Anda di halaman 1dari 44

RAHASIA MENJADI

LANSIA PRODUKTIF

Buku Motivasi Ketahanan Ekonomi


Keluarga Untuk Lansia
Cetakan Kedua
Edisi Revisi
Tahun 2017
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

DAFTAR ISI

Daftar Isi ........................................................................ 3


Sekapur Sirih Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN) ..................................... 5
Sambutan Deputi Bidang KSPK Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) ..... 7
Kata Pengantar Direktur Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga BKKBN .......................................................... 9
Pendahuluan ................................................................... 11

Bab 1 Selamat Datang Masa Lansia ............................. 13


A. Masa Lansia, Masa Bahagia ................................... 13
B. Menjadi Lansia Tangguh dengan 7 Dimensi .......... 16

Bab 2 Mengubah Hobi Menjadi Aksi .......................... 23


A. Menggali Minat atau Hobi yang Terpendam .......... 24
B. Mengembangkan Hobi Menjadi Produktif ............. 26

3
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bab 3 Profil Lansia Produktif ....................................... 34


A. Bob Sadino, Berawal dari Sekeranjang Telur ........ 34
B. Bondan, Pengusaha Sukses dengan Maknyusnya .. 36
C. Titiek Puspa, Sang Diva Legendaris ...................... 38

Daftar Pustaka ................................................................ 40


Profil Penulis .................................................................. 41

4
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

SEKAPUR SIRIH
KEPALA BADAN KEPENDUDUKAN
DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
(BBKKBN)

Untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan


berketahanan, partisipasi dari pemerintah, swasta, dan seluruh
lapisan masyarakat sangatlah dibutuhkan. Dalam hal peran
serta dan partisipasi aktif dari aktif pihak-pihak tersebut akan
membantu kesuksesan Program Kependudukan, Keluarga
Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Salah satu
aspek terpenting yang menjadi fondasi kesuksesan program
KKBPK adalah ketahanan ekonomi keluarga. Dalam hal ini,
proses peningkatan edukasi untuk ketahanan ekonomi keluarga
harus mendapat perhatian dari pihak-pihak dimaksud agar
dapat melepaskan diri dari kondisi pra sejahtera yang masih
melilit 27,5 juta jiwa penduduk Indonesia.
Sebagai salah satu langkah konkrit bagi peningkatan edukasi
ketahanan ekonomi keluarga, maka dalam rangka Hari
Keluarga Nasional ke XXIV, BKKBN turut hadir dalam
bingkai peningkatan ketahanan ekonomi keluarga, melalui
penerbitan lima (5) buah Buku Motivasi "Seri Ketahanan
Ekonomi Keluarga", yang diharapkan dapat menginspirasi
seluruh petugas KB se Indonesia, dan para mitra, serta seluruh
keluarga Indonesia, untuk dapat meningkatkan ketahanan
ekonomi keluarga, demi mewujudkan keluarga Indonesia yang
maju, sejahtera, dan berketahanan.

5
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Kepada seluruh keluarga Indonesia, saya mengucapkan


"Selamat Hari Keluarga Nasional XXIV Tahun 2017". Semoga
Tuhan YME selalu memberikan kesehatan, kesejahteraan,
kebahagiaan, dan kesuksesan untuk seluruh keluarga Indonesia,
sehingga dapat melahirkan generasi pemimpin bangsa yang
dapat unggul di segala bidang.

Jakarta, Juni 2017


Kepala BKKBN

Surya Chandra Surapaty

6
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

SAMBUTAN
DEPUTI BIDANG KSPK
BADAN KEPENDUDUKAN DAN
KELUARGA BERENCANA NASIONAL
(BKKBN)

Menghadapi bonus demografi pada tahun 2020-2030, dengan


perkiraan komposisi 180 juta penduduk usia produktif, maka
Indonesia harus segera mempersiapkan peningkatan
kompetensi SDM, peranan perempuan, tabungan Indonesia,
dan optimalisasi pembukaan lapangan usaha dan lapangan
kerja secara masif. Keberhasilan Program Kependudukan,
Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),
yang dimulai dari pembangunan SDM mulai dari keluarga
sebagai unit terkecil dalam masyarakat, adalah cikal bakal dari
seluruh gerak pembentukan SDM Indonesia yang unggul,
berketahanan, dan sejahtera.
Keberhasilan Program KKBPK, akan lebih cepat tercapai
apabila sosialisasi dan penerapan "Delapan Fungsi Keluarga"
dapat lebih ditingkatkan dan dapat terlaksana dengan baik pada
setiap keluarga Indonesia. Fungsi-fungsi keluarga yang perlu
dipahami dan diterapkan meliputi fungsi agama, fungsi sosial
budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi
reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi,
dan fungsi pembinaan lingkungan. Agar ketahanan ekonomi
keluarga dapat terwujud maka pemberdayaan ekonomi
keluarga dilakukan dengan mendorong seluruh keluarga
Indonesia memahami pengelolaan keuangan keluarga dengan
baik dan mampu merintis usaha ekonomi keluarga sehingga
ekonominya meningkat.

