Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PEMELIHARAAN JALAN TOL

TENTANG KENDARAAN SURVEY HAWKEYE

Disusun Oleh :
Firhan Yazid
(NIM: 4115110014)

PROGRAM STUDI PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN


KONSENTRASI JALAN TOL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2018
KENDARAAN SURVEY HAWKEYE

A. Pendahuluan

Di era globalisasi dan reformasi birokrasi saat ini, tantangan akan


penyelenggaraan jalan yang efektif efisien dan tepat sasaran semakin besar.
Kegiatan penyelenggaraan jalan merupakan suatu kesatuan proses dari
pemograman, penganggaran, perencanaan, pembangunan, pengawasan dan
pemeliharaan jalan. Seluruh proses penyelenggaraan jalan tersebut harus diawali
dengan pemrograman dan penganggaran yang optimal sehingga proses
selanjutnya dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Infrastruktur jalan yang belum baik di banyak lokasi di Indonesia dan


ditambah penanganan perbaikan yang kurang optimal menyebabkan kondisi
Jalan di Indonesia sulit untuk beranjak menjadi mantap sepenuhnya. Selama ini
sebagian besar proses pengumpulan data kondisi jalan masih menggunakan
cara konvensional yang kurang efektif dan efisien karena hanya mengandalkan
pandangan mata surveyor yang sebagaimana manusia biasa juga bisa
melakukan kekeliruan. Adanya permasalahan pengumpulan data kondisi jalan
ini bisa teratasi dengan menggunakan alat survei canggih yang bernama
Hawkeye. Alat survey Hawkeye dapat mengumpulkan data lalu lintas dan kondisi
jalan dengan cepat dan akurat.

B. Pengenalan Hawkeye

Mobil Hawkeye 2000 merupakan kendaraan pintar survei kondisi jalan dengan
sistem pengoperasian melalui integrasi dari beberapa peralatan sensor yang
spesifik dalam mendapatkan data karakteristik dan kondisi elemen jalan. Peralatan
pendukung Hawkeye 2000 dirancang secara modular untuk memungkinkan
penyesuaian terhadap perkembangan yang dibutuhkan pengguna dan dapat
dipasang sesuai dengan berbagai jenis kendaraan. Kendaraan pintar survei kondisi
jalan, dilengkapi berbagai peralatan sensor penangkap data asset dan kondisi
elemen jalan, seperti; GPS and DGPS, Laser Profiler, Auto Crack Detection Profiler
, Gipsitrec Geometry, Distance Measurement Instrument, Asset Cameras, serta
didukung olehSoftware Hawkeye Processing Toolkit. Peralatan tersebut dengan
bantuan software processing toolkit yang bisa mengeluarkan data-data, seperti;
1) Elemen geometrik jalan, meliputi:
 Crossection jalan (kemiringan dan lebar bagian-bagian elemen badan jalan);
 Lengkung vertikal, lengkung horizontal dan superelevasi;
 Jumlah dan nilai naik dan turun kelandaian (raise and fall);
 Kelandaian jalan;
 Konfigurasi/tipe jalan;

2) Asset jalan, meliputi:


• Bangunan pelengkap (Median, Separator, Pilar Jembatan/JPO, Pagar
pengaman, PJU, Gardu, Gerbang Tol, TI, kelengkapan ITS, iklan dan lainnya);
• Perlengkapan jalan (marka, rambu dan VMS);
3) Kondisi permukaan perkerasan jalan, meliputi:
• Alur (Rutting).
• Retak (Crack).
• Lubang (Pothole).
• Texture.

4) Nilai Kekasaran Permukaan; International Roughness Index (IRI-m/km);


Luaran kendaraan pintar survei kondisi jalan dapat digunakan untuk berbagai
tujuan, seperti; data elemen geometric jalan dan asset jalan lebih utama pada
analisis keselamatan jalan (safety) untuk peretingan tingkat pelayanan jalan (iRAP)
danBlackspot, sedang kondisi permukaan jalan dan kekasaran (IRI) lebih
mendukung analisa program penanganan jalan.

