Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan dibidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat. Agar tingkat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,

pembangunan dibidang kesehatan gigi merupakan bagian integral pembangunan

kesehatan nasional, artinya dalam melaksanakan pembangunan kesehatan,

kesehatan gigi tidak boleh ditinggalkan (Suwelo,1992). Pembangunan kesehatan

diselenggarakan dengan memberikan prioritas kepada upaya peningkatan

kesehatan. Untuk menunjang upaya kesehatan yang optimal, maka upaya dibidang

kesehatan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian termasuk pada anak usia

prasekolah (Depkes RI, 2000).

Usia prasekolah merupakan anak yang berusia diatas 3 tahun sampai 5 tahun

sebelum anak mendapatkan pendidikan formal (Barker dalam dewi, 2011). Pada

masa ini pertumbuhan gigi mulai sempurna, untuk membantu memenuhi nutrisi

pada anak. Peran gigi terutama dalam proses mekanik yaitu menghancurkan

makanan menjadi bagian-bagian kecil agar dapat diproses dengan bantuan enzim

supaya lebih efektif dan efisien. Gangguan atau penyakit pada gigi dan mulut, baik

secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan anak (Siti, 2012).

1
STIKes
STIKes Muhammadiyah
Muhammadiyah Pringsewu
Pringsewu Lampung
Lampung
2

Tumbuh berkaitan dengan perubahan ukuran atau perubahan angka/nilai yang

menunjukkan ukuran-ukuran organ, sedangkan kembang berhubungan dengan

aspek differensiasi bentuk dan fungsi (Daengsari dalam dewi, 2011). Seiring

bertambahnya usia, perubahan bentuk dan fungsi organ pun mulai aktif, terutama

pertumbuhan gigi. Namun, tidak setiap anak memiliki gigi yang sempurna dan

sehat, artinya banyak sekali penyakit gigi yang menimpa anak-anak. Salah

satunya merupakan gigi berlubang atau karies gigi yang keropos. Masalah gigi

berlubang disebabkan oleh email gigi yang keropos. Masalah gigi berlubang ini

termasuk persoalan yang serius, sebab peran gigi sangat penting dalam

mengunyah makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak (Siti, 2012).

Satu dari lima anak usia 2-4 tahun mengalami kerusakan pada gigi susu

ataupun gigi tetap. Penyebab utama dari kerusakan gigi ini merupakan kebiasaan

memakai botol susu saat menjelang tidur. Kontak yang lama antara gigi dengan

susu ini menyebabkan baby-bottle tooth decay (kerusakan gigi karena botol

susu). Gigi bagian depanlah yang biasanya terkena, tempat dimana cairan

berkumpul pada saat mereka mulai tertidur sewaktu meminumnya. Anak-anak

dengan babby-bottle tooth decay mempunyai resiko karies pada gigi tetap mereka

(Dewi, 2011).

Penyakit gigi dan mulut khususnya karies gigi telah tersebar ke seluruh dunia.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Eropa dan Asia, dapat disimpulkan

90% anak-anak terkena karies gigi (WHO, 2003). Di Indonesia prevalensi karies

gigi dan penyakit periodontal mencapai 80% dari jumlah penduduk (Riskesda,

2007).

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


3

Penduduk Indonesia menderita karies aktif 63,5%. Namun di beberapa

Provinsi angka tersebut lebih tinggi dari angka Nasional, seperti Kalimantan

80,2%, Sulawesi 74%, Sumatera 65,4%. Khususnya di Provinsi Lampung terdapat

81,1%. Dilihat dari kelompok umur, golongan umur muda lebih banyak menderita

karies gigi aktif dibandingkan umur 45 tahun keatas, dimana umur 2 - 20 tahun

karies gigi aktif adalah 66,8% - 69,5%, umur 45 tahun ke atas 53,3% dan pada

umur 65 tahun keatas 43,8%. Keadaan ini menunjukkan karies gigi aktif banyak

terjadi pada golongan usia produktif (Depkes RI, 2000).

