Anda di halaman 1dari 42

5 RAHASIA

MENJADI ANGGOTA
UPPKS SUKSES

Buku Motivasi Ketahanan Ekonomi Keluarga


Untuk Anggota UPPKS
Cetakan Kedua
Edisi Revisi
Tahun 2017
DAFTAR ISI

Daftar Isi ................................................................... iii


Sekapur Sirih Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN) ......................................... v
Sambutan Deputi Bidang KSPK Badan Kependudukan
dan Keluarga Berencana (BKKBN)................................... vii
Kata Pengantar Direktur Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga (BKKBN) ........................................................... ix
Pendahuluan .................................................................. xi

BAB 1 UPPKS Garda Ketahanan Ekonomi Keluarga ... 1


A. Sejarah Berdirinya UPPKS ........................................ 1
B. UPPKS Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Keluarga 3

BAB 2 5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses .................... 4


A. Menciptakan Keunggulan ........................................ 5
B. Memperoleh Permodalan ....................................... 8
C. Memiliki Tim Kerja Yang Kompak ............................ 11
D. Meledakkan Penjualan ............................................ 13

iii
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

BAB 3 Contoh Profil UPPKS Sukses di Indonesia ........ 17


A. UPPKS Jawa Barat .................................................... 17
B. UPPKS Jawa Tengah ................................................. 19
C. UPPKS Kalimantan Selatan ...................................... 21
D. UPPKS Sulawesi Tengah ........................................... 23
E. UPPKS Sumatera Selatan ......................................... 24

Daftar Pustaka ................................................................ 26


Profil Penulis ................................................................... 27

iv
SEKAPUR SIRIH
KEPALA BADAN KEPENDUDUKAN
DAN KELUARGA BERENCANA
NASIONAL (BKKBN)

Untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan


berketahanan, partisipasi dari pemerintah, swasta, dan seluruh
lapisan masyarakat sangatlah dibutuhkan. Dalam hal peran serta
dan partisipasi aktif dari aktif pihak‐pihak tersebut akan
membantu kesuksesan Program Kependudukan, Keluarga
Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Salah satu
aspek terpenting yang menjadi fondasi kesuksesan program
KKBPK adalah ketahanan ekonomi keluarga. Dalam hal ini,
proses peningkatan edukasi untuk ketahanan ekonomi keluarga
harus mendapat perhatian dari pihak‐pihak dimaksud agar
dapat melepaskan diri dari kondisi pra sejahtera yang masih
melilit 27,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

Sebagai salah satu langkah konkrit bagi peningkatan edukasi


ketahanan ekonomi keluarga, maka dalam rangka Hari Keluarga
Nasional ke XXIV, BKKBN turut hadir dalam bingkai peningkatan
ketahanan ekonomi keluarga, melalui penerbitan lima (5) buah
Buku Motivasi "Seri Ketahanan Ekonomi Keluarga", yang
diharapkan dapat menginspirasi seluruh petugas KB se
Indonesia, dan para mitra, serta seluruh keluarga Indonesia,
untuk dapat meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, demi
mewujudkan keluarga Indonesia yang maju, sejahtera, dan
berketahanan.

v
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Kepada seluruh keluarga Indonesia, saya mengucapkan "Selamat


Hari Keluarga Nasional XXIV Tahun 2017". Semoga Tuhan YME
selalu memberikan kesehatan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan
kesuksesan untuk seluruh keluarga Indonesia, sehingga dapat
melahirkan generasi pemimpin bangsa yang dapat unggul di
segala bidang.

Jakarta, Juni 2017


Kepala BKKBN

Surya Chandra Surapaty

vi
SAMBUTAN DEPUTI
BIDANG KSPK
BADAN KEPENDUDUKAN
DAN KELUARGA BERENCANA
NASIONAL (BKKBN)

Menghadapi bonus demografi pada tahun 2020-2030, dengan


perkiraan komposisi 180 juta penduduk usia produktif, maka
Indonesia harus segera mempersiapkan peningkatan kompetensi
SDM, peranan perempuan, tabungan Indonesia, dan optimalisasi
pembukaan lapangan usaha dan lapangan kerja secara masif.
Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan
Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang dimulai dari pembangunan
SDM mulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat,
adalah cikal bakal dari seluruh gerak pembentukan SDM Indonesia
yang unggul, berketahanan, dan sejahtera.

