Anda di halaman 1dari 52

kiat-kiat

Kemandirian
Ekonomi
Untuk Remaja
Buku Motivasi Ketahanan Ekonomi
Keluarga Untuk Remaja
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Cetakan Kedua
Edisi Revisi
Tahun 2017

ii
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Daftar Isi

Daftar Isi ......................................................................... iii


Sekapur Sirih Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN).......................................... v
Sambutan Deputi Bidang KSPK Badan Kependudukan
dan Keluarga Berencana (BKKBN)................................... vii
Kata Pengantar Direktur Pemberdayaan
Ekonomi Keluarga (BKKBN)............................................. ix
Pendahuluan .................................................................. xi

Bab 1. Bagaimana Menjadi Remaja Yang Mandiri? ........ 1


A. Kemandirian ............................................................. 1
B. Ciri‐Ciri Remaja Mandiri ........................................... 3
C. Mengenal GenRe...................................................... 5
D. Memiliki Kemandirian Ekonomi ............................... 6

Bab 2. Jembatan Menuju Kemandirian .......................... 9


A. Cara Menemukan Minat dan Bakat.......................... 9
B. Kiat‐kiat Menjadi Pengusaha Sukses ....................... 14
C. Kiat‐kiat Menjadi Profesional Hebat......................... 19
D. Kiat‐kiat Menjadi Karyawan Teladan ........................ 23

iii
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bab 3. Profil Remaja Indonesia Yang Memiliki


Kemandirian Ekonomi .................................................... 28
A. Profil Remaja Pengusaha Sukses .............................. 28
B. Profil Remaja Profesional Hebat............................... 30
C. Profil Remaja Karyawan Teladan .............................. 32

Daftar Pustaka ................................................................ 35


Profil Penulis................................................................... 37

iv
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Sekapur Sirih
Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN)

Untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan


berketahanan, partisipasi dari pemerintah, swasta, dan
seluruh lapisan masyarakat sangatlah dibutuhkan. Peran serta
dan partisipasi aktif dari pihak‐pihak tersebut akan membantu
kesuksesan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan
Pembangunan Keluarga (KKBPK). Salah satu aspek terpenting
yang menjadi pondasi kesuksesan program KKBPK adalah
ketahanan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, proses
peningkatan edukasi untuk ketahanan ekonomi keluarga harus
mendapat perhatian dari pihak‐pihak dimaksud agar dapat
melepaskan diri dari kondisi pra sejahtera yang masih melilit
27,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

Sebagai salah satu langkah konkrit bagi peningkatan edukasi


ketahanan ekonomi keluarga, maka dalam rangka Hari
Keluarga Nasional ke XXIV, BKKBN turut hadir melalui bingkai
peningkatan ketahanan ekonomi keluarga, dengan peluncuran
lima (5) buah Buku Motivasi "Seri Ketahanan Ekonomi
Keluarga", yang diharapkan dapat menginspirasi seluruh
petugas KB se Indonesia, dan para mitra, serta seluruh
keluarga Indonesia, untuk dapat meningkatkan ketahanan

v
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

ekonomi keluarga, demi mewujudkan keluarga Indonesia yang


maju, sejahtera, dan berketahanan.

Kepada seluruh keluarga Indonesia, saya mengucapkan


"Selamat Hari Keluarga Nasional XXIV Tahun 2017". Semoga
Tuhan YME selalu memberikan kesehatan, kesejahteraan,
kebahagiaan, dan kesuksesan untuk seluruh keluarga
Indonesia, sehingga dapat melahirkan generasi pemimpin
bangsa yang dapat unggul di segala bidang.

Jakarta, Juni 2017


Kepala BKKBN

Surya Chandra Surapaty

vi
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Sambutan
Deputi Bidang KSPK
Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN)

Menghadapi bonus demografi pada tahun 2020‐2030, dengan


perkiraan komposisi 180 juta penduduk usia produktif, maka
Indonesia harus segera mempersiapkan peningkatan
kompetensi SDM, peranan perempuan, tabungan Indonesia,
dan optimalisasi pembukaan lapangan usaha dan lapangan
kerja secara masif. Keberhasilan Program Kependudukan,
Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),
dimulai dari pembangunan SDM dalam keluarga sebagai unit
terkecil dalam masyarakat, yang merupakan cikal bakal dari
seluruh gerak pembentukan SDM Indonesia yang unggul,
berketahanan, dan sejahtera.

Keberhasilan Program KKBPK, akan lebih cepat tercapai


apabila sosialisasi dan penerapan "Delapan Fungsi Keluarga"
dapat lebih ditingkatkan dan dapat terlaksana dengan baik
pada setiap keluarga Indonesia. Fungsi‐fungsi keluarga yang
perlu dipahami dan diterapkan meliputi fungsi agama, fungsi
sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi
reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi,
dan fungsi pembinaan lingkungan. Agar ketahanan ekonomi
keluarga dapat terwujud maka pemberdayaan ekonomi
keluarga dilakukan dengan mendorong seluruh keluarga
Indonesia memahami pengelolaan keuangan keluarga dengan
baik dan mampu merintis usaha ekonomi keluarga sehingga
ekonominya meningkat dan terwujud keluarga yang sejahtera.

vii
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Penerbitan 5 (lima) seri Buku Motivasi "Ketahanan Ekonomi


Keluarga" ini, diharap dapat memperkuat media edukasi
ketahanan ekonomi bagi seluruh keluarga Indonesia, sehingga
akan semakin memperkuat pembentukan keluarga sejahtera
pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kami mengucapkan Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV


untuk seluruh keluarga Indonesia dimanapun berada. Semoga
dengan hadirnya kelima (5) seri Buku Motivasi "Ketahanan
Ekonomi Keluarga" ini, dapat semakin memperkuat pondasi
ketahanan ekonomi pada seluruh lapisan keluarga, sehingga
dapat mewujudkan tercapainya keluarga Indonesia yang
mandiri, sejahtera, dan berketahanan.

