Anda di halaman 1dari 12

Dampak Penyalahgunaan Zat Aditif

A. Pengertian Zat Aditif


Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah
merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan
daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat
pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme.
Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam
memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya. Zat aditif
makanan merupakan zat yang biasanya ditambahkan ke dalam makanan selama pengolahan
untuk menyimpannya untuk waktu yang lama.
Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1) Aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan
tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan
kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya.
2) Aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil
sebagai akibat dari proses pengolahan.
Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti
lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat
serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat
metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis
mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian
ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-
zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang
terjadinya kanker pada hewan dan manusia.
Zat aditif makanan atau lebih dikenal dengan bahan tambahan makanan (BTM)
mungkin tidak begitu familiar di telingan masyarakat, tapi jenis-jenis dari bahan tambahan
pangan pasti sudah banyak digunakakn oleh masyarakat sehari-hari. Zat aditif atau BTM
merupakan semua jenis zat yang ditambahkan dalam makanan maupun minuman yang kita
konsumsi sehari-hari. Zat aditif yang ada di pasarana memiliki banyak macam, beberapa jenis
dari zat aditif diantaranya pewarna, pengawet, pemanis, penyedap, pengental, pengemulsi,
serta masih banyak yang lain. Penambahan zat aditif ini bertujuan untuk memperbaiki warna,
citarasa, penampakan, tekstur, flavor, serta memperpanjang daya simpan dari suatu makanan.
Zat aditif sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu zat aditif alami dan sintetis. Zat aditif alami
merupakan zat aditif yang berasal dari tanaman, hewan, dan produk turunannya yang tidak
mengalami proses pengolahan industri dan tidak ditambahkan bahan-bahan kimia. Sedangkan
zat aditif sintetis merupakan zat aditif yang diproduksi oleh industri modern dengan
menggunakan berbagai campuran bahan-bahan kimia. Kedua jenis zat aditif ini memiliki
keunggulan dan kekurangan masing-masing dan memiliki peminat sendiri-sendiri.
Peningkatan permintaan zat aditif di masyarakat menjadi peluang para produsen untuk
memproduksi zat aditif dengan berbagai macam dan jenisnya yang sangat banyak. Dan
penggunaan zat aditif sintetis ini semakin hari semakin meningkat penggunaannya oleh
industri makanan dan minuman serta rumah tangga. Banyak masyarakat yang lebih memilih
menggunakan zat aditif sintetis ini karena alasan kepraktisan dan hasil yang didapatkan bisa
maksimal. Namun, penggunaan zat aditif sintetis dalam makanan dan minuman dibatasi oleh
aturan pemerintah dalam UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan. Pembatasan ini bertujuan
untuk membatasi penggunaan zat aditif sintetis yang berlebihan dalam makanan yang kita
konsumsi sehari-hari, karena bagaimanapun zat aditif sintetis terbuat dari bahan-bahan kimia
yang asing bagi tubuh. Akumulasi bahan-bahan kimia ini dalam waktu lama pasti akan
memberikan efek negatif bagi tubuh, hal inilah yang menjadi alasan terkait pembatasan
penggunaan zat aditif sintetis.
Sedangkan untuk zat aditif alami merupakan semua jenis zat tambahan makanan yang
berasal dari alam tanpa menggunakan pengolahan dan bahan tambahan kimiawi. Pada awal
penggunaan zat aditif, jenis alami inilah yang banyak digunakan, tetapi seiring berjalannya
waktu dan meningkatnya kebutuhan akan zat aditif, banyak orang beralih dari zat aditif alami
ke zat aditif sintetis. Alasan kepraktisan dan hasil yang lebih baik menjadi alasan utama
masyarakat meniggalkan zat aditif alami ini. Namun, meskipun demikian ada beberapa
masyarakat yang masih setia menggunakan zat aditif alami ini, dengan alasan keamanan dan
tanpa efek samping, membuat masyarakat tetap setia.
Pemilihan penggunaan zat aditif sintetis maupun alami memiliki keunggulan dan
kelemahan masing-masing. Dan yang perlu diperhatikan ketika anda memilih penggunaan zat