Keberhasilan Program KKBPK, akan lebih cepat tercapai apabila


sosialisasi dan penerapan "Delapan Fungsi Keluarga" dapat lebih
ditingkatkan dan dapat terlaksana dengan baik pada setiap keluarga
Indonesia. Fungsi-fungsi keluarga yang perlu dipahami dan
diterapkan meliputi fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta
kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan
pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan. Agar
ketahanan ekonomi keluarga dapat terwujud maka pemberdayaan
ekonomi keluarga dilakukan dengan mendorong seluruh keluarga
Indonesia memahami pengelolaan keuangan keluarga dengan baik
dan mampu merintis usaha ekonomi keluarga sehingga ekonominya
meningkat.

vii
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dengan diterbitkannya 5 (lima) seri Buku Motivasi "Ketahanan


Ekonomi Keluarga" ini, semoga dapat memperkuat media edukasi
ketahanan ekonomi bagi seluruh keluarga Indonesia, sehingga akan
semakin memperkuat pembentukan keluarga sejahtera pada seluruh
lapisan masyarakat Indonesia.

Kami mengucapkan Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV untuk


seluruh keluarga Indonesia dimanapun berada. Semoga dengan
hadirnya kelima (5) seri Buku Motivasi "Ketahanan Ekonomi
Keluarga" ini, dapat semakin memperkuat pondasi ketahanan
ekonomi pada seluruh lapisan keluarga, sehingga dapat mewujudkan
tercapainya keluarga Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan
berketahanan.

Jakarta, Juni 2017


Deputi Bidang KSPK

Ambar Rahayu

viii
KATA PENGANTAR
DIREKTUR PEMBERDAYAAN
EKONOMI KELUARGA
(BKKBN)

Puji syukur ke Hadirat Tuhan YME atas terbitnya 5 (lima) seri


Buku Motivasi "Ketahanan Ekonomi Keluarga" yang fokus pada
Pengelolaan Keuangan dalam keluarga yang ditujukan pada
anak usia SD, Remaja, Orang Tua, Lansia dan Kelompok UPPKS.

Buku edukatif yang disusun dengan bahasa motivasi dan


tampilan gambar karikatur berwarna ini bertujuan untuk
mengedukasi minatdari kelima segmen pembaca dimaksud
secara optimal tentang perlunya memperkuat ketahanan
ekonomi keluarga dengan cara‐cara konkret dan komprehensif
menuju keluarga sejahtera yang berketahanan.

Adapun judul kelima buku tersebut adalah:


1. Mengenal Nilai Uang dan Belajar Menabung (buku untuk
anak usia SD)
2. Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja (buku untuk
remaja)
3. Rahasia Menjaga Ketahanan Ekonomi Keluarga (buku untuk
orang tua)
4. Rahasia Menjadi Lansia Produktif (buku untuk lansia)
5. 5 Rahasia Menjadi Anggota UPPKS Sukses (buku untuk
anggota kelompok UPPKS)

ix
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Karena keterbatasan pencetakan buku ini oleh BKKBN Pusat,


diharapkan tidak menjadi hambatan dalam penyebarluasan
buku seri ini. Provinsi dan Kabupaten/Kota dipersilakan untuk
memperbanyak buku ini dan dapat dimodifikasi atau
disesuaikan dengan kearifan lokal dengan mencantumkan
sumber dari BKKBN. Semoga buku ini dapat meningkatkan
pengetahuan keluarga dalam pengelolaan keuangan keluarga
sehingga berdampak pada meningkatnya tabungan nasional.
Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV untuk seluruh keluarga
Indonesia yang berbahagia. Semoga Tuhan YME memberikan
perlindungan, kekuatan, ketahanan, dan kesejahteraan untuk
kita semua.

Jakarta, Juni 2017


Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga,

Chamnah Wahyuni

x
PENDAHULUAN

Pemerintah, dalam hal ini BKKBN, yang tengah gencar


bergotong‐royong dengan berbagai stake holder terkait
(Kementerian/Lembaga, Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten/
Kota, BUMN, BUMD, swasta, akademisi, dan berbagai pihak
lainnya), terus berusaha untuk memajukan para anggota
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)
se Indonesia, yang berperan sebagai roda penggerak dalam
upaya peningkatan ketahanan ekonomi keluarga Indonesia,
dengan berbagai upaya agar dapat meningkatkan jumlah dari
anggota UPPKS, baik dari segi kuantitas dan kualitasnya.
Dari segi kuantitas, program UPPKS ini, sangat diharapkan
dapat menyebar luas, merambah ke berbagai pelosok Tanah
Air, dengan membentuk suatu kelompok usaha yang terdiri
dari berbagai lapisan masyarakat yang secara berjenjang
memiliki keterikatan dalam mengedukasi satu sama lain.
Dari segi kualitas, anggota UPPKS, diharapkan dapat
meningkat perkembangan usaha/bisnisnya, pada berbagai
bidang, baik dari sisi permodalan, produksi, pemasaran, dan
pengembangan usaha.

xi
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Tentu saja dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas dari


