Anda di halaman 1dari 7

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

“keadilan dan kesewenangan-wenangan”

Disusun Oleh:
Kelompok 1

Lusia Kundalim 20188600001


Irma Susanti 20188600002
Rizka Armeylia C 20188600007

Dosen : Ginalita Ratnayanti, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
KUSUMA NEGARA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
dan kuasa-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun
untuk membahas tentang “Keadilan dan kesewenangan-wenangan”. Makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, untuk itu kami harapkan pembaca dapat memberikan kritik dan saran agar kami
bisa meningkatkan kualitas untuk makalah selanjutnya.

Jakarta, 24 November 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. LATAR BELAKANG..................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH.............................................................1
C. TUJUAN....................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................2
A. Pengertian adil dan rasa keadilan di dalam kehidupan
1. Konsep adil dan rasa keadilan...........................................2
2. Perlakuan rasa adil dan tidak adil
B. Keadilan manusia dan keadilan tuhan di dalam kehidupan
1. Pengakuan terhadap perlakuan adil...................................2
2. Keadilan manusia...............................................................3
3. Keadilan Tuhan...................................................................3
4. Usaha Menciptakan Keadilan……………………………….3
C. Kesewenang-wenangan...........................................................3
BAB III PENUTUP.......................................................................................4
A. KESIMPULAN...........................................................................4
B. SARAN......................................................................................4
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai mana kita ketahui bahwa di Negara kita masih terdapat disana sini
ketidak adilan, baik ditataran pemerintahan, masyarakat dan disekitar kita, Ini
terjadi baik karena kesengajaan atau tidak sengaja ini menunjukkan Rendahnya
kesadaran manusia akan keadilan atau berbuat adil terhadap sesama manusia
atau dengan sesama makhluk Hidup. Seandainya di negara kita terjadi pemerataan
keadilan maka saya yakin tidak akan terjadi perotes yang disertai kekerasan,
kemiskinan yang bekepanjangan, perampokan, kelaparan, gizi buruk dll. Mengapa
hal diatas terjadi karena konsep keadilan yang tidak diterapkan secara benar, atau
bisa kita katakan keadilan hanya milik orang kaya dan penguasa. Dari latar diatas
penulis akan mencoba untuk memberikan sebuah konsep keadilan sehingga
diharapkan nantinya dapat meminimalisi ketidak adilan yang terjadi di indonesia.
B. Rumusan Masalah
Dari beberapa fenomena ketidakadilan di latar belakang diatas maka, kita
dapat rumuskan masalah konsep keadilan :

1. Pengertian adil dan rasa keadilan di dalam kehidupan


2. Keadilan manusia dan keadilan tuhan di dalam kehidupan
3. Kesewenang-wenangan

C. Tujuan Penulisan
Agar kita sesama manusia bisa berlaku adil dan selalu mengutamakan
kejujuran, karena dengan kejujuran itu keadilan mudah untuk di capai. Dan agar kita
bisa memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian adil dan rasa keadilan di dalam kehidupan


1. Konsep adil dan rasa keadilan
Adil adalah tidak sewenang-wenang terhadap diri sendiri maupun kepada pihak
lain, jadi konsep adil berlaku untuk diri sendiri sebagai individu, pihak lain sebagai
anggota masyarakat, kepada alam lingkungan dan Tuhan sang Pencipta.
Adil bersifat kodrati yang sudah dibekalkan Tuhan kepada manusia, rasa keadilan
mendorong manusia untuk berbuat benar (akal), berbuat baik (rasa), berbuat jujur
(karsa), dan bermanfaat. Setiap manusia pasti akan mangalami perlakuan adil dan
tidak adil, karena manusia adalah makhluk budaya maka manusia jugalah yang
dapat menciptakan keadilan dan menghapus kesewenang-wenangan
2. Perlakuan rasa adil dan tidak adil
a) Perlakuan Adil
Setiap manusia dapat melihat perlakuan adil dari sudut pandang masing-
masing, sehingga tanggapannya mungkin sama berbeda. Ketidaksamaan
pandangan ini terletak pada nilai dan bobot kualitas perlakuannya, walaupun
yang satu dan yang lain memandang perlakuan itu sebagai perlakuan adil,
karena nilai bobot kualitas perlakuannya berbeda, maka timbul gradasi
perlakuan dari perlakuan adil ke perlakuan kurang adil.
b) Perlakuan tidak adil
Apabila perlakuan manusia tidak disadari oleh rasa keadilan, yang akan
terjadi adalah perlakuan tidak adil. Perlakuan tidak adil adalah perlakuan yang
sewenang-wenang. Akibat perlakuan tersebut adalah penderitaan dan
ketidakpastian. Kehidupan manusia jadi tidak menentu, tidak tenteram dan gelisah,
bahkan mungkin menyebabkan kematian.

