa.
2. Notes Receiveable
Sebuah janji tertulis mengenai pernyataan utang dari pihak lain kepada
perusahaan. Sering juga disebut sebagai trade receiveable.
3. Other Receiveable
Merupakan piutang yang berasal bukan dari kegiatan jual beli. Misalnya :
interest receiveable, income tax refundable, dll.
2) Pencatatan Piutang
Untuk mencatat pengakuan terhadap piutang, maka harus memerhatikan
beberapa hal, diantaranya adalah :
• Untuk perusahaan jasa, maka piutang dicatat saat memberikan service secara
kredit.
• Untuk perusahaan dagang, piutang dicatat saat menjual barang dagangan
secara kredit.
• Penjual bisa memberikan diskon saat penjualan, sehingga mengurangi kas
yang digunakan saat melunasi piutang.
• Pembeli juga bisa mengembalikan barang yang telah dibeli, sehingga
berpengaruh terhadap jumlah piutang.
Penjurnalan Piutang :
Illustrasi : Asumsikan bahwa Jordache Co pada tanggal 1 Juli, 2017, menjual
barang dagangan secara kredit kepada Polo Company seharga $ 1.000, dengan
syarat pembayaran 2/10, n / 30. Pada tanggal 5 Juli, Polo mengembalikan barang
yang dibelinya dengan harga jual sebesar $ 100 untuk Jordache Co Pada tanggal
11 Juli, Jordache menerima pembayaran dari Polo Company atas pembelian
secara kredit yang dilakukan sebelumnya. jurnal entri untuk merekam transaksi
tersebut pada buku Jordache Co adalah sebagai berikut :
• Pengakuan Piutang

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

30

• Retur

• Pelunasan

B. Pengendalian Piutang
Perputaran piutang harus dikendalikan dengan menyusun tabel umur piutang
(aging schedule of receivables), di mana dalam tabel tersebut dapat diketahui jumlah
piutang yang segera dapat ditagih dan yang lambat ditagih, dan dapat diketahui
penghutang atau debitur yang baik dan yang buruk.
Piutang merupakan unsur penting dalam neraca. Prosedur yang wajar dan cara
pengamanan yang cukup terhadap piutang penting bukan saja utk keberhasilan
perusahaan, tetapi juga untuk memelihara hubungan yang memuaskan dengan
pelanggan. Pengendalian piutang dimulai sebelum ada persetujuan untuk mengirimkan
barang dagangan, sampai setelah penyiapan dan penerbitan faktur, dan berakhir dengan
penagihan hasil penjualan. Prosedur pengendalian piutang berhubungan erat dengan
pengendalian penerimaan kas disatu pihak, dan pengendalian persediaan dilain pihak,
sehingga piutang merupakan mata rantai diantara keduanya.

C. Akuntansi Untuk Piutang Tak Tertagih


Penjualan secara kredit akan meningkatkan kemungkinan adanya piutang yang
tak tertagih. Pihak penjual mencatat piutang yang tak tertagih ini dalam akun bad debt
expense. Metode untuk melakukan pencatatan terhadap penghapusan piutang ada 2
macam, yaitu metode direct write-off (langsung) dan metode allowance (pencadangan).
Metode Direct Write-Off Metode Allowance

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

31

Secara teoritis tidak sesuai dengan Beban piutang tak tertagih diestimasi
prinsip akuntansi : terlebih dahulu :
• Tidak sesuai. • Lebih sesuai.
• Piutang tidak dicatat sesuai dengan • Piutang dicatat pada nilai realisasi
jumlah yang diperkirakan akan bersih.
diperoleh. • Sesuai dengan IFRS.
• Tidak sesuai dengan prinsip laporan
keuangan.

1) Metode Direct Write-Off


Ilustrasi : Warden Ltd menghapus piutang dari M.E. Doran sebesar HK$ 1.600
pada tanggal 12 Desember. Maka jurnal yang dibuat oleh Warden adalah :

2) Metode Allowance
• Perusahaan mengestimasi piutang tak tertagih.
• Mendebit Bad Debt Expense and mengkredit Allowance For Doubtful
Account (akun kontra asset)
• Perusahaan mendebit Allowance For Doubtful Account dan
mengkredit Account Receiveable pada saat piutang benar – benar
dihapuskan atau tidak tertagih lagi.
Pembuatan Cadangan Piutang Tak Tertagih
Ilustrasi : Hampson Furniture melakukan penjualan secara kredit
sebanyak 1.200.000 pada tahun 2017, di mana sebesar 200.000 masih belum
dilunasi oleh pihak pembeli hingga 31 Desember. Manager perusahaan
memperkirakan bahwa sebesar 12.000 dari piutang tersebut tidak akan
tertagih. Maka jurnal untuk pembuatan cadangannya adalah :

Penghapusan Piutang Tak Tertagih

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

32

Ilustrasi : Pada tanggal 1 Maret 2018, Hampson Furniture memutuskan


untuk melakukan penghapusan piutang sebesar 500 milik R.A. Ware, maka
jurnal yang harus dibuat adalah :

Pengembalian Piutang Tak Tertagih


Ilustrasi : Pada tanggal 1 Juli 2018, R.A. Ware membayar hutangnya
sebesar 500 yang sebelumnya telah dihapus pada tanggal 1 maret. Maka
jurnal yang dibuat oleh Hampson adalah :

Metode Estimasi Piutang Tak Tertagih


Untuk menghitung besarnya pencadangan atas jumlah piutang tak
tertagih, dapat digunakan 2 metode, yaitu metode persentase credit sales atau
persentase jumlah piutang.

• Persentase Credit Sales


Pada metode ini, perusahaan mengestimasi seberapa besar
persentase jumlah credit sales yang tidak akan tertagih. Persentase
didasarkan atas pengalaman di masa sebelumnya serta
mempertimbangkan kebijakan kredit perusahaan. Metode ini
mengedepankan prinsip matching cost again revenue. Serta jurnal
penyesuaian untuk bad debt expense dengan metode ini, tidak
memperhatikan saldo awal dari Allowance For Doubtful Account.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

33

Ilustrasi : Gonzales SA menggunakan metode persentase credit


sales dalam mengestimasi jumlah piutang tak tertagih. Gonzales SA
menetapkan bahwa 1% dari credit sales tidak akan tertagih. Jika
sepanjang tahun 2017, Gonzales SA melakukan 800.000 penjualan

secara kredit, maka jurnal penyesuaian yang dibuat adalah :

• Persentase Jumlah Piutang


Pada metode ini, manager mengestimasi jumlah piutang tak
tertagih dengan cara mencari hubungan antara jumlah piutang dengan
jumlah piutang yang diperkirakan tak akan tertagih.
Ilustrasi :Jika diperkirakan bahwa $ 3.390 dari piutang, akan
tidak tertagih dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih saat ini memiliki
saldo $ 510, Beban Piutang Tak Tertagih harus didebit untuk $ 2.880 ($
3.390 - $ 510). Jurnalnya adalah sebagai berikut :

Untuk melakukan perhitungan yang lebih rinci dengan metode


persentase piutang ini, juga sering digunakan skedul umur piutang. Di
mana dalam skedul ini, jumlah piutang tak tertagih ditentukan
berdasarkan umur dari masing – masing piutang yang dimiliki oleh
perusahaan.
Ilustrasi : Untuk mengilustrasikan, asumsikan bahwa Rodriguez
Company sedang mempersiapkan Aging Schedule untuk piutangnya
dengan jumlah total $ 86.300 pada tanggal 31 Agustus 2008. Dengan
rincian sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

34

Atas data aging schedule di atas, maka penghitungan saldo cadangan piutang
tak tertagih adalah sebagai berikut
Catatan : Persentase yang digunakan bergantung pada kebijakan masing –
masing perusahaan.

Setelah mengetahui jumlah total cadangan piutang tak tertagih, maka


jurnal yang selanjutnya dibuat oleh perusahaan adalah sebagai berikut (asumsi
saldo awal piutang tak tertagih sebesar $510 pada sisi kredit) :
Entry pada T-Account :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

35

D. Karakteristik Wesel Tagih


Notes Receiveable, adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang (Jumlah
Pokok) pada permintaan atau pada waktu tertentu. Hal ini dapat dibayarkan baik untuk
individu atau bisnis, atau untuk pembawa atau pemegang Notes. Notes Receiveable ini
ditandatangani oleh orang atau perusahaan yang membuat janji.
Tanggal catatan harus dibayar disebut tanggal jatuh tempo atau maturity date.
Masa waktu antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo dari Notes jangka
pendek dapat dinyatakan dalam baik hari atau bulan. Ketika istilah catatan dinyatakan
dalam hari, tanggal jatuh tempo adalah jumlah hari yang ditentukan setelah penerbitan.

E. Akuntansi Untuk Wesel Tagih


1) Penghitungan Bunga

Saat penghitungan jumlah hari dalam penentuan besarnya bunga, maka


tanggal pada saat notes diabaikan, sedangkan tanggal pada saat notes jatuh
tempo dimasukan dalam perhitungan jumlah hari.

2) Pengakuan Notes Receiveable


Ilustrasi : Calhoun Company menerbitkan notes sebesar 1.000, 2 bulan,
12% tanggal 1 Mei, untuk melunasi utangnya kepada Wilma Company. Maka
jurnal yang dibuat oleh Wilma Company adalah :

3) Penilaian Notes Receiveable


Untuk short term notes receiveabe, dilaporkan pada nilai realisasi kas
bersih (net realizable value). Untuk menghitung nilai realisasi bersih, digunakan
metode yang sama dengan penghitungan pada piutang tak tertagih.

4) Penghapusan Notes Receiveable

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

36

Untuk menghapus notes receiveable dari daftar asset di neraca


perusahaan, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menjual notes tersebut, atau
notes tersebut telah jatuh tempo.
Cara yang pertama adalah dengan cara menjual notes receiveable.
Sebuah notes bisa saja ditahan oleh perusahaan hingga jatuh tempo, namun bisa
saja pembuat notes gagal melunasi utangnya, sehingga perusahaan perlu
melakukan penghapusan terhadap notes receiveable yang dimilikinya. Namun,
untuk mengatasi hal ini, pihak pemegang notes mengonversi notes menjadi kas
dengan lebih cepat dengan cara menjual notes receiveable tersebut.
Penghapusan yang kedua, terjadi saat notes receiveable telah jatuh
tempo, baik pada saat tersebut, notes telah dilunasi (honored) ataupun belum
dilunasi (dishonored) oleh pihak yang menerbitkan notes tersebut. Berikut ini
adalah contoh penghapusan notes karena jatuh tempo.
Ilustrasi : Wolder Co memberikan pinjaman kepada Higley Inc sebesar
10.000 pada tanggal 1 Juni. Notes tersebut berjangka waktu 5 bulan, dengan
bunga 9%. Jika Highley melunasi notes tersebut pada tanggal 1 November,
maka jurnal yang dibuat oleh Wolder adalah :

Ilustrasi : Asumsikan jika Wolder Co membuat laporan keuangan


pertanggal 30 September. Maka jurnal penyesuaian yang perlu dicatat untuk
mengakui bunga akrual selama 4 bulan adalah :

Ilustrasi : Asumsikan bahwa Highley Co tidak mampu melunasi Notes


nya pada tangal 1 November. Maka jurnal yang dibuat oleh Wolder Co adalah

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

37

Contoh Soal
Soal 1
Ditzler Company, sebuah perusahaan bahan konstruksi menggunakan allowance method untuk
pencatatan atas piutang tak tertagih. Berikut ini adalah beberapa transaksi yang dilakukan oleh
Ditzler Company :
Feb 1 Menjual persediaan secara kredit kepada Ames Co, $8.000. HPP persediaan tersebut
sebesar $4.500.
Mar 15 Menerima wesel tagih sebesar $8.000,berjangka waktu 60 hari, 12% dari Ames Co
untuk pelunasan utang pada tanggal 1 Februari.
Apr 9 Menghapus piutang dari Dorset Co sebesar $2.500.
Apr 21 Meminjamkan uang sebesar $7.500 kepada Jill Kleinn, menerima wesel tagih
90 hari, 14%
May 14 Menerima bunga yang telah jatuh tempo dari Ames Co dan notes baru
berjangka waktu 90 hari, 14% sebagai pembaruan dari wesel sebelumnya (catat debit
dan kredit pada notes receiveable)
June 13 Mengembalikan lagi akun piutang dari Dorset Co yang dihapus pada tanggal 9
april, dan menerima pembayaran penuh sebesar $2.500.
July 20 Jill Klein tidak mampu melunasi utangnya.
Aug 12 Menerima pelunasan dari Ames Co sejumlah yang jatuh tempo dari wesel tanggal 14
Mei.
Aug 19 Menerima dari Jill Klein sejumlah wesel yang gagal dilunasi, ditambah bunga selama
30 hari 15%, dihitung berdasarkan nilai jatuh tempo dari wesel tersebut.
Dec 16 Menerima wesel tagih sebesar $12.000, 12%, 60 hari, dari Global Co sebagai
pelunasan piutang.
Dec 31 Perusahaan memperkirakan 3% dari penjualan kredit sebesar $1.375.000 selama
tahun tersebut tidak akan tertagih.
Instruksi :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

38

• Buatlah jurnal atas transaksi tersebut.


