Anda di halaman 1dari 9

BAB I

MALARIA
1. Pengertian Malaria

Penyakit malaria adalah salah satu penyakit yang penularannya melalui gigitan
nyamuk anopheles betina. Penyebab penyakit malaria adalah genus plasmodia family
plasmodiidae. Malaria adalah salah satu masalah kesehatan penting di dunia. Secara umum
ada 4 jenis malaria, yaitu tropika, tertiana, ovale dan quartana. Di dunia ada lebih dari 1 juta
meninggal setiap tahun (Dirjen P2Pl, 2011).
Istilah malaria diambil dari dua kata bahasa Italia yaitu mal (buruk) dan area (udara)
atau udara buruk karena dahulu banyak terdapat di daerah rawa-rawa yang mengeluarkan bau
busuk. Penyakit ini juga mempunyai nama lain, seperti demam roma, demam rawa, demam
tropik, demam pantai, demam charges, demam kura dan paludisme (Prabowo, 2008).
Penyakit malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa jenis
plasmodium yang menyeranng eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual di
dalam darah. Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasi ataupun mengalami
komplikasi sistemik yang dikenal sebagai malaria berat. (Sudoyo, 2007)

Malaria adalah penyakit infeksi dengan demam berkala, yang disebabkan oleh
Parasit Plasmodium dan ditularkan oleh sejenis nyamuk Anopeles (Tjay & Raharja, 2000).

1
2. Penyebab Malaria
Parasit plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari empat spesies yaitu
plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale.
Nyamuk yang menyebarkan parasit plasmodium ini adalah nyamuk anopheles betina.
Selain melalui nyamuk anopheles, penularan penyakit malaria bisa juga melalui transfusi
darah, jarum suntik, maupun transplantasi organ tubuh. Demikian juga penyakit malaria dapat
ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya.

3. Distribusi Penyakit
World malaria report 2015 menyebutkan malaria telah menyerang 106 negara di dunia.
Komitmen global pada Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan upaya
pemberantasan malaria kedalam salah satu yujuan bersama yang harus dicapai sampai dengan
tahun 2015. Melalui tujuan ke tujuh yaitu pemberantasan HIV/AIDS, Malaria dan TBC.
Dengan berakhirnya MDGs pada tahun 2015, komitmen global tersebut dilanjutkan melalui
Sustainble Development Goals (SDGs), Upaya pemberantasan malaria tertuang dalam tujuan
ketiga yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mengupayakan kesejahteraan bagi semua
orang. Dengan tujuan spesifik yaitu mengakhiri epidemic AIDS, TBC, Malaria, penyakit
Neglected-tropical sampai tahun 2030.
Morbiditas Malaria pada suatu wilayah ditentukkan dengan annual Parasite Incidene
(API) pertahun. API merupakan jumlah kasus positif malaria per 1000 penduduk dalam satu
tahun. Tren API secara nasional pada tahun 2012 hingga 2015 terus mengalami penurunanl.
Hal ini menunjukkan keberhasilan program pengendalian malaria yang dilakukan baik oleh
pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan mitra terkait

2
Jika dilihat secara provinsi pada tahun 2015, tampak bahwa wilayah timur Indonesia
masih memiliki angka API tertinggi. Sedangkan DKI Jakarta dan Bali memeiliki angka API
nol dan sudah masuk ke dalam kategori bebas malaria.

3
4. Cara Penularan
Penyakit malaria ditularkan melalui 2 cara yaitu secara alamiah dan non alamiah :
a). Secara Alamiah
Yaitu penularan melalui gigitan nyamuk anopheles yang mengandung parasit malaria.
b). Secara Non alamiah
Yaitu penularan yang bukan melalui gigitan nyamuk anopheles Berikut beberapa
penularan malaria secara non alamiah :
1). Malaria Bawaan (Kongenital)
Malaria congenital adalah malaria pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya
menderita malaria. Penularan terjadi karena adanya kelainan pada sawar plasenta (
selaput yang melindungi plasenta ) sehingga tidak ada penghalang infeksi dari ibu
kepada janinnya. Selain melalui plasenta, penularan dari ibu kepada bayinya juga
dapat melalui tali pusat.Gejala pada bayi yang baru lahir berupa demam, iritabilitas
(mudah terangsang sehingga sering menangis), pembesaran hati dan limpa, anemia,
tidak mau makan atau minum, kuning pada kulit dan selaput lender.Pembuktian pasti
dilakukan dengan deteksi parasit malaria pada darah bayi.
2). Penularan Secara Mekanik
Penularan secara mekanik adalah infeksi malaria yang ditularkan melalui transfusi
darah dari donor yang terinfeksi malaria, pemakaian jarum suntik secara bersama-
sama pada pecandu narkoba atau melalui transplantasi organ.
3). Penularan Secara Oral
Cara penularan ini pernah dibuktikan pada ayam (Plasmodium gallinasium),
burung dara (Plasmodium relection) dan monyet (Plasmodium knowlesi)