Jakarta, Juni 2017


Deputi Bidang KSPK

Ambar Rahayu

viii
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Kata Pengantar
Direktur Pemberdayaan
Ekonomi Keluarga (BKKBN)

Puji syukur ke Hadirat Tuhan YME atas terbitnya 5 (lima) seri


Buku Motivasi "Ketahanan Ekonomi Keluarga" yang fokus pada
Pengelolaan Keuangan dalam keluarga yang ditujukan pada
anak usia SD, Remaja, Orang Tua, Lansia dan Kelompok UPPKS.

Buku edukatif yang disusun dengan bahasa motivasi dan


tampilan gambar karikatur berwarna ini bertujuan untuk
mengedukasi minat dari kelima segmen pembaca dimaksud
secara optimal tentang perlunya memperkuat ketahanan
ekonomi keluarga dengan cara‐cara konkret dan komprehensif
menuju keluarga sejahtera yang berketahanan.

Adapun judul kelima buku tersebut adalah:


1. Mengenal Nilai Uang dan Belajar Menabung (buku untuk
anak usia SD)
2. Kiat‐kiat Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja (buku untuk
remaja)
3. Rahasia Menjaga Ketahanan Ekonomi Keluarga (buku untuk
orang tua)
4. Rahasia Menjadi Lansia Produktif (buku untuk lansia)
5. 5 Rahasia Menjadi Anggota UPPKS Sukses (buku untuk
anggota kelompok UPPKS)

ix
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Keterbatasan pencetakan buku ini oleh BKKBN Pusat,


diharapkan tidak menjadi hambatan dalam penyebarluasan
buku seri ini. Provinsi dan Kabupaten/Kota dipersilakan untuk
memperbanyak buku ini dan dapat dimodifikasi atau
disesuaikan dengan kearifan lokal dengan mencantumkan
sumber dari BKKBN. Semoga buku ini dapat meningkatkan
pengetahuan keluarga dalam pengelolaan keuangan keluarga
sehingga berdampak pada meningkatnya tabungan nasional.

Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV untuk seluruh keluarga


Indonesia yang berbahagia. Semoga Tuhan YME memberikan
perlindungan, kekuatan, ketahanan, dan kesejahteraan untuk
kita semua.

Jakarta, Juli 2017


Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga,

Chamnah Wahyuni

x
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Pendahuluan

Ketahanan ekonomi keluarga dapat menjadi benteng


pertahanan bangsa Indonesia yang kokoh, khususnya
dalam menghadapi berbagai tuntutan kebutuhan ekonomi
keluarga. Untuk itu, pemerintah dan berbagai kalangan,
memiliki peran penting untuk dapat memberikan
pendidikan mengenai ketahanan ekonomi keluarga pada
berbagai lapisan usia masyarakat.
Pada masyarakat kelompok remaja (usia 10 ‐ 24 tahun
dan belum menikah), dimana mereka sedang berada di
bangku SLTP, SLTA, dan kuliah, dan atau sedang berada
diawal kariernya, baik sebagai karyawan, profesional,
atau berbisnis, maka mereka sangat membutuhkan suatu
informasi berupa panduan dalam memilih ‘jalan terbaik
menuju masa depannya’, berdasarkan minat dan bakatnya.
Itulah tantangan bagi pemerintah untuk bisa ‘hadir’
menjawab kebutuhan para remaja.
Untuk itu, BKKBN telah hadir di tengah masyarakat,
khususnya para remaja, untuk menjawab tantangan
tersebut, melalui buku “Motivasi Ketahanan Ekonomi

xi
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Keluarga untuk Remaja” ini. Buku motivasi ini akan


mengedukasi dan menginspirasi para remaja Indonesia,
agar dapat menemukan potensi terpendamnya, dan
kemudian dapat mempersiapkannya pekerjaan yang
dicintai/diminatinya sejak dini
Semoga buku motivasi ini, dapat menjadi solusi bagi
peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia, dengan
mempersiapkan kemandirian ekonomi para remaja
penerus bangsa, sehingga dapat terwujud cita‐cita
keluarga Indonesia yang sejahtera pada seluruh lapisan
masyarakat pada masa mendatang.

xii
BAB
1 Bagaimana
Menjadi
Remaja Yang
Mandiri?

A. Kemandirian

Kemandirian adalah kemampuan


seseorang dalam bertindak untuk
memenuhi segala kebutuhan hidupnya
ataupun keinginannya, tanpa harus
bergantung kepada orang lain,
baik dalam aspek emosi, ekonomi,
intelektual, dan sosial.

Dari definisi di atas, kita mengetahui bahwa mandiri


adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan
kepada orang lain. Seorang yang menjalankan usahanya

1
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan


orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap
suatu masalah dalam usahanya.
Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang berani, mau
belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman
hidupnya. Ia melihat, mencoba, dan merasakan sendiri
hal‐hal tertentu yang memang seharusnya sudah
dilakukan.
Menjadi pribadi yang mandiri mengajarkan seseorang
untuk mengendalikan perekonomian yang dimilikinya.
Untuk itu, buku ini sangat bermanfaat bagi teman‐teman
pembaca guna mengembangkan diri menjadi pribadi yang
mandiri.
Tentunya teman‐teman yang membaca buku ini
ingin berkembang untuk menjadi remaja yang
mandiri bukan? 