• Buatlah jurnal penyesuaian atas bunga akrual dan saldo cadangan piutang untuk
tanggal 31 Desember.

Pembahasan

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

39

Soal 2
Blue Ribbon Flies merupakan perusahaan yang menyediakan perlengkapan dan peralatan
memancing di daerah amerika bagian barat. Saldo piutang yang disiapkan oleh Blue Ribbon
disediakan dalam bagian aging schedule berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

40

Berikut ini adalah beberapa saldo piutang yang belum tercatat dalam aging schedule di atas :

Blue Ribbon menetapkan persentase piutang tak tertagih berdasarkan pengalaman di tahun
sebelumnya, sebagai berikut :

Instruksi :
1. Tentukan berapa lamakah piutang tersebut telah melewati tanggal jatuh tempo
2. Lengkapi aging schedule piutang perusahaan
3. Tentukan estimasi cadangan piutang tak tertagih berdasarkan aging schedule yang
telah dibuat
4. Asumsikan saldo Allowance For Doubtful Account untuk Blue Ribbon memiliki
saldo debit sebesar $3.199 sebelum penyesuaian pada 31 Desember 2007, jurnalnya
ayat jurnal penyesuaian untuk piutang tak tertagih

Pembahasan
1.
Customer Due Date Number of Days Past Due
Able Sports & Flies June 15, 2006 199 days (15 + 31 + 31 + 30 + 31 + 30 + 31)
Red Tag Sporting Goods July 28, 2006 156 days (3 + 31 + 30 + 31 + 30 + 31)
Highlite Flies Sept. 11, 2006 111 days (19 + 31 + 30 + 31)
Midge Co. Sept. 30, 2006 92 days (31 + 30 + 31)
Snake River Outfitters Oct. 7, 2006 85 days (24 + 30 + 31)
Pheasant Tail Sports Oct. 27, 2006 65 days (4 + 30 + 31)
Big Sky Sports Oct. 30, 2006 62 days (1 + 30 + 31)
Ross Sports Nov. 18, 2006 43 days (12 + 31)
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

41

Sawyer’s Pheasant Tail Nov. 26, 2006 35 days (4 + 31)


Tent Caddis Outfitters Nov. 29, 2006 32 days
Wulff Company Dec. 10, 2006 21 days
Zug Bug Sports Jan. 6, 2007 Not past due

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

42

2. and 3.
Aging of Accounts Receivable
December 31, 2006
Days Past Due
Not Past Over
Customer Balance Due 1–30 31–60 61–90 91–120 120
Alpha Fishery 5,000 5,000
Brown Trout Sports 6,400 6,400
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Zinger Sports 2,900 2,900
Subtotals 580,000 248,600 147,250 98,750 33,300 29,950 22,150
Able Sports & Flies 3,500 3,500
Red Tag Sporting Goods 4,000 4,000
Highlite Flies 2,500 2,500
Midge Co. 3,100 3,100
Snake River Outfitters 4,500 4,500
Pheasant Tail Sports 1,600 1,600
Big Sky Sports 2,000 2,000
Ross Sports 500 500
Sawyer’s Pheasant Tail 2,800 2,800
Tent Caddis Outfitters 3,500 3,500
Wulff Company 1,000 1,000
Zug Bug Sports 6,200 6,200
Totals 615,200 254,800 148,250 105,550 41,400 35,550 29,650
Percentage Uncollectible 1% 4% 8% 25% 40% 80%
Estimate of Doubtful
Accounts 65,212 2,548 5,930 8,444 10,350 14,220
23,720

4. Uncollectible Accounts Expense ................................................. 68,012*


Allowance for Doubtful Accounts ......................................... 68,012
*$65,212 + $2,800

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

43

Bab 10
Plant Assets, Natural Resource, and Intangible Assets

Fixed Assets atau Aktiva Tetap adalah harta yang dibeli oleh perusahaan untuk membantu
operasional perusahaan. Menurut PSAK No. 16 Butir 5, aktiva tetap adalah aktiva berwujud
yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan cara dibangun, yang digunakan dalam
operasional perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal
perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, Dari pernyataan ini dapat
diringkas bahwa harta tetap ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Dibeli atau dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk membantu operasinal perusahaan
dan bukan untuk tujuan dijual kembali.
b. Harta tetap ini dapat dipakai atau dimanfaatkan secara berulang-ulang.
c. Umur manfaat dari hafta ini lebih dari satu tahun.

A. Pengelompokan Fixed Assets


Dari sisi Wujud :
1. Tangible asset adalah haita tetap yang memiliki wujud kebendaan yang nyata seperti ;
Tanah, mesin, bangunan, peralatan, kendaraan dan lain lain.
2. Intangible Asset adalah harta yang tidak memiliki fisik nyata, tapi memiliki nilai
ekonomis yang tinggi sepetti ; Hak guna bangunan ( HGB) hak guna usaha (HGH). hak
Patent, Hak Cipta, Franchise, Organization Cost, Hak pengusahaan Hutan (HPH) dan
lain lain.
Dari sudut disusutkan atau tidak
1. Harta tetap yang disusutkan ( Depreciated Plant asset ) yang termasuk kelompok ini
adalah peralatan, gedung, kendaraan, mesin dan lain-lain `
2. Harta tetap yang tidak disusutkan ( Undepreciated Plan asset ) yang termasuk kelompok
ini adalah tanah.

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

44

B. Perolehan Fixed Assets


Harga perolehan dari suatu asset tetap meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan hingga
asset tersebut siap digunakan.

1. Cost of Land
Semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli tanah hingga tanah
tersebut siap digunakan dimasukkan ke dalam harga perolehan dari tanah tersebut.
Biasanya biaya – biaya tersebut meliputi :
• Harga beli
• Biaya penutupan, seperti sertifikat hak milik, honor pencatatan, dan honor pengaraca
• Biaya yang diperlukan untuk membuat tanah tersebut siap digunakan oleh
perusahaan, seperti meratakan, menimbun, membersihkan, mengosongkan
• Asusmsi tentang hak gadai beban atau hipotik
• Perbaikkan tanah lainnya yang memiliki umur yang tak terbatas
Pengembangan dengan umur terbatas, seperti jalan pribadi, pagar, dan lahan parkir,
dicatat secara terpisah sebagai Land Improvements (Pengembangan Tanah) sehingga
bisa disusutkan sampai umur manfaatnya berakhir.

2. Cost of Building
Semua biaya yang berkaitan secara langsung dengan harga perolehan dan biaya
konstruksi bangunan, yang biasanya terdiri dari :
• Biaya bahan baku bangunan, tenaga kerja, dan biaya operasional (overhead) yang
tejadi selama konstruksi, dan
• Honor tenaga professional dan biaya pengurusan izin dalam mendirikan bangunan

3. Cost of Equipment
Semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh Peralatan beserta biaya lain yang
dikeluarkan hingga peralatan siap digunakan. Biasanya terdiri dari :
Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

45

• Harga beli perlatan


• Biaya pegangkutan dan penangannan perlatan
• Biaya asuransi peralatan ketika barang masih dalam perjalanan
• Biaya fondasi khusus jika ada
• Biaya pemasangan serta perakitan peralatan
• Biaya dalam melakukan uji coba peralatan

C. Metode dan Akuntansi untuk Depresiasi

1. Straight Line Method


Straight Line method merupakan metode penyusutan di mana jumlah penyusutan di
setiap tahunnya selama masa manfaat asset tersebut sama besar. Contohnya : sebuah asset
memiliki harga perolehan sebesar $24.000, dengan estimasi nilai sisa sebesar $2000,
dengan masa manfaat selama 5 tahun, maka penyusutannya dengan straight line metho
adalah sebagai berikut :

Dalam hal perolehan asset dilakukan di pertengahan tahun berjalan, maka


penyusutannya pada tahun tersebut, dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
bulan hingga akhir tahun buku.

2. Unit of Production Method


Metode penyusutan ini merupakan metode penyusutan di mana, besarnya beban
penyusutan besarnya sama untuk setiap unit yang diproduksi atau besarnya kapasitas
asset yang digunakan. Contohnya : misalkan sebuah mesin dengan harga perolehan
$24.000 dengan nilai sisa sebesar $2000, diperkirakan memiliki 10.000 jam operasi.
Maka depresiasi untuk setiap jam operasinya adalah sebesar :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

46

Jika seandainya selama tahun berjalan, mesin tersebut digunakan selama 2.100 jam
maka penyusutan dari mesin tersebut pada tahun tersebut adalah sebesar $4.620 (2100 x
$2,20)

3. Double Declining Method


Double declining method merupakan metode penyusutan, di mana jumlah penyusutan
untuk setiap tahunnya selama masa manfaat mengalami penurunan. Rate dari double
declining method ini dihitung dengan cara : 100% dibagi masa manfaat, kemudian
hasilnya dikali 2. Pada metode ini nilai sisa dari asset tidak diperhitungkan dalam
menentukan tarif penyusutan, melainkan digunakan untuk menentukan batas nilai

penyusutan di akhir masa manfaat. Contohnya : sebuah asset memiliki masa manfaat 5
tahun, dengan estimasi nilai sisa sebesar $2.000, harga perolehan asset ini sebesar
$24.000. Maka penyusutan dari asset ini dengan mengunakan metode double declining
adalah sebagai berikut :
Pada metode ini, penyusutan pada tahun terakhir dilakukan secara sekaligus, namum
menyesuaikan dengan nilai sisa dari asset tersebut.

D. Capital dan Revenue Expenditure


Revenue Expenditure adalah pengeluaran yang berkaitan dengan Fixed Asset yang hanya
memberikan manfaat pada periode tertentu saat dilakukannya pengeluaran tersebut. Contoh
dari revenue expenditure adalah ordinary maintenance and repair. Ordinary Maintinance
and Expense ini dicatat sebagai beban pada periode dilakukannya pengeluaran. Contohnya,
pembayaran $300 untuk menservice Truk perusahan, dijurnal sebagai berikut :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

47

Sedangkan, Capital Expenditure adalah pengeluaran yang dilakukan terkait dengan Fixed
Assets yang menyebabkan peningkatan dari assets atau menambah masa manfaat dari assets
tersebut. Contoh dari Capital expenditure ini ada 2, yaitu : assets improvement dan
extraordinary repair. Assets Improvements adalah pengeluaran untuk fixed assets yang
menyebabkan peningkatan pada daya guna assets tersebut, contohnya : sebuah perusahaan
melakukan pembayaran sebesar $5.500 untuk memasang lift hidrolik pada truk pengiriman,
maka

jurnalnya adalah sebagai berikut :

Selanjutnya, extraordinary repair merupakan pengeluaran terkait dengan fixed asset yang
menyebabkan pertambahan masa manfaat dari asset tersebut. Contohnya : pembayaran
sebesar 4500 dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki engine Forklift yang
dimilikinya sehingga masa manfaatnya bertambah menjadi 8 tahun, maka jurnalnya adalah

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

48

Bagan Capital dan Revenue Expenditure

Salah satu hal penting yang juga perlu diperhatikan dalam penyusutan ini adalah
perubahan estimasi nilai sisa dari asset. Contohnya : sebuah asset perusahaan memiliki
harga perolehan sebesar $140.000 pada awalnya diperkirakan memilki masa manfaat selama
5 tahun dan nilai sisa sebesar $10.000. Pada 2 tahun pertama asset ini telah disusutkan
dengan metode straight line sebagai berikut :

Pada awal tahun ketiga, ternyata perusahaan memperkirakan bahwa masa manfaat dari
asset tersebut tersisa 8 tahun lagi (bukan 3 tahun) dan nilai bukunya $8.000 (bukan $10.000)
maka penghitungan penyusutan mulai tahun ketiga adalah sebagai berikut :

E. Disposal of Plant Assets


1. Discarding Fixed Assets

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

49

Discarding di sini berarti menghapus assets yang masa manfaatnya telah habis. Jika
asset yang dihapus telah terdepresiasi sepenuhnya, maka jurnalnya adalah sebagai berikut
: dalam hal ini asset dengan harga perolehan $25.000 telah disusutkan sepenuhnya

Sedangkan, jika asset tersebut belum terdepresiasi sepenuhnya, maka perhitungan


penyusutannya akan sedikit berbeda. Contoh : asumsikan bahwa sebuah asset dengan
harga perolehan $6.000 dan tidak memiliki nilai sisa, disusutkan dengan metode garis
lurus dengan tarif 10%. Asumsikan bahwa pada 31 Desember, total akumulasi depresiasi
setelah penyesuaian adalah sebesa $4.750, kemudian asset ini dihapus pada 24 maret
tahun depannya, maka jurnalnya adalah sebagai berikut :

