Anda di halaman 1dari 141

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGELOLAAN ANGGARAN DAN KINERJA PUSKESMAS

Studi pada Puskesmas Danurejan I Yogyakarta

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen

Oleh :
Francisca Erni Dwi Pamungkas
NIM : 022214013

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2010
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PENGESAHAN

SKRIPSI

PENGELOLAAN ANGGARAN DAN KINERJA PUSKESMAS

Studi pada Puskesmas Danurejan I Yogyakarta

Oleh :
Francisca Erni Dwi Pamungkas
NIM : 022214013

Telah disetujui oleh :

Pembimbing I

A. Budi Susila, S.E., M.Soc., Sc. Tanggal 30 Juni 2010

Pembimbing II

V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A. Tanggal 30 Juni 2010

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PENGESAHAN

SKRIPSI
PENGELOLAAN ANGGARAN DAN KINERJA PUSKESMAS
Studi pada Puskesmas Danurejan I Yogyakarta

Dipersiapkan dan Ditulis oleh :


Nama : Francisca Erni Dwi Pamungkas
NIM : 022214013

Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji


Pada tanggal 27 Juli 2010
dan dinyatakan memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguji

Nama Lengkap Tanda tangan

Ketua M. T. Ernawati, S.E., M.A. …………….

Sekretaris Drs. Th. Sutadi, M.B.A. ……………

Anggota A. Budi Susila, S.E., M.Soc., Sc. ……………

Anggota V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A. ……………

Anggota Drs. P. Rubiyatno, M.M. ……………

Yogyakarta, 31 Juli 2010


Fakultas Ekonomi
Universitas Sanata Dharma
Dekan

Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO

IA membuat segala sesuatu indah pada waktunya,


bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.
Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan
yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir
( Pengkotbah 3:11)

IMPOSSIBLE IS NOTHING

Dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dengan penuh
kepercayaan, kamu akan menerimanya
(Matius 21:22)

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang telah dimiliki,


tetapi selalu menyesali yang belum dicapai
(Schopenhauer)

Sukses bukanlah sebuah kebetulan, tetapi sebuah kerja keras,


ketabahan, pengertian, pembelajaran, pengorbanan, dan lebih dari
itu, kecintaan pada apa yang kamu lakukan/kamu pelajari
(Pele)
Kesabaran itu memang pahit,
tetapi buah yang dihasilkannya akan manis
(Rousseau)

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Persembahan

Skripsi ini kupersembahkan :

Tuhan Yesus dan Bunda Maria, pemilik hidupku yang membuat segala sesuatu

indah pada waktuNya

Bapak dan Ibu yang selalu sabar dan mempunyai cinta yang sangat luar biasa

Masku, Fx. Ari Eko S. yang selalu menuntunku menjadi orang yang lebih baik

My Betterman, Eko Widiatmoko, i knew i love you

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar

pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 30 Agustus 2010

Penulis

Francisca Erni Dwi Pamungkas

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

PENGELOLAAN ANGGARAN DAN KINERJA PUSKESMAS

Studi pada Puskesmas Danurejan I Yogyakarta

Francisca Erni Dwi Pamungkas


Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2010

Dalam era otonomi, puskesmas sebagai sektor kesehatan, diberi


kesempatan dan keleluasaan oleh pemerintah untuk mengelola anggaran
keuangannya secara ekonomis, efisien, dan efektif agar dapat meningkatkan
kinerja puskesmas. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1)
Menggambarkan kinerja penyelenggaraan tata kelola anggaran Puskesmas
Danurejan I pada periode Tahun 2007-2009; 2) Mengevaluasi kebijakan subsidi
pemerintah dalam mendukung tujuan-tujuan pelayanan puskesmas.
Subjek penelitian ini adalah Puskesmas Danurejan I Yogyakarta.
Sedangkan objek penelitian adalah pengelolaan anggaran dan laporan keuangan
Puskesmas Danurejan I Yogyakarta pada periode Tahun 2007-2009. Penelitian ini
menggunakan data time series pada periode Tahun 2007-2009. Adapun teknik
analisis data menggunakan analisa deskriptif melalui teknik pengukuran Value for
Money. Dan Analisis Regresi untuk menjelaskan subsidi pemerintah dengan
kinerja anggaran Puskesmas Danurejan I. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara melihat
dokumen-dokumen, seperti gambaran umum organisasi dan laporan keuangan
yang dibutuhkan.
Hasil analisis data menunjukkan : 1) Melalui analisis deskriptif,
puskesmas sudah mengelola anggaran secara baik dilihat dari tingkat ekonomis
dan efektivitasnya, namun terdapat ketidakefisienan karena subsidi pemerintah
yang tidak sesuai dengan keadaan puskesmas 2) Melalui analisis regresi,
puskesmas tidak mampu mengoptimalkan pelayanannya karena persediaan obat
serta alat dan bahan kesehatan tidak signifikan tetapi puskesmas mampu
mengoptimalkan pelayanannya melalui persediaan alat dan bahan gigi serta
laboratorium yang signifikan. 3) Secara keseluruhan, Puskesmas Danurejan I
dapat mengelola anggaran secara baik dan mandiri. Subsidi pemerintah yang tidak
tepat sasaran, mengakibatkan puskesmas tidak efisien, menghambat pengelolaan
anggaran dan kinerja puskesmas.

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

PUBLIC HEALTH CENTER BUDGET AND PERFORMANCE


MANAGEMENT

Studies at the PHC (Public Health Center) Danurejan I Yogyakarta

Francisca Erni Dwi Pamungkas


Sanata Dharma University
Yogyakarta
2010

In the era of autonomy, public health center as the health sector, given the
opportunity and flexibility by the government to manage its financial budget
economically, efficiently, and effectively in order to improve their performance.
Therefore, the purpose of this study was: 1) To describe the performance
management of Public Health Center budget Danurejan I during the period of
2007-2009; 2) Evaluate the policies of government subsidies in support of health
service objectives.
The subject of this research is PHC Danurejan I Yogyakarta. While the
object is the management of budgets and financial reports PHC Danurejan I
Yogyakarta during the period of 2007-2009. This study uses time series data on
the period of 2007-2009. The data analysis techniques use descriptive analysis
through measurement Value for Money techniques. And Regression Analysis to
explain the government's subsidy to the performance of PHC Danurejan I budget.
Data collection techniques used were the documentation, which is collecting data
by seen the documents, such as an overview of organizational and financial
reports as required.
Data analysis result shows: 1) the descriptive analysis, the health center
has been good managing the budget in terms of economic level and their
effectiveness, but there is inefficiency due to government subsidies that are
inconsistent with PHC condition 2) Through regression analysis, the PHC is not
able to optimize its service because of medical supplies as well as tools and
materials are not significant but they are able to optimize its services through the
supply of dental equipment and materials also significant laboratory. 3) Overall,
the PHC Danurejan I manage the budget good and independently. Government
subsidies that is not on target cause PHC inefficient, and even hinder the budgets
management and PHC performance.

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus dan

Bunda Maria atas segala berkat dan karunia yang luar biasa sehingga dapat

menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah

satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Program Studi Manajemen,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Skripsi ini tersusun berkat bantuan, dukungan, bimbingan, dan arahan dari

berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA selaku Dekan Fakultas

Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

2. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A. selaku Ketua Jurusan

Manajemen, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Terima kasih untuk

dukungan dan bantuannya selama penulis menjadi mahasiswa di Fakultas

Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak A. Budi Susila, S.E., M.Soc., Sc. selaku Dosen Pembimbing I yang

dengan sabar telah membimbing, mengarahkan, dan mendukung penulis

selama penulisan skripsi. Anda adalah mukjizat yang diberikan Tuhan kepada

penulis. Terima kasih tak terhingga untuk semua yang telah diberikan. Tuhan

memberkati selalu.

4. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A. selaku Dosen Pembimbing II

yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan selama penulisan

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

skripsi ini. Terima kasih yang tak terhingga pula untuk semua yang telah

diberikan. Tuhan memberkati selalu.

5. Drs. P. Rubiyatno, M.M, selaku Dosen Penguji. Terima kasih Pak. Tuhan

memberkati.

6. Segenap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam menuntut ilmu di

perguruan tinggi ini.

7. Segenap karyawan Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta, Mas Frans & Mas Yuli, yang telah banyak memberikan

bantuan dalam pengurusan segala sesuatu tentang perkuliahan.

8. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tercinta beserta

karyawan yang telah menyediakan semua demi selesainya skripsi ini.

9. Bapak, Ibu, dan Mas Ari tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan

seluruh jiwa raganya untukku. Semua hal terbaik yang aku lakukan

kupersembahkan untuk kalian. Terima kasih. I love u all.

10. EKO WIDIATMOKO, hooligans dan pendukung setiaku.. Kau buatku berarti

walaupun kita mendukung kesebelasan yang berbeda. Thanks for all your love

in the world. Selalu percaya cinta, percaya keajaiban.

11. RATNA, PAK INGGAR, DIAH, EVI..... Kalian seperti Bintang, tak selalu

nampak tapi selalu ada.

12. ENDAH dan SANDRA, terima kasih untuk semuanya. Kalian adalah sahabat

yang menyenangkan.

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13. drg. Dyah Librania Nugrahini, selaku Kepala Puskesmas Danurejan I

Yogyakarta, terima kasih atas ijin dan bantuannya.

14. Seluruh dokter, karyawan, dan staf Puskesmas Danurejan I, terima kasih untuk

bantuan dan dukungannya, dan terima kasih telah membuatku mengerti

tentang ’kehidupan luar’.

15. Pak Joko, dr. Fetty, Bu Hesty, Mba Endang, Bu Tatik, Bu Wena, Mas Danu,

Pak Isnadi, Likhah, drg. Aan, dr. Yulia, Bu Luluk, Bu Indri yang tidak bosan-

bosannya nanyain kapan lulus..?! Akhirnya... Semua indah pada waktuNya.

16. Temen-temen Manajemen Kelas A 2002 : Andi Suki, Anton Austerity, Windi,

Sani, Retnu, Gepenx, dll. Thank’s for being my friends.

17. Romo-romo yang selama 4 tahun ini selalu aku minta doanya pas ngaku dosa.

Terima kasih. Ini semua berkat kalian juga.

18. Aspire 4720Z & IP1700, tanpamu aku tak bisa menyelesaikan skripsi ini.

19. Pak Totok, Pak Bega, Mas Nardi, Kluntung, Pak Gondrong, Pak Londho, Pak

Ndut, Pak Ari, dll terima kasih telah jadi sahabat di parkiran.

20. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

membantu dan mendukung dalam penyusunan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan banyak

kekurangan dikarenakan oleh keterbatasan yang dimiliki oleh penulis. Oleh

karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari

para pembaca. Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi

pembaca sekalian.

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama : Francisca Erni Dwi Pamungkas

Nomor Mahasiswa : 022214013

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ” PENGELOLAAN

ANGGARAN DAN KINERJA PUSKESMAS ” beserta perangkat yang

diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk

media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara

terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan

akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada

saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal : 30 Agustus 2010

Yang menyatakan

(Francisca Erni Dwi Pamungkas)

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

MOTTO ....................................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi

ABSTRAK ................................................................................................... vii

ABSTRACT ................................................................................................. viii

KATA PENGANTAR .................................................................................. ix

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................................................................... xii

DAFTAR ISI ................................................................................................ xiii

DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvii

DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xviii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ......................................................................... 1

B. Perumusan Masalah .................................................................. 3

C. Batasan Masalah....................................................................... 3

D. Tujuan Penelitian...................................................................... 3

E. Manfaat Penelitian .................................................................... 4

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

F. Sistematika Penelitian .............................................................. 4

BAB II LANDASAN TEORI

A. Politik dan Kebijakan Publik .................................................... 6

B. Puskesmas Sebagai Organisasi Sektor Publik ........................... 11

C. Kebijakan Pemerintah Tehadap Puskesmas .............................. 16

D. Anggaran Sektor Publik............................................................ 20

E. Pengukuran Kinerja Sektor Publik ............................................ 31

F. Pengukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik .......................... 33

G. Kerangka Pemikiran Teoritis .................................................... 37

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ......................................................................... 40

B. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................... 40

C. Subjek dan Objek Penelitian ..................................................... 40

D. Definisi Operasional ................................................................. 41

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya .................................... 41

F. Jenis dan Sumber Data ............................................................. 42

G. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 43

H. Teknik Analisis Data ................................................................ 43

I. Interpretasi Data ....................................................................... 43

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV GAMBARAN UMUM

A. Keadaan Geografis Kota Yogyakarta ........................................ 45

B. Kependudukan Kelurahan Tegal Panggung .............................. 52

C. Visi dan Misi Puskesmas Danurejan I ....................................... 59

D. Keadaan Ketenagaan di Puskesmas Danurejan I ....................... 60

E. Kinerja Pembangunan Kesehatan.............................................. 67

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Pengelolaan Anggaran Puskesmas ............................................ 69

1. Tingkat Ekonomi ................................................................ 69

2. Tingkat Efisiensi................................................................. 70

3. Tingkat Efektivitas ............................................................. 71

B. Subsidi Pemerintah ................................................................... 73

1. Uji Prasyarat ....................................................................... 73

2. Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 75

C. Pembahasan.............................................................................. 79

1. Pengelolaan Anggaran Puskesmas ...................................... 79

2. Subsidi Pemerintah ............................................................. 82

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan .............................................................................. 83

B. Saran ........................................................................................ 86

C. Keterbatasan ............................................................................. 87

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel IV.1 Jumlah Sekolah di Kelurahan Tegal Panggung ......................... 57

Tabel IV.2 Kegiatan Lintas Sektoral .......................................................... 66

Tabel V.1 Uji Normalitas ........................................................................... 72

Tabel V.2 Uji Multikolinearitas ................................................................. 73

Tabel V.3 Uji Heteroskedastisitas .............................................................. 73

Tabel V.4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda..................................... 74

Tabel V.5 Tingkat Ekonomi Pengelolaan Anggaran ................................... 80

Tabel V.6 Tingkat Efisiensi Pengelolaan Anggaran.................................... 81

Tabel V.7 Tingkat Efektivitas Pengelolaan Anggaran ................................ 82

xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kebijakan Pemerintah Tentang Puskesmas ............................ 20

Gambar 2.2 Pengukuran Value For Money ............................................... 28

Gambar 4.1 Daerah Istimewa Yogyakarta ................................................. 46

Gambar 4.2 Kota Yogyakarta.................................................................... 49

Gambar 4.3 Kelurahan Tegal Panggung .................................................... 50

Gambar 4.4 Jumlah Penduduk Kelurahan Tegal Panggung ....................... 52

Gambar 4.5 Jumlah Penduduk Menurut KK ............................................. 53

Gambar 4.6 Jumlah Penduduk Miskin dan KK Miskin .............................. 55

Gambar 4.7 Ketenagaan Puskesmas Danurejan I ....................................... 59

xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era reformasi saat ini memberikan peluang bagi perubahan

paradigma pembangunan nasional, dari paradigma pertumbuhan menuju

paradigma pemerataan pembangunan secara lebih adil dan berimbang.

Perubahan paradigma ini antara lain diwujudkan melalui kebijakan otonomi

daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diatur dalam satu

paket undang-undang yaitu Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang

Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 25 tahun 1999 tentang

Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam sektor

kesehatan, konsep kebijakan otonomi memberi wewenang dan keleluasaan

kepada puskesmas untuk mengelola sendiri anggaran dan pendapatannya

guna membiayai kegiatan puskesmas.

Puskesmas Danurejan I merupakan salah satu puskesmas di Kota

Yogyakarta yang sebagian besar pendapatannya berasal dari retribusi

masyarakat dengan menyediakan layanan rawat jalan. Pertanggungjawaban

puskesmas dilakukan dengan laporan keuangan yang dilaporkan ke Dinas

Kesehatan Kota Yogyakarta setiap bulannya. Kinerja keuangan puskesmas

dapat dicapai melalui aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Aspek

ekonomis menekankan realisasi pengeluaran lebih kecil dari anggarannya,

aspek efisiensi menekankan output yang dihasilkan lebih besar dari input,

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dan aspek efektivitas menekankan realisasi pendapatan lebih besar dari

anggarannya.

Dalam organisasi publik, salah satunya adalah puskesmas,

pengelolaan keuangan harus transparansi yang mulai dari proses

perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan anggaran. Selain itu,

akuntabilitas dalam pertanggungjawaban publik juga diperlukan, dalam arti

bahwa proses penganggaran mulai dari perencanaan, penyusunan, dan

pelaksanaan harus benar-benar dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan

kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan adanya penerapan prinsip-prinsip tersebut, maka akan

menghasilkan pengelolaan keuangan yang benar-benar mencerminkan

kepentingan dan pengharapan masyarakat daerah setempat secara

ekonomis, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab. Sehingga

nantinya kinerja keuangan organisasi publik tersebut akan melahirkan

kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Persoalannya bagaimana

pengelolaan keuangan puskesmas berpengaruh terhadap kinerja keuangan

puskesmas.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik

untuk mengadakan penelitian dengan judul “Anggaran dan Kinerja

Puskesmas, studi pada Puskesmas Danurejan I Yogyakarta”.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Perumusan Masalah

Sejauh mana kebijakan anggaran pemerintah dapat mencapai tujuan-tujuan

pelayanan?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada dua tahapan pertanyaan

yang berurutan untuk menjawabnya, yaitu :

1. Bagaimana pengelolaan anggaran di puskesmas dalam pengertian

tingkat ekonomis, efisiensi, dan efektivitas?

2. Sejauh mana kebijakan anggaran tersebut dapat mencapai tujuan-

tujuan pelayanan puskesmas?

C. Batasan Masalah

Agar masalah yang diteliti tidak terlampau luas, maka penulis

memberikan batasan masalah di mana:

1. Data penelitian yang digunakan hanya antara Tahun 2007 sampai dengan

Tahun 2009.

2. Atribut yang diteliti dalam subsidi pemerintah hanya 4 faktor saja, yaitu

persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat

dan bahan gigi, serta persediaan alat dan bahan laboratorium.

D. Tujuan penelitian

1. Untuk menggambarkan kinerja penyelenggaraan anggaran Puskesmas

Danurejan I pada Tahun 2007-2009.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Untuk mengevaluasi kebijakan anggaran dalam mencapai tujuan-tujuan

pelayanan puskesmas.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Puskesmas Danurejan I

Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Puskesmas Danurejan I

dalam upaya memperbaiki pengelolaan anggaran dan kinerja puskesmas,

sehingga dapat meningkatkan kinerja puskesmas secara keseluruhan.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengembangan

ilmu pengetahuan di lingkungan Universitas Sanata Dharma.

3. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan

pengalaman, serta sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh

dari bangku kuliah ke dalam permasalahan yang sesungguhnya.

F. Sistematika Penulisan

BAB I : Pendahuluan

Bab ini berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang

masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II : Landasan Teori

Bab ini berisi tentang berbagai teori yang berkaitan dengan

topik penelitian yang penulis lakukan.

BAB III: Metode Penelitian

Bab ini berisi tentang jenis penelitian, subjek dan objek

penelitian, waktu dan tempat penelitian, teknik

pengumpulan data, definisi operasional, variabel dan

pengukurannya, teknik analisis data, dan metode analisis

data.

BAB IV: Gambaran Umum Daerah Penelitian

Bab ini menguraikan tentang gambaran umum Puskesmas

Danurejan I di mana penelitian dilaksanakan.

BAB V : Analisis Data dan Pembahasan

Dalam bab ini, data yang dikumpulkan dianalisis

berdasarkan teknik analisis data yang telah ditentukan.

BAB VI: Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang

didasarkan atas analisis data.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Politik dan Kebijakan Publik

Di era reformasi, tuntutan pemberian otonomi kepada daerah

adalah hal yang wajar. Hal tersebut disebabkan 2 alasan, pertama, karena

intervensi pemerintah pusat yang terlalu besar di masa lalu telah

menimbulkan masalah rendahnya kapabilitas dan efektivitas pemerintah

daerah dalam mendorong proses pembangunan dan kehidupan demokrasi di

daerah (Mardiasmo, 1999). Arahan dan permintaan yang terlalu besar dari

pemerintah pusat menyebabkan inisiatif dan prakarsa daerah cenderung

mati sehingga pemerintah daerah seringkali menjadikan pemenuhan aturan

sebagai tujuan, bukan sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan kepada

masyarakat. Alasan kedua, tuntutan pemberian otonomi muncul sebagai

jawaban untuk memasuki era new game (permainan baru) yang membawa

new rules (aturan baru) pada semua aspek kehidupan manusia di masa yang

akan datang. Untuk mengahdapi new game yang penuh dengan new rules

tersebut, dibutuhkan new strategy (strategi baru). Berbagai Ketetapan MPR

yang telah dihasilkan melalui Sidang Istimewa merupakan new strategy

untuk keluar dari krisis ekonomi dan kepercayaan serta menghadapi

globalisasi. Salah satunya adalah Tap MPR No.XV/MPR/1998 tentang

”Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan

Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan, serta Perimbangan

6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik

Indonesia.” Tap MPR tersebut merupakan landasan hukum keluarnya UU

No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999

tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Kedua UU ini telah membawa perubahan mendasar pada pola hubungan

antar-pemerintahan dan keuangan antara pusat dan daerah. Otonomi daerah

perlu dilakukan karena tidak ada suatu pemerintahan dari suatu negara yang

luas yang mampu secara efektif membuat kebijakan publik di segala bidang

atau pun mampu melaksanakan kebijakan tersebut secara efisien di seluruh

wilayah tersebut. Dengan adanya otonomi diharapkan beban pemerintah

pusat dapat berkurang, dan otonomi juga diharapkan akan mempercepat

pelayanan kepada masyarakat.

1. Pengertian Otonomi

Sarundajang (1999:27) mengartikan daerah otonom sebagai hak

wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah

tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Dari penjelasan tersebut ada dua hal mendasar yang terkandung dalam

pengertian otonomi daerah, yaitu :

a. Hak dan wewenang yang dimiliki untuk mengelola daerah secara

luas,

b. Tanggung jawab yang dipikul dalam pengelolaan tersebut.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Baswir (299:26) menyatakan bahwa tujuan peningkatan otonomi

daerah dapat diperinci menjadi empat, yaitu : pertama, meningkatkan

pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah; kedua meningkatkan

jumlah dan mutu pelayanan masyarakat di masing-masing daerah;

ketiga, meningkatkan kondisi sosial dan budaya masyarakat di masing-

masing daerah; dan keempat, meningkatkan demokratisasi kehidupan

berbangsa dan bernegara.

