Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji dan

syukur bagi Allah SWT yang dengan ridho-Nya. Kami dapat menyelesaikan makalah ini

dengan baik dan lancar.

Dalam makalah ini, kami akan memaparkan tentang ”Capital Budgeting”. Makalah

ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari.

Berbagai teknik dan intrik kami kemas dalam makalah ini, dan juga kami berharap bisa

dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Tidak ada gading yang tak retak, demikian makalah ini, oleh karena itu saran dan

kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan

makalah ini.

Palu, November 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 1
DAFTAR ISI………………………………………………………….…………………. 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………… 3
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………….…………………….. 4
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………….. 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Capital Budgeting ( Penganggaran Modal ).…………………………. 5

2.2 Pentingnya Capital Budgeting……………………………………………………… 6

2.3 Tahapan Capital Budgeting ……………………………………………………….. 7


2.4 Proses Capital Budgeting …………………………………………………………... 8
2.5 Arus Kas (Cash Flow)………………………………………………………..…….. 10
2.6 Metode Analisis Capital Budgeting…………………………………………………12

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………... 17
3.2 Saran…………………………………………………………………………………. 18
DAFTAR RUJUKAN…………………………………………………………………… 19
JURNAL ........................................................................................................................... 20

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah proses kegiatan yang mencakup

seluruh aktivitas perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat

(benefit) pada waktu yang akan datang. Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian

aktivitas investasi yang diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai

tujuan yang diharapkan selama periode tertentu di waktu yang akan datang, yang

mempunyai titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan

berakhir).

Tapi seringkali istilah penganggaran modal disalah tafsirkan sebagai alat untuk

menghitung keuntungan saja, padahal penganggaran modal (capital budgeting) bukan

hanya sekedar itu saja. Maka dari itu kita harus memahami betul pengertian dari

penganggaran modal (capital budgeting) agar penafsiran tidak hanya terbatas pada mencari

keuntungan saja tetapi melakukan keputusan investasi yang akan berdampak bagus pada

jangka panjang maupun jangka pendek bagi perusahaan. Di suatu perusahaan, seorang

manajer keuangan harus paham betul dengan capital budgeting ini sebab seorang

manajerlah yang akan memutuskan investasi atau penanam modal ini dapat diinvestasikan

agar berdampak baik pada perusahaan.

Berdasarkan pemaparan di atas maka penulis akan membuat makalah yang

berjudul “Capital Budgeting”. Sehingga diharapkan dapat memberikan pengetahuan

mengenai Apa itu Capital Budgeting dan apa pentingnya bagi sebuah perusahaan.

3
1.2 Rumusan Masalah

1 Apa pengertian Capital Budgeting ?

2 Apa pentingnya Capital Budgeting ?

3 Bagaimana Tahapan Capital Budgeting ?

4 Bagaimana Proses Capital Budgeting ?

5 Apa yang dimaksud dengan Arus Kas (Cash Flow) ?

6 Sebutkan Metode Analisis Capital Budgeting ?

1.3 Tujuan

1 Untuk mengetahui Pengertian Capital Budgeting ( Penganggaran Modal )

2 Untuk mengetahui seberapa pentingnya Capital Budgeting

3 Untuk mengetahui bagaimana Tahapan Capital Budgeting

4 Untuk mengetahui cara Proses Capital Budgeting

5 Untuk mengetahui apa itu Arus Kas (Cash Flow)

6 Untuk mengetahui Metode Analisis Capital Budgeting

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Capital Budgeting ( Penganggaran Modal ).

Penganggaran Modal ( Capital Budgeting ) adalah Suatu Konsep Investasi.

Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan suatu

pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan

yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan

keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung

resiko.