2. Selling Fixed Assets


Contoh Soal : Asumsikan bahwa sebuah peralatan dengan harga $10.000 dan tidak
memiliki nilai sisa disusutkan dengan metode garis lurus dengan tarif 10%. Peralatan ini
dijual pada 12 Oktober pada tahun kedelapan penggunaannya. Balance dari akumulasi

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

50

depresiasi pada akhir tahun ketujuh sebesar $7.000. Jurnal untuk mencatat depresiasi
hingga bulan oktober tahun ke delapan adalah :
Jurnal untuk mencatat penjualan asset dengan 3 kondisi yang berbeda adalah sebagai
berikut :
• Dijual seharga $2.250 (sesuai nilai buku)
• Dijual seharga $1.000 (di bawah nilai buku)
• Dijual seharga $2.800 (di atas nilai buku)

3. Exchanging Similar Fixed Assets


Dalam pertukaran asset ini, ada istilah penting yang perlu diperhatikan, yaitu Trade In
Allowance. Trade In Allowance ini merupakan nilai yang diberikan oleh lawan transaksi
untuk asset perusahaan kita yang akan ditukarkan.
• Gain Situation
Dalam hal perusahaan memperoleh keuntungan dari transaksi tukar menukar
ini, maka jumlah keuntungan tersebut tidak diakui dalam laporan keuagan,
melainkan diakui sebagai pengurang harga perolehan dari asset baru. Contoh
Kasus:

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

51

Jurnal transaksi di atas adalah sebagai berikut :

• Loss Situation
Dalam perusahaan mengalami kerugian dalam transaksi tukar menukar, maka
jumlah kerugian tersebut perlu diakui dalam laporan keuangan perusahaan. Contoh
Kasus :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

52

Jurnal untuk transaksi di atas adalah :

F. Intangible Assets
Intangible Assets tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan. Beberapa contoh dari
Intangible Assets adalah :

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

53

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

54

Apr 3 Machine 500.000.000


Cash 500.000.000

Computation Annual End of Year


Tahun Book Value Depreciation Depreciation Accumulated Book
x =
Beginning of Year Rate Expense Depreciation Value
2013 45.000.000 40% 9.000.000 9.000.000 36.000.000
2014 36.000.000 40% 14.400.000 23.400.000 21.600.000
2015 21.600.000 40% 4.320.000 27.720.000 17.280.000

Jul 3 Depreciation Expense 4.320.000


Accumulated Depreciation – Equipment 4.320.000
Jul 3 Accumlated Depreciation – Equipment 17.280.000
Cash 18.750.000
Loss on Disposal of Plant Assets 8.970.000
Equipment 45.000.000

Computation Annual End of Year


Tahun Book Value Depreciation Depreciation Accumulated Book
x =
Beginning of Year Rate Expense Depreciation Value
2013 30.000.000 40% 6.000.000 6.000.000 24.000.000
2014 24.000.000 40% 9.600.000 15.600.000 14.400.000
2015 14.400.000 40% 4.320.000 19.920.000 10.080.000
Sep 29 Depreciation Expense 4.800.000
Accumulated Depreciation – Equipment 4.800.000
Sep 29 Accumulated Depreciation – Equipment 19.920.000
Equipment 18.000.000
Equipment 30.000.000
Cash 3.000.000

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

55

Gain on Disposal of Plant Assets 4.920.000


Okt 10 Land 750.000.000
Building 600.000.000
Cash 465.000.000
Account Payable 750.000.000
Gain on Purchase of Plant Assets 135.000.000
Nov 5 Machine 50.000.000
Cash 50.000.000
Des 1 Land 1.105.000.000
Cash
1.105.000.000
Computation Annual End of Year
Tahun Book Value Depreciation Depreciation Accumulated Book
x =
Beginning of Year Rate Expense Depreciation Value
2013 75.000.000 40% 15.000.000 15.000.000 60.000.000
2014 60.000.000 40% 24.000.000 39.000.000 36.000.000
2015 36.000.000 40% 14.400.000 53.400.000 21.600.000

Des 31 Depreciation Expense 14.400.000


Accumulated Depreciation – Equipment 14.400.000

Computation Annual End of Year


Tahun Book Value Depreciation Depreciation Accumulated Book
x =
Beginning of Year Rate Expense Depreciation Value
2015 18.000.000 40% 1.800.000 1.800.000 16.200.000

Des 31 Depreciation Expense 1.800.000


Accumulated Depreciation – Equipment 1.800.000

Catatan
MODUL PENGANTAR AKUNTANSI by STANNITE

56

Des 31 Depreciation Expense 52.500.000


Accumulated Depreciation – Machine 52.500.000

525.000.000∗
× 10.000.000 = 52.500.000
100.000.000
*500.000.000 (harga perolehan) – 25.000.000 (nilai sisa) + 50.000.000 (harga penambahan)

Des 31 Amortization Expense 6.000.000


Patents 6.000.000
60.000.000 (harga perolehan)
= 6.000.000
10 tahun

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
i

HAK CIPTA

Hak Cipta modul ini berada pada Bimbingan Belajar STANNITE. Barang siapa melakukan
pelanggaran hak cipta akan dijatuhi hukuman sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Sanksi Pelanggaran

Pasal 72 UU RI No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta

(1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu
ciptaan atau memberi izin untuk itu, dapat dipidana dengan pidana penjara masing-
masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah), atau dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait,
dapat dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
ii

DAFTAR ISI

HAK CIPTA ............................................................................................................................... i

DAFTAR ISI ..............................................................................................................................ii

Minggu ke-9 ............................................................................................................................... 1

MELAKUKAN PENGUJIAN HIPOTESIS .............................................................................. 1

Uji Hipotesis ........................................................................................................................... 1

Uji Satu Arah:......................................................................................................................... 1

Uji Dua Arah: ......................................................................................................................... 2

a. Uji Hipotesis Satu Proporsi ......................................................................................... 2

b. Uji Hipotesis Satu Rata-Rata....................................................................................... 3

c. Uji Hipotesis Satu Varians .......................................................................................... 5

Minggu ke-10 ............................................................................................................................. 9

MENENTUKAN PERBEDAAN DUA SAMPEL .................................................................... 9

Pengujian Dua Sampel ........................................................................................................... 9

a. Dua Proporsi ................................................................................................................ 9

b. Dua Rata-Rata: untuk sampel saling independen ...................................................... 11

c. Dua Rata-Rata: untuk sampel dependen (uji data berpasangan) ............................... 14

Minggu ke-11&12 .................................................................................................................... 16

MENGHITUNG NILAI KORELASI DAN REGRESI .......................................................... 16

Korelasi dan Regresi Linier Sederhana ................................................................................ 16

a. Korelasi (Pearson dan Spearman) ............................................................................. 16

1. Rumus Korelasi Pearson ........................................................................................ 17

2. Korelasi Rank/ Peringkat (Spearman) ................................................................... 17


Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
iii

b. Regresi Linier Sederhana .......................................................................................... 18

Chi-square dan Analysis of Variance ................................................................................... 19

a. Goodness-of-fit.......................................................................................................... 19

b. Tabel Kontingensi ..................................................................................................... 21

Uji Statistik (perhitungan) : .................................................................................................. 25

a. Analysis of Variance (ANOVA) ............................................................................... 26

1. Metode dalam Kelompok (Within Method) .......................................................... 27

2. Metode Antar-kelompok (Between Method) ........................................................ 29

Minggu ke-15 ........................................................................................................................... 33

MENGGUNAKAN SOFTWARE STATISTIKA (SPSS) ...................................................... 33

SPSS ..................................................................................................................................... 33

a. Praktek Menghitung dan Membuat Kesimpulan Nilai Korelasi, Regresi, Chi Square
dan ANOVA dengan SPSS............................................................................................... 33

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
1

Minggu ke-9
MELAKUKAN PENGUJIAN HIPOTESIS

Uji Hipotesis
Hipotesis Statistik :
- Pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi
- Pengujian hipotesis berhubungan dengan penerimaan atau penolakan suatu hipotesis
› Hipotesis Awal yang diharap akan ditolak disebut : Hipotesis Nol (H0)
› Penolakan H0 membawa kita pada penerimaan Hipotesis Alternatif (H1)
› Nilai Hipotesis Nol (H0) harus menyatakan dengan pasti nilai parameter.
› H0  ditulis dalam bentuk persamaan
› Sedangkan Nilai Hipotesis Alternatif (H1) dapat memiliki beberapa kemungkinan.
› H1  ditulis dalam bentuk pertidaksamaan (< ; > ; ≠)

Uji Satu Arah:


Pengujian H0 dan H1 dalam uji satu arah adalah sebagai berikut:
H0 : Persamaan menggunakan tanda =
H1 : Persamaan menggunakan tanda lebih besar (>) atau lebih kecil (<)
 Nilai  tidak dibagi dua, karena seluruh  diletakkan hanya di salah satu sisi selang,
misalkan:
H0 :µ = µ0  disebut wilayah kritis
H1 :µ < µ0  disebut wilayah kritis
Wilayah kritis : Z < -Z  atau t < -t (db; )

daerah terarsir = daerah penolakan hipotesis

daerah tak terarsir = daerah penerimaan


hipotesis

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
2

Uji Dua Arah:


Pengujian H0 dan H1 dalam uji dua arah adalah sebagai berikut:
H0 : Persamaan menggunakan tanda =
H1 : Persamaan menggunakan tanda ≠
 Nilai  dibagi dua, karena  diletakkan di kedua sisi selang, misalkan:
H0 :µ = µ0  disebut wilayah kritis
H1 :µ ≠ µ0  disebut wilayah kritis
Wilayah kritis : Z < -Z /2 dan Z < Z /2 atau t < -t (db; /2) dan t < t (db; /2)

daerah terarsir  daerah penolakan hipotesis

daerah tak terarsir  daerah penerimaan hipotesis

a. Uji Hipotesis Satu Proporsi


𝑋
𝑍0 =
𝑋 − 𝑛𝑝0
= 𝑛 − 𝑝0
√𝑛𝑝0 (1 − 𝑝0 ) √𝑝0 (1 − 𝑝0 )
𝑛
Dimana 𝑝0 adalah proporsi berdasarkan hipotesis.

Prosedur pengujian hipotesis:


1. Rumuskan H0 dan H1
2. Tentukan taraf nyata (α)
3. Tentukan frekuensi yang diobservasi dari sampel
4. Hitung frekuensi yang diharapkan jika H0 benar melalui rumus

(𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠)(𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚)


𝑓𝑒 =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
3

5. Hitung nilai x2 dengan rumus


2
(𝑓0 − 𝑓𝑒 )2
𝑥 =∑
𝑓𝑐
6. Dengan menggunakan nilai α dan df yang sesuai, tentukan nilai kritis x 2 dari tabel
pada bagian lampiran
[𝑑𝑓 = (𝑟 − 1)(𝑐 − 1)]
7. Bandingkan x dari hasil perhitungan dengan nilai x2 dari tabel dan tentukan
2

kesimpulan statistiknya

Contoh Soal:
Seorang pejabat Bank Budidaya berpendapat bahwa petani peminjam kredit bimas
yang belum mengembalikan kreditnya kembali sebesar 70% dengan alternatif lebih kecil
dari itu. Untuk menguji pendapatnya itu kemudian diteliti sebanyak 225 orang petani
peminjam kredit bimas ternyata ada 150 orang yang belum mengembalikan kredit.
Dengan α = 10% ujilah pendapat tersebut.

Penyelesaian :
Ho : p = 0,07 ; n = 225 ; X = 150
H1 : p < 0,07 ; α = 10% ; Zα = 1,28 (dari tabel normal)

𝑋 − 𝑛𝑝0 150 − 225(0,70)


𝑍0 = = = −1,09
√𝑛𝑝0 (1 − 𝑝0 ) √225(0,70)(0,30)

𝛼 = 0,10 Karena Z0 = -1,09 > Za = -1,28


Maka H0 tidak ditolak (benar).

−𝑍0,10 (-1,28)

b. Uji Hipotesis Satu Rata-Rata

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis tentang satu rata-rata adalah sebagai berikut :

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
4

1. Rumuskan hipotesis

I. H0 : µ ≤ µ 0
H1 : µ > µ 0

II. H0 : µ ≥ µ 0
H1 : µ < µ 0

Cara perumusan I dan II disebut pengujian satu arah. I dan II masing-masing


disebut pengujian satu arah atas dan satu arah bawah, oleh karena menggunakan
sebelah kanan (I) dan sebelah kiri (II) kurva normal.

2. Tentukan nilai a ( tingkat nyata )


Tingkat nyata adalah probabilitas untuk melakukan kesalahan jenis I dan cari
nilai Za dan Z a /2 dari tabel normal.