Di era otonomi daerah dan demokratisasi, pemerintah dituntut

untuk mampu merespons berbagai perubahan dan kebutuhan publik yang

makin kompleks. Untuk itu diperlukan good governance atau

pemerintahan yang baik untuk menjawab kebutuhan publik yang

beraneka ragam. Menurut UNDP (BPKP, 2007:7), karakteristik good

governance adalah sebagai berikut :

a. Participation. Setiap warga negara mempunyai suara dalam

pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun melalui

intermediasi institusi yang mewakili kepentingannya.

b. Rule of Law. Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa

pandang bulu, terutama hukum untuk hak asasi manusia.

c. Transparency yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi.

d. Responsiveness. Setiap lembaga dan proses penyelenggaraan

pemerintahan dan pembangunan harus mencoba melayani setiap

stakeholders.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Consensus orientation. Good governance menjadi perantara

kepentingan yang berbeda untuk memperoleh pilihan terbaik bagi

kepentingan yang lebih luas, baik dalam hal kebijakan-kebijakan

maupun prosedur.

f. Equity. Semua warga negara mempunyai kesempatan untuk

meningkatkan atau menjaga kesejahteraan mereka.

g. Effectiveness dan efficiency. Proses-proses dan lembaga-lembaga

menghasilkan produknya sesuai dengan yang telah digariskan,

dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia sebaik mungkin.

h. Accountability. Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor

swasta, dan masyarakat (civil society), bertanggung jawab kepada

publik dan lembaga-lembaga stakeholders.

2. Pengertian Politik

Ada beberapa hal penting untuk dapat mendefinisikan politik,

yaitu :

a. Politik adalah ilmu yang mempelajari negara, tujuan-tujuan negara,

dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu,

hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan

negara-negara lain (Saltou, 1961:4).

b. Politik adalah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian

kekuasaan (Laswelll dan Kaplan, 1950).

c. Politik (atau ilmu politik) adalah studi mengenai terbentuknya

kebijakan publik (David Easton, 1971:128).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

3. Kebijakan Publik

Ada beberapa definisi tentang kebijakan publik, yaitu :

a. Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan atau kegiatan yang

diusulkan oleh seseorang, kelompok, atau pemerintah dalam suatu

lingkungan tertentu di mana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-

kesulitan) dan kemungkinan-kemungkinan (kesempatan-kesempatan)

di mana kebijakan tersebut diusulkan agar berguna dalam

mengatasinya untuk mencapai tujuan yang dimaksud (Carl Friedrich,

2963:79).

b. Kebijakan publik adalah serangkaian kegiatan yang mempunyai

maksud/tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang

aktor atau sekelompok aktor yang berhubungan dengan suatu

permasalahan atau suatu hal yang diperhatikan (James Anderson,

1984:3).

Dalam kaitannya dengan definisi-definisi tersebut di atas, maka

dapat disimpulkan beberapa karakteristik utama dari suatu kebijakan

publik. Pertama, pada umumnya kebijakan publik perhatiannya ditujukan

pada tindakan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu daripada

perilaku yang berubah atau acak. Kedua, kebijakan publik pada dasarnya

mengandung bagian atau pola kegiatan yang dilakukan oleh pejabat

pemerintah daripada keputusan yang terpisah-pisah. Ketiga, kebijakan

publik merupakan apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh pemerintah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

dalam mengatur perdagangan, mengontrol inflasi, atau menawarkan

perumahan rakyat, bukan apa maksud yang dikerjakan atau yang akan

dikerjakan. Keempat, kebijakan publik dapat berbentuk positif maupun

negatif. Secara positif, kebijakan melibatkan beberapa tindakan pemerintah

yang jelas dalam menangani suatu permasalahan; secara negatif, kebijakan

publik dapat melibatkan suatu keputusan pejabat pemerintah untuk tidak

melakukan suatu tindakan atau tidak mengerjakan apapun padahal dalam

konteks tersebut keterlibatan pemerintah amat diperlukan. Terakhir, kelima,

kebijakan publik, paling tidak secara positif didasarkan pada hukum dan

merupakan tindakan yang bersifat memerintah.

B. Puskesmas Sebagai Organisasi Sektor Publik

1. Pengertian Organisasi

Menurut Sutarto, organisasi adalah sistem saling pengaruh antar

orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan

tertentu (Sutarto,1979:36).

Organisasi menurut Gibson dan kawan-kawan adalah organisasi

sebagai kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai berbagai

tujuan yang tidak dapat dicapai hanya dengan kegiatan satu orang secara

sendirian (Muhyadi, 1989:5).

Pengertian lain organisasi adalah sekelompok orang yang

berkumpul dan bekerja sama dengan cara yang terstruktur untuk


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

mencapai tujuan atau sejumlah sasaran tertentu yang telah ditetapkan

bersama (Mahsun, 2006:1).

2. Tipe Organisasi

Tujuan tiap-tiap organisasi sangat bervariasi tergantung pada tipe

organisasi. Pada dasarnya terdapat 4 tipe organisasi (Mahsun, 2006:5),

yaitu :

a. Pure Profit Organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual

barang dan/atau jasa dengan maksud utama memperoleh laba

sebanyak-banyaknya sehingga bisa dinikmati oleh para pemilik.

Sumber pendanaan organisasi ini berasal dari investor dan kreditor.

b. Quasi-Profit Organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual

barang dan/atau jasa dengan maksud utama memperoleh laba dan

mencapai sasaran atau tujuan lainnya sebagaimana yang

dikehendaki para pemilik. Sumber pendanaan organisasi ini berasal

dari investor swasta, investor pemerintah, kreditor, dan para

anggota.

c. Quasi-Nonprofit Organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual

barang dan/atau jasa dengan maksud untuk melayani masyarakat

dan memperoleh keuntungan. Sumber pendanaan organisasi ini

berasal dari investor swasta, investor pemerintah, dan kreditor.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

d. Pure-Nonprofit Organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual

barang dan/atau jasa dengan maksud untuk melayani dan

meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber pendanaan

organisasi ini berasal dari pajak, retribusi, utang, obligasi, laba

BUMN/BUMD, penjualan aset negara, dan sebagainya.

3. Pengertian Sektor Publik

Sektor publik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan

kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik

yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur

dengan hukum (Mahsun,2006:7).

4. Pengertian Organisasi Sektor Publik

Organisasi sektor publik bukan semata-mata organisasi sosial yang

non-profit oriented, karena organisasi sektor publik ada yang bertipe

quasi-non profit. Organisasi sektor publik adalah organisasi yang

berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau

jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara

lain yang diatur dengan hukum (Mahsun,2006:14).

5. Puskesmas sebagai Organisasi Sektor Publik

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dari Dinas

Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab

menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian

wilayah kecamatan (Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang

merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga

membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan

kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di

wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes 1991).

a. Visi Puskesmas

Tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia

Sehat 2010. masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan

perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan

kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki

derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

b. Misi Puskesmas

• Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di

wilayah kerjanya.

• Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan

masyarakat di wilayah kerjanya.

• Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan

keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya.

• Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga,

dan masyarakat, beserta lingkungannya.

c. Tujuan Puskesmas

Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional,

yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja

puskesmas.

d. Fungsi Puskesmas

• Sebagai Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

− Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di

wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan

yang berwawasan kesehatan.

− Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari

penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah

kerjanya.

− Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan

penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.

• Pusat pemberdayaan masyarakat

Berupaya agar perorangan, terutama pemuka masyarakat,

keluarga dan masyarakat :

− Memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani

diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat.

− Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan

kesehatan,termasuk pembiayaan.

− Ikut menetapkan, menyelenggarakan, dan memantau

pelaksanaan program kesehatan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

• Pusat pelayanan kesehatan strata pertama

Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara

menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.

C. Kebijakan Pemerintah Terhadap Puskesmas

1. Peningkatan kapasitas kelembagaan puskesmas

a. Program Puskesmas

1) Program kesehatan dasar

− Promosi kesehatan

− Kesehatan lingkungan

− Kesehatan ibu dan anak (KIA), Keluarga Berencana (KB)

− Gizi

− Pemberantasan penyakit menular

− Pengobatan

2) Program kesehatan pengembangan

Program sesuai dengan permasalahan kesehatan dan tuntutan

masyarakat setempat sesuai potensi yang ada.

b. Manajemen Puskesmas

1) Perencanaan

− Langkah : identifikasi masalah, menetapkan kegiatan

− Lingkup : kegiatan program, kegiatan rutin puskesmas

− Output : rencana usulan kegiatan, rencana pelaksanaan

kegiatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

2) Penggerak pelaksanaan

Melalui Lokakarya Mini (forum pertemuan)

− Lokmin Bulanan : lintas program (antar pemegang program

puskesmas)

− Lokmin Tribulanan : lintas sektoral (masyarakat)

3) Evaluasi

Instrumen penilaian kinerja puskesmas.

c. Sistem Pembiayaan

1) Sumber : APBD, masyarakat, retribusi, swasta, APBN

2) Jenis : pelayanan publik dan pelayanan pribadi

3) Kewenangan : pengelolaan biaya

d. Sistem Ketenagaan

1) Tenaga Kesehatan (sesuai PP No. 23/1996)

− Tenaga medis

− Tenaga keperawatan

− Tenaga kesehatan masyarakat

− Tenaga gizi

2) Tenaga Non Kesehatan Lainnya

2. Peningkatan mutu pelayanan melalui Standar Pelayanan Minimal

(SPM)

Berdasarkan Peraturan Menkes RI No.

741/MENKES/PER/VII/2008, pemerintah mengeluarkan Standar


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

Pelayanan Minimal (SPM). SPM bidang kesehatan di kabupaten/kota

dapat digunakan sebagai acuan bagi perangkat kesehatan di daerah

kabupaten/kota dalam menyelenggarakan urusan yang sangat

mendasar yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar kepada

masyarakat. Dengan kata lain, SPM diharapkan agar pelayanan

kesehatan yang paling mendasar dapat dipenuhi pada tingkat yang

paling minimal secara nasional sehingga dapat megurangi kesenjangan

pelayanan kesehatan.

3. Penilaian Kinerja Puskesmas

Penilaian kinerja puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan

penilaian hasil kerja/prestasi puskesmas (Dirjen BKM Depkes RI,

2006:2).

a. Tujuan

1) Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara

optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan

kesehatan kabupaten/kota.

2) Tujuan Khusus

− Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan

dan mutu kegiatan serta manajemen puskesmas pada

akhir tahun kegiatan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

− Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun

berdasarkan urutan peringkat kategori kelompok

puskesmas.

− Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan

bahan masukan dalam penyusunan rencana kegiatan

puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk

tahun yang akan datang.

b. Manfaat

1) Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian/prestasi kunjungan

dibandingkan dengan target yang harus dicapainya.

2) Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah,

mencari penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah

kesehatan di wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan

pencapaian kinerja puskesmas (output dan outcome).

3) Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dapat

menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan

segera pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.

4) Dinas Kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan

mendukung kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgensi

pembinaan puskesmas.

c. Ruang Lingkup Penilaian Kenerja Puskesmas

Ruang lingkup penilaian kenerja puskesmas meliputi (Dirjen BKM

Depkes RI, 2006:3) :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

1) Penilaian pencapaian hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan

2) Manajemen puskesmas

3) Mutu pelayanan

KEBIJAKAN PUBLIK/PEMERINTAH
TENTANG PUSKESMAS

ANGGARAN PEMERINTAH MUTU PELAYANAN HASIL PELAYANAN

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME GOALS

Kecukupan dan Kemampuan : Mutu Pelayanan : Hasil jangka panjang Pelayanan :


-Staff Mekanisme & Prosedur Terbangunnya MASYARAKAT SEHAT
-Obat -Pelayanan
-Laboratorium -Organisasional
-Gedung, dll -Tindakan medis
EFEKTIVITAS

Hasil segera Pelayanan : Hasil jangka menengah Pelayanan :


1. Jumlah pelayanan medis 1. Mutu hidup meningkat
2. Jumlah kunjungan 2. Perilaku hidup bersih meningkat
3. Jumlah penyuluhan - kebersihan lingk. menjadi terbiasa
- Epidemi DB menurun
ANGGARAN INTERNAL : RETRIBUSI

Pengelolaan Anggaran (Rencana & Realisasi)

EKONOMIS EFISIENSI

Pengelolaan Anggaran dan Kinerja Puskesmas (Anggaran dan Hasil Capaian)

Alokasi Anggaran Kinerja Puskesmas/Hasil Capaian

Gambar 2.1

Kebijakan Pemerintah tentang Puskesmas

D. Anggaran Sektor Publik

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang

hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam

ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

mempersiapkan suatu anggaran. Anggaran publik merupakan suatu rencana

finansial yang menyatakan :

1) Berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja)

2) Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk

mendanai rencana tersebut (pendapatan)

Aspek-aspek yang harus tercakup dalam anggaran sektor publik meliputi

(Mardiasmo,2002:61) :

1) Aspek perencanaan

2) Aspek pengendalian

3) Aspek akuntabilitas publik

1. Fungsi Anggaran Sektor Publik

Fungsi anggaran sektor publik antara lain (Mardiasmo,2002:63) :

a. Sebagai alat perencanaan (Planning Tool)

Anggaran dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan

dilakukan oleh pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan, dan

berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut.

b. Sebagai alat pengendalian (Control Tool)

Anggaran digunakan untuk menghindari adanya overspending,

underspending dan salah sasaran dalam pengalokasian anggaran

pada bidang lain yang bukan merupakan prioritas. Anggaran

memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat

dipertanggungjawabkan kepada publik.

c. Sebagai alat kebijakan fiskal (Fiscal Tool)

Anggaran digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong

pertumbuhan ekonomi.

d. Sebagai alat politik (Political Tool)

Anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan

kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Anggaran

merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan

kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk

kepentingan tertentu.

e. Sebagai alat koordinasi dan komunikasi (Coordination and

Communication Tool)

Anggaran merupakan alat koordinasi antar bagian dalam

pemerintahan. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan

mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja dalam

pencapaian tujuan organisasi.

f. Sebagai alat penilaian kinerja (Performance Measurement Tool)

Anggaran merupakan wujud komitmen dari eksekutif kepada

pemberi wewenang (legislatif). Kinerja eksekutif akan dinilai

berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan

anggaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

g. Sebagai alat motivasi (Motivation Tool)

Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer

dan stafnya agar bekerja secara ekonomis, efektif, dan efisien dalam

mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

h. Sebagai alat menciptakan ruang publik (Public Sphere)

Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh pemerintah. Masyarakat

dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam proses

penganggaran publik.

2. Jenis-jenis Anggaran Publik

Jenis anggaran publik ialah (Mardiasmo,2002:66) :

a. Anggaran Operasional

Anggaran operasional digunakan untuk merencanakan kebutuhan

sehari-hari dalam menajalankan pemerintahan.

b. Anggaran Modal

Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan

pembelanjaan atas aktiva tetap, seperti gedung, peralatan, kendaraan,

perabot, dan sebagainya.

3. Prinsip-prinsip Anggaran Publik

Prinsip-prinsip anggaran publik adalah (Mardiasmo,2002:67) :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

a. Otoritas oleh legislatif

Anggaran publik harus mendapatkan otoritas dari legislatif terlebih

dahulu sebelum eksekutif dapat membelanjakan anggaran tersebut.

b. Komprehensif

Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran

pemerintah.

c. Keutuhan anggaran

Semua penerimaan dan belanja pemerintah harus terhimpun dalam

dana umum.

d. Nondiscretionary Appropriation

Jumlah yang disetujui oleh dewan legislatif harus termanfaatkan

secara ekonomis, efisien, dan efektif.

e. Periodik

Anggaran merupakan suatu proses yang periodik, dapat bersifat

tahunan maupun multi-tahunan.

f. Akurat

Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang

tersembunyi yang dapat dijadikan sebagai kantong-kantong

pemborosan dan inefisiensi anggaran serta dapat mengakibatkan

munculnya underestimate pendapatan dan overestimate pengeluaran.

g. Jelas

Anggaran hendaknya sederhana, dapat dipahami masyarakat, dan

tidak membingungkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

h. Diketahui publik

Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas.

4. Evaluasi Pengelolaan Anggaran Melalui Value For Money

(Ekonomis, Efisiensi, Efektivitas)

Sektor publik sering dinilai sebagai sarang inefisiensi, pemborosan,

sumber kebocoran dana, dan institusi yang selalu merugi. Tuntutan baru

muncul agar organisasi sektor publik memperhatikan value for money

dalam menjalankan aktivitasnya.

a. Elemen Value For Money

Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor

publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu :

1) Ekonomi :

pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada

harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input

dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Ekonomi terkait dengan sejauh aman organisasi sektor publik

dapat meminimalisir input resources yang digunakan, yaitu

dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

2) Efisiensi :

pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau

penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan

dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

3) Efektivitas :

tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan.

Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome

dengan output.

• Input

Input merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan

suatu kebijakan, program dan aktivitas. Contoh input adalah : dokter

di rumah sakit, tanah untuk jalan baru, dan sebagainya.input dapat

dinyatakan secara kuantitatif, misalnya jumlah dokter, luas tanah,

jumlah guru, dan sebagainya. Input dapat pula dinyatakan dengan

nilai uang, misalnya biaya dokter, harga tanah, gaji guru, dan

sebagainya.

• Output

Output merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas,

dan kebijakan. Pada umumnya output yang diinginkan saja yang

dibicarakan, sedangkan output yang tidak diinginkan atau efek

samping, misalnya peningkatan polusi yang terjadi akibat dibuatnya

jalan baru, jarang dibicarakan. Mengukur output lebih sulit dilakukan

terutama untuk pelayanan sosial, seperti pendidikan, keamanan, atau

kesehatan. Sebagai misal, output yang dihasilkan polisi adalah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

tegaknya hukum dan peraturan atau rasa aman masyarakat. Akan

tetapi bagaimana mengukur output tersebut? Barangkali dapat

dikatakan bahwa ukuran output adalah turunnya angka kriminalitas,

tetap hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena turunnya angka

kriminalitas dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti peran

pendidikan, perbaikan ekonomi, dan sebagainya. Pada pelayanan

kesehatan masyarakat, output diukur dengan kenaikan jumlah pasien

yang mampu bertahan hidup dan kembali sehat, peningkatan angka

harapan hidup, penurunan angka kematian bayi, atau peningkatan

kualitas hidup. Ringkasnya, output merupakan kenaikan nilai atau

nilai tambah.

• Outcome

Outcome adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu.

Sebagai contoh, outcome yang diharapkan terjadi dari aktivitas

pengumpulan sampah oleh dinas kebersihan kota adalah terciptanya

lingkungan kota yang bersih dan sehat. Outcome seringkali dikaitkan

denga tujuan atau target yang hendak dicapai.

Value for money dapat tercapai apabila organisasi telah menggunakan

biaya input paling kecil untuk mencapai output yang optimum dalam

rangka mencapai tujuan organisasi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

Pengukuran Value For Money

NILAI INPUT (Rp) INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME TUJUAN

EKONOMI EFISIENSI EFEKTIVITAS


(hemat) (berdaya guna) (berhasil guna)

Cost - Effectiveness

Gambar 2.2

Pengukuran Value For Money

Sumber : (Mardiasmo,2002:132)

b. Manfaat Value For Money

Konsep value for money sangat penting bagi pemerintah sebagai

pemberi pelayanan kepada masyarakat karena pemakaian konsep

tersebut akan memberi manfaat berupa (Halim, 2002:14) :

1) Efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang

diberikan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang telah

direncanakan dan tepat sasaran.

2) Meningkatkan mutu pelayanan publik.

3) Dengan menghilangkan setiap inefisiensi dalam seluruh tindakan

pemerintah, maka biaya pelayanan yang diberikan menjadi

murah dan selalu dilakukan penghematan dalam pemakaian

sumber daya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

4) Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik.

5) Meningkatkan publik cost awareness sebagai akar dari

akuntablitas publik.

c. Teknik Pengukuran Value For Money

Ada 3 cara teknik pengukuran Value For Money, yaitu (Mahsun,

2006:186) :

1) Tingkat Ekonomi

Mengukur tingkat kehematan dari pengeluaran-pengeluaran yang

dilakukan organisasi sektor publik. Pengukuran tingkat ekonomi

memerlukan data-data anggaran pengeluaran dan realisasinya.

Tingkat Ekonomi :

Realisasi Pengeluaran
X 100%
Anggaran Pengeluaran

Kriteria Ekonomi adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti

ekonomis.

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti

ekonomis berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti tidak

ekonomis.

2) Tingkat Efisiensi

Mengukur tingkat input dari organisasi sektor publik terhadap

tingkat outputnya sektor publik. Pengukuran tingkat efisiensi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

memerlukan data-data realisasi biaya untuk memperoleh

pendapatan dan data realisasi pendapatan.

Tingkat Efisiensi :

Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan


X 100%
Realisasi pendapatan

Kriteria Efisiensi adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti

efisien.

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti

efisiensi berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti tidak

efisien.

3) Tingkat Efektivitas

Mengukur tingkat output dari organisasi sektor publik terhadap

target-target pendapatan sektor publik. Pengukuran tingkat

efektivitas memerlukan data-data realisasi pendapatan dan

anggaran atau target pendapatan.

Tingkat Efektivitas :

Realisasi Pendapatan
X 100%
Anggaran Pendapatan

Kriteria Efektivitas adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti

tidak efektif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti

efektivitas berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti

efektif.

E. Pengukuran Kinerja Sektor Publik

1. Definisi Kinerja

Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat

pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam

mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang

dalam strategic planning suatu organisasi.

2. Definisi Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja (performance measurement) adalah :

a. Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas

operasional suatu perusahaan dan karyawannya berdasarkan

sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya

(Gary Siegel dan Helene Romanouskan-Marconi, 1989:199).

b. Penilaian kinerja merupakan suatu perencanaan, pengumpulan, dan

mengevaluasi bukti-bukti yang cukup, relevan, material, dan

kompeten oleh pemeriksaan yang bebas dengan sasaran untuk

menentukan apakah manajemen atau para karyawan suatu unit

usaha telah atau belum menerima dan melaksanakan prinsip-

prinsip akuntansi, kebijakan-kebijakan manajemen, atau norma-


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

norma operasional dengan tepat untuk mencapai penggunaan

sumber-sumber secara ekonomis, efisien, dan efektif, kemudian

dari bukti-bukti atas sasaran pemeriksaan tersebut pemeriksa

menarik kesimpulan, merumuskan saran-saran perbaikan, serta

melaporkan hasilnya kepada pihak-pihak yang membutuhkan

(Setyawan, 1988:21).

c. Pengukuran kinerja adalah suatu proses penilaian kemajuan

pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan

sebelumnya, termasuk informasi atas efisiensi penggunaan sumber

daya dalam menghasilkan barang dan jasa; kualitas barang dan

jasa; hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan;

dan efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan (Robertson, 2002).

d. Pengukuran kinerja merupakan suatu aktivitas penilaian

pencapaian target-target tertentu yang diderivasi dari tujuan

strategis organisasi (Lohman, 2003).