Capital Budgeting merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka

panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan perusahaan. Definisi Capital

Budgeting “Capital Budgeting is the Process of evaluating and selecting long-term

invesment sconsistents with the firm’s goal of owner wealth maximization”. Investasi

adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba dimasa

yang akan datang. Dalam penggantian atau pembahasan kapasitas pabrik misalnya : dana

yang sudah ditanamkan akan terikat dalam jangka waktu yang panjang, sehingga

perputaran dana tersebut kembali menjadi uang tunai tidak dapat terjadi dalam waktu satu

atau dua tahun, tetapi dalam jangka waktu yang lama..

Sebagai konsekuensinya, perusahaan membutuhkan prosedur tertentu untuk

menganalisa dan menyeleksi beberapa alternatif investasi yang ada. Keputusan mengenai

investasi tersebut sulit dilakukan karena memerlukan penilaian mengenai situasi dimasa

yang akan datang, sehingga dibutuhkan asumsi-asumsi yang mendasari estimasi terhadap

situasi yang paling mendekati yang mungkin terjadi, baik situasi internal maupun eksternal

perusahaan. Investasi tersebut harus dihitung sesuai dengan cash flow perusahaan dan
5
harus merupakan keputusan yang paling tepat untuk menghindari resiko kerugian atas

investasi tersebut. “As time passes, fixed assets may become obselete or may require an

overhaul; at these points, too, financial decisions may be required”. Perusahaan biasanya

membuat berbagai alternative atau variasi untuk berinvestasi dalam jangka panjang, yakni

berupa penambahan aset tetap seperti tanah, mesin dan peralatan. Aset tersebut merupakan

aset yang berpotensi, yang merupakan sumber pendapatan yang potensial dan

mencerminkan nilai dari sebuah perusahaan.Capital budgeting dan keputusan keuangan

diperlakukan secara terpisah. Bila investasi yang diajukan telah ditentukan untuk diterima,

manager keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik.

2.2 Pentingnya Capital Budgeting

Capital budgeting sangat penting bagi perusahaan karena di dalamnya terdapat

jumlah biaya yang besar sedangkan manfaatnya baru dapat dinikmati dalam jangka

panjang. Keputusan di bidang capital budgeting ini akan memiliki pengaruh yang besar

terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Capital budgeting

mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena:

1 Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang, sehingga ini

berpengaruh bagi penyediaan dana untuk keperluan lain.

2 Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan diwaktu

yang akan datang.

3 Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.

4 Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut

akan mempunyai akibat yang panjang dan berat.

6
2.3. Tahapan Capital Budgeting

Proses penganggaran modal diawali dengan mengusulkan proyek baru kemudian

mengestimasikan arus kas proyek selanjutnya menentukan apakah proyek tersebut layak

untuk dilakukan. Setelah itu barulah perusahaan mengimplementasikan proyek yang layak.

Dan yang terakhir ialah memonitor proyek-proyek yeng telah diimplementasikan. Berikut

ini akan dijelaskan lebih rinci lagi tentang tahapan-tahapan tersebut.

1. Mengusulkan proyek baru

Hal ini terjadi ketika divisi-divisi atau departemen menawarkan masukan berupa

proyek-proyek baru yang mungkin bisa dipertimbangkan oleh perusahaan.

2. Mengestimasikan arus kas proyek

Mengestimasikan arus kas yang berasal dari proyek-proyek potensial sangatlah

penting dari proses penganggaran modal. Pendapatan yang diterima dari proyek

menunjukan arus kas yang masuk, sedangkan pembayaran untuk menutupi beban proyek

menunjukan arus kas keluar. Itulah mengapa setiap proyek potensial mampu

mempengaruhi arus kas perusahaan.

3. Menentukan apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan

Langkah selanjutnya ialah penilaian. Salah satu metode yang terkenal adalah teknik

nilai sekarang bersih. Tentu yang diperlukan salah satu nya yaitu saling eksklusif atau

mutually exclusive. Yaitu situasi dimana hanya satu diantara dua proyek yang dibuat

dengan tujuan yang sama yang dapat diterima. Ada juga istilah lain, yaitu proyek

independen yang maksud nya ialah proyek yang kelayakan nya dapat dinilai tanpa

mempertimbangkan proyek-proyek lain.