2
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

B. Ciri­Ciri Remaja Mandiri

Dok Gambar : www.MotvasiIndonesia.co.id

Kita ketahui bersama bahwa kata “mandiri”, bukanlah


merupakan singkatan dari kata “mandi sendiri”. Namun,
kata “mandiri” merupakan ungkapan bentuk sikap
bijaksana kita dalam mengendalikan kebutuhan dan
keinginan kita.
Tentu saja untuk menjadi seorang remaja yang mandiri,
kita harus bisa lebih dari sekedar mandi sendiri. Ciri‐ciri
dari seorang remaja yang mandiri, antara lain adalah
sebagai berikut:

3
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

 Percaya Diri
 Memiliki Inisiatif dan Kreativitas
 Mampu Mengatasi Masalah
 Mampu Mengerjakan Tugas Pribadi
 Mampu Mengambil Keputusan
 Mampu Menjaga Diri dari Pengaruh Pergaulan
Negatif
 Mampu Menerima Perbedaan Pendapat
 Menerima Kritik dan menjadikan sebagai pemacu
menjadi lebih baik
 Mampu Mengelola Uang dengan Baik

Apakah ada ciri‐ciri tersebut yang sesuai dengan karakter


teman‐teman?
Jika semua ciri‐ciri tersebut ada didalam diri kita,
maka selamat ya... teman‐teman adalah seorang
remaja yang mandiri. 

4
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

C. Mengenal GenRe

Setelah kita mengulas ciri‐ciri remaja yang mandiri, maka


kita juga harus memahami mengenai Generasi Berencana
(GenRe).

Apakah yang dimaksud dengan GenRe?


GenRe atau Generasi Berencana adalah suatu
program dari pemerintah, yang digulirkan oleh
BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional), dengan tujuan untuk
mempersiapkan perencanaan kehidupan para
remaja Indonesia, agar saat menyongsong
kehidupan berumah tangga kelak, memiliki pondasi
yang kuat, untuk membentuk keluarga
berencana yang sejahtera.

Nah… sekarang kita sudah mengetahui bahwa GenRe


merupakan program pemerintah dalam mempersiapkan
dan merencanakan kehidupan berkeluarga untuk
remaja.
Yuk kita dukung program GenRe supaya kita menjadi
keluarga yang lebih sejahtera ya 

5
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Adapun substansi GenRe antara lain :


1. Menghindari Penyalahgunaan Narkoba/Napza
2. Menghindari Sex Bebas/Free Sex
3. Mencegah Tertular HIV/AIDS
4. Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)
5. Memiliki Life Skill (Kecakapan Hidup)
6. Memahami 8 Fungsi Keluarga
7. Kesetaraan Gender
8. Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) dan
Advokasi

8 sasaran tersebut adalah media untuk mewujudkan


tujuan utama GenRe, yaitu Mempersiapkan Kehidupan
Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).
Adapun PIK Remaja atau Pusat Informasi dan Konseling
Remaja adalah wadah dari program Generasi Remaja yang
menaungi program tersebut.

D. Memiliki Kemandirian Ekonomi

Apakah yang dimaksud dengan remaja yang


memiliki kemandirian ekonomi?

6
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Remaja yang memiliki kemandirian


ekonomi, adalah seorang remaja
yang dapat mengelola uang dengan
baik, berhasil mengoptimalkan potensi
yang dimilikinya, sebagai sumber
daya produktif untuk menunjang
kehidupan masa depannya

Apakah teman‐teman pembaca buku ini ingin menjadi


seorang remaja yang memiliki kemandirian ekonomi?
Ya, tentu saja 
Setiap orang tentu saja, saat dewasa ingin menjadi
pribadi yang mandiri dan sukses dalam berbagai
bidang, termasuk ekonomi, sehingga diharapkan
dapat memberikan yang terbaik untuk orang tua, dan
keluarga, serta dapat memberikan manfaat untuk orang
banyak 
Kalau teman-teman ingin menjadi remaja yang memiliki
kemandirian ekonomi, teruskan membaca buku ini
hingga tuntas ya. 
Karena dibuku inilah akan dibongkar mengenai rahasia
agar remaja memiliki kemandirian ekonomi. 

7
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dok Gambar: www.MotvasiIndonesia.co.id

8
BAB
2 Jembatan
Menuju
Kemandirian

A. Cara Menemukan Minat dan Bakat

Saat seseorang bertanya kepada kita :


Apakah minat dan bakatmu?
Apakah kita dapat menjawab pertanyaan itu dengan
cepat? (isilah kotak dibawah ini)

Minat dan bakat saya adalah ………..…


…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………

9
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Jika kita dapat menjawabnya dengan cepat, maka bisa


dipastkan kita telah berhasil mengetahui bidang apa yang
menjadi minat dan bakat kita. Namun jika kita masih harus
terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan
itu, maka bisa dipastikan kita masih bertanya‐tanya dalam
hati:
Minat dan bakat saya sebenarnya apa ya? 

Dok Gambar: www.MotvasiIndonesia.co.id

10
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Mengapa kita harus mengetahui minat dan juga


bakat kita sedini mungkin?