3. Aspek-aspek Pengukuran Kinerja Sektor Publik

Oleh karena sifat dan karakteristiknya yang unik, maka organisasi

sektor publik memerlukan ukuran penilaian kinerja yang lebih luas,

tidak hanya tingkat laba, efisiensi, dan ukuran finansial. Pengukuran

kinerja sektor publik meliputi aspek-aspek antara lain (Mahsun,

2006:31) :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

a. Kelompok masukan (input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan

agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan

keluaran.

b. Kelompok proses (process) adalah ukuran kegiatan, baik dari segi

kecepatan, ketepatan, maupun tingkat akurasi pelaksanaan kegiatan

tersebut.

c. Kelompok keluaran (output) adalah sesuatu yang diharapkan

langsung dapat dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berwujud

(tangible) maupun tidak berwujud (intangible).

d. Kelompok hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang

mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka

menengah yang mempunyai efek langsung.

e. Kelompok manfaat (benefit) adalah sesuatu yang terkait dengan

tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.

f. Kelompok dampak (impact) adalah pengaruh yang ditimbulkan

baik positif maupun negatif.

F. Pengukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik

Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang

bertujuan untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi

melalui alat ukur finansial dan nonfinansial. Sistem pengukuran kinerja

dapat dijadikan sebagai alat pengendalian organisasi, karena pengukuran

kinerja diperkuat dengan menetapkan reward and punishment system.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga

maksud:

• Dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemerintah.

• Digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.

• Dimaksudkan untuk mewujudkan pertanggungjawaban publik dan

memperbaiki komunikasi kelembagaan.

1. Tujuan sistem pengukuran kinerja

Tujuan sistem pengukuran kinerja adalah (Mardiasmo,2002:122) :

a. Untuk mengkomunikasikan strategi secara lebih baik (top down and

bottom up).

b. Untuk mengukur kinerja finansial dan non finansial secara

berimbang sehingga dapat ditelusur perkembangan pencapaian

strategi.

c. Untuk mengakomodasi pemahaman kepentingan manajer level

menengah dan bawah serta memotivasi untuk mencapai goal

congruence.

d. Sebagai alat untuk mencapai kepuasan berdasarkan pendekatan

individual dan kemampuan kolektif yang rasional.

2. Manfaat pengukuran kinerja

Manfaat pengukuran kinerja antara lain (BPKP, 2000) :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

a. Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk

menilai kinerja manajemen.

b. Memberikan arah untuk mencapai target kinerja yang telah

ditetapkan.

c. Untuk memonitor dan mengevaluasi pencapaian kinerja dan

membandingkannya dengan target kinerja serta melakukan tindakan

korektif untuk memperbaiki kinerja.

d. Sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman (reward

and punishment) secara objektif tas pencapaian prestasi yang diukur

sesuai dengan sistem pengukuran kinerja yang telah disepakati.

e. Sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam rangka

memperbaiki kinerja organisasi.

f. Membantu mengidentifikasikan apakah kepuasan pelanggan sudah

terpenuhi.

g. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah.

h. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara

objektif.

3. Ukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik

a. Menurut Agus Daryanto (1995) :

a) Produktivitas

b) Kualitas layanan

c) Responsivitas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

d) Responsibilitas

e) Akuntabilitas

b. Menurut Kumorotomo (1995) :

a) Efisiensi

b) Efektivitas

c) Keadilan (equity)

d) Daya tanggap (responsiveness)

4. Indikator Kinerja

Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang

menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah

ditetapkan (BPKP,2000). Sementara menurut Lohman (2003), indikator

kinerja adalah suatu variabel yang digunakan untuk mengekspresikan

secara kuantitatif efektivitas dan efisiensi proses atau operasi dengan

berpedoman pada target-target dan tujuan organisasi.

Penggunaan indikator kinerja sangat penting untuk mengetahui

apakah suatu aktivitas atau program telah dilakukan secara efisien dan

efektif. Penentuan indikator kinerja perlu mempertimbangkan komponen

berikut (Mahsun, 2006:73) :

a. Biaya pelayanan (cost of service)

b. Penggunaan (utilization)

c. Kualitas dan standar pelayanan (quality and standards)

d. Cakupan pelayanan (coverage)


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

e. Kepuasan (satisfaction)

5. Estimasi Indikator Kinerja

Suatu unit organisasi perlu melakukan estimasi untuk menentukan

target kinerja yang ingin dicapai pada periode mendatang. Penentuan

target tersebut didasarkan pada perkembangan cakupan pelayanan atau

indikator kinerja. Estimasi dapat dilakukan dengan menggunakan

(Mardiasmo, 2002:136) :

a. Kinerja tahun lalu

b. Expert Judgment

c. Trend

Y = a + bt

Di mana :

Y= indikator kinerja

A= indikator kinerja autonomous

T = time lag

d. Regresi

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

G. Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis merupakan model konseptual tentang

bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

diidentifikasikan sebagai masalah penting (Uma Sekaran dalam Murti

Sumarni dan Wahyuni Salamah, 2006 : 27). Suatu kerangka berpikir akan

menghubungkan secara teoritis antar variabel penelitian, yaitu antar variabel

bebas (independent) dan tergantung (dependent). Begitu pula apabila ada

variabel lain yang menyertai, maka peran variabel juga harus dijelaskan.

Kerangka pemikiran teoritis dalam penelitian ini adalah :

1. Dalam analisis deskriptif, menggunakan metode Value For Money, yaitu

pengukuran kinerja anggaran berdasar tingkat ekonomis, tingkat

efisiensi, dan tingkat efektivitas.

2. Dalam analisis regresi menggunakan variabel x (variabel dependent) dan

variabel y (variabel independent).

x1 : jumlah persediaan obat sebulan

x2 : jumlah persediaan alat dan bahan kesehatan sebulan

x3 : jumlah persediaan alat dan bahan gigi sebulan

x4 : jumlah persediaan alat dan bahan laboratorium sebulan

y : jumlah pasien puskesmas selama sebulan

Variabel y dipilih jumlah pasien puskesmas karena penilaian kinerja

puskesmas berkaitan dengan jumlah pasien yang berkunjung/dikunjungi

oleh puskesmas. Apakah dengan berbagai fasilitas (obat, alat kesehatan,

gigi, dan laboratorium) yang tersedia di psukesmas sesuai/sebanding

dengan jumlah pasien?

Variabel x1 dipilih jumlah persediaan obat sebulan, karena subsidi dari

pemerintah yang diberikan kepada puskesmas bukan berupa nominal


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

rupiah tetapi sudah dalam bentuk obat. Obat dipilih sebagai variabel

penelitian karena setiap pasien yang periksa ke puskesmas kemungkinan

pasti mendapat obat.

Variabel x2, x3, dan x4 dipilih jumlah persediaan alat dan bahan

kesehatan, gigi, dan laboratorium karena itu semua adalah pendukung

pengobatan yang akan diberikan kepada pasien. Dan sama dengan obat,

subsidi yang diberikan pemerintah langsung berupa barang, bukan

nominal rupiah.

Hasil penelitian antara analisis deskriptif dan regresi

tersebut akan menghasilkan apakah pengelolaan anggaran dan kinerja

puskesmas sudah baik atau belum baik.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian evaluasi

yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberi masukan atau mendukung

pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif

tindakan.

B. Lokasi dan Waktu

1. Lokasi penelitian

Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Danurejan I Yogyakarta.

2. Lama penelitian

Waktu penelitian ini adalah selama Bulan Juni 2010.

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek

Subjek penelitian dalam studi kasus ini adalah Puskesmas Danurejan I

Yogyakarta.

2. Objek

Objek penelitiannya adalah pengelolaan anggaran dan laporan keuangan

Puskesmas Danurejan I Yogyakarta dari Tahun 2007-2009.

40
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

D. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang dapat dibuat spesifik

sesuai dengan kriteria pengujian atau pengukuran (Simamora, 2004:25).

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Anggaran

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak

dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran

finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk

mempersiapkan suatu anggaran. Anggaran publik merupakan suatu

rencana finansial yang menyatakan :

− Berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja)

− Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk

mendanai rencana tersebut (pendapatan)

2. Kinerja

Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian

pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan

sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic

planning suatu organisasi.

E. Variabel penelitian dan pengukurannya

Variabel-variabel dari penelitian ini ada 2, yaitu :

1. Pengelolaan puskesmas

Menggunakan 3 cara teknik pengukuran Value For Money, yaitu :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

a. Tingkat Ekonomi :

Realisasi Pengeluaran
X 100%
Anggaran Pengeluaran

b. Tingkat Efisiensi :

Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan


X 100%
Realisasi pendapatan

c. Tingkat Efektivitas :

Realisasi Pendapatan
X 100%
Anggaran Pendapatan

2. Subsidi pemerintah

Menggunakan rumus Regresi :

Y = a + b1X1 + b 2X2 + e

Y = a + b1X1 + b 2X2 + e

F. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, jenis dan sumber data yang digunakan adalah data

sekunder. Data sekunder adalah data yang sudah diolah dan dipublikasikan,

dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan data bulanan yang

mendukung penelitian. Penelitian ini menggunakan data selama 36 bulan,

dari 2007-1 sampai dengan 2009-12.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara melihat dokumen-

dokumen, seperti gambaran umum organisasi dan laporan keuangan yang

dibutuhkan.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dipakai adalah Analisis Regresi, untuk

menentukan seberapa besar pengaruh variabel-variabel independen mampu

mempengaruhi variabel dependen (kinerja unit). Dan rasio keuangan

berdasarkan value for money; yaitu tingkat ekonomi, tingkat efisien, dan

tingkat efektivitas.

I. Interpretasi Data

Pada pengolahan dengan SPSS (dan sebagian besar pengolah data

statistika), cukup lihat nilai significance (sig.) atau probability (p.)

sig. < α → H ditolak dan H diterima


0 1

sig. ≥ α → H diterima
0

H : persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat


0

dan bahan gigi, dan persediaan alat dan bahan laboratorium tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

menyebabkan peningkatan (tidak berpengaruh terhadap) jumlah

pasien (R = 0)

H : persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat


1

dan bahan gigi, dan persediaan alat dan bahan laboratorium

menyebabkan peningkatan (berpengaruh positif terhadap) jumlah

pasien (R > 0)

X = variabel bebas = variabel yang mempengaruhi = persediaan obat,

persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat dan bahan gigi,

dan persediaan alat dan bahan laboratorium

Y = variabel tidak bebas = variabel yang dipengaruhi = jumlah pasien

Secara hipotetikal, diduga ada hubungan positif (R > 0) antara X dan Y

X naik, Y naik

Nilai α ditetapkan, α = 0.10


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Keadaan Geografis Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan

merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping 4

Daerah Tingkat II lainnya yang berstatus Kabupaten. Kota Yogyakarta terletak

di tengah-tengah Propinsi DIY. Letak wilayah Kota Yogyakarta terbentang

antara 110”24”19” sampai 110” 28”53” Bujur Timur dan 07”15’24” sampai

07” 49’ 26” Lintang Selatan. Di tengah wilayah kota tersebut mengalir tiga

buah sungai dari arah utara ke selatan, yaitu Sungai Winongo yang terletak di

bagian barat kota, Sungai Code terletak di bagian tengah dan Sungai Gadjah

Wong terletak di bagian timur. Pada skala makro, Kota Yogyakarta diapit oleh

dua sungai besar, yaitu Sungai Progo di sebelah barat dan Sungai Opak di

sebelah timur. Adapun wilayah Kota Yogyakarta ini di sebelah utara dibatasi

oleh Kabupaten Sleman, di sebelah timur dibatasi oleh Kabupaten Sleman dan

Bantul, di sebelah selatan oleh Kabupaten Bantul dan sebelah barat oleh

Kabupaten Bantul dan Sleman (Pemerintah Kota Yogyakarta, 2002, hlm. 3).

Kedudukan kota Yogyakarta sejak kemerdekaan hingga masa kini ialah

menjadi Ibu Kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin oleh

Gubernur, dan masa kini dijabat oleh Sultan Hamengku Buwono X. Selain itu

kota Yogyakarta pada masa kini juga menjadi Ibu Kota Pemerintah Kota

Yogyakarta yang dipimpin oleh seorang Wali Kota. Kota Yogyakarta

45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

memiliki luas wilayah tersempit dibandingkan dengan daerah tingkat II

lainnya, yaitu 32,5 Km² yang berarti 1,025% dari luas wilayah Propinsi DIY.

Dengan luas 3.250 hektar tersebut terbagi menjadi 14 Kecamatan, 45

Kelurahan, 617 RW, dan 2.531 RT, serta dihuni oleh 490.433 jiwa (Kota

Yogyakarta Dalam Angka, 1999).

Kondisi tanah Kota Yogyakarta cukup subur dan memungkinkan

ditanami berbagai tanaman pertanian maupun perdagangan, disebabkan oleh

letaknya yang berada di dataran lereng Gunung Merapi dengan kemiringan

yang relatif datar (0-2%) dan pada ketinggian 114 meter di atas permukaan air

laut yang garis besarnya mengandung tanah regosol atau tanah vulkanis muda.

Sejalan dengan perkembangan Perkotaan dan Pemukiman yang pesat, lahan

pertanian Kota setiap tahun mengalami penyusutan. Data tahun 1999

menunjukkan penyusutan 7,8% dari luas area Kota Yogyakarta (3.249,75)

karena beralih fungsi (lahan pekarangan).

Curah hujan rata-rata 2.012 mm/thn dengan 119 hari hujan, suhu rata-

rata 27,2°C dan kelembaban rata-rata 24,7%. Angin pada umumnya bertiup

angin muson dan pada musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah

220° bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup

angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° - 140° dengan rata-

rata kecepatan 5-16 knot/jam.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Gambar 4.1

Daerah Istimewa Yogyakarta

Pionir dan titik sentral dari kesenian serta budaya masyarakat

Yogyakarta adalah kesultanan. Beragam kesenian Jawa klasik, seperti seni

tari, tembang, geguritan, gamelan, seni lukis, sastra serta ukir-ukiran,

berkembang dari dalam keraton dan kemudian menjadi kesenian rakyat. Dari

sisi budaya semacam ini, sosok Sultan Yogyakarta kemudian diyakini sebagai

pembawa rezeki. Rakyat Yogyakarta, misalnya, tidak pernah melewatkan

tradisi ngalap berkah atau mencari berkah dari gunungan tumpeng nasi beserta

lauk pauknya yang diberikan oleh Sultan pada upacara gerebeg. Kesatuan

budaya dengan kehidupan masyarakat inilah yang di kemudian hari menjadi

dasar bagi perekonomian kota kesultanan itu. Yogyakarta, seakan juga tidak

pernah kehabisan seniman-seniman handal. Daya kreasi mereka selalu

tertampung dalam berbagai festival yang digelar tiap tahun, seperti Festival
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

Kesenian Yogyakarta (FKY), Festival Gamelan, dan bahkan berbagai festival

seni yang melibatkan siswa sekolah. Festival-festival itulah yang membuat

banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara mengunjungi Yogyakarta.

Sebagai kota yang sarat dengan kebudayaan, Yogyakarta telah pula menjadi

Daerah TujuanWisata (DTW) utama di Indonesia. Kota itu hanya kalah

bersaing dengan Pulau Bali. Dari tahun ke tahun-kecuali dua tahun setelah

krisis moneter 1997-jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara terus

bertambah. Untuk tahun 2000, misalnya, jumlah wisatawan yang berkunjung

ke Yogyakarta telah mencapai 1,63 juta orang. Program pariwisata Kota

Yogyakarta sendiri memang selalu dikaitkan dengan daerah sekitarnya, seperti

Candi Borobudur, Candi Prambanan, wilayah Kaliurang di lereng Gunung

Merapi, Pantai Parang Tritis, atau Goa Selarong tempat persembunyian

Pangeran Diponegoro. Namun, tetap saja, daya tarik kota itu sebagai obyek

wisata adalah khasanah arsitektur kuno, seperti kompleks Keraton dan Puro

Pakualaman, Istana Air Tamansari, serta berbagai museum. Sebagai sebuah

industri, pariwisata memang melibatkan banyak sektor ekonomi lainnya,

seperti sektor industri jasa hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi,

keuangan, sewa dan jasa perusahaan, serta kerajinan dan perdagangan.

Kontribusi sektor-sektor itu dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

mencapai 79,5 persen dari seluruh kegiatan perekonomian masyarakat

Yogyakarta. Kota itu misalnya-menurut data tahun 1999-memiliki 23 hotel

bintang dan 229 kelas melati yang keseluruhannya mampu menampung

penginap untuk 700.000 orang. Sementara tahun 1999 itu juga, PDRB per
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

kapita Yogyakarta adalah Rp 5,8 juta, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang

Rp 5,5 juta. Salah satu kekayaan lain dari Yogyakarta adalah sekolah. Sejak

berdirinya Universitas Gadjah Mada tahun 1949, kota ini memang dikenal

sebagai kota pelajar. Ribuan siswa dan mahasiswa berdatangan dari luar kota

bahkan dari luar pulau Jawa untuk menempuh pendidikan di kota itu.

Walaupun kini Yogyakarta tidak lagi memiliki perguruan tinggi negeri, karena

UGM berada di Kabupaten Sleman, tetapi julukan sebagai kota pelajar masih

tetap dialamatkan kepadanya. Kota ini masih memiliki 47 perguruan tinggi,

mulai dari tingkat akademi, institut, sekolah tinggi, maupun universitas,

dengan jumlah mahasiswa mencapai 86.000 orang (Yoseptin Titien/Litbang

Kompas, 2001).

Makanan khas Kota Yogyakarta adalah Gudeg, yaitu makanan yang

terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-

jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun

jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan

dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal

goreng krecek.

Dari 14 kecamatan yang terdapat di Kota Yogyakarta, Danurejan

adalah sebuah kecamatan yang letaknya tepat di jantung kota dan memiliki

sejumlah tempat penting terletak di daerah ini. Di antaranya, Stasiun

Lempuyangan, Malioboro, pusat oleh-oleh di Jalan Mataram, Kantor

Gubernur Kepatihan dan DPRD Provinsi. Malioboro adalah nama jalan di

Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari Jalan Pangeran

Mangkubumi dan Jalan Jend. A. Yani, Jalan ini merupakan poros Garis

Imaginer Kraton Yogyakarta. Terdapat beberapa obyek bersejarah di jalan ini

antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar

Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan ini sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan

kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual

makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para

seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti

bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain di sepanjang

jalan ini.

Gambar 4.2

Kota Yogyakarta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

Kecamatan Danurejan terdiri dari 3 Kelurahan, yaitu Kelurahan

Suryatmajan, Kelurahan Tegal Panggung, dan Kelurahan Bausasran.

Dari ketiga kelurahan tersebut, Kelurahan Tegal Panggung adalah

kelurahan yang terletak di pinggiran Kali Code. Di sepanjang bantaran sungai

ini merupakan wilayah padat rumah penduduk dengan kondisi perumahan

permanen dan semi permanen. Fasilitas, sarana dan pasarana sanitasi belum

cukup memadai dikarenakan terbatasnya lahan, ketinggian tanah dan sosial

ekonomi masyarakat. Selain itu, perilaku dan patisipasi masyarakat untuk

memelihara akses sanitasi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena lokasi yang

kurang memadai tersebut, Kelurahan Tegal Panggung termasuk salah satu

kelurahan di Kota Yogyakarta yang miskin.

Gambar 4.3

Kelurahan Tegal Panggung


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

Kelurahan Tegal Panggung terdiri atas 16 RW, 66 RT dan terbagi

dalam 5 kampung, yaitu Kampung Tegal Panggung, Tukangan, Ledok

Tukangan, Tegal Kemuning, dan Kampung Juminahan. Luas wilayah

kelurahan ini kurang lebih 35 Ha, dengan topografi dataran rendah dengan

ketinggian rata-rata 114 m di atas permukaan laut. Secara geografis Kelurahan

Tegal Panggung terletak di Pusat Kota Yogyakarta dengan identifikasi sebagai

berikut; Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 0,3 Km. Jarak dari

Ibukota Propinsi/Kota Yogyakarta : 2,3 Km dan jarak dari ibukota negara

adalah 565 Km. Adapun batas-batas administrasi Kelurahan Tegal Panggung

adalah sebagai berikut; sebelah Utara berbatasan dengan : Kelurahan

Kotabaru, sebelah Timur berbatasan dengan : Kelurahan Bausasran, sebelah

Selatan berbatasan dengan : Kelurahan Purwokinanti dan sebelah Barat

berbatasan dengan : Kelurahan Suryatmajan.

B. Kependudukan Kelurahan Tegal Panggung

1. Kondisi Umum Kependudukan

Jumlah penduduk di Kelurahan Tegal Panggung adalah sebagai

berikut, pada Tahun 2007 jumlah penduduk ada 11.846 jiwa yang terdiri

dari 6.274 jiwa adalah laki-laki dan 5.572 jiwa adalah perempuan. Tahun

2008 jumlah penduduk ada 12.615 jiwa dengan 6.645 jiwa adalah laki-laki

dan 5.970 jiwa adalah perempuan. Dan pada Tahun 2009, jumlah

penduduk di Kelurahan Tegal Panggung ada 10.177 jiwa terdiri dari 5.170

jiwa laki-laki dan 5.007 jiwa perempuan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Gambar 4.4

Jumlah Penduduk Kelurahan Tegal Panggung

Sumber : (Profil Pusk. DN I Tahun 2007 dan Data Monografi Desa

& Kel. Tgl Panggung Tahun 2008, 2009)

Berdasarkan gambar chart di atas, pertumbuhan penduduk di

Kelurahan Tegal Panggung dari Tahun 2007 ke Tahun 2008 mengalami

kenaikan jumlah penduduk sebesar 6,49% dan dari Tahun 2008 ke Tahun

2009 mengalami penurunan jumlah penduduk sebesar 23,96%.