C. Fungsi Hawkeye
Hawkeye 2000 dapat digunakan dalam beberapa kegiatan, misalnya:

1. Sebagai asset management survey,


2. Untuk survey monitoring perkerasan rutin,
3. Untuk mengetahui geometrik dan pemetaan,
4. Untuk audit keselamatan jalan,
5. Untuk survey lalu lintas,
6. Untuk melakukan inspeksi jalan (runway inspections),
7. Sebagai alat quality control oleh kontraktor.

D. Jumlah Hawkeye di Indonesia

Sampai saat ini, di Indonesia hanya tersedia 4 unit alat hawkeye yaitu
1. Pusjatan,
2. BBPJN IV,
3. Ditjen Hubud, dan
4. Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

E. Komponen Hawkeye
Hawkeye terdiri dari :
 GPS Distance and speed
Untuk mengetahui track ataupun benda di permukaan bumi. Jarak dan
kecepatan diukur dengan satuan DML.
 Kamera
Untuk mengambil foto, biasanya dengan 1 foto / 10 meter.
 Gipsitrac Geometri
Slope untuk mengetahui kemiringan jalan dan grade untuk
mengetahui naik- turunnya permukaan jalan.
 Video Recording
Untuk merekam
video.
 Profiler (termasuk side laser)
 Software Hawkeye Processing Toolkit.
Dengan bantuan software processing toolkit, data-data seperti Elemen
Geometrik Jalan - yang meliputi kemiringan dan lebar bagian-bagian
elemen badan jalan bisa dengan mudah didapatkan termasuk juga
lengkung vertikal, lengkung horizontal dan superelevasi, jumlah dan
tingkat kelandaian jalan, serta tipe jalan

Gambar 1. Komponen Hawkeye.

F. Cara Kerja Hawkeye

Spesifikasi terlengkap hanya unit Hawkeye yang dimiliki BBPJN IV saja.


Selanjutnya, alat survey Hawkeye 2000 ini diperuntukkan untuk mendukung
sistem pemrograman jaringan jalan HDM-4 yang pada tahun mendatang
diproyeksikan untuk menggantikan sistem IRMS yang berbasis HDM-III
(Highway Desain and Maintenance III). Alat ini dapat mengumpulkan data
kondisi jalan dalam sekali perjalanan dengan kecepatan 20 s.d 100 km/jam.
Dengan kecepatan tersebut, diharapkan pengumpulan data kondisi jalan
dapat menghasilkan
keluaran yang lebih akurat dan terkini. Proses pengoperasian alat ini juga
tergolong sederhana, karena pengemudi mengendarai kendaraan secara normal
dan operator hanya menentukan titik-titik referensi saja (dan melaporkan event-
event yang mungkin muncul selama perjalanan). Data keluaran hawkeye pun
dapat dengan mudah ditransfer (export) ke sistem HDM4 sehingga tidak
diperlukan lagi pemasukan (input) data secara manual.
Secara umum, dengan pengadaan alat survey Haweye ini diharapkan proses
pengumpulan data kondisi jalan di wilayah BBPJN IV pada khususnya dan di
Direktorat Jenderal Bina Marga pada umumnya dapat dilakukan dengan lebih
cepat dan akurat.

G. Teknik Pelaksanaan Survey


Berikut teknik pelaksaan survey hawkeye adalah sebagai berikut:
 Jumlah personil yang dibutuhkan setidaknya tiga orang. Pengemudi,
operator komputer, dan personil cadangan.
 Terlebih dahulu perlu diperiksa kondisi kendaraan dan peralatan yang
terdapat pada hawkeye 2000, sesuai dengan petujuk pengoperasiannya.
 Survey dapat dilakukan di malam hari dan siang hari, tergantung dari data
apa yang akan diambil.
 Jika pada saat survey tiba-tiba terjadi hujan, survey harus segera
dihentikan.