7
4. Mengimplementasikan Proyek-Proyek yang Layak untuk Dijalankan

Dalam proses atau tahapan ini perusahaan perlu fokus pada pengimplementasian

proyek-proyek yang akan djalankan. Sebagai bagian dari proses implementasi, perusahaan

harus memperoleh dana yang diperlukan untuk mendanai proyek.

5. Memonitor Proyek-Proyek yang Telah Diimplementasikan

Proyek-proyek yang telah diimplementasikan perlu dimonitor untuk menentukan

apakah arus kasnya telah diestimasi dengan baik. Pemonitoran juga dapat mendeteksi

ketidakefisienan dalam proyek dan dapat membantu menentukan kapan suatu proyek

sebaiknya ditinggalkan.

2.4 Proses Capital Budgeting

Proses Capital Budgeting terdiri dari 5 langkah yang saling berkaitan, yakni:

1. Pembuatan Proposal

Proposal penganggaran barang modal dibuat di semua tingkat dalam sebuah

organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak perusahaan menawarkan

penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.

2. Kajian dan Analisa

Proposal penganggaran barang modal secara formal direview dalam rangka (a)

mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling penting (b) untuk

mengevaluasi kemampuan ekonominya. Biaya yang diajukan dan benefit yang

diestimasikan dikonversikan menjadi sebuah cash flow yang sesuai. Bermacam-macam

teknik capital budgeting dapat diaplikasikan untuk cash flow tersebut untuk menghitung

tingkat keuntungan dari investasi. Berbagai macam aspek resiko diasosiasikan dengan

8
proposal yang akan dievaluasi. Setelah analisis ekonomi telah dibuat lengkap, diiringi

dengan data tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.

3. Pengambilan Keputusan

Besarnya sejumlah dana yang dikeluarkan dan pentingnya penganggaran barang

modal menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang membuat keputusan

penganggaran. Perusahaan biasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran barang

modal sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Secara umum jajaran direksi

memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran barang modal yang

dikeluarkan.

4. Implementasi

Ketika sebuah proposal telah disetujui dan dananya telah siap, tahap implementasi

segera dimulai. Untuk pengeluaran yang kecil, penganggaran dibuat dan pembayaran

langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah besar, dibutuhkan

pengawasan yang ketat.

5. Follow Up (tindak lanjut)

Setelah diimplementasikan maka perlu dilakukan monitoring selama tahap kegiatan

operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari biaya yang ada dan keuntungan

yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat vital. Ketika biaya

yang dikeluarkan melebihi anggaran biaya yang ditetapkan, harus segera dilakukan

tindakan untuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan benefit atau mungkin

menghentikan proyek tersebut.

9
Setiap langkah dalam proses tersebut penting dilakukan terutama pada langkah

kajian dan analisa, maupun pengambilan keputusan (langkah 2 dan 3) yang membutuhkan

waktu dan tenaga yang paling besar. Langkah terakhir yakni follow up juga penting namun

sering diabaikan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perusahaan untuk dapat

meningkatkan akurasi cash flow yang diestimasi.

2.5 Arus Kas (Cash Flow)

Di dalam melakuan analisa capital budgeting diperlukan estimasi arus kas.

Dimulai dari investasi awal hingga proyek itu berjalan. Pada tahap awal kas perusahaan

masih negatif karena perusahaan hanya mengeluarkan dana untuk pelaksanaan proyek

tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan arus kas akan menjadi positif akibatnya

adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Perusahaan mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada

sebelum melakukan suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus

kas tambahan (incremental cash flow). Incremental cash flow ini yang digunakan untuk

menghitung atau menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value.

Arus kas dalam suatu proyek terdiri atas beberapa komponen yaitu:

1 Initial investment (Investasi awal) : Semua pengeluaran yang digunakan untuk

membiayai proyek tersebut.