Dengan luas wilayah 35 Ha, maka kepadatan penduduk pada

Tahun 2007 adalah ± 338 jiwa/Ha, pada Tahun 2008 kepadatan penduduk

menjadi ± 360 jiwa/Ha, dan Tahun 2009 kepadatan penduduk mencapai ±

290 jiwa/Ha

Dan berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK), pada Tahun 2007

Kelurahan Tegal Panggung dihuni oleh 3.029 KK, Tahun 2008 ada 3.224

KK, dan pada Tahun 2009 terdapat 2.731 KK.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

Gambar 4.5

Jumlah penduduk menurut KK

Sumber : Profil Pusk. DN I Tahun 2007 dan Data Monografi Desa

& Kel. Tgl Panggung Tahun 2008, 2009

Berdasarkan gambar chart di atas, pertumbuhan KK di Kelurahan

Tegal Panggung dari Tahun 2007 ke Tahun 2008 mengalami kenaikan

jumlah KK sebesar 6,44% dan dari Tahun 2008 ke Tahun 2009 mengalami

penurunan jumlah KK sebesar 18,05%.

Dilihat dari jumlah penduduk per tahun, maka dapat diperoleh rata-

rata jumlah anggota tiap KK. Pada Tahun 2007, dengan jumlah penduduk

11.846 jiwa dan 3.029 KK, maka tiap KK rata-rata berpenghuni ± 4 jiwa.

Tahun 2008, jumlah penduduk ada 12.615 jiwa dengan 3.224 KK, maka

tiap KK dihuni ± 4 jiwa. Dan Tahun 2009, jumlah penduduk 10.177 jiwa

dengan 2.731 KK, maka tiap KK dihuni ± 4 jiwa.

Sebagai sebuah kampung kota, Kelurahan Tegal Panggung

mempunyai mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Banyak penduduk dari


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

luar wilayah Kota Yogyakarta yang datang/ber-urbanisasi ke Kelurahan

Tegal Panggung. Seperti halnya dengan kota-kota lain, arus urbanisasi

telah menjadikan jumlah penduduk di Kelurahan Tegal Panggung

mengalami naik dan turun. Kenaikan jumlah penduduk yang terjadi pada

Tahun 2007 ke Tahun 2008 terjadi karena urbanisasi tersebut. Letak

Kelurahan Tegal Panggung yang memang berada di jantung kota

Yogyakarta dan berdekatan dengan wisata Malioboro yang banyak

dikunjungi oleh wisatawan, membuat orang-orang dari wilayah lain

berdatangan dan mencari rejeki di Kelurahan ini dengan bekerja sebagai

pedagang/wiraswasta. Dan pada Tahun 2008 ke Tahun 2009, mengalami

penurunan jumlah penduduk yang dikarenakan semakin mahalnya biaya

hidup di Kota, membuat para pendatang tersebut kembali lagi ke wilayah

asalnya. Semakin tinggi kepadatan penduduk namun kesempatan kerja

yang rendah pun menjadi alasan penurunan jumlah penduduk di Wilayah

Kelurahan Tegal Panggung.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Kelurahan Tegal Panggung

termasuk salah satu kelurahan di Kota Yogyakarta yang miskin. Pada

Tahun 2007, ada 3.549 penduduk miskin dan 1.020 KK miskin. Tahun

2008 menurun menjadi 3.040 penduduk miskin dan 873 KK miskin. Dan

pada Tahun 2009, kemiskinan di Kelurahan Tegal Panggung semakin

menurun menjadi 2.295 penduduk miskin dan 678 KK miskin.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

Gambar 4.6

Jumlah penduduk miskin dan KK miskin

Sumber : Profil Pusk. DN I Tahun 2007 dan Data Monografi Desa

& Kel. Tgl Panggung Tahun 2008, 2009

Berdasarkan gambar chart di atas, dari Tahun 2007 ke Tahun 2008

mengalami penurunan jumlah KK Miskin sebesar 16,84% dengan jumlah

penduduk miskinnya mengalami penurunan juga sebesar 17,40%. Dari

Tahun 2008 ke Tahun 2009 mengalami penurunan jumlah KK Miskin

sebesar 28,76% dengan jumlah penduduk miskinnya mengalami

penurunan sebesar 32,46%.

Bahkan pada Tahun 2008, Kelurahan Tegal Panggung ditunjuk

sebagai lokasi Pilot Project Penanggulangan Kemiskinan secara terpadu

(TKPK Tegal Panggung).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

6 Alasan Pemilihan Kelurahan Tegal Panggung sebagai Pilot

Project Program Penanggulangan Kemiskinan Kota Yogyakarta adalah

sebagai berikut :

a. Jumlah KK miskin pada Tahun 2007 ada 1.020 KK dan jumlah

penduduk miskin 3.569 orang. Angka tersebut relatif tinggi,

menempati urutan kedua se-Kota Yogyakarta setelah Kelurahan

Pringgokusuman.

b. Koordinasi antar lembaga yang ada di masyarakat cukup bagus,

sehingga diharapkan intervensi program dari berbagai lembaga dan

instansi pemerintah dapat saling sinergis dalam menjalankan

Program Penanggulangan Kemiskinan.

c. Tinginya semangat penduduk untuk menyelesaikan permasalahan

kemiskinan, yang merupakan potensi dan modal awal dalam

pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan.

d. Kondisi lingkungan geografis di pusat kota merupakan aset

ekonomi yang besar, di mana peluang masyarakat untuk

mengakses ekonomi lebih besar.

e. Status tempat tinggal masyarakat Tegal Panggung berada di

pinggir Sungai Code dan di pinggir rel kereta api. Hal ini

merupakan salah satu ciri kemiskinan di Kota Yogyakarta.

f. Sebagai lokasi pembinaan program Peningkatan Peranan Wanita

menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

2. Kemasyarakatan
Dalam suatu wilayah, ada Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Posyandu ini bertujuan untuk memonitor pertumbuhan dan kesehatan

bayi/balita. Namun selain Posyandu Bayi/Balita, ada juga Posyandu Usia

Lanjut. Posyandu usia lanjut ini juga bertujuan untuk melihat kesehatan

para lanjut usia di wilayah Kelurahan Tegal Panggung. Ada 18 Posyandu

Bayi/Balita dan 16 Posyandu Usia Lanjut di Kelurahan Tegal Panggung.

Selama ini, kegiatan posyandu ini berjalan dengan lancar dengan anggota

kader sebanyak 296 orang. Pelayanan Posyandu ini didukung oleh

Puskesmas yang bertugas untuk memantau pertumbuhan atau kesehatan

masyarakat. Jika ada kasus maka Puskesmas akan menindak-lanjuti.

Kelurahan Tegal Panggung, dengan luas wilayah yang kecil,

mempunyai bangunan pendidikan dari TK sampai SMK.

Tabel IV.1

Jumlah sekolah di Kelurahan Tegal Panggung

Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009


Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Bangunan Murid Bangunan Murid Bangunan Murid
TK 4 221 4 230 4 231
SD 8 1.794 8 1.792 6 1.642
SMP 1 150 1 279 1 307
tdk ada
SMK 1 1 154 1 248
data
Sumber : Profil Kelurahan Tegal Panggung Tahun 2007 dan Data

Monografi Desa & Kel. Tgl Panggung Tahun 2008, 2009


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Dengan keadaan wilayah Kelurahan Tegal Panggung yang miskin,

maka tentu saja kesehatan menjadi hal yang seharusnya sangat diperlukan,

mengingat lokasi dan kondisi yang sangat tidak nyaman dan bersih serta

kumuh. Untuk itu perlu adanya campur tangan dari pemerintah, terutama

dalam hal kesehatan. Salah satunya melalui puskesmas sebagai pusat

pelayanan kesehatan strata pertama. Puskesmas Danurejan I adalah

puskesmas dengan wilayah kerja Kelurahan Tegal Panggung walaupun

letak/ lokasi bangunannya berada di wilayah Kelurahan Bausasran.

Puskesmas Danurejan I adalah salah satu dari 18 puskesmas yang ada di

Kota Yogyakarta yang mempunyai wilayah kecil karena hanya ada satu

kelurahan, yaitu Kelurahan Tegal Panggung.

C. Visi dan Misi Puskesmas Danurejan I

Dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, Puskesmas Danurejan I

mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

1. Visi : Tersedianya data dan informasi kesehatan yang akurat menuju

Kecamatan Sehat 2010.

2. Misi : Pembangunan berwawasan sehat

a. Mendorong masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat

(PHBS).

b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang merata dan

terjangkau.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

c. Mendorong masyarakat memelihara kesehatan induvidu, keluarga

dan lingkungannya, sehingga memiliki derajat kesehatan yang

tinggi.

3. Strategi:

a. Mengembangkan kemitraan dan pendekatan wilayah.

b. Mengembangkan Kemandirian Puskesmas.

c. Meningkatkan profesionalisme petugas.

D. Keadaan ketenagaan di Puskesmas Danurejan I :

Dalam mendukung pelayanan di Puskesmas Danurejan I, maka

dibutuhkan tenaga/karyawan yang terdiri dari tenaga medis, tenaga paramedis,

dan tenaga non paramedis.

Gambar 4.7

Ketenagaan Puskesmas Danurejan I

Sumber : Profil Puskesmas Danurejan I Tahun 2007, 2008


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

Sesuai dengan ketentuan pemerintah, maka pelayanan Puskesmas

Danurejan I adalah sebagai berikut :

HARI JAM PENDAFTARAN JAM PELAYANAN

Senin-Kamis 07.30 - 12.00 07.30 - 14.30

Jumat 07.30 - 10.00 07.30 - 11.30

Sabtu 07.30 - 11.00 07.30 - 13.00

JADWAL PELAYANAN DI PUSKESMAS DANUREJAN I

Senin : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Ibu Hamil

Selasa : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium

Rabu : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium

Penimbangan Balita

Kamis : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Keluarga Berencana

Pemeriksaan Pos Wilayah di Ledok Tukangan

Jumat : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

Pemeriksaan Pos Wilayah di RW IV, V, VI (Jumat Minggu ke-2)

Sabtu : Pemeriksaan Balai Pengobatan Umum dan Gigi

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Pos Wilayah di Juminahan

Adapun pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing program, baik di

dalam gedung maupun di luar gedung Puskesmas adalah sebagai berikut :

1. BPU ( Balai Pengobatan Umum )

a. Pemeriksaan pasien tiap hari kerja

b. Rujukan apabila ada kasus yang perlu dirujuk

c. Kegiatan Poswil :

- Ledok Tukangan, tiap Hari Kamis

- Juminahan, tiap Hari Sabtu

- Tukangan (RW IV, V, VI), tiap Hari Jumat minggu ke-2

d. Posyandu (18 Pos)

2. B P G ( Balai Pengobatan Gigi )

a. Pemeriksaan pasien tiap hari kerja

b. Rujukan apabila ada kasus yang perlu dirujuk

c. Pemeriksaan murid anak sekolah

d. Pelatihan kader UKGMD

3. KIA & KB

a. Pelayanan terhadap pasien KB dan KIA, sesuai dengan jadwal

yang telah ditentukan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

b. Pembinaan terhadap murid TK, kader, dukun bayi, posyandu,

lansia, WUS, PUS, remaja, dll

c. PWS KIA / KPKIA (Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak)

d. DDTKA dan DDTKB (Deteksi dini tumbuh kembang anak, bayi,

balita, dan anak pra sekolah)

4. G I Z I

a. Penimbangan balita

b. Penyuluhan di Posyandu

c. Droping barang UPGK

d. Pemberian Vit A dan Fe

e. Pencegahan defisiensi Yodium

f. Monitoring status gizi

g. Pertemuan kader gizi kelurahan per bulan

h. Refreshing kader

i. PWS PG

j. Pembinaan karang gizi/toga

k. Evaluasi Posyandu tiap 3 bulan sekali

5. P 2 M

a. Imunisasi

Meliputi penyuluhan, pencarian drop out, pengambilan vaksin,

pemberian imunisasi di Puskesmas.

b. Diare : Pencarian kasus, pengobatan pasien, penyuluhan.

c. Kusta : Penyuluhan, case survey, school survey.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

d. ISPA : Penemuan dan pengobatan penderita, penyuluhan.

e. T B : Penyuluhan dan penemuan serta pengobatan penderita dan

administrasi.

f. Demam Berdarah : PJB 3 bulan sekali, penyuluhan PSN, pelacakan

penderita, abatisasi selektif, fogging.

g. Malaria : Pencarian dan penemuan pengobatan penderita.

6. P K M

Mading, penyuluhan, pertemuan PKMD Kelurahan, Kecamatan,

pembinaan dana sehat, pembinaan SBH, pengelolaan perpustakaan,

inventarisasi barang medis & non medis.

7. H S ( Hygiene Sanitasi )

Pengambilan sampel air, penyuluhan dan pembinaan kesling,

pendataan dan pembinaan perumahan, jaga, spal, TTU, TP3, TP2M,

pembinaan kesehatan kerja, inspeksi sanitarian air bersih.

8. P H N

Kunjungan rumah bagi kelompok resti, keluarga rawan, lanjut usia,

pembinaan usila.

9. U K S

Pendataan murid, bimbingan / penyuluhan, skrening UKS, penataran

dokter kecil, pertemuan TP UKS/3 bulan sekali.

10. Laboratorium

Pemeriksaan sederhana urine, darah, faeces, rujukan bila perlu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

11. KESWA

Pengobatan penderita lepas rawat RS, rawat jalan penderita jiwa,

penerimaan penderita baru, penyuluhan, pertemuan dan rujukan ke

RSJ.

12. R / R ( Pencatatan dan Pelaporan )

a. Melaksanakan R/R harian pasien maupun non pasien Puskesmas

b. Laporan Mingguan :

1) W2PU

2) P2ISPA

c. Laporan Bulanan :

1) SP2TP (LB1,LB3,LB4)

2) KIA : PWS (Pemantauan Wilayah Setempat)

3) KB : Laporan bulanan KB

4) Gizi : Laporan Gizi Buruk

5) BP Gigi : Laporan Kunjungan Gigi

6) P2M : Diare, Imunisasi, STP (Surveilan Terpadu Penyakit)

7) Obat : LPLPO

8) Laporan kunjungan ASKIN

9) Laporan Kunjungan ASKES

10) Laporan Imunisasi

11) Laporan TB

12) Laporan Keuangan :

• Laporan Pendapatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

• Laporan Pengeluaran

• Laporan ASKES

• Laporan JPKMM

13) HS

d. Laporan Tri Bulan :

KIA : Laporan Tri Bulanan, PWS

e. Laporan Semester : Laporan Kunjungan UKGS dan UKS

f. Laporan Tahunan :

1) Obat : Rencana usulan obat

2) SP2TP :

• Profil

• POA

• LOKMIN

• Laporan data vital tahunan

3) Keuangan :

• Perencanaan rencana kerja 67, 5% umum

• Perencanaan rencana kerja 75% ASKES

• Perencanaan rencana kerja ASKIN

4) PKM : Laporan PHBS

5) Laporan Inventarisasi Barang Medis dan Non Medis

g. Laporan Lima Tahunan : Microplaning


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

67

E. Kinerja Pembangunan Kesehatan

Di dalam kegiatan-kegiatan multi sektor yang dilaksanakan di

Puskesmas Danurejan I dalam rangka mencapai Kecamatan Sehat, telah

memberikan kegiatan penyuluhan maupun pelaksanaan PSN (Pemberantasan

sarang nyamuk) bersama-sama aparat terkait (Kecamatan, Kelurahan,

RT/RW) setempat, dan juga penyuluhan TTU (Tempat-Tempat Umum).

Di dalam penyuluhan maupun pembinaan Keluarga Berencana (KB)

yang bekerja sama dengan PLKB dari Kecamatan telah melaksanakan dengan

sasaran Pasangan Usia Subur (PUS). Di sekolah-sekolah mengadakan

pembinaan pentingnya kesehatan dan kebersihan, juga kegiatan pemeriksaan

UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk tingkat SD sedangkan untuk

tingkat remaja pembinaan Napza.

Tabel IV.2

KEGIATAN LINTAS SEKTORAL

No Kegiatan Frekuensi Lintas Sektor Terkait Topik


6x Kader/masyarakat AMP
6x Kader/masyarakat PWS
6x Kecamatan Pemb.KPKIA

3x P&K, murid SMP/SMA Reproduksi Remaja


1 KIA
Pelatihan kader posyandu
1x Kader
materi buku KIA
Masyarakat, lansia, dan Pembentukan paguyuban
1x
kelurahan lansia tingkat kelurahan
DDTKA/DDTKB dan
1x Kader posyandu dan TK
APRAS
2 UKGS 2x Murid TK & SD Kebersihan Gigi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

68

Lanjutan Tabel IV.2


No Kegiatan Frekuensi Lintas Sektor Terkait Topik
3x Gizi
2x AIDS
2x Napza
3 UKS Murid TK, SD, SMP, SMA
2x Kesehatan reproduksi
2x PHBS
2x Penyakit menular
4 KB 1x Kecamatan,kader,Masyarakat Pap smear
5 Gizi 1x Masyarakat Lansia
Sumber : Profil Puskesmas Danurejan I Tahun 2007, 2008
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Pengelolaan Anggaran Puskesmas

Dalam menghitung anggaran puskesmas, menggunakan 3 cara teknik

pengukuran Value For Money, yaitu :

1. Tingkat Ekonomi :

Realisasi Pengeluaran
X 100%
Anggaran Pengeluaran

Kriteria Ekonomi adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti ekonomis.

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti ekonomis

berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti tidak

ekonomis.

Perhitungan :

a. Tahun 2007

47.630.725
x 100 % = 76,17 %
62.530.040

x <100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2007 adalah Ekonomis.

69
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

70

b. Tahun 2008

70.861.185
x 100 % = 92,46 %
76.640.200

x <100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2008 adalah Ekonomis.

c. Tahun 2009

98.571.027
x 100 % = 104,70 %
94.149.095

x >100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2009 adalah Tidak Ekonomis.

2. Tingkat Efisiensi :

Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan


X 100%
Realisasi pendapatan

Kriteria Efisiensi adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti efisien.

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti efisiensi

berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti tidak efisien.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

71

Perhitungan :

a. Tahun 2007

162.376.271
x 100 % = 213,51 %
76.050.009

x >100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2007 adalah Tidak Efisien.

b. Tahun 2008

178.436.454
x 100 % = 131,90 %
135.277.175

x >100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2008 adalah Tidak Efisien.

c. Tahun 2009

195.783.851
x 100 % = 126,24 %
155.082.275

x >100%, maka pengelolaan pengeluaran anggaran puskesmas pada

Tahun 2009 adalah Tidak Efisien.

3. Tingkat Efektivitas :

Realisasi Pendapatan
X 100%
Anggaran Pendapatan

Kriteria Efektivitas adalah :

• Jika diperoleh nilai kurang dari 100% (x <100%) berarti tidak

efektif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

• Jika diperoleh nilai sama dari 100% (x =100%) berarti efektivitas

berimbang.

• Jika diperoleh nilai lebih dari 100% (x >100%) berarti efektif.

Perhitungan :

a. Tahun 2007

76.050.009
x 100 % = 85,55%
88.890.450

x <100%, maka pengelolaan pendapatan anggaran puskesmas pada

Tahun 2007 adalah Tidak Efektif.

b. Tahun 2008

135.277.175
x 100 % = 118,90 %
113.770.000

x >100%, maka pengelolaan pendapatan anggaran puskesmas pada

Tahun 2008 adalah Efektif.

c. Tahun 2009

155.082.275
x 100 % = 104,70%
108.062.675

x >100%, maka pengelolaan pendapatan anggaran puskesmas pada

Tahun 2009 adalah Efektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

B. Subsidi Pemerintah

Dalam pelayanannya, puskesmas sebagai organisasi publik

mendapat subsidi dari pemerintah. Dalam penelitian ini, subsidi yang

dipakai adalah persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan,

persediaan alat dan bahan gigi, dan persediaan alat dan bahan laboratorium.

1. Uji Prasyarat

Analisis dilakukan dengan menggunakan 3 analisis prasyarat agar

dapat diperoleh analisis yang terbaik. Prasyarat yang digunakan adalah :

a. Normalitas

Tabel V.1 Uji Normalitas


pasien stokobt altkes altgigi allab
N 36 36 36 36 36
Normal Parameters a,b Mean 2062.5278 130614.9 697.5000 207.7708 1653.1831
Std. Deviation 192.33460 32568.74 148.66501 88.48546 556.85981
Most Extreme Absolute .099 .183 .134 .192 .092
Differences Positive .099 .163 .134 .192 .056
Negative -.085 -.183 -.089 -.120 -.092
Kolmogorov-Smirnov Z .591 1.096 .804 1.152 .550
Asymp. Sig. (2-tailed) .875 .181 .538 .141 .923
Sumber : Data primer diolah, 2010.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data variabel penelitian

berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan

teknik analisis Kolmogorov-Smirnov dan untuk perhitungannya

menggunakan program SPSS 13 for windows.

Kriteria dikatakan normal jika nilai asymp. sig > 0.10

tidak normal jika nilai asymp. sig < 0.10

Berdasarkan data di atas, maka uji normalitas ini adalah NORMAL.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

b. Multikolinearitas

Tabel V.2 Uji Multikolinearitas


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 2312.176 223.694 10.336 .000
stokobt -.001 .001 -.106 -.642 .525 .906 1.104
altkes .253 .223 .195 1.135 .265 .835 1.198
altgigi -.999 .365 -.460 -2.735 .010 .875 1.143
allab -.083 .058 -.239 -1.419 .166 .870 1.149
Sumber : Data primer diolah, 2010.

Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada

korelasi antar variabel bebas (independen).

Untuk pengujian ini digunakan fasilitas uji Variance Inflation Factor

(VIF) dan Tolerance yang terdapat dalam program SPSS versi 13.0.

Kriteria tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai VIF nya kurang

dari 10 dan nilai Tolerance nya lebih besar dari 0.1.

Berdasarkan data di atas, maka uji multikolinearitas ini adalah

TIDAK TERJADI MULTIKOLINEARITAS.

c. Heteroskedastisitas

Tabel V.3 Uji Heretoskedastisitas


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 129.674 130.457 .994 .328
stokobt -.001 .001 -.197 -1.114 .274
altkes .190 .130 .270 1.466 .153
altgigi -.073 .213 -.062 -.342 .735
allab -.021 .034 -.111 -.615 .543
Sumber : Data primer diolah, 2010.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

Pengujian heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan varience dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik

adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.

