Anda di halaman 1dari 8

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA OPERASIONAL

PENAMBANGAN NIKEL ORE


No ..................................................

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ………………………………
Jabatan : Direktur PT. PRIMA UTAMA LESTARI.
Alamat : Komplek Ruko ………………………….
…………………………………………..

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. PRIMA UTAMA LESTARI, yang
berkedudukan pada alamat tersebut diatas, dan untuk selanjutnya disebut sebagai
PIHAK PERTAMA.

Nama : INDRA ALFIANDI


Jabatan : Direktur PT. WAHYU ANGGI SELARAS.
Alamat : Jl. Malaka Kompleks Ruko Citra Land BLOK Spazia E1 No.18
Andounohu,Kota Kendari – Sulawesi Tenggara

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. WAHYU ANGGI SELARAS, yang
berkedudukan pada alamat tersebut diatas, dan untuk selanjutnya disebut sebagai
PIHAK KEDUA.

Terlebih dahulu para Pihak Menerangkan dibawah ini :

- Bahwa PIHAK PERTAMA merupakan perusahaan yang memiliki IUP Operasi


Produksi Pertambangan No.............Tahun.............. dan Sertifikat CNC
No.............di wilayah Desa Ussu Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur ;
- Bahwa PIHAK KEDUA merupakan kontraktor penambangan;
- Bahwa PIHAK PERTAMA merupakan pemberi kerja dan PIHAK KEDUA
merupakan penerima kerja.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan Surat Perjanjian ini mengikatkan diri
untuk melakukan kerjasama dalam hal OPERASIONAL PENAMBANGAN NIKEL ORE
dengan ketentuan sebagai berikut:

Page 1 of 8
Pasal 1
HUBUNGAN KERJASAMA

(1) Pekerjaan yang menjadi dasar ikatan kerjasama ini adalah OPERASIONAL
PENAMBANGAN NIKEL ORE.

(2) Pola kerjasama antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA bersifat saling
menguntungkan kedua belah pihak dengan kedudukan PIHAK KEDUA dalam
perjanjian ini adalah sebagai PENERIMA KERJA yang berperan sebagai
KONTRAKTOR PENAMBANGAN dengan diantaranya melakukan Pembersihan
lahan penambangan hingga Hauling diatas tongkang,
(3) PIHAK PERTAMA dengan ini menyepakati untuk menunjuk PIHAK KEDUA
sebagai Pihak yang berhak untuk melakukan Operasional Penambangan di
wilayah tambang Nikel milik PIHAK PERTAMA selama Jangka Waktu secara
tunggal dan eksklusif sesuai dengan, dan merujuk pada, persyaratan
persyaratan dalam perjanjian ini,dimana dengan ketentuan bilamana PIHAK
KEDUA tidak dapat memenuhi Produksi sebagaimana di sepakati atau di
targetkan dalam Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA berhak untuk
menunjuk PIHAK LAIN sebagai pengganti PIHAK KEDUA untuk melaksanakan
Operasional Penambangan di wilayah tambang Nikel milik PIHAK PERTAMA.

(4) PIHAK KEDUA akan melaksanakan pekerjaan Operasional Penambangan


dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

Pasal 2
PELAKSANAAN PEKERJAAN

(1) PIHAK KEDUA hanya dapat melakukan operasional penambangan yang


dilokasi tambang milik PIHAK PERTAMA di wilayah ……………………………….

(2) Adapun Pelaksanaan Pekerjaan PIHAK KEDUA secara detail adalah :

a. Land clearing yaitu pekerjaan pembersihan lahan penambangan;


b. Cleaning yaitu pekerjaan untuk membersihkan lokasi penambangan dari
akar serta material pengotor lainnya ang dapat mempengaruhi kualitas
kadar pada Ore;
c. Perencanaan penambangan atas lokasi yang telah distriping seperti
menentukan West Dump (Penumpukan ore barden), cek jalan (Drainase),
dan jalan hauling di Lokasi tambang;
d. Stripping OB (Over Bourden) ke areal West Dump;
e. Ore Getting;
f. Produksi ke penumpukan sementara ETO (Export Transit Ore) dan hauling
dari ETO (Export Transit Ore) ke EFO (Export Final Ore);
g. Hauling Produksi di Jetty (Pelabuhan);
h. Hauling diatas tongkang (FOB Tongkang).