Malcolm Gladwel, seorang jurnalis Harian New Yorker,


dalam buku best sellernya yang berjudul Outliers (2009),
telah melakukan investgasi, menurut riset para ahli
dunia, bahwa seseorang yang terus‐menerus mengasah
keterampilannya dibidang apapun (fokus menekuni satu
bidang saja), dengan tempaan yang melebihi “10.000 jam
terbang”, maka akan menjelma menjadi seorang yang
sangat sukses dibidangnya.

Untuk bisa sukses dalam ekonomi,


sebaiknya kita dapat menemukan
suatu bidang pekerjaan yang
sesuai dengan minat dan bakat
kita, sehingga kita akan lebih fokus,
setia dan sabar, untuk menempa diri
dalam “10.000 jam terbang”

Maka temukanlah bakat kita sejak dini. Lalu


bagaimana cara menemukan potensi bakat dalam
diri kita ?

11
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Baiklah, cara termudah dan tercepat untuk menemukan


bakat kita adalah:

SEBUTKANLAH JENIS PEKERJAAN APA YANG


JIKA KITA KERJAKAN, MAKA KITA RELA
MELAKUKANNYA SIANG-MALAM,
DAN BAHKAN DI SAAT SAKITPUN KITA TETAP
BERSEMANGAT UNTUK MELAKUKANNYA!

Jika kita berhasil menemukan jawaban dari pertanyaan


diatas, maka apapun bidang pekerjaan yang kita pilih,
baik menjadi seorang pengusaha, atau menjadi seorang
profesional, atau menjadi seorang karyawan, maka
kemungkinan kita dapat hidup mandiri dan sukses akan
lebih besar, karena dalam kita menentukan suatu profesi,
benar‐benar dari hati, dan benar‐benar berdasarkan bakat
dan minat kita sendiri, bukan karena paksaan orang tua
atau sekedar ikut‐ikutan 

Ayo temukanlah bakat dan minatmu dari


sekarang! 
Mau jadi pengusaha?
atau profesional dibidang tertentu?
atau karyawan?
Semuanya sama‐sama baik dan mulia. Maka
ikutlah kata hatimu 

12
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Isilah salah satu kotak dibawah, yang paling sesuai dengan


minat/bakat teman‐teman ;

Minat saya adalah menjadi pengusaha


pada bidang ………………………….........
.....................................................................
...................................................................

Minat saya adalah menjadi profesional


pada bidang ………………………….........
.....................................................................
...................................................................

Minat saya adalah menjadi karyawan


pada instansi …………………………........
.....................................................................
....................................................................

13
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

B. Kiat­kiat Menjadi Pengusaha Sukses

Siapa yang mau menjadi pengusaha?


Hmm… pasti banyak yang tertarik ya. 
Menjadi pengusaha ternyata tidak susah lho… Karena
Inti dari seorang pengusaha adalah bagaimana caranya
kita bisa meyakinkan orang lain untuk membeli
produk (barang/jasa) kita dengan sukarela, tanpa merasa
terpaksa. 
Banyak orang yang ingin menjadi seorang pengusaha
sukses, tapi hanya “ingin” saja, dan tidak mau
mencobanya, karena mungkin banyak perasaan negatif
yang menghantui pikirannya, seperti:

Takut Tidak Takut


Takut Gagal
Laku Bangkrut

Takut Lelah
Malu
Ditolak

Bosan Malas Kapok

Gengsi Percuma

14
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Dan mungkin masih ada 1.001 alasan negatif lainnya yang


menghantui pikiran kita, sehingga menghalangi niat kita
untuk memulai mencoba untuk berbisnis, dan menjadi
seorang pengusaha.

Dok Gambar: www.MotvasiIndonesia.co.id

Jika kita benar‐benar merasa memiliki bakat dan minat


untuk berbisnis, maka mulai sekarang.

LUPAKANLAH KATA-KATA NEGATIF ITU


DAN JANGAN PERNAH MERASA MALU
ATAU GENGSI UNTUK MULAI!

BERJUALAN, UNTUK MULAI BERBISNIS,


SELAMA YANG KITA LAKUKAN ITU BAIK,
HALAL, DAN TIDAK MERUGIKAN ORANG
LAIN…

15
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR!

Ok, biar tambah semangat, mari kita ikuti bersama kisah


nyata yang dialami oleh Wahyudin, seorang remaja
mandiri yang sangat menginspirasi. 

Pemulung Yang Menjadi Pengusaha


Dan Calon Doktor

Dok Foto: www.Tribunnews.com

Siapa yang menduga, jika sosok pemuda tinggi dan


tampan ini adalah seorang pemulung?
Ya, pemuda bernama Wahyudin ini, memulung
sampah sejak usia 10 tahun, dan ia pun bisa
membiayai sekolahnya sendiri mulai SD sampai kini
duduk di bangku kuliah, dan berhasil menjadi seorang
sarjana Akuntansi Universitas Muhammadiyah Prof
Dr. Hamka (Uhamka) pada tahun 2013, dan kini

16
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

tengah menempuh Program Magister (S2) di ITB.


Pemuda kelahiran Bekasi, 12 Desember 1991
yang tinggal bersama orang tuanya di Kampung
Kalimanggis, Gang Lame, Jatsampurna, Bekasi
awalnya menyangka tidak akan dapat bersekolah.
Hal tersebut amat wajar, karena kedua orang tuanya
hanyalah petani yang menggarap lahan kosong milik
orang lain, yang penghasilannya hanya cukup untuk
makan seadanya. Anak sulung dari tiga bersaudara ini
pun, mulai rajin menabung sejak kelas 4 SD, agar bisa
tetap sekolah.
Setap hari, ia mulai memulung sampah, mulai dari
jam 01.00 dini hari, sampai waktunya sekolah. Ia
mengumpulkan uang sedikit, demi sedikit. Sebagian
dari uang tersebut digunakannya untuk membeli
beberapa ekor anak ayam, dan diternakannya
sampai besar, hingga akhirnya terkumpul uang yang
kemudian digunakannya untuk masuk sekolah. Saat
masa liburan ia pun makin giat memulung, karena
bercita‐cita untuk berkuliah.
Saat sudah menjadi mahasiswa S1, ia pun masih
tetap memulung untuk membiayai kuliahnya hingga
berhasil diwisuda pada tahun 2013, dengan IPK 3,85.
Selulus S1, ia mendapatkan beasiswa penuh untuk
melanjutkan ke Program Magister (S2) di ITB, dan kini
sedang tahap tugas akhir.

17
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dari kisah nyata yang dialami oleh Wahyudin tersebut,


secara umum kita dapat menyimpulkan 5 kunci untuk
menjadi seorang pengusaha sukses, yakni:

5 Kunci Menjadi Pengusaha Sukses


1. Memiliki impian yang besar untuk
menjadi sukses
2. Memilih bidang bisnis yang sesuai
dengan minat dan bakat
3. Pantang menyerah dalam meraih
cita-cita
4. Mengabaikan rasa “malu” dan
“minder” dalam berbisnis
5. Memiliki guru sebagai tempat
belajar berbisnis.

“Ayo, saatnya yang muda yang berbisnis”

18
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

C. Kiat­kiat Menjadi Profesional Hebat

Gadis yang sering


disapa Dedek Lesti
tersebut dihadapkan
pada tantangan dan
persaingan. Jika ingin
menjadi pemenang,
ia harus berusaha www.kapanlagi.com
dan bekerja keras
menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kini usaha kerasnya
itu telah membuahkan hasil. Saat malam final D’Academy
1 digelar namanya yang disebut sebagai pemenang.
Ia langsung bersujud untuk mengucap syukur atas apa
yang ia raih. Bukan hanya penonton, tapi para juri pun
juga dibuat terharu dengan kemenangan Lesti. Gadis
kecil bersuara emas itu begitu bahagia dan tak kuasa
membendung air matanya. Pasalnya ia memang berharap
bisa menjadi pemenang.
Karena dengan menjadi pemenang ia bisa membuat
bangga kedua orang tuanya. Terlebih lagi hadiah yang ia
peroleh bisa digunakan untuk biaya pengobatan ayahnya
yang mengidap kanker. Perjuangan Lesti tak berhenti di
situ saja.
Keluar dari D’Academy, Lesti harus bisa mempertahankan
keeksistensiannya dengan berkarya. Dan hal itu terbukti,
saat ini ia telah tampil menjadi bintang muda dengan

19
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

sejuta pesona. Bahkan para finalis D’Academy 2 dan 3 pun


banyak yang mengidolakannya.
Jika teman‐teman
memiliki hobi bermain
sepak bola, maka jadilah
seorang professional
sejati, layaknya Christano
Ronaldo, yang meraih
Balon D’ Or (Pemain
Terbaik Dunia versi VIVA)
sebanyak empat (4) kali. Dok Foto: www.pixabay.com

Jika memiliki hobi menjahit


atau mendesain baju, atau
berjualan baju (fashion),
maka jadilah desainer yang
profesional, seperti Anne
Avantie, yang karyanya
menjadi langganan para artis
top, dan kalangan sosialita.
Dok Foto: www.bisnis.liputan6.com

Jika ingin menjadi seorang Chef


(juru masak) yang handal, maka
ikutlah jejak Rudy Choirudin,
yang tak kenal lelah mengasah
ilmunya, sehingga dijuluki “Raja
Masak” Indonesia.
Dok Foto: www.detk.com

20
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

4 LANGKAH MENJADI SEORANG


PROFESIONAL SEJATI
1. Hanya mendalami suatu profesi,
berdasarkan bakat dan minatnya
saja.
2. Meninggalkan profesi lainnya,
dan benar-benar 100% fokus dan
konsisten pada satu bidang tersebut.
3. Bersedia berlatih tekun, untuk
mengantongi jam terbang yang
panjang.
4. Wajib memiliki pelatih/mentor sukses
(dibidang yang sama dengan kita),
yang akan menuntun kita menuju
pintu sukses.

“Menjadi profesional sejati, berarti


harus siap untuk ‘makan, tidur, dan
bernafas’ dengan profesi kita”

-Hamry Gusman Zakaria-

21
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Artinya, kita harus benar‐benar “larut” sepenuhnya


dengan profesi yang kita jalani, dan 24 jam jiwa dan raga
kita, harus selalu “siap dan sedia”, untuk menjalani profesi
tercinta kita tersebut 

Dok Foto: www.MotvasiIndonesia.co.id

22
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

D. Kiat­kiat Menjadi Karyawan Teladan

Simak kisah seorang Office Boy menjadi Vice President.