Kriteria dikatakan terjadi heteroskedastisitas jika nilai sig < 0.10

Tidak terjadi heteroskedastisitas jika nilai sig > 0.10

Berdasarkan data di atas, maka uji heteroskedastisitas ini adalah

baik, karena TIDAK TERJADI HETEROSKEDASTISITAS.

2. Analisis Regresi Linear Berganda

Setelah melewati uji prasyarat, maka analisis regresi yang

diperoleh adalah :

Tabel V. 4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Variabel B t-hitung Sig. Kesimpulan


stokobt -0.001 -0.642 0.525 Tidak Signifikan
altkes 0.253 1.135 0.265 Tidak Signifikan
altgigi -0.999 -2.735 0.010 Signifikan
allab -0.083 -1.419 0.166 Signifikan
Konstanta = 2312.176
R2 = 0,234 Adjusted R square = 0.135
F hitung = 2.363
Sig. = 0,075
Sumber: Data primer diolah, 2010

Dari hasil analisis regresi linier berganda tersebut diketahui

persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = 2312,176-0,001X1+0,253X2-0,999X3-0,083X4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

76

a. Uji t (secara parsial)

Uji t ini merupakan pengujian untuk menunjukkan

pengaruh secara individu variabel bebas yang ada didalam model

terhadap variabel terikat. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui

seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas menjelaskan variasi

variabel terikat. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,10

(p<0,10), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara

parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Penjelasan hasil uji t untuk masing-masing variabel bebas

adalah :

Jika t-hitung >t-tabel, maka Tolak H0, H1 diterima (Signifikan)

Jika t-hitung< t-tabel, makaTerima H0, H1 ditolak (Tidak Signifikan)

Degree of Freedom adalah n-1, yaitu 36-1=35.

t-tabel dengan probabilitas 10% (0,10) adalah 1,306

1) Persediaan Obat (Stokobt)

Hasil statistik uji t untuk variabel persediaan obat diperoleh

nilai t-hitung sebesar -0,642 lebih kecil dari t-tabel 1,306. Oleh

karena nilai t-hitung lebih kecil, maka tidak terdapat pengaruh

persediaan obat terhadap jumlah pasien.

2) Persediaan alat dan bahan kesehatan (altkes)

Hasil statistik uji t untuk variabel persediaan obat diperoleh

nilai t-hitung sebesar 1,135 lebih kecil dari t-tabel 1,306. Oleh

karena nilai t-hitung lebih kecil, maka tidak terdapat pengaruh


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

persediaan alat dan bahan kesehatan terhadap jumlah pasien.

3) Persediaan alat dan bahan gigi (altgigi)

Hasil statistik uji t untuk variabel persediaan obat diperoleh

nilai t-hitung sebesar -2,735 lebih besar dari t-tabel 1,306. Oleh

karena nilai t-hitung lebih besar, maka terdapat pengaruh

persediaan alat dan bahan gigi terhadap jumlah pasien.

4) Persediaan alat dan bahan laboratorium (allab)

Hasil statistik uji t untuk variabel persediaan obat diperoleh

nilai t-hitung sebesar -1,419 lebih besar dari t-tabel 1,306. Oleh

karena nilai t-hitung lebih besar, maka terdapat pengaruh

persediaan alat dan bahan laboratorium terhadap jumlah pasien.

b. Uji F

Uji F (uji Fisher) digunakan untuk menguji signifikansi

model regresi. Tujuan dari uji F ini adalah untuk membuktikan

secara statistik bahwa keseluruhan koefisien regresi yang digunakan

dalam analisis ini signifikan. Apabila nilai signifikansi F lebih kecil

dari 0,10 (p<0,10) maka model regresi signifikan secara statistik.

Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 2,363 dengan

signifikansi sebesar 0,075. Ternyata nilai signifikansi tersebut lebih

kecil dari 0,10 (p<0,10), hal ini berarti bahwa model regresi dengan

variabel bebas variabel persediaan obat, persediaan alat dan bahan

kesehatan, persediaan alat dan bahan gigi, dan persediaan alat dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

78

bahan laboratorium berpengaruh signifikan secara statistik

terhadap jumlah pasien.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk

mengukur besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap

variabel terikat. Besarnya koefisien determinasi berkisar antara

angka 0 sampai dengan 1, semakin mendekati nol besarnya koefisien

determinansi suatu persamaan regresi, maka semakin kecil pengaruh

semua variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya

semakin besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka

semakin besar pula pengaruh semua variabel independen terhadap

variabel dependen.

Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar

0,234. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pasien dipengaruhi oleh

persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat

dan bahan gigi, dan persediaan alat dan bahan laboratorium sebesar

23,4%, sedangkan sisanya sebesar 76,6% dipengaruhi oleh faktor

lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

79

C. Pembahasan

1. Pengelolaan Anggaran Puskesmas

a. Tingkat Ekonomi

Tabel V.5 Tingkat Ekonomi Pengelolaan Anggaran

TINGKAT EKONOMI
Tahun 2007 76,17% Ekonomis
Tahun 2008 92,46% Ekonomis
Tahun 2009 104,70% Tidak Ekonomis
Sumber : Data primer diolah, 2010

Pada Tahun 2007, tingkat ekonomi di Puskesmas Danurejan I

adalah Ekonomis (76,17%), yang berarti Puskesmas Danurejan I

dapat meminimalisir input resources yang digunakan (menghindari

pengeluaran yang boros dan tidak produktif).

Tahun 2008, tingkat ekonomi di Puskesmas Danurejan I adalah

Ekonomis (92,46%), yang berarti Puskesmas Danurejan I dapat

meminimalisir input resources yang digunakan (menghindari

pengeluaran yang boros dan tidak produktif).

Tahun 2009, tingkat ekonomi di Puskesmas Danurejan I adalah

Tidak Ekonomis (104,70%), yang berarti Puskesmas Danurejan I

tidak dapat meminimalisir input resources yang digunakan

(pengeluaran yang boros dan tidak produktif).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

b. Tingkat Efisiensi

Tabel V.6 Tingkat Efisiensi Pengelolaan Anggaran

TINGKAT EFISIENSI
Tahun 2007 213,51% Tidak Efisien
Tahun 2008 131,90% Tidak Efisien
Tahun 2009 126,24% Tidak Efisien
Sumber : Data primer diolah, 2010

Pada Tahun 2007, tingkat efisiensi di Puskesmas Danurejan I

adalah Tidak Efisien (213,51%), yang berarti Puskesmas Danurejan I

tidak dapat menggunakan input yang terendah untuk mencapai

output tertentu. Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan,

dalam hal ini adalah subsidi dari pemerintah untuk puskesmas, tidak

sesuai atau lebih besar dari realisasi pendapatan puskesmas.

Tahun 2008, tingkat efisiensi di Puskesmas Danurejan I adalah

Tidak Efisien (131,90%), yang berarti Puskesmas Danurejan I tidak

dapat menggunakan input yang terendah untuk mencapai output

tertentu. Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan, dalam hal

ini adalah subsidi dari pemerintah untuk puskesmas, tidak sesuai atau

lebih besar dari realisasi pendapatan puskesmas.

Tahun 2009, tingkat efisiensi di Puskesmas Danurejan I adalah

Tidak Efisien (126,24%), yang berarti Puskesmas Danurejan I tidak

dapat menggunakan input yang terendah untuk mencapai output

tertentu. Realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan, dalam hal


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

81

ini adalah subsidi dari pemerintah untuk puskesmas, tidak sesuai atau

lebih besar dari realisasi pendapatan puskesmas.

c. Tingkat Efektivitas

Tabel V.7 Tingkat Efektivitas Pengelolaan Anggaran

TINGKAT EFEKTIVITAS
Tahun 2007 85,55% Tidak Efektif
Tahun 2008 118,90% Efektif
Tahun 2009 104,70% Efektif
Sumber : Data primer diolah, 2010

Pada Tahun 2007, tingkat efektivitas di Puskesmas Danurejan I

adalah Tidak Efektif (85,55%), yang berarti tingkat pencapaian hasil

lebih kecil dari target yang ditetapkan atau realisasi anggaran puskesmas

hasilnya lebih kecil/sedikit dari target anggaran puskesmas.

Tahun 2008 (118,90%), tingkat efektivitas di Puskesmas

Danurejan I adalah Efektif, yang berarti tingkat pencapaian hasil lebih

besar dari target yang ditetapkan atau realisasi anggaran puskesmas

hasilnya lebih besar/banyak dari target anggaran puskesmas.

Tahun 2009, tingkat efektivitas di Puskesmas Danurejan I adalah

Efektif (104,70%), yang berarti tingkat pencapaian hasil lebih besar dari

target yang ditetapkan atau realisasi anggaran puskesmas hasilnya lebih

besar/banyak dari target anggaran puskesmas.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

82

2. Subsidi Pemerintah

Dari analisis yang telah dilakukan, dalam penelitian ini terlihat

bahwa variabel persediaan obat tidak berpengaruh signifikan dan negatif

terhadap jumlah pasien, atau tidak mendukung dalam jumlah pasien. Hal

ini berarti bahwa persediaan obat yang terdapat di Puskesmas Danurejan

I tidak mempengaruhi jumlah pasien untuk berkunjung atau berobat ke

Puskesmas Danurejan I.

Variabel persediaan alat dan bahan kesehatan tidak berpengaruh

signifikan terhadap jumlah pasien. Hal ini berarti bahwa persediaan alat

dan bahan kesehatan yang terdapat di Puskesmas Danurejan I tidak

mempengaruhi jumlah pasien untuk berkunjung atau berobat ke

Puskesmas Danurejan I.

Variabel persediaan alat dan bahan gigi berpengaruh signifikan

terhadap jumlah pasien. Hal ini berarti bahwa persediaan alat dan bahan

gigi yang terdapat di Puskesmas Danurejan I dapat mempengaruhi

jumlah pasien untuk berkunjung atau berobat ke Puskesmas Danurejan I.

Variabel persediaan alat dan bahan laboratorium berpengaruh

signifikan terhadap jumlah pasien. Hal ini berarti bahwa persediaan alat

dan bahan laboratorium yang terdapat di Puskesmas Danurejan I dapat

mempengaruhi jumlah pasien untuk berkunjung atau berobat ke

Puskesmas Danurejan I.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI

KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan dalam bab

sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Berdasarkan Analisis Deskriptif :

Tingkat ekonomi Puskesmas Danurejan I sudah dapat dikatakan

bagus karena Tahun 2007 dan 2008 adalah Ekonomis, hanya Tahun

2009 yang Tidak Ekonomis. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

a. Jumlah karyawan Puskesmas Danurejan I pada Tahun 2009

meningkat. Pada Tahun 2007 dan Tahun 2008 Puskesmas Danurejan

I berjumlah 24 karyawan, dan pada Tahun 2009 menjadi 29

karyawan. Peningkatan jumlah karyawan ini berpengaruh pada jasa

pelayanan atau insentif yang dibagikan dan belanja makan minum

harian pegawai.

b. Tidak adanya tenaga cleaning service yang disediakan oleh Dinas

Kesehatan Kota sehingga Puskesmas menganggarkan sendiri.

c. Semakin banyaknya kebutuhan untuk operasional Puskesmas

Danurejan I seperti fotokopi, pembelian printer, pembelian alat-alat

medis dan ATK yang tidak disubsidi oleh pemerintah, dan lain-lain.

Tingkat efisiensi Puskesmas Danurejan I tidak bagus karena dari

Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2009 adalah Tidak Efisien. Hal ini

83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

disebabkan karena realisasi biaya untuk memperoleh pendapatan, dalam

hal ini adalah subsidi dari pemerintah untuk puskesmas (dalam bentuk

barang tetapi oleh peneliti telah diolah menjadi rupiah), tidak sesuai

dengan permintaan/kebutuhan dari puskesmas.

Tingkat efektivitas Puskesmas Danurejan I pada Tahun 2007 tidak

efektif, dan Tahun 2008 dengan Tahun 2009 berturut-turut menjadi

efektif. Hal ini disebabkan karena masyarakat Tegal Panggung (Wilayah

binaan Puskesmas Danurejan I) dan masyarakat sekitar sudah memiliki

kesadaran akan pentingnya kesehatan, sehingga masyarakat yang sakit

akan segera berkunjung ke Puskesmas Danurejan I. Dan bagi masyarakat

miskin yang banyak terdapat di sekitar Wilayah Kelurahan Tegal

Panggung yang sebelumnya tidak dapat berobat karena masalah biaya

juga dapat berobat karena ada program kesehatan gratis dari Pemerintah

Pusat melalui program Jamkesmas dan Jamkessos, dan dari Pemerintah

Daerah berupa KMS dan Jamkesda.

2. Berdasarkan Analisis Regresi :

Subsidi pemerintah dalam penelitian ini dinyatakan dalam bentuk

persediaan obat, persediaan alat dan bahan kesehatan, persediaan alat

dan bahan gigi, dan persediaan alat dan bahan laboratorium. Berdasarkan

analisis yang telah dilakukan, persediaan alat dan bahan gigi serta

persediaan alat dan bahan laboratorium berpengaruh secara signifikan,

sedangkan persediaan obat dan persedian alat dan bahan kesehatan tidak

berpengaruh signifikan. Jika dilihat secara keseluruhan dari empat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

persediaan yang disubsidi oleh pemerintah itu, 23,4% mempengaruhi

jumlah pasien untuk berkunjung atau berobat ke Puskesmas Danurejan I,

sedangkan sisanya sebesar 76,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak

diteliti dalam penelitian ini. Jadi, subsidi merupakan bagian kecil bagi

masyarakat untuk berkunjung atau berobat ke Puskesmas Danurejan I.

Faktor-faktor lainnya mungkin disebabkan oleh motivasi kepada pasien,

semangat karyawan, sikap pelayanan, dan lain-lain. Intinya, faktor

penentu dari keberhasilan puskesmas tidak ditentukan oleh subsidi yang

diberikan oleh pemerintah.

3. Dari hasil analisis deskriptif dan analisis regresi tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa :

a. Secara keseluruhan pengelolaan anggaran dan kinerja Puskesmas

Danurejan I adalah baik. Puskesmas Danurejan I dapat mengelola

anggaran secara mandiri, dan subsidi dari pemerintah yang

mengakibatkan Puskesmas Danurejan I berada dalam kondisi yang

tidak efisien dan hanya 23,4% yang mempengaruhi pasien untuk

berobat ke puskesmas, dapat menghambat pengelolaan anggaran dan

kinerja puskesmas dalam mencapai tujuan-tujuan puskesmas.

b. Puskesmas Danurejan I tidak mampu mengoptimalkan pelayanan,

dengan alasan subsidi tidak sesuai dengan keadaan masyarakat lokal,

yang meliputi kondisi lingkungan geografis dan perilaku hidup

bersih/sehat masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Danurejan I.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

B. Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian, maka

dapat diusulkan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi pemerintah, subsidi yang diberikan kepada puskesmas disesuaikan

dengan permintaan dan kebutuhan puskesmas serta kebutuhan

masyarakat lokal. Apabila subsidi yang diberikan tidak sesuai dengan

permintaan, maka subsidi tersebut tidak akan bermanfaat atau tidak

akan digunakan. Contoh, persediaan obat diperbanyak sesuai dengan

banyaknya jumlah penyakit yang diderita masyarakat atau pasien di

wilayah tersebut.

2. Bagi Puskesmas Danurejan I, memberikan penyuluhan kepada

masyarakat agar kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang

kesehatan meningkat, yang nantinya akan berimbas dengan semakin

banyaknya masyarakat yang berobat ke Puskesmas Danurejan I

sehingga dapat meningkatkan efektivitas puskesmas (dalam bentuk

realisasi pendapatan) dan mencapai tujuan masyarakat yang sehat.

3. Bagi dokter-dokter di Puskesmas Danurejan I, memberikan alternatif

obat lain apabila obat yang dibutuhkan telah habis dengan obat yang

memiliki kesamaan jenis, agar persediaan obat yang diberikan

pemerintah dapat dimaksimalkan dan dimanfaatkan dengan sebaik

mungkin.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

87

4. Dan bagi Puskesmas Danurejan I, untuk mengatur manajemen

puskesmas, baik itu karyawan ataupun pasien yang ingin berobat wajib

mengikuti prosedur pendaftaran yang berlaku.

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini mungkin masih banyak kekurangan yang

harus dibenahi. Kekurangan ini disebabkan oleh adanya beberapa hal,

yaitu :

1. Keterbatasan pengalaman, kemampuan, tenaga, dan waktu yang dimiliki

penulis sehingga tidak bisa melakukan penelitian secara maksimal yang

mungkin kurang bisa mencerminkan keadaan yang sesungguhnya pada

Puskesmas Danurejan I.

2. Terbatasnya data yang digunakan dalam penelitian yang mungkin masih

bisa lebih banyak lagi yang dapat dipergunakan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSKTAKA

Tangkilis, Hessel N.S. 2005. Manajemen Publik. Jakarta : PT. Gramedia

Widiasarana Indonesia.

Mardiasmo, 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Moh. Mahsun, Firma Sulistiyani, and H. Andre P. 2006. Akuntansi Sektor

Publik. Yogyakarta : BPFE.

Mahsun, Moh. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta : BPFE.

Agustino, Leo. 2006. Politik dan Kebijakan Publik. Bandung : Penerbit AIPI.

Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004. 2004. Kebijakan Dasar Puskesmas.

Jakarta.

Anonim. 2008. Profil Kelurahan Tegal Panggung Tahun 2007. Yogyakarta:

Kelurahan Tegal Panggung.

Anonim. 2009. Data Monografi Desa dan Kelurahan Tegal Panggung Tahun

2008. Yogyakarta: Kelurahan Tegal Panggung.

Anonim. 2010. Data Monografi Desa dan Kelurahan Tegal Panggung Tahun

2009. Yogyakarta: Kelurahan Tegal Panggung.

Anonim. 2008. Profil Puskesmas Danurejan I Tahun 2007. Yogyakarta:

Puskesmas Danurejan I.

Anonim. 2009. Profil Puskesmas Danurejan I Tahun 2008. Yogyakarta:

Puskesmas Danurejan I.

Anonim. 2001. Paradigma Baru Puskesmas. Jakarta : Depkes dan Kesos RI.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Anonim. 2006. Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas. Jakarta : Direktorat

Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Depatemen Kesehatan RI.

Suryo, Djoko. 2004. Penduduk dan Perkembangan Kota Yogyakarta1900-1990.

Surabaya: The 1st International Conference on Urban History Surabaya,

August 23rd-25th 2004.

Titien, Yoseptin. 2001. Kota Yogyakarta. Yogyakarta : Litbang Kompas.

Mardiasmo. 2002. Otonomi Daerah Sebagai Upaya Memperkokoh Basis

Perekonomian Daerah. www.ekonomirakyat.org

Aheruddin. 2008. Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Otonomi Daerah.

www.sumbawanews.com

www.jogjakota.go.id. 2010. Kondisi Geografis Kota Yogyakarta. Yogyakarta.

www.wikipedia.com. 2010. Danurejan, Yogyakarta. Yogyakarta.

www.tkpktegalpanggung.blogspot.com, 2008. Ada Apa dengan Tegal

Panggung?. Yogyakarta.

www.danurejan1.surveilans-respon.org, 2009. Peta Wilayah Kelurahan Tegal

Panggung. Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL UJI NORMALITAS

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

pasien stokobt altkes altgigi allab


N 36 36 36 36 36
Normal Parameters a,b Mean 2062.5278 130614.9 697.5000 207.7708 1653.1831
Std. Deviation 192.33460 32568.74 148.66501 88.48546 556.85981
Most Extreme Absolute .099 .183 .134 .192 .092
Differences Positive .099 .163 .134 .192 .056
Negative -.085 -.183 -.089 -.120 -.092
Kolmogorov-Smirnov Z .591 1.096 .804 1.152 .550
Asymp. Sig. (2-tailed) .875 .181 .538 .141 .923
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data variabel penelitian berdistribusi normal
atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov dan
untuk perhitungannya menggunakan program SPSS 13 for windows.