H. Cara Menyalakan Mobil Hawkeye


 Putar Kunci ke on.
 Nyalakan komputer sampai simbol ini.
 Tunggu 20 detik, pindah arah kunci ke heart beat.
*apabila akan menggunakan laser
 Klik Aquisision launcer.
 Tunggu sampai running semua.
 Nyalakan rear cool dan ac full untuk mendinginkan mesin.
 Kemudian muncul Onlooker Modul Connection Statis.
 Tunggu windows hilang dengan sendirinya.
 Cek windows paling kiri dan running.

I. Istilah dalam Hawkeye


 Internastional Roughness Index (Perkerasan).
 Geometri data view (Tracking data yang dilalui).
 Satelit.

J. Survey Hawkeye
 Isi Profil survey, klik F12 : windows current survey configurations.
 Survey harus di isi Operator, Driver, Passanger.
 Measurement matrik, untuk km /jam.
 Minimum speed 31 km / jam apabila < 31 km/jam maka laser akan mati.
 Maxsimum speed 100 km/jam.
 Warning distance 100 m.
 Stationary time : waktu untuk mematikan komputer.
 Klik start tunggu 10 detik.
 Mengawali dan mengakhiri survey Ctrl+Space.
 Untuk rambu klik insert.
 Apabila ada tundaan, mendahului, contoh karna ada tuandaan lampu
merah, maka klik insert kemudian beri keterangan.

K. Akhir Survey
 Klik stop untuk mengakhiri survey.
 Ambil data dan analisis data.
 Analisis / frame, dimana 1 frame berisi 43 item.
L. Kelebihan dan Kekurangan Hawkeye
Salah satu kegiatan pengumpulan data kondisi jalan saat ini yang telah
dilakukan oleh Pemerintah berdasarkan standar survei Interurban Road
Management System (IRMS) yakni meliputi: survei IRI/International Roughness
Index (kekasaran per-mukaan jalan), RNI/Road Network Inventory (inventarisasi
jalan), RCS/Road Condition Survey (kondisi jalan), LHR (Lalu lintas harian rata-
rata) dan DRP/Data Reference Point (referensi titik).

Kelebihan Hawkeye adalah sebagai berikut :


 Kegiatan pengumpulan data yang efektif dan efisien.
 Memudahkan dalam melakukan inspeksi.
 Kekeliruan yang dapat diminimalisasikan dibanding dengan
pengamatan menggunakan pandangan mata manusia.

Dengan segala kelebihan yang telah disebutkan diatas alat Hawkeye tetap
memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
 Hanya dapat melakukan survei kondisi jalan pada saat jalan kering (tidak
hujan atau basah) karena laser tidak dapat merekam data jika ada air
tergenang (permukaan air selalu datar sehingga akan dianggap suatu
permukaan yang datar/data tidak valid),
 Video recording tidak dapat dilakukan pada saat malam hari (tidak ada
cahaya) karena akan menghasilkan keluaran yang kurang jelas,
 Survei sulit dilakukan pada keadaan lalu lintas yang padat (macet) karena
sensor laser akan berhenti pada kecepatan di bawah 20 km/jam,
 Proses pengolahan gambar masih memerlukan rating image secara manual,
sehingga memerlukan waktu processing keluaran yang cukup lama.

Meskipun begitu Hawkeye telah menjadi bagian dari solusi permasalahan dari
Pengumpulan data kondisi jalan yang masih konvensional. Kecanggihan teknologi
Hawkeye memungkinkan kegiatan pengumpulan data menjadi efektif dan efisien.
kedepannya mudah- mudahan bukan hanya cepat dalam mengumpulkan data
tapi juga pembangunan jalan baru maupun penanganan jalan rusak bisa lebih baik
dari waktu ke waktu.
Gambar 2. Kendaraan Survey Hawkeye.