Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

MODEL KONSEP TEORI KEPERAWATAN KOMUNITAS


BETTY NEUMAN

Oleh : Kelompok 4
Kelas/Semester : A1/V (Lima)

1. Ronaldo Tempone 5. Nelo Kagoya


2. Kezia Sumaleke 6. Janeke Taalungan
3. Irna Regar 7. Mei Inggrit Duke
4. Hesty Jibobo 8. Daniel Karuh

Dosen : Ns. Julita Legi, S. Kep., MKep


Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas I

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA


FAKULTAS KEPERAWATAN
MANADO
2018
KATA PENGANTAR

Syalom, assalamu’alaikum Wr. Wb…

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Model Konsep

Teori Keperawatan Komunitas Betty Neuman“, untuk memenuhi tugas Mata

Kuliah Keperawatan Komunitas I di semester V tahun 2018. Materi ini bersumber

dari berbagai sumber bacaan dan Puji Tuhan tersusun dengan sistematis dan

ringkas, sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti.

Penulis (Kelompok) menyadari sebagai manusia yang memiliki

keterbatasan, tentunya makalah ini masih banyak memiliki kesalahan dan

kekurangan . Dengan demikian penulis (Kelompok) sangat mengharapkan saran

dan kritik yang membangun demi perbaikan dan kebaikan makalah ini untuk

kedepannya. Semoga materi yang terkait didalam Makalah ini dapat bermanfaat

untuk kita semua.

Syalom…

Manado, 06 Nopember 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ....................................................................................... 1

B. Tujuan .................................................................................................... 3

C. Rumusan Masalah .................................................................................. 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori Betty Neuman ............................................................... 4

1. Perkembangan Sistem Model Neuman .............................................. 4

2. Konseptual Model Neuman ............................................................... 5

3. Garis Pertahanan flexible/-Flexible Lines of Defense ...................... 13

4. Analisa ............................................................................................... 14

B. Model Teori Betty Neuman Dalam Lingkungan Komunitas ................ 17

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................ 26

B. Saran ....................................................................................................... 26

Daftar Pustaka ............................................................................................. 27

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Betty Neuman lahir pada tahun 1924 disebuah pemukiman pertanian di

Lowel, Ohio. Dia anak kedua dari 3 bersaudara dan merupakan anak

perempuan satu-satunya. Ketika berumur 11 tahun bapaknya meninggal setelah

6 tahun dirawat karena CRF. Pujian bapaknya terhadap perawat mempengaruhi

pandangan Neuman tentang perawat dan komitmennya menjadi perawat

terbaik yang selalu dekat dengan pasien. Setelah lulus SMA Neuman tidak

dapat melanjutkan pendidikan keperawatan. Dia bekerja sebagai teknisi pada

perusahaan pesawat terbang dan sebagai juru masak di Ohio dalam rangka

menabung untuk pendidikannya dan membantu ibu serta adiknya. Adanya

program wajib militer di keperawatan mempercepat masuknya Neuman ke

sekolah keperawatan. Neuman pertama kali memperoleh pendidikan

pada People Hospital School of Nursing sekarang General Hospital Akron di

Akron, Ohio tahun 1947. Neuman menerima gelar BS pada keperawatan

Kesehatan Masyarakat tahun 1957 dan MS Kesehatan Masyarakat serta

Konsultan Keperawatan Jiwa tahun 1966 dari Universitas California LA.

Tahun 1985 Neuman menyelesaikan PHD dalam bidang Clinical

Psychology dari Universitas Pasific Western (Tomey dan Alligood, 2002).

Neuman mempraktekkan bed side nursing sebagai staf kepala

dan Private Duty Nurse di berbagai RS. Pekerjaannya di komunitas termasuk

di sekolah-sekolah, perawatan di perusahaan dan sebagai kepala perawatan di

klinik obstetric suaminya dan konseling intervensi krisis di keperawatan jiwa

1
di komunitas. Tahun 1967, 6 bulan setelah mendapat gelar MS dia menjadi

kepala fakultas dari program dimana ia lulus (Universitas California LA) dan

memulai kontribusinya sebagai dosen, penulis dan konsultan dalam berbagai

disiplin ilmu kesehatan. Tahun 1973, Neuman dan keluarga kembali ke Ohio,

sejak itu dia sebagai konsultan kesehatan jiwa, menyediakan program

pendidikan berkelanjutan dan melanjutkan perkembangan dari modelnya, dia

orang yang pertama mendapatkan California Licensed Clinical Fellows of the

American Association of Marriage & Family Therapy dan tetap melakukan

praktek konseling (Neuman, 1995).