Kriteria dikatakan normal jika nilai asymp. sig > 0.10


tidak normal jika nilai asymp. sig < 0.10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL UJI MULTIKOLINIERITAS

Regression

Variables Entered/Removedb

Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 allab,
stokobt,
. Enter
altgigi,a
altkes
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: pasien

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 2312.176 223.694 10.336 .000
stokobt -.001 .001 -.106 -.642 .525 .906 1.104
altkes .253 .223 .195 1.135 .265 .835 1.198
altgigi -.999 .365 -.460 -2.735 .010 .875 1.143
allab -.083 .058 -.239 -1.419 .166 .870 1.149
a. Dependent Variable: pasien

Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antar variabel bebas
(independen).
Untuk pengujian ini digunakan fasilitas uji Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance
yang terdapat dalam program SPSS versi 13.0.
Kriteria tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai VIF nya kurang dari 10 dan nilai
Tolerance nya lebih besar dari 0.1.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL UJI HETEROSKEDASTISITAS

Regression

Variables Entered/Removedb

Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 allab,
stokobt,
. Enter
altgigi,a
altkes
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: abs_res

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 129.674 130.457 .994 .328
stokobt -.001 .001 -.197 -1.114 .274
altkes .190 .130 .270 1.466 .153
altgigi -.073 .213 -.062 -.342 .735
allab -.021 .034 -.111 -.615 .543
a. Dependent Variable: abs_res

Pengujian heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi


ketidaksamaan varience dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model
regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas

Kriteria dikatakan terjadi heteroskedastisitas jika nilai sig < 0.10


Tidak terjadi heteroskedastisitas jika nilai sig > 0.10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL UJI REGRESI

Regression

Variables Entered/Removedb

Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 allab,
stokobt,
. Enter
altgigi,a
altkes
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: pasien

Model Summary

Adjusted Std. Error of


Model R R Square R Square the Estimate
1 .483a .234 .135 178.90591
a. Predictors: (Constant), allab, stokobt, altgigi, altkes

ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 302513.9 4 75628.483 2.363 .075a
Residual 992227.0 31 32007.324
Total 1294741 35
a. Predictors: (Constant), allab, stokobt, altgigi, altkes
b. Dependent Variable: pasien

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2312.176 223.694 10.336 .000
stokobt -.001 .001 -.106 -.642 .525
altkes .253 .223 .195 1.135 .265
altgigi -.999 .365 -.460 -2.735 .010
allab -.083 .058 -.239 -1.419 .166
a. Dependent Variable: pasien
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KEBIJAKAN
PUBLIK/PEMERINTAH
TENTANG PUSKESMAS

ANGGARAN PEMERINTAH MUTU PELAYANAN HASIL PELAYANAN

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME GOALS


Kecukupan dan Kemampuan : Mutu Pelayanan : Hasil jangka panjang Pelayanan :
-Staff Mekanisme & Prosedur Terbangunnya MASYARAKAT SEHAT
-Obat -Pelayanan
-Laboratorium -Organisasional
-Gedung, dll -Tindakan medis

EFEKTIVITAS
ANGGARAN INTERNAL : Hasil segera Pelayanan : Hasil jangka menengah Pelayanan :
1. Jumlah pelayanan medis 1. Mutu hidup meningkat
RETRIBUSI
2. Jumlah kunjungan 2.Perilaku hidup bersih meningkat
Pengelolaan Anggaran (Rencana & Realisasi) 3. Jumlah penyuluhan - kebersihan lingkungan menjadi terbiasa
- Epidemi DB menurun
EKONOMIS EFISIENSI
Pengelolaan Anggaran dan Kinerja Puskesmas (Anggaran dan Hasil Capaian)

Alokasi Anggaran Kinerja Puskesmas/Hasil Capaian


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KEPALA PUSKESMAS
Drg. Dyah Librania Nugrahini

KA SUB BAG TU
Sunawi, SKM

Urusan Kepeg Urusan Umum Ur. Adm & SIK Urusan Keuangan
Mulyadi Isnadi Sugiyanta Mulyadi Sunawi, SKM

KOORDINATOR BPU KOORDINATOR BP GIGI KOORDINATOR KIA KOORDINATOR PROGRAM dan PENUNJANG
Dr. Bondan Dananjoyo Drg Aan Iswanti Dr. Yulia Ratnawati Dr. Irma Mayasari

PERAWAT 1 PERAWAT 2 PERAWAT 3 PERAWAT 4 PERAWAT 1 PERAWAT 2 BIDAN 1 BIDAN 2 GIZI SANITARIAN PKM LABORATORIUM FARMASI
Semiyati Deni Salbiyah Heru H Diah Arinie Misnawati Wenna Neli Rumartiningsih Rhena G.J. Luluk N. Wiyoto Wiyoto Suyanto Tatik R
Endang DPL
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KEPALA PUSKESMAS
Drg. Dyah Librania Nugrahini

KA SUB BAG TU
Sunawi, SKM

Urusan Kepeg Urusan Umum Ur. Adm & SIK Urusan Keuangan
Dokumentasi Administrasi Umum MR Pasien Bendahara Income
Pendataan Kearsipan Simpus Operasional Pusk
Administrasi Kebersihan Catat-Lapor Askeskin
MONEV Kerumah-tanggaan SIK & Net working
Gaji Pegawai Keamanan TUGIN TUGIN
TUGIN TUGIN

KOORDINATOR BPU KOORDINATOR BP GIGI KOORDINATOR KIA KOORDINATOR KESMAS dan PENUNJANG
Dr. Bondan Dananjoyo Drg Aan Iswanti Dr. Yulia Ratnawati Dr. Irma Mayasari

PERAWAT 1 PERAWAT 2 PERAWAT 3 PERAWAT 4 PERAWAT 1 PERAWAT 2 BIDAN 1 BIDAN 2 GIZI SANITARIAN PKM LABORATORIUM FARMASI
Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Layanan SOP Pendataan Pendataan Pendataan Layanan SOP Layanan SOP
Pencatatan Pencatatan Pencatatan Pencatatan Pencatatan Pencatatan Pencatatan Pencatatan Data Base Data Base Data Base Pencatatan Pencatatan
Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pelaporan Pemetaan Wil Pemetaan wil Pemetaan Wil Pelaporan Pelaporan
MONEV MONEV MONEV MONEV MONEV MONEV Pemetaan Pemetaan POAC POAC POAC MONEV MONEV
Pemetaan Pemetaan Pemetaan Pemetaan PHN PHN Cakupan Cakupan Cakupan Cakupan Cakupan PHN PHN
PHN PHN PHN PHN TUGIN TUGIN PHN PHN Konselor Konselor Konselor TUGIN TUGIN
TUGIN TUGIN TUGIN TUGIN MONEV MONEV Laporan Laporan Laporan
TUGIN TUGIN TUGIN TUGIN TUGIN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KEPALA PUSKESMAS
Drg. Dyah Librania Nugrahini

KA SUB BAG TU
Sunawi, SKM

Urusan Kepeg Urusan Umum Ur. Adm & SIK Urusan Keuangan
Dokumentasi Administrasi Umum MR Pasien Bendahara Income
Mulyadi Isnadi Erni DP Djoko Purwoko
Pendataan Kearsipan Simpus Operasional Pusk
Mulyadi Isnadi Mulyadi Endang DPL
Administrasi Kebersihan Catat-Lapor Askeskin
Mulyadi Danu Erni DP Misnawati
Gaji / TPP Keamanan SIK & Net working Kas Pusk
Mulyadi Djunaedi Mulyadi Tatik Retnowulan

ERNI DP MULYADI ISNADI DJUNAEDI DJOKO PURWOKO


Pembantu Bendh OP Pengelola Jaringan Penerimaan BHP Keamanan Lingk Pembantu Bendh OP
Tim Posyandu Perbaikan Sistem Com Pengelola BHP Pertamanan
Tm Poswil Tim Posyandu Distribusi BHP Tim Posyandu
Tim P3K Tm Poswil Tim Posyandu Tim Poswil
Tim P3K Tim Poswil Tim P3K
Tim P3K

KOORDINATOR BPU KOORDINATOR BP GIGI KOORDINATOR KIA KOORDINATOR PROGRAM dan PENUNJANG
Dr. Bondan Dananjoyo Drg Aan Iswanti Dr. Yulia Ratnawati Dr. Irma Mayasari

PERAWAT 1 PERAWAT 2 PERAWAT 3 PERAWAT 4 PERAWAT 1 PERAWAT 2 BIDAN 1 BIDAN 2 GIZI SANITARIAN PKM LABORATORIUM FARMASI
SEMIYATI DENI SAL HERU Hd DIAH Ar MISNAWATI WENNA N RUMARTIN Rhena G LULUK N WIYOTO WIYOTO SUYANTO TATIK R ENDANG
Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan Layanan
Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus Simpus
TB Paru PTM UKS Ispa UKGS UKS KB KB Konsultasi Konsultasi Battra LPLPO
Diare UKK JIWA Surveilans KIA KIA Usila DBD UKBM MTP
Kusta Malaria Mata (STP, W2 C1) Imunisasi Koord Survei
Haji Kelurahan

Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu Tim Posyandu
Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil Tim Poswil
Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK Tim UKK
Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K Tim P3K
Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN Tim PHN
Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS Tim UKS
Bendh Askeskin Bendh Barang Bendh Barang Kas Pusk Bendh OP
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KOTA YOGYAKARTA
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN SKPD
TAHUN 2007

SKPD : Puskesmas Danurejan I


Penggunaan Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran : dr. Fetty Fathiyah
Bendahara Penerimaan : Joko Purwoko (dalam rupiah)

Sisa
Jumlah Anggaran
Jumlah
Anggaran Yang
Jumlah PENERIMAAN Anggaran
Kode Rekening Uraian Yang Belum
Anggaran Yang
Telah Terealisasi/
Terealisasi
Disetor Pelampauan
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST SEPT OKT NOV DES Anggaran
2 02.1 02 01.4.1.2.1.1a Retribusi Pelayanan Puskesmas
A. Rawat Jalan 66.405.000 4.234.650 5.460.000 4.252.000 3.712.000 3.928.000 3.690.000 2.947.000 2.757.000 2.656.000 2.525.000 2.868.000 9.328.000 48.357.650 18.047.350
B. Rawat Inap
C. Kunjungan Rumah 28.125 12.500 21.875 9.375 12.500 56.250 (28.125)
D. Tindakan Medik
D1. Bedah 624.375 123.703 67.500 186.375 22.500 137.500 73.125 43.125 16.875 138.250 11.250 7.500 262.500 1.090.203 (465.828)
D2. Penyakit Mata
D3. Penyakit THT 136.200 118.575 146.500 112.800 45.400 45.400 56.750 118.775 56.750 45.000 219.725 965.675 (829.475)
D4. Penyakit Kulit dan Kelamin
D5. Tindakan KIA dan KB 567.375 57.750 87.750 22.875 36.375 40.500 124.500 29.625 39.000 36.375 474.750 92.625
D6. Tindakan Medik Gigi 7.635.875 624.991 1.031.000 596.625 411.500 475.125 672.375 607.750 294.375 356.375 369.000 417.125 1.471.375 7.327.616 308.259
D7. Tindakan Lain-lain 35.943 36.000 42.000 28.500 14.250 126.000 98.250 75.250 45.750 6.750 48.000 114.750 671.443 (671.443)
D8. Konsultasi 2.073.750 113.750 90.000 171.250 50.000 82.500 88.750 71.250 22.500 16.250 71.250 33.750 526.250 1.337.500 736.250
E. Tarif Penunjang Medis
E1. Pemeriksaan Laboratorium 9.972.875 920.313 1.389.625 1.128.500 965.750 851.750 1.103.625 834.000 949.375 571.125 694.500 773.625 2.745.875 12.928.063 (2.955.188)
E2. Elektromedik 37.500 7.500 25.000 22.500 10.000 15.000 7.500 20.000 107.500 (70.000)
E3. Rehabilitasi Medik
E4. Pemeriksaan Buta Warna 79.375 1.875 1.875 9.375 1.875 18.125 11.250 18.750 63.125 16.250
F. Pelayanan Non Medis
F1. Surat Keterangan 1.330.000 241.109 211.250 142.500 88.125 265.625 309.375 224.375 223.750 140.000 216.875 258.125 233.750 2.554.859 (1.224.859)
F2. Surat Rekomendasi Bid. Kshtn 12.500 12.500 9.375 34.375 (34.375)
F3. Ambulance/Mobil Jenazah 36.000 36.000 (36.000)
F4. Visum
G. Lain-lain 45.000 45.000 (45.000)
JUMLAH 88.890.450 6.420.534 8.458.750 6.712.300 5.390.500 5.859.900 6.109.000 5.004.650 4.457.000 4.176.400 3.999.750 4.490.125 14.971.100 76.050.009 12.840.441
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KOTA YOGYAKARTA
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN SKPD
TAHUN 2008

SKPD : Puskesmas Danurejan I


Penggunaan Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran : dr. Fetty Fathiyah
Bendahara Penerimaan : Joko Purwoko (dalam rupiah)

Sisa
Jumlah Jumlah Anggaran
Jumlah PENERIMAAN Anggaran Anggaran Yang Belum
Kode Rekening Uraian Yang Yang Telah Terealisasi/
Anggaran
Terealisasi Disetor Pelampauan
Anggaran
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST SEPT OKT NOV DES
2 02.1 02 01.4.1.2.1.1a Retribusi Pelayanan Puskesmas
A. Rawat Jalan 87.990.000 7.820.000 2.850.000 2.858.000 3.018.000 3.075.000 2.934.000 3.171.000 3.167.000 13.389.000 3.539.000 3.677.000 26.851.000 76.349.000 76.349.000 11.641.000
B. Rawat Inap
C. Kunjungan Rumah 9.375 9.375 9.375 28.125 12.500 9.375 9.375 87.500 87.500 (87.500)
D. Tindakan Medik
D1. Bedah 1.081.500 252.750 18.750 144.625 16.875 15.000 22.500 16.875 174.375 7.500 11.250 255.000 935.500 935.500 146.000
D2. Penyakit Mata 45.750 45.750 45.750 (45.750)
D3. Penyakit THT 971.500 94.800 17.025 147.550 22.700 17.025 146.950 17.025 242.225 705.300 705.300 266.200
D4. Penyakit Kulit dan Kelamin
D5. Tindakan KIA dan KB 261.000 43.125 99.750 60.000 50.250 63.750 293.250 84.750 1.943.625 2.638.500 2.638.500 (2.377.500)
D6. Tindakan Medik Gigi 7.929.500 1.056.250 392.750 448.750 406.125 536.625 329.375 475.250 330.500 1.877.750 558.875 455.000 4.488.750 11.356.000 11.356.000 (3.426.500)
D7. Tindakan Lain-lain 328.750 115.500 50.500 185.000 163.500 75.000 86.500 250.000 125.250 406.750 168.750 158.250 2.113.750 2.113.750 (2.113.750)
D8. Konsultasi 1.055.000 477.500 65.000 8.750 25.000 51.250 37.500 13.750 1.710.000 13.750 8.750 1.793.750 4.205.000 4.205.000 (3.150.000)
E. Tarif Penunjang Medis
E1. Pemeriksaan Laboratorium 12.100.250 2.546.375 939.375 747.375 641.000 583.750 1.737.375 933.625 1.283.875 6.483.125 1.265.375 891.125 15.335.500 33.387.875 33.387.875 (21.287.625)
E2. Elektromedik 175.000 67.500 390.000 457.500 457.500 (282.500)
E3. Rehabilitasi Medik
E4. Pemeriksaan Buta Warna 25.000 4.375 4.375 5.000 50.000 23.125 30.625 6.875 124.375 124.375 (99.375)
F. Pelayanan Non Medis
F1. Surat Keterangan 2.156.250 105.000 206.250 275.625 213.750 193.125 196.875 331.250 159.375 194.375 241.875 463.750 95.625 2.676.875 2.676.875 (520.625)
F2. Surat Rekomendasi Bid. Kshtn 25.000 103.125 28.125 131.250 131.250 (106.250)
F3. Ambulance/Mobil Jenazah 36.000 27.000 63.000 63.000 (63.000)
F4. Visum
G. Lain-lain
JUMLAH 113.770.000 12.760.550 4.691.750 4.524.875 4.563.400 4.791.675 5.447.000 5.231.575 5.270.900 24.562.450 6.093.275 5.776.625 51.563.100 135.277.175 135.277.175 (21.507.175)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KOTA YOGYAKARTA
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN SKPD
TAHUN 2009

SKPD : Puskesmas Danurejan I


Penggunaan Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran : dr. Fetty Fathiyah
Bendahara Penerimaan : Joko Purwoko (dalam rupiah)

Sisa
Jumlah Jumlah Anggaran
Jumlah PENERIMAAN Anggaran Anggaran Yang Belum
Kode Rekening Uraian Yang Yang Telah Terealisasi/
Anggaran
Terealisasi Disetor Pelampauan
Anggaran
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST SEPT OKT NOV DES
2 02.1 02 01.4.1.2.1.1a Retribusi Pelayanan Puskesmas
A. Rawat Jalan 77.835.000 2.809.000 2.668.000 3.328.000 3.044.000 3.880.000 2.946.000 7.661.000 3.489.000 5.563.000 8.986.000 10.551.000 9.838.000 64.763.000 64.763.000 13.072.000
B. Rawat Inap
C. Kunjungan Rumah 9.375 40.625 12.500 9.375 18.750 18.750 109.375 109.375 (109.375)
D. Tindakan Medik
D1. Bedah 729.375 118.375 46.875 5.625 56.500 50.625 97.000 15.000 46.875 65.625 28.125 180.375 711.000 711.000 18.375
D2. Penyakit Mata
D3. Penyakit THT 17.025 146.275 21.000 51.075 39.725 100.450 56.750 17.025 101.250 90.200 101.250 742.025 742.025 (742.025)
D4. Penyakit Kulit dan Kelamin
D5. Tindakan KIA dan KB 877.550 131.000 336.000 100.500 387.875 233.250 295.500 76.875 613.500 1.357.875 1.336.500 1.314.000 6.182.875 6.182.875 (5.305.325)
D6. Tindakan Medik Gigi 7.519.500 508.125 318.125 437.625 377.875 668.000 350.125 1.676.375 436.625 1.017.625 2.903.125 3.020.125 3.923.000 15.636.750 15.636.750 (8.117.250)
D7. Tindakan Lain-lain 2.251.500 85.500 47.375 85.000 169.500 94.500 247.250 202.000 63.500 45.500 28.750 163.500 130.250 1.362.625 1.362.625 888.875
D8. Konsultasi 750.000 13.750 8.750 5.000 12.500 5.000 1.520.000 18.750 27.500 15.000 33.750 1.660.000 1.660.000 (910.000)
E. Tarif Penunjang Medis
E1. Pemeriksaan Laboratorium 15.546.000 1.186.250 869.625 1.252.250 786.000 1.897.375 974.250 3.704.500 685.750 4.341.125 11.728.000 16.270.375 16.929.750 60.625.250 60.625.250 (45.079.250)
E2. Elektromedik 105.000 390.000 105.000 600.000 600.000 (600.000)
E3. Rehabilitasi Medik
E4. Pemeriksaan Buta Warna 130.625 25.625 2.500 9.375 20.625 2.500 1.875 23.125 1.875 4.375 91.875 91.875 38.750
F. Pelayanan Non Medis
F1. Surat Keterangan 2.423.125 137.500 117.500 188.125 148.750 138.750 187.500 175.000 258.125 179.375 379.375 390.000 202.500 2.502.500 2.502.500 (79.375)
F2. Surat Rekomendasi Bid. Kshtn 12.500 12.500 12.500 (12.500)
F3. Ambulance/Mobil Jenazah
F4. Visum 15.000 15.000 15.000 (15.000)
G. Lain-lain 33.750 33.750 67.500 67.500 (67.500)
JUMLAH 108.062.675 4.792.150 4.428.775 5.703.625 4.639.750 7.227.200 5.076.850 15.498.700 5.084.125 11.959.025 26.024.375 31.990.450 32.657.250 155.082.275 155.082.275 (47.019.600)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PEMERINTAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA


SKPD : DINAS KESEHATAN UNIT KERJA : PUSKESMAS DANUREJAN I
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007

ANGGARAN
NO URUT URAIAN SETELAH REALISASI LEBIH/(KURANG)
PERUBAHAN
1 2 3 4 5
1 PENDAPATAN
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 88.890.450 76.050.009 (12.840.441)
1.1.3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
JUMLAH 88.890.450 76.050.009 (12.840.441)

2 BELANJA
2.1 BELANJA OPERASI
2.1.1 Belanja Pegawai 31.265.099 30.073.010 (1.192.089)
2.1.2 Belanja Barang 28.008.522 16.557.715 (11.450.807)
2.2 BELANJA MODAL
2.2.1 Belanja Tanah
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 3.256.419 1.000.000 (2.256.419)
2.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan
2.2.4 Belanja jalan, Irigasi, dan Jaringan
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya
2.2.6 Belanja Aset Lainnya
JUMLAH 62.530.040 47.630.725 (14.899.315)
SURPLUS/DEFISIT (27.739.756)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PEMERINTAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA


SKPD : DINAS KESEHATAN UNIT KERJA : PUSKESMAS DANUREJAN I
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2008

ANGGARAN
NO URUT URAIAN SETELAH REALISASI LEBIH/(KURANG)
PERUBAHAN
1 2 3 4 5
1 PENDAPATAN
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 113.770.000 135.277.175 21.507.175
1.1.3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
JUMLAH 113.770.000 135.277.175 21.507.175

2 BELANJA
2.1 BELANJA OPERASI
2.1.1 Belanja Pegawai 43.405.200 40.916.306 (2.488.894)
2.1.2 Belanja Barang 23.393.000 21.102.879 (2.290.121)
2.2 BELANJA MODAL
2.2.1 Belanja Tanah
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 9.842.000 8.842.000 (1.000.000)
2.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan
2.2.4 Belanja jalan, Irigasi, dan Jaringan
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya
2.2.6 Belanja Aset Lainnya
JUMLAH 76.640.200 70.861.185 (5.779.015)
SURPLUS/DEFISIT 15.728.160
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA
SKPD : DINAS KESEHATAN UNIT KERJA : PUSKESMAS DANUREJAN I
Catatan Atas Laporan Keuangan Tahun 2008

LAPORAN REALISASI ANGGARAN


A. PENDAPATAN
NO URAIAN PENDAPATAN ANGGARAN 2008 REALISASI 2008 %
1 Penerimaan pendapatan puskesmas 113.770.000 135.277.175 118,90
2

Penjelasan realisasi :
Pendapatan retribusi Puskesmas yang terdiri dari penerimaan pendapatan puskesmas Tahun 2008 terealisasi
sebesar Rp 135.277.175,- atau 118,9% dari target. Hal ini disebabkan karena tambahan klaim Maskin
Tahun Anggaran 2007.

B. BELANJA
NO URAIAN BELANJA ANGGARAN 2008 REALISASI 2008 %
BELANJA OPERASIONAL
1 Honor pelayanan medis 39.880.200 37.471.306 93,96
2 Honor tenaga teknis puskesmas 1.125.000 1.120.000 99,56
3 Belanja kursus singkat & pelatihan 2.400.000 2.325.000 96,88
4 Belanja ATK 2.400.000 2.366.200 98,59
5 Belanja alat listrik & elektronik 500.000 500.000 100,00
6 Belanja perangko, meterai & benda pos 100.000 99.000 99,00
7 Belanja alat kebersihan & bahan pembersih 1.500.000 1.383.658 92,24
8 Belanja bahan bakar minyak dan gas 450.000 251.000 55,78
9 Belanja pengisian tabung gas 150.000 0,00
10 Belanja peralatan rumah tangga 800.000 643.200 80,40
11 Belanja bahan baku bangunan 600.000 600.000 100,00
12 Belanja bahan atau bibit tanaman 400.000 400.000 100,00
13 Belanja bahan kimia atau laboratorium 400.000 375.000 93,75
14 Belanja bahan alat kantor, rumah tangga, dan komunikasi 1.200.000 1.195.000 99,58
15 Hadiah 400.000 343.700 85,93
16 Belanja alat-alat medis 1.750.000 1.750.000 100,00
875.000 - 0,00
17 Belanja bahan percontohan (BMHP) 460.000 450.000 97,83
18 Belanja telepon 1.800.000 1.581.901 87,88
19 Belanja air 300.000 273.000 91,00
20 Belanja surat kabar atau majalah 720.000 720.000 100,00
21 Belanja cetak 1.200.000 1.198.400 99,87
22 Belanja penggandaan 1.214.000 1.212.120 99,85
23 Belanja makan dan minum harian pegawai 3.562.000 3.250.700 91,26
24 Belanja makan dan minum rapat puskesmas 1.092.000 1.076.000 98,53
25 Belanja makan dan minuman tamu 200.000 114.000 57,00
26 Belanja perjalanan dalam daerah 1.320.000 1.320.000 100,00
JUMLAH BELANJA OPERASIONAL 66.798.200 62.019.185 92,85
BELANJA MODAL
27 BM pengadaan white board 100.000 100.000 100,00
28 BM pengadaan penunjuk waktu 400.000 400.000 100,00
29 BM pengadaan komputer notebook 6.302.000 6.302.000 100,00
30 BM pengadaan kelengkapan komputer 500.000 500.000 100,00
31 BM pengadaan software 1.000.000 - 0,00
32 BM pengadaan kursi kerja 600.000 600.000 100,00
33 BM pengadaan rak buku, tv, kembang 340.000 340.000 100,00
34 BM pengadaan piring, gelas 500.000 500.000 100,00
35 BM pengadaan konstruksi jaringan air 100.000 100.000 100,00
JUMLAH BELANJA MODAL 9.842.000 8.842.000 89,84
TOTAL 76.640.200 70.861.185 92,46
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

- Penjelasan Realisasi Belanja Operasional dan Belanja Modal :


1. Belanja Operasional Puskesmas yang terdiri dari : terlampir Tahun 2008 terealisasi sebesar Rp 62.019.185,- atau 92,85%
dari target. Hal ini disebabkan karena honor pelayanan medis tanggal 19-31 Desember 2008 belum terbayarkan.
2. Belanja BM Puskesmas yang terdiri dari : terlampir Tahun 2008 terealisasi sebesar Rp 8.842.000,- atau 89,84%
dari target. Hal ini disebabkan karena BM pengadaan software tidak dipenuhi.

