Anda di halaman 1dari 10
1, PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam seluruh rantai produksi pangan diperlukan suatu pedoman yang mengatur setiap langkah-langkah produksinya untuk memenuhi standar mutu yang ditetapkan, jaminan mutu. Konsep yang berkembang Untuk itu perlu dikembangkan suatu sis dewasa ini yaitu sistemejami pada rantai produksi pangan, yaitu dari a HACCP (Hazard Analysis. and, of d wring Practices) HACCP untuk meningka um HACCP adalah ah atau mengurangi ijuan khusus HACCP adalah: © Mengevaluasi cara memproduksi makanan untuk mengetahui bahaya yang mungkin timbul dari makanan, kasus keracunan melalui makanan. © Memperbaiki cara memproduksi makanan dengan memberikan perhatian khusus terhadap tahap-tahap proses yang dianggap kritis. © Memantau dan mengevaluasi cara-cara penanganan dan pengolahan makanan serta penerapan sanitasi dalam memproduksi makanan. © Meningkatkan inspeksi mandiri terhadap industri pangan oleh operator dan karyawan. (Sunarto, 2002). HACCP diterapkan pada industri _p dengan pendekatan sistem preventif Yang dimaksud bahaya roduk yang dapat yang harus ‘CP menurut a yang berbahaya terhadap keam! macam yaitu yang secaraalamia han makanan yang dak membahayakan, namun apabila penanganannya keliru atau di atas batas yang telah ditentukan dapat ditambahkan secara tepat sebenarnya mendatangkan bahaya, . Bahaya fisikawi Bahaya fisikawi sering disebut sebagai terdapatnya benda-benda asing yang tidak biasanya ada dalam bahan makanan yang dapat menyebabkan terganggunya Kesehatan atau kecelakaan bagi konsumen, Bahan-bahan. yang dapat menyebabkan bahaya fisikawi antara lain kaca, kayu, logam, serangga, plastik, dan sebagainya, Dengan mengendalikan bahaya tersebUt maka akan didapatkan suatu produk yang aman dikonsumsi dan dikendalikan dengan baik dap gakibutkan bahaya yang tinggi. Penentuan titik kendalikritis (Critical Control Point) dilakukan berdasarkan pohon penentuan CCP. Pohon penentuan CCP tersebut dibedakan untuk bahan baku dan tiap tahapan proses produksi, schingga setelah diketahui titik kritis untuk bahan bak maupun proses produksi dapat dengan mudah ditentukan bagaimana cara