Anda di halaman 1dari 2

FISIOLOGI LARING

Laring berfungsi untuk proteksi, batuk, respirasi, sirkulasi, menelan, emosi


serta fonasi.
1. Proteksi
Laring melindungi paru-paru dari benda asing (aspirasi) , fungsi
epiglotis, pita ventricular, pita suara asli, refleks batuk.
Fungsi laring untuk proteksi ialah untuk mencegah makanan dan benda
asing masuk ke dalam trakea, dengan jalan menutup aditus laring dan rima
glotis secara bersamaan. Terjadinya penutupan aditus laring ialah karena
pengangkatan laring ke atas akibat kontraksi otot-otot ekstrinsik laring. Dalam
hal ini kartilago aritenoid bergerak ke depan akibat kontraksi otot tiroaritenoid
dan otot aritenoid.selanjutnya otot ariepiglotika berfungsi sebagai
sfingter. Penutupan rimaglotis terjadi karena adduksi plika vokalis. Kartilago
aritenoid kiri dan kanan mendekat karena aduksi otot-otot ekstrinsik.
Selain itu, dengan refleks batuk, benda asing yang telah masuk ke dalam
trakea dapat dibatukkan ke luar. Demikian juga dengan bantuan batuk, sekret
yang berasal dari paru dapat dikeluarkan.
Bertindak seperti sfingter, laring mencegah berbagai macam benda yang
masuk kecuali udara ke dalam paru . menutup laringeal inlet,menutup glotis,
menghentikan respirasi saat menelan, refleks batuk(mengeluarkan sekret dan
benda asing)
2. Fungsi Pernapasan
Pembukaan glotis, yang merupakan bagian sempit dari laring,
mencegah udara terhembus sejak awal dari paru-paru selama ekspirasi, sebuah
tekanan balik dibuat untuk membantu mencegah alveoli dari kolaps seutuhnya.
Fungsi respirasi dari laring ialah dengan mengatur besar kecilnya
rimaglotis. Bila m.krikoaritenoid posterior berkontraksi akan menyebabkan
prosesus vokalis kartilago aritenoid bergerak ke lateral, sehingga rimaglotis
terbuka (abduksi).
Dengan terjadinya perubahan tekanan udara di dalam traktus trakeo-
bronkital akan dapat mempengaruhi sirkulasi dalam tubuh. Dengan demikian
laring berfungsi juga sebagai alat pengatur sirkulasi darah.
Respirasi diatur oleh dilatasi otot aktif pembukaan laring, membantu
dalam mengatur pertukaran gas dalam paru-paru dan pemeliharaan
keseimbangan asam-basa.
3. Fungsi Fonasi
Fonasi adalah produksi suara dari bergetarnya pita suara.
Produksi suara, fungsi pita suara asli (artikulasi, atau membentuk suara
kedalam pidato, merupakan fungsi dari langit-langit, lidah, bibir, dan
mandibula).
Fungsi laring yang lain ialah untuk fonasi, dengan membuat suara serta
menentukan tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada diatur oleh
peregangan plika vokalis. Bila plika vokalis dalam aduksi, maka m.krikotiroid
akan merotasikan kartilago tiroid ke bawah dan ke depan, menjauhi kartilago
aritenoid. Pada saat yang bersamaan m.krikoaritenoid posterior akan menahan
atau menarik kartilago aritenoid ke belakang. Plika vokalis kini dalam keadaan
yang efektif untuk berkontraksi. Sebaliknya, kontraksi m.krikoaritenoid akan
mendorong kartilago aritenoid ke depan, sehingga plikavokalis akan
mengendur. Kontraksi serta mengendurnya plika vokalis akan menentukan
tinggi rendah nya nada.
4. Fungsi menelan
Fungsi laring dalam membantu proses menelan ialah dengan 3
mekanisme,yaitu gerakan laring bagian bawah ke atas, menutup aditus laringis
dan mendorong bolus makanan turun ke hipofaring dan tidak mungkin masuk
ke dalam laring.