7
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dengan diterbitkannya 5 (lima) seri Buku Motivasi "Ketahanan


Ekonomi Keluarga" ini, semoga dapat memperkuat media
edukasi ketahanan ekonomi bagi seluruh keluarga Indonesia,
sehingga akan semakin memperkuat pembentukan keluarga
sejahtera pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Kami mengucapkan Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV
untuk seluruh keluarga Indonesia dimanapun berada. Semoga
dengan hadirnya kelima (5) seri Buku Motivasi "Ketahanan
Ekonomi Keluarga" ini, dapat semakin memperkuat pondasi
ketahanan ekonomi pada seluruh lapisan keluarga, sehingga
dapat mewujudkan tercapainya keluarga Indonesia yang
mandiri, sejahtera, dan berketahanan.

Jakarta, Juni 2017


Deputi Bidang KSPK

Ambar Rahayu

8
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

KATA PENGANTAR
DIREKTUR PEMBERDAYAAN
EKONOMI KELUARGA
BKKBN

Puji syukur ke Hadirat Tuhan YME atas terbitnya 5 (lima) seri


Buku Motivasi "Ketahanan Ekonomi Keluarga" yang fokus
pada Pengelolaan Keuangan dalam keluarga yang ditujukan
pada anak usia SD, Remaja, Orang Tua, Lansia dan Kelompok
UPPKS.

Buku edukatif yang disusun dengan bahasa motivasi dan


tampilan gambar karikatur berwarna ini bertujuan untuk
mengedukasi minatdari kelima segmen pembaca dimaksud
secara optimal tentang perlunya memperkuat ketahanan
ekonomi keluarga dengan cara-cara konkret dan komprehensif
menuju keluarga sejahtera yang berketahanan.

Adapun judul kelima buku tersebut adalah:


1. Mengenal Nilai Uang dan Belajar Menabung (buku untuk
anak usia SD)
2. Rahasia Kemandirian Ekonomi Untuk Remaja (buku untuk
remaja)
3. Rahasia Menjaga Ketahanan Ekonomi Keluarga (buku
untuk orang tua)
4. Rahasia Menjadi Lansia Produktif (buku untuk lansia)
5. 5 Rahasia Menjadi Anggota UPPKS Sukses (buku untuk
anggota kelompok UPPKS)

9
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Karena keterbatasan pencetakan buku ini oleh BKKBN Pusat,


diharapkan tidak menjadi hambatan dalam penyebarluasan
buku seri ini. Provinsi dan Kabupaten/Kota dipersilakan untuk
memperbanyak buku ini dan dapat dimodifikasi atau
disesuaikan dengan kearifan lokal dengan mencantumkan
sumber dari BKKBN. Semoga buku ini dapat meningkatkan
pengetahuan keluarga dalam pengelolaan keuangan keluarga
sehingga berdampak pada meningkatnya tabungan nasional.

Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXIV untuk seluruh


keluarga Indonesia yang berbahagia. Semoga Tuhan YME
memberikan perlindungan, kekuatan, ketahanan, dan
kesejahteraan untuk kita semua.

Jakarta, Juni 2017


Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga,

Chamnah Wahyuni

10
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

PENDAHULUAN

Ketahanan ekonomi keluarga adalah benteng pertahanan


bangsa Indonesia yang sangat kokoh, khususnya dalam
menghadapi berbagai tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga.
Untuk itu, pemerintah dan berbagai kalangan, sangat penting
untuk dapat memberikan pendidikan mengenai ketahanan
ekonomi keluarga pada berbagai lapisan usia masyarakat.

Pada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) dengan


kriteria usia 60 tahun keatas, mengingat figur mereka sebagai
panutan atau soko guru bagi generasi muda bangsa, maka
harus terus mendapatkan perhatian dan edukasi secara
intensif dari pemerintah, dalam hal ini dari BKKBN, agar
dapat terus melanjutkan kehidupan produktifnya, sesuai
dengan situasi dan kondisi purna tugas, yang kini digelutinya
sehari-hari.

Dengan mengedukasi masyarakat kelompok lansia agar tetap


memiliki ketahanan ekonomi keluarga, maka diharapkan
para panutan bangsa ini, tetap dapat bersemangat dalam
menjalankan fungsi sebagai pendidik dan pengayom para
generasi penerus bangsa.