Page 2 of 8
Pasal 3
HARGA DAN KETENTUAN PEMBAYARAN

(1) HARGA untuk pelaksanaan Pekerjaan Operasional Penambangan ditentukan Sesuai dgn
dan disepakati dengan nilai Kadar Ore Nikel lebih besar dan atau sama pengajuan
dengan 1,75% = $ 6,20 (enam dollar dua puluh sen). kontrak WAS

(2) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk mematuhi ketentuan Kadar dan Harga
yang telah ditentukan bilamana Kadar Ore Ni dibawah dan atau sama dengan
1,70% maka Ore diperhitungkan secara proporsional (Sesuai PASAL 3,point
ke-3 mengenai bonus dan pinalty) dan bilamana Kadar Ore Nikel lebih besar
dan atau sama dengan Ni. 1,80% maka akan diperhitungkan bonus.

(3) Bonus dan finalty diperhitungkan berdasarkan nilai fee sesuai kontrak dan
dihitung secara proporsional yaitu apabila terdapat kenaikan kadar Ni 0,01 % Pengjuann
Kontrak
dari kadar Ni 1,80% dan penurunan kadar Ni 0,01% dari kadar Ni 1,70 ( yang dari WAS
telah disepakati para pihak ) maka sbb :
 Kadar Ni ≥1,80 : nilai bonus = $ 6,20 ditambahkan $0,04 / per kenaikan kadar Ni 0,01%
 Kadar Ni <1,70 : nilai pinalty = $ 6,20 dikurangi $0,04 / per penurunan kadar Ni 0,01%

(4) Perhitungan pembayaran dilakukan sebagai berikut:


a. 60% saat di Stockpile Jetty berdasarkan perhitungan Certificate Of
Analysis (COA) dari pihak Surveyor Independent yang di tunjuk PARA
PIHAK;
b. 20% saat barging (cargo on barge)/Tongkang;
c. 20% saat sampai di gudang/pabrik Pembeli setelah perhitungan LAB/COA
pihak Pembeli;
d. Bahwa perhitungan pembayaran pada huruf a dan b merupakan
perhitungan pembayaran sementara yang akan disesuaikan kemudian
setelah sampai di gudang/pabrik Pembeli sesuai dengan perhitungan
LAB/COA pihak Pembeli.

(5) Pembayaran dilakukan ke PT. WAHYU ANGGI SELARAS yakni dengan


menunjuk Rekening pribadi yang mana dapat dipertanggung jawabkan
sebagai Pembayaran kepada PT. WAHYU ANGGI SELARAS, yakni:
Nama Bank : BANK MANDIRI.
No. Rekening : 1520007650191.
Nama Pemilik Rekening : INDRA ALFIANDI.

(6) HARGA tersebut meliputi diantaranya :


a. Harga belum termasuk PPN, dan PPH atas jasa;
b. Mobilisasi dan demobilisasi ditanggung oleh jasa PIHAK KEDUA selaku
kontraktor penambangan;
c. Melengkapi karyawan dengan APD (Alat Pelindung Diri) standart
penambangan yang sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang
berlaku;
d. Pemondokan, konsumsi karyawan, isentif operator/driver dan extra
fooding ditanggung oleh PIHAK KEDUA selaku kontraktor pertambangan;

Page 3 of 8
e. Tenaga Geologis penambangan dipersiapkan oleh PIHAK KEDUA/ PT.
WAHYU ANGGI SELARAS selaku kontraktor pertambangan untuk
menentukan area penambangan sehingga mencapai target kadar yang
diinginkan dan diawasi oleh KTT (Kepala Teknik Tambang) yang ditunjuk
oleh PIHAK PERTAMA;
f. Kontrak Kerjasama ini berlaku selama 3 (tiga) tahun dan akan dilanjutkan
pada saat selesai kontrak pertama setelah dilakukan evaluasi dan
disepakati bersama;
g. Harga kontraktor unit akan berubah jika UMP (Upah Minimum Provinsi)
dan UMR (Upah Minimum Regional) mengalami kenaikan yang dapat
berpengaruh terhadap gaji karyawan, serta kenaikan harga BBM (Bahan
Bakar Minyak) yang sangat signifikan mengakibatkan terganggunya target
produksi yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA;
h. Biaya maintenance dan scheduling maintenance heavy equipment
menjadi tanggungan PIHAK KEDUA, Serta PIHAK KEDUA akan mendirikan
work shop maintenance dilokasi tambang milik PIHAK PERTAMA;
i. BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA,
dimana PIHAK KEDUA harus menggunakan BBM industry (non subsidi);
j. Harga tersebut termasuk pemeliharaan jalan, tidak termasuk pembuatan
lapangan penumpukan, dan retribusi yang ditetapkan oleh pemerintah
daerah dan pemerintah pusat;
k. Harga tidak termasuk retribusi pengangkutan Ore dari lokasi tambang ke
pelabuhan yang menggunakan jalan Negara atau Kabupaten;

