Anda di halaman 1dari 2

TANIMU Y.1*, BAKO S.P. 1, ADAKOLE J.A1.&TANIMU J.

(1Department of Biological Sciences, Ahmadu Bello University, Zaria, Nigeria; (2011)

No Aspek yang di nilai Dekripsi


1. Judul : Diversity Phytoplankton as Bioindicators of Water Quality in
Saminaka Reservoir, Northern-Nigeria

2. Permasalahan 1. Lokasi di hilirnya merupakan pemukiman manusia utama yang


menyebabkan lumpur dan pembuangan limbah dari komunitas
tersebut sangat mengganggu kualitas air.
2. Beberapa alga seperti Microcystis, Anabaena, Anabaenopsis,
Aphanizomenon, Cylindrospermopsis diketahui menghasilkan
racun. Perkembangan spesies yang termasuk dalam satu atau lebih
dapat menyebabkan risiko tinggi terhadap kesehatan, seperti yang
dilaporkan terjadi dalam beberapa organisme air di wilayah
Mediterania spesies ini juga bisa mengubah rasa dan menimbulkan
masalah bau, perubahan warna air,

3. Tujuan Untuk mengurangi laju lumpur dan pencemaran reservoir yang timbul
dari aktivitas manusia di daerah tangkapan air di Saminaka.

4. Metode 1. Karakteristik Fisiko-Kimia


Karakteristik fisiko-kimia air dianalisis sebulan sekali dari
bulan Mei 2008 sampai April 2009. Suhu air permukaan
diukur secara in situ dengan menggunakan termometer
merkuri. pH dan Konduktivitas Listrik diukur dengan
instrumen HANNA (pH / Konduktivitas Listrik / Model
Meteran Suhu 210). Total Kekerasan, Oksigen terlarut (DO),
Permintaan Oksigen Biologis (BOD), Nitrat-Nitrogen (NO3-
N) dan Fosfat-fosfor (PO4-P) ditentukan oleh metode yang
dijelaskan oleh
2. Analisis Statistik
Koefisien korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui
hubungan antara karakteristik fisikokimia dan kelimpahan
fatiguelakton. Kelimpahan dan keanekaragaman musiman
dibandingkan dengan menggunakan PAST (Paleontological
Statistics) ver.1.81.

5. Hasil Pembagian fitoplankton dan spesies yang diamati ditunjukkan pada


Tabel 2. Pada Bacillariophyta jumlah Taxa yang lebih tinggi (23),
individu (1652), Shannon (2,5) dan dominasi (0,87) pada musim
kemarau dibandingkan pada musim hujan (16, 864, 2,11 dan 0,83
masing-masing). Dominasi lebih tinggi pada musim hujan (0,17)
dibanding musim kemarau.
Untuk klorofil, jumlah Taksi (23), jumlah individu (436) Indeks
Shannon (2,48) dan Indeks Simpson (0,87) yang diamati pada musim
kemarau lebih tinggi dari pada yang diamati pada musim hujan
(16.813, 2,11 dan 0,83 masing-masing ). Dominasi pada musim hujan
(0,17) lebih tinggi dari pada musim kemarau (0,13).
Jumlah individu (464), indeks Shannon (0,97) dan indeks Simpson
(0,56) yang diamati untuk Cyanophyta selama musim kemarau lebih
tinggi dari yang diamati pada musim hujan (236, 0,81 dan 0,41
masing-masing), dominasi lebih tinggi pada musim hujan (0,38)
dibanding musim kemarau (0,24). Satu-satunya pengecualian adalah
bahwa jumlah taksa yang diamati di kedua musim sama (5).
Di Euglenophyta, takson yang terdiri dari delapan (8) individu diamati
pada musim hujan yang lebih rendah dari dua taksa dan 76 individu
yang diamati pada musim kemarau. Untuk musim kemarau, dominasi
adalah 0,64, Indeks Shannon 0,55 dan Indeks Simpson 0,36 (Tabel 3).

6. Kekurangan/Kelebihan Kekurangan
1. Penulis tidak mencantumkan metode penelitian dengan
signifikan dan tidak ada peneltian lanjutan terkait judul ini
dalam jurnal tersebut.
Kelebihan
1. Data yang disampaikan jelas karena dalam bentuk tabel sesuai
dengan hasl yang diperoleh dalam penelitan tersebut.
2. Dapat digunakan sebagai alat pemantauan jangka panjang dan
berbasis masyarakat
7. Solusi Berdasarkan kekurangan yang ada pada artikel ini solusi yang dapat
diberikan adalah sebaiknya dalam penelitian dapat diberikan
penelitian lanjutan agar dapat dipergunakan dalam kebutuhan
masyarakat.