Anda di halaman 1dari 12

BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Dosen : Prof. Dr. Sutikno

Disusun Oleh:
Nama : Andry Irawan
NIM : 4101416048

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fisika berasal dari kata “physic” yang artinya yaitu alam. Jadi ilmu fisika yaitu
sebuah ilmu pengetahuan dimana didalamnya mempelajari tentang sifat dan fenomena
alam atau gejala alam dan seluruh interaksi yang terjadi didalamnya. Untuk mempelajari
fenomena atau gejala alam, fisika menggunakan proses dimulai dari pengamatan,
pengukuran, analisis dan menarik kesimpulan. Sehingga prosesnya lama dan berbuntut
panjang, namun hasilnya bisa dipastikan akurat karena fisika termasuk ilmu eksak yang
kebenarannya terbukti.
Pembentuk utama fiska adalah besaran-besarn fisis yang dipakai untuk
menyatakan hukum-hukum fisika, misalnya: panjang, massa, waktu, gaya, kecepatan,
repat (density), resistivitas, temperatur, intensitas cahaya, dan banyak lagi yang lain.
Terkadang ada besaran fisis yang saling bergantungan satu dengan lainnya, sehingga
pengaturannya menjadi sulit, misalnya saja laju (speed) adalah perbandingan antara
panjang dengan waktu. Yang harus kita lakukan adalah memilih sejumlah kecil besaran
fisis sebagai besaran dasar. Besaran-besaran lain dapat diturunkan dari besaran-besaran
dasar.
Dalam kehidupan sehari-hari yang kita lakukan sering berhubungan dengan
besara, satuan dan pengukuran. Ketika kita sedang mengukur tinggi badan atau berat
badan seseorang, maka sebenarnya kita sedang berhubungan dengan besaran, satuan dan
pengukuran.
Apa itu besaran, satuan dan pengukuran? Besaran adalah segala sesuatu yang
dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan. Besaran menyatakan sifat dari benda.
Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran
berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga
menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda.
Dari pengertian diatas, dapat diartikan bahwa sesuatu dapat dikatan besaran harus
mempunyai 3 syarat, yaitu :
1. dapat diukur atau dihitung.
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai.
3. mempunyai satuan.

2
Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Atau bisa
juga sebagai sesuatu yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran. Setiap besaran
mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda
mempunyai satuan yang sama. Apabila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai
satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh gaya (F)
mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini
kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besran turunan gaya.
Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur
dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan.
1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah, antara lain sebagi berikut:
1.2.1 Apasajakah yang termasuk besaran pokok dan besaran turunan?
1.2.2 Apasajakah alat yang digunakan untuk mengukur?
1.2.3 Bagaimana cara menggunakan dan membaca berbagai macam alat ukur?
1.3 Tujuan
Makalah ini mempunyai beberapa tujuan, antara lain sebagi berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui mana yang termasuk besaran pokok dan mana besaran
turunan.
1.3.2 Untuk mengetahui macam-macam alat ukur dan kegunaannya masing-masing.
1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan berbagai macam alat ukur
dengan benar.
1.4 Manfaat
Makalah ini mempunyai beberapa Manfaat, antara lain sebagi berikut:
1.4.1 Dapat mengetahui mana yang termasuk besaran pokok dan mana besaran
turunan.
1.4.2 Dapat mengetahui macam-macam alat ukur dan kegunaannya masing-masing.
1.4.3 Dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan berbagai macam alat ukur
dengan benar.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Besaran
2.1.1 Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

N0 Besaran Pokok Satuan SI/MKKS Singkatan Dimensi

1 Panjang Meter m [L]


2 Massa Kilogram kg [M]
3 Waktu Detik s [T]
4 Suhu Kelvin K [θ]
5 Kuat arus listrik Ampere A [I]
6 Intensitas cahaya Candela Cd [J]
7 Jumlah zat kilo mol kmol [N]
2.1.2 Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok.

N0 Besaran Turunan Penjabaran dari Besaran Pokok Satuan dalam MKKS

1 Luas Panjang × Lebar m2

2 Volume Panjang × Lebar × Tinggi m3

3 Massa Jenis Massa : Volume kg/m3


4 Kecepatan Perpindahan : Waktu m/s
5 Percepatan Kecepatan : Waktu m/s2
6 Gaya Massa × Percepatan newton (N) = kg.m/s2
7 Usaha Gaya × Perpindahan joule (J) = kg.m2/s2
8 Daya Usaha : Waktu watt = kg.m2/s3
9 Tekanan Gaya : Luas pascal (Pa) = N/m2
10 Momentum Massa × Kecepatan kg.m/s

4
2.2 Satuan
Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta
memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman
yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada
awalnya, Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second (MKS).
Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton
(N), joule (J), dan watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh
Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon,
ampere, kelvin, mol, dan kandela.
Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan desimal yang
mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air, dan
detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second (CGS).
Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan satuan baku. Standar satuan
tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya jengkal dan hasta. Sementara itu, standar
satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat.

N0 Besaran Pokok Satuan SI/MKKS Singkatan Satuan Sistem CGS Singkatan

1 Panjang Meter M centimeter cm


2 Massa Kilogram Kg gram g
3 Waktu Detik S detik s
4 Suhu Kelvin K Kelvin k

5 Kuat arus listrik Ampere A stat ampere statA

6 Intensitas cahaya Candela Cd candela Cd

7 Jumlah zat kilo mol Kmol mol mol

2.3 Pengukuran
2.3.1. Alat ukur panjang
Alat ukur panjang terdiri dari beberapa jenis seperti meteran lipat (pita), mistar,
jangka sorong, dan mikrometer dan masing-masing mempunyai tingkat ketelitian yang
berbeda

5
a. Mistar

 Untuk mengukur benda yang panjangnya kurang dari 50 cm atau 100 cm.
 Tingkat ketelitiannya 0,5 mm ( ½ x 1 cm)
 Satuan yang tercantum dalam mistar adalah cm, mm, serta inchi.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat, maka sudut pengamatan harus tegak
lurus dengan obyek dan mistar.
Contoh pengukuran dengan mistar:

Panjang balok di atas adalah 3,2 cm atau 32 mm.


b. Meteran lipat (pita pengukur)

 Digunakan untuk megukur suatu obyek yang tidak bisa dilakukan dengan mistar,
misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus.
 Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm.
c. Jangka sorong

6
 Digunakan untuk mengetahui panjang bagian luar maupun bagian benda dengan sangat
akurat / teliti
 Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,1 mm
Jangka sorong seperti pada gambar di atas adalah jangka sorong yang skalanya mudah
dibaca. Tetapi jangka sorong yang ada di laboratorium sekolah mempunyai cara
pembacaan skala yang berbeda, dimana ada skala utama dan skala vernier/nonius.

Cara membaca skala:

Hasil pembacaan = 4,74 cm atau 47,4 mm


d. Mikrometer Sekrup

7
 Digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil
 Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm
2.3.2. Alat Ukur Massa
Neraca yang digunakan di laboratorium fisika pada umumnya berbeda neraca yang
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa contoh neraca berbagai bentuk.

Dan di bawah ini adalah contoh neraca yang sering ditemukan di laboratarium

Ada empat macam prinsip kerja neraca, yaitu:


 Prinsip kesetimbangan gaya gravitasi, contoh neraca sama lenga
 Prinsip kesetimbangan momen gaya, contoh neraca dacin
 Prinsip kesetimbangan gaya elastis, contoh neraca pegas untuk menimbang bahan-
bahan ku
 Prinsip inersia (kelembaman), contoh neraca inersia

8
2.3.3. Alat Ukur Waktu

Sebenarnya ada banyak alat ukur waktu yang tersedia, seperti jam tangan, jam
dinding, jam bandul dan sebagainya. Namun yang sering digunakan di laboratorium
adalah stopwatch.
Ada banyak jenis stopwatch dengan berbagai ketelitian, mulai dari 1 detik, 1/10 detik,
sampai 1/100 detik.
Ada juga stopwatch digital dengan ketelitian yang sangat tinggi, misalnya fasilitas
stopwatch di handphone.
2.3.4. Alat Ukur Suhu (temperatur)
Alat ukur suhu adalah termometer, dan ada banyak jenis termomter. Dilihat dari jenis
skala ada tiga macam termomometer, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Ditinjau
dari bahan termometrik yang digunakan juga ada tiga jenis termometer, yaitu
termometer gas, zat cair, dan zat padat (termokopel dan hambatan platina).

9
Video cara menggunakan termometer:
2.3.5. Alat Ukur Massa jenis
Massa jenis termasuk besaran turunan yaitu sama dengan massa dibagai volume
benda. Oleh karena itu, untuk menentukan massa jenis sebuah benda kita perlu dua alat
ukur, yaitu alat ukur massa (neraca) dan alat ukur volume (penggaris untuk benda yang
teratur bentuknya atau gelas ukur).

Cara lain untuk mengukur volume benda adalah dengan memasukkan benda langsung
ke dalam gelas ukur.
Contoh:

10
Mula-mula air pada gelas ukur menunjuk skala pada 12,4 ml. Setelah sebuah benda
dimasukkan pada gelas ukur, air menunjuk pada skala 20,2 ml.
Jadi volume benda tersebut adalah 20,2 ml – 12,4 ml atau 7,8 ml

11
DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David. 1985. Fisika Jilid 1 Edisi Ketiga. Bandung : PT. Gelora Aksara Pratama

http://physics.nist.gov/cuu/Units/units.html

http://www.metricviews.org.uk/2007/06/07/british_cast_kilogram/

http://www.metrication.com/units/

http://www.metrication.com/MetricConversionCalculator/download.htm

http://www.uh.edu/engines/epi1860.htm

http://www.livingstonbuzz.com/blog/wp-content/uploads/2007/11/measurement.jpg

http://bestfreewareblog.com/id/2009/02/03/das-unit-converter-625/

http://www.nmfsolutions.com/tools/converter_download.asp

http://boomeria.org/chemtextbook/cch2.html

http://converticious.com/

http://www.wacek.co.za/chapters_07.html

http://www.illustrationsof.com/gallery/clipart/measure.html

http://www.nvsd44.bc.ca/sites/ReportsViewOnePopM.asp?RID=3840

http://physicsfiles.com/

http://www.chemistryland.com/CHM130W/index.html#04properties

http://www.ttevisual.com/PHYSICS/content5.asp

https://dwicitranurhariyanti.wordpress.com/about-fisika/besaran-dan-satuan/

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-fisika-dan-kegunaannya/

12