2 Free Cash Flow Arus kas bersih yang dapat dihasilkan selama proyek tersebut

berlangsung. Yang diperhitungkan disini adalah selisih arus kas masuk dan keluar

(pendapatan dan biaya) setelah dikurangi pajak dan tidak memperhitungkan bunga

dan depresiasi.

10
3 Terminal Value Arus kas yang dihasilkan jika pada akhir periode, investasi tersebut

dijual. Nilai ini adalah nilai bersih dari penjualan tersebut.

Arus kas untuk tujuan capital budgeting didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak

atas semua modal perusahaan. Secara aljabar, definisi tersebut sama dengan laba sebelum

bunga dan pajak, dikurangi pajak penghasilan jika perusahaan mempunyai hutang,

ditambah beban penyusutan non kas. Rumusannya adalah sebagai berikut:

Cash Flow = EBIT (1 – T) + Depresiasi

Dimana :

EBIT = Laba Sebelum Bunga dan pajak

T = Pajak penghasilan perusahaan

Depr = Beban Penyusutan

Rumusan tersebut berlaku untuk perusahaan yang tidak memiliki hutang. Apabila

perusahaan memiliki hutang maka rumusannya adalah :

Cash Flow = NI + Depr + rD (1 – T)

Dimana:

NI = Net Income

rD = Interest expense (biaya bunga bank)

Perkiraan cash flow merupakan hal yang sangat penting dalam proses capital

budgeting, yakni sebuah proses yang rumit dan kompleks yang membutuhkan pemikiran

dan perhitungan yang matang agar estimasi cash flow yang diproyeksikan mampu

11
mendekati perkiraan cash flow yang dilaksanakan perusahaan. Dengan demikian, penilaian

terhadap hasil analisis capital budgeting akan memberikan penilaian yang akurat pada

penentuan keputusan investasi.

2.6 Metode Analisis Capital Budgeting

1. Metode Period Method

Dalam metode ini, penilaian investasi ditekankan pada pengukuran jangka waktu

yang dibutuhkan untuk menutup kembali nilai investasi awal (initial investment), dengan

menggunakan aliran kas bersih (net cash flow) yang dihasilkan investasi tersebut.

Jika kriteria Payback Period yang akan digunakan dalam penilaian investasi, maka

terlebih dahulu harus ditetapkan jangka waktu maksimum yang diinginkan dari

pengembalian modal investasi. Jika Payback Period investasi melampaui payback

period maksimum, maka usulan investasi ditolak. Sebaliknya, jika payback

period investasi lebih pendek dari payback period maksimum, maka investasi diterima.

Metode ini cukup sederhana. Formula untuk mencari payback period adalah:

Metode payback period memeiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:

1. Mengabaikan nilai waktu dari uang

2. Mengabaikan proceeds setelah PBP dicapai

3. Mengabaikan nilai sisa

Untuk mengatasi kelemahan metode payback period, maka beberapa perusahaan

melakukan modifikasi dengan pendekatan discounted payback (DPP). Metode ini seperti

metode payback period biasa, namun dalam perhitungannya menggunakan aliran kas yang

didiskontokan dengan discount rate tertentu.

12
2. Net Present Value Method (NPV)

Dalam metoda ini, penilaian investasi ditekankan pada pengukuran seberapa besar

selisih yang dapat dihasilkan antara nilai sekarang present value investasi dengan aliran

kas bersih (net cash flow) yang dihasilkan selama umur investasi, baik operasional maupun

aliran kas bersih pada akhir umur investasi (terminal cahs flow).

Penetapan nilai sekarang dari aliran kas bersih selama umur investasi harus didasarkan

pada tingkat bunga tertentu yang dianggap relevan. Umumnya tingkat bunga (yang

berfungsi sebagai discount factor) yang digunakan adalah biaya penggunaan dana (cost of

capital), yaitu bunga dari modal yang digunakan untuk membelanjai investasi atau dapat

pula digunakan tingkat bunga yang berlaku untuk tabungan.