3. Hitung Z0 sebagai kriteria pengujian normal

̅− µ
𝑿 ̅− µ
𝑿
𝟎 𝟎
𝒁𝟎 = =
𝝈𝑿̅ 𝝈/√𝒏
Keterangan :
n = untuk populasi tidak normal banyaknya elemen sampel ( n > 30 ),
atau populasi normal, n berapa saja, tidak harus lebih besar dari 30
1
𝑋̅ = ∑ 𝑋𝑖
𝑛
𝝈𝑿̅ = kesalahan baku 𝑋̅ = 𝝈/√𝒏
µ𝟎 = nilai µ sesuai dengan H0
Z0 dan Z a masing-masing disebut nilai observasi dan nilai teoritis dari tabel
normal
4. Pengujian hipotesis dan aturan permainan ( kesimpulan )

I. H0 : µ ≤ µ𝟎 apabila 𝐙𝟎 ≥ 𝐙𝐚 , H0 ditolak
Ha : µ > µ𝟎 apabila 𝐙𝟎 < 𝐙𝐚 , H0 diterima
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
5

II. H0 : µ ≥ µ𝟎 apabila 𝐙𝟎 ≤ 𝐙𝐚 , H0 ditolak


Ha : µ < µ𝟎 apabila 𝐙𝟎 > 𝐙𝐚 , H0 diterima

III. H0 : µ = µ𝟎 apabila 𝐙𝟎 ≥ 𝐙𝐚 atau 𝐙𝟎 ≥ -𝐙𝐚/𝟐, H0 ditolak


Ha : µ ≠ µ𝟎 apabila -𝐙𝐚/𝟐< 𝐙𝟎 < 𝐙𝐚/𝟐, H0 diterima

Fungsi kekuatan
Untuk menghitung fungsi kekuatan di dalam menguji H0, perhatikan uraian berikut:
H 0 : µ ≤ µ𝟎
H a : µ > µ𝟎

Berdasarkan hipotesis alternatif bahwa µ > µ𝟎, maka akan masuk akal kalau
kita menolak H0 apabila 𝑿 ̅ lebih besar dari µ . Daerah kritis akan diperoleh dengan
𝟎
memilih 𝑿 ̅ , katakan 𝑿
̅ 𝒂, sedemikian rupa sehingga probabilitas bahwa 𝑿 ̅>𝑿 ̅ 𝒂 akan
sebesar a, apabila H0 benar. Dengan perkataan lain, pemilihan 𝑿 ̅ 𝒂 harus sedemikian
rupa sehingga berlaku hubungan berikut :

̅ >𝑿
𝑷 (𝑿 ̅ 𝒂 /𝑯𝟎 ) = 𝒂

( Garis miring dibaca : dengan syarat atau kalau 𝑯𝟎 terjadi )

Dimana: a = tingkat nyata = probabilitas untuk melakukan jenis I.

c. Uji Hipotesis Satu Varians


Pengujian hipotesis mengenai variansi populasi atau simpangan baku berarti
kita ingin menguji hipotesis mengenai keseragaman suatu populasi ataupun barang
membandingkan keseragaman suatu populasi dengan populasi lainya. Statistik yang
cocok sebagai dasar keputusan adalah statistic chi square (χ 2) dan statistic F.
Pengujian hipotesis untuk varians satu populasi menggunakan Chi-aquare test
statistic.
Untuk populasi yang berdistribusi secara normal, rasio (n - 1)s2/s 2 mengikuti
sebuah distribusi probabilitas 2, dimana terdapat distribusi chi-square yang berbeda-
beda tergantung pada derajat kebebasan (n-1). Karena itu, statistik yang biasa
digunakan untuk menguji sebuah hipotesis yang berhubungan dengan nilai varians
populasi adalah
(n  1)s 2
2 
Catatan σ2
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
6

Tes yang didasarkan pada rumus di atas dapat merupakan uji satu sisi atau uji
dua sisi, meskipun sering kali hipotesis tentang varians populasi berkaitan dengan uji
satu sisi.
1. Rumuskan Hipotesis
- Dua arah

- Satu arah

atau
2. Menentukan derajat kepercayaan berdasarkan kesalahan tipe 1 (tingkat signifikansi)
3. Menentukan Statistik Uji

(n  1)s 2
 
2

Dimana: σ2
2 = variabel standardized chi-square
n = jumlah sampel
s2 = varians sampel
σ2 = varians yang dihipotesiskan

Contoh distribusi sampling dari (n - 1)s2/s 2

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
7

4. Menentukan Daerah Kritis berdasarkan 

5. Menentukan kriteria penolakan berdasarkan kesalahan tipe 1


Hipotesis Alternatif Tolak H0 jika:
σ > σ0
2 2
2> 2(,df)
σ2 < σ02 2> 2(1-,df)
σ2 ≠ σ02 2> 2(/2,df) atau 2> 2(1-/2,df)

6. Membuat keputusan dan kesimpulan


Contoh soal
Sebuah meriam harus memiliki ketepatan menembak dengan variasi yang
minimum. Spesifikasi dari pabrik senjata menyebutkan bahwa standar deviasi dari
ketepatan menembak meriam jenis tersebut maksimum adalah 4 meter. Untuk

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
8

menguji hal tersebut, diambil sampel sebanyak 16 meriam dan diperoleh hasil s2 = 24
meter. Ujilah standar deviasi dari spesifikasi tersebut! Gunakan  = 0.05

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
9

Minggu ke-10
MENENTUKAN PERBEDAAN DUA SAMPEL

Pengujian Dua Sampel


a. Dua Proporsi
Pokok Bahasan (1) menguji dua proporsi populasi dan (2) menentukan
estimasi interval kepercayaan perbedaan antara dua proporsi populasi.
Statistik uji yang digunakan dalam uji proporsi dua populasi adalah
𝑝̂1 − 𝑝̂ 2
𝑧=
1 1
√𝑝̅ (1 − 𝑝̅ )( + )
𝑛1 𝑛 2
Dimana
𝑥1
𝑝̂ 1 =
𝑛1
𝑥2
𝑝̂ 2 =
𝑛2
𝑥1 + 𝑥2
𝑝̅ =
𝑛1 + 𝑛2
Keterangan
𝑝̂1 adalah proporsi pada sampel 1
𝑝̂ 2 adalah proporsi pada sampel 2
𝑝̅ adalah proporsi gabungan
𝑥1 adalah banyaknya sukses pada sampel 1
𝑥2 adalah banyaknya sukses pada sampel 2
𝑛1 adalah banyaknya sampel 1
𝑛2 adalah banyaknya sampel 2

Daerah Kritis
Daerah kritis adalah daerah yang digunakan untuk menolak atau tidak
menolak H0. Titik kritis untuk uji dua arah adalah -Z/2 dan Z/2 sedangkan untuk uji
satu arah adalah -Z untuk H0 : P1  P2 dan Z untuk H0 : P1  P2

Keputusan
Keputusan untuk uji dua arah adalah tolak H0 apabila z < -Z/2 atau z > Z/2.
Keputusan untuk uji satu arah adalah
1. Untuk H0 : P1  P2 dan H1 : P1 < P2 , tolak H0 apabila z < -Z
2. Untuk H0 : P1 P2 dan H1 : P1 > P2 , tolak H0 apabila z > Z
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
10

Contoh Soal
Mahasiswa jurusan pertanian ditugaskan untuk menguji formula pupuk terbaru
untuk tanam cabe. Mereka mengelompokkan tanaman-tanaman cabe menjadi dua
kelompok. Kelompok tanaman cabe pertama diberi pupuk dan kelompok tanaman
cabe kedua tidak diberi pupuk. Dari 250 batang tanaman cabe yang diberi pupuk, mati
sebanyak 15 batang. Sedangkan dari 200 batang tanaman cabe yang tidak diberi
pupuk, juga mati sebanyak 15 batang. Dengan tingkat kepercayaan 95%, apakah
pemberian pupuk formula terbaru pada cabe akan menjadi lebih baik daripada tidak
diberi pupuk?
Penyelesaian
Diketahui:
x1 = 15 n1 = 250
x2 = 15 n2 = 200
1. Tentukan Hipotesis yang digunakan
Misal: P1 adalah proporsi mati cabe yang diiberi pupuk dan P2 adalah proporsi
cabe mati cabe yang tidak diberi pupuk, maka
H0 : P1  P2
H1 : P1< P2
2. Tingkat Kepercayaan
(1-) = 0,95, berarti nilai signifikansinya adalah 5% atau =0,05.
3. Statistik Uji
Pengujian tersebut menggunakan proporsi dua populasi.
𝑝̂1 − 𝑝̂ 2
𝑧=
1 1
√𝑝̅ (1 − 𝑝̅ )( + )
1 2𝑛 𝑛
dengan
𝑥 15
𝑝̂1 = 𝑛1 = 250 = 0,06
1
𝑥2 15
𝑝̂ 2 = 𝑛 = 200= 0,075
2
𝑥1 +𝑥2 15+15
𝑝̅ = 𝑛 = 250+200 = 0,0667
1 +𝑛2

0,06 − 0,075
𝑧=
√0,0667(1 − 0,0667)( 1 + 1 )
250 200
−0,015
𝑧=
2,6293
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
11

𝑧 = −0,057
4. Daerah Kritis
-Z = -1,645 (lihat tabel Z)
5. Keputusan
z < -Z0,05 maka keputusannya adalah H0 ditolak.
Kesimpulan, pemberian pupuk formula terbaru pada cabe akan menjadi
lebih baik daripada tidak diberi pupuk.
b. Dua Rata-Rata: untuk sampel saling independen
Uji hipotesis dua rata-rata digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya
perbedaan (kesamaan) rata antara dua buah data. Salah satu teknik analisis statistik
untuk menguji hipotesis dua rata-rata. Pengujian ini merupakan uji statistik
parametrik yang tentu saja harus memenuhi asumsi.
1. Data berdistribusi normal
2. Data diplih secara acak
3. Data yang digunakan merupakan dat numerik (skala & interval)
Jika asumsi diatas tidak bisa terpenuhi, maka caranya yaitu dengan mengganti
metode dari parametrik menjadi non-parametrik.
Hipotesis yang digunakan dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel
saling bebas ada 3 hampir sama dengan yang lainnya yaitu:
1. Hipotesis dua arah yaitu rata-rata antar kelompok sama
2. Hipotesis satu arah menganggap kelompok 1 lebih tinggi rata-ratanya
dibandingkan kelompok 2.
3. Hipotesis satu arah yang menganggap kelompok 1 lebih kecil rata-ratanya
dibandingkan kelompok 2.
Dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two
sample ) ada 4 jenis mencari statistik uji dari Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua
sampel saling bebas (Independent two sample):

Varians Populasi Diketahui


Cara ini dapat digunakan apabila kita mengetahui nilai varians populasi itu
sendiri. Sehingga cara ini mungkin jarang digunakan karena untuk mengetahui nilai
populasi. berikut cara mencari z-hitung:
(𝑥̅ 1 −𝑥̅ 2 )−(1−2 ) (𝑥̅ 1 −𝑥̅ 2 )−(1−2 )
𝑧= =
2 2 2 2
√ + √ +
𝑥1 𝑥2 𝑛1 𝑛2
apabila kita tidak mengetahui nilai populasi khususnya simpangan baku maka kita
bisa menggunakan uji-t. dalam uji t ini dibagi menjadi tiga bagian.
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
12

Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel sama dan Varians


diasumsikan sama
Cara ini dapat digunakan jika ukuran sampel (n) sama dan juga varians
homogen/sama. ini kadang diasumsikan untuk memecahkan masalah penelitian.
berikut uji t yang digunakan:
𝑥̅1 − 𝑥̅2
𝑡=
2
𝑠𝑥1 𝑥2 . √𝑛
dimana
1
𝑠𝑥1 𝑥2 = √ (𝑠𝑥21 + 𝑠𝑥22 )
2
𝑠𝑥1 𝑥2 disebut juga pool standar deviasi yang merupakan penggabungan dua standar
deviasi. pada t-hitung ini menggunakan degree of freedom dengan rumus 2n-2.
Varians Populasi tidak diketahui, Ukuran sampel berbeda dan varians
diasumsikan sama
Walaupun varians homogen tapi ukuran sampel yang digunakan berbeda maka
rumus di atas tidak dapat digunakan. sehingga perlu menggunakan t-hitung yang baru
sebagai berikut:
𝑥̅1 − 𝑥̅2
𝑡=
1 1
𝑠𝑥1 𝑥2 . √𝑛 + 𝑛
1 2
dimana
(𝑛1 − 1)𝑠𝑥21 + (𝑛2 − 1)𝑠𝑥22
𝑠𝑥1 𝑥2 = √
𝑛1 + 𝑛2 − 2
selain itu degree of freedom pun berubah. degree of freedom untuk kasus ini yaitu
n1+n2-2
Varians populasi tidak diketahui, ukuran sampel sama/berbeda, varians
diasumsikan berbeda
Tes ini juga disebut dengan welch's test dan hanya digunakan apabila varians
diasumsikan berbeda (baik ukuran sampel sama atau berbeda). berikut cara
menghitung t statistik:
𝑥̅1 − 𝑥̅2
𝑡=
𝑠𝑥̅1 −𝑥̅1