aditif sintetis adalah batasi penggunaannya, jangan terlalu banyak mengkonsumsinya dan
jangan terlalu sering. Karena sekali lagi zat aditif sintetis terbuat dari bahan-bahan yang asing
bagi tubuh, sehingga akumulasinya dalam tubuh dapat menimbulkan reaksi tertentu pada
tubuh. Lebih bijak dan selektif dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi adalah cara
cerdas untuk menjaga tubuh kita.
B. Macam-macam Zat Aditif
Zat aditif pada makanan, ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik).
Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. Lain halnya dengan zat
aditif sintetik.
Beberapa zat aditif dari alam yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,
yaitu :
1. Pewarna.
Contohnya : Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange),
anato (orange), karamel (cokelat hitam), beta karoten (kuning) dan klorofil (hijau).
2. Penyedap.
Contohnya : Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar.
3. Pengawet.
Contohnya : asam cuka (untuk acar), gula (untuk manisan), dan garam (untuk asinan
ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air
garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat
(browing reaction) pada buah apel.
4. Pengemusi.
Contohnya : putih telur.
Beberapa zat aditif sintetik yang sering digunakan dalam beraneka jenis makanan, yaitu :
5. Zat Pewarna
Zat pewarna adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga
makanan tersebut lebih menarik. Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai
banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Contoh pewarna sintetik: biru
berlian (biru), coklat HT (coklat), eritrosit (merah) dan hijau FCF (hijau).
6. Penyedap rasa dan aroma (flavor).
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester. Contoh:
Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil
propionat (rasa rum).
7. Penguat rasa (flavour echancer).
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah
MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenal dengan nama vetsin. MSG sebagai
penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. MSG merupakan zat aditif
makanan buatan, sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh.
8. Zat pemanis buatan.
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya
sakarin(kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat
(kemanisannya 50x gula) dan serbitol.
9. Pengawet.
Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi,
pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Zat
pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya :
·Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman
ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
·Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
·Natrium nitrit (NaNo2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
·Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
10. Anti oksidan.
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi. Contohnya :
· Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium),
digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
· Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan.
· Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarine dan
mentega.
11. Pengemulsi, pemantap, dan pengental.
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang
homogen pada makanan. Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk
mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu. Garam alginat dan gliserin merupakan bahan
aditif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehinggga
dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata.
Contoh : agar-agar, gelatin, dan gom arab.
12. Pemutih dan pematang tepung.
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung
sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
C. Dampak Negatif Pengunaan Zat Aditif
1. Gula
Konsumsi gula berlebihan memang dapat memperburuk kesehatan tubuh. Karena itu, gula
sering kali dihindari untuk mencegah berbagai penyakit, seperti serangan jantung, selulit, dan
penumpukan lemak. Namun, menurut sebuah penelitian, konsumsi gula dalam tingkat yang
aman pun dapat memiliki efek buruk bagi kesehatan.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Utah, para peneliti memberikan takaran
gula yang sama dengan takaran gula diet sehat manusia, kepada tikus betina. Hasilnya,
ditemukan bahwa tikus betina tersebut, meninggal dua kali lebih cepat setelah mengonsumsi
makanan yang sebagian besarnya mengandung gula.