11
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Buku motivasi “Menjadi Lansia Produktif” ini hadir


untuk menjawab tantangan tersebut. Kami berharap buku
yang memberi suntikan spirit kepada masyarakat kelompok
lansia di Indonesia ini, dapat meningkatkan semangat dan
produktivitas lansia pada bidang ekonomi, khususnya dalam
memanfaatkan minat atau hobinya, menjadi suatu aktivitas
ekonomi yang produktif.
Semoga buku motivasi ini, dapat menjadi solusi bagi
peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia, sehingga
dapat terwujud cita-cita keluarga Indonesia yang sejahtera
pada seluruh lapisan masyarakat.

12
Bab 1
SELAMAT DATANG
MASA DEPAN

A. Masa Lansia, Masa Bahagia


Bersyukurlah jika Bapak/Ibu sebentar lagi akan memasuki
masa lansia, yaitu yang akan berusia 60 tahun  Dan bagi
Bapak/Ibu yang telah memasuki masa lansia pun juga harus
selalu bersyukur 

Lho kenapa harus bersyukur?


Bukankah jika sudah lansia maka kita akan “berhenti
gajian” atau “berhenti mendapatkan uang secara rutin
setiap bulannya”?

Sangat disayangkan, jika masa lansia yang merupakan


peristiwa alamiah yang akan dan telah dialami oleh manusia
sejak jaman Nabi Adam AS hingga kini, kok hanya kita
maknai sebagai hari “berhenti gajian” semata?

Padahal ada ribuan nikmat dan kebahagian yang dapat kita


maknai dan kita peroleh dengan menjadi lansia. Jika tidak
percaya, maka kami akan membantu menuliskan daftar
nikmat atau kebahagiaan yang dapat Bapak/Ibu rasakan pada
masa lansia.

13
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Daftar Nikmat atau Kebahagiaan pada Masa


Lansia
1. Tidak perlu ke kantor lagi senin sampai jumat, sehari
8-10 jam, dan tidak harus terjebak macet di jalan
lagi.

2. Terlepas dari beban pekerjaan rutin, sebagai petani,


nelayan, dan pekerjaan lainnya, yang dilakukan
semasa masih aktif bekerja
3. Bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berkumpul
bersama keluarga.

4. Bisa beribadah lebih maksimal lagi, karena selama


ini terlalu sibuk dengan pekerjaan duniawi.

5. Bisa mengantar cucu bersekolah, dan menikmati


bermain bersama cucu-cucu tercinta. 

6. ......................................................................................
....................................................................................

7. ......................................................................................
....................................................................................

8. ......................................................................................
....................................................................................

14
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Jika kita menghitung nikmat atau kebahagian yang telah


diberikan oleh Tuhan YME kepada kita, maka niscaya kita
tidak akan dapat menghitungnya, karena terlalu banyak
nikmat-Nya yang telah kita rasakan saat ini. Termasuk Bapak/
Ibu dapat bernafas dengan gratis, dan dapat membaca buku
ini dengan nyaman, adalah suatu nikmat yang luar biasa, dan
belum tentu semua orang dapat melakukannya.

Maka mari kita pahami bersama ;

“jika kita fokus pada hal baik, dan selalu


berpikir optimis, maka kita akan selalu
berjumpa pada kebaikan. “ 

NAMUN

“jika kita fokus dan pada hal negatif atau


kekurangan yang ada, ditambah lagi selalu
berpikir pesimis, maka kita akan selalu
menjumpai pada kekurangan.” 

Teruslah membaca buku ini secara berurutan


hingga tuntas, sehingga Bapak/Ibu akan
mengetahui rahasia bagaimana mendapatkan
“gajian bulanan dengan rutin” dengan lebih
santai, cukup dari rumah

15
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

B. Menjadi Lansia Tangguh dengan 7


Dimensi

SIAPA YANG DISEBUT LANSIA TANGGUH ?


Lansia tangguh adalah seseorang atau
kelompok Lansia yang berumur 60 tahun
atau lebih, yang bercirikan sehat, mandiri,
aktf, dan produktf

Berikut ini Adalah 7 Dimensi untuk Menjadi Seorang Lansia


Tangguh ;
1. Dimensi Lingkungan
Lingkungan yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap
kesehatan, kenyamanan, dan produktifitas seorang lansia.

Lingkungan terbagi menjadi dua (2), yaitu ;


Lingkungan fisik, adalah kebersihan, kesehatan, alam yang
nyaman, dan bebas dari kebisingan dan berbagai polusi

Lingkungan Non fisik, adalah lingkungan mental spiritual


dan lingkungan sosial budaya

16
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

2. Dimensi Profesional Vokasional (Ekonomi)

Siapa yang disebut Lansia Potensial ?


Lansia Potensial adalah warga lanjut usia
yang masih mampu melakukan pekerjaan
dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan
barang/jasa

Secara Ekonomi, Lansia dibagi ke dalam tiga (3) kelompok,


yaitu ;

• Kelompok Mapan dan Berkualitas, baik secara fisik


maupun ekonomi
• kelompok Purnabakti, yaitu para pensiunan dari
PNS, TNI/POLRI, BUMN/BUMD, swasta
• kelompok Lansia Pra sejahtera dan Rentan

Pengertian Profesional Vokasional;


Seseorang yang memiliki keahlian
dalam suatu bidang tertentu, dan dapat
memanfaatkannya untuk memperoleh
keuntungan ekonomi (penghasilan)

17
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bagaimana agar lansia dapat mengembangkan


keahliannya ?

Bagaimana agar lansia dapat menjadi produktif


secara ekonomi ?

Baiklah Bapak/Ibu kami persilahkan untuk


dapat membaca buku ini hingga tuntas, karena
memang buku ini akan fokus membahas mengenai
bagaimana cara mewujudkan ketahanan ekonomi
bagi lansia, dengan memanfaatkan hobi/minat/
bakat.

3. Dimensi Mental (Spiritual)


Tentunya semakin bertambah usia, menandakan bahwa
sebenarnya “jatah hidup” kita di dunia ini semakin berkurang
bukan?  Maka, sebaiknya kita dapat meningkatkan amal
ibadah kita di segala bidang. mencoba semaksimal mungkin
untuk bisa lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya bisa lebih sabar, lebih mendengarkan, lebih sering
mengalah, dengan siapapun yang ada di lingkungan kita.
Semua demi mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik,
(kehidupan dunia dan akhirat), dan juga sebagai suritauladan
untuk anak-cucu kita. 

4. Dimensi Fisik
Tentu saja saat ini kekuatan dan kondisi fisik Bapak/Ibu,
sudah lebih menurun dibandingkan dulu, maka untuk

18
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

menjaga daya tahan tubuh agar Bapak/Ibu dapat terus


produktif, maka sebaiknya dapat menjaga pola makan sehat,
dengan memperbanyak makan sayuran, mengurangi minum
gula (manis-manis), mengurangi makan daging, dan dapat
rutin mengkonsumsi multivitamin, serta dapat berhenti
merokok. (bagi yang masih merokok) 

Jangan lupa juga untuk berolahraga ringan secara rutin,


seperti jalan pagi santai, senam jantung (bergabung dengan
klub), dan senam lainnya. Dengan memiliki pola hidup yang
sehat, dan juga membebaskan diri dari perasaan negatip
(stres, kesepian, takut, khawatir, dll), maka upaya kita untuk
bisa tetap produktif dimasa lansia, akan lebih terjaga lebih
baik. 

5. Dimensi Emosional
Masalah psikologis yang sangat alamiah terjadi pada
lansia adalah kecemasan, ketakutan, mudah tersinggung,
rasa kesepian, hilangnya rasa percaya diri, bermimpi masa
lampau, egois
Itulah beragam kondisi emosional yang lazim terjadi pada
lansia, oleh karena itu maka mari Bapak/Ibu untuk dapat
berpikir, bertutur, dan bertindak positip dan selalu optimis.
Hilangkan lah semua perasaan negatip (cemas, takut
kehilangan, kesepian, tidak percaya diri, egois, dan lainnya),
dengan selalu dapat mensyukuri nikmat dari Tuhan YME.

Lakukanlah kegiatan produktif untuk tetap dapat memiliki


pikiran positip, seperti ; membaca buku agama, buku

19
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

pengetahuan/biograf, beraktivitas ringan dan produktif


(membereskan rumah, berkebun ringan, memelihara hewan
kesayangan, bersendagurau dengan keluarga, dan berolahraga
ringan, dan lainnya)

6. Dimensi Intelektual

Apakah Pengertian Intelektual ?


Adalah kemampuan seseorang dalam
menerima, memahami, dan menyimpan
informasi serta kemampuan menggunakan
dan mengamalkannya sehari‐hari

Penurunan fungsi intelektual pada lansia, sangat lazim terjadi.