Model Sistem Neuman aslinya berkembang tahun 1970, ketika itu ada

permintaan lulusan Universitas California LA untuk pembukaan kursus yang

memberikan wawasan tentang aspek fisiologi, psikologi, sosiokultural dan

aspek pengembangan dari kehidupan manusia (Neuman, 1995). Model

pertama kali dipublikasikan tahun 1972 pada penelitian keperawatan “ A

Model for Teaching Total Person Approach to Patient Problems”. Model ini

dikembangkan untuk menyediakan struktur yang terintegrasi dari aspek-aspek

di atas secara holistik. Setelah 2 tahun dievaluasi model tersebut dipublikasikan

dalam 3 edisi ( 1982,1989, 1995).

Neuman. B. (1982) adalah The Neuman systems model: Application to nursing

education and practice.

Neuman, B. (1989) adalah The Neuman systems model (2nd ed.)

Neuman, B. (1995) adalah The Neuman systems model (3rd ed.) (Tomey dan

Alligood, 2002).

2
Betty Neuman menemukan teori modelnya dari berbagai teori dan disiplin

ilmu. Teori ini juga merupakan hasil dari pengamatan dan pengalaman selama

ia bekerja di pusat kesehatan mental keperawatan.

B. Tujuan

Untuk mengetahui model teori Betty Neuman dalam lingkungan komunitas.

C. Rumusan Masalah

Bagaimana model teori Betty Neuman dalam lingkungan komunitas?

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Teori Betty Neuman

1. Perkembangan Sistem Model Neuman

Model sistem Neuman memberikan warisan baru tentang cara

pandang terhadap manusia sebagai makhluk holistik (memandang manusia

secara keseluruhan) meliputi aspek (variable) fisiologis, psikologis,

sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang berhubungan secara

dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap stressor

baik dari lingkungan internal maupun eksternal.

Komponen utama dari model ini adalah adanya stress dan reaksi

terhadap stress. Klien dipandang sebagai suatu sistem terbuka yang

memiliki siklus input, proses, output dan feedback sebagai suatu pola

organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif sistem ini,

maka kliennya bisa meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas atau

kumpulan agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin

keilmuan

Tujuan ideal dari model ini adalah untuk mencapai stabilitas sistem

secara optimal. Apabila stabilitas tercapai maka akan terjadi revitalisasi

dan sebagai sistem terbuka maka klien selalu berupaya untuk memperoleh,

meningkatkan, dan mempertahankan keseimbangan diantara berbagai

faktor, baik didalam maupun diluar sistem yang berupaya untuk

mengusahakannya. Neuman menyebut gangguan-gangguan tersebut

sebagai stressor yang memiliki dampak negatif atau positif. Reaksi

4
terhadap stressor bisa potensial atau aktual melalui respon dan gejala yang

dapat diidentifikasi.

2. Konseptual Model Neuman

Neuman menyajikan aspek-aspek model sistemnya dalam suatu

diagram lingkaran konsentris, yang meliputi variabel fisiologi, psikologis,

sosiokultural, perkembangan dan spiritual, basic structure dan energy

resources, line of resistance, normal line of defense, fixible line of defense,

stressor, reaksi, pencegahan primer, sekunder, tertier, faktor intra, inter dan

ekstra personal, serta rekonstitusi. Adapun faktor lingkungan, kesehatan,

keperawatan dan manusia merupakan bagian yang melekat pada model ini

yang saling berhubungan dan mendukung ke arah stabilitas sistem.Gambar

sistem Neuman ada pada gambar berikut ini.

a. Manusia menurut Neuman

Neuman memandang manusia atau klien secara keseluruhan

(holistic) yang terdiri dari faktor fisiologis, psikologis, sosial budaya,

faktor perkembangan, dan faktor spiritual.

