Anda di halaman 1dari 7

PENGERTIAN LINGKUNGAN EKONOMI BISNIS

Lingkungan Ekonomi merupakan salah satu bagian dari program Lingkungan Bisnis.
Lingkungan ekonomi bisnis merupakan suatu situasi dan kondisi, ruang, waktu, langsung,
realitas yang berkaitan dengan urusan pemenuhan kebutuhan dengan satuan moneter
untuk menjalankan usaha baik profit maupun non profit.

KATEGORI LINGKUNGAN EKONOMI BISNIS


Kategori lingkungan ekonomi bisnis meliputi lingkunan internal dan eksternal.

Lingkungan Internal
Lingkungan internal meliputi sumber daya manusia, operasional, marketing, finance.
Ruang Lingkup Sumber Daya Manusia meliputi :

1. Recruitment : bersumber dari internal, eksternal, dengan spesifikasi tertentu


2. Seleksi : kognisi, afeksi, psikomotor
3. Pengembangan : pelatihan, kursus, workshop, sekolah, lokakarya, penelitian, dll
4. Penempatan : analisis kesesuain jabatan, penugasan, pengawasan kerja, evaluasi
kinerja
5. Kesejahteraan/renumerasi : gaji, tunjangan, bonus, pesangon, dll
6. Pemberhentian : pensiun, PHK, pemberhentian, dll

Ruang Lingkup Operasional meliputi :

1. Bahan : bahan baku, pelengkap


2. Peralatan : pengadaan, instalasi, pemakaian, pemeliharaan, penyesuaian
3. Perlengkapan : ketepatan jumlah, kesesuaian guna, kontinuitas
4. Proses : pemesanan, pengadaan, penyimpanan, pemakaian, produksi, pengemasan,
pengiriman
5. Pengemasan : pemilihan bahan, daya tahan, kedaluarsa, desain model kemasan
6. Pemeliharaan : kesesuaian kapasitas, kesesuaian teknologi, endurance, fleksibilitas
Ruang Lingkup Pemasaran meliputi :

1. Sosialisasi produk : iklan, promosi, road show, seminar, dll


2. Distribusi produk : armada, waktu, biaya, cara, rantai distribusi
3. Penjualan : penentuan harga, penutupan penjualan
4. Delivery : manfaat, nilai, kepuasan konsumen
5. Pencitraan : persepsi, kebanggaan konsumen, loyalitas
6. Pemeliharaan konsumen : menjadi langganan, pembelian uang, promotor aktif

Ruang Lingkup Keuangan meliputi :

1. Sumber pembiayaan : modal sendiri, asing, hutang


2. Cost of capital : standar, upper, lower
3. Profitabilitas : ROI, ROA, Profit margin, ROE
4. Likuiditas : current ratio, quick ratio (likuid, illikuid)
5. Solvabilitas : debt to equity, debt to sales, debt to assets (solvabel,insolvabel)
6. Turn over : Inventory turn over, receivables turn over, capital turn over
7. Penggunaan : Pengembangan pegawai, deviden, investasi, pembiayaan, dll

Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal meliputi konsumen, kebijakan pemerintah, pemasok, substitusi.

 Konsumen adalah mereka yang membeli produk dan jasa untuk konsumsi.
Konsumen meliputi konsumen pribadi, industri, penjual kembali, pemerintah dan
internasional.
 Kebijakan pemerintah meliputi kebijakan fiscal, moneter, regulasi
 Pemasok adalah adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan
sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk
memproduksi barang dan jasa tertentu.
 Subtitusi adalah produk yang dapat menggantikan produk yang sudah ada.

LINGKUNGAN MIKRO DAN MAKRO

Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro bersentuhan langsung, terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan
eksternal.

Lingkungan Makro
Lingkungan makro tidak bersentuhan langsung tetapi berpengaruh, terdiri dari kekuatan –
kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan yang mempengaruhi semua
pelaku dalam lingkungan mikro, meliputi pendidikan, pasar tenaga kerja, pasar uang,
saint dan teknologi, humaniora, ekologi, politik dan hukum, ekonomi, kesejahteraan,
sosial budaya.