Pemilihan dicount faktor merupakan masalah penting dalam metode NPV.

Hakikatnya, pemilihan discount factor merupakan cerminan dari perkiraan para investor

mengenai opportunity cost yang sesuai bagi dana yang akan digunakan untuk membelanjai

kegiatan investasi.

Metode NPV ini merupakan metode untuk mencai selisish antara nilai sekarang

dari aliran kas neto (proceed) dengan nilai sekarang dari suatu investasi (outlays).

Keterangan:

Io = nilai investasi atau outlays

At = aliran kas neto pada priode t

r = discount rate

t = jangka waktu proyek investasi (umur proyek investasi)

Pengambilan keputusan apakah suatu proyek investasi diterima atau ditolak jika

menggunakan metode Net Present Value (NPV) kita bandingkan nilai NPV tersebut

13
dengan nilai nol. Apabila NPV > 0 atau positif, maka rencana investasi layak diterima,

sebaliknya apabila NPV < 0 atau negatif, maka rencana investasi tidak layak diterima atau

ditolak.

3. Metode Profitability Index (PI)

Metode profitability index atau benefit cost ratio merupakan metode yang memiliki

hasil keputusan sama dengan metode NPV. Artinya, apabila suatu proyek investasi

diterima dengan menggunakan metode NPV maka akan diterima pula jika dihitung

menggunakan metode profitability index ini. Formula metode PI adalah:

Pengambilan keputusan apakan suatu proyek investasi akan diterima (layak) atau

ditolak (tidak layak) kita bandingkan dengan angka 1. Apabila PI>1, maka rencana

investasi layak diterima, sedangkan apabila PI <1 maka rencana investasi tidak layak

diterima atau di tolak.

4. Metode Accounting Rate of Return (ARR)

Metode Accounting Rate Return (ARR) mengukur besarnya tingkat keuntungan dari

investasi yang digunakan untuk memperolah keuntungan tersebut. Keuntungan yang

diperhitungkan adalah keuntungan bersih setelah pajak (earning after tax, EAT).

Sedangkan investasi yang diperhitungkan adalah rata-rata investasi yang diperoleh dari

investasi awal (jika ada) ditambah investasi akhir dibagi dua. Hasil dari ARR ini

merupakan angka relatif (persentase).

14
Penggunaan metode ARR ini sangat sederhana sehingga mudah untuk mengambil

keputusan. Apabila besarnya ARR lebih besar dari biaya investasi yang digunakan (biaya

modal) maka investasi tersebut layak untuk dilaksanakan, dan sebaliknya. Namun metode

ini banyak kelemahannya, yaitu sebagai berikut:

1 Mengabaikan nilai waktu dari uang

2 Hanya menitikberatkan masalah akuntansi, sehingga kurang memperhatikan data

aliran kas dari investasi

3 Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang

menyesatkan

4 Kurang memperhatikan panjangnya (lamanya) jangka waktu investasi

5. Metode Internal Rate of Return (IRR)

Metode Internal Rate of Return (IRR) merupakan metode penilaian investasi untuk

mencari tingkat bunga (discaount rate) yang menyematkan nilai sekarang dari aliran kas

neto (present value of procceds) dan investasi (initial outlays).

Pada saat IRR tercapai, maka besarnya NPV sama dengan nol. Oleh karena itu,

untuk menghitung IRR diperlukan data NPV dari kutub (daerah) positif dan kutub negatif

kemudian dilakukan interpolasi (mencari nilai selisih) sehingga diperoleh NPV sama

dengan nol. Penggunaan metode IRR ini memiliki konsep yang identik atau sama dengan

penentuan besarnya bunga yang dihasilkan obligasi hingga jatuh temponya (yield to

maturity).