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
13

dimana
𝑠12 𝑠22
𝑠𝑥̅1−𝑥̅1 = √ +
𝑛1 𝑛2
untuk menentukan degree of freedom menggunakan rumus sebagai berikut:

persamaan ini juga dikenal dengan Persamaan welch satterthwaite


Langkah-langkah Uji kesamaan Dua Rata-Rata
1) Uji atau asumsikan bahwa data dipilih secara acak
2) Uji atau asumsikan bahwa data berdistribusi normal
3) tentukan apakah variansnya homogen atau hetero?
4) Tulis H1 dan H0 dalam bentuk kalimat
5) Tulis H1 dan H0 dalam bentuk statistik
6) Cari t-hitung atau z-hitung dengan rumus tertentu
7) Tentukan taraf signifikan (α)
8) Cari t-tabel atau z-tabel dengan pengujian dua pihak dimana df yang tergantung
rumus.
9) Tentukan kriteria pengujian, yaitu:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima
10) Bandingkan t-hitung dengan t-tabel
11) Buatlah kesimpulannya
Contoh soal
Seorang pemilik kedai minuman mengadakan sebuah penelitian untuk
mengetahui selera pemilihan minuman dengan rasa jeruk yang lebih diminati
konsumennya. Sampel sebanyak 12 orang diambil dengan percobaan minuman
dengan jeruk yang diperas dengan tangan sendiri, dan 10 orang dengan percobaan
minuman jeruk yang diolah dari botol sirup dengan rasa jeruk. Sampel pertama
memberikan penilaian dengan nilai rata – rata 93 dengan simpangan baku 6 dan
sampel kedua dengan nilai rata – rata 60 dengan simpangan baku 7,5. Ujilah hipotesis
kedua percobaan jenis minuman , dengan alternatif keduanya tidak sama dengan taraf
nyata 10%.
Penyelesaian:
Disini permasalahannya yaitu ingin membandingkan selera konsumen jeruk yang
lebih dinikmati dengan tangan sendiri atau diolah dengan botol sirup. sehingga disini
menggunakan perbedaan rata-rata dua sampel. untuk sampel pertama (n1)=12 dan
untuk sampel kedua (n2)=10. sedangkan untuk simpangan baku berbeda yaitu untuk
sampel 1 = 6 dan untuk sampel 2 = 7,5. sehingga dapat disimpulkan menggunakan
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
14

cara varians tidak diketahui dan diasumsikan berbeda karena menggunakan nilai
simpangan baku dari sampel.
c. Dua Rata-Rata: untuk sampel dependen (uji data berpasangan)
Uji t berpasangan tentu saja digunakan apabila dua kelompok tersebut saling
berhubungan.Dua sampel berpasangan artinya sampel dengan subjek yang sama
namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda.
Kapan menggunakan Uji t sampel/kelompok dependen(berpasangan)?
1. uji komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, misalnya: sebelum dan
sesudah
2. digunakan pada uji parametrik dimana syaratnya sebagai berikut:
• satu sampel (setiap elemen mempunyai 2 nilai pengamatan)
• merupakan data kuantitatif (rasio-interval)
• berasal dari populasi dgn distribusi normal (di populasi terdapat distribusi
difference = d yang berdistribusi normal dengan mean μd=0 dan variance =1)
Contoh Kasus uji t sampel/kelompok berpasangan:
o Apakah terdapat perbedaan berat badan (kg) antara sebelum puasa dan
sesudah puasa selama satu bulan?
o Apakah terdapat perubahan skor pengetahuan tentang gizi antara sebelum dan
sesudah penyuluhan gizi?
o Apakah terdapat perbedaan kadar kolesterol dalam darah (mg%) yg diperiksa
oleh dua alat yang berbeda?
Pada contoh no 1 dan 2 diatas terlihat bahwa yang diuji satu individu tapi dengan
dua perlakuan yang berbeda yaitu sebelum dan sesudah. pada contoh no3 juga
hampir sama yaitu menguji perbandingan kadar kolesterol dengan dua alat yang
berbeda.
Hipotesis dalam uji t dua sampel/kelompok:
1. Uji dua arah. pada hipotesis awal tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-
rata1 dan rata-rata2.sedangkan pada hipotesis alternatif sebaliknya yaitu terdapat
perbedaan rata-rata 1 dan rata-rata 2.
H0 : 1 = 2
H1 : 1 ≠ 2
2. Uji satu arah dimana pada hipotesis awal kelompok/sampel 1 memiliki rata-rata sama
dengan atau lebih besar dengan rata-rata kelompok 2. sedangakan hipotesis alternatif
rata-rata kelompok 1 lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata kelompok 2.
H0 : 1  2
H1 : 1 < 2

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
15

3. Uji satu arah ini kebalikan pada hipotesis kedua, dimana pada hipotesis awal
kelompok/sampel 1 memiliki rata-rata sama dengan atau lebih kecil dengan rata-rata
kelompok 2. sedangakan hipotesis alternatif rata-rata kelompok 1 lebih besar
dibandingkan dengan rata-rata kelompok 2.
H0 : 1  2
H1 : 1 > 2
Hipotesis awal ditolak, bila:
|t hitung| > t tabel
atau:
Hipotesis awal diterima, bila:
|t hitung| <= t tabel
Statistik Hitung

dimana

Keterangan
D = selisih x1 dan x2 (x1 – x2)
n = jumlah sampel
𝑋̅ = rata-rata
Sd = standar deviasi dari d
Langkah-langkah pengujian signifikansi (hipotesis) dalam pengujian perbedaan
dua rata-rata dua kelompok berpasangan
1. Tetapkan H0 dan H1
2. Tetapkan titik kritis (tingkat kepercayaan 95 %) atau (tingkat kepercayaan 99 %)
yang terdapat pada tabel “t”.
3. Tentukan daerah kritis, dengan db = n -1.
4. Tentukan t hitung dengan menggunakan rumus.
5. Lakukan uji signifikansi dengan membandingkan besarnya “ t” hitung dengan “t”
tabel.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
16

Minggu ke-11&12
MENGHITUNG NILAI KORELASI DAN REGRESI

Korelasi dan Regresi Linier Sederhana


Pentingnya Analisis Hubungan
▪ Setiap kegiatan ekonomi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan akan berhubungan
dengan kegiatan lainnya
▪ Pada suatu kejadian pasti ada hal-hal yang menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian
tersebut
▪ Hal ini disebut “korelasi”, yakni adanya hubungan antara satu kejadian dengan
kejadian lainnya
▪ Analisis Korelasi: Suatu teknik statistika yang digunakan untuk mengukur keeratan
hubungan atau korelasi antara dua variabel.
▪ Dalam perencanaan, selain penting untuk mengetahui data masa lalu dan sekarang,
juga memerlukan data hasil ramalan yang menggambarkan kemampuan di masa
datang
▪ Misal: untuk merencanakan impor padi pemerintah perlu data ramalan hasil produksi
padi
▪ Ramalan: perkiraan/taksiran mengenai terjadinya suatu aktivitas di masa depan
▪ Dibutuhkan 2 variabel:
1. Variabel bebas (independent variabel), X
2. Variabel tak bebas (dependent variabel), Y
Koefisien Korelasi dan Kegunaannya
▪ Hubungan 2 variabel:
1. Positif: bila X maka Y, bila X maka Y
2. Negatif: bila X maka Y, bila X maka Y
▪ Jika antara X dan Y berhubungan, maka diagram pencarnya teratur
▪ Jika antara X dan Y tidak berhubungan, maka diagram pencarnya tidak teatur

a. Korelasi (Pearson dan Spearman)


▪ Koefisien korelasi (r): untuk mengukur kuat/tidaknya hubungan antara X dan Y
▪ Nilai koefisien korelasi:
-1  r  1
▪ r = 1, hubungan X dan Y sangat kuat dan positif
▪ r = -1, hubungan X dan Y sangat kuat dan negatif
▪ r = 0, hubungan X dan Y sangat lemah atau tidak berhubungan

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
17

1. Rumus Korelasi Pearson


- Data tidak berkelompok
𝑥𝑦
𝑟=
√𝑥 2 √𝑦 2
𝑥 = 𝑋 − 𝑋̅
𝑦 = 𝑌 − 𝑌̅
Atau
𝑛𝑋𝑌 − 𝑋𝑌
𝑟=
√𝑛𝑋 2 − (𝑋)2 √𝑛𝑌 2 − (𝑌)2
- Untuk mengetahui besarnya kontribusi X terhadap nlai Y, dapat dihitung dengan
menggunakan koefisien penentuan-KP
𝐾𝑃 = 𝑟 2
- Data berkelompok
𝑛𝑢𝑣𝑓 − 𝑢𝑓𝑣𝑓
𝑟=
√𝑛𝑢2 𝑓 − (𝑢𝑓)2 √𝑛𝑣 2𝑓 − (𝑣𝑓)2
2. Korelasi Rank/ Peringkat (Spearman)
▪ Digunakan untuk memberikan nilai/ peringkat terhadap dua hal yang sejenis
▪ Misal: Andi dan Toni sama-sama penggemar kopi. Mereka diminta memberikan
penilaian terhadap 10 merk kopi, dari yang paling digemari (rank 1) hingga yang
paling tidak digemari (rank 10)
No. Merk kopi Rank Adi Rank Toni
1 Torabika 9 8
2 Nescafe 5 3
3 Indocafe 10 9
4 Kapal Api 1 2
5 ABC Susu 8 7
6 Indocafe Cappucino 7 10
7 Nescafe Pas 3 4
8 Torabika Mocca 4 6
9 Nescafe Ice 2 1
10 Ali Coffee 6 5
- Rumus Rank (Rumus Spearman)
6𝑑 2
rrank = 1 − 𝑛(𝑛2 −1) d = selisih dari pasangan rank ke-i

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
18

Rumus Spearman lebih sederhana dan mudah untuk digunakan dibanding Rumus
Pearson.
b. Regresi Linier Sederhana
- Teknik Ramalan dan Analisis Regresi
▪ Diagram pencar (scatter diagram)
- Diagram pancar menunjukkan titik-titik tertentu, diamana setiap titik merupakan
nilai dari variabel dependen dan independen
- 2 manfat diagram pencar:
1. Menunjukkan apakah terdapat hubungan yang bermanfaat antara 2 variabel
2. Menetapkan tipe persamaan dari hubungan tersebut
▪ Persamaan Regresi Linear
- Garis lurus pada diagram pencar merupakan garis regresi (garis perkiraan)
- Bentuk persamaan regresi:
Y = 𝑎 + 𝑏𝑋
a = intercept (nilai Y’ bila X=0)
b = slope (kemiringan garis regresi yang mengukur besarnya pengaruh
X terhadap Y jika X naik satu unit)
X = nilai dari variabel bebas Y = nilai dari variabel bebas
- 2 sifat gris regresi:
(Y-Y’) = 0
(Y-Y’)2 = nilai terkecil
- Garis regresi akan ditempatkan pada diagram sedemikian rupa sehingga
penyimpangan positif titik-titik pencar akan mengimbangi penyimpangan negatif
titik-titik pencar akan mengimbangi penyimpangan negatif titik-titik pencar,
sehingga penyimpangan titik-titik pencar terhadap garis regresi menjadi nol.
- Rumus regresi sederhana:
𝑌 ′ = 𝑎 + 𝑏𝑋
𝑎 = 𝑌̅ − 𝑏𝑋̅
𝑥𝑦
𝑏= 2
𝑥
𝑛𝑋𝑌 − 𝑋𝑌
𝑏=
𝑛𝑋 2 − (𝑋)2
- Penggunaan Persamaan Regresi dalam Peramalan
Contoh:
Manajer perusahaan akan mempekerjakan karyawan dengan tes kecerdasan
4,dan supervisor menginginkan karyawan yang memiliki produktivitas minimal 30
lusin. Sangat sulit untuk mengatakan dengan tepat berapa produksi
- Persamaan regresi Y’ =1.02 + 5.14X
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
19

- Peramalan: Y’ = 1.02 + 5.14(4) = 21.58


- Means: diperkirakan tingkat produktivitas calon karyawan sebanyak 21.5 lusin
Minggu ke-13 &14
MENGHITUNG NILAI CHI SQUARE DAN ANALYSIS OF VARIANCE (ANOVA)

Chi-square dan Analysis of Variance


a. Goodness-of-fit
Uji Chi-Square atau qai-kuadrat digunakan untuk melihat ketergantungan antara variabel
bebas dan variabel tergantung berskala nominal atau ordinal. Prosedur uji chi-square
menabulasi satu atau variabel ke dalam kategori-kategori dan menghitung angka statistik chi-
square. Untuk satu variabel dikenal sebagai uji keselarasan atau goodness of fit test yang
berfungsi untuk membandingkan frekuensi yang diamati (fo) dengan frekuensi yang
diharapkan (fe). Jika terdiri dari 2 variabel dikenal sebagai uji independensi yang berfungsi
untuk hubungan dua variabel. Seperti sifatnya, prosedur uji chi-square dilkelompokan
kedalam statistik uji non-parametrik.
Semua variabel yang akan dianalisa harus bersifat numerik kategorikal atau nominal dan
dapat juga berskala ordinal. Prosedur ini didasarkan pada asumsi bahwa uji nonparametrik
tidak membutuhkan asumsi bentuk distribusi yang mendasarinya. Data diasumsikan berasal
dari sampel acak. Frekuensi yang diharapkan (fe) untuk masing-masing kategori harus
setidaknya : Tidak boleh lebih dari dua puluh (20%) dari kategori mempunyai frekuensi yang
diharapkan kurang dari 5.
Kapan Kita menggunakan Goodness of Fit Test?
Uji keselarasan atau goodness of fit test menentukan apakah sebuah populasi
mengikuti distribusi tertentu. Chi-Square Goodness of Fit dapat digunakan ketika bertemu
dengan kondisi sebagai berikut:
- Metode sampel yang digunakan adalah simple random sampling
- Variabel yang digunakan adalah kategorikal
- Nilai yang diharapkan pada sampel yang diobservasi minimal 5 dalam setiap level
variabel
1. Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif
H0 : frekuensi setiap kategori memenuhi suatu nilai/perbandingan.
H1 : Ada frekuensi suatu kategori yang tidak memenuhi nilai/perbandingan tersebut.
2. Penetapan Derajat Kebebasan (df)
Dalam uji kecocokan model derajad kebebasan (df) sama dengan jumlah kategori
dikurangi jumlah estimator yang didasarkan pada sampel dan dikurang 1. Yang dimaksud
estimator parameter adalah parameter yang diperkirakan nilainya, karena nilai parameter
tidak dapat secara tepat ditentukan berdasarkan data sampel yang tersedia. Jika dirumuskan
menjadi:
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
20

df = k – m -1

dengan :
k : jumlah kategori data sampel
m : jumlah nilai-nilai parameter yang diestimasi
Contoh soal
Sebuah distributor alat penggilingan padi membagi pasar menjadi 4 wilayah (A, B, C
dan D). Ada informasi bahwa pendistribusian alat penggilingan merata pada setiap wilayah.
Untuk membuktikan pernyataan tersebut diambil 40 arsip sebagai sampel. Dari 40 arsip
tersebut diperoleh informasi yang tertuang dalam tabel. Gunakan tingkat signifikansi 5 persen
untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa distribusi alat penggilingan di keempat
wilayah merata (sama)
Wilayah Total Baris
A B C D
Data berdasarkan hasil sampel (O) 6 12 14 8 40
Data yang diharapkan 10 10 10 10 40

Penyelesaian
1. Hipotesis
Sebelum memulai pembahasan langkah pertama yang harus diketahui adalah
permasalahan dan tujuan dari soal yang ingin dicapai oleh peneliti. Pertama Peneliti ingin
membuktikan bahwa pendistribusian sama rata. sehingga bisa memperkirakan hipotesis.
ini hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini
Ho : distribusi alat penggilingan di keempat wilayah merata (sama)
H1 : distribusi alat penggilingan di keempat wilayah tidak merata (tidak sama)
2. Nilai Kritis
Kedua yang perlu diperhatikan yaitu nilai kritis. Maksud dari nilai kritis tersebut
adalah nilai batas dari penentu keputusan hipotesis mana yang di ambil. sehingga ini
sangat perlu dilakukan. Berdasarkan penjelasan di atas. Dalam kasus di atas tidak perlu
ada parameter yang diestimasi. oleh karena itu:
df = k – 1 = 4 – 0 – 1 = 3
k = jumlah kategori data sampel (A, B, C, dan D)
Selain itu tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0,05(5%), sehingga nilai
kritisnya adalah:
X2(0,05;3) = 7,81
nilai 7,81 ini diperoleh dari tabel chi squared. untuk mengetahui nilai tersebut harus
punya tabel chi squared.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
21

3. Nilai Hitung
Nilai uji statistik X2 hitung diperoleh dengan cara sebagai berikut:

4. Kesimpulan
Setelah diperoleh nilai statistik hitung yaitu 4. kemudian kita bandingkan dengan nilai
kritis tadi yang sudah diperoleh sebelumnya yaitu 7,81. nilai statistik hitung lebih kecil
dari nilai kritis hitung maka keputusan tidak menolak H0, sehingga keputusan yang
diperoleh berdasarkan H0 yaitu distribusi alat penggilingan di keempat wilayah merata
(sama). Jika nilai statistik hitung lebih besar dari nilai kritis maka keputusannya
sebaliknya yaitu berdasarkan hasil Hipotesis alternatif (Ha).
b. Tabel Kontingensi
Tabel Kontingensi merupakan tabel yang digunakan untuk mengukur
hubungan (asosiasi) antara dua variabel kategorik dimana tabel tersebut merangkum
frekuensi bersama dari observasi pada setiap kategori variabel. Misalkan n sampel
diklasifikasikan secara silang berdasarkan dua atribut dalam suatu tabel berukuran I x
J, I merupakan kategori dari variabel X dan J merupakan kategori dari variabel Y. Sell
pada tabel mewakili kemungkinan IJ muncul.
Bentuk sederhana dari tabel kontongensi adalah tabel kontingesi 2 x 2 dengan format:
Variabel 2
Total
1 2
1 O11 O12 n1+
Variabel 1
2 O21 O22 n2+
Total n+1 n+2 N

Hipotesis yang diajukan adalah


H0 : Tidak ada hubungan antara variabel 1 dan variabel 2 atau variabel 1 dan variabel
2 saling bebas (independen)
H1: Ada hubungan antara variabel 1 dan variabel 2 atau variabel 1 dan variabel 2
saling berasosiasi
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
22

Tolak hipotesis nol (H0) jika nilai statistik uji diatas lebih besar dari nilai kritis
distribusi chi-square dengan derajat bebas (2-1)(2-1)=1 pada tingkat signifikansi alpha
(α) tertentu yang berarti terdapat hubungan antara variabel 1 dengan variabel 2.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
23

Hipotesis nol (H0) ditolak jika nilai statistik uji diatas lebih besar dari nilai
kritis distribusi chi-square dengan derajat bebas (I-1)(J-1) pada tingkat signifikansi
alpha (α) tertentu yang berarti terdapat hubungan antara variabel 1 dengan variabel 2.
Contoh:
Pada liga bola basket professional selama 1980 – 1982, yaitu ketika Larry
Bird dari Boston Celtics melakukan lemparan bebas (pada basket lemparan bebas
adalah 2 kali lemparan). Catatan lemparan bebas Larry Birds adalah 5 kali dia gagal
memasukkan keduanya, 251 kali dia berhasil memasukkan keduanya, 34 kali dia
berhasil hanya pada lemparan pertama, dan 48 kali dia berhasil hanya pada lemparan
kedua. Apakah masuk akal bahwa lemparan bebas tersebut adalah independen?
Penyelesaian
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi bagaimana bentuk tabel
yang akan dibuat. Tabel Kontingensi untuk kasus di atas sebagai berikut:

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
24

Karena yang ingin dilihat apakah masuk akal mengatakan bahwa lemparan bebas yang
dilakukan tersebut saling independen maka pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
25

Uji Statistik (perhitungan) :


Terlebih dahulu hitung frekuensi harapan untuk masing-masing sel pada tabel kontingensi.

Uji dengan menggunakan Chi-Square seperti yang di atas hanya bisa digunakan jika
tidak lebih 20 % frekuensi harapan dari sel yang ada pada tabel kurang dari 5 dan tidak boleh
ada satupun dari sel memiliki frekuensi harapan kurang dari 1. Apabila persyaratan diatas
tidak bisa terpenuhi, maka kita dapat memperbesar nilai frekuensi harapannya dengan jalan
menggabungkan baris atau kolom yang saling berdampingan. Penggabungan yang dilakukan
harus secara wajar dan memiliki makna. Namun hal ini tidak dapat diterapkan untuk table
kontingensi 2×2, sebagai alternatifnya kita bisa menggunkan Uji Fisher yang memang
dikhususkan untuk jumlah sampel yang kecil.
Peniliti biasanya dapat menghindari masalah ini dengan merancang sebelumnya untuk
mengumpulkan sejumlah kasus yang cukup besar sehubungan dengan banyak klasifikasi
yang ingin digunakan dalam penelitiannya.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
26

a. Analysis of Variance (ANOVA)


Pengertian
Analisis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis
multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data
dengan cara membandingkan variansinya. Analisis varian termasuk dalam kategori
statistik parametric. Sebagai alat statistika parametric, maka untuk dapat
menggunakan rumus ANOVA harus terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi
meliputi normalitas, heterokedastisitas dan random sampling.
ANOVA bisa dikatakan sebagai salah satu teknik penelitian statistic yang
sering digunakan oleh banyak peneliti karena memiliki dua karakteristik seperti:
✓ ANOVA akan membantu kita untuk menganalisis data dari hasil desain penelitian
eksperimental.
✓ ANOVA akan membantu kita untuk melihat hubungan sebab akibat. Hal inilah
yang membedakan t-test dengan ANOVA dengan correlation dan multi-regretion.
Dalam kedua tes statistic yang disebutkan terakhir, kita bisa menguku hubungan
sebab akibat pada variable independen dan dependen.
Anova dapat digolongkan kedalam beberapa kriteria, yaitu :
1. Klasifikasi satu arah (One Way ANOVA)
Anova klasifikasi satu arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan
satu kriteria atau satu faktor yang menimbulkan variasi.
2. Klasifikasi dua arah (Two Way ANOVA)
ANOVA klasifikasi dua arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan
dua kritenia atau dua faktor yang menimbulkan variasi.
Yang akan dibahas dalam modul ini adalah ANOVA klasifikasi satu arah.
Analisis Varians Satu-Arah (One-Way Analysis of Variance-ANOVA)
Prosedur analisis varians (Analysis of Variance—ANOVA) menggunakan
variabel numerik tunggal (single numerical variable) yang diukur dari sejumlah
sampel untuk menguji hipotesis nol dari populasi yang (diperkirakan) memiliki rata-
rata hitung (mean) sama. Variabel dimaksud harus berupa variabel kuantitatif.
Variabel ini terkadang dinamakan sebagai variabel terikat (dependent variable).
Hipotesis nol (H0) dalam uji ANOVA adalah bahwa semua (minimal 3)
populasi yang sedang dikaji memiliki rata-rata hitung (mean) sama. Ringkasnya,
hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) dalam ANOVA adalah:
H0 : 1 = 2 = 3 = … = n
H1 : Tidak semua populasi memiliki rata-rata hitung (mean) sama.
Analisis varians (Analysis of Variance—ANOVA) adalah prosedur statistika untuk
mengkaji (mendeterminasi) apakah rata-rata hitung (mean) dari 3 (tiga) populasi atau
lebih, sama atau tidak.
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
27

Dalam uji ANOVA, bukti sampel diambil dari setiap populasi yang sedang
dikaji. Data-data yang diperoleh dari sampel tersebut digunakan untuk menghitung
statistik sampel. Distribusi sampling yang digunakan untuk mengambil keputusan
statistik, yakni menolak atau menerima hipotesis nol (H0), adalah DISTRIBUSI F (F
Distribution).
Dalam uji ini diasumsikan bahwa semua populasi yang sedang dikaji memiliki
keragaman atau varians (variance) sama tanpa mempertimbangkan apakah populasi-
populasi tersebut memiliki rata-rata hitung (mean) sama atau berbeda. Ada 2 (dua)
cara atau metode dalam mengestimasi nilai varians ini, yakni metode dalam kelompok
(within method) dan metode antar-kelompok (between method). Metode dalam
kelompok menghasilkan estimasi tentang varians yang sahih (valid) apakah hipotesis
nol salah atau benar. Sementara metode antar-kelompok menghasilkan estimasi
tentang varians yang sahih (valid) hanya jika hipotesis nol benar.
Metode dalam kelompok (within method) menghasilkan estimasi yang sahih (valid)
apakah hipotesis nol benar atau tidak. Metode antar-kelompok (between method)
menghasilkan estimate yang sahih (valid) jika hipotesis nol benar.
Langkah akhir dari uji ANOVA adalah menghitung rasio antara metode antar-
kelompok (between method) sebagai numerator (faktor yang dibagi) dan metode
dalam kelompok (within method) sebagai denominator (faktor pembagi). Jika
hipotesis nol benar (diterima), rasio di atas berisikan dua hasil estimasi yang terpisah
dari populasi yang memiliki varians sama dan, karenanya, berasal dari distribusi F.
Namun demikian, jika rata-rata hitung (mean) populasi yang dikaji tidak sama, hasil
estimasi dalam numerator akan mengembung sehingga rasionya akan menjadi sangat
besar. Jelas bahwa rasio demikian, dengan membandingkannya dengan distribusi F,
tidak berasal dari distribusi F, dan hipotesis nol akan ditolak. Uji hipotesis dalam
ANOVA adalah uji hipotesis bersisi-satu (one-tailed) di mana nilai statistik F yang
besar akan mengarah ke ditolaknya hipotesis nol, sementara nilai statistik F yang kecil
akan mengarah ke penerimaan hipotesis nol.