Sekitar tahun 60‐an,


Houtman Zainal Arifin
merantau dari
kampung halamannya
di Medan, dengan
penuh impian menuju
DKI Jakarta. Namun
karena sulitnya mencari
pekerjaan, terpaksa
ia menjadi pedagang
asongan di lampu merah
perempatan jalan raya di
Dok Foto: www.biografku.com
Grogol, Jakarta. Pahitnya
cobaan hidup, tak
membuatnya menyerah. Ia bermimpi suatu hari bisa
menjadi orang sukses, dengan memiliki pakaian dan
mobil yang mewah.
Suatu hari, ia mendapat panggilan interview kerja
dari Citibank, salah satu bank multinasional terbesar
di Indonesia, dan akhirnya ia pun diterima bekerja
sebagai office boy (petugas kebersihan gedung).

23
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Walaupun hanya sebagai seorang office boy. Ia selalu


mengerjakan tugasnya dengan baik, bahkan selepas
jam kerjanya, ia sering membantu operator mesin
foto copy dalam mencopy dokumen kantor dan
juga belajar memperbaiki mesin foto copy. Semua
itu dikerjakannya dengan sukarela, tanpa meminta
imbalan apapun.
Suatu hari operator mesin foto copy sakit dan tidak
dapat melanjutkan pekerjaannya, sehingga karena
Houtman yang dianggap paling mengerti tentang
mesin fotocopy, akhirnya ia naik pangkat menjadi
operator mesin foto copy. Walau mendapat cibiran
dari teman‐teman office boynya, yang mengganggap
dirinya tidak loyal pada profesi office boy.
Houtman tidak terpengaruh, ia tetap fokus bekerja.
Bahkan selepas jam kerjanya, ia tetap membantu
para staf bank, sekaligus memanfaatkan hal tersebut
untuk belajar mengenai istilah‐istilah perbankan
yang asing baginya. Tak jarang ia membantu para staf
hingga larut malam, dengan tanpa mengharapkan
imbalan apapun. Ia murni ingin belajar hal baru dan
ikhlas untuk membantu.
Suatu hari, pejabat Citibank membuat peristiwa
“menggemparkan” dengan mengangkat Houtman
menjadi seorang staf bank. Kemudian karier
Houtmanpun melesat bak anak panah, meninggalkan

24
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

para staf yang dahulu mengajarinya istilah perbankan.


Puncaknya yaitu terjadi 19 tahun setelah bekerja
menjadi office boy, Houtman dapat meraih posisi
tertinggi, yaitu Vice President Citibank Indonesia.
Luar biasa ! 

Baiklah, sekarang tolong jawablah pertanyaan berikut ;

Siapa diantara pembaca buku ini yang ingin


menjadi Vice President atau Direktur sebuah
perusahaan raksasa seperti Houtman Zainal
Arifin? 
Hehe…tentunya banyak diantara pembaca yang
menunjuk jari ya.  Baiklah, berdasarkan kisah
fenomenal dari Hotmain Zainal Arifin tersebut, inilah
yang dapat kita simpulkan mengenai rahasia menjadi
karyawan teladan.

25
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

5 KIAT-KIAT MENJADI KARYAWAN


TELADAN
1. Memiliki Kejujuran dan Jiwa
Amanah yang Tinggi
2. Memiliki Jiwa Disiplin yang Tinggi
3. Fokus Memberikan Yang Terbaik
Untuk Instansi Kita
4. Selalu Membantu Atasan dan Rekan
Kerja Kita dengan Ikhlas
5. Tidak Pernah Berhenti Belajar Ilmu
Baru

Nah, jika teman‐teman ingin menjadi seorang karyawan


teladan yang memiliki karier cemerlang seperti Houtman
Zainal Arifin, maka ikutlah 5 RAHASIA MENJADI
KARYAWAN TELADAN tersebut dengan sebaik‐baiknya.
Manfaatkanlah masa muda kita semaksimal mungkin,
dengan belajar mengenai banyak hal baru yang akan
menginspirasi kesuksesan kita pada masa mendatang 

26
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Dok Gambar : www.MotvasiIndonesia.co.id

“KESUKSESAN BESAR ADALAH


KUMPULAN DARI SUKSES-SUKSES KECIL
SETIAP HARINYA”
-Hamry Gusman Zakaria-

27
BAB
3 ProFIl Remaja
Indonesia
Yang Memiliki
Kemandirian
Ekonomi

A. Profil Remaja Pengusaha Sukses

Remaja bernama lengkap Yasa


Paramita Singgih ini adalah
seorang pengusaha pakaian
online Men’s Republik yang
menjual pakaian khusus pria.
Pemuda kelahiran Bekasi pada
23 April 1995 ini, adalah alumni
SMA Regina Pacis Jakarta, yang
memulai bisnisnya dari nol besar
alias tanpa modal uang.
Dok Foto: www.bintang.com

Bermula saat ayahnya menderita


sakit jantung dan membutuhkan biaya pengobatan, maka

28
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

iapun nekat melamar


untuk menjadi pembawa
acara pada suatu event
di pusat perbelanjaan
(mall).
Saat SMA, ia mulai
merintis bisnis lampion
Dok Foto: www.fickr.com
warna‐warni selama 6
bulan, namun gagal. Iapun beralih mencoba berbisnis
baju dengan sablon tokoh pahlawan. Hasilnya? Hanya
laku 2 potong, dan pembeli kedua pun adalah ibunya
sendiri. Ia tak patah arang, kali ini ia berbelanja ke Pasar
Tanah Abang, dan membeli selusin pakaian seharga
Rp.4.000.000,‐ dan penjualannya mulai membaik dan
terus bertambah, kemudian ia mulai penjualan pakaiannya
secara online, melalui situs Men’s Republic.
Kemudian ia juga berbisnis Café yang bernama “Ini Teh
Kopi”. Penjualan minuman di cafenya tergolong bagus,
dan iapun “ngebut” membuka dua cabang, yang tanpa
perhitungan yang matang, sehingga ia harus menanggung
kerugian sebesar Rp.100.000.000,‐ dan menutup seluruh
bisnis cafenya. Dan bisnis pakaian onlinenya di Men’s
Republic pun ikut terimbas gulung tikar.
Apakah Yasa putus asa dan kapok? Tentu saja tidak!
Pertolongan Tuhanpun datang, ia mendapat kenalan
pengusaha konveksi sepatu, yang menawarkan 250 pasang
sepatu untuk dijual kembali, dengan tempo pembayaran

29
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

2 bulan. Yasapun mencoba mengaktifkan kembali


Men’s Republic, dan untuk menghindari kebangkrutan
ia melakukan survey, bahwa pelanggan Men’s Republic
berusia 15‐25 tahun, sehingga harga sepatunyapun ia
sesuaikan.
Kini Yasa berhasil menjual ‐+ 500 pasang sepatu perbulan,
tanpa harus memiliki pabrik sendiri, dan keuntungan
bersihnya sekitar 40% dari omzet. Perjuangan panjangnya
telah berbuah manis, dan iapun terus berupaya
mengembangkan bisnisnya, agar dapat memberikan
manfaat luas bagi orang banyak 
Sungguh menginspirasi!  Semoga teman‐teman
pembaca buku ini, langsung “move on” dan “berlari
kencang” seperti Yasa ya 

B. Profil Remaja Profesional Hebat

Siapa yang tak mengenal Adam Alis?

30
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Ya, ia adalah salah satu


pemain sepak bola muda
berbakat yang dimiliki
Indonesia. Pemain kelahiran
19 Desember 1993 tersebut
akan melanjutkan karier
sebagai pemain sepak bola
profesional di Bahrain. Adam Dok Foto: www.goal.com
jadi pemain kedua Indonesia
yang berkarier di negara di kawasan Timur‐Tengah itu.
Cukup mengejutkan, terlebih bila melihat rekam jejak
Adam yang baru “seumur jagung” di sepak bola nasional.
Ibaratnya, Adam bak roket yang melaju cepat ke angkasa.
Dalam durasi kurang dari dua tahun, bungsu dari empat
bersaudara itu sudah membuktkan kualitasnya mampu
memikat klub liga tertinggi Bahrain, East Rifa FC.
Padahal, bila melihat lagi ke belakang, Adam Alis tak
menyangka bisa menjadi pemain sepak bola profesional.
Ia tidak mempunyai niatan untuk menjadi pemain bola.
Langkah panjangnya untuk menjadi pesepak bola dimulai
ketika ketua Rukun Tetangga (RT) di daerah kediamannya
mengajak Adam bermain di kejuaraan antar‐RT.
Di ajang SEA Games, kemampuan Adam Alis kian terlihat
di mata publik sepak bola. Penampilannya sangat
memukau. Kiprah di timnas juga pantas menjadi catatan
yang layak diacungi jempol. Lajang dengan tinggi 172 cm
dan berat 62 kg itu sebelumnya belum pernah tampil di

31
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

timnas kelompok usia. Sekali masuk Tim Merah‐Putih,


kontribusinya di dua ajang itu cukup menonjol, kendati
timnas U‐22 dan timnas U‐23 gagal mendapatkan prestasi
terbaik di dua ajang itu.
Buat Adam, saat itu sudah cukup. Ia bisa membuktikan
bila keputusannya bermain bola tidak keliru. Adam juga
menghentikan anggapan para tetangga yang sebelumnya
kerap meremehkan kemampuannya dan memandang
sebelah mata profesi pesepak bola.
Adaptasi dari: www.bola.com

Sangat menginspirasi! Semoga teman‐teman


dapat menjadi professional muda yang membawa
harum Indonesia.

C. Profil Remaja Karyawan Teladan

Banyak karyawan kantoran yang sudah kerja bertahun‐


tahun tapi sulit naik jabatan.
Tidak demikian dengan wanita
muda ini, ia adalah Poppy
Nirmala Dewi. Ia mendapatkan
promosi jabatan setiap 1,5
tahun sekali sehingga kini bisa
menjabat sebagai Assistant Vice
President di bank Singapura
terkemuka. Dok Foto: walipop.detik.com

32
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Selama delapan tahun usai menyelesaikan pendidikan,


ia hanya bekerja sebagai pegawai biasa. Namun saat ini,
ia adalah seorang Assistant Vice President di salah satu
perusahaan di Singapura. Tidak mudah menempat posisi
saat ini mengingat usianya yang lebih muda daripada
rekan kerja seprofesinya.
Poppy mengawali karier dengan magang di sebuah
perusahaan consumer finance Jakarta pada 2004 selama
enam bulan. Kemudian ia bekerja di salah satu bank
Inggris ternama sebagai officer.
Ia diangkat menjadi asisten manajer setelah 1,5 tahun
bekerja dan pada 2008, ia telah menjabat sebagai manajer
di bank yang sama. Prestasi Poppy ternyata dilirik oleh
salah satu bank nasional. Ia kemudian memutuskan
bergabung dengan bank tersebut untuk menduduki posisi
senior manager.
Awalnya, ia menjabat sebagai senior manager di bank
Singapura. Setelah lebih dari satu tahun bekerja, Poppy
dipromosikan menjadi Assistant Vice President pada
awal 2012. Ia tentu sangat bangga dapat menempati
posisi cukup tinggi di perusahaan asing dalam waktu
singkat. Promosi jabatan yang diperoleh bukan karena ia
mengajukan diri, tapi memang dipilih oleh perusahaan.
Bagi karyawan yang ingin mudah mendapatkan promosi
jabatan, wanita kelahiran 4 juni 1981 ini memberikan
saran agar punya networking yang luas serta tidak malu
berbicara di hadapan banyak orang. Kesuksesan yang

33
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

diraih Poppy bukan semata‐mata keberuntungan saja,


namun berkat kerja keras dan usahanya menjadi karyawan
teladan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi dirinya
dan orang lain.
Adaptasi dari: www.detik.com

Sangat Menginspirasi bukan?


Ayo jadilah karyawan teladan!

Teman‐teman, ingatlah satu hal penting, bahwa


sehebat‐hebatnya atau sesukses‐suksesnya kita,
maka tidak akan bisa menjadi pribadi yang sukses
dan hebat, jika kita belum dapat membalas budi
baik dan jasa kedua orang tua kita
Maka, dedikasikanlah seluruh perjuangan kita
menuju kesuksesan ini, demi untuk membalas
kebahagian kedua orangtua kita. Dan dikala kita
sukses nanti, jangan pernah untuk melupakan/
mengabaikan kedua orangtua kita, karena
kita tidak akan bisa menjadi apa‐apa, tanpa
pengorbanan orang tua kita”

“Kesuksesan terbesar seseorang


sepanjang hidupnya adalah, saat berhasil
membuat Ayah dan Ibunya tersenyum
dan menangis haru, karena bahagia dan
bangga”
- Hamry Gusman Zakaria -
34
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

Daftar Pustaka

Gusman, Hamry. 2013. 7 Mukjizat Finansial Edisi Revisi.


Jakarta: Elex Media Komputindo
Singgih, Yasa. 2015. Never Too Young to Become a
Billionaire. Jakarta: Elex Media Komputndo
http://www.academia.edu/23345524/Pengertian_dan_
Ciri_Kemandirian_Mandiri (diakses pada tanggal 15 April
2017 Pukul 09:17)
https://news.detik.com/berita/2948741/wahyudin‐
pemulung‐ganteng‐kini‐menatap‐gelar‐doktor‐di‐luar‐
negeri (diakses pada tanggal 15 April 2017 Pukul 09:41)
http://sarungpreneur.com/sally‐giovani‐pengusaha‐batik‐
trusmi‐yang‐jadi‐miliarder‐di‐usia‐muda/(diakses pada
tanggal 25 April 2017 Pukul 08:20)
http://www.yosicaferinda.com/7‐tahap‐sederhana‐
membuat‐bisnis‐plan‐perencanaan‐bisnis/(diakses pada
tanggal 25 April 2017 Pukul 09:00)
http://www.biografiku.com/2012/12/biografi‐houtman‐
zainal‐arifin‐kisah.html diakses pada tanggal 25 April 2017
Pukul 09:09)

35
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

http://formalin.pikremaja.or.id/8‐subtansi genre/ (diakses


pada tanggal 15 May 2017 Pukul 16:00)
htp://pikrformasi.blogspot.co.id/2015/03/blog‐post.
html(diakses pada tanggal 15 May 2017 Pukul 17:21)
http://www.pengusaha.us/2013/12/yasa‐singgih‐
wirausaha‐muda‐yang‐sukses.html diakses pada tanggal
15 May 2017 Pukul 18:01)
http://wolipop.detik.com/read/2013/01/11/090029/2139
216/1133/berawal‐dari‐magang‐wanita‐muda‐sukses‐jadi‐
assistant‐vice‐president (diakses pada tanggal 04 Juni 2017
Pukul 17:22)
http://www.goal.com/id‐ID/news/13582/piala‐
presiden/2017/03/12/33560822/adam‐alis‐raih‐gelar‐
pemain‐terbaik‐piala‐presiden‐2017(diakses pada tanggal
04 Juni 2017 Pukul 17:28)
www.MotivasiIndonesia.co.id
http://www.selebupdate.com/lesti‐suka‐ngompol/24783
(diakses pada tanggal 14 Juni 2017 pukul 15.52)

36
Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja

ProFIL Penulis

Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM, adalah seorang motivator


dan penulis buku motivasi. Buku karyanya “7 Mukjizat
Finansial” (Gramedia, 2012) mengupas “rahasia yang tidak
diajarkan di bangku kuliah mengenai rezeki, keuangan,
investasi, karier, bakat, dan bisnis”, berhasil meraih
predikat National Best Seller.
Pria kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1980 ini, bersinergi
dengan BKKBN sebagai tim penulis lima (5) Seri Buku
Ketahanan Ekonomi Keluarga (Seri untuk Anak, untuk
Remaja, untuk Ayah dan Ibu, Untuk Lansia, dan Untuk
UPPKS)
Ia aktif sebagai anggota Kelompok Kerja Pusat Pendidikan
Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemda Provinsi DKI
Jakarta, dan pengajar di berbagai Kementerian/Lembaga/
Pemda. Artikel motivasinya dapat dijumpai diwww.
MotivasiIndonesia.co.id atau melalui instagram @hamry_
gusman

37
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

38