UPPKS, akan sangat berpengaruh terhadap upaya percepatan
proses pengentasan kemiskinan dari 27,5 juta penduduk pra
sejahtera di Indonesia. Maka, dalam rangka meningkatkan
kuantitas dan kualitas dari UPPKS itulah, BKKBN telah
merilis buku motivasi“Ketahanan Ekonomi Keluarga untuk
UPPKS” yang mengulas secara gamblang dan komprehensif
mengenai upaya peningkatan kuantitas dan kualitas dari
UPPKS tersebut.
Buku motivasi yang diulas dengan pendekatan nilai‐nilai
prakts dan “siap saji” ini, mengulas secara komrehensif
dan edutainment (edukasi dan entertainment), mengenai
“5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses” yang kami harapkan
dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan ketahanan
ekonomi keluarga Indonesia, dan mewujudkan kesejahteraan
bagi seluruh penduduk Indonesia.

xii
UPPKS GARDA
BAB KETAHANAN EKONOMI
1 KELUARGA

A. Sejarah Berdirinya UPPKS


Untuk membentuk keluarga sejahtera, maka selain
optmalisasi program Keluarga Berencana (KB), juga
diperlukan pemberdayaan dan pembinaan pada bidang
ekonomi kepada seluruh akseptor KB di Indonesia. Maka
pada tahun 1976 dibentuklah program Community
Incentve Project (CIP), yang dilakukan melalui pendekatan
pembangunan desa secara keseluruhan, seperti memberikan
berbagai ragam insentif bagi masyarakat pedesaan atas
prestasi dalam partsipasinya dalam program KB. Kemudian
juga dilakukan pembuatan jamban keluarga, sarana jalan dan
air bersih, hingga bantuan modal usaha.
Tahun 1979, CIP lebih memfokuskan program kerjanya
pada kegiatan penyaluran modal usaha kepada berbagai
kelompok akseptor KB, dengan pendanaan dari berbagai
sumber, sepert APBN, BUMN, swasta, bahkan dari badan
donor Internasional. Kegiatan tersebut lebih dikenal
dengan nama Income Generating atau kegiatan Peningkatan

1
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Pendapatan Keluarga (P2K), dan kemudian dimasyarakatkan


dengan nama Usaha Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Tujuan umum pembentukan UPPKA, adalah untuk
mengembangkan potensi peserta KB, untuk mencapai
kemandirian, dalam rangka percepatan pelembagaan dan
pembudayaan norma keluarga kecil yang bahagia dan
sejahtera (NKKBS).

Sedangkan tujuan khusus pembentukan UPPKA nya adalah


untuk:
a. Mengembangkan dinamika kelompok, sehingga setap
kelompok peserta KB berkembang menjadi kelompok
mandiri
b. Meningkatkan kesertaan ber KB masyarakat
c. Meningkatkan pendapatan keluarga dalam kegiatan
ekonomi produktif
d. Mengembangkan kemandirian dan ketahanan keluarga
e. Memantapkan pelaksanaan fungsi‐fungsi keluarga

Pada awal tahun 1990, UPPKA berubah menjadi UPPKS


(Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera), dengan
cakupan yang lebih luas, diantaranya dengan melibatkan
Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum ber‐KB, Keluarga
Pra Sejahtera, Keluarga Sejahtera I, dan keluarga lain yang
peduli menjadi anggota UPPKS. Dukungan dana bergulir
dari berbagai lembaga sepert BUMN dan swasta, untuk
kemajuan anggota UPPKS, diwujudkan melalui skim kredit
Takesra‐Kukesra, KPKU dan KPTTG, yang dikelola oleh
Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (YDSM), yang bekerjasama

2
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

dengan Bank BNI, Bank BRI, dan PT Pos Indonesia. Kegiatan


tersebut berlangsung hingga tahun 2003, dan setelah itu
berbagai lembaga tersebut menarik seluruh modal yang
berputar, sehingga banyak kelompok UPPKS yang terlantar.
Untuk menghimpun kelompok UPPKS dan sebagai wadah
aspirasi praktisi pelaku usaha mikro, maka dibentuklah
Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU), yang diresmikan oleh Bapak
Wakil Presiden RI di Istana Bogor, pada tanggal 28 Februari
2002, yang kemudian telah melaksanakan Musyawarah
Nasional I pada Maret 2003.

B. UPPKS Mewujudkan Ketahanan Ekonomi


Keluarga
Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih
menempatkan Indonesia di posisi 124 dari 187 negara di
dunia, dan tingginya angka Keluarga Pra Sejahtera dan
Keluarga Sejahtera I pada tahun 2014, yaitu sebanyak
28,04 juta keluarga (43,35%) dari sekitar 66 juta keluarga,
menyebabkan tingginya beban negara. Maka salah satu
intervensi yang dilakukan adalah upaya peningkatan
pendapatan keluarga yang dilaksanakan melalui upaya
pembelajaran usaha ekonomi produktif kepada kelompok
akseptor KB khususnya keluarga Pra‐KS dan KS I dalam
kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS).