Penilaian investasi menggunakan metode IRR ini lebih sulit dibanding metode

NPV karena menggunakan cara coba-coba ketika menentukan besarnya discount rate

investasi. Kesulitan ini dapat diatasi jika dalam perhitungannya menggunakan kalkulator

atau komputer. Jika menggunakan IRR, maka investasi akan diterima bila besarnya IRR

15
lebih besar dibanding tingkat bunga yang dipergunakan sebagai biaya modal, dan

sebaliknya ditolak apabila IRR lebih kecil daripada biaya modal yang digunakan.

keterangan:

IRR = internal rate of return

rk = tingkat bunga yang kecil

rb = tingkat bunga yang besar

NPV rk = net present value pada tingkat bunga yang kecil

PV rk = present value of proceeds pada tingkat bunga yang kecil

PV rb = present value of proceeds pada tingkat bunga yang besar

Dari kelima metode penilaian investasi yang telah dijelaskan diatas, ternyata ada 3

metode yang cukup baik digunakan dalam menilai investasi yaitu metode Net Present

Value (NPV), metode profitability index (PI) dan metode Internal Rate of Return

(IRR). Hal ini terutama karena ketiga metode tersebut memperhatikan nilai waktu dan uang

dalam analisa penilaiannya.

Dengan demikian, perhitugnan NPV, PI, dan IRR semuanya menggunakan basis konsep

yang sama, yaitu present value dari aliran kas yang terjadi, baik aliran kas keluar maupun

aliran kas masuk. Keputusan yang diambil dengan menggunakan ketiga metode tersebut

juga tidak berbeda.

16
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penganggaran Modal ( Capital Budgeting ) adalah Suatu Konsep Investasi.

Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan suatu

pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan

yang dikehendaki di masa mendatang. Capital budgeting sangat penting bagi perusahaan

karena di dalamnya terdapat jumlah biaya yang besar sedangkan manfaatnya baru dapat

dinikmati dalam jangka panjang. Keputusan di bidang capital budgeting ini akan memiliki

pengaruh yang besar terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Di

dalam melakuan analisa capital budgeting diperlukan estimasi arus kas. Perusahaan

mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada sebelum melakukan

suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus kas tambahan

(incremental cash flow). Incremental cash flow ini yang digunakan untuk menghitung atau

menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value. Arus kas untuk

tujuan capital budgeting didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal

perusahaan.

Tahapan capital budgeting dimulai dari mengusulkan proyek dan menentukan

biaya, memperkirakan aliran kas hingga mengestimasi resiko, menentukan biaya modal

yang tepat, dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas yang masuk digunakan

untuk memperkirakan nilai aktiva, dan terakhir nilai sekarang dari aliran kas yang

diharapkan dibandingkan dengan biayanya. Proses Capital budgeting yaitu pembuatan

proposal anggaran dana, kajian dan analisa, pengambilan keputusan, implementasi, dan

follow up (tindak lanjut). Metode analisis capital budgeting terdiri dari Metode Period

17
Method, Net Present Value Method (NPV), Metode Profitability Index (PI), Metode Accounting

Rate of Return (ARR), dan Metode Internal Rate of Return (IRR).

3.2 Saran

1. Perusahaan perlu menerapkan analisis capital budgeting untuk menilai kelayakan

investasi aset tetap, yaitu menyusun rencana investasi dengan sebaik-baiknya, serta

melakukan estimasi terhadap arus kas atas proyek investasi yang hendak dilakukan.

2. Perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian yang memadai terhadap operasi

perusahaan untuk menghindari pelaksanaan proyek tidak menyimpang terlalu jauh

dari apa yang sudah direncanakan.

18
DAFTAR RUJUKAN

https://rifqihuwaidi.blogspot.com/2014/01/tahap-tahap-pelaksanaan-penganggaran.html

https://julrahmatiyalfajri.wordpress.com/2014/12/22/anggaran-modal-capital-budgeting/

https://www.anugerahdino.com/2014/12/metode-penganggaran-modal.html

http://repository.maranatha.edu/7456/7/0951158_Conclusion.pdf

19

Anda mungkin juga menyukai