Anda di halaman 1dari 1

Tonus

Atoni uteri merupakan penyebab PPH yang plaing sering terjadi. Karena hemostasis berhububgan
dengan pelepasan placenta tergantung dari kontraksi miometrium, atoni diterapi awal dengan
penekanan bimanual pada uterus dan massage, diikuti dengan obay yang mendorong kontraksi
uterus.

Non farmakologis :

1. Massage uterine, aliran darah cepat setelah plasenta lahir harus dilakukan pemeriksaan
bimanual uterus. Jika uterus lunak, massage(pemijatan) dilakukan dengan meletakkan satu
tangan didalam vagina dan menekan corpus uteri dengan tangan yg lain menrkan fundus
dari atas hingga dinding abdomen.

Farmakologis

2. Uterotonic agen
Uterotonic agen meliputi :oksitosin, alkaloid ergot, dan prostaglandin
1. Oksitosin
Stimulasi kontraksi segmen atas miometrium untuk kontraksi secara ritmis Dengan
mengkonstriksikan arteri spiralis dan menurunkan aliran darah ke uterus
Dosis : 10 IU (IM) atau 20IU dalam NS di infuskan dengan rata-rata 250ml tiap jam.
Sebanyak 500 ml dapat diinfuskan selama lebih dari 10 menit tanpa komplikasi
2. Alkaloid ergot
 Methylergonovine (Methergine) dan ergometrine
Menyebabkan kontraksi otot polos pada segmen atas dan bawah secara
terus menerus
Tipikal dosis : 0.2mg (IM) , diulangi dengan jarak 2 sampai 4 jam
Kontraindikasi : hipertensi, preeklamsi
Efek samping : mual dan muntah

3. Prostaglandin