4
5. Siklus hidup Plasmodium

a). Siklus Aseksual


Siklus Hidup Plasmodium Penyebab Malaria Dalam siklus hidupnya plasmodium
peneyebab malaria mempunyai dua hospes yaitu pada manusia dan nyamuk. Siklus
aseksual plasmodium yang berlangsung pada manusia disebut skizogoni dan siklus
seksual plasmodium yang membentuk sporozoit didalam nyamuk disebut sporogoni.
Siklus Hidup Plasmodium, Siklus aseksual Sporozoit infeksius dari kelenjar ludah
nyamuk anopheles betina dimasukkan kedalam darah manusia melalui tusukan nyamuk
tersebut. Dalam waktu tiga puluh menit jasad tersebut memasuki sel-sel parenkim hati
dan dimulai stadium eksoeritrositik dari pada daur hidupnya. Didalam sel hati parasit
tumbuh menjadi skizon dan berkembang menjadi merozoit (10.000-30.000 merozoit,
tergantung spesiesnya) . Sel hati yang mengandung parasit pecah dan merozoit keluar
dengan bebas, sebagian di fagosit. Oleh karena prosesnya terjadi sebelum memasuki
eritrosit maka disebut stadium preeritrositik atau eksoeritrositik yang berlangsung selama
2 minggu. Pada P. Vivax dan Ovale, sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang
menjadi skizon, tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit.
Hipnozoit dapat tinggal didalam hati sampai bertahun-tahun. Pada suatu saat bila
imunitas tubuh menurun, akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps

5
(kekambuhan). Siklus eritrositik dimulai saat merozoit memasuki sel-sel darah merah.
Parasit tampak sebagai kromatin kecil, dikelilingi oleh sitoplasma yang membesar,
bentuk tidak teratur dan mulai membentuk tropozoit, tropozoit berkembang menjadi
skizon muda, kemudian berkembang menjadi skizon matang dan membelah banyak
menjadi merozoit. Dengan selesainya pembelahan tersebut sel darah merah pecah dan
merozoit, pigmen dan sisa sel keluar dan memasuki plasma darah. Parasit memasuki sel
darah merah lainnya untuk mengulangi siklus skizogoni. Beberapa merozoit memasuki
eritrosit dan membentuk skizon dan lainnya membentuk gametosit yaitu bentuk seksual
(gametosit jantan dan betina) setelah melalui 2-3 siklus skizogoni darah

b). Siklus Seksual

Siklus Hidup Plasmodium, Siklus seksual Terjadi dalam tubuh nyamuk apabila
nyamuk anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit. Gametosit yang
bersama darah tidak dicerna. Pada makrogamet (jantan) kromatin membagi menjadi 6-8
inti yang bergerak kepinggir parasit. Dipinggir ini beberapa filamen dibentuk seperti
cambuk dan bergerak aktif disebut mikrogamet. Pembuahan terjadi karena masuknya
mikrogamet kedalam makrogamet untuk membentuk zigot. Zigot berubah bentuk seperti
cacing pendek disebut ookinet yang dapat menembus lapisan epitel dan membran basal
dinding lambung. Ditempat ini ookinet membesar dan disebut ookista. Didalam ookista
dibentuk ribuan sporozoit dan beberapa sporozoit menembus kelenjar nyamuk dan bila
nyamuk menggigit/ menusuk manusia maka sporozoit masuk kedalam darah dan
mulailah siklus pre eritrositik. Siklus Hidup Plasmodium Malaria, siklus malaria dalam
tubuh manusia dan nyamuk Siklus Hidup Plasmodium Malaria

6
6. Masa Inkubasi
Soemirat (2009) mengatakan malaria yang disebabkan oleh protozoa terdiri dari empat jenis
species yaitu :
a). plasmodium vivax ( masa inkubasi 8-14) menyebabkan malaria tertiana,
b). plasmodium malariae(masa inkubasi 7-30 hari) menyebabkan malaria quartana,
c). plasmodium falciparum(masa inkubasi 7-14 hari) menyebabkan malaria tropika dan
d). plasmodium ovale (masa inkubasi 8-14 hari) menyebabkan malaria ovale.

7. Pengobatan
Untuk pengobatan malaria, beberapa jenis obat yang dikenal umum adalah:
a). Obat standar: klorokuin dan primakuin.
b). Obat alternatif: Kina dan Sp (Sulfadoksin + Pirimetamin).
c). Obat penunjang: Vitamin B Complex, Vitamin C dan SF (Sulfas Ferrosus).
d). Obat malaria berat: Kina HCL 25% injeksi (1 ampul 2 cc).
e). Obat standar dan Klorokuin injeksi (1 ampul 2 cc) sebagai obat alternatif.

