Anda di halaman 1dari 10

KEPERAWATAN KOMUNITAS II

ROLE PLAY POSYANDU

Disusun Oleh :

Riyanto Tri S (010217A027) Tri Nugraeni (010217A032)

Rosalina D (010217A028) Vivin Meilyawati (010217A044)

Sandi Santriyanda (010217A029) Wahyu Tri U (010217A034)

Siti A’isah (010217A030) Yance Ratu (010217A036)

Subagyo (010217A031) Indah Retnowati (010217A042)

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

2018
ROLE PLAY

Pembagian tugas role play :

1. Narrator : Subagyo
2. Perawat Meja 1 (Pendaftaran) : Tri Nugraeni
3. Perawat Meja 2 (Pengukuran TB, BB, TD) : Sandi Satriyanda
4. Perawat Meja 3 (Pencatatan) : Vivin Meilyawati
5. Perawat meja 4 (Konselor) : Riyanto Tri S
6. Perawat Meja 5 (Pelayanan kesehatan) : Rosalia D
7. Klien 1 (ibu menyusui bayi berusia 2 minggu) : Indah Retnowati
8. Klien 2 (ibu menyusui bayi berusia 9 bulan) : Wahyu Tri Utari
9. Klien 3 (seorang anak berusia 3 tahun) : Yance Ratu
10. Klien 4 (ibu dari klien 3) : Siti Aisah

SKENARIO
Disuatu desa Candi Rejo akan diadakan posyandu rutin. Dimana klien datang untuk

memeriksakan kesehatannya. Setelah sampai diposyandu klien duduk ditempat yang sudah

disediakan untuk menunggu antrian pendaftaran. Berikut skenarionya

MEJA 1
Perawat meja 1 memanggil klien 1 untuk mendaftar
Perawat 1 : selamat pagi ibu, silahkan duduk bu..
Klien 1 : iya bu terimakasih
Perawat 1 : nama ibu dan adeknya siapa ya bu?
Klien 1 : nama saya Indah sus, anak saya bernama david
Perawat 1 : tempat tinggalnya dimana bu?dan umur adeknya berapa bu?
Klien 1 : saya tinggal di dusun sendangmulyo, umur anak saya 2 minggu sus
Perawat 1 : ya ibu ini nomor antriannya silahkan ditunggu ya bu nomor antriannya
Klien 1 : ya bu terimakasih

Kemudian klien 1 duduk kembali ketempat semula, selanjutnya perawat memanggil

klien 2 untuk menuju ke meja pendaftaran


Perawat meja 1 memanggil klien 2 untuk mendaftar
Perawat 1 : selamat pagi ibu, silahkan duduk bu.
Klien 2 : iya bu terimakasih
Perawat 1 : nama ibu dan adeknya siapa ya?
Klien 2 : nama saya Wahyu sus, dan bayi saya bernama laily.
Perawat 1 : tempat tinggalnya dimana? dan umurnya berapa bu?
Klien 2 : saya tinggal di dusun kalirejo, umur anak saya 9 bulan sus,
Perawat 1 : ya ibu ini nomor antriannya silahkan ditunggu ya bu nomor antriannya
Klien 2 : ya bu terimakasih

Kemudian klien 2 duduk kembali ketempat semula, selanjutnya perawat memanggil

klien 3 dan 4 untuk menuju ke meja pendaftaran


Perawat meja 1 memanggil klien 3 dan 4 untuk mendaftar
Perawat 1 : selamat pagi ibu, silahkan duduk..
Klien 4 : iya bu terimakasih (sambil mempersilahkan klien 3 untuk duduk

disebelahnya)
Perawat 1 : ibu namanya siapa? dan tinggal dimana?
Klien 4 : nama saya Siti, saya tinggal di candirejo
Perawat 1 : umurnya berapa bu?
Klien 4 : umur saya 24 tahun sus
Perawat 1 : adek namanya siapa?
Klien 3 : nama saya yance sus (berbicara terbata-bata)
Perawat 7 : adek umurnya berapa?
Klien 3 : umur saya 3 tahun sus
Perawat 1 : ya ibu ini nomor antriannya silahkan ditunggu ya bu nomor antriannya
Klien 4 : ya bu terimakasih

Kemudian klien 3 dan 4 duduk kembali ketempat semula.

