Anda di halaman 1dari 21

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

TABAK GAMBAR DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN

KELOMPOK K

1. Ria Amya
2. Furry Lawafattien
3. Sintya Tranova
4. Esa Afriyeni
5. Voni Sandra Ariesta
6. Fega Defriyanti
7. Elviyani Saputri
8. Uci Wandri Maiyana
9. Riska Fadilah
10. Fitri Yulia Hendrisa

PROFESI NERS
STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
2018

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)


TERAPI KOGNITIF : TEBAK GAMBAR

1
TERHADAP LANSIA DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN

Mata Ajaran : Terapi Bermain

Pokok Bahasan : Tebak Gambar

Sasaran : Lansia

Hari / Tanggal : Kamis , 8 November 2018

Waktu : 10.00 – 10.45 WIB

Tempat : Ruang Tamu Wisma Pantai Cermin PSTW Sabai Nan

Aluih Sicincin

A. Latar Belakang

Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang

dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah

keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi dan kelompok

digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika

interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi

laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk

memperbaiki perilaku yang maladaptif.

PSTW Sabai Nan Aluih merupakan salah satu Panti Sosial Tresna

Werdha yang terdapat di Sumatera Barat, dimana lansia yang berada di

Pantai Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih pada umumnya adalah

menderita penyakit pada sistem pernafasan, kardiovaskuler, perkemihan,

pencernaan, endokrin, musculoskeletal, integument dan termasuk juga

penurunan fungsi fisiologis.

2
Di PSTW Sabai Nan Aluih terdapat beberapa orang lansia dengan

keterbatasan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, namun masih ada

lansia yang dapat melakukan aktivitanya secara mandiri. Dalam

kesehariannya, lansia menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan

yang sudah dijadwalkan di PSTW Sabai Nan Aluih namun ada beberapa

lansia yang tidak mau ataupun tidak mampu mengikuti kegiatan yang

dilaksanakan. Pada lansia terjadi penurunan fungsi tubuh, baik itu kognitif,

persepsi, sensori dan motorik. Kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia

seperti mudah lupa, disorientasi terutama dalam hal waktu, gangguan pada

kemampuan pendapat dan pemecahan masalah, gangguan dalam

berinteraksi antar lansia, gangguan dalam aktivitas di rumah dan minat

intelektual serta gangguan dalam pemeliharaan diri semua itu terjadi sebagai

proses penuaan.

Proses penuaan menyebabkan kemunduran kemampuan otak. Diantara

kemampuan yang menurun secara liner atau seiring proses penuaan adalah

daya ingat. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk daya ingat lansia

adalah terapi kognitif. Terapi kognitif berfokus pada masalah, orientasi pada

tujuan, kondisi dan waktu saat itu. Terapi ini memandang individu sebagai

pembuat keputusan. Terapi kognitif telah menunjukkan keefektifan

penanganan dalam masalah klinik misalnya cemas, schizophrenic,

substance abuse, gangguan kepribadian, gangguan mood. Dalam

prakteknya, terapi ini dapat diaplikasikan dalam pendidikan, tempat kerja

dan setting lainnya.

Istilah kognitif mulai populer setelah teori Piaget banyak dibahas para ahli

3
tahun 1960-an. Pengertian kognisi, meliputi aspek-aspek struktur intelek

yang digunakan untuk mengetahui sesuatu (Maryam, 2008).

Tebak gambar adalah permainan asah otak ringan, menguji imajinasi,

logika dan nalar. Tebak gambar adalah salah satu bentuk permainan dimna

dari hasil permainan ini peserta dapat menikmati kegiatan yang

dilakukuannya sehingga permainan dapat mengurangi kejenuhan dan dapat

menilai kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif serta

sosialisasi sesuai dengan tingkat usianya. Tebak gambar adalah suatu

kegiatan dimana seseorang atau individu diminta untuk menebak atau

menyebutkan apa yang nama benda yang telah digambar oleh orang lain

(Supartini, 2010).

Menurut Chaplin dalam Maryam (2008), kognisi memiliki pengertian

yang luas mengenai berpikir dan mengamati yang telah mengakibatkan

individu memperoleh pengertian. Kognitif menurut Piaget, perkembangan

kognitif tidak hanya dari hasil kematangan organisme, atau dari pengaruh

lingkungan saja, melainkan interaksi diantara keduanya. Pengertian

pendengaran adalah salah satu sarana penting dalam diri manusia.

Kehilangan pendengaran merupakan ancaman terhadap komunikasi dan

kehidupan pribadi dan sosial.

Berdasarkan hasil observasi selama bertugas di PSTW Sabai Nan

Aluih Sicincin (Wisma Pantai Cermin, Ombilin, Tandikek dan Harau) klien

kelolaan didapatkan 75% mempunyai masalah dengan penurunan sensorik,

motorik dan kognitif. Dengan permainan tebak gambat akan membantu

4
untuk mengasah kognitif daya sensorik dan motorik lansia untuk mengingat,

menggambarkan dan menyebutkan apa yang mereka lihat.

Berdasarkan latar belakang diatas, mahasiswa tertarik untuk

mengambil dan melakukan terapi bermain tebak gambar pada lanjut usia

(lansia) dengan masalah keperawatan gangguan daya ingat di PSTW Sabai

Nan Aluih Sicincin tahun 2018.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Diharakan lansia dapat melatih sensorik, motorik dan kognitifnya

dengan terapi kognitif berupa tebak gambar.

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan terapi kognitif lansia mampu:

a. Mengingat bentuk dan mendeskripsikan objek yang telah

ditunjukkan

b. Melatih konsentrasi untuk memusatkan perhatian sesuai

petunjuk yang diberikan.

C. Pelaksanaan Kegiatan

1. Topik

Terapi kognitif : tebak gambar

2. Sasaran

Lansia di Wisma Wisma Pantai Cermin, Harau, Tandikek dan Ombilin

PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin

5
3. Metode

Ceramah dan bermain

4. Media & alat

Kertas HVS, pulpen dan gambar, Papan nama peserta TAK

5. Waktu dan tempat

Hari / tanggal : Kamis/ 08 November 2018

Waktu : 10.00 –10.45 wib

Tempat : Ruang Tamu Wisma Pantai Cermin PSTW

Sabai Nan Aluih Sicincin

D. Setting Tempat

B
A C

Keterangan
: Pembimbing Klinik

6
: Pembimbing Akademik
: Leader
: Co Leader
: Gambar
: kelompok
: Fasilitator
: Observer

E. A
Pengorganisasian Kelompok

1. Leader : Ria Amya

2. Co leader : Sintya Tranova

3. Observer : Fitri Yulia Hendrisa

4. Fasilitator : Furry Lawafattien

Esa Afriyeni

Voni Sandra Ariesta

Fega Defriyanti

Elviyani Saputri

Uci Wandri Maiyana

Riska Fadilah

F. Tugas Pelaksana

1. Leader

- Memimpin jalannya TAK

- Menjelaskan peraturan TAK

- Menjelaskan tata cara pelaksanaan TAK

7
2. Co Leader

- Membantu leader dan mengingatkan leader

3. Fasilitator

- Memberi motivasi peserta / audiens agar ikut aktif berpartisipasi

4. Observer

- Mengamati jalannya acara dari awal sampai akhir

- Menyimpulkan dan melaporkan hasil evaluasi TAK

G. Proses Kegiatan

Tahap/
No Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Peserta
Waktu
1 5 menit Pembukaan oleh Leader:
- Mengucapkan salam - Menjawab salam
- Memperkenalkan diri, anggota - Mendengarkan dan
kelompok, dan pembimbing memperhatikan
- Evaluasi validasi - Menjawab evaluasi
- Memberikan reinforcement (+) - Mendengarkan dan
meperhatikan
- Menjelaskan tujuan kegiatan - Mendengarkan dan
terapi kognitif : tebak gambar memperhatikan
- Menjelaskan kontrak waktu - Mendengarkan dan
menyepakati
- Menjelaskan peraturan-peraturan - Mendengarkan dan
kegiatan dalam kelompok antara menyepakati
lain : jika klien ingin ke kamar
mandi atau toilet harus minta ijin
kepada leader, bila ingin
menjawab pertanyaan klien
diminta untuk mengacungkan
tangan dan diharapkan klien