1. Metode dalam Kelompok (Within Method)


Terlepas dari benar atau tidaknya hipotesis nol, metode dalam kelompok
(within method) akan menghasilkan estimasi yang sahih (valid). Hal ini disebabkan
oleh variabilitas sampel dideterminasi dengan jalan membandingkan setiap butir data
dengan rata-rata hitung masing-masing. Nilai sampel yang diambil dari populasi A
dibandingkan dengan rata-rata sampel A. Demikian pula dengan masing-masing
populasi yang diobservasi. Persamaan (1) berikut digunakan untuk mengestimasi
keragaman atau varians (variance) dalam metode dalam kelompok
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
28

dimana:
Sw2 : varians yang diestimasi menggunakan metode dalam kelompok;
Xij : butir data ke-i dalam kelompok j;
𝑋̅j : rata-rata (mean) kelompok j;
c : jumlah kelompok;
n : jumlah/ukuran sampel dalam setiap kelompok; dan
c(n-1) : derajat bebas (degree of freedom).
Tanda penjumlahan ganda () berarti bahwa ada 2 (dua) langkah
penjumlahan. Pertama menyelesaikan tanda jumlah sebelah kanan. Setelah itu,
menyelesaikan tanda penjumlahan sebelah kiri.
Contoh:

Langkah pertama menyelesaikan penjumlahan (Xi-𝑋̅j)2 untuk setiap kelompok


(j). Seperti berikut:

(Xi -𝑋̅1) 2 = (1 – 2)2 + (2 – 2)2 + (3 – 2)2 =2


(Xi -𝑋̅2) = (5-7) + (7-7) +(9-7)
2 2 2 2
=8
(Xi -𝑋̅3) = (9-12) + (12-12) +(15-12)
2 2 2 2
= 18
Selanjutnya menyelesaikan penjumlahan (Xij-𝑋̅j)2, seperti berikut:
(Xij-𝑋̅j) 2 = (Xi -𝑋̅1) 2 + (Xi -𝑋̅2) 2 +(Xi -𝑋̅3) 2
= 2 + 8 + 18 = 28
Setelah itu baru kita bisa menyelesaikan keseluruhan persamaan (1), seperti berikut.
28 28
Sw2 = 3(3−1) = 6
= 4,67

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
29

2. Metode Antar-kelompok (Between Method)


Metode penghitungan varians yang kedua adalah metode antar-kelompok
(between method). Metode menghasilkan estimasi varians yang sahih jika hipotesis
nol benar. Persamaan yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut:

Dimana:
𝑆𝑋̅ 2 : varians yang diestimasi menggunakan metode antar-kelompok;
𝑋̅j : rata-rata (mean) kelompok j;
𝑥̅ : rata-rata keseluruhan (grand mean) yang digunakan sebagai  estimasi;
𝑐 : jumlah kelompok.
Varians dalam metode ini bisa juga dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

Jumlah/ukuran sampel (n) untuk setiap kelompok diasumsikan sama.


Contoh:

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
30

Uji dan Tabel F Analisis Varians (Analysis of Variance—ANOVA F Test and Table)
Setelah menghitung nilai varians yang sebelumnya tidak diketahui dengan
menggunakan metode dalam kelompok (within method) dan metode antar-kelompok
(between method), selanjutnya kita membuat perbandingan atau rasio (ratio) antara
kedua nilai varians tersebut.

Jika hipotesis nol benar, numerator (pembilang) dan denumerator (penyebut)


dalam persamaan (1.5) di atas akan merupakan estimasi yang sahih (valid) bagi
varians dari populasi yang sedang dikaji. Rasio tersebut, dengan demikian, akan
sesuai (conform) dengan distribusi F.
Hasil dari pengujian analisis varians biasanya disajikan dalam bentuk tabel
yang biasa dinamakan TABEL ANOVA (ANOVA TABLE). Tabel ini terdiri atas
kolom-kolom yang berisikan sumber keragaman atau sumber varians (source of
variance), jumlah kuadrat (sums of squares—SS), derajat bebas analisis (degree of
freedom), nilai keragaman atau varians yang diestimasi (estimates of the variance),
dan nilai F untuk prosedur analisis keragaman/varians (F value for the analysis of
variance procedure), sebagaimana tampak pada dalam Tabel

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
31

Contoh:
Seorang analis dari toko perkulakan BKM ingin mengetahui apakah ketiga
cabang tokonya yang tersebar di wilayah Kota Madya Depok memiliki rata-rata
pendapatan per transaksi penjualan yang sama. Enam (6) transaksi penjualan dari
masing-masing cabang dipilih secara acak sebagai sampel. Data tersebut disajikan
dalam tabel berikut.

Jumlah sampel untuk masing-masing cabang (n) adalah 6, sedangkan jumlah cabang
yang diteliti (c = columns) adalah 3.
Hipotesis nol untuk penelitian ini adalah bahwa semua cabang toko BKM memiliki
rata-rata pendapatan per transaksi penjualan sama. Hipotesis alternatifnya adalah
kebalikan dari hipotesis nol, yakni tidak semua cabang toko BKM memiliki rata-rata
pendapatan per transaksi penjualan sama.
H0: 1 = 2 = 3
H1: Tidak semua cabang toko memiliki rata-rata pendapatan per transaksi penjualan
sama.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
32

F tabel pada derajat bebas numerator 2 dan derajat bebas denominator 15 (LIHAT
TABEL DISTRIBUSI F) dengan tingkat signifikansi () 0,01 (1%) adalah 6,36. Karena
F-hitung (13,26) lebih besar daripada F-tabel (6,36), maka keputusan statistiknya
adalah terdapat cukup bukti sampel untuk menolak H0 dan menerima H1. Artinya,
tidak semua cabang Toko BKM memiliki rata-rata pendapatan per transaksi penjualan
yang sama.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
33

Minggu ke-15
MENGGUNAKAN SOFTWARE STATISTIKA (SPSS)

SPSS
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik
cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan
menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk
dipahami cara pengoperasiannya.
SPSS merupakan software statistik yang paling populer, fasilitasnya sangat lengkap
dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu
software SPSS yang akan digunakan. Pada pembelajaran kali ini menggunakan Software
SPSS 12. Saat ini software SPSS telah mengalami berbagai penambahan fasilitas, versi
terkini yaitu SPSS 17. Cara mempelajarinya tidak jauh berbeda dengan SPSS versi lainnya.
a. Praktek Menghitung dan Membuat Kesimpulan Nilai Korelasi, Regresi, Chi
Square dan ANOVA dengan SPSS
Contoh Perhitungan Nilai Korelasi dengan SPSS
Langkah-langkah:

1. Buka SPSS

2. lakukan penyesuaian nama variabel dan jenis data seperti ini:

3. seperti gambar diatas, klik pada tab variable view dan lakukan pengaturan seperti ini:

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
34

4. Selanjutnya klik tab data view dan masukkan data seperti ini (hanya contoh):

5. Setelah selesai memasukkan data, maka langkah analisisnya adalah klik menu analyze,
klik correlate, klik bivariate sehingga akan muncul seperti ini:

6. selanjutnya, masukkan variabel yang ada di kolom kiri ke kolom kanan, caranya bisa
dengan doubel klik pada variabel tersebut, dua-duanya pindahkan ke kolom variables.

7. pada bagian bawah yaitu pada correlatioan coefisien, pilih Pearson, kemudian untuk
test of significance pilih two tailed (ini kita lakukan karena kita belum tahu apakah
korelasinya positif atau negatif).

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
35

8. beri tanda centang pada flag significant correlations supaya nanti jika ada korelasi
yang significant diberi tanda bintang, yaitu bintang 1 jika korelasi significant pada
taraf 0,05, dan bintang 2 jika signifikans pada taraf 0,01.

9. Selanjutnya klik tombol options sehingga muncul seperti ini:

10. lakukan pilihan seperti gambar diatas, kemudian klik continue, laluklik OK pada
jendela yang sebelumnya.

11. hasil outputnya seperti ini:

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
36

12. Langkah analisis sudah selesai, mudahkan? iya, nah yang sulit sebenarnya untuk
orang awam yang tidak memahami statistika sebenarnya pada tahap berikut ini, yaitu
membaca/menginterpretasikan hasil output SPSS tersebut.

13. pada output pertama : descriptive statistics ini hanya merupakan informasi dari apa
yang dianalisis, pada kolom pertama ada tinggi badan dan kecepatan lari adalah
variabelnya, kolom kedua ada mean yaitu rata-rata, jadi rata-rata tinggi badan =
161,90 dan rata-rata kecepatan lari: 103,80. Rata-rata dihitung berdasarkan jumlah
total nilai data dibagi total N data. Dan seterusnya ini hanya informasi deskripsi saja.

14. pada output yang kedua yaitu correlations. Lihat teknik korelasi yang kita pakai
adalah pearson, kemudian dapat kita baca korelasi kedua variabel tersebut sebesar
0,847 dengan tanda bintang 2 (**). Ini berarti nilai koefisien korelasinya sebesar
0,847.

15. pada Sig.(2-tailed) sebesar 0,002. ini berarti jika kita menggunakan taraf signifikansi
5%, maka korelasi signifikan jika nilai Sig(2-tailed) lebih kecil dari 0,05. dan tidak
signifikan jika lebih dari 0,05. Dari hasil out put maka kesimpulannya ada korelasi
yang signifikan.

16. Dengan tanda bintang 2, lihat keterangan dibawahnya **.correlation is significant at


the 0.01 level. ini artinya korelasi ini signifikan pada level/taraf 1%. Jika korelasi
signifikan pada 1% maka sudah pasti juga signifikan pada 5%, tetapi jika signifikan
pada 5% belum tentu signifikan pada level 1%.

Dari contoh yang kita analisis diatas, maka kesimpulan yang kita ambil adalah
menerima H1 yaitu Ada hubungan yang signifikans antara tinggi badang dan kecepatan
berlari. Dengan demikian berarti kita juga menolak H0.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
37

Contoh Perhitungan Regresi dengan SPSS


Berikut ini contoh perhitungan regresi linier sederhana menggunakan software SPSS 19.
Dengan menggunakan data yang sama seperti pada perhitungan korelasi, proses mulai
dengan memilih menu Analyze, kemudian pilih Linear,

Pilih variabel Y sebagai variabel dependen (terikat) dan X1 sebagai variabel


independen (bebas) lalu klik tombol OK,

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
38

Output SPSS akan menampilkan hasil berupa 4 buah tabel yaitu; 1.) tabel variabel
penelitian, 2.) ringkasan model (model summary), 3.) Tabel Anova, dan 4.) Tabel Koefisien.

