Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KABINET ALI SASTROAMIJOYO 2

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK VI

 DINO HAMDIKA
 SILFIA DARMAWATI
 NURUL FEBIOLA
 JUI AJESIA

KELAS : XII PM 1

SMK NEGERI 2 TELUK KUANTAN

TP. 2018

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Syukur
Alhamdulillah Penulis ucapkan dari lubuk hati Penulis kehadirat Allah yang telah
memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik. Sholawat serta
salam Penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Makalah yang berjudul “Kabinet Ali Sastroamidjojo II” ini semoga dapat
menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Kami menyadari bahwa yang kami tulis ini masih banyak kekurangan dan
kesalahan. Dan oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan adanya masukan dari para
pembaca, baik berupa kritikan ataupun saran yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan makalah ini, supaya lebih baik untuk masa yang akan datang.
Dan terima kasih atas semua bantuan dari semua pihak yang terkait dalam
penyusunan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kemudian kepada Allah kami bertaubat dan kepada manusia kami memohon
maaf atas kesalahan dan kekhilafan dalam penulisan makalah ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………. ........................................................... i


DAFTAR ISI........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Awal Terbentuknya Kabinet Ali Sastroamidjojo II .............. 2
B. Program-program Kerja Ali Sastroamidjojo II ..................... 3
C. Kendala/ Masalah Yang Dihadapi ................................... 4
D. Berakhirnya Kabinet ............................................................. 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 6
B. Saran...................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 7

iii
BAB I
PENDAHULUAN

B. Latar Belakang
Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar, pada saat itu terjadi
demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan. Maka melalui
perjanjian antara tiga negara bagian, Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia
Timur, dan Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara
Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950.
Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan
Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem
kabinet parlementer di Indonesia. Kemudian munculah pergantian Perdana Menteri
selama 7 kali dan hal tersebut sangat mempengaruhi perpolitikan di Indonesia.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah terbentuknya kabinet Ali Sastroamidjojo II?
2. Apa saja program kerja kabinet Ali Sastroamidjojo II?
3. Bagaimanakah berakhirnya kabinet Ali Sastroamidjojo II?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Awal Terbentuknya Kabinet Ali Sastroamidjojo II


Setelah Pemilihan Umum 1955, Presiden Soekarno menunjuk partai
pemenang pemilu sebagai pembentuk formatur kabinet. PNI yang ditunjuk Soekarno
sebagai formatur kabinet mengajukan Ali Sastroamidjojo dan Wilopo calon formatur
kabinet. Presiden Soekarno kemudian memilih Ali Sastroamidjojo.
Kabinet yang terbentuk berintikan koalisi PNI, Masyumi dan NU. Dalam
pembentukan kabinet tidak ada kesulitan yang prinsipil. Koalisi yang terbentuk
memunculkan pertanyaan mengapa PKI yang menduduki peringkat keempat pemilu
tidak disertakan. Hal ini karena Masyumi menolak masuknya PKI dalam kabinet.
Pada waktu formatur menyerahkan susunan kabinet kepada Presiden Soekarno
untuk disetujui, Presiden tidak langsung menyetujui. Ia kecewa dengan susunan
kabinet yang akan dibentuk yang tidak melibatkan PKI. Presiden menghendaki
masuknya PKI dalam kabinet. Namun kehendak Presiden tidak bisa diterima oleh
formatur karena susunan kabinet yang dibentuk merupakan hasil persetujuan dari
partai-partai yang akan berkoalisi.
Menyikapi hal tersebut, Presiden Soekarno kemudian berusaha mendesak para
tokoh partai PNI, Masyumi, NU dan PSII agar mau menerima wakil PKI atau pun
simpatisannya untuk duduk dalam kabinet. Namun kehendak Presiden Soekarno
tersebut tidak bisa diterima oleh tokoh-tokoh dari ketiga partai tersebut. Presiden
Soekarno pun akhirnya menyetujui susunan kabinet yang telah disusun oleh tim
formatur, dengan memasukkan Ir. Djuanda dalam kabinet.
Pada tanggal 20 Maret 1956, kabinet koalisi nasionalis-Islam dengan Ali
Sastroamijdojo selaku Perdana Menteri. Kabinet ini dikenal sebagai Kabinet Ali II
(1956-1957). Kabinet Ali II merupakan kabinet pertama yang memiliki Rencana Lima
Tahun yang antara lain isinya mencakup masalah Irian Barat, masalah otonomi
daerah, masalah perbaikan nasib buruh, penyehatan keuangan dan pembentukan
ekonomi keuangan.