Hal itu ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut ;

• Gangguan Persepsi
• Penurunan Konsenterasi
• Gangguan Bahasa/Komunikasi
• Penurunan Daya Ingat

20
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Maka agar dapat menjaga fungsi intelektual pada lansia,


disarankan untuk melakukan kegiatan berikut ini ;

√ Membaca
√ Menulis
√ Mengarang
√ Berkesenian
√ Melakukan Permainan Ketangkasan (Teka-teki silang,
ular tangga, catur, dan lainnya)
√ Senam Otak
√ Berekreasi
√ Meningkatkan Silaturahmi, dan lainnya

7. Dimensi Sosial Kemasyarakatan


Kehidupan sosial Bapak/Ibu setelah memasuki masa lansia,
jelas akan berbeda, kini Bapak/Ibu memiliki kesempatan
lebih banyak untuk bisa bersilaturahmi dengan sanak saudara,
teman, dan handai taulan lainnya. Berbahagialah bagi Bapak/
Ibu, yang dapat mendarmabaktikan lebih banyak waktunya
untuk keluarga, masyarakat, dan lingkungan, seperti
berekreasi bersama keluarga atau hanya dengan suami atau
istri tercinta, bermain bersama cucu. Lalu aktif pada berbagai
kegiatan sosial atau keagamaan, seperti menjadi penasihat
atau pengurus di masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya,
menjadi kader KB (Keluarga Berencana), kader jumantik,
menjadi Ketua RT atau RW, atau menjadi pengurus/pendiri

21
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

yayasan yatim-piatu/panti asuhan/panti jompo. Karena


kebahagian tertinggi kita adalah, saat kita dapat berbagi dan
membantu kepada sesama. 

Dok Gambar : www.MotivasiIndonesia.co.id

“Kebahagiaan akan datang pada pribadi


yang selalu ikhlas”
‐Hamry Gusman Zakaria‐

22
Bab 2
MENGUBAH HOBI
MENJADI AKSI

Baiklah, sekarang saatnya kita mengetahui, bagaimana cara


mengoptimalkan potensi kita, yaitu bakat atau hobi, menjadi
aksi nyata yang produktif, agar dapat bermanfaat secara
ekonomi, sehingga Bapak/Ibu dapat menjadi lansia yang
produktif dan tetap dapat memenuhi berbagai kebutuhan
rumah tangganya, dan bahkan bisa membantu sesama
dengan lebih optimal lagi.

Ada dua (2) langkah yang dapat dijalani


untuk mengubah hobi menjadi aksi nyata
yang produktif, yaitu:
A. Menggali Bakat/Hobi Terpendam
B. Mengembangkan Hobi Menjadi
Produktif

23
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

A. Menggali Minat atau Hobi yang


Terpendam
Apa tidak terlambat, ketika saat ini saya telah berusia 60
tahun, atau bahkan sudah 65 tahun, dan baru bertanya kepada
diri sendiri ;
“Apakah bakat atau hobi saya yang sebenarnya “

Jawabnya adalah ;

“Tidak ada kata terlambat, selama kita masih dapat


menghirup udara di dunia yang sangat indah ini.”

Ya, tidak ada kata terlambat untuk dapat berbuat lebih baik
lagi. Bahkan Kolonel Sanders, seorang veteran dari Amerika
Serikat, merintis usaha ayam goreng pertamanya pada usia
66 tahun, dan akhirnya berhasil memiliki rumah makan
cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) yang kini sudah
berjumlah lebih dari 10.000 outlet di seluruh dunia  Semua
itu berawal dari keberhasilannya dalam mengembangkan
hobinya, yaitu memasak. 

24
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Maka, ayo temukanlah minat atau hobi Bapak/Ibu


mulai dari sekarang. 

Memasak Berkebun Memancing Menjahit

Memelihara Wisata
Beternak Pijat
Burung Kuliner

Perawatan Berkuda Melukis Membaca

Melukis Jalan‐jalan Bernyanyi Berdagang

Bermain
Berkuda Umroh Menari
Catur

Mendengar
Berolahraga Menulis Berkemah
Musik

Apakah minat atau hobi Bapak/Ibu ada pada kotak


di atas ? 
Jika tidak ada, maka jangan berhenti untuk terus
mencari ya 

25
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Dok Gambar: www.MotivasiIndonesia.co.id

B. Mengembangkan Hobi Menjadi Produktif


Jika Bapak atau Ibu sudah menemukan minat atau hobinya,
maka kembangkanlah hobi tersebut menjadi produktif, yaitu
dengan membuka suatu usaha (bisnis) yang berkaitan dengan
hobi kita.

26
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Mengapa sebaiknya kita merintis bisnis


berdasarkan hobi/minat dan bakat ?