1. Faktor Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh.

2. Faktor psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental.

3. Faktor sosial budaya meliputi fungsi sistem yang

menghubungkan sosial dan ekspektasi kultural dan aktivasi.

4. Faktor perkembangan sepanjang hidup.

5. Faktor spiritual pengaruh kepercayaan spiritual. Faktor-faktor ini

berhubungan secara dinamis dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

5
Klien juga dipandang mengalami kondisi yang

bervariasi,sesuai stress yang dialami. Ketika stressor terjadi individu

banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk mengatasi

stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat

untuk membantu perkembangan klien.

Sistem klien diartikan dalam struktur dasar dan lingkaran-

lingkaran konsentrik yang saling berkaitan . Struktur dasar meliputi

faktor dasar kelangsungan hidup yang lebih umum dari karakter sehat

dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari system klien.

Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah

range temperatur normal, struktur genetik , pola respon, kekuatan dan

kelemahan organ, struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan.

Neuman selanjutnya menyatakan bahwa Normal Lines of

Defense adalah :

1. Merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan

stabil untuk individu, sistem atau kondisi yang menyertai

pengaturan karena adanya stressor yang disebut keadaan wellness

normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya

deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.

2. Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika

flexible lines of defense tidak dapat melindungi secara adekuat.

Jika itu terjadi maka sistem klien akan bereaksi yang akan tampak

pada adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan

6
mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor

tambahan.

3. Normal lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan

perilaku seperti pola koping individu, gaya hidup dan

tahap perkembangan.

b. Lingkungan menurut Neuman

Menurut Neuman lingkungan adalah seluruh faktor-faktor

internal dan eksternal yang berada di sekitar klien . Neuman

mengatakan baik lingkungan internal maupun ekternal pada manusia

memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai

keseimbangan yang bervariasi, dimana keseimbangan atau

keharmonisan antara lingkungan internal dan eksternal tersebut

dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau sebaliknya

bias berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari

lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan

extrapersonal.

Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :

1) Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada

dalam system klien.

2) Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar

system klien.Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang

berada di luar sistem klien.

3) Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam

system terbuka dengan lingkungan internal dan eksternal yang

7
bersifat dinamis.Lingkungan ini tujuannya adalah untuk

memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.

Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan

ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil.

Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut :

✓ Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan

berhubungan dengan lingkungan internal.

Misalnya : respon autoimun.

✓ Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga

atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem.

Misalnya : ekspektasi peran. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi

diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh

jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal.

✓ Misalnya : sosial politik. Stressor interpersonal dan extrapersonal

berhubungan dengan lingkungan eksternal. Created environment

mencakup ketiga jenis stressor ini.

c. Sehat menurut Neuman

Definisi sehat digambarkan dengan model komponen. Sehat

adalah kondisi dimana bagian dan sub bagian keseluruhan manusia

yang selalu harmoni.Kesehatan manusia dalam status baik atau sakit,

selalu berubah dalam lima variable : fisiologi, psikologi, sosiobudaya,

spiritual dan perkembangan. Sehat relative dan dinamik dengan

stabilitas yang bervariasi. Garis normal sebagai parameter status

8
sehat. Sehat adalah individual kadang seimbang atau stabilitas klien

atau berubah.