8. Cara Pemberantasan Penyakit Malaria


a). Pencegahan
1) Menghindari gigitan nyamuk, Tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk,
memakai obat oles anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan
kandang ternak dari rumah, kurangi berada di luar rumah pada malam hari.
2) Membersihkan lingkungan, Menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong
royong membersihkan lingkungan sekitar, mencegahnya dengan kentongan.
3) Menebar Ikan pemakan jentik, Menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan
pemakan jentik. Seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.
4) Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau
pengeringan sawah secara berkala.
5) Gunakan pakaian yang bisa menutupi tubuh disaat senja sampai fajar.

7
b). Pengendalian
Pengendalian vector bertujuan :
1). Mengurangi atau menekan populasi vector serendah-rendahnya sehingga tidak
berarti lagi sebgai penular penyakit
2). Menghindari terjadinya kontak anatar vector dan manusia

Banyak pilihan untuk tindakan pengendalian vektor malaria yaitu :

1). Bahan fisik (pengendalian fisik)


Tindakan proktektif bertujuan untuk mengurangi kontak ventor-parasit-
manusia untuk orang per orang atau pun keluarga
Cara paling konvensional dari tujuan ini adalah :
a) Kelambu tidur
b) Kasa-kasa jendela
c) Pengguanaan fumigant (obat nyamuk bakar)
d) penimbunan kolam,
e) pengangkatan tumbuhan air,
f) pengeringan sawah secara berkala setidaknya setiap dua minggu sekali

2). bahan kimia (pengendalian kimiawi),


Upaya pengendalian vektor dilakukan secara kimiawi misalnya penaburan
larvasida, penyemprotan rumah serta bangunan–bangunan lainnya dengan
menggunakan fenitrothion, Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) dan lain-
lain, namun pengendalian ini membutuhkan biaya berlipat ganda, dan harus di
sadari bahwa dengan penyemprotan adalah suatu kebijaksanaan jangka pendek
sedangkan jangka panjang adalah pengelolaan lingkungan.

3). bahan hayati (pengendalian hayati),


Menurut Depkes (2006) penebaran ikan pemakan jentik nyamuk yaitu suatu
upaya memanfaatkan ikan sebagai musuh alami (predator) jentik nyamuk yang
ditebarkan pada tempat perkembangbiakan potensial nyamuk dengan tujuan
pengendalian populasi jentik nyamuk, sehingga dapat mengurangi penularan.
Keuntungan penggunaan ikan pemakan jentik antara lain; Sekali dikembangkan
pada tempat yang cocok, populasinya akan berkembang sendiri secara terus-

8
menerus, sehingga mengurangi populasi jentik nyamuk, biaya relatif murah, tidak
mencemari lingkungan dan dapat dipelihara di rawa-rawa yang dalam dan banyak
tanaman air.
berbagai spesies ikan local yang pemakan jentik nyamuk dapat di gunakan
pada program PVM. Di Indonesia. Ikan kepala timah, ikan wader pari, ikan gendol,
ikan nila.
4). pengelolaan lingkungan atau dengan pengendalian terpadu.
Manipulasi lingkungan adalah suatu bentuk kegiatan untuk menghasilkan
keadaan sementara yang tidak menguntungkan bagi nyamuk, untuk berkembang
biak di habitatnya, seperti mengangkat lumut dari laguna, pengubahan kadar garam
dan sistem pengairan secara berkala dibidang pertanian (Depkes, 2002).
Berikut ini beberapa pendekatan pengelohan lingkungan untuk pengendalian
populasi nyamuk Anopheles ssp meliputi
a) modifikasi lingkungan : upaya pengolahan lingkungan meliputi perubahan fisik
lingkungan yang bersifat permanent terhadap lahaan, badan air, dan lingkungan
yang bertujuan untuk mencegah, menghilangkan atau mengurangi habibat
vector tanpa menyebabkan terganggunya kualitas lingkungan hidup. Contoh :
pengeringan, penimbunan tempat perkembangbiakan vector.
b) Sanitasi lingkungan : pengolahan sampah, limbah cair termasuk tinja dan
sanitasi rumah yang bertujuan untuk meniadakan habibat vector
c) Perlindungan perorangan : msebagai upaya individu atau keluarga dari paparan
terhadap serangga pest/vector : pemakaian kelambu, pemasangan kawat kasa,
penggunaan reppelet dan pemyemprotan dengan space spray (insektisida rumah
tangga).
d) Pengelohan vector terpadu: sebagai uapaya pengendalian vector secara bersama
atau bergantian. Tujuan utama IVM adalah untuk mencegah dan mengurangi
kontak antar manusia dengan vector dengan menggunakan biaya hemat dan
berkesinambungan