Karena jika kita merintis bisnis berdasarkan hobi, maka kita


akan lebih bersemangat dan bergairah dalam menjalankan
usaha tersebut, walau dalam keadaan suka dan duka, siang-
malam, untung-rugi  Kita akan lebih sabar menjalaninya 

Tapi jika kita merintis suatu bisnis bukan berdasarkan


hobi, apalagi hanya karena “latah” atau sekedar ikut-ikutan
dengan teman atau saudara, atau hanya berdasarkan “iseng-
iseng” dengan tanpa tekad yang kuat untuk berhasil, maka
tentunya semangat dan gairah kita pun belum tentu akan terus
menyala, sebagaimana saat kita menjalankan hobi kita. 
Dibawah ini adalah beberapa hobi, dan contoh
pengembangan hobi tersebut menjadi suatu
kegiatan yang produktif (bisnis) :

Membuka usaha
berdagang burung dan
Memelihara pakan, serta berbagai
Burung perlengkapannya

Membuat peternakan
ayam/bebek/burung
Beternak puyuh/kroto, dan
lainnya

27
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Membuka usaha jasa


Memancing tempat pemancingan

Membuka usaha pijat


Pijat dan refeksi

Membuka usaha jahitan


Menjahit pakaian pria/wanita

Membuka usaha jasa


travel umroh dan haji
Umroh plus

Berdagang pakaian/
Berdagang makanan, lainnya

Membuka usaha
perkebunan hidroponik
Berkebun
dan organik, dihalaman
rumah (hemat lahan)

28
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Bagi para Bapak yang hobi memelihara


burung, jangan jadikan hanya sekedar hobi
yang konsumtif, jadikanlah hobi tersebut sebagai
kegiatan produktif yang menghasilkan.
Langkah pertama adalah melakukan survey
pasar, kira‐kira jenis burung apa sajakah
yang paling diminat oleh lingkungan di
sekeliling rumah kita? Lalu kemudian datang
dan amatilah 2‐3 toko yang menjual
perlengkapan burung di sekitar rumah kita,
amatlah bagaimana mereka menjual dan
melayani para konsumennya? Apa kelebihan
dan kekurangan mereka? Kita harus bisa
menyediakan apa yang belum mereka
sediakan, sehingga toko kita memiliki nilai
tambah atau keunggulan dibandingkan
pesaing. Dan beberapa hal yang bisa
menjadi kelebihan toko kita adalah harga
murah, atau barang yang lebih lengkap,
atau burung yang lebih sehat, atau kita
dapat rutin mengadakan lomba burung sehat
dan sebagainya.

29
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bagi para Bapak yang hobi memancing, maka


bisa membuat kolam pemancingan umum. Jika
tidak memiliki lahan sendiri, maka kita bisa
menyewa lahan milik orang lain. Langkah
pertama carilah “lahan tidur” yang kurang
dimanfaatkan oleh pemiliknya, misalkan
minimal 5 x 10 m. Lalu buatlah perencanaan
bisnis yang detail, dengan melibatkan
minimal seorang pegawai yang bertugas
sebagai operator jasa tersebut. Lalu hitunglah
semua biaya, seperti biaya pembuatan
kolam, pembelian pompa, pembuatan pagar,
pembelian joran pancingan, dan peralatan
memancing. Hubungilah pakar atau peternak
ikan yang handal, untuk mengetahui
bagaimana caranya agar ikan dapat bertahan
hidup dengan lebih lama di kolam kita.
Surveylah harga bibit ikan mas, lele, nila,
dan jenis ikan lainnya. untuk kita tebar
di dalam kolam tersebut. Lalu jangan lupa
sebarlah brosur pemancingan tersebut ke
kalangan pria, karena biasanya hampir 99%
penghobi mancing adalah kaum Adam. 

30
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Bagi para Ibu yang hobi menjahit, jangan sia‐


siakan hobi yang hebat tersebut. Mulailah
dengan mensurvey 2‐3 toko jahitan di sekitar
rumah kita, lalu amatilah kualitas dan harga
yang mereka tawarkan, dan perhatikanlah
kelebihan dan kekurangannya, jika perlu dicatat
 Lalu mulai buatlah suatu rencana bisnis
secara tertulis, berapa modal usaha yang
diperlukan meliputi sewa toko (atau membuka
di garasi rumah), gaji penjahit 3 bulan
pertama, belanja mesin jahit dan bahan‐bahan
kain, serta aneka perlengkapannya. Carilah
penjahit yang handal yang dapat membantu
kita, karena tidak mungkin kita melakukannya
seorang diri saja. Bukalah iklan di Koran/
internet, lalu pelajarilah model‐model pakaian
terbaru yang sedang digemari. Dan mulailah
dengan segera, perbaikilah kekurangan yang
ada sedikit demi sedikit, nanti setelah kita
membuka usaha tersebut, yang terpenting
buka dulu, jalani dulu saja.  Oh ya, jangan
lupa buatlah brosur sederhana tentang jasa
jahitan kita, lalu sebarkanlah ke komunitas
pengajian ibu‐ibu, komunitas arisan, senam,
tetangga sekitar, dan komunitas lainnya 

31
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

Bagi Bapak/Ibu yang hobi umroh (wow…luar


biasa), maka dapat mencoba menjadi sub travel
umroh dan haji plus terlebih dahulu. Bapak/Ibu
dapat menghubungi travel umroh yang sudah
terbukti kualitasnya, lalu pelajarilah bagaimana
‘aturan mainnya’. Apa saja yang harus
dipersiapkan, serta pelajarilah SOP (Standart
Operatonal Procedure) dalam melayani
konsumen yang datang. Biasanya Bapak/Ibu
akan mendapatkan komisi dari setiap jamaah
umroh atau haji plus yang mendafar. Selamat
mencoba ya. 