Garis pertahanan manusia dapat permiabel, berbeda dengan

individu lain dan menghasilkan status kesehatan yaitu garis

pertahanan normal.Sehat untuk individu lain mungkin berarti retensi

komponen yang tercontitusi, contoh penggunaan protesa setelah

amputasi dapat menghasilkan garis normal. Sehat untuk individu

adalah hubungan antara faktor genetik dan pengalaman.Tipe definisi

sehat mengikuti individu ,tidak ada standart absolute. Status yang

terbaik adalah status optimal untuk klien bervariasi dari beberapa poin

dalam hubungannya dengan konsep dasar

d. Keperawatan menurut Neuman

Neuman menyatakan bahwa keperawatan memperhatikan

manusia secara utuh dan keperawatan adalah sebuah profesi yang unik

yang mempertahankan semua variabel yang mempengaruhi respon

klien terhadap stressor. Melalui penggunaan model keperawatan dapat

membantu individu, keluarga dan kelompok untuk mencapai dan

mempertahankan level maksimum dari total wellness. Keunikan

keperawatan adalah berhubungan dengan integrasi dari semua

variabel yang mana mendapat perhatian dari keperawatan . Neuman

(1981) menyatakan bahwa dia memandang model sebagai sesuatu

yang berguna untuk semua profesi kesehatan dimana mereka dan

keperawatan mungkin berbagi bahasa umum dari suatu pengertian.

Neuman juga percaya bahwa keperawatan dengan perspektif yang

9
luas dapat dan seharusnya mengkoordinasi pelayanan kesehatan untuk

pasien supaya fragmentasi pelayanan dapat dicegah.

e. Aktivitas Keperawatan

Perawat dalam model Neuman dipandang sebagai “aktor” atau

pemberi intervensi yang mempunyai tujuan mengurangi pertemuan

individu dengan stressor yang jelas atau meminimalkan efeknya.

Perawat mungkin memilih untuk mengintervensi dengan cara

menguatkan kemampuan klien untuk berespon terhadap stressor. Jadi

tanpa memperhatikan apakah pertemuan dengan stressor itu

menghasilkan hasil yang positif atau negatif, perawat memberikan

pelayanan sebagai peserta yang aktif dalam mendukung pertahanan

klien dengan membantu klien berespon yang sesuai terhadap stressor

yang datang. Partisipasi aktif dari klien membenarkan arti dari

pengalamannya dengan perawat.

Selanjutnya pembuatan tujuan kolaborasi dan kemajuannya

adalah istilah yang digunakan Neuman untuk menjelaskan aktivitas

antara perawat dan klien. Neuman menyatakan bahwa sekali masalah

utama telah didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus

dibuat sebagai bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai

prioritas.Yang membuat keputusan adalah proses kolaborasi antara

perawat dan klien terlibat dalam merundingkan tujuan kolaborasi

yang sesuai. Perawat membantu klien berbeda tergantung pencegahan

primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam situasi

perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara

10
berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak

merusak garis pertahanan normal (tingkat pencegahan primer),

perawat mungkin mengkaji faktor-faktor resiko dan mencari

kemungkinan untuk mengajari atau membantu klien sesuai dengan

kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan normal

(tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk

menentukan sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan

respon maladaptif. Jika stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa

(tingkat pencegahan tertier) perawat berusaha untuk membatasi atau

mengurangi efek, barangkali dengan menggunakan sumber-sumber

rehabilitasi.

Ringkasnya perawat atau profesi kesehatan lain menggunakan

model Neuman adalah pengevaluasi aktif dan pemberi intervensi

aktif. Klien dipandang sebagai aktif tetapi lebih rendah dibanding

perawat berhubungan beberapa perubahan status kesehatan.

Keperawatan digambarkan sebagai profesi yang unik, keunikannya

dihubungkan dengan sifat holistic manusia dan pengaruh dari variable

yang berinteraksi dalam lingkungan internal maupun eksternal.

Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada klien..Contoh

Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan

professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver

mungkin bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi

tindakan caregiver.

11
Pengkajian persepsi berarti bahwa perawat mengkaji

prasangka, kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien yang

berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal

ini penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang

dimuat karena ini akan sangat berguna pada format proses perawatan

yang selanjutnya dibuat oleh Neuman.

f. Hubungan antara keempat konsep sentral.

Perawat dilihat sebagai parsitipan yang aktif dan sebagai

faktor dalam lingkungan interpersonal yang mempengaruhi klien.

Kesehatan adalah keadaan dinamis yang dipengaruhi oleh waktu

dimana individu tersebut mencari cara untuk memepertahankan

beberapa bentuk stabilitas. Keadaan ini merupakan keadaan yang

harmonis pada semua aspek mausia, keadaan yang tidak harmonis

akan menyebabkan keadaan kesehatan berkurang. Stressor didapat

dari lingkungan internal dan eksternal dimana keduanya ada dalam

system klien.Sifat dari stressor kebutuhan klien harus dikaji oleh

perawat sebelum menetapkan perencanaan. Salah satu kekuatan

dalam model ini terletak pada hubungan antara variabel klien dengan

konsep yang termasuk dalam system. Kegunaan dari model ini adalah

1) Dapat mengkonseptualisasikan klien / system klien dalam

keadaan kesehatan berubah – ubah

2) Lingkungan internal dan ekternal adalah system yang dinamis

untuk klien

12
3) Perawat melakukan pengkajian , pencegahan dan intervensi pada

klien /system klien. Empat meta paradigma konsep keperawatan

saat ini dan semuanya digunakan dalam fungsi keperawatan

3. Garis Pertahanan flexible/-Flexible Lines of Defense :

1) Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling luar yang berperan

memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor.

2) Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa menjauh atau

mendekat pada normal line of defense. Bila jarak antara flexible lines

of defense dan normal lines of defense meningkat maka tingkat

proteksipun meningkat.

3) Melindungi normal line of defense dan bertindak sebagai buffer untuk

mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.

4) Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat.

Lines of Resistance Merupakan serangkaian lingkaran putus-putus

yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini melindungi

struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan

melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Misalnya adalah

mekanisme sistem immun tubuh.Jika lines of resistance efektif dalam

merespon stressor tersebut, maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak

efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian.Hubungan dari

berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan

spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan flexible lines of

defense terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.

13
4. Analisa

Pada bab ini akan dikelompok uraikan analisis internal, analisis

kekuatan dan kelemahan.

1. Analisis Internal

Asumsi didefinisikan sebagai dalil yang diterima tanpa harus

dibuktikan,beberapa tipe asumsi, tetapi asumsi dengan banyak

kesesuaian antara implisit dan explicit . secara garis besar asumsi

diidentifikasi Neuman sebagai berikut:

a. Setiap orang adalah individual unik dengan range respon yang

normal.

b. Beberapa tipe stressor mungkin dalam garis keseimbangan

individual ( garis pertahanan normal ). Stressor alamiah mungkin

berdampak keluar yang mana seseorang mungkin menggunakan

garis pertahanan yang flexible.

c. suatu waktu manusia dalam respon normal yang mana mereka

dalam garis pertahanan normal.

d. Garis pertahanan flexible adalah system reaksi yang digunakan

untuk pertahanan stressor, ketika garis pertahanan flexible tidak

dapat digunakan untuk pertahanan stressor, stressor

mempengaruhi keseimbangan seseorang.

e. Garis pertahanan internal individu stabil dan menghasilkan

individu yangnormal.

f. Kesakitan adalah hubungan yang dinamis antara fisiologi,

psikologi, sosio budaya dan perkembangan status.

14
g. Pencegahan utama/primer adalah mengidentifikasi dan semua

faktor resiko berhubungan dengan stressor.

h. Pencegahan sekunder berhubungan dengan gejala dan stretegi

intervensi.

i. Pencegahan tersier berhubungan dengan adaptasi atau hasil

rekontruksi.

Asumsi direfleksikan dalam element dasar pada modul ini.

System klien dalam intraksi dengan lingkungan. Dalam perawatan

kesehatan professional dapat dari sebuah model yan spesifik yang

mana intervensi antara stressor dan klien, contoh seorang terapi fisik

mungkin mengindentifikasi stressor akan mempengaruhi otot atau

tolong maka intervensi spesifik akan diatur dari pengetahuan.

Beberapa implikasi dapat diasumsikan lebih baik, contoh

individu klien mempunyai nilai dan usaha stabilitas atau kesehatan

yang prima. Kesehatan professional klien lebih baik mempunyai

respon yang besar untuk status kesehatan ini. Tambahan, perawatan

kesehatan professional adalah dapat membantu klien mencapai dan

bertahan dalam kondisi sehat.

Komunitas dan keluarga yang direferensikan Neuman, tetapi

dapat diasumsikan hanya untuk klien. Neuman mempunyai

pernyataan walaupun mengasumsikan konssep yang original dalam

terminology klien. Dia berharap akan meluaskan. Dia percaya mereka

menampilkan yang lebih baik dalam system yang lain. Asumsi untuk

system perawatan kesehatan yang lebih besar yaitu komunitas atau

15
keluarga menjadi petunjuk, contoh neuman melaporkan dari Ontorio

Canada dan propinsi Manitoba mempunyai kreteria dasar untuk

praktek perawatan kesehatan masyarakat dalam system model

Neuman, yang mana sukses dalam implementasi ( Neuman,

komunikasi personal).

2. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Konsep

a. Kekuatan

1) Neuman menggunakan diagram yang jelas , diagram ini

digunakan dalam semua penjelasan tentang teori sehingga

membuat teori terlihat menarik. Diagram ini mempertinggi

kejelasan dan menyediakan perawat dengan tantangan –

tantangan untuk pertimbangan

2) Model system Neuman lebih flexible bias digunakan pada

area keperawatan, pendidikan dan pelatihan keperawatan

b. Kelemahan

1) Model Sistem Neuman dapat digunakan oleh semua profesi

kesehatan, sehingga untuk profesi keperawatan menjadi tidak

spesifik

2) Penjelasan tentang perbedaan stressor interpersonal dan

ekstrapersonal masih dirasakan belum ada perbedaan yang

jelas

3) Model system Neuman tidak membahas secara detail tentang

perawat klien, padahal hubungan perawat klien merupakan

domain penting dalam Asuhan Keperawatan

16
B. Model Teori Betty Neuman Dalam Lingkungan Komunitas

Keperawatan memperhatikan semua hal dan stressor-stressor

pontensial kaitannya dengan penggunaan pengaruh dan potensial dampak

stressor lingkungan. Tujuan Keperawatan adalah menjaga stabilitas system

klien, membantu klien untuk mengurus diri yang mana hal – hal sebagai

persyaratan untuk mencapai tahap kesehatan yang optimum. Memfasilitasi

kesehatan yang optimum untuk pasien melalui memperkuat atau memelihara

stabilitas system klien.

Sehat Adalah keadaan baik. Sehat adalah suatu titik yang bergerak pada

rentang negentrophy paling besar ke entrophy maksimum. Saat semua bagian

pada klien berada dalam keadaan harmonis atau seimbang ketika semua

dibutuhkan untuk bertemu, kesehatan optimal tercapai. kesehatan adalah juga

energi.

Manusia terdiri dari Fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan

dan spiritual. Diwakili untuk struktur sentral, garis pertahanan dan garis

perlawanan.

Klien adalah manusia yang diancam atau diserang oleh stressor

lingkungan.

Lingkungan adalah semua faktor internal dan eksternal yang

mempengaruhi klien dan system klien. Tiga type lingkungan yang telah

diidentifikasi ; internal, eksternal dan , lingkungan yang diciptakan. Stressor

adalah bagian dari lingkungan, lingkungan internal berisi dalam batas system

klien. Lingkungan eksternal berisi kekuatan-kekuatan diluar system klien.

17
Lingkungan yang diciptakan merupakan mobilisasi yang tidak disadari

klien terdiri dari struktur komponen-komponen sebagai faktor energi, stabilitas

dan integritas.

Masalah keperawatan merupakan kesehatan system klien yang

terancam atau manifestasi aktual respon terhadap stressor. Proses Keperawatan

Neuman menggambarkan 3 langkah fokus: diagnosa keperawatan, tujuan

keperawatan dan hasil.

Intervensi keperawatan adalah intervensi yang diidentifikasi oleh

Neuman, yaitu tiga komponen tipologi intervensi :

a. Tahap pencegahan primer

b. Sekunder

c. Tersier. Rekontitusi merupakan bagian dari tahap pencegahan tersier.

Komunitas dilihat sebagai klien yang dipengaruhi oleh dua aktor utama

: komunitas yang merupakan klien dan penggunaan proses keperawatan

sebagai pendekatan yang terdiri dari 5 tahapan :

1. Pengkajian

Dalam situasi perawatan tiap klien perawat mengkaji dan

mengintervensi secara berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan

klien tapi tidak merusak garis pertahanan normal (tingkat pencegahan

primer), perawat mungkin mengkaji faktor-faktor resiko dan mencari

kemungkinan untuk mengajari atau membantu klien sesuai dengan

kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan normal

(tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk

menentukan sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon

18
maladaptive. Jika stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa (tingkat

pencegahan tertier) perawat berusaha untuk membatasi atau mengurangi

efek, barangkali dengan menggunakan sumber-sumber rehabilitasi.

Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada klien..

Contoh Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan

professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver

mungkin bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi

tindakan caregiver. Pengkajian persepsi berarti bahwa perawat mengkaji

prasangka, kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien yang

berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal ini

penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang dimuat

karena ini akan sangat berguna pada format proses perawatan yang

selanjutnya dibuat oleh Neuman.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat kesehatan masyarakat

dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu, keluarga,

kelompok dan masyarakat adalah:

1) Pengumpulan Data

Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah

kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok khusus dan

masyarakat melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dengan

menggunakan instrumen pengumpulan data dalam menghimpun

informasi.

Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas beserta

faktor lingkungannya.Elemen pengkajian komunitas terdiri dari inti

19
komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan

dan riwayat individu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor

lingkungan adalah lingkungan fisik; pendidikan; keamanan dan

transportasi; politik dan pemerintahan; pelayanan kesehatan dan

sosial; komunikasi; ekonomi dan rekreasi. Hal diatas perlu dikaji

untuk menetapkan tindakan yang sesuai dan efektif dalam langkah-

langkah selanjutnya.

2) Analisa Data

Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang telah

diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam

menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.

Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa besar faktor

stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di

komunitas. Selanjutnya dirumuskan maslah atau diagnosa

keperawatan. Menurut Mueke (1987) maslah tersebut terdiri dari:

a. Masalah sehat sakit

b. Karakteristik populasi

c. Karakteristik lingkungan

2. Diagnosis keperawatan komunitas

Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai dengan urutan

prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual,

ancaman resiko atau wellness.

20
Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan masyarakat antara lain:

a. Masalah yang ditetapkan dari data umum

b. Masalah yang dianalisa dari hasil kessenjangan pelayanan kesehatan

Menetapkan skala prioritas dilakukan untuk enentukan tindakan

yang lebih dahulu ditanggulangi karena dianggap dapat mengancam

kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan mempertimbangkan:

a. Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan masyarakat

b. Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat

c. Kemampuan dan sumber daya masyarakat

d. Keterlibatan, partisipasi dan peran serta masyarakat

Kriteria skala prioritas:

a. Perhatian masyarakat, meliputi: pengetahuan, sikap, keterlibatan

emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan

urgensinya untuk segera ditanggulangi.

b. Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan pada suatu

kurun waktu tertentu

c. Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah tersebut dapat

menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat

Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan mempertim

bangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah

yang menyangkut biaya, sumber daya, srana yang tersedia dan

kesulitan yang mungkin timbul.

21
3. Perencanaan (Intervensi)

Neuman menyatakan bahwa sekali masalah utama telah

didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus dibuat sebagai

bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang membuat

keputusan adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat dalam

merundingkan tujuan kolaborasi yang sesuai.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:

1) Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan

2) Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan

keperawatan

3) Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan

dilakukan.

4. Pelaksanaan

Secara garis besar teori sistem model Neuman mengemukakan

bahwa dalam memberikan tindakan keperawatan terhadap klien atau

pasien yang mengalami stress (gangguan mental) perawatan harus

melaksanakan pendekatan-pendekatan perorangan secara total.

Model konseptual dari Neuman memberikan penekanan pada

penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri

keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut

dengan terfokus pada empat intervensi yaitu :

1. Intervensi yang bersifat promosi

Dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis

pertahanan yang bersifat fleksibel yang berupa :

22
a. Pendidikan kesehatan.

b. Mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat

dilakukan klien dirumah atau komonitas yang bertujuan

meningkatkan kesehatan.

