Anda di halaman 1dari 10

Modul

SKILL KEDOKTERAN
TROPIK INFEKSI
Semester IV Tahun 2018

 Tourniquet Test
 Besredka

JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2018
Skill
TOURNIQUET TEST

Uji Tourniquet (Rumpel-leede) merupakan tes untuk mengetahui kerapuhan


kapiler yaitu salah satu teknik pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan untuk
identifikasi dan stratifikasi penyakit dengan tendensi perdarahan misalnya
dengue. Infeksi virus dengue (DENV) meningkatkan permeabilitas kapiler,
dimana uji tourniquet dilakukan dengan memberikan penekanan terus-menerus
terhadap pembuluh darah kecil. Ptechiae (bercak merah-keunguan, tidak
timbul, tepat di kulit) akibat uji tersebut dapat ditemukan pada penderita
Dengue fever dan DHF.
Background
Uji tourniquet harus dilakukan ulang apabila :
- hasil uji tourniquet sebelumnya negatif
- tidak terdapat tanda perdarahan

Sensitivitas dan spesifisitas uji tourniquet bervariasi. Dengan menentukan cut


off point ≥ 20 ptekiae per inchi meningkatkan spesifisitas uji tourniquet tetapi
mengurangi sensitivitasnya. Uji tourniquet sering positif saat suhu tubuh
kembali normal, jarang positif pada penderita syok.

The setting:
Dokter dan pasien duduk dengan nyaman dengan ketinggian yang sejajar,
sehingga dapat saling berhadapan dan mengamati. Pastikan privasi pasien
terjaga.

Introduction:
Selalu perkenalkan diri sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan identitas
Setting the
patient at ease
pasien dengan benar dan mohon ijin untuk melakukan pemeriksaan.

Non verbal communication:


Pasien mengharapkan sikap profesional dokter setiap melakukan pemeriksaan.
Pastikan anda memakai baju yang rapi, dan pakailah jas putih yang bersih.
Perhatikan postur dan sikap tubuh anda saat melakukan pemeriksaan. Jangan
lupa berjabat tangan dan tersenyum saat akan melakukan pemeriksaan.
Procedure

1. Ukurlah tekanan darah pasien dan catatlah, misalnya 100/70 mmHg


2. Pompa manset hingga titik tengah antara tekanan darah sistolik dan
tekanan darah diastolik, pertahankan selama 5 menit, misalnya
(100+70)÷2 = 85 mmHg
3. Perlahan-lahan kurangi tekanan manset dan tunggu hingga 2 menit
4. Hitung jumlah ptekiae pada fossa antecubiti
- positif bila > 10 ptekiae atau lebih per 1 inchi
Checklist : TOURNIQUET TEST

Skor
No Jenis kegiatan
0 1 2
Menyapa pasien dengan menyebut nama & senyum serta
1
mempersilahkan duduk (jabat tangan)
2 Memperkenalkan diri kepada pasien
Menanyakan identitas pasien: nama, usia, tempat tinggal, pekerjaan,
3
status keluarga
4 Menjelaskan tujuan pemeriksaan uji torniquet
5 Mencuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan
Mengukur tekanan darah pasien dengan tensimeter raksa dan
6
stetoskop
7 Mencatat tekanan darah pasien
Menentukan titik tengah dari tekanan darah pasien (sistolik +
8
diastolik)÷2
Memompa manset hingga titik tengah tersebut dan pertahankan
9
selama 5 menit
Menurunkan tekanan manset secara perlahan-lahan dan tunggu
10
selama 2 menit
Mengidentifikasi dan menghitung ptekiae di fossa antecubiti pada
11
daerah seluas 1 inchi persegi
12 Menunjukkan empati dan profesionalitas selama pemeriksaan
13 Mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan
14 Menutup pemeriksaan dan mengucapkan terima kasih
Skill
BESREDKA

Anti-toksin diberikan sedini mungkin begitu diagnosis ditegakkan, tidak perlu


menunggu hasil pemeriksaan bakteriologis. Tujuan diberikan antitoksin adalah
untuk menetralisir endotoksin yang dihasilkan kuman C. diphtheria sehingga
mencegah prognosa yang lebih buruk. Dosis tergantung kepada jenis difterinya,
tidak dipengaruhi oleh usia pasien, yaitu :

- Difteri nasal/ fausial yang ringan : 20.000 – 40.000 U, intravena


Background
dalam waktu 60 menit
- Difteri fausial sedang : 40.000 – 60.000 U secara i.v
- Difteri berat (bullneck dyphtheriae) : 80.000 – 120.000 U secara i.v

Pemberian antitoksin harus didahului dengan uji sensitivitas, karena antitoksin


dibuat dari serum kuda. Apabila uji sensitivitas positif, maka diberikan secara
desensitisasi dengan interval 20 menit.

The setting:
Dokter dapat duduk dengan nyaman dan pasien dapat berbaring di tempat tidur
periksa dengan nyaman. Pastikan privasi pasien terjaga.