Semoga saja pengetahuan dalam buku ini, mampu


membangkitkan semangat Bapak/Ibu untuk
mengubah hobinya menjadi kegiatan produktif
(bisnis), sehingga dapat menjadi kendaraan untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dimasa
lansia ini.  Selamat mencoba, semoga sukses
selalu. 

32
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

Dok Gambar : www.MotivasiIndonesia.co.id

33
Bab 3
PROFIL LANSIA
PRODUKTIF

A. Bob Sadino, Berawal dari Sekeranjang


Telur
Om Bob, sapaan yang biasa diucapkan para teman atau rekan
kerjanya, panggilan akrab dari nama Bob Sadino. Salah satu
pengusaha yang memiliki perjalanan hidup dari nol.

Om Bob adalah pengusaha


terkemuka asal Indonesia
yang nyentrik dan lahir di
Tanjungkarang, Lampung, 9
Maret 1933. Sebagai seorang
pengusaha terkemuka Om
Bob berbeda pandangan
dengan pengusaha lainnya.
Jika para pengusaha memilih www.fnansialku.com
memakai kemeja dengan setelan jas dan celana bahan dan
berbusana formal dalam setiap penampilannya, Om Bob lebih
memilih menggunakan celana pendek dan kaos, kadang juga

34
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

dilengkapi dengan topi koboy.


Dengan penampilan itulah Om
Bob gampang dikenali publik.

Sebelum Om Bob memulai


bisnisnya menjadi peternak
ayam, ia pernah menjadi
kayawan PT. Unilever pada www.fnansialku.com

tahun 1954-1955 dan membuka bisnis rental Mercedes dan


Om Bob saat itu yang menjadi pengemudinya, tapi Om Bob
mengakhiri bisnisnya karena mengalami kecelakan.

Sejak saat itu Om Bob menekuni bisnis peternakan


ayam. Karena ulet, gigih dan tekun, dalam waktu satu
setengah tahun bisnis peternakannya berkembang pesat. Om
Bob bukan hanya menjual daging ayam semata, melainkan
juga menjual telur ayam kepada para pelanggannya.
Selain peternakan ayam, Bob Sadino juga merambah bisnis
swalayan yang diberi nama Kem Chicks dengan pangsa pasar
orang asing sekitar Kemang.

“Uang bukanlah nomor satu yang terpenting


adalah kemauan, komitmen, berani mencari dan
menangkap peluang serta melakukan tindakan “

-Bob Sadino-

35
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

B. Bondan, Pengusaha Sukses dengan


Maknyusnya
Siapa tak kenal Bondan
Winarno, presenter
kuliner yang sangat
tersohor ini, hampir
setiap saat menghiasi
layar kaca. Lelaki yang
akrab dipanggil dengan
panggilan pak Bondan
tersebut juga terkenal
dengan kata “Makyusss”
Dok Foto: www.detik.com yang telah dipatenkan
menjadi ciri khasnya. Tahukan anda jika pak Bondan bukan
ahli memasak seperti chef ? Ya, beliau adalah pekerja media.
Lalu bagaimana beliau bisa berakhir karir di dunia kuliner
bahkan hingga memiliki perusahaan kuliner terkenal PT.
Kopitiam Oey Indonesia?

Tahun 2005 adalah awal


karirnya di dunia hiburan.
Bondan digandeng oleh
PT. Unilever untuk
mengembangkan dunia
kuliner. Ia melahirkan
program Bango Cita Rata
Nusantara dengan visi
berusaha mempopulerkan Dok Foto: www.fickr.com
pusaka kuliner Indonesia. Komentar 'mak nyus' mulai

36
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

menjadi ciri khasnya, walau tak diakuinya sebagai 'trade-


mark'.

saat ini, ia sangat aktif mengurus perusahaannya, yakni


PT Kopitiam Oey Indonesia. Ia merupakan owner tunggal
PT Kopitiam Oey Indonesia, yang terjun langsung mengurusi
berbagai macam hal yang terkait dengan bisnisnya. Seperti
mendesain dan menentukan desain interior serta eksterior
outlet; membuat dan menentukan menu yang disajikan
di outlet ; serta ikut menjaga kualitas serta menerima dan
menanggapi setiap pertanyaan, kritik maupun saran dari
pengunjung kopitiam Oey.