3
5 RAHASIA
BAB MENJADI UPPKS
2 SUKSES

“orang sukses, meninggalkan jejak”

Begitulah ungkapan yang dapat kita pelajari pada bagian


int buku ini, bahwa kesuksesan seseorang, pasti dapat
kita pelajari dan ikut. Sukses dapat kita rencanakan,
maka sebagai anggota UPPKS yang menginginkan suatu
peningkatan usaha, harus dapat melakukan suatu
perencanaan usaha dengan sebaik‐baiknya
Untuk itu mari kita kupas mengenai “5 Rahasia Menjadi
UPPKS Sukses” berikut ini

5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses


A. Menciptakan Keunggulan
B. Memperoleh Permodalan
C. Memiliki Tim Kerja Yang Kompak
D. Meledakkan Penjualan
E. Membuat Manajemen Bisnis Mandiri

4
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

A. Menciptakan Keunggulan
Saat ada seseorang bertanya kepada kita:
“Apakah nilai tambah atau keunggulan produk Anda
dibandingkan dengan yang lain?”

Apakah jawaban kita?


Jika kita bingung untuk menjawabnya, atau bahkan tidak
tahu sama sekali, maka bisa jadi produk kita belum memiliki
nilai tambah atau keunggulan, atau “biasa‐biasa saja” tidak
berbeda dengan produk milik orang lain.
Dalam dunia bisnis, hal itu sangat “berbahaya”. Karena
konsumen cepat atau lambat akan meninggalkan produk
apapun yang tdak memiliki nilai tambah.
Maka, sebelum memulai untuk membuka usaha, atau
sebelum mengembangkan bisnis lebih lanjut, segera
ciptakanlah nilai tambah atau keunggulan pada produk kita.
Inilah contohnya:

Contoh nilai tambah dari produk


SAYURAN organik / higienis /
segar / daunnya lebih lebar / warnanya
lebih hijau / harganya lebih murah /
bisa diantar / dikemas kedap udara /
diberi merek / dan nilai lainnya.

5
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Contoh nilai tambah dari produk


SEMBAKO murah / kualitas
bagus / komplit / jam buka toko
panjang / pelayanan ramah / toko luas /
bisa diantar dan lainnya

Contoh nilai tambah dari produk


WARUNG NASI masakannya lezat
/ harganya murah / pelayannya ramah /
masakannya lengkap / tempatnya bersih
/ lokasinya strategis dan lainnya

Contoh nilai tambah dari produk


KERAJINAN TANGAN bagus /
unik / memiliki nilai kreativitas yang
tinggi / bernilai seni tinggi / ringan /
ramah lingkungan dan lainnya

Contoh nilai tambah dari produk


PAKAIAN desainnya menarik
/ modelnya up to date (masa kini) /
harganya tdak mahal / bisa pesan
online / antar gratis dan lainnya

6
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

Nah itulah berbagai contoh nilai tambah atau keunggulan


pada produk sayuran, sembako, warung nasi, kerajinan
tangan, dan pakaian. Maka silahkanlah kita membuat
berbagai nilai tambah atau keunggulan produk kita yang lain.
Memiliki nilai tambah adalah langkah pemasaran yang
paling jitu. Nilai tambah yang istmewa, ditambah promosi
dari mulut ke mulut, apalagi didukung oleh pemasaran
luas melalui internet, maka kesuksesan kita hanya tinggal
menunggu waktu☺

Dok Gambar: www.MotvasiIndonesia.co.id

jangan mulai berbisnis, sebelum kita


menemukan apa nilai tambah produk kita. ☺

7
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

“jika produk Anda memiliki nilai tambah yang


lebih banyak dibandingkan produk orang lain,
maka lihatlah keajaiban yang akan terjadi”
‐Hamry Gusman Zakaria‐

B. Memperoleh Permodalan

Cara Memperoleh Permodalan


1. Iuran Anggota
Berasal dari simpanan pokok/wajib/sukarela dari
kelompok UPPKS, sesuai dengan peraturan yang
telah disepakat bersama.

2. Tabungan/Simpanan Usaha
Uang kita yang ditabung di bank, atau berbentuk
aset, seperti motor, mobil, tanah, yang dapat dijual.

3. SHU (Sisa Hasil Usaha)


Uang yang berasal dari keuntungan usaha kita, atau
uang hasil perputaran modal usaha.

4. Pembayaran Tempo
Jika kita sudah dipercaya oleh supplier, maka
kita dapat mengajukan pembayaran tempo,
artinya barang kita terima dahulu, sedangkan
pembayarannya beberapa waktu kemudian.

5. Investor
Investor adalah orang yang mendanai/memberi
modal uang pada usaha kita, dengan sistem

8
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

bagi hasil. Bisa 50 : 50 atau 40 : 60, tergantung


kesepakatan tertulis kedua belah pihak.

6. Pinjaman KST
Jika harus meminjam uang, maka cobalah dahulu
untuk meminjam KST (keluarga, saudara, teman),
karena dengan sumber permodalan kekeluargaan,
akan dapat lebih diminimalisir resikonya.