2. Intervensi yang bersifat prevensi

Dilakukan apabila garis pertahanan normal terganggu :

a. Deteksi dini gangguan kesehatan Misalnya deteksi tumbuh

kembang balita, keluarga dll

b. Memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu

misalnya : konseling pra nikah

3. Intervensi yang bersifat kuratif

Dilakukan apabila garis pertahanan terganggu.

4. Intervensi yang bersifat rehabilitatif

Dilakukan seperti pada upaya kuratif yaitu apabila garis

pertahanan resisten yang terganggu.

Pada tahap ini rencana yang telah disusun dilaksanakan

dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat

sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan

yang dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam

pelaksanaan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat adalah:

1) Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral

dengan instansi terkait

2) Mengikutsertakan partisipasi aktif individu, keluarga, kelompok

dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya

23
3) Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat

Level pencegahan dalam pelaksanaan praktik keperawatan

komunitas terdiri atas:

a. Pencegahan Primer

Pencegahan yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya

dan diaplikasikannya ke dalam populasi sehat pada umumnya dan

perlindungan khusus terhadap penyakit.

b. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder menekankan diagnosa diri dan

intervensi yang tepat untuk menghambat proses patologis, sehingga

memprependek waktu sakit dan tingkat keparahan.

c. Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidak

mampuan sambil stabil atau menetap atau tidak dapat diperbaiki sama

sekali. Rehabilitasi sebagai pencegahan primer lebih dari upaya

menghambat proses penyakit sendiri, yaitu mengembalikan individu

kepada tingkat berfungsi yang optimal dari ketidakmampuannya.

5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program

kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah

masukan (input), pelaksanaan (proses) dan hasil akhir(output).

Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan

dicapai, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4

24
dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian,

yaitu:

a. Daya guna

b. Hasil guna

c. Kelayakan

d. Kecukupan

Fokus evaluasi adalah:

1) Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan

pelaksanaan

2) Perkembangan atau kemajuan proses

3) Efisiensi biaya

4) Efektifitas kerja

5) Dampak: apakah status kesehatan meningkat/menurun, dalam jangka

waktu berapa?

Tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga

yang terkait dengan lima tugas kesehatan, yaitu: mengenal masalah

kesehatan, mengambil keputusan tindakan kesehatan, merawat anggota

keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya

peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan

kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah

pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.

25
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Lingkungan adalah semua faktor internal dan eksternal yang

mempengaruhi klien dan system klien. Tiga type lingkungan yang telah

diidentifikasi ; internal, eksternal dan , lingkungan yang diciptakan. Stressor

adalah bagian dari lingkungan, lingkungan internal berisi dalam batas system

klien. Lingkungan eksternal berisi kekuatan-kekuatan diluar system klien.

Komunitas dilihat sebagai klien yang dipengaruhi oleh dua aktor

utama : komunitas yang merupakan klien dan penggunaan proses keperawatan

sebagai pendekatan yang terdiri dari 5 tahapan : ( Pengkajian, Diagnosis

Keperawatan Komunitas, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi)

B. Saran

Dengan adanya makalah ini kami selaku penulis sangat berharap

kepada pembaca agar mampu memahami dan mengetahui tentang Model

Konsep Teori Keperawatan Komunitas Betty Neuman. Semoga dengan adanya

makalah ini dapat membawa pengaruh yang baik dan bermanfaat bagi kita

semua.

Kami penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan kritik yang membangun

demi kesempurnaan makalah ini.

26
DAFTAR PUSTAKA

1. Hidayat Aziz Halimul. (2004). Pengantar Konsep Keperawatan

Dasar. Salemba Medika Jakarta

2. Perry and Potter.(2005) Fundamental Keperawatan Edisi IV. EGC : Jakarta

3. Dermawan, Deden. (2012). Buku Ajar Keperawatan Komunitas. Yogyakarta :

Gosyen Publishing

4. Potter, P.A, Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan :

Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4. Volume 2. Alih Bahasa : Renata

Komalasari, dkk. Jakarta : EGC.

5. Widyanto, Faisaldo Candra. (2014). Keperawatan Komunitas dengan

Pendekatan Praktis. Yogyakarta : Nuha Medik

27