Prevalensi terjadinya karies gigi di antara bayi dan anak-anak prasekolah telah

diteliti oleh banyak ahli dan hasilnya paling sedikit 65% karies gigi terdapat pada

anak yang berusia 2 tahun dan hampir sebanyak dua pertiga dari seluruh anak

berusia 3 tahun menderita karies gigi. Tingginya angka karies gigi ini diawali

dengan meningkatkannya penggunaan susu formula selama 6 bulan pertama sejak

kelahiran (Dewi, 2008). Hasil prasurvey yang dilakukan peneliti pada tanggal 2

pebruari 2013 pada beberapa anak di TK Aisyiyah I Pringsewu ditemukan banyak

yang terkena karies pada gigi mereka. Dari 15 anak yang diobservasi secara acak

12 anak terkena karies dan sisanya 3 anak sehat.

Pola kebiasaan anak yang mengkonsumsi susu formula menggunakan botol

pada saat sebelum tidur dalam jangka waktu yang lama, akan memicu terjadinya

karies pada gigi. Hal ini terjadi karena gula yang terdapat dalam susu dan sari

buah yang kadang diminumkan saat anak menjelang tidur. Bakteri pada plak gigi

lalu mengubah gula tersebut jadi asam yang merusak hingga menimbulkan

kebusukan dan kehancuran gigi. Pada penelitian terkait angka kejadian karies gigi

masih tinggi. Dari itu, penulis tertarik untuk meneliti Hubungan antara Pemberian

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


4

susu formula dengan karies gigi pada anak prasekolah di TK Aisyiyah I

Pringsewu.

B. Perumusan Masalah

Penyakit gigi dan mulut, khususnya karies gigi telah tersebar ke seluruh dunia.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Eropa dan Asia, dapat disimpulkan
90% anak-anak di bawah usia 18 tahun terserang karies gigi. Di Indonesia
prevalensi karies gigi dan penyakit periodontal mencapai 80% dari jumlah
penduduk. Penyebab utama dari kerusakan gigi ini merupakan kebiasaan memakai
botol susu saat menjelang tidur. Melihat data yang diperoleh maka dapat
dirumuskan masalah penelitian adalah “Apakah ada Hubungan antara Pemberian
susu formula dengan karies gigi pada anak prasekolah di TK Aisyiyah I
Pringsewu Tahun 2013?”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini yaitu :

1. Tujuan Umum

Diketahuinya Hubungan antara pemberian susu formula dengan karies gigi

pada Anak Prasekolah di TK Aisyiyah I Pringsewu .

2. Tujuan Khusus

1) Mengidentifikasi Hubungan antara pemberian susu formula dengan

karies gigi pada Anak Prasekolah di TK Aisyiyah I Pringsewu

2) Mengetahui kejadian karies gigi pada anak prasekolah di TK Aisyiyah I

Pringsewu

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


5

D. Ruang Lingkup

Ruang Lingkup dalam penelitian ini merupakan :

1) Lingkup Waktu

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari – Juni 2013.

2) Lingkup Tempat

Penelitian akan dilakukan di TK Aisyiyah I Pringsewu Lampung.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Institusi Kesehatan / Ilmu pendidikan

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam peningkatan program

pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada anak prasekolah. Dan Hasil

penelitian ini dapat digunakan sebagai perkembangan IPTEK terlebihnya

dalam program pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada anak Prasekolah.

Serta dapat menjadi bahan referensi atau sumber informasi anak untuk

penelitian berikutnya dan sebagai bahan bacaan di Perpustakaan.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi atau sumber informasi anak untuk

penelitian berikutnya dan sebagai bahan bacaan di Perpustakaan.

3. Bagi Masyarakat

Menambah informasi dan pengetahuan khususnya ibu tentang hubungan

antara kebiasaan dalam memberikan susu formula dengan kejadian karies gigi

pada anak prasekolah.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung