Anda di halaman 1dari 3

Salah satu syarat untuk mempertahankan hidup adalah penyediaan energi yang

sinambung. Energi ini diperoleh dengan cara menyadap energi kimia yang terbentuk dalam
molekul organik yang disintesis oleh fotosintesis. Proses pelepasan energi yang menyediakan
energi bagi keperluan sel itu dikenal dengan istilah proses respirasi (Loveless, 1991).
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik
menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks,
dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator
mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik
yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan
yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air.
Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi
respirasi (Anonim, 2009).

Berdasarkan peran oksigen, dikenal dua macam respirasi, yaitu respirasi aerob dan
respirasi anaerob (fermentasi). Umumnya respirasi aerob mempunyai tahap-tahap reaksi, mulai
dari awal sampai akhir berturut-turut ialah: glikolisis, pembentukan asetil coenzim A (Asetil
CoA), siklus krebs dan sistem transport elektron (Soedirokoesoemo, 1993).
Fermentasi adalah proses penghasil energi utama dari berbagai mikroorganisme.
Mikroorganisme seperti itu disebut anaeroob, karena mereka mampu hidup dan memecah
senyawa organik tanpa oksigen. Beberapa dari organisme tersebut akan mati jika didedahkan
dengan oksigen. Dalam hal ini mereka disebut anaerob obligat (Sasmitamihardja, 1996).

Fermentasi merupakan salah satu peristiwa dalam katabolisme. Sebagai bahan dasarnya
adalah karbohidrat yang akan diubah menjadi karbondioksida dan energi. Salah satu contoh dari
fermentasi adalah peragian alkohol. Dalam hal ini sel-sel ragi memegang peranan penting pada
proses perubahan alkohol menjadi karbondioksida dan energi (Ismail, 2012: 36).

Glikolisis dapat berfungsi dengan baik tanpa O2 oksidasi lebih lanjut dari piruvat dan
NADH oleh mitokondria memerlukan oksigen. Karena itu, bila O2 terbatas, NADH dan piruvat
mulai tertimbun. Pada keadaan ini, tumbuhan menjalankan fermentasi (respirasi anaerobik),
membentuk etanol dan asam laktat. Fermentasi adalah pemecahan karbohidrat secara anaerob
dimana molekul organik merupakan akseptor elektron akhir (Ismail, 2008: 141).
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik. Secara
umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi
yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik
dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi.
Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa
komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi
dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol
dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya (Anonimb, 2012).

Reaksi keseluruhan fermentasi adalah: C6H12O6 (glukosa) 2CH3−CH2OH (etanol) +


2CO3 (karbohidrat). Ini berarti, satu molekul glukosa diubah menjadi dua molekul etanol dan
dua molekul karbondioksida. Fermentasi seperti glikolisis, adalah serangkaian reaksi yang terjadi
tanpa oksigen. Antara proses fermentasi dan proses glikolisis hanya sedikit sekali perbedaannya;
sebagian besar reaksi antara terdapat pada kedua jalur (Sasmitamihardja, 1996).

Menurut Soedirokoesoemo (1993), faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju respirasi


dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu:
1. Faktor dalam (faktor internal), terdiri atas:
a. Faktor protoplasmik
Laju respirasi sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas dari protoplasma yang ada di dalam
sel. Kuantitas dan kualitas protoplasma di dalam sel sangat bergantung kepada umur sel
b. Konsentrasi substrat respirasi tersedia
Laju respirasi sangat tergantung pada konsentrasi substrat respirasi yang tersedia. Semakin
banyak substrat respirasi yang tersedia di dalam sel semakin cepat laju respirasinya.
2. Faktor luar (faktor eksternal), terdiri atas:
a. Temperatur
b. Cahaya
c. Konsentrasi oksigen di udara
d. Konsentrasi karbondioksida
e. Tersedianya air
f. Luka
g. Beberapa senyawa kimia
h. Perlakuan mekanik.
Proses fermentasi ini umumnya dijumpai pada sistem perakaran tumbuhan jika
mengalami penggenangan. Pada reaksi fermentasi akan dihasilkan asetaldehid melalui proses
dekarboksilaso, kemudian asetaldehid direduksi oleh NADH untuk menghasilkan etanol. Reaksi
terakhir ini tergantung pada aktivitas enzim alkohol dehidrgenase. Aktivitas enzim ini akan
menentukan apakah etanol atau asam malat yang akan dihasilkan sebagai produk fermentasi.
Secara lebih rinci mengenai fermentasi yang berlangsung pada tumbuhan hidup dapat ditelusuri
pada publikasi-publikasi yang berhubungan dengan tanggapan tanaman terhadap kondisi
hipoksida atau anoksida, baik yang terjadi secara alami, misalnya karena penggenangan atau
yang dirancang untuk penelitian dengan menggunakan gas nitrogen sebagai pengganti udara
normal untuk menjamin ketersediaan oksigen (Lakitan, 2011: 188).

Anonima. 2009. Respirasi. http://one.indoskripsi.com/node/4672. Diakses pada tanggal 1 April


2012 di Makassar.
Anonimb. 2012. Fermentasi. http://en.wikipedia.org/wiki/Fermenatsi.htm. Diakses pada tanggal 1
April 2012 di Makassar.
Ismail. 2008. Fisiologi Tumbuhan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM
Ismail dan Abd. Muis. 2012. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Makassar: Jurusan
Biologi FMIPA UNM
Lakitan, Benyamin. 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Rajawali Pers
Loveless, A. R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Sasmitamihardja, Dardjat. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soedirokoesoemo, Wibisono. 1993. Materi Pokok Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Yusuf, Rezki Ferawati. 2009. Laporan Praktikum Fermentasi. http://Laporan-


Praktikum“Fermentasi”«MyMine.htm. Diakses pada tanggal 1 April 2012 di Makassar.