MEJA 2
Setelah klien melakukan pendaftaran, klien akan dipanggil perawat meja 2 untuk

melakukan pengukuran
Perawat 2 : Atas nama ibu indah, silahkan menuju ke meja 2.....benar dengan ibu

Indah?
Klien 1 :iya bu
Perawat 2 : ibu Indah anaknya saya timbang BB dan saya ukur TB terlebih dahulu

sebelum saya cek suhu tubuhnya

Setelah klien 1 selesai dilakukan pengukuran, klien 2 dipanggil perawat meja 2 untuk

melakukan pengukuran

Perawat 2 : atas nama ibu wahyu, silahkan menuju ke meja 2.....benar dengan ibu
wahyu?
Klien 2 :iya bu
Perawat 2 : ibu wahyu anaknya saya timbang BB dan mengukur TB terlebih

dahulu setelah saya cek suhu tubuhnya


Setelah klien 2 selesai dilakukan pengukuran, klien 3&4 dipanggil perawat meja 2

untuk melakukan pengukuran


Perawat 2 : atas nama ibu siti dan adek yance, silahkan menuju ke meja 2.....benar

dengan ibu siti?


Klien 4 : iya bu
Perawat 2 : ibu siti silahkan ibu menimbang BB dan mengukur TB terlebih dahulu

setelah saya ukur TD nya


Perawat 2 : benar ini dengan adek yance?
Klien 3 :iya sus
Perawat 2 : adek kita timbang BB dan mengukur TB terlebih dahulu ya setelah

itu nanti saya cek suhu badannya


Klien 3 : ya sus

Setelah klien 3 dan 4 selesai dilakukan pengukuran maka akan dilanjutkan

pemeriksaan ke meja 3

MEJA 3

Setelah dilakukan pengukuran, klien 1 menuju ke meja 3

Perawat 3 : silahkan duduk bu, keluhan bayi ibu apa ya bu?

Klien 1 : begini buk saya ingin memeriksakan kesehatan bayi saya, bayi saya

lahir dua minggu yang lalu. Anak saya demam sudah 3 hari ini dan

sering rewel

Perawat 3 : baiklah bu, berdasarkan hasil pemeriksaan bayi ibu mengalami

demam suhunya 37,9˚C, ibu tidak usah khawatir nanti ibu akan

mendapatkan penyuluhan tentang demam oleh rekan saya


Klien 1 : terimakasih buk

Setelah dilakukan pengukuran, klien 2 menuju ke meja 3

Perawat 3 : silahkan duduk bu, keluhan bayi ibu apa ya bu?

Klien 2 : anak saya ini dari lahir tidak bisa menyusu ASI sus, karena ASI saya
keluarnya sedikit terus. Tapi kalau diberi susu formula biasa,

kulitnya jadi merah-merah disertai buang air besar yang encer sus.

Perawat 3 : baiklah bu, berdasarkan hasil pengukuran BB anak ibu 8,5 kg TB


suhu badan 36,5˚C. Ibu adeknya kan sudah umur 9 bulan

kemungkinan anak ibuk alergi dengan protein yang terdapat di susu

sapi. Selebihnya nanti akan dilanjutkan dimeja selanjutnya ya buk.


Klien 2 : terimakasih buk

Setelah dilakukan pengukuran, klien 4 menuju ke meja 3


Perawat 3 : silahkan duduk buk, adek duduk dulu ya samping ibuknya.
Klien 4 : iya sus, terimakasih.
Perawat 3 : ada yag dikeluhkan dari anak ibuk?
Klien 4 : anak saya ini, tadi pagi buang air besarnya cair sus, sampek sekarang

sudah 2 kali, buang air besarnya encer semua.


Perawat 3 : baiklah bu, berdasarkan hasil pemeriksaan berat badannya normal,

suhunya ini 37.5 derajat celcius. Nanti di meja selanjutnya aka nada

pemberian obat penurun panas, serta zink untuk meningkatkan daya

tahan tubuh anak ibu. Apakah ada penurunan nafsu makan pada anak

ibu ini?
Klien 4 : nafsu makannya agak berkurang ini sus. Tadi pagi hanya mau minum

susu saja, makan nasi saja hanya 3 suapan.


Perawat 3 : kalau bisa diberi minum yang lebih ya buk, agar tidak dehidrasi.

Nanti selebihnya ibuk silahkan menunggu antrian ke meja berikutnya

ya bu.
Klien 4 : terimakasih sus.

MEJA 4
KLIEN 1: BAYI DENGAN KELUHAN DEMAM SEJAK 3 HARI YANG LALU
Perawat Meja 4 : ibu tadi keluhanya bayi ibu mengalami demam sudah 3 hari. Nanti

sepulang dari posyandu ibu bisa membeli termometer di apotik untuk

mengecek secara rutin suhu badan bayi ibu, selanjutnya ibu bisa

memberikan bayi ibu kompres hangat dan jangan lupa berikan obat

penurun panas seperti paracetamol dalam bentuk sirup pada bayi ibu
dan jangan lupa berikan bayi ibu ASI yang cukup jangan pakaikan bayi

selimut yang tebal.