Cara membaca output SPSS hasil uji regresi linier tersebut adalah :
• Tabel pertama menunjukkan variabel apa saja yang diproses, mana yang menjadi
variabel bebas dan variabel terikat.
• Tabel kedua menampilkan nilai R yang merupakan simbol dari nilai koefisien
korelasi. Pada contoh diatas nilai korelasi adalah 0,342. Nilai ini dapat
diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian ada di kategori lemah.
Melalui tabel ini juga diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi (KD) yang
menunjukkan seberapa bagus model regresi yang dibentuk oleh interaksi variabel
bebas dan variabel terikat. Nilai KD yang diperoleh adalah 11,7% yang dapat
ditafsirkan bahwa variabel bebas X1 memiliki pengaruh kontribusi sebesar 11,7%
terhadap variabel Y dan 88,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar
variabel X1.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
39

• Tabel ketiga digunakan untuk menentukan taraf signifikansi atau linieritas dari
regresi. Kriterianya dapat ditentukan berdasarkan uji F atau uji nilai Signifikansi
(Sig.). Cara yang paling mudah dengan uji Sig., dengan ketentuan, jika Nilai Sig. <
0,05, maka model regresi adalah linier, dan berlaku sebaliknya. Berdasarkan tabel
ketiga, diperoleh nilai Sig. = 0,140 yang berarti > kriteria signifikan (0,05), dengan
demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah tidak signifikan
artinya, model regresi linier tidak memenuhi kriteria linieritas.
• Tabel keempat menginformasikan model persamaan regresi yang diperoleh dengan
koefisien konstanta dan koefisien variabel yang ada di kolom Unstandardized
Coefficients B. Berdasarkan tabel ini diperoleh model persamaan regresi : Y =38,256
+ 0,229 X1

Contoh Perhitungan Chi-Square dengan SPSS

Untuk melakukan uji Chi-Square kita dapat menggunakan Crosstab yang terda[at
pada program SPSS. Uji Chi-Square bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel
yang terdapat pada baris dengan kolom. Jenis data yang digunakan untuk uji chi-square harus
berbentuk data frekuensi, bukan data yang berbentuk rasio ataupun skala.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Chi-Square

Dasar pengambilan keputusan dalam uji chi-square dapat dilakukan dengan melihat
nilai output “Chi Square Test” hasil olah data dengan SPSS. Dalam pengambilan keputusan
kita dapat berpedoman pada dua hal, yakni membandingkan nilai Asymp. Sig dengan batas
kritis yaitu 0,05 atau dapat dengan cara membandingkan antara nilai chi-square hitung
dengan nilai chi-square tabel.
Melihat nilai Asymp. Sig:
1. Jika nilai Asymp. Sig <0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan antara baris
dengan kolom.
2. Jika nilai Asymp. Sig >0,05, maka tidak ada hubungan yang signifikan antara baris
dengan kolom.
Melihat nilai Chi-Square:
1. Jika nilai chi-square hitung > chi suare tabel, maka terdapat hubungan antara baris
dengan kolom.
2. Jika nilai chi-square hitung < chi suare tabel, maka tidak terdapat hubungan antara
baris dengan kolom.
Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
40

Contoh penyelesaian kasus menggunakan SPSS

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat “hubungan yang signifikan antara
jenis kelamin seseorang dengan tingkat pendidikan yang dicapai”. Data yang diuji adalah
sebagai berikut:

Keterangan data:
1. Jumlah sampel yang digunakan adalah 33 responden atau N=33
2. Pemberian kode pada variabel Jenis Kelamin: untuk Laki-laki=1, untuk perempuan=2
3. Pemberian kode pada variabel tingkat pendidikan: SLTA=1, Diploma=2, S1=3, dan
S2=4.
Hipotesis yang diajukan untuk penelitian ini adalah:
1. H0: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Jenis Kelamin dengan Tingkat
Pendidikan.
2. H1: terdapat hubungan yang signifikan antara Jenis Kelamin dengan Tingkat
Pendidikan.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
41

Langkah-Langkah:
1. Buka program SPSS, contoh ini menggunakan SPSS versi 21. Setelah terbuka, klik
Variable View. Pada bagian Name nomor 1 tuliskan Gender, untuk nomor 2 tuliskan
Pendidikan. Pada bagian Decimals ganti dengan 0, pada bagian Label tuliskan Jenis
Kelamin untuk nomor 1 dan Tingkat Pendidikan untuk nomor 2.

2. Selanjutnya, klik pada bagian Values untuk nomor 1, muncul kotak dialog dengan
nama Value Labels, di bagian Value ketikkan 1, kemudian di bagian Label tuliskan
Laki-laki atau klik Add. Kemudian di bagian Value ketikkan 2, pada bagian Label
tuliskan Perempuan lalu klik Add, dan klik Ok

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
42

Lakukan yang sama untuk variabel nomor 2 yakni Tingkat Pendidikan, dengan
ketentuan 1=SLTA, 2=Diploma, 3=S1, dan 4=S2. Maka tampilan yang sudah benar
dalam menginput data adalah sebagai berikut.

3. Jika sudah berhasil pada tahap persiapan input data, langkah selanjutnya klik Data
View. Kemudian isikan kode data yang sudah ada seperti gambar pertama.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
43

4. Pilih menu Analyze, pilih Descriptive Statistics, lalu pilih Crosstabs

5. Muncul kotak dialog dengan nama Crosstabs, masukkan variabel jenis kelamin ke
kotak Row(s), masukkan variabel Tingkat Pendidikan ke kotak Column(s)

6. Langkah berikutnya klik Statistics, muncul kotak dialog dengan nama Crosstabs:
Statistics, berikan tanda centang (v) pada bagian Chi-square, lalu klik Continue, dan
terakhir klik Ok, maka akan muncul output SPSS.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
44

Output yang dihasilkan oleh SPSS


Output 1 (Case Processing Summary)

Output 2 (Jenis Kelamin*Tingkat Pendidikan Crosstabulation)

Output 3 (Chi-square Tests)

Penjelasan Output
Output 1 : terdapat 33 data yang semuanya diproses (tidak ada data yang hilang),
jadi tingkat kevalidannya 100%.
Output 2 : terllihat tabel silang yang memuat hubungan antara variabel Jenis
Kelamin dengan Tingkat Pendidikan. Contoh pada baris 1 kolom 1,
pada baris Count terdapat angka 3. Hal ini berarti ada 3 laki-laki
(variabel Jenis Kelamin 1) yang berpendidikan SLTA (variabel
Tingkat Pendidikan 1) dan seterusnya.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
45

Output 3 : pada bagian Pearson Chi-Square terlihat nilai Asymp. Sig sebesar
0,584. Karena nilai Asymp.Sig 0,585>0,05, maka dapat disimpulkan
bahwa H0 diterima, yang artinya tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara Jenis Kelamin dengan Tingkat Pendidikan.

Contoh Perhitungan ANOVA Satu Faktor dengan SPSS


Contoh Kasus:
Seorang Peneliti ingin membandingkan penjualan handphone dengan merk Samsung,
Oppo, Vivo, dan Lenovo. Dimana oara pembeli handphone di toko-toko tertentu hanya
dihadapkan pada keempat merk tersebut, kemudian akan diteliti tentang:
1. Berapa rata-rata penjualan keempat handphone tersebut?
2. Apakah terdapat perbedaan rata-rata dalam penjualan keempat handphone tersebut?
3. Rata-rata penjualan handphone mana saja yang sama atau berbeda penjualannya?
Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu, adapun data penelitian yang terkumpul adalah
sebagai berikut:

Sebelum kita melakukan analisis terhadap data di atas dengan program SPSS, maka
sebaiknya bentuk tabel terlebih dahulu dimodifikasi menjadi dua buah tabel. Karena, dalam
analisis dengan SPSS, hanya dapat memasukkan dua variabel saja.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
46

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
47

Cara melakukan analisis ANOVA satu faktor dengan SPSS

1. Buka Program SPSS, lalu klik Variable View, kemudian untuk memasukkan nama dan
mendefinisikan variabel, maka:

Variabel pertama: Merk (X), isikan dengan:


Nama : ketikkan X
Type : pilih Numeric
Width : pilih 8
Decimals : pilih 0
Label : tuliskan Merk
Value : klik pada bagian none, maka akan muncul kotak dialoh “Value Labels” untuk
kotak Value isikan 1, kemudian pada kotak Label isikn Samsung, lalu klik
Add. Kemudian isikan lagi 2 untuk kotak Value dan isikan Oppo untuk kotak
Label, lalu klik Add.
Begitu seterusnya sampai keempat merk handphone terinput pada kotak Value Labels.

Missing : pilih None


Columns : pilih 8
Align : pilih Right
Measure : Pilih Scale
Role : pilih Input
Variabel kedua: Penjualan (Y), maka isikan dengan:
Name : ketikkan Y
Type : pilih Numeric

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
48

Width : pilih 8
Decimals : pilih 0
Label : tuliskan Penjualan
Value : pilih None
Missing : pilih None
Columns : pilih 8
Align : pilih Right
Measure : pilih Scale
Role : pilih Input
Sehingga di layar akan tampak:

2. Jika semua nama variabel sudah ditulis dengan benar, selanjutnya klik Data View,
lalu input data variabel merk ke kotak X dan variabel Penjualan ke kotak Y

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
49

3. Jika data sudah lengkap, maka klik menu Analyze – Compare Means – One-way
ANOVA

4. Maka akan muncul kotak dialog “One-way ANOVA”, selanjutnya pindahkan variabel
penjualan (Y) ke kolom Dependent List, lalu pindahkan variabel Merk (X) ke kolom
Factor.

5. Langkah berikutnya klik Post Hoc, maka muncul kotak dialog “One-Way ANOVA:
Post Hoc Multiple Comparisons”. Pilih Turkey, kemudian klik Continue

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
50

6. Kemudian klik Options, maka muncul kotak dialog “One-Way ANOVA: Options”
berikan tanda centang pada Descriptive dan Homogenity of Variance test, lalu klik
Continue

7. Langkah terakhir adalah klik Ok, maka akan muncul Output SPSS yang kita butuhkan
dalam Analisis Anova Satu Faktor.
Interpretasi Output Analisis Data ANOVA Satu Faktor dengan SPSS
1. Melihat perbedaan rata-rata penjualan empat merk handphone

Berdasarkan output di atas, dapat dilihat perbedaan rata-rata penjualan dari


keempat merk handphone dengan rincian sebagai berikut:
a. Rata-rata penjualan handphone Samsung sebesar 45,30
b. Rata-rata penjualan handphone Oppo sebesar 41,10
c. Rata-rata penjualan handphone Vivo sebesar 39,00
d. Rata-rata penjualan handphone Lenovo sebesar 35,70
Dengan demikian, maka secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa rata-rata
penjualan paling tinggi adalah handphone Samsung yakni sebesar 45,30.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
51

2. Menguji kesamaan varian (uji homogenitas)

Berdasarkan output di atas, diperoleh angka Levene Statistic sebesar 2,508


dengan signifikansi atau probabilitas (Sig) sebesar 0,074. Karena nilai signifikansi
0,074 lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa varian keempat kelompok
penjualan handphone adalah sama atau homogen.
3. Menguji apakah keempat sampel mempunyai rata-rata yang sama atau berbeda
(analisis ANOVA)

Dasar pengambilan keputusan dalam analisis anova:


a. Jika nilai signifikansi (Sig) > 0,05, maka rata-rata sama.
b. Jika nilai signifikansi (Sig) < 0,05, maka rata-rata berbeda.
Berdasarkan output ANOVA di atas, diketahui nilai Sig sebesar 0,009<0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata keempat penjualan merk handphone
tersebut berbeda secara signifikan.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
52

4. Mencari kelompok mana saja yang rata-rata penjualannya sama dan tidak sama (Test
Post-Hoc)

Pengujian Turkey HSD adalah pengujian perbandingan jamak untuk


menentukan apakah tiga rata-rata atau lebih berbeda secara signifikan dalam jumlah
analisis varian. Sebagai contoh, kita akan membandingkan rata-rata penjualan
handphone Samsung dengan Oppo. Angka perbedaan rata-rata untuk penjualan merk
tersebut adalah 4,200. Angka ini diperoleh dari nilai rata-rata (pada output deskriptif)
untuk penjualan Samsung (45,30) dikurangi dengan rata-rata penjualan Oppo (41,10).
Sementara itu, perbedaan rata-rata penjualan berkisar antara -3,06 (Lower Bound)
sampai dengan 11,46 (upper Bound) pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk menguji
apakah terdapat perbedaan rata-rata kedua merk handphone tersebut, maka kita harus
melihat apakah nilai signifikansi hasil output SPSS lebih besar atau lebih kecil dari
0,05. Berdasarkan output diatas diketahui nilai Sig sebesar 0,415 > 0,05, maka dapat
disimpulkan bahwa penjualan handphone Samsung dan Oppo adalah sama dan
perbedaan rata-rata penjualan secara deskriptif antara kedua merk tersebut tidaklah
signifikan. Selanjutnya untuk membandingkan kelompok yang lainnya dilakukan
dengan cara yang sama sebagaimana cara di atas.

Catatan
MODUL UAS STATISTIKA STANNITE
53

5. Melihat kesamaan rata-rata penjualan keempat merk handphone

Untuk melihat kesamaan rata-rata, maka kita akan menggunakan output


Turkey HSD. Berikut interpretasi tabel di atas:
1. Pada subset 1 terdapat data penjualan Lenovo, Vivo dan Oppo. Artinya
penjualan ketiga merk handphone tersebut tidak mempunyai perbedaan
yang signifikan. Dengan kata lain, rata-rata penjualan Lenovo, Vivo, dan
Oppo adalah sama.
2. Pada subset 2 terdapat data penjualan Vivo, Oppo, dan Samsung. Artinya,
rata-rata penjualan ketiga merk handphone tidak mempunyai perbedaan
yang signifikan. Dengan kata lain, rata-rata penjualan Vivo, Oppo dan
samsung adalah sama.

Pembuatan Kesimpulan
Dalam riset eksperimen ini hanya rata-rata penjualan Samsung dengan Lenovo
saja yang berbeda, sedangkan rata-rata penjualan handphone merk lainnya adalah
sama. Dengan demikian, variabel merk hanya berpengaruh secara signifikan terhadap
perbedaan rata-rata penjualan handphone merk Samsung dan Lenovo.

Catatan