2
B. Program-program Kerja Ali Sastroamidjojo II
Program pokok dari Kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah :
Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat
program jangka panjang, sebagai berikut :
 Perjuangan pengembalian Irian Barat
 Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-
anggota DPRD.
 Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai.
 Menyehatkan perimbangan keuangan negara.
 Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional
berdasarkan kepentingan rakyat.
Selain itu program pokok dari kabinet ini adalah sebagai berikut :
 Pembatalan KMB.
 Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia.
 Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan ekonomi, keuangan,
industri, perhubungan, pendidikan dan pertanian.
 Melaksanakan keputusan Konferensi Asia-Afrika.

Beberapa kemajuan yang berhasil dicapai Kabinet Ali Sastroamijoyo II, antara
lain sebagai berikut :
 Dibangunnya Pabrik Semen Gresik.
 Dikeluarkannya UU No. 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan
Daerah.
Pada masa pemerintah Kabinet Ali Sastroamijoyo II timbul pergolak yang
dilancarkan para dewan daerah. Mereka menentang pemerintah karena pemerintah
dinilai tidak berhasil dalam meningkatkan ekonomi.
Adapun beberapa dewan daerah yang memberontak tersebut antara lain
sebagai berikut :
 Dewan Banteng di bawah pimpinan Kolonel Achmad Hussein.
 Dewan Gajah di bawah pimpinan Kolonel Simbolon.
 Dewan Garuda di bawah Letnan Kolonel Barlian.
 Permesta di bawah Letnan Kolonel Ventje Sumual.

3
Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan
Republik Indonesia dan mengambil alih kekuasaan atas pemerintah daerah mereka
masing-masing. Di samping itu, Masyumi juga menyatakan keluar dari Kabinet Ali
Sastroamijoyo II dengan menarik menteri-menterinya.
Masalah yang dihadapi kabinet Ali Satroamijoyo II adalah pergolakan di
daerah yang semakin menguat, seperti pembentukan dewan militer di Sumatera dan
Sulawesi. Dalam kabinet sendiri timbul perpecahan antara Masyumi dan PNI.
Masyumi menghendaki agar Ali Satroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai
dengan tuntutan daerah, tetapi dari PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat
berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer. Posisi Kabinet Ali melemah
setelah pada bulan Januari 1957 Masyumi menarik menteri-menterinya dari kabinet.
Akhirnya pada tanggal 14 Maret 1957, Ali terpaksa menyerahkan mandatnya kepada
presiden.

C. Kendala/ Masalah Yang Dihadapi


 Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat.
 Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah
pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan
Banteng di Sumatera Tengah, Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Garuda
di Sumatra Selatan, Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan, dan
Dewan Manguni di Sulawesi Utara.
 Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap
mengabaikan pembangunan di daerahnya.
 Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya
mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Banyak pengusaha
Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang
merekalah yang kuat ekonominya. Muncullah peraturan yang dapat
melindungi pengusaha nasional.
 Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Masyumi menghendaki agar
Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah, sedangkan
PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas
demokrasi dan parlementer.

4
D. Berakhirnya Kabinet
Dalam menjalankan programnya Kabinet Ali II muncul berbagai peristiwa-
peristiwa baru antara lain gagal memaksa Belanda untuk menyerahkan Irian Barat
yang akhirnya membatalkan perjanjian KMB. Munculnya masalah anti Cina diantara
kalangan rakyat yang kurang senang melihat kedudukan istimewa golongan ini dalam
perdagangan.
Selain itu mulai meningkatnya sikap kritis daerah terhadap pusat. Kondisi ini
mendorong lemahnya Kabinet Ali yang dibentuk berdasarkan hasil pemilihan umum
pertama. Peristiwa-peristiwa di atas membuat kewibawaan Kabinet Ali
Sastroamidjojo semakin turun.
Kurangnya tindakan tegas dari kabinet terhadap pergolakan yang muncul
membuat Ikatan Pembela Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan Masyumi menarik para
menterinya dari kabinet. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan
kabinet oleh Ali Sastro dan Idham Khalid, namun tidak berhasil. Ali akhirnya
menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 14 Maret 1957.

5
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masalah yang dihadapi kabinet Ali Satroamijoyo II adalah pergolakan di
daerah yang semakin menguat, seperti pembentukan dewan militer di Sumatera dan
Sulawesi. Dalam kabinet sendiri timbul perpecahan antara Masyumi dan PNI.

B. Saran
Demi kesempurnaan makalah ini kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan, agar makalah ini dapat menjadikan suatu pedoman untuk
kalangan umum. Kami sebagai penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dan
kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Atas kritik , saran, dan perhatiannya kami
ucapkan terimakasih.

6
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia_%281950%E2%80%931959%29
http://tragedisosialsejarah.blogspot.co.id/2014/09/kabinet-ali-sastroamijoyo-ii-
dilantik.html
http://indonesiakumembanggakan.blogspot.co.id/2014/08/7-kabinet-indonesia-pada-
masa-demokrasi.html
https://karw21anto.wordpress.com/tugas-2/semester-1/penyebab-jatuhnya-7-kabinet-
di-indonesia/