7. Bantuan CSR (Bantuan Sosial Perusahaan)


Sangat banyak instansi swasta atau BUMN/BUMD
yang ingin menyalurkan dana CSR (bantuan sosial)
untuk para pelaku usaha mikro sepert UPPKS. Maka
anggota UPPKS dapat mencari informasi sebanyak
mungkin mengenai cara memperoleh dana CSR
tersebut, baik melalui pengurus, BKKBN, Pemda
terkait, dan perusahaan terkait.

8. Fasilitas APBD / APBDes / ADD


Dana APBD (Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah)
pada Pemda Provinsi/Kota/Kabupaten/Desa,
diantaranya bertujuan untuk membantu para pelaku
usaha mikro sepert UPPKS. Sebaiknya pengurus
kelompok UPPKS dapat berkoordinasi dengan Pemda
setempat, untuk mengetahui prosedur pengajuan
bantuan permodalan tersebut.

9. Pinjaman Koperasi
Mengajukan pembiayaan permodalan ke koperasi,
dapat dilakukan oleh kelompok UPPKS, dengan
mendafar menjadi anggota suatu koperasi terlebih

9
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

dahulu. Untuk mendapatkan modal usaha, ada yang


harus dengan barang jaminan atau tanpa jaminan,
tergantung peraturan yang berlaku di koperasi

10. PT. PNM


Mengajukan permodalan ke PT. Permodalan
Nasional Madani (PT. PNM) adalah salah satu cara
untuk menghasilkan dana untuk UPPKS. Caranya
cukup mudah, hanya dengan memiliki usaha yang
prospektif dan berjalan minimal 1 tahun. Usaha
tersebut bisa di bidang produksi, perdagangan,
pertanian, peternakan, ataupun usaha lain yang
bersifat komersial.

11. Pinjaman Bank


Mengajukan pembiayaan permodalan ke
bank, adalah langkah terakhir, jika memang
kesepuluh sumber permodalan diatas sudah
tidak dapat membantu lagi. Berhati‐hatilah dalam
menggunakan uang bank, jangan sampai tercampur
dengan keuangan pribadi, dan jangan digunakan
untuk keperluan konsumtif

Itulah sebelas (11) sumber permodalan materi (uang) yang


dapat dioptimalkan bagi kelompok UPPKS. Selain berupa
uang, tentu modal lainnya yang harus dimiliki oleh anggota
kelompok UPPKS. Kesuksesan adalah keyakinan, pikiran yang
positif, tekad yang kuat, kesabaran, dan fokus yang tajam
dalam mengelola bisnis.

10
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

C. Memiliki Tim Kerja yang Kompak


Inilah inti dari 5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses. Memiliki
tim kerja yang kompak dalam semua hal, adalah suatu
kewajiban, jika anggota UPPKS ingin sukses.
Siapa sajakah yang dimaksud dengan tim kerja?

inilah tim Kerja UPPKS yang harus Kompak


disegala Bidang:
1. Pengurus dan Anggota UPPKS
Hubungan antara pengurus dan anggota UPPKS
harus selalu harmonis dan kompak. Manakala
ada anggota yang kesulitan, maka pengurus harus
selalu sigap membantu, baik seputar permodalan,
produksi, atau pengemasan, dan pemasaran. UPPKS
adalah suatu ikatan mata rantai yang akan semakin
kuat, jika setap anak rantai saling mengikat ☺

2. Suplier
Suplier adalah orang/instansi yang menjual produk
kepada kita. Contoh untuk UPPKS bisnis sembako,
berarti supliernya toko distributor/pabrik sembako.
Maka kita harus selalu menjalin komunikasi yang
harmonis kepada para supplier kita, sehingga
pesanan barang kitapun dapat dipenuhi dengan
lancar.

3. Mitra Kerja
Mitra kerja UPPKS sangat banyak, seperti BKKBN,
Pemerintah Daerah tempat dimana UPPKS berada,

11
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bank rekanan UPPKS, pihak swasta pemberi bantuan


CSR, atau lintas Kementerian/Lembaga/Pemda
lainnya yang mendukung program kerja UPPKS.
Terhadap seluruh mitra kerja tersebut, kita harus
terus menjalin keharmonisan dalam komunikasi
dan informasi. Kekompakan kita dengan mitra kerja,
akan sangat mempermudah seluruh aktivitas bisnis
kita.☺

4. Pemberi Modal
Anggota UPPKS, harus menjalin komunikasi dan
kekompakaan dengan pihak pemberi modal, yaitu
pengurus, investor, koperasi, dan bank. Anggota
UPPKS sebaiknya dapat melaporkan kondisi
keuangan usahanya dengan jujur apa adanya (tanpa
ditutup‐tutupi) oleh pihak pemberi modal, (kalau
untung ya jujur, rugi ya jujur) sehingga jika terjadi
kekurangan, maka akan dibantu untuk diperbaiki.
Namun jika anggota UPPKS memberikan laporan
keuangan/penjualan ‘palsu’ saat akan mengajukan
bantuan modal, maka kepalsuan itu tidak akan
dapat bertahan lama.

Kekompakan antara pengurus dan anggota kelompok UPPKS,


supplier, mitra kerja, dan pemberi modal, harus selalu
terjaga dengan baik. Hubungannya harus selalu rukun dan
harmonis, sehingga akan memudahkan proses bisnis yang
dijalani.

12
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

d. Meledakkan Penjualan
Inilah rahasia yang paling banyak ditunggu‐tunggu oleh para
pedagang di seluruh dunia ☺ Dan kita akan mengulasnya,
khusus untuk para anggota UPPKS pembaca buku ini. ☺
Meledakkan penjualan, artinya meningkatkan penjualan
produk kita secara besar.
Wah, bagaimana caranya agar anggota UPPKS dapat
meledakkan penjualan?
Inilah contoh ilustrasinya:

“Warung Bakso Ibu feny”

Ibu Feny adalah anggota UPPKS


yang akan membuka usaha
baru, yaitu warung bakso. Ia pun
menyiapkan suatu strategi yang
luar biasa untuk meledakkan
penjualannya. Ia berencana akan
memberikan baksonya secara
gratis untuk tiga (3) hari pertama,
khusus untuk pengunjung yang
makan ditempat (1 orang gratis
1 porsi kecil). Tujuannya agar
warung baksonya ramai karena diserbu oleh pembeli yang
merasa senang. (makan bakso gratis siapa sih yang tidak
senang) ☺
Akhirnya pada hari pertama datanglah total 100 orang
pengunjung memenuhi warung bakso Bu Feny, karena

13
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

mereka penasaran melihat ada warung bakso yang dipenuhi


pembeli yang sampai rela mengantri keluar warung.
Sehingga semakin sore semakin banyak orang yang datang
ke warung bakso Ibu Feny. Contohnya Bu Titik, salah seorang
pengunjung yang datang. Setelah mencoba gratis, Bu Titik
akhirnya merasa cocok dan menambah lagi baksonya, serta
membeli air minum, yang tentu saja tidak gratis. Lalu Bu Titik
pun membeli bakso lagi, untuk dibungkus, dan ini juga tidak
gratis ☺.

Dok Gambar: www.MotvasiIndonesia.co.id

Akhirnya selama tiga (3) hari menggratiskan baksonya,


jumlah total pengunjung yang datang ke warungnya adalah
300 orang, dan mayoritas merasa cocok serta membeli
lagi bakso itu, seperti Ibu Titik. Dan dihari keempat (4) saat

14
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

promosi gratisnya sudah selesai, tetap banyak pengunjung


yang membeli bakso Ibu Feny, karena sebelumnya mereka
sudah merasakan nikmatnya bakso tersebut. Dan banyak
diantara pembeli yang mendapat informasi tentang bakso
Ibu Feny, dari para saudara, tetangga, dan teman‐temannya
Bu Feny berhasil “meledakkan penjualan” warung baksonya
dengan cara yang luar biasa ☺ Hidup Bu Feny ☺☺☺
Dari warung bakso Ibu Feny yang luar biasa tersebut, kita
dapat menyimpulkan rahasia meledakkan penjualan, yaitu:

Strategi Meledakkan Penjualan


1. Membuat Promosi yang luar Biasa
2. Membuat Keramaian
3. Berikan Batas Waktu

Buatlah promosi yang hebat, yang senasional, yang sangat


“tidak mungkin” untuk mereka tolak, sehingga pembelipun
akan datang dan mencoba produk kita. Dalam berbisnis
memang harus kita sediakan dana promosi, dan besarnya
relatif. Jangan takut rugi, justru dengan promosi yang tepat,
maka produk kita akan dikenal oleh konsumen
“Keramaian akan mengundang keramaian” itulah prinsip dari
cara mengundang orang untuk datang ke warung/toko kita.
Maka buatlah agar warung/toko kita, atau rumah makan
kita, atau website kita, selalu ramai pengunjung, baik siang
dan malam. Jika sudah ramai pengunjung, maka orang‐orang

15
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

disekitar warung kita akan penasaran, dan pada akhirnya


akan ikut datang berkunjung ☺
Berikanlah batas waktu tertentu saat kita berpromosi.
Seperti contoh Ibu Feny yang hanya memberikan promosi
gratis makan bakso hanya untuk tiga (3) hari, sehingga orang
tidak mau terlambat, dan akan datang berebut☺ Berilah
penawaran terbatas pada setap produk kita.

Semoga Bapak/Ibu dapat termotivasi untuk


meledakkan penjualannya berkali‐kali lipat melalui
strategi ini.☺

“Keramaian akan mengundang keramaian”


‐Hamry Gusman Zakaria‐

16
CONTOH PROFIL
BAB UPPKS SUKSES DI
3 INDONESIA

A. UPPKS Jawa Barat


UPPKS AGHNIA
• Bentuk Usaha Perorangan, Sub‐Kelompok, dan Kelom‐
pok
• Jenis Usaha Pertanian (Pengolahan pertanian menjadi
makanan), Kerajinan tangan, simpan pinjam, per‐
dagangan, dan jasa menjahit.
• Alamat Desa Sadasari, Kec. Argapura, Kab Majalengka,
Jawa Barat.

Berdirinya Kelompok Usaha


Peningkatan Pendapatan Keluarga
Sejahtera (UPPKS) AGHNIA
didasari oleh potensi yang ada
di sekitar RW 10 Desa Sadasari
kecamatan
Argapura Kabupaten Majalengka,
dengan angka pendapatan

17
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

keluarga yang cukup rendah.UPPKS Aghnia berdiri pada


tanggal 15 April 2015 dengan beranggotakan 10 orang dari
keluarga pra sejahtera dan sejahtera I.
Berhasilnya kelom‐
pok UPPKS ini, didasari
akan ketekunan, keuletan,
dan kreativitas dari selu‐
ruh anggota kelompok
UPPKS Aghnia. Kelompok
UPPKS ini diketuai oleh
ibu Nia Kurniawati,
seorang ibu rumah
tangga yang memiliki dua orang anak.
Kelompok UPPKS Aghnia tentunya memiliki kegiatan rutin.
Berikut kegiatan‐kegiatan mereka antara lain:

18
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

a. Kegiatan pertemuan rutin setiap bulan pada minggu


pertama.
b. Kegiatan promosi hasil produksi melalui pameran atau
gelar produk yang diselenggarakan oleh pemerintah.
c. Kegiatan pemasaran hasil yang dilakukan secara
langsung di gerai UPPKS Aghnia.

Adapun produk unggulan yang mereka pasarkan yaitu,


brownies ubi ungu, egg roll, lumpia kering, kremes, cheese
almond, dan gula cakar. Semua bahan baku yang mereka
gunakan untuk membuat produk tersebut murni hasil olahan
tangan kelompok UPPKS Aghnia sendiri.

B. UPPKS Jawa Tengah


UPPKS Wanita Mandiri
• Bentuk Usaha : Sub Kelompok, dan Kelompok
• Jenis Usaha : Produksi makanan, produksi barang,
simpan pinjam, dan jasa lain.
• Alamat : Desa Puro, Kec. Karangmalang, Kab.
Sragen, Jawa Tengah.

Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

19
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Awal pendirian dari UPPKS Wanita Mandiri ini, bermula


dari kegiatan simpan pinjam yang dikelola oleh 7 orang
bergabung dalam satu kelompok. Kelompok ini berdiri pada
tanggal 20 Januari tahun 2004 dengan mendapat perguliran
dana dari Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Sragen
sebesar Rp. 3.500.000,‐. Ditambah dengan modal simpanan

20
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela dari tujuh


orang tersebut. Dalam perkembangannya ternyata modal
tersebut dapat digunakan untuk penambahan modal dan
penambahan anggota baru.
UPPKS Wanita Mandiri didirikan di wilayah Margosari, Desa
Puro dengan jumlah angka penduduk produktif yang tinggi.
UPPKS Wanita Mandiri memiliki beberapa program yang unik
yakni BUJAYA, BUIMAS, dan kegiatan BERNIAGA (pemberian
modal). Program BUJAYA (Dari Buku Menjadi Karya) diadakan
guna memberikan keterampilan pada anggota dan calon
anggotanya yang bersinergi dengan perpustakaan desa.
Kegiatan ini diadakan setap tanggal 20 tap bulannya
pukul 13.00. Program yang selanjutnya yakni, BUIMAS
(Buka Internet Untuk Masyarakat) yang bertujuan untuk
meningkatkan produksi dan pemasaran melalui online.

C. UPPKS Kalimantan Selatan


UPPKS Ma‐Har Get Tanbu
• Bentuk Usaha : Kelompok
• Jenis Usaha : Pengolahan Bahan Makanan
• Alamat : Desa Sejahtera, Kec. Simpang Empat,
Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan
Selatan.

Berdirinya kelompok UPPKS ini pada tanggal 9 Desember


2012. Kondisi alam Indonesia yang kaya akan lautan
membuat kelompok ini berjuang menjalani kehidupan

21
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

dengan mayoritas penduduk adalah nelayan. Kelompok


ini memulai usahanya dengan produksi ikan asin, karena
keterbatasan skill yang
hanya mampu membuat
ikan asin. Ibu‐ibu nelayan
menjadi anggota kelompok
UPPKS ini. Pembuatan
ikan asin yang tak mudah,
belum lagi ada hambatan
cuaca yang kurang
Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan
bersahabat serta tempat Ekonomi Keluarga, BKKBN
penjemuran yang kurang
memadai. Itulah awal perjuangan dari kelompok UPPKS Ma‐
Har ini.
Seiring berjalannya waktu,
kelompok UPPK ini memiliki 10
anggota dan 4 pengurus inti.
Keadaan alam merekalah yang
membuat mereka semangat
Dok Foto: www.MotvasiIndonesia.co.id

22
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

mengembangkan berbagai olahan ikan hingga membuahkan


hasil yang cukup fantastis.
Adapun produk mereka yaitu olahan ikan tenggiri, antara
lain: Nugget ikan tenggiri, kaki naga ikan tenggiri, baso ikan
tenggiri, pangsit ikan tenggiri, amplang ikan tenggiri dan lain
sebagainya.

d. UPPKS Sulawesi Tengah


UPPKS Tiga Dara
• Bentuk Usaha : Perusahaan
• Jenis Usaha : Home Industri Makanan dan Snack
• Alamat : Kelurahan Ganti, Kec. Bawana, Kab.
Donggala, Sulawesi Tengah.
Home Industri Tiga Dara
pertama kali didirikan
oleh Ibu Linda, berawal
dari keinginan untuk
memberikan nilai
tambah bahan pangan
lokal yang berasal
dari daerahnya dan
merupakan tanaman
sampingan yang belum Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga, BKKBN
banyak dimanfaatkan.
Hasil produksi dari home industri ini bebas bahan pengawet
dan diolah secara alami dan tradisional di Donggala. Dikemas
secara menarik dan higienis.

23
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Tiga Dara adalah perusahaan rumahan yang memproduksi,


mendistribusikan, dan menawarkan produk berupa aneka
kripik, abon ikan, bawang goreng, dan lain‐lain.

E. UPPKS Sumatera Selatan


UPPKS ANGGREK
• Bentuk Usaha : Kelompok
• Jenis Usaha : Virgin Coconut Oil
• Alamat : Desa Bero Jaya Timur Kec. Tungkal
Jaya Kab. Musi Banyuasin, Sumatera
Selatan.

Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

24
5 Rahasia Menjadi UPPKS Sukses

UPPKS Anggrek
sekarang sudah
beranggotakan
lebih dari 10 orang
dengan ketuanya
sendiri yaitu Ibu V.
Jumini Trianigrum. Dok Foto: Dokumentasi Direktorat Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga, BKKBN
Berdasarkan pada
lokasi survey kelompok UPPKS ini belum memiliki lembaga
khusus yang membiayai usaha kelompok tersebut. Berarti
kelompok UPPKS sampai sekarang ini masih menggunakan
dana modal sendiri yang kurang jauh untuk mencukupi
kebutuhan pasar yang ada.
Adapun produk hasil olahan UPPKS Anggrek ini berupa minyak
Virgin Coconut Oil yang berkhasiat untuk menyembuhkan
bermacam‐macam penyakit dan bermanfaat bagi kesehatan
tubuh.
Bahan baku pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO)
berasal dari kelapa hijau pilihan yang sangat mudah didapat
didaerah di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Dan
saat ini produk tersebut sudah mulai dipasarkan di wilayah
Sumatera Selatan dan sekitarnya.

25
DAFTAR PUSTAKA

Gusman, Hamry. 2013. 7 Mukjizat Finansial Edisi Revisi.


Jakarta: Elex Media KomputIndo
Sulastiningsih. 2008. Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga.
Yogyakarta: Pro‐U Media
htp://sulut.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=11
&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA36
4423DE7897 (diakses pada tanggal 29 Mei 2017 pukul
21:45)
Dokumentasi dari Direktorat Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga. 2017. Jakarta: BKKBN
www.MotvasiIndonesia.co.i d

26
PROFIL PENULIS

Ir. Hamry gusman Zakaria, MM adalah seorang motivator dan


penulis buku motivasi. Buku karyanya “7 Mukjizat Finansial”
(Gramedia, 2012) mengupas “rahasia yang tidak diajarkan di
bangku kuliah mengenai rezeki, keuangan, investasi, karier,
bakat, dan bisnis”, berhasil meraih predikat National Best
Seller.
Pria kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1980 ini, bersinergi dengan
BKKBN sebagai tim penulis lima (5) Seri Buku Ketahanan
Ekonomi Keluarga (Seri untuk Anak, untuk Remaja, untuk
Ayah dan Ibu, Untuk Lansia, dan Untuk UPPKS)
Ia aktif sebagai anggota Kelompok Kerja Pusat Pendidikan
Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemda Provinsi DKI
Jakarta, dan pengajar di berbagai Kementerian/Lembaga/
Pemda. Artikel motivasinya dapat dijumpai diwww.
MotvasiIndonesia.co.id atau melalui instagram @hamry_
gusman

27
28