Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 3 TEORI AKUNTANSI

1. Jelaskan pengertian dari mandatory disclosure dan voluntary disclosure! Berikan contoh untuk
masing-masing!
Jawaban :
Ada dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh
standar dan regulasi, yaitu:
a. Pengungkapan Wajib (Mandatory Disclousure)
Pengungkapan Wajib merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh peraturan
yang berlaku. Peraturan tentang standar pengungkapan informasi bagi perusahaan yang telah
melakukan penawaran umum dan perusahaan publik yaitu, Peraturan No. VIII.G.7 tentang
Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Peraturan No. VIII.G.2 tentang Laporan Tahunan.
Peraturan tersebut diperkuat dengan Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/1995, yang
selanjutnya diubah melalui Keputusan Ketua Bapepem No. Kep-38/PM/1996 yang berlaku bagi
semua perusahaan yang telah melakukan penawaran umum dan perusahaan publik. Peraturan
tersebut diperbaharui dengan Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE-02/PM/2002 yang mengatur
tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik untuk
setiap jenis industri.
Contoh : mandatory disclosure dalam laporan tahunan bagi perusahaan yang go publik dalam
pasar modal Indonesia diatur dalam Kep-38/PM/1996 Tanggal 17 Januari 1996).
b. Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure)
Salah satu cara untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan
sukarela secara lebih luas untuk membantu investor dalam memahami strategi bisnis
manajemen. Pengungkapan Sukarela merupakan pengungkapan butir-butir yang dilakukan
secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Sedangkan dari
sumber PSAK dapat disimpulkan bahwa informasi lain atau informasi tambahan (telaahan
keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan, posisi
keuangan perusahaan, kondisi ketidakpastian, laporan mengenai lingkungan hidup, laporan nilai
tambah) adalah merupakan pengungkapan yang dianjurkan (tidak diharuskan) dan diperlukan
dalam rangka memberikan penyajian yang wajar dan relevan dengan kebutuhan pemakai. Luas
pengungkapan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh
perkembangan ekonomi, sosial budaya suatu negara, teknologi informasi, kepemilikan
perusahaan dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang.
Contoh : Perusahaan memberikan informasi yang lebih luas mengenai kinerja keuangan yang
diungkapkan melalui catatan atas laporan keuangan.
Sumber : https://www.duniapelajar.com/2012/01/18/pengertian-jenis-dan-manfaat-disclosure-
pengungkapan-laporan-keuangan/
2. Bagaimana hubungan antara teori kepentingan publik dan teori kepentingan pribadi dengan
pembuatan standar akuntansi?
Jawaban :
 Penerapan teori kepentingan publik (Public Interest Theory)
Menurut teori kepentingan public, pemerintah turut campur dalam regulasi pelaporan
keuangan karena adanya kegagalan pasar dalam kepentingan public. Argumen dasarnya bahwa
mekanisme pasar telah gagal dan untuk itu campur tangan pemerintah diperlukan agar dapat
menghasilkan produk yang lebih baik.
Teori kepentingan umum berpendapat bahwa pemerintah atau melalui badan-badannya
mengeluarkan suatu regulasi sebagai koreksi atas kegagalan pasar dimana regulasi ini
dikeluarkan untuk melindungi kepentingan orang banyak. Berkaitan dengan pelaporan
keuangan, asumsinya bahwa regulasi akan meningkatkan arus informasi sehingga akan mampu
meningkatkan efisiensi pasar modal.
 Penerapan Teori Kepentingan Pribadi (Private Interest Theory)
Teori ini berasumsi bahwa pemerintah tidaklah independent tapi mempunyai kekuatan untuk
memaksa dan akan menerapkan kekuasaannya ini untuk mencapai tujuannya. Pemerintah tidak
membuat regulasi untuk kepentingan public tapi lebih kepada upaya merespon kepentingan
kelompok tertentu yang punya “suara” paling besar.
Sumber : Modul EKSI4415/MODUL 6 halaman 6.14
3. Mengapa penetapan standar akuntansi dianggap sebagai sebuah proses politik? Jelaskan!
Jawaban :
Penetapan standar dipandang sebagai proses politik karena secara signifikan berpotensi
mempengaruhi kesejahteraan berbagai kelompok kepentingan. Oleh karena itu, kelompok-
kelompok ini berusaha untuk mempengaruhi diberlakukannya regulasi. Kelompok yang berbeda
dipengaruhi secara berbeda oleh regulasi akuntansi. Misalnya, suatu standar tidak mengakui
beban piutang ragu-ragu, standar ini mungkin akan disambut gembira oleh perusahaan yang
meminjam dana dalam jumlah besar dan para pihak yang menghadapi kendala dengan
pinjaman-pinjaman. Sebaliknya, bank-bank besar dengan profil public yang baik menilai rendah
risiko mereka dan meningkatkan eksploitasi atas pelanggan.
Sumber : Modul EKSI4415/MODUL 6 halaman 6.18 s.d. 6.19
4. Mengapa laporan auditor perlu untuk diungkapkan? Jelaskan!
Jawaban :
Laporan auditor bukanlah tempat untuk mengungkapkan informasi keuangan yang signifikan
mengenai perusahaan, tetapi laporan ini memang berfungsi sebagai metode untuk
mengungkapkan jenis-jenis informasi berikut :
a. Dampak yang material dari penggunaan metode akuntansi yang berbeda dengan lazim.
b. Dampak yang material dari perubahan dari satu metode akuntansi yang lazim ke metode
yang lazim lainnya.

c. Perbedaan pendapat antara auditor dan klien mengenai kelaziman satu atau lebih
metode akuntansi yang digunakandalam laporan.
Sumber : Modul EKSI4415/MODUL 6 halaman 6.41 s.d. 6.42
5. Sebutkan dan Jelaskan dampak jika sebuah perusahaan tidak melakukan aktivitas pertanggung-
jawaban sosial?
Jawaban :

Semula masyarakat menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk sebagai kebutuhannya,


tetapi sekarang masyarakat menuntut agar perusahaan bertanggung jawab terhadap
masyarakat melalui kepedulian terhadap masalah social. Artinya hak dan kewajiban perusahaan
adalah sama, seperti layaknya penduduk yang memiliki tanggung jawab social bukan perusak.
(Ingram, 1978) berpendapat bahwa “kepedulian perusahaan terhadap masyarakat harus
diungkapkan berupa laporan tanggung jawab social yang ternyata dapat berdampak terhadap
kemajuan perusahaan itu sendiri”.

Sumber : Modul EKSI4415/MODUL 7 halaman 7.20