8
mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
2. 20 menit Pelaksanaan permainan oleh Leader:
- Menjelaskan cara bermain - Mendengarkan dan
memperhatian
- Mendemonstrasikan cara bermain - Lansia dapat
menggambarnya
- Mengatur posisi lansia yang - Mengatur barisan
bermain menjadi 3 grup (grup A, sesuai kelompok
grup B, dan grup C) yang di peroleh
- Leader dan Co Leader - Mendengarkan dan
memperlihatkan gambar kepada memperhatikan
lansia
- Leader dan Co Leader - Lansia dapat
menginstruksikan lansia menebak menggambarkan
gambar tersebut dan menyebutkan
lima hal yang berkaitan dengan
gambar tesebut.
- Memberi reinforcement kepada - Memberi tepuk
lansia yang bisa menyebutkan tangan
dan mendeskripsikan gambar
yang diberikan
3 5 menit Penutup :
- Melakukan evaluasi validasi - Memperhatikan
- Menyimpulkan materi dan - Mendengarkan dan
menutup memperhatikan
- Memberikan salam - Menjawab salam

H. Kriteria Evaluasi TAK

1. Evaluasi struktur

a. Diharapkan Kelompok dan lansia duduk sesuai dengan posisi

b. Media dan alat tersedia sesuai dengan perencanaan

9
c. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan

2. Evaluasi proses

a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan

b. Leader menjelaskan aturan jalannya kegiatan dengan jelas

c. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien

d. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan

untuk dapat mengawasi jalannnya kegiatan

e. Audiens dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai

selesai.

3. Evaluasi hasil

Setelah mengikuti terapi aktivitas kelompok diharapkan:

1. Jika semua anggota kelompok lansia (100% dari anggota) menebak

dan medeskripsikan seluluh gambar dengan benar, kelompok

tersebut diberi nilai 100.

2. Jika semua anggota kelompok lansia dapat menebak dan

mendeskripsikan lebih dari 5 gambar, kelompok tersebut diberi

nilai 80.

3. Jika semua anggota kelompok lansia menebak dan

mendeskripsikan <5 benar, kelompok tersebut diberi nilai 50.

10
PENUTUP

Proses penuaan menyebabkan kemunduran kemampuan otak, diantara

kemampuan yang menurun secara liner atau seiring proses penuaan adalah daya

ingat. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk daya ingat lansia adalah terapi

kognitif. Terapi kognitif berfokus pada masalah, orientasi pada tujuan, kondisi dan

waktu saat itu. Terapi ini memandang individu sebagai pembuat keputusan. Terapi

kognitif telah menunjukkan kefektifan penanganan dalam masalah klinik misalnya

cemas, schizophrenic, substance abuse, gangguan kepribadian, gangguan mood.

Dalam prakteknya, terapi ini dapat diaplikasikan dalam pendidikan, tempat kerja

dan setting lainnya. Istilah kognitif mulai populer setelah teori Piaget banyak

dibahas para ahli tahun 1960-an. Pengertian kognisi, meliputi aspek-

aspek struktur intelek yang digunakan untuk mengetahui sesuatu (Maryam, 2008).

Salah satu terapi yang cocok dengan usia lansia seperti tebak gambar.
Tebak gambar adalah permainan asah otak ringan, menguji imajinasi, logika

dan nalar. Tebak gambar adalah salah satu bentuk permainan dimana dari hasil

permainan ini peserta dapat menikmati kegiatan yang dilakukuannya sehingga

permainan dapat mengurangi kejenuhan dan dapat menilai kemampuan motorik

kasar, motorik halus, bahasa, kognitif serta sosialisasi sesuai dengan tingkat

usianya. Tebak gambar adalah suatu kegiatan dimana seseorang atau individu

11
diminta untuk menebak atau menyebutkan apa yang nama benda yang telah

digambar oleh orang lain (Supartini, 2010). Demikianlah terapi aktivitas

kelompok ini kami buat, semoga acara kegiatan ini nanti sesuai dengan

perencanaan yang telah di buat dan berjalan lancar.

Diketahui oleh :

Pembimbing Akademik Pembimbing Akademik

(Meria Kontesa, SKp, M. Kep.) (Ns. Yola Yolanda, M. Kep.)

Pembimbing Klinik

(Ns. Suchi Putri Hayu, S. Kep.)

12
13
14

Anda mungkin juga menyukai