Pasal 4
TARGET PRODUKSI

Target operasional produksi yang harus dicapai oleh PIHAK KEDUA adalah:
a. 3 (tiga) bulan pertama dihitung dari setelah ditanda tanganinya Perjanjian
ini, sebesar 30.000 MatricTon/bulan; Dari PUL

b. Bulan ke 4 (empat) dan seterusnya sebesar 50.000 MatricTon/bulan.

Pasal 5
PUTUSNYA PERJANJIAN

PIHAK PERTAMA sewaktu-waktu dapat memutus perjanjian kerjasama ini tanpa


harus melalui Arbitrase bilamana PIHAK KEDUA tidak dapat memenuhi kewajibannya
dalam mencapai target operasional produksi sebagaimana telah disepakati dalam
perjanjian ini.

Page 4 of 8
Pasal 6
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

1. PIHAK PERTAMA:
a. Mempersiapkan lahan yang ditambang, termasuk membayar
pembebasan lahan terhadap area yang akan ditambang oleh PIHAK
KEDUA, dan termasuk dalam wilayah konsensi PIHAK PERTAMA;
b. Memastikan bahwa ijin penambangan dan semua ijin perusahaan
(Pemegang IUP) telah lengkap dan sesuai dengan perundang-undangan
yang berlaku;
c. Membayar iuran, retribusi dan biaya lain yang ditentukan oleh
Pemerintah dalam kapasitasnya sebagai pemilik IUP OP;
d. Mendapatkan persetujuan dan dukungan dari masyarakat setempat
untuk kegiatan penambangan;
e. PIHAK PERTAMA wajib untuk menyediakan dokumen tambang yang
diperlukan untuk kegiatan proses penambangan dimana copy dokumen
tersebut diserahkan kepada PIHAK KEDUA untuk keperluan operasional
pertambangan;
f. Mengurus dan membayar biaya yang berkaitan dengan IPPKH (ijin pinjam
pakai kawasan hutan) untuk kawasan hutan yang berada diwilayah
konsensi PIHAK PERTAMA;
g. Memberikan data selengkap-lengkapnya mengenai hasil analisa yang
diterbitkan oleh pembeli (COA) serta hasil analisa ore nikel yang telah
diproduksi;
h. Memberikan data-data hasil eksplorasi pada area yang akan dilakukan
penambangan;

2. PIHAK KEDUA :
a. Menambang nikel sesuai dengan spesifikasi dan kuantitas yang disetujui;
b. Melakukan operasi penambangan bijih nikel yang meliputi penyediaan
tenaga ahli pertambangan, perencanaan penambangan, biaya
penambangan, pengadaan dan perawatan alat, penggalian, control
kualitas, tenaga preparasi sampel, pemuatan, pengakutan ke jetty;
c. Menanggung semua biaya yang berkaitan dengan kegiatan operasional
penambangan, termasuk biaya pemanbangan, pengangkutan, preparasi
sampel;
d. Mempersiapkan laporan secara periodic, termasuk laporan produksi;
e. Melakukan aktivitas penambangan agar senantiasa berkoordinasi dengan
Kepala Teknik Tambang PIHAK PERTAMA sebagai penanggung jawab
termasuk K3-Lingkungan;
f. Berhak menerima pembayaran atas jasa pekerjaan yang dilakukan oleh
PIHAK KEDUA sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.

Page 5 of 8
Pasal 7
MASA KERJASAMA

(1) Perjanjian kerjasama ini berlaku 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal Dari WAS
ditandatanginya Surat Perjanjian Kerjasama ini sampai dengan tanggal……………..

(1) Selama masa kerjasama ini berlangsung, PIHAK PERTAMA dengan PIHAK
KEDUA akan bekerjasama secara intensif untuk senantiasa memperbaiki kualitas
hubungan

(2) Untuk pembayaran wajib dilengkapi dokumen-dokumen sebagaimana yang


disepakatai oleh Para Pihak;

Pasal 8
JAMINAN KERJASAMA

Hal Jaminan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA

(1) Bahwa PIHAK PERTAMA menjamin kepada PIHAK KEDUA tidak ada
keterlambatan Pembayaran bilamana seluruh dokumen-dokumen
Pembayaran telah terverifikasi sebagaimana mestinya.