2. Natrium benzoat
Dampak negatif pada Natrium benzoat :
- Kandungan bahan pengawet yang ada pada mie instan umumnya tidak terlalu besar.
Akan tetapi, jika dikonsumsi terus menerus tentu akan berkomulasi dan menimbulkan efek
terhadap kesehatan
- Dampak lain adalah kanker. Dikonsumsi secara berlebihan dapat timbul efek samping
berupa edema(bengkak ) yang dapat terjadi karena retensi atau tertahannya cairan dalam
tubuh
- Naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma lantaran pengikatan
air oleh natrium
- Natrium benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma

3. TBHQ
penuaan dan penyakit degeneratif seperti kanker kardiovaskuler, penyumbatan pembuluh
darah yang meliputi hiperlipidemik, aterosklerosis, stroke, dan tekanan darah tinggi serta
terganggunya sistem imun tubuh dapat disebabkan oleh stress oksidatif. Stress oksidatif
adalah keadaan tidak seimbangnya jumlah oksidan dan prooksidan dalam tubuh. Pada kondisi
ini, aktivitas molekul radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) dapat menimbulkan
kerusakan seluler dan genetika. Kekurangan zat gizi dan adanya senyawa xenobiotik dari
makanan atau lingkungan yang terpolusi akan memperparah keadaan tersebut.
4. Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankanderajat keasaman
makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amoniumsulfat, amonium bikarbonat, asam
klorida, asam laktat, asam sitrat, asamtentrat, dan natrium bikarbona.

5. tartazin Cl 19140
Pada penggunaannya, dilaporkan muncul reaksi hipersensitifitas (alergi) pada penderita asma,
tumor pada anak-anak dan intolerasi pada aspirin. Hal itu bisa terjadi karena tertelan tartrazin
ataupun kontak langsung kulit dengan tartrazin. Insidensi kejadian intoleransi
terhadap tartrazin ini relatif sedikit, sehingga disimpulkan penggunaannya pada dosis
minimal masih dianggap cukup aman. Namun, setiap bahan makanan yang mengandung
tartrazin harus disebutkan pada label kemasan. Di Amerika, FDA (Food and Drug
Administration) secara rutin memeriksa kalau-kalau ada produk yang mengandung tartrazin
namun tidak mencantumkannya.

6. Monoatrium Glutamat
Berikut adalah beberapa efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan
MSG menurut Blaylock :
1. Kejang
2. Mual
3. Alergi
4. Ruam
5. Serangan asma
6. Sakit kepala
7. Hilang ingatan
Dampak Penyalahgunaan Zat Adiktif
A. Zat Adiktif

Definisi narkotika sendiri dalam bahasa Yunani disebut juga narkose yang
mempunyai arti yakni beku, lumpuh, dan juga dungu. Nama narkotika berasal dari bahasa
Inggris yakni narcotics yang mempunyai arti obat bius.
Narkotika merupakan suatu zat atau obat yang asalnya dari tumbuh-tumbuhan dan ada
juga non tumbuhan, baik itu berbentuk sintetis atau pun semi sintetis yang bisa
mengakibatkan proses menurunnya tingkat kesadaran, menghilangnya rasa nyeri, dan juga
bisa membuat ketergantungan.
Yang tergolong dalam jenis narkotika yakni meliputi tanaman papaver, opium,
morvin, kokain, ekgonin, opium mentah, opium masak, tumbuhan ganja, dan juga damar
ganja. Zat adiktif yang ada biasanya digunakan sebagai zat pengganti seperti halnya morfin
dan juga kokain yang dampaknya bisa mengganggu kinerja sistem saraf pusat.
Yang tergolong dalam dalam kategori zat adiktif ini yakni meliputi rokok, minuman
keras, atau pun alkohol yang di dalamnya terdapat kandungan etil etanol, bahan pelarut dalam
bentuk zat organik yang bisa menimbulkan efek yang dikatakan sama dengan yang dihasilkan
oleh suatu minuman-minuman yang dikategorikan beralkohol.

B. Dampak Negatif Penyalahgunaan Zat Adiktif


Melihat dari pengertian dan macam-macam zat adiktif, tentu saja sudah tidak dapat di
pungkiri bahwasanya jenis zat tersebut memang berbahaya. Meskipun ada beberapa yang
tidak apa-apa di konsumsi dalam kadar secukupnya, namun jika Anda berlebihan tentu saja
efeknya pun tidak akan baik untuk kesehatan maupun untuk lingkungan sekitar Anda.
Dalam hal ini tentu saja dampak yang akan di timbulkan oleh zat adiktif juga tidak main-
main. Akan tetapi, dampak ini tidak sama antara jenis satu dengan jenis yang lain. Ada yang
risikonya besar dan ada yang sederhana-sederhana saja. Sedangkan beberapa dampak secara
khusus dari masing-masing zat adiktif tersebut adalah sebagai berikut.
dampak penyalahgunaan minuman alkohol.
Alkohol ini merupakan salah satu zat adiktif yang sangat berbahaya. Namun, meski
sudah banyak penyuluhan terkait betapa berbahayanya alkohol, tetap saja masih banyak
sekali yang mengkonsumsinya dengan berbagai alasan. Padahal, ketika seseorang
mengkonsumsinya, dia tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain
mengingat sifatnya sebagai depresan.
Selanjutnya, kini sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui dampak alkohol
secara nyata bagi kesehatan. Diantara dampak berbahaya tersebut adalah bisa menyebabkan
gangguan pada syaraf dan jantung. Selain itu juga bisa menyebabkan gangguan dalam sistem
metabolisme tubuh. Bahkan, yang tidak kalah parah adalah risiko cacat, impoten, maupun
gangguan seks lainnya.

Dampak penyalahgunaan ganja


Jika dalam poin macam-macam zat adiktif di sebutkan bahwasanya salah satu zat
yang paling berbahaya adalah narkoba, maka contoh dari narkoba ini tidak lain adalah ganja.
Dengan begitu, tentu saja ganja adalah salah satu konsumsi terlarang yang sangat
membahayakan bagi Anda maupun lingkungan sekitar Anda.
Ganja menjadi sangat berbahaya di sebabkan karena kandungan di dalamnya yang
memang mengkhawatirkan dan bisa mengakibatkan berbagai resiko tinggi. Dalam hal ini
mengkonsumsi ganja bisa menyebabkan konsumennya memiliki daya tahan tubuh yang
semakin melemah. Selain itu juga semakin mudah terserang penyakit dan aliran darah pun
menjadi semakin tidak baik.

Dampak penyalahgunaan halusinogen


Zat adiktif diantaranya ada yang memiliki dampak sebagai halusinogen. Dalam hal ini
setelah mengkonsumsi, maka konsumen bisa merasakan halusinasi yang cukup tinggi karena
zat yang terkandung di dalamnya memang langsung merujuk pada sistem syaraf. Secara lebih
jelas, halusinigen akan di terangkan lebih lanjut di poin selanjutnya.
Sedangkan kali ini, fokus pada pembahasan mengenai dampak halusinogen, di sini
halusinogen akan berdampak sangat buruk pada organ tubuh Anda khususnya untuk wilayah
sistem syaraf. Dengan demikian, tentu saja yang harus di perhatikan adalah bagian otak.
Dalam hal ini halusinogen bisa mengakibatkan pendarahan pada otak sehingga banyak juga
efek selanjutnya yang bisa terjadi.

Dampak penyalahgunaan kokain


Kokain juga merupakan salah satu jenis zat adiktif yang sangat berbahaya. Jika
tingkat konsumsi Anda dalam jumlah kecil dan wajar-wajar saja atau sesuai kebutuhan
sebenarnya tidaklah ada masalah. Akan tetapi, lain dari itu, jika zat adiktif ini di konsumsi
secara berlebihan tentu saja akan mengakibatkan efek samping tertentu yang mungkin tidak
akan Anda bayangkan sebelumnya.
Nah, dampak buruk dari mengkonsumsi kokain ini tidak lain adalah terjadinya anemia
atau kekuranga sel darah putih. Jika di konsumsi dalam jangka panjang, tentu ini akan terjadi.
Pada akhirnya badan Anda pun akan semakin kurus. Selain itu terlalu banyak kokain juga
bisa menyebabkan perforesi pada sekat hidung dan menimbulkan aritma pada organ jantung
Anda.

Dampak penyalahgunaan apioda


Sebagaimana zat adiktif lainnya, zat yang satu ini tentu saja tidak kalah berbahaya.
Dalam hal ini apioda bisa mengakibatkan berbagai gangguan organ khusus. Ketika apioda
masuk dalam tubuh bisa mengakibatkan tubub gangguan menstruasi pada wanita. Sedangkan
untuk pria, zat adiktif berbahaya ini bisa berakibat pada impotensi dan konstipasi khronuk.

Dampak penyalahgunaan inhalasin


Dalam poin sebelumnyam inhalasin telah di singgung sebagai salah satu jenis zat
adiktif yang bisa membahayakan tubuh. Dalam hal ini inhalasin memang bisa mengakibatkan
berbagai dampak buruk untuk kesehatan. Apalagi jika di gunakan secara berlebihan. Bisa jadi
penggunanya akan mengalami pusing di kepala. Bahkan bisa juga berdampak pada kondisi
tidak sadarkan diri.
Nah, tidak hanya berhenti sampai di sana, ternyata inhalasin juga bisa berakibat pada
kondisi kritis pada beberapa organ tubuh. Bagaimana tidak, jika sudah berefek parah,
inhalasin ini bisa mengakibatkan gangguan pada beberapa organ yang sangat penting bagi
tubuh. Diantaranya seperti gangguan pada lever, gangguan pada jantung, hingga gangguan
pada otak.

Dampak penyalahgunaan non obat


Yang di maksud dengan penyalahgunaan non obat ini adalah beberapa resep yang
biasanya banyak di temui di masyarakat untuk tujuan tertentu. Biasanya ada beberapa benda
uang memang sengaja di salahgunakan agar bisa mendapatkan efek tertentu setelah
memakainya. Diantara benda-benda yang di maksud di sini seperti bensin, tiner, racun
serangga, lem, dan lain sebagainya.
Bahan-bahan ini termasuk daftar bahan yang sifatnya cukup keras. Karena itu, tentu
saja akan sangat berbahaya jika di salahgunakan dalam hal apa pun. sedangkan efeknya pada
tubuh akan menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup parah dan serius. Salah satu
gangguan yang bisa di timbulkannya adalah terjadinya infeksi emboli.
Dampak Negatif Dari Asap Rokok
Sudah tahukah anda apa saja zat-zat yang terkandung di dalam rokok sehingga asap
yang dihasilkan bisa membahayakan bagi orang yang menghirupnya (perokok
pasif)? Ternyata setelah dilakukan penelitian di dalam asap rokok terkandung kira-kira 3800
zat kimia.
Dari 3800 zat kimia tersebut, 40 nya merupakan zat kimia yang tergolong dalam
senyawa racun dan juga karsinogenik atau sering disebut sebagai pemicu munculnya kanker.
Bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok meliputi nikotin, karbon monoksida,
senyawa kimia yang ada dalam tar, senyawa yang tergolong dalam alkohol, dan juga senyawa
yang tergolong dalam amina.
ikotin adalah tergolong dalam zat insektisida yang cukup berbahaya bagi tubuh kita.
Di dalam satu batang rokok terkandung kadar dari nikotin sekitar 8 mg sampai 12 gram
nikotin. Jika anda menggunakan nikotin dalam kadar yang relatif rendah akan mengakibatkan
kondisi tekanan darah menjadi naik, sakit kepala, memicu meningkatnya sekresi yang terjadi
pada getah lambung sehingga berdampak seperti sakit maag, muntah-muntah, dan terkadang
disertai diare.
Sedangkan penggunaan nikotin dalam jumlah dosis yang terlalu tinggi akan
mengakibatkan keracunan, kejang-kejang, mengalami kesulitan saat bernafas, dan yang
buruknya lagi kerja jantung menjadi terhenti. Nikotin merupakan salah satu zat kimia yang
membuat pemicu kerusakan pada jantung, sirkulasi darah dan juga menjadikan pemakainya
mengalami kecanduan.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan selama ini memang merokok dapat
mengakibatkan seperti halnya :
 kanker pada saluran pernapasan dan juga pada paru-paru.
 Menyempitnya bagian dari pembuluh darah.
 Menyebabkan penyakit jantung koroner.
 Naiknya kadar gula secara drastis.
 Kerusakan yang terjadi pada bagian sel reproduksi laki-laki dan perempuan sehingga
mengakibatkan kemandulan dan juga bisa impoten.
 Meningkatnya kadar lemak yang ada dalam tubuh.
 Meningkatnya kelahiran prematur.
Nah, bisa disimpulkan bahwa asap rokok memang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bukan hanya bagi pemakainya (perokok aktif), namun orang lain pun juga bisa terkena
dampaknya (perokok pasif).
Dampak Negatif Dari Minuman Keras
Minuman keras pada umumnya memang mempunyai dampak yang buruk bagi
kesehatan seperti halnya kesehatan jasmani dan juga rohani. Kandungan alkohol yang ada di
dalam minuman keras mengakibatkan munculnya rasa ketagihan dan juga ketergantungan.
Definisi dari alkohol merupakan suatu senyawa organik yang mempunyai kandungan satu
atau pun bisa lebih dari gugus hidroksida yang ada pada setiap molekulnya. Alkohol yang
biasanya ada dalam minuman keras yakni etanol. Pembuatan alkohol sendiri dilakukan
melalui suatu proses fermentasi dari berbagai macam dan jenis bahan yang mempunyai
kandungan gula seperti halnya buah-buahan seperti anggur, biji-bijian seperti beras atau pun
gandum, dan juga umbi-umbian seperti singkong. Dan jika ingin memperoleh kadar alkohol
yang sangat tinggi, maka bisa dilakukan suatu proses penyulingan.