- Penjelasan Pencapaian Kinerja per Kegiatan :


1. Kegiatan ……………………………… terealisir sebesar Rp. ………………………… atau ………………………… % dari
target. Hal ini disebabkan karena …………………………………………….

NERACA
1. Saldo Kas di Bendahara per 31 Desember 2008 terdiri dari :
1) Kas di Bendahara Pengeluaran Rp. 789.088,-
2) Kas di Bendahara Penerimaan Rp. 0,-

2. Saldo piutang per 31 Desember 2008 terdiri dari :


Piutang jasa pelayanan medis tanggal 19-31 Desember 2008 Rp. 9.562.481,-
JUMLAH Rp. 9.562.481,-

Ditinjau dari umur piutang dapat dirinci sebagai berikut :


Kurang dari 1 tahun Rp. 9.562.481,-
1 tahun sampai dengan 2 tahun Rp. 0,-
lebih dari 2 tahun Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 9.562.481,-

3. Saldo persediaan bahan habis pakai per 31 Desember 2008 terdiri dari :
Persediaan ATK Rp. 0,-
Persediaan Bahan/Material Rp. 0,-
Persediaan Bibit/Hewan Rp. 0,-
Persediaan Obat-obatan Rp. 0,-
Persediaan Alat Listrik Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 0,-

4. Penambahan Aset Tetap selama Tahun 2008 terdiri dari :


Tanah Rp. 0,-
Peralatan dan Mesin Rp. 8.842.000,-
Bangunan Gedung Rp. 0,-
Jalan, Laringan, dan Instalasi Rp. 0,-
Aktiva Tetap Lainnya Rp. 0,-
Bangunan dalam Pengerjaan Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 8.842.000,-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PEMERINTAH DAERAH KOTA YOGYAKARTA


SKPD : DINAS KESEHATAN UNIT KERJA : PUSKESMAS DANUREJAN I
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2009

ANGGARAN
NO URUT URAIAN SETELAH REALISASI LEBIH/(KURANG)
PERUBAHAN
1 2 3 4 5
1 PENDAPATAN
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 108.062.675 155.082.275 47.019.600
1.1.3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
JUMLAH 108.062.675 155.082.275 47.019.600

2 BELANJA
2.1 BELANJA OPERASI
2.1.1 Belanja Pegawai 56.740.040 64.004.499 7.264.459
2.1.2 Belanja Barang 29.729.055 27.451.528 (2.277.527)
2.2 BELANJA MODAL
2.2.1 Belanja Tanah
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 7.680.000 7.115.000 (565.000)
2.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan
2.2.4 Belanja jalan, Irigasi, dan Jaringan
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya
2.2.6 Belanja Aset Lainnya
JUMLAH 94.149.095 98.571.027 4.421.932
SURPLUS/DEFISIT 51.441.532
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA


SKPD : DINAS KESEHATAN UNIT KERJA : PUSKESMAS DANUREJAN I
Catatan Atas Laporan Keuangan Tahun 2009

LAPORAN REALISASI ANGGARAN


A. PENDAPATAN
NO URAIAN PENDAPATAN ANGGARAN 2009 REALISASI 2009 %
1 Penerimaan pendapatan puskesmas 108.062.675 155.082.275 143,51
2

Penjelasan realisasi :
Pendapatan retribusi Puskesmas yang terdiri dari penerimaan pendapatan puskesmas Tahun 2008 terealisasi
sebesar Rp 155.082.275,- atau 143,51% dari target. Hal ini disebabkan karena tambahan klaim Maskin
Tahun Anggaran 2008 dan Honor Pelayanan Medis antara Tanggal 19-31 Desember 2008 (Oleh Dinas Kesehatan harus
tutup buku sampai tanggal 18 Desember 2008).
B. BELANJA
NO URAIAN BELANJA ANGGARAN 2009 REALISASI 2009 %
BELANJA OPERASIONAL
1 Honor jasa pelayanan kesehatan 51.640.040 59.204.499 114,65
2 Honor Tenaga Teknis 5.100.000 4.800.000 94,12
3 Belanja Alat Tulis Kantor 500.000 499.925 99,99
4 Belanja alat listrik dan elektronik 500.000 495.100 99,02
5 Belanja perangko, materai, dan benda pos lainnya 50.000 48.000 96,00
6 Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih 569.100 567.500 99,72
7 Belanja bahan bakar minyak/gas 450.000 152.000 33,78
8 Belanja Pengisian Tabung Gas 150.000 150.000 100,00
9 Belanja peralatan rumah tangga 1.554.405 1.554.350 100,00
10 Belanja bahan baku bangunan 3.000.000 2.999.568 99,99
11 Belanja Bahan /Bibit Tanaman 400.000 400.000 100,00
12 Belanja bahan alat kantor rumah tangga dan komunikasi 2.400.000 2.399.675 99,99
13 Hadiah 400.000 - 0,00
14 Belanja alat-alat medis 1.000.000 1.000.000 100,00
15 Belanja Bahan Percontohan (BMHP) 800.000 799.975 100,00
16 Belanja Telepon 2.400.000 1.511.435 62,98
17 Belanja Air 300.000 313.850 104,62
18 Belanja Surat Kabar/Majalah 720.000 720.000 100,00
19 Dokumentasi, Dekorasi, dan Publikasi 331.550 331.500 99,98
20 Belanja Penggandaan 2.400.000 2.399.900 100,00
21 Belanja Makanan dan Minuman Harian Pegawai 5.400.000 5.400.000 100,00
22 Belanja makan dan minum rapat 2.184.000 2.183.750 99,99
23 Belanja makan dan minuman tamu 200.000 190.000 95,00
24 Belanja Perjalanan Dalam Daerah 1.320.000 665.000 50,38
25 Belanja Kursus-kursus singkat/pelatihan 2.700.000 2.670.000 98,89
JUMLAH BELANJA OPERASIONAL 86.469.095 91.456.027 105,77
BELANJA MODAL
26 Belanja Modal Pengadaan AC/kipas angin 600.000 600.000 100,00
27 Belanja Modal Pengadaan Komputer/PC 4.280.000 4.280.000 100,00
28 Belanja Modal Pembelian Printer 800.000 800.000 100,00
29 Belanja Modal Pengadaan Scanner 1.000.000 720.000 72,00
30 Penggantian Suku Cadang Komputer 1.000.000 715.000 71,50
JUMLAH BELANJA MODAL 7.680.000 7.115.000 92,64
TOTAL 94.149.095 98.571.027 104,70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

- Penjelasan Realisasi Belanja Operasional dan Belanja Modal :


1. Belanja Operasional Puskesmas yang terdiri dari : terlampir Tahun 2009 terealisasi sebesar Rp 91.456.027,- atau 105,77%
dari target. Hal ini disebabkan karena honor pelayanan medis tanggal 19-31 Desember 2008 telah terbayarkan dan adanya
kerusakan pipa ledeng yang menyebabkan tagihan air menjadi meningkat tajam.
2. Belanja BM Puskesmas yang terdiri dari : terlampir Tahun 2009 terealisasi sebesar Rp 7.115.000,- atau 92,64%
dari target. Hal ini disebabkan karena BM pengadaan software tidak dipenuhi.

- Penjelasan Pencapaian Kinerja per Kegiatan :


1. Kegiatan ……………………………… terealisir sebesar Rp. ………………………… atau ………………………… % dari
target. Hal ini disebabkan karena …………………………………………….

NERACA
1. Saldo Kas di Bendahara per 31 Desember 2009 terdiri dari :
1) Kas di Bendahara Pengeluaran Rp. 0,-
2) Kas di Bendahara Penerimaan Rp. 0,-

2. Saldo piutang per 31 Desember 2009 terdiri dari :


Piutang jasa pelayanan medis Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 0,-

Ditinjau dari umur piutang dapat dirinci sebagai berikut :


Kurang dari 1 tahun Rp. 0,-
1 tahun sampai dengan 2 tahun Rp. 0,-
lebih dari 2 tahun Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 0,-

3. Saldo persediaan bahan habis pakai per 31 Desember 2009 terdiri dari :
Persediaan ATK Rp. 0,-
Persediaan Bahan/Material Rp. 0,-
Persediaan Bibit/Hewan Rp. 0,-
Persediaan Obat-obatan Rp. 0,-
Persediaan Alat Listrik Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 0,-

4. Penambahan Aset Tetap selama Tahun 2009 terdiri dari :


Tanah Rp. 0,-
Peralatan dan Mesin Rp. 7.115.000,-
Bangunan Gedung Rp. 0,-
Jalan, Laringan, dan Instalasi Rp. 0,-
Aktiva Tetap Lainnya Rp. 0,-
Bangunan dalam Pengerjaan Rp. 0,-
JUMLAH Rp. 7.115.000,-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAPORAN KUNJUNGAN PUSKESMAS DANUREJAN I


TAHUN 2007
LABORAT/
NO BULAN BP. UMUM BP. GIGI KIA KB JUMLAH
KIR/TT
1 Januari 2.016 141 135 70 26 2.388

2 Februari 1.805 156 124 78 39 2.202

3 Maret 1.998 116 139 95 24 2.372

4 April 1.976 134 129 16 22 2.277

5 Mei 1.978 153 157 62 49 2.399

6 Juni 1.334 174 59 67 58 1.692

7 Juli 1.549 159 137 61 64 1.970

8 Agustus 1.590 169 142 95 45 2.041

9 Sept 1.526 155 127 70 29 1.907

10 Oktober 1.417 142 137 84 52 1.832

11 November 1.737 164 140 83 71 2.195

12 Desember 1.461 193 83 74 33 1.844

TOTAL 20.387 1.856 1.509 855 512 25.119


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAPORAN KUNJUNGAN PUSKESMAS DANUREJAN I


TAHUN 2008
LABORAT/K
NO BULAN BP. UMUM BP. GIGI KIA KB JUMLAH
IR/TT
1 Januari 1.628 163 104 89 31 2.015

2 Februari 1.601 156 110 67 40 1.974

3 Maret 1.740 168 139 85 98 2.230

4 April 1.698 159 134 81 42 2.114

5 Mei 1.663 165 122 94 38 2.082

6 Juni 1.560 154 129 83 50 1.976

7 Juli 1.609 158 103 98 91 2.059

8 Agustus 1.619 185 117 105 54 2.080

9 Sept 1.710 102 94 90 29 2.025

10 Oktober 1.647 156 105 68 66 2.042

11 November 1.663 162 85 94 131 2.135

12 Desember 1.584 121 83 93 23 1.904

TOTAL 19.722 1.849 1.325 1.047 693 24.636


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAPORAN KUNJUNGAN PUSKESMAS DANUREJAN I


TAHUN 2009
LABORAT
NO BULAN BP. UMUM BP. GIGI KIA KB JUMLAH
(TT & KIR)

1 Januari 1.500 175 81 91 24 1.871

2 Februari 1.548 122 91 88 28 1.877

3 Maret 1.783 183 88 75 42 2.171

4 April 1.531 136 121 99 41 1.928

5 Mei 1.607 168 95 69 32 1.971

6 Juni 1.611 141 108 92 50 2.002

7 Juli 1.905 155 87 103 51 2.301

8 Agustus 1.986 131 109 86 68 2.380

9 Sept 1.432 118 86 55 41 1.732

10 Oktober 1.889 171 95 109 126 2.390

11 November 1.662 125 84 85 93 2.049

12 Desember 1.479 137 69 102 27 1.814

TOTAL 19.933 1.762 1.114 1.054 623 24.486


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

REKAP SUBSIDI OBAT, ALAT & BAHAN KESEHATAN,


ALAT & BAHAN GIGI, dan ALAT & BAHAN LABORATORIUM

TAHUN 2007 TAHUN 2008 TAHUN 2009


BULAN SUBSIDI (Rp) BULAN SUBSIDI (Rp) BULAN SUBSIDI (Rp)
Januari 2007 12.269.078 Januari 2008 12.584.862 Januari 2009 11.201.456
Februari 2007 14.466.858 Februari 2008 14.499.505 Februari 2009 19.510.895
Maret 2007 12.434.747 Maret 2008 18.877.015 Maret 2009 14.352.102
April 2007 11.656.325 April 2008 15.984.892 April 2009 18.530.683
Mei 2007 15.985.741 Mei 2008 18.647.459 Mei 2009 20.850.289
Juni 2007 16.704.123 Juni 2008 15.234.753 Juni 2009 15.258.554
Juli 2007 14.020.915 Juli 2008 13.690.868 Juli 2009 15.744.295
Agustus 2007 15.359.578 Agustus 2008 10.976.961 Agustus 2009 17.658.046
September 2007 10.571.089 September 2008 20.802.979 September 2009 16.439.969
Oktober 2007 13.545.296 Oktober 2008 10.636.611 Oktober 2009 7.969.492
November 2007 13.284.684 November 2008 12.656.327 November 2009 21.768.055
Desember 2007 12.077.839 Desember 2008 13.844.222 Desember 2009 16.500.016
JUMLAH 162.376.271 JUMLAH 178.436.454 JUMLAH 195.783.851

KETERANGAN : Subsidi pemerintah dalam bentuk unit yang telah diolah dalam bentuk Rupiah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DATA SUBSIDI DARI PEMERINTAH DALAM BENTUK BARANG

Persediaan Obat Persediaan alat dan bahan Persediaan alat dan bahan
BULAN Jumlah Pasien Persediaan alat dan bahan gigi (Unit)
(Unit) kesehatan (Unit) laboratorium (Unit)
Januari 2007 2.388 95.572 453 180,00 637,00
Februari 2007 2.202 113.426 471 124,00 794,00
Maret 2007 2.372 114.747 742 124,00 735,00
April 2007 2.277 113.403 878 123,00 2.130,00
Mei 2007 2.399 117.213 875 126,00 1.837,00
Juni 2007 1.692 112.571 768 397,00 1.761,10
Juli 2007 1.970 110.790 604 416,00 1.275,40
Agustus 2007 2.041 110.262 784 304,75 1.283,80
September 2007 1.907 110.634 693 311,00 1.178,50
Oktober 2007 1.832 117.546 755 290,00 1.020,20
November 2007 2.195 101.749 624 323,00 2.601,30
Desember 2007 1.844 120.149 622 343,25 2.072,70
Januari 2008 2.015 111.949 515 139,00 2.075,35
Februari 2008 1.974 126.516 618 126,75 2.348,65
Maret 2008 2.230 142.764 602 159,50 1.995,45
April 2008 2.114 138.532 536 115,25 2.012,40
Mei 2008 2.082 246.423 614 100,50 2.296,70
Juni 2008 1.976 163.028 509 198,00 2.019,30
Juli 2008 2.059 141.672 508 144,00 2.353,30
Agustus 2008 2.080 145.041 711 149,50 1.946,20
September 2008 2.025 155.879 643 160,25 2.132,50
Oktober 2008 2.042 145.342 624 164,25 2.511,50
November 2008 2.135 135.907 569 157,25 2.044,60
Desember 2008 1.904 148.195 611 140,25 1.809,30
Januari 2009 1.871 127.951 559 163,00 1.682,30
Februari 2009 1.877 142.403 662 119,25 1.582,00
Maret 2009 2.171 138.245 916 170,25 1.346,20
April 2009 1.928 144.705 864 165,00 1.247,00
Mei 2009 1.971 154.033 815 377,00 1.395,90
Juni 2009 2.002 136.853 919 284,00 1.793,32
Juli 2009 2.301 140.807 905 281,00 2.024,92
Agustus 2009 2.380 152.239 1.053 245,00 1.566,80
September 2009 1.732 145.298 863 237,00 1.371,40
Oktober 2009 2.390 125.107 802 205,75 1.129,20
November 2009 2.049 134.986 648 214,75 1.652,00
Desember 2009 1.814 120.199 775 201,25 1.672,40

KETERANGAN : Satuan yang digunakan dalam bentuk UNIT, tidak dalam bentuk tablet, kapsul, botol, liter, dll.
karena yang dibicarakan adalah stok/persediaan.
UNIT adalah jumlah keseluruhan satuan yang kemudian digabungkan dan menjadi stok/persediaan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta


Puskesmas : DANUREJAN I

Usulan Perencanaan Kebutuhan Obat, Reagen dan Perbekalan Kesehatan

Pengadaan Tahun : 2010

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

OBAT ESENSIAL GENERIK


1001011 Albendazole 400 tab
1001021 Allopurinol 100 mg tab 6.304 525,3 380 5.924
1001031 Alprazolam 0,5 mg tab 919 76,6 191 728
1001051 Ambroxol 30 mg tab 15.070 1.255,8 778 15.721
1001061 Aminofilin 200 mg tab 6.897 574,8 543 6.354
1001071 Aminofilin inj 24mg/ml 10ml amp
1001081 Amitriptilin 25 mg tab 1.944 162,0 216 1.728
1001091 Amlodipin 5 mg tab 5.147 467,9 5.147
1001101 Amoksisilina 125mg/ 5ml - sirup btl 883 73,6 71 893
1001111 Amoksisilina 250 mg cap 11.526 960,5 772 10.754
1001121 Amoksisilina 500 mg cap 47.371 3.947,6 2.312 45.059
1001131 Antalgin 500 mg tab 9.646 803,8 1.613 8.033
1001141 Antalgin inj amp
1001151 Antasida DOEN kombinasi tab 18.497 1.541,4 1.185 17.312
1001161 Antasida DOEN sirup btl 460 38,3 83 377
1001171 Anti Hemorrhoid suppositoria DOEN biji 356 39,6 26 330
1001181 Antibakteri salep DOEN kombinasi tube 82 6,8 20 62
1001191 Antiparkinson DOEN kombinasi tab
1001211 Aqua pro injeksi steril 20 ml btl
1001221 Aquadest steril 500 ml btl 8 0,7 4 4
1001231 As.Benz 3%+ as.salislt 6% (Whitefield) pot 40 3,3 17 23
1001241 As.Salisil 2%+ blrng end 4% (2-4 zalf) pot 111 9,3 15 96
1001251 Asam Askorbat 50 mg tab 8.309 692,4 1.426 6.883
1001261 Asam Mefenamat 500 mg tab 8.039 669,9 803 7.236
1001271 Asam Traneksamat 500 mg tab
1001281 Asam Traneksamat inj amp
1001291 Asetosal 100 mg tab 195 16,3 193 2
1001301 Asetosal 500 mg tab 94 -94
1001311 Asiklovir 200 mg tab 100,0 1.200
1001321 Asiklovir 400 mg tab 1.927 160,6 224 1.703
1001331 Asiklovir krem 5% tube 250 20,8 19 231
1001341 Atropin Sulfat inj 0,25mg/ml 1ml amp
1001351 Asam Folat 1 mg cap 500,0 6.000
1002011 Bekarbon tab 91 7,6 313 -222
1002021 Benz.Benzil Penisilin inj 1,2 juta iu vial
1002031 Besi (II) Sulfat kombinasi tab slt 3.948 329,0 3.135 813
1002051 Betahistin Mesilat 6 mg tab 3.097 309,7 143 3.249
1002061 Betametason krem tube 638 53,2 17 621
1003011 Captopril 12,5 mg tab 7.760 646,7 432 7.328
1003021 Captopril 25 mg tab 29.902 2.491,8 1.990 27.912
1003031 Cetirizine 10 mg cap 4.244 353,7 176 4.474
1003041 Cimetidin 200 mg tab 9.791 815,9 325 10.412
1003051 Clobazam 10 mg tab
1003061 Clonidin 0,15 mg tab 3.880 323,3 70 4.191
1004011 Dexamethason 0,5 mg tab 30.260 2.521,7 2.177 28.083
1004021 Dexamethason inj 5 mg/ml 1ml amp
1004031 Dextromethorphan HBr 10mg/ 5ml-sirup btl 122 10,2 12 110
1004041 Dextromethorphan HBr 15 mg tab 2.420 201,7 670 1.750
1004051 Diazepam 2 mg tab 7.161 596,8 1.297 5.864
1004061 Diazepam 5 mg tab
1004071 Diazepam inj 5 mg/ml 2ml amp
1004081 Difenhydramin HCl inj 10mg/ml 1 ml amp
1004091 Digoksin 0,25 mg tab 63 5,3 70 -7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1004101 Diltiazem 30 mg tab