Klien 1 : iya buk nanti akan saya lakukan sepulang dari posyandu

KLIEN 2 : ANAK DENGAN KELUHAN BAB ENCER DAN DEMAM


Perawat 4 : selamat pagi bu, dari keluhan yang ibu sampaikan anak ibu babnya

cair ya buk ?
Klien 2 : iya sus benar, sejak padi tadi sudah 2 kali.
Perawat 4 : dan ini hasul dari pengukuran suhu, suhunya sedikit tinggi,yaitu 37,3.

Nah untuk mengatasi panasnya nanti dirumah ibu bisa dikompres

dengan air hangat untuk membantu demamnya cepat turun, selain itu

nanti akan diberikan obat penurun panas di meja 5 ya buk. Sedangkan

untuk mengatasi diarenya ibuk untuk sementara waktu bisa mnegurangi

makanan yang berserat tinggi seperti sayuran dan buah dan perbanyak

makanan yang mengandung karbohidrat, seperti kentang, nasi, jagung.

Kemuadian juga perbanyak minum air putih, karena cairan dalam

tubuh banyak yang keluar bersama BAB, nanti biar tidak lemes

adeknya. Nanti adek juga akan diberikan oralit di meja 5. Begitu ya

buk, ada yang ingin ditanyakan lagi?


Klien 2 : tidak sus, terimakasih atas arahanya.
KLIEN 3 : ANAK DENGAN KELUHAN NAFSU MAKAN TURUN/KURANG
Pearawat 4 : pagi ibu, tadi keluhanya nafsu makan adek turun dan tidak mau

makan, apalagi kalau makan sayur susah, nahh untuk mengatasinya

ibuk bisa memodifikasi makanan adek buk, makanan yang dsajikan

untuk adek bisa dibentuk dengan bentuk yang lucu dan warna-warni

tentunya warnanya yang dari sayuran saja ya buk. Atau bisa juga

libatkan adek saat pembuatan makanan, memang sedikit merepotkan

tapi adek akan lebih antusias memakan hasil masakanya sendiri.


Begitu ya buk, nanti bisa di terapkan dirumah, salain itu nanti di

meja selanjutnya adek akan diberikan vitamin,


Klien 4 : baik sus, terimakasih untuk saranya.

MEJA 5
KLIEN 1 : BAYI DENGAN KELUHAN DEMAM SEJAK 3 HARI YANG LALU
Perawat 5 : Atas nama bayi david dengan keluhan demam, diberikan obat paracetamol

sirup diberikan jika bayi masih demam, dan diberikan kompres hangat ketika

dirumah.

KLIEN 2 : ANAK DENGAN KELUHAN BAB ENCER DAN DEMAM


Perawat 5 : urutan selanjutnya atas nama adek yance, buk ini ada oralit bubuk yang nanti

bisa ibuk berikan pada adek dengan cara dilarut kan dan ini ada paracetamol

untuk penurun panasnya.

KLIEN 3 : ANAK DENGAN KELUHAN NAFSU MAKAN TURUN/KURANG


Perawat 5 : urutan atas nama adek putri. Buk ini vitamin syrup untuk meningkatkan nafsu

makan adek diberikan sehari sekali satu sendok makan ya buk. Selain

diberikan vitamin ini ibu bisa memodifikasi makanan yang diberikan untuk

adek seperti yang sudah dijelaskan di meja selumnya.


A. Gambaran Posyandu

1. Konsep Posyandu
Posyandu merupakan satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya

Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh,untuk, dan bersama masyarakat dalam

penyelengaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan

memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan

dasar. Yang paling utama adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu

dan bayi (Kemenkes RI, 2012).


2. Pelaksanaan Posyandu Melati
Pelaksanaan posyandu melati dilaksankan setalah satu bulan sekali pada hari

jumat minggu ke-3. Pelaksanaan posyandu dilaksanakan di 5 meja. Terdapat 9 orang


kader posyandu yang sudah mendapatkan pelatihan dari puskesmas setempat, kader

yang aktif hanya 4 orang. Banyak warga yang seneng dan antusias membawa

balitanya ke posyandu, masyarakat senang karena bias sekaligus konsultasi dengan

petugas kesehatan tentang perkembangan bayi dan balita sehingga tidak perlu jauh-

jauh untuk pergei ke puskesmas. Kegiatan posyandu juga didukung oleh tokoh

masyarakat, tokoh agama. Namun terdapat beberapa warga yang tidak membawa

anak balitanya ke posyandu dengan alasan kerja dan tidak sempat membawa anaknya

ke posyandu da nada yang langsung pergi ke puskesmas atau ke dokter untuk

melakukan pemeriksaan kesehatan karena lebih jelas dan pemeriksaannya lebih

lengkap. Setiap selesai kegiatan posyandu baik kader, perawat, bidan desa membuat

laporan kegiatan

3. Sasaran Posyandu
a) Bayi berusia kurang dari 1 tahun
b) Anak balita berusia 1 – 5 tahun
c) Ibu hamil,menyusui, dan nifas (pasca partus)
d) Wanita Usia Subur (WUS)
e) Pasangan usia subur (PUS) (Suparyanto,2011).