“Cintai hobimu sebagai kariermu”

-Bondan Winarno-

37
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

C. Titiek Puspa, Sang Diva Legendaris


Nama “Titiek Puspa” diambil dari Titiek yang merupakan
nama panggilannya
sehari-hari dan Puspa
dari ‘Puspo’ nama
bapaknya. Nama ini
pula yang diambil untuk
nama orkes pengiringnya
“PUSPA SARI” yang
dipimpinnya sendiri dan
mengiringinya menyanyi
di awal kariernya. Adaptasi Foto : www.google.com

Awal karier bernyanyinya,


dimulai di Semarang, kota di mana Titiek Puspa yang
kini disebut sebagai diva legendaris oleh Majalah Wanita
KARTINI, mengikuti kontes menyanyi “Bintang Radio”.
Tidak hanya sampai di bidang menyanyi saja, ‘Eyang Titik’
juga menunjukan totalitasnya dalam menggarap beberapa
operet yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti
operet bawang Merah Bawang Putih, Ketupat Lebaran,
Kartini Manusiawi Kartini, dan Ronce-ronce.

Di tahun 1955 untuk


pertama kali Titiek
melakukan rekaman di
Semarang, Jawa Tengah,
di perusahaan rekaman
negara Lokananta.
Setahun kemudian Titiek
Adaptasi Foto : www.google.com

38
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

kembali masuk dapur rekaman di perusahaan rekaman Irama,


dengan satu lagu Melayu.

Sebuah kebanggaan tersendiri mengingat biasanya hanya


juara I yang boleh tampil pada ‘Malam Gembira’ seperti itu.
Peristiwa ini sangat berpengaruh membentuk kepercayaan
diri Titiek Puspa.

Selain penyanyi Titiek Puspa juga pencipta lagu ternama.


Itulah Titiek Puspa, entertainer sejati alias artis penyanyi
serba bisa yang sejak memulai kiprah di dunia tarik suara
hingga hari senjanya tetap memiliki reputasi membanggakan.
Sudah lima puluh tahun lebih nenek 14 orang cucu ini
berkarya namun seolah baru saja mulai dilakoni
wanita kelahiran Tanjung, Kalimantan Selatan, 1 November
1937, ini.

39
Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, BKKBN

DAFTAR PUSTAKA

Supriyono, Imam., dkk. 2006. Menghadapi Masa Pensiun.


Surabaya: SNF Consulting
Soebari, L. Surasono. 2002. Pensiun Preneur Pensiun Sukses.
Jakarta: Penebar Plus
http://www.kompasiana.com/ivanjr/kisah-
sukses-kolonel-sanders-setelah-ditolak-1009-
kali_54f84a79a33311ef7d8b4580 (diakses pada tanggal 04
Juni 2017 pukul 03:22)
https://www.undercover.co.id/bondan-winarno-si-pengusaha-
dengan-makyuss-nya/(diakses pada tanggal 04 Juni 2017
pukul 03:28)
http://www.kabarito.com/business/2237/kisah-sukses-
soichiro-honda-pemilik-honda-motor-company-ltd(diakses
pada tanggal 04 Juni 2017 pukul 03:32)
http://www.tokohindonesia.com/biograf/article/286-
direktori/2071-bercerita-lewat-lagu(diakses pada tanggal 9
Juni 2017 pukul 10.30)
http://merahputih.com/post/read/kisah-bob-sadino-dari-
penjual-telur-jadi-pengusaha-pangan-dan-peternakan (diakses
pada tanggal 14 Juni 2017 pukul 11.45)

40
Rahasia Menjadi Lansia Produktif

PROFIL PENULIS

Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM adalah seorang motivator


dan penulis buku motivasi. Buku karyanya “7 Mukjizat
Finansial” (Gramedia, 2012) mengupas “rahasia yang tidak
diajarkan di bangku kuliah mengenai rezeki, keuangan,
investasi, karier, bakat, dan bisnis”, berhasil meraih predikat
National Best Seller.

Pria kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1980 ini, bersinergi dengan


BKKBN sebagai tim penulis lima (5) Seri Buku Ketahanan
Ekonomi Keluarga (Seri untuk Anak, untuk Remaja, untuk
Ayah dan Ibu, Untuk Lansia, dan Untuk UPPKS)

Ia aktif sebagai anggota Kelompok Kerja Pusat Pendidikan


Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemda Provinsi DKI
Jakarta, dan pengajar di berbagai Kementerian/Lembaga/
Pemda. Artikel motivasinya dapat dijumpai di www.
MotivasiIndonesia.co.id atau melalui instagram @hamry_
gusman

41