LINGKUNGAN EKONOMI
Lingkungan ekonomi adalah kondisi ekonomi di negara tempat organisasi internasional
beroperasi.
Y = Agregat out put perekonomian = pendapatan nasional
C = Consumsi = permintaan
I = Investasi = penawaran
G = Government = kebijakan pemerintah
X = Eksport
M = Import
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Ekonomi

1. Pertumbuhan Ekonomi mencerminkan perubahan dalam tingkat aktivitas ekonomi


secara umum. Pertumbuhan ekonomi dibedakan menjadi dua yaitu, pertumbuhan
ekonomi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang lemah.
2. Stabilitas Ekonomi Stabilitas adalah kondisi dimana jumlah uang yang tersedia
dalam sistem ekonomi dan kuantitas barang dan jasa yang diproduksi di dalamnya
tumbuh kira-kira pada tingkat yang sama. Faktor – faktor yang dapat mengancam
stabilitas ekonomi :
3. Inflasi
4. Nilai tukar
5. Tingkat suku bunga
6. Pengangguran
7. Sumber daya dan produk
8. Pembangunan Ekonomi di berbagai negara dan wilayah di dunia sangat beragam.
Negara – negara tersebut dapat dikategorikan sebagai negara berkembang atau
negara maju. Kriteria tradisonal yang digunakan untuk mengelompokkan negara –
negara menjadi negara maju atau berkembang adalah pendapatan perkapita, yaitu
pendapatan yang dihasilkan dari pruduksi barang dan jasa suatu negara dibagi
dengan jumlah penduduk.

Kebijakan yang Mempengaruhi Kondisi Ekonomi


1. Kebijakan Moneter ukuran uang apapun mencerminkan dana yang dapat
dipinjamkan oleh lembaga keuangan kepada para peminjam.
2. Kebijakan Fiscal melibatkan keputusan mengenai bagaimana pemerintah federal
sebaiknya menetapkan tarif pajak dan membelanjakan uang.

EKONOMI MIKRO

Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut


memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan
harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan
barang dan jasa selanjutnya.
Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama –
sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro;
dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

EKONOMI MAKRO
Ekonomi makro mempelajari ekonomi secara keseluruhan meliputi permintaan,
penawaran, kebijakan pemerintah , eksport dan import.
Ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama
mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan
perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah
(misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.

LINGKUNGAN EKONOMI BISNIS INTERNASIONAL

Lingkungan bisnis internasional adalah seluruh kekuatan yang melingkungi dan


mempengaruhi kehidupan dan perkembangan perusahaan. Lingkungan bisnis
internasional secara umum dapat dibagi tiga, yaitu lingkungan domestik, lingkungan luar
negeri dan lingkungan internasional.

 Lingkungan domestik merupakan semua kekuatan yang tidak dapat dikontrol yang
berasal dari negara asal yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan
perusahaan.
 Lingkungan luar negeri merupakan semua kekuatan yang tidak dapat dikontrol
yang berasal dari luar negeri atau luar negara asal.
 lingkungan internasional merupakan interaksi antara kekuatan lingkungan
domestik dan lingkungan luar negeri.

Kekuatan ini ada yang dapat dikontrol (controllable) dan tidak dapat dikontrol
(uncontrollable) oleh perusahaan. Kekuatan yang dapat dikontrol oleh perusahaan adalah
unsur-unsur yang ada di dalam perusahaan itu sendiri, seperti penyediaan faktor produksi
(modal, bahan baku, tenaga kerja dan teknologi yang dipilih) dan aktivitas
organisasi (produksi, personalia, keuangan dan pemasaran). Sedangkan kekuatan yang
tidak dapat dikontrol pada umumnya adalah unsur-unsur yang berada di luar perusahaan,
seperti politik negara, persaingan, agen distribusi, kondisi ekonomi, ketentuan hukum dan
perundang-undangan, keuangan internasional, budaya penduduk dan lain-lain.