4. Sistem 5 Meja Posyandu


Pelaksanaan posyandu terdiri dari 5 program utama yaitu KIA, KB,Imunisasi, Gizi,

dan Penanggulangan Diare, yang dilakukan dengan sistem 5 meja antara lain:
a) Meja I: Pendaftaran
Menuliskan nama balita pada KMS (Kartu Menuju Sehat) dan secarik kertas yang

diselipkan pada KMS dan mendaftarkan nama ibu Hamil di formulir Ibu Hamil
b) Meja II: Penimbangan
Menimbang Bayi/Balita dan mencatat hasil penimbangan pada secarik kertas

yang akan dipindahkan pada KMS


c) Meja III: Pengisian KMS
Memindahkan catatan hasil penimbangan Bayi/Balita dari secarik kertas kedalam

KMS
d) Meja IV: Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
Memberikan penyuluhan kepada setiap Ibu yang mengacu pada data KMS yang

menjadi hasil pengamatan mengenai masalah yang dialami objek posyandu


(sasaran) dan memberikan rujukan ke Puskesmas apabila diperlukan serta

memberikan pelayanan gizi dan kesehatan dasar misalnya pil penambah darah,

vitamin A, oralit,dan sebagainya


e) Meja V: Pelayanan Sektor (KB.Kes)
Pelayanan yang diberikan antara lain pelayanan imunisasi,pelayanan KB,

pengobatan dan pemberian pil penambah darah (pil besi), vitamin A, dan obat-

obat lainnya.

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh Kader PKK, sedangkan pada Meja

V dilaksanakan oleh Paramedis seperti Juru Imunisasi (Jurim), Bidan Desa

(Bindes), Perawat, dan Petugas KB.

B. Pengkajian
Pengkajan dilakukan dengan metode survey, observasi, dan wawancara.

Pengkajian yang dilakukan yaitu berupa pengkajian data inti dan pengkajian terhadap sub

system yang mempengaruhi komunitas seperti lingkungan fisik, pendidikan kesehatan,

pelayana kesehatan, pola hidup, dan lain-lain.

C. Analisa SWOT
1. Strength (kekuatan)
Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk dijadikan pendukung

diadakanya posyandu balita. Dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat

desa, serta anggota masyarakat yang bekerja sama baik dengan anggota kelompok

yang saling mendukung satu sama lainnya. Dilakukanya kegiatan posyandu setiap

satu bulan sekali, pada minggu ke-3 setaip hari jumat


2. Weakness (kelemahan)
Pekerjaan masyarakat heterogen yang menyulitkan orang tua dalam membawa

anak balitanya ke posyandu untuk melakukan tes kesehatan, pemberian imunisasi

atau sekedar melakukan konseling terhadap tumbuh kembang balita. Dari 9 ornag

anggota kader yang aktif hanya 4 orang


3. Opportunity (Kesempatan)
TIM kesehatan memiliki perencanaan asuhan keperawatan yang didasarkan

pada kemauan dan kebutuhan warga, sehingga asuhan keperawatan yang akan
dilaksanakan dapat tepat pada sasaran. Dilakukanya pelatihan kader oleh puskesmas

setempat satu bulan sekali


4. Treath (Ancaman)
Tidak semua balita tenang saat dilakukan posyandu karena rewel sehingga

sedikit menyulitkan TIM kesehatan dalam melakukan pemeriksaan seperti:

pengukuran TB, BB, dan suhu. Ada kegiatan warga yang tidak membawa anaknya ke

posyandu karena alasan bekerja dan tidak sempa, lalu ada yang langsung pergi ke

dokter atau puskesmas

Sumber:
Kemenkes RI. (2012). Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Diakses pada 15 November 2018.

http://www.depkes.go.id/resources/download/promosi-kesehatan/buku-saku-

posyandu.pdf
Kompasiana. (2014). Peran Posyandu Dalam Pembangunan Manusia. Diakses pada 15

November 2018.

https://www.kompasiana.com/simonmanalu/552ff6826ea834d0758b45c7/pera

n-posyandu-dalam-pembangunan-manusia?page=5
Suparyanto. (2011). Tumbuh kembang dan imunisasi. Jakarta : EGC