1004111 Domperidon 10 mg tab 2.667 222,3 360 2.537
1004121 Doxyciclin 100 mg cap 1.300 108,3 1.430
1005011 Efedrin HCl 25 mg tab 13.523 1.126,9 870 12.653
1005021 Ekstrak Belladon 10 mg tab
1005031 Epinefrin 0,1% - 1ml inj amp 5 -5
1005041 Ergotam 1mg + Koffein 50mg, komb tab 4.325 360,4 385 3.940
1005051 Eritromisin 250 mg cap 2.400
1005061 Eritromisin 500 mg tab 1.894 157,8 314 1.580
1005071 Ethambutol 500 mg tab
1006011 Famotidin 20 mg tab 664 55,3 86 578
1006021 FDC I box 3 0,3 2 3
1006031 FDC II box 1 0,1 1
1006041 FDC IV box
1006051 Fenobarbital 30 mg tab 680 56,7 129 551
1006061 Fenobarbital inj 50mg/ml 2ml amp
1006071 Fenoksimetil penisilin 250 mg tab
1006081 Fenoksimetil penisilin 500 mg tab
1006091 Fenol gliserol tetes telinga 10% btl 60 5,0 9 51
1006101 Fitomenadion (Vit K1) 10 mg tab 20 1,7 380 -360
1006111 Fitomenadion (Vit K1) inj amp
1006121 Fitomenadion(K4) 10 mg tab 110 9,2 110
1006131 Furosemide 40 mg tab 415 34,6 91 324
1006133 FDC Sisipan paket
1007012 Gamexan emulsi 1% btl/30ml 21 1,8 1 60
1007021 Garam Oralit 200 ml zak 1.822 151,8 135 1.687
1007031 Gemfibrozil 300 mg cap 900,0 10.800
1007041 Gentian Violet lrt 1% btl 32 2,7 13 120
1007051 Glibenklamide 5 mg tab 19.689 1.640,8 1.277 18.412
1007061 Glimepirida 1 mg tab 555 46,3 275 308
1007071 Gliseril guaiacolat 100 mg tab 25.711 2.142,6 2.194 23.517
1007081 Glucose lrt infus 5% plb 1
1007101 Griseofulvin 125 mg tab 126 10,5 317 -191
1007111 Glucose lrt infus 10% plb 1
1008011 Haloperidol 0.5 mg tab
1008021 Haloperidol 1.5 mg tab 2.486 207,2 57 2.429
1008031 Haloperidol 5,0 mg tab
1008041 Hidroklorotiazide 25 mg tab 22.728 1.894,0 753 21.975
1008051 Hidrokortison krim 2,5% tube 589 49,1 48 541
1008061 Hyoscine N-Butylbromide tab 587 48,9 113 474
1009011 Ibuprofen 200 mg tab 9.346 778,8 604 8.742
1009021 Ibuprofen 400 mg tab 9.265 772,1 1.106 8.159
1009031 Ichthyol salep pot 22 1,8 5 17
1009041 INH 100 mg tab 97 8,1 898 -801
1009051 Isosorbid Dinitrat 5 mg tab 2.199 183,3 152 2.047
1011011 Kalium diklofenak 25 mg tab 2.945 245,4 536 2.409
1011021 Kalium Permanganat serbuk pot 85 7,1 85
1011031 Kalsium Laktat 500 mg tab 12.731 1.060,9 1.425 11.306
1011041 Karbamazepin 200 mg tab
1011052 Ketokonazol 2% krim 5 gr tube 8 0,7 180
1011061 Ketokonazol 200 mg tab 1.925 160,4 60 1.865
1011071 Kinina (Kinin) inj 25% 2ml amp
1011072 Kina inj 25% 2ml ampl
1011081 Kinina Sulfat tab
1011091 Kloramfenikol 1% tts mata btl 531 44,3 30 501
1011101 Kloramfenikol 1% zalf mata tube 233 19,4 7 226
1011111 Kloramfenikol 250 mg cap 126 10,5 237 -111
1011121 Kloramfenikol 3% tts telinga btl 222 18,5 20 202
1011131 Kloramfenikol sirup 125 mg/ 5 ml btl
1011141 Klordiazepoxide 5 mg tab
1011151 Klorfeniramin Maleat 4 mg tab 6.304 525,3 1.657 4.647
1011161 Klorokina difosfat 250 mg tab
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1011171 Klorpromazin HCl 25 mg tab 15 1,3 510 -495


1011181 Klorpromazin HCl 100 mg tab 1.717 143,1 395 1.322
1011191 Klorpromazin HCl inj 25mg/ ml 1ml amp
1011201 Klorpropamide 250 mg tab
1011221 Komb. Pirimetamin + Sulfadoxin tab
1011231 Kotrimoksazol 120 mg tab
1011241 Kotrimoksazol 240 mg/ 5ml sirup btl 711 59,3 34 677
1011251 Kotrimoksazol 480 mg tab 6.088 507,3 777 5.311
1011261 Kalium diklofenak 50 mg tab 600 50,0 600
1012011 Levertraan zalf pot 37 3,1 11 26
1012021 Loperamide 2 mg tab 720 60,0 112 608
1013031 Magnesium Sulfat inj (IV) 40% 25 ml amp
1013041 Mebendazol 100 mg tab
1013051 Mekobalamin 500 mg cap 1.612 322,4 3.868
1013061 Meloxicam 7,5 mg tab 2.810 234,2 490 2.320
1013071 Metformin 500 mg tab 14.662 1.221,8 933 13.729
1013081 Methylprednisolon 4 mg tab 2.759 229,9 163 2.855
1013091 Metil ergometrin mal 0,125 mg tab 451 37,6 89 362
1013101 Metil ergometrin mal inj 0,2 mg/ml 1 ml amp
1013111 Metoclopramide 10 mg tab 2.105 175,4 146 1.959
1013121 Metronidazol 250 mg tab 190
1013131 Metronidazol 500 mg tab 1.442 120,2 158 1.284
1013141 Miconazol 2% krim tube 368 30,7 26 342
1014151 Natrium bikarbonat 500 mg tab
1014161 Natrium diklofenak 25 mg tab 2.130 177,5 325 1.805
1014171 Natrium diklofenak 50 mg tab 4.185 348,8 4.185
1014191 Natrium fenitoin 100 mg cap
1014201 Natrium Klorida infus 0,9% plb 2 0,2 1 1
1014221 Nifedipin 10 mg tab 2.566 213,8 6 2.560
1014231 Nistatin 100.000 iu (vaginal) tab 438 36,5 86 352
1014241 Nistatin 500.000 iu ( oral ) tab 100 -100
1015011 OAT kategori 1 paket
1015021 OAT kategori 2 paket
1015031 OAT kategori 3 paket
1015041 OAT kategori anak paket
1015051 OAT Sisipan paket
1015061 Obat Batuk Hitam 100 ml btl 1.434 119,5 108 1.326
1015071 Oksiterasiklina HCl salep mata 1% tube 2 0,2 23 -21
1015081 Oksitetrasiklina HCl salep 3% tube 307 25,6 26 281
1015091 Oksitosina inj 10 iu/ml 1ml amp
1015101 Omeprazole 20 mg cap 2.140 214,0 2.568
1016011 Papaverin 40 mg tab 957 79,8 168 789
1016021 Parasetamol 100 mg tab
1016031 Parasetamol 500 mg tab 63.313 5.276,1 3.667 59.646
1016041 Parasetamol sirup btl 432 36,0 39 393
1016071 Pirantel pamoat 125 mg tab 143 11,9 45 98
1016081 Pirazinamide 500 mg tab
1016091 Piridoksini HCl 10 mg tab 5.378 448,2 1.555 3.823
1016101 Piridoksini HCl inj amp
1016111 Piroksikam 10 mg tab 7.915 659,6 485 7.430
1016121 Prednison 5 mg tab 13.509 1.125,8 1.324 12.185
1016131 Primakina 15 mg tab
1016141 Propil Thio Urasil 100 mg tab 1.400 116,7 86 1.314
1016151 Propranolol 10 mg tab 1.605 133,8 95 1.661
1016161 Propranolol 40 mg tab 1.160 116,0 40 1.531
1017011 Quinine 225 mg tab
1018011 Reserpin 0,25 mg tab 16.369 1.364,1 990 15.379
1018021 Retinol 6.000 iu tab
1018031 Retinol 100.000 iu tab 150 12,5 200
1018041 Retinol 200.000 iu tab 1.050 87,5 1.500
1018051 Rifampisin 300 mg kapl
1018061 Ringer Laktat infus plb 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1018071 Ringer Laktat infus Otsuka plb


1018081 Ranitidin injeksi ampul
1019011 Salbutamol 2 mg tab 5.384 448,7 585 4.799
1019021 Salbutamol 4 mg tab
1019031 Salisil bedak 2,5% btl 640 53,3 73 567
1019051 Serum Anti Bisa Ular poliv. inj 5 ml (I) vial
1019061 Serum Anti Difteri 20000 iu vial
1019071 Serum Anti Rabies VERO set
1019081 Serum Anti Tetanus 1.500 iu amp 4
1019091 Sianokobalamin 50 mcg tab 25.284 2.107,0 2.302 22.982
1019111 Simvastatin 10 mg tab 3.743 311,9 60 4.105
1019121 Siprofloksasin 500 mg tab 7.416 618,0 184 7.232
1019141 Streptomycin inj. 1 gr vial
1019201 Sulfasetamide t.m. 15% btl 330 27,5 18 312
1020011 Tetrasiklin HCl 250 mg cap
1020021 Tetrasiklin HCl 500 mg cap 1.930 160,8 120 1.810
1020031 Thiamfenicol 500 mg cap 1.005 83,8 1.005
1020041 Thiamin HCl 50 mg tab 28.406 2.367,2 2.027 26.379
1020051 Thiamin HCl 100 mg/ml 1ml amp
1020061 Tramadol 50 mg cap 2.251 187,6 66 2.185
1020071 Trihexyphenidil 2 mg tab 2.825 235,4 129 2.696
1022011 Vitamine B kompleks tab 21.346 1.778,8 2.984 18.362
1025011 Yodium Povidon 10% 1.000 ml btl
1025021 Yodium Povidon 10% 30 ml Nova btl 12 1,0 3 24
1025031 Yodium Povidon 10% 300 ml btl
1025041 Yodium Povidon 10% 60 ml btl 1 0,1
1026011 Zinc tablet 20 mg tab 731 60,9 111 620

OBAT ESENSIAL NON GENERIK


1101011 Adona AC 17 tab 362 30,2 118 244
1101041 Artemeter inj amp
1101052 ACT (Artesdiaquin) strip 8's
1101061 Artesunat inj amp
1101071 Asifit tab 48 4,0 120
1101081 Aspar K tab 208 17,3 67 141
1101111 Anacetine syrup btl 265 29,4 432
1101121 Amoxsan oral drops btl 120
1102011 Bayclin 200 ml btl 10 2,5 10
1102021 Bayclin 1000 ml btl 11 0,9 11
1102031 Becefort tab 3.889 324,1 232 3.657
1102061 Bestocol tab 3.493 291,1 194 3.299
1102071 Betason N krem tube 25,0 300
1102091 Bioplacenton Jelly tube 2 0,2 1 5
1102101 Biosanbe cap 5.102 425,2 598 4.504
1102131 Buscopan inj amp
1103011 Calcidol sirup btl/60ml 798 66,5 96 702
1103021 Calcusol cap 236 19,7 54 182
1103031 Celebrex 100 mg cap 418 34,8 92 326
1103051 Chloramphecort H cream tube 265 22,1 20 269
1103081 Cytotec tab
1103091 Combivent Nebules UDV 2.5 ml amp 4,0 50
1104021 Dekstran 70 infus 6% btl
1104031 Depo Progestin inj btl 120 10,0 20 240
1105011 Elkana sirup btl/60ml 75
1105041 Excluton strip 106 8,8 9 97
1106031 Ferris syrup btl 75
1108011 Hemafort tab 3.400 283,3 3.400
1112011 Laxatab tab 631 52,6 186 445
1113071 Mycrogynon strip 31 2,6 14 17
1114021 Neo Diaform tab 2.948 245,7 1.264 1.684
1114071 Neurovit E tab 4.177 348,1 4 4.173
1116041 Pehacain inj amp 39 3,3 39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1116071 Pehavral tab 3.762 313,5 41 3.721


1116121 Primakuin tab 15 mg tab
1116141 Pehamoxil inj. 1.000 mg vial
1119061 Stelazin 5 mg tab 100 -100
1119071 Stesolid 5 mg/ ml 2.5 ml suppo tube
1120021 Thrombo Aspilet tab 5.175 431,3 142 5.033
1120031 Thrombophob oint tube 2 0,2 2
1120041 Transamin 500 mg cap 781 65,1 83 698
1120061 Trolip 100 mg cap 1.730 144,2 1.730
1120071 Tremenza tab 1.372 114,3 270 1.102

ALAT MEDIS PAKAI HABIS


1201011 Abocath no. 18 biji
1201021 Abocath no. 20 biji
1201031 Abocath no. 22 biji
1201041 Abocath no. 24 biji
1201051 Alat suntik 10 ml biji
1201091 Alat suntik sekali pakai 0,5 ml biji
1201101 Alat suntik sekali pakai 1 ml Tuberculin biji 200 16,7 200
1201111 Alat suntik sekali pakai 3 ml biji 800 66,7 1.000
1201121 Alat suntik sekali pakai 5 ml biji 20 1,7 150
1201131 Albothyl (Polikresulen/Metakresol) btl
1202011 Bisturi + scalpel biji 1
1202021 Bisturi no 11 lancip biji
1202031 Bisturi no 14 bulat biji
1202041 Brand Spiritus btl 1 0,1 1 2
1202051 Bisturi no 15 bulat biji
1203011 Catgut Chromic no 2/0 rol 1
1203021 Catgut Chromic no 2/0 zak
1203031 Catgut Chromic no 3/0 rol 1
1203041 Catgut Chromic no 3/0 zak
1203051 Catgut plain no 2/0 rol 1
1203061 Catgut plain no 2/0 zak
1203071 Catgut plain no 3/0 rol 1
1203081 Catgut plain no 3/0 zak
1204011 Daryantulle lembar 8 0,7 1 12
1204021 Dettol btl 11 0,9 1 20
1205011 Etakridin 0,1% 100 ml btl 120
1205021 Etakridin 0,1% 300 ml btl 111 9,3 13
1205031 Etanol 70% 1000 ml btl 19 1,6 4 15
1205041 Etanol 95% 1000 ml btl 2 0,2 1 3
1207011 Gliserin btl
1208011 Handschoon no 6 steril ps
1208021 Handschoon 7 steril ps 50 100
1208031 Handschoon 7,5 steril ps 50 100
1208041 Handschoon 8 steril ps
1208051 Handschoon disp non steril L pcs 100 8,3 300
1208061 Handschoon disp non steril S pcs 100 8,3 300
1208081 Hypafix 5 cm x 1 m rol 12 1,0 12
1208101 Handschoon 6.5 ps
1208111 Handschoon disp non steril M pcs 300
1209011 Infusion set Anak set
1209031 Infusion set Dewasa set 1 0,1 2
1209041 IUD Copper T 380 A buah 1 0,1 2 5
1210011 Jarum jahit Kulit no 21 / 22 set/12 1
1210021 Jarum Jahit kulit no 23 / 24 set/12 1
1210041 Jarum Jahit Otot set/12 1
1210051 Jarum Jahit Otot 1/2 ling no 24 set/12 1
1210061 Jarum Suntik 18 G biji
1210071 Jarum Suntik 23 G biji
1210081 Jelly Doppler tube 3
1211011 Kapas pembalut 250 g bks 17 1,4 2 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1211031 Kasa 4m x 15 cm rol


1211041 Kasa kompres 40 x 40 bks
1211051 Kasa pembalut hydrofil 2 m x 80 cm rol 1
1211071 Kasa pembalut hydrofil 4 Y x 10 cm rol
1211081 Kasa steril 16 x 16 dos 7 0,6 2 12
1211091 Kasa verband 40 x 80 cm rol 1 0,1 1
1212011 Lisol 50% btl
1213011 Masker disposible buah 100 8,3 50 300
1216011 Paraformaldehyde tab 1 g tab
1220041 Transfusi set set
1226011 Zyde (= Silk) roll 2/0 rol
1226021 Zyde (= Silk) roll 3/0 rol
1226031 Zyde (= Silk) 2/0 sak/12 sak 1
1226041 Zyde (= Silk) 2/0 sak/36 sak

ALAT DAN BAHAN GIGI


1301021 Alvogyl btl
1301031 Articulating paper btl 1
1302011 Boor cemara panjang biji 4
1302021 Boor cemara pendek biji 4 4
1302031 Boor diamond H Fissure (besar) biji 5 0,4 1 12
1302041 Boor diamond H Fissure (kecil) biji 6 0,5 1 24
1302051 Boor diamond H Fissure (sedang) biji 4 0,3 2 12
1302061 Boor diamond H Inverted (besar) biji 2
1302071 Boor diamond H Inverted (kecil) biji 2
1302081 Boor diamond H Inverted (sedang) biji
1302091 Boor diamond H Round (besar) biji 2 0,2 1 11
1302101 Boor diamond H Round (sedang) biji 5 0,4 1 23
1302111 Boor diamond H Round(kecil) biji 6 0,5 3 9
1302121 Boor diamond L Fissure (besar) biji 1 0,1 4 2
1302131 Boor diamond L Fissure (kecil) biji 4 0,3 2 10
1302141 Boor diamond L Fissure (sedang) biji 3 0,3 1 5
1302151 Boor diamond L Inverted (besar) biji 1 0,1
1302161 Boor diamond L Inverted (kecil) biji
1302171 Boor diamond L Inverted (sedang) biji
1302181 Boor diamond L Round (besar) biji 6
1302191 Boor diamond L Round (kecil) biji 12
1302201 Boor diamond L Round (sedang) biji 6
1302211 Boor Ulir biji 6
1302221 Boor Veneer halus biji 6
1302231 Boor Veneer kasar biji 1 5
1302241 Brush buah 1 5
1302251 Boor Flame Halus H biji 6
1302261 Boor Flame Kasar H biji 6
1303011 Celuloid strip dos 1
1304011 Dentorit / Caviton buah 3 0,3 2 8
1304012 Dentorit / Cavit W btl
1304021 Devitalisasi pst Non Arsen pot 1 3
1304031 Devitalisasi pst/ Arsenic pst /Lidoarsen pot 1
1304041 Dycal tube 3
1305011 Ekskavator biji 6
1305021 Etil Klorida semprot btl 17 1,4 3 33
1305031 Eugenol cairan btl 2 2
1305041 Etchant & Bonding set 3
1307011 Glasier A 2 set 3 0,3 3
1307021 Glasier A 3 set 3 0,3 3
1307031 Glass ionomer (= Ketac Molar) set 3 0,3 2 8
1310011 Jarum Cytoject (box/100) box 175 14,6 25 575
1311011 Kaca mulut stainless steel buah 1 0,1 9 6
1311021 Kalsium Hydroxyda Pasta tube 1 2
1312011 Lidocain comp inj kombinasi amp 75 6,3 10 300
1312021 Lidocain non adrenalin inj amp 100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1313011 Matrix Band buah 2


1313021 Minosep gargel 30 ml btl 330 27,5 18 312
1313031 Minyak boor Glows btl 3
1313041 Monoklor kamfer menthol/CHKM btl 1 3
1313051 Mummifying pasta btl 3
1314011 N2 btl 2
1315011 Oco btl 2 3
1319011 Semen seng fosf serb & cairan set 1 2
1319021 Silver amalgam serbuk btl 1
1319031 Spon gelatin cub 1x1x1 cm / 10 ktk 1
1319041 Surefile Shade A tube 3
1319051 Surefile Shade B tube 3
1320011 Temp Stopping Fletch serb & Cairan set 1
1320021 Tri Kresol Formalin (TKF) botol 1 3
1320031 Tri MA 2 tube 3 0,3 1 2
1320041 Tri MA 3 tube 3 0,3 1 2
1323011 Whitee Stone Fissure biji 1 2
1323021 Whitee Stone Round biji 1 2
1324011 Xeno III Starter pack box 3 0,3 1 2
1324024 Xylestesin ampul 25 2,1 600
1325011 Yodium Glyserin btl/100 4
1325021 Yodium Povidone gargel 190 ml btl 36

ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM


1401011 Accutrend Cholesterol strip 531 45,0 26 800
1401021 Accutrend Glucose strip 163 14,0 37 250
1401031 Accutrend Triglycerides strip 329 27,0 15 500
1401041 Asam Klorida 0,1 N btl/100ml 200 ml 16 ml 120 ml 200.ml
1401061 Alcohol Swab biji 250 20,0 150 200
1402011 Blood Lancet biji 2.165 180,0 185 3.400
1402021 Blue tips brand biji
1403011 Cholesterol Diasys kit
1403021 Control Normal / Ecoline btl
1404011 Deck Glass biji 329 27,0 34 300
1405011 Ether Alkohol botol
1407011 Glucose Diasys kit
1407024 Glucosure 25's strip 954 80,0 1.500
1407031 Golongan darah anti A set 1 1 1
1407051 Golongan darah anti B set 1 1 1
1407061 Golongan darah anti D set 1 1 1
1407071 Golongan darah anti AB set
1408011 Hemoglobin Ecolin kit
1411011 Kertas pembersih lensa plastik
1411021 Kertas saring reagen dos
1412021 Larutan giemsa stainn btl/100ml 1 btl 0,5 btl 1 btl
1412031 Larutan Na Citrat 3,8% btl/100ml 1 btl 0,5 btl 1 btl
1412041 Larutan Rees Ecker btl/100ml
1412051 Larutan turk btl/100ml 1 btl 0,5 btl 1 btl
1412071 Larutan Eosin btl
1413011 Metanol btl/100ml 1 btl 2 btl
1413091 Minyak Imersi btl/100ml 1 btl 1 btl
1413101 Martin Wax biji
1415011 Object glass biji 764 65,0 45 1.152
1415021 Object glass Frosted biji
1415031 Ose biji 3 3
1416041 Pot Sputum krg 222 18,0 350
1420021 Tabung Hematocrit tube 112 9,0 24 200
1420031 Tabung Reaksi buah
1420041 Test kehamilan strip 84 7,0 41 80
1420051 Torniquet buah
1420061 Trigliserid Diasys kit
1421011 UA sure Blood Uric Acid strip strip 684 57,0 14 1.050
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pemakaian Sisa Usulan


Kode Pemakaian
Nama Barang Satuan Rata - Rata Persediaan Per Kebutuhan Ket
Barang Tahun 2009
Per Bulan 31/12/2009 Puskesmas

1421021 Uric Acid Diasys kit


1421031 Urin test 3 parameter strip
1421041 Urin test 10 parameter strip 169 14,0 41 150
1424011 Xylol Teknis btl
1425011 Yellow tips brand biji
1426011 Zeilnelsen ABC set
1705011 Extran Neutral btl/2,5L
1904041 Developer Liquid Automatic set
1907011 Gelas Kumur Disposibel biji
2105011 Etiket Obat ( Kertas ) rim 3
2111011 Kartu Stok Obat lembar
2111021 Kantong Puyer buah 1 krtn
2116011 Plastik obat 6x9x0.3 cm lembar 100.000
2116021 Plastik obat 11x22x0.3 cm lembar 25.000
2119011 Sendok Takar Obat 5 ml biji 2.000

DAFTAR USULAN TAMBAHAN


1 Sonde 6
2 Citoject (Selain merk Medesy) 1 1 rusak
3 Natrium fenitoin 30 mg tab 640 53,33 70 570
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI