Anda di halaman 1dari 4

Klasifikasi Epidemiologi

Merupakan ilmu yang mempelajari distribusi, faktor resiko dan melakukan pencegahan pada
penyakit tersebut.

A. Epidemiologi Deskriptif

Adalah studi yang menggambarkan suatu kejadian penyakit atau masalah kesehatan pada
sekelompok manusia berdasarkan karakteristik orang, tempat, waktu. Bentuk ini banyak
digunakan dalam mencari keterangan tentang keadaan derajat kesehatan maupun masalah
kesehatan dalam suatu populasi tertentu pada waktu dan tempat yang tertentu pula.

Karakteristik Orang

1. Usia atau Umur


merupakan variable yang selalu diperhitungkan dalam studi epidemiologi. Perbedaan
angka penyakit yang ada antar kelompok dalam populasi belum dapat diinterpretasikan
sebelum memperhitungkan relevansi kemungkinan adanya perbedaan usia antar
kelompok-kelompok tersebut. Umur kaitanya dengan daya tubuh manusia.
2. Jenis Kelamin
Dalam kombinasi dengan faktor usia , harus diingat bahwa distribusi anggota populasi
pria dan wanita diberbagai kelopok usia dan populasi tidak selalu sama.
 Terdapat perbedaan anatomi dan fisiologi antara pria dan wanita,
 Terdapat perbedaan kebiasaan hidup antara pria dan wanita
 Terdapat perbedaan macam pekerjaan
3. Golongan Etnik
Berbagai golongan etnik dapat berbeda didalam kebiasaan makan, susunan genetika, gaya
hidup dan sebagainya yang dapat mengakibatkan perbedaan - perbedaan didalam angka
kesakitan atau kematian. Didalam mempertimbangkan angka kesakitan atau kematian
suatu penyakit antar golongan etnik hendaknya diingat kedua golongan itu harus
distandarisasi menurut susunan umur dan kelamin ataupun faktor-faktor lain yang
dianggap mempengaruhi angka kesakitan dan kematian itu.
4. Agama
Merupakan karakteristik orang yang mungkin dapat memberikan keterangan tentang
pengalaman dan keadaan penyakit dimasyarakat.
- Terdapat perbedaan makan yang terlarang
- Perbedaan kewajiban ritual
- Kebiasaan tertentu yang dimiliki oleh agama tertentu akan mempengaruhi corak
perilaku yang diperlihatkan.
5. Status perkawinan
Dari penelitian telah ditunjukkan bahwa terdapat hubungan antara angka kesakitan
maupun kematian dengan status kawin, tidak kawin, cerai dan janda.Angka kematian
karena penyakit-penyakit tertentu maupun kematian karena semua sebab makin meninggi
dalam urutan tertentu. Diduga bahwa sebab-sebab angka kematian lebih tinggi pada yang
tidak kawin dibandingkan dengan yang kawin karena ada kecenderungan orang-orang
yang tidak kawin kurang sehat. Kecenderungan bagi orang-orang yang tidak kawin lebih
sering berhadapan dengan penyakit, atau karena adanya perbedaan dalam gaya hidup
yang berhubungan secara kausal dengan penyebab penyakit-penyakit tertentu.
6. Pekerjaan
Jenis pekerjaan dapat berperan didalam timbulnya penyakit melalui beberapa jalan yakni
:
a. Adanya faktor-faktor lingkungan yang langsung dapat menimbulkan kesakitan
seperti bahan-bahan kimia, gas-gas beracun, radiasi, benda-benda fisik yang dapat
menimbulkan kecelakaan dan sebagainya.
b. Situasi pekerjaan yang penuh dengan stress (yang telah dikenal sebagai faktor yang
berperan pada timbulnya hipertensi, ulkus lambung).
c. Karena berkerumun di satu tempat yang relatif sempit maka dapat terjadi proses
penularan penyakit antara para pekerja.
7. Status social-ekonomi
- Berbagai variabel sangat erat yang hubungannya dengan status social ekonomi yang
merupakan karakteristik
- Status social ekonomu berhubungan erat dengan faktor psikologis dalam masyarakat
- Status social ekomoni berhubungan dengan pekerjaan, jenis kelamin, pendapatan
keluarga, daerah tempat tinggal.
- Terdapat perbedaan kemampuan ekonomi dalam mencegah atau mengobati penyakit
- Terdapat perbedaan sikap hidup dan perilaku yang dimiliki.

Karakteristik Tempat

Hal-hal yang memberikan kekhususan pola penyakit di suatu daerah dengan batas-batas alam
adalah keadaan lingkungan yang khusus seperti temperatur, kelembaban, turun hujan, ketinggian
diatas permukaan laut, keadaan tanah, sumber air, derajat isolasi terhadap pengaruh luar yang
tergambar dalam tingkat kemajuan ekonomi, pendidikan, industri, pelayanan kesehatan,
bertahannya tradisi-tradisi yang merupakan hambatan-hambatan pembangunan, faktor-faktor
sosial budaya yang tidak menguntungkan kesehatan atau pengembangan kesehatan, sifat-sifat
lingkungan biologis (ada tidaknya vektor penyakit menular tertentu, reservoir penyakit menular
tertentu, dan susunan genetika), dan sebagainya.

Karakteristik Waktu

Variabel waktu merupakan faktor kedua yang harus diperhatikan ketika melakukan
analisis morbiditas dalam studi epidemiologi karena pencatatan, laporan insidensi dan
prevalensi penyakit selalu didasarkan waktu, mingguan, bulanan atau tahunan.
Pengetahuan tentang penyebaran masalah kesehatan menurut waktu akan membantu
dalam memahami:

a. Kecepatan perjalanan penyakit

Apabila suatu penyakit dalam waktu yang singkat menyebar dengan pesat, berarti
perjalanan penyakit tersebut berlangsung cepat.

b. Lama terjangkitnya suatu penyakit

Lama terjangkitnya suatu penyakit dapat pula diketahui dari penyebaran penyakit
menurut waktu, yakni dengan memanfaatkan keterangan tentang waktu terjangkitnya
penyakit dan keterangan tentang waktu lenyapnya penyakit tersebut.

B. Epidemiologi Analitik
Merupakan bentuk penelitian epidemiologi yang paling sering digunakan dalam mencari
faktor penyebab serta hubungan sebab akibat terjadinya penyakit maupun gangguan
kesehatan lainnya. Bentuk penelitian ini pada dasarnya dapat dibagi dalam dua bentuk
yaitu :
 Penelitian retrospektif
Didasarkan pada kejadian kasus mereka sudah ada pada saat penelitian dan
dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita sehingga sering juga disebut
penelitian kasus kelola.
 Penelitian prospektif
Penelitian yang didasarkan pada pengamatan terhadap kelompok terpapar dengan yang
tidak terpapar pada awal penelitian kemudian diamati sampai timbulnya penyakit dan
sering disebut penelitian kohort.
DAFTAR PUSTAKA

Bustam.2002. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : Rineka Cipta

Hasmi. 2011. Dasar-Dasar Epidemiologi. Jakarta : TIM.

Hikmawati, Isna. 2011. Epidemiologi.Yogyakarta : Nuha Medika.

Maryani, Lidya., dan Rizki Muliani.2010. Epidemiologi Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Noor,Nur Nasry .2006. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta:Rineka Cipta.