Anda di halaman 1dari 2

cara mengukur A/N ratio

Rasio adenoid nasofaring dapat dihitung dengan rumus= A/N. Nilai A merupakan jarak
dalam antara konveksitas maksimum bayangan adenoid dan garis lurus sepanjang tepi
anterior basis oksipitus os oksipitalis (B). Nilai N merupakan jarak ataupun tepi
posterior platum durum dengan tepi anterior sinkondrolis sefenobasis oksipitalis. Bila
sikondrosis tidak jelas maka titik tersebut dicari dari titik potong tepi posterior inferior
lamina pethrigoid lateral dan atap dari tulang yang membatasi nasofaring.

Keterangan Gambar :
A : jarak antara konveksitas maksimum baayangan adenoid dengan garis lurus
sepanjang tepi anterior basis oksipitus os oksipitalis. B : garis lurus sepanjang tepi
anterior basis oksipitus os oksipitalis. N : jarak antara tepi posterior platum durum
dengan tepi anterior sinkondrolis sefenobasis oksipitalis.
Untuk mengetahui nilai rasio yang normal pada anak, dapat dihitung dengan rumus :
“Rasio Adenoid Normal ± SD”
Contoh : Untuk mendapatkan rasio adenoid pada anak usia 5 tahun, dapat dilihat dari
Rata-rata umur pada table yaitu 4,6 tahun dan 5,6 tahun.
Kemudian menggunakan rumus : Rasio Adenoid Normal ± SD.
– Rasio adenoid pada rata-rata umur 4,6 = 0,588 + 0,1129 = 0,7009 , dan = 0,588 –
0,1129 = 0,4751
– Rasio adenoid pada rata-rata umur 5,6 = 0,586 + 0,1046 = 0,6906, dan = 0,586 -0,1046
= 0,4814
Jadi rasio adenoid pada anak usia 5 tahun berkisar antara (0,4751 – 0,7009) lebih dari
nilai tersebut berarti rasio adenoid pada anak tersebut tidak normal.