B. Keadilan manusia dan keadilan tuhan di dalam kehidupan

1. Pengakuan terhadap perlakuan adil


Perlakuan adil sesama manusia mendapat pengakuan secara universal dalam
Hak Asasi Manusia (HAM) Declaration of Human Right. Pengakuan tersebut
bermula dari Declaration of Independence Amerika 1776. di Indonesia pengakuan
bias dibaca di pemukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Undang-Undang no. 31
tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

2. Keadilan manusia
Keadilan antara manusia dibedakan menjadi tiga seperti berikut ini:
a. Keadilan Koordinat
Keadilan koordinat terjadi dalam hubungan antara sesama anggota
masyarakat (anggota kelompok). Dalam hubungan tersebut, kedudukan
semua pihak adalah setara, sejajar, dan tidak melebihi satu sama lain.
b. Keadilan Subordinat
Keadilan Subordinat terjadi dalam hubungan rakyat kepada penguasanya,
warga negara terhadap pemerintah. Apabila rakyat telah memilih dan
mengangkat pemimpinnya sebagai penguasa, penguasa wajib memenuhi
tuntutan rakyat secara wajar dan adil.
Contoh Keadilan Subordinat:
- Pegawai negeri yang telah mengabdi kepada negara selama
berpuIuh-puluh tahun setelah purnabakti diberi hak pension
- Warga negara yang telah berjasa membela kepentingan
negara diberi penghargaan berupa medali/gencana oleh
pemerintah
- Warga negara yang berkarya dan berhasil
menyelenggarakan lingkungan hidup diberi penghargaa berupa
“kalpataru”
- Dosen atau ilmuwan yang telah berjasa di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bangsa dan
keselamatan umat manusia dianugerahi gelar Doctor

c. Keadilan Superordinat
Keadilan Superordinat terjadi dalam hubungan dari penguasa kepada
rakyatnya, pemerintah kepada warga negara, pemimpin terhadap anggotanya.
Dalam hubungan ini inisiatif pelaksanaan memenuhi kebutuhan dari atasan
kepada bawahan yang merupakan negoisasi dari janji penguasa ketika
diangkat menjadi atasan akan menjadikan keadaan adil terhadap bawahannya.

3.Keadilan Tuhan
Keadilan tuhan terjadi dalam hubungan manusia dengan tuhannya, keadilan
tuhan bersifat mutlak. Tuhan adalah pencipta segala yang ada dilangit dan bumi.
Karena manusia adalah makhluk tuhan, sudah adil apabila dalam hubungan
manusia dengan tuhan, menusia mengabdikan dirinya kepada tuhan.

4.Usaha Menciptakan Keadilan


Usaha yang dapat ditempuh untuk menciptakan rasa keadilan, yakni:
a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi
c. Mengenal seni dan karya seni
d. Menganut pola hidup sederhana
e. Banyak memperoleh informasi mengenai tentang kehidupan manusia yang
berjuang akan menumbuhkan keadilan
f. Pemulihan bagi yang terkena ketidakadilan

C. Kesewenang-wenangan
Sewenang-wenang adalah berbuat sekehendak hati tanpa mempedulikan hak
orang lain. Di sini kesewenang-wenangan dapat diartikan sebagai perbuatan
seseorang yang menggunakan kelebihan yang ada pada dirinya, baik itu
kedudukan, kekayaan, kekuasaan, pengaruh, kekuatan, kepandaian, atau apa saja,
untuk memenuhi segala keinginannya dengan mengabaikan segala aturan yang
ada. Orang yang sewenang-wenang biasanya merasa memiliki derajat lebih tinggi
dari orang lain sehingga tidak segan-segan melanggar hak orang lain, bahkan tak
jarang yang merasa bahwa mereka memang berhak melakukan kesewenang-
wenangan itu. Tidak seperti jiwa patriot yang tumbuh dari rasa ikut memiliki, orang
yang sewenang-wenang justru mengembangkan keserakahannya yaitu ingin
memiliki semuanya, tak ingin berbagi, tak peduli dengan hak orang lain. Mereka
bahkan berani merubah dan memanipulasi peraturan, memutar balikkan kebenaran
dan keadilan, dan mencari pembenaran-pembenaran dari tindakan sewenang-
wenang mereka. Hampir semua pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di
negeri ini adalah akibat dari perbuatan sewenang-wenang ini
BAB III
PENUTUP

A.Simpulan
Jadi, Manusia dan keadilan pada intinya terletak pada keseimbangan atau
keharmonisan antara menuntut hak, dan kewajiban manusia itu sendiri. Menurut
pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan
perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada
keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain.
keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan
setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Keadilan adalah
kata kunci yang menentukan selamat tidaknya manusia di muka bumi. Tanpa keadilan
manusia pasti hancur. Menegakkan keadilan adalah kewajiban setiap manusia.

B.Saran
Agar setiap orang harus selalu menjujung tinggi keadilan serta menegakkannya
dalam kehidupan sehari-hari, karena itu tugas utama pokok manusia adalah
menegakkan keadilan. Adil terhadap diri, keluarga dan masyarakatnya.

Daftar pustaka

http://www.materibelajar.id/2015/12/definisi-keadilan-dan-kesewenangan-di.html#