C. Dampak Positif Dari Zat Adiktif


Biasanya zat adiktif bermanfaat dan banyak digunakan khususnya di bidang
kesehatan. Namun penggunaannya pun masih dikategorikan dalam dosis yang masih wajar
disesuaikan dengan pengobatan yang dibutuhkan. Sehingga zat adiktif tidak hanya
mempunyai pengaruh negatif saja, ternyata pengaruh positifnya juga ada.
Zat Stimulan
Definisi dari zat stimulan yakni zat yang bisa merangsang suatu fungsi tubuh sehingga
akan meningkatkan gairan dan juga kesadaran seseorang untuk melakukan suatu aktivitasnya
selama jangka waktu tertentu. Zat yang tergolong dalam stimulan meliputi kafein, kokain,
dan juga amfetamin. Sedangkan contoh dari zat stimulan yang saat ini seringkali
disalahgunakan ialah sabu-sabu atau pun ekstasi.
Zat Depresan
Jika pada bidang ilmu kedokteran, zat depresan merupakan suatu zat yang bisa
digunakan untuk menekan sistem saraf pusat dan bisa juga digunakan untuk mengurangi
suatu aktivitas fungsional dalam anggota tubuh sehingga penggunanya akan merasakan
ketenagan, bahkan dengan dosis yang tinggi akan membuat penggunanya menjadi tertidur
serta bisa menjadi tidak sadar.
Dosis yang melampaui batas akan menimbulkan kematian. Yang tergolong dalam zat
adiktif depresan meliputi opioda dan juga berbagai turunnya antara lain morfin dan juga
heroin. Contoh yang sangat terkenal dan tidak asing di masyarakat adalah putaw.
Zat Narkotika
Pada bidang ilmu kedokteran, zat ini biasa dipakai untuk zat analgesik yang kuat,
yang memiliki fungsi dalam upaya membantu menghilangkan rasa nyeri yang timbul pada
saat proses pembedahan berlangsung. Zat yang tergolong dalam zat narkotika yakni meliputi
ganja, opium, dan juga kokain.
Pada bidang ilmu kesehatan, alkohol biasa dipakai untuk zat disinfektan. Definisi dari
zat disinfektan sendiri merupakan suatu zat yang dimanfaatkan sebagai pembunuh kuman dan
juga bakteri. Selain itu alkohol juga dimanfaatkan untuk melakukan pencucian alat-alat
kedokteran kebanyakan. Dapat diambil kesimpulan bahwa zat adiktif dalam kehidupan
sehari-hari di masyarakat pada umumnya mempunyai dua dampak yakni, dampak negatif jika
disalahgunakan dan dampak positif jika digunakan sebagaimana mestinya. Sampai disini dulu
ya artikel kali ini yang membahas mengenai zat adiktif. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Anda mungkin juga menyukai