Introduction:
Selalu perkenalkan diri sebelum melakukan uji sensitivitas dan besredka,
pastikan identitas pasien dengan benar, jenis obat atau antitoksin serta dosisnya
Setting the telah sesuai. Dokter harus mohon ijin untuk melakukan tindakan dan meminta
patient at ease tanda tangan persetujuan tindakan oleh pasien (informed consent).

Non verbal communication:


Pasien mengharapkan sikap profesional dokter setiap melakukan tindakan.
Pastikan anda memakai baju yang rapi, dan pakailah jas putih yang bersih.
Perhatikan postur dan sikap tubuh anda saat melakukan pemeriksaan. Jangan
lupa berjabat tangan dan tersenyum saat akan melakukan tindakan.
Procedure

Sebelum injeksi diphtheria antitoxin :


- Tanyakan apakah pasien pernah mendapat injeksi serum-serum apapun
sebelumnya
- pastikan riwayat pribadi atau keluarga adanya alergi misalnya asma,
eksim atau alergi obat-obatan.
- Memberikan penjelasan kepada pasien
- meminta tandatangan persetujuan pasien (informed consent) untuk
dilakukan skin tes dan injeksi anti toksin

UJI SENSITIVITAS SERUM DIPHTHERIA ANTITOXIN :


1. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
2. Persiapan alat dan bahan
 Anti Difteri Serum vial
 Adrenalin ampule (apabila diperlukan pada kasus anafilaktik)
 spuit disposable 3 cc, 5 cc
 jarum 26-30 G
 kapas alkohol
 bengkok
3. Pakailah sarung tangan steril
4. Ambil dengan spuit 0,05 cc ADS (anti difetria serum) murni, tambahkan 1
cc water for injection (NaCl 0,9%), kemudian injeksi intra cutan (di volar
bagian dalam, dibawah m. deltoid) sebanyak ± 0,05 cc atau hingga timbul
benjolan dengan diameter ± 3mm. Tandai kulit dengan bolpoint seluas
diameter 2cm dari tempat injeksi dan tunggu selama 15 – 30 menit untuk
mengetahui adanya reaksi lokal dan reaksi umum.
5. Interpretasi hasil :
 negatif : tidak tampak penambahan diameter pada benjolan atau
terdapat benjolan dengan diameter yang tidak lebih besar
dibanding diameter awal
 positif : tampak peningkatan ketebalan benjolan > 2mm dari
ukuran awal atau > 2mm dibanding control negatifnya.
6. Bila negatif, maka dapat langsung diberikan ADS melalui :
 infus drip : pasang infus D5 ¼ saline 200cc + ADS sesuai dosis,
berikan dalam waktu 4-6 jam
 Bila mendapat ADS 20.000 U dapat langsung diberikan secara I.M

Desensitisasi dengan cara Besredka


Apabila uji sensitivitas positif, maka diberikan secara desensitisasi dengan
interval 20 menit, dengan dosis sebagai berikut :
1. 0,1 ml larutan 1:20 (dengan cairan NaCl 0,9%) subkutan
2. 0,1 ml larutan 1:10, subkutan
3. 0,1 ml tanpa dilarutkan, subkutan
4. 0,3 ml tanpa dilarutkan, intra muscular
5. 0,5 ml tanpa dilarutkan, intra muscular
6. 0,1 ml tanpa dilarutkan, intravena
7. Bila tidak ada reaksi maka sisanya dapat diberikan secara intravena

Catatan :
1. Bila pada waktu pemberian Besredka terjadi alergi maka suntikan dosis
obat diulang sama dengan 1 tingkat/ 1 tahap sebelumnya
2. 1 vial ADS = 10cc = 20.000 U
Checklist : BESREDKA

Skor
No Jenis kegiatan
0 1 2
Menyapa pasien dengan menyebut nama & senyum serta
1
mempersilahkan duduk (jabat tangan)
2 Memperkenalkan diri kepada pasien
Menanyakan identitas pasien: nama, usia, tempat tinggal, pekerjaan,
3
status keluarga
Menjelaskan tujuan tindakan pemberian Anti Difteri Serum, uji
4
sensitivitas dan besredka bila diperlukan
5 Mereview riwayat pengobatan dan alergi pasien,
6 Meminta tandatangan persetujuan tindakan oleh pasien
Mengidentifikasi kembali nama, label obat dan dosis yang akan
7
diinjeksikan kepada pasien
Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan, memakai sarung
8
tangan steril
9 Melakukan uji sensitivitas kulit terhadap serum ADS
Mengamati dan menginterpretasi reaksi lokal dan general dari uji
10
sensitivitas
11 Menginformasikan hasil uji sensitivitas kepada pasien
Melakukan tindakan lanjutan dengan cara Besredka apabila hasil uji
12
sensitivitas positif
Mengamati dan menginterpretasi reaksi lokal dan general dari
13
Besredka
12 Menunjukkan empati dan profesionalitas selama pemeriksaan
13 Mencuci tangan setelah melakukan tindakan
14 Menutup pertemuan dan mengucapkan terima kasih