(2) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama sepakat untuk
menjaga kerahasiaan Pernjanjian ini tidak terbatas pada dokumen-dokomen
terkait pelaksanaan pekerjaan operasional pertambangan dan bilamana
kerahasian ini dilanggar dan ternyata menimbulkan kerugian maka akan di
tempuh penyelesaian secara hukum yang belaku di Indonesia.

Pasal 9
KEADAAN KAHAR

Apabila salah satu Pihak dalam Perjanjian ini tidak dapat melaksanakan
kewajibannya disebabkan karena keadaan kahar seperti gempa bumi, badai, banjir,
kebakaran, letusan, bencana alam, tindakan sipil atau penguasa militer, kerusuhan,
perang, setiap hukum ketentuan pemerintah dari pemerintah Republik Indonesia
atau setiap bagian provinsi atau lokal tersebut atau setiap agensinya yang melarang
atau memiliki penyebab untuk melarang penjualan Nikel dalam pasar
domestik/internasional atau kejadian-kejadian di luar dugaan dan di luar kontrol dari
Pihak manapun, maka Pihak yang terkena akibat harus memberitahu secara tertulis
kepada Pihak yang lain tanpa menunda dan dalam keadaan apapun tidak lebih dari
empat puluh delapan (48) jam setelah terjadinya peristiwa tersebut, dan dalam
waktu lima belas (15) hari sesudahnya, menyediakan informasi yang rinci mengenai
peristiwa tersebut dan dokumen yang disahkan oleh notaris publik yang ditunjuk
oleh Carrefour atau yang sejenisnya yang membuktikan peristiwa-peristiwa tersebut,
dan menjelaskan alasan mengapa ia tidak dapat melaksanakan, atau tentang

Page 6 of 8
tertundanya pelaksanaan seluruh atau sebagian dari Perjanjian ini. Apabila peristiwa
keadaan kahar atau akibat dari keadaan kahar menghambat salah satu Pihak atau
lebih dalam melaksanakan seluruh atau sebagian dari kewajiban mereka dalam
Perjanjian ini selama jangka waktu tiga puluh (30) hari atau lebih, maka PARA PIHAK
harus, sebagai akibat dari keadaan kahar tersebut, memutuskan apakah akan
memutuskan Perjanjian ini atau tidak, atau mengabaikan pelaksanaan kewajiban
tersebut atau sebagian dari Perjanjian ini atau menangguhkan pelaksanaan
Perjanjian ini.

Pasal 11
PERSELISIHAN

(1) Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan kerjasama ini, kedua belah
pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah.
(2) Apabila dengan jalan musyawarah tidak dapat menyelesaikan perselisihan
yang terjadi antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA, kedua belah
pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dengan menunjuk
BANI sebagai tempat untuk menyelesaikan perkara secara Arbitrase.

Pasal 12
LAIN - LAIN

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam surat perjanjian ini akan diselesaikan
bersama melalui perundingan dan dituangkan dalam bentuk Addendum
terhadap surat perjanjian ini yang ditandatangani bersama oleh kedua belah
pihak.

(2) Definisi-definisi yang timbul dalam pemahaman terhadap perjanjian ini akan
ditafsirkan sesuai dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan atau
Literatur-literatur yang berlaku dan diakui secara Undang-Undang di Negara
Republik Indonesia.

(3) Lampiran-lampiran sebagaimana di perlukan dalam Perjanjian ini tidak


terbatas pada Perhitungan kualitas Ore maupun alat-alat yang dipergunakan
dalam pelaksanaan Operasional pertambangan merupakan satu kesatuan
dengan perjanjian ini.

(4) Surat Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) asli dan masing-masing sama
bunyinya, diatas materai cukup, serta memiliki kekuatan hukum yang sama
setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

(5) Perjanjian ini mulai berlaku dan mengikat kedua belah pihak sejak
ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Page 7 of 8
Demikianlah Surat Perjanjian Kerjasama ini dibuat dengan kesadaran penuh dari
kedua belah pihak, tanpa paksaan maupun pengaruh dari pihak manapun.

Ditetapkan di...........................................
Tanggal....................................................

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT. PRIMA UTAMA LESTARI PT. WAHYU ANGGI SELARAS

……………………………….. INDRA ALFIANDI


Direktur Utama Direktur Utama

SAKSI-SAKSI :

(1)……………………………………. (2)……………………………….

Page 8 of 8