Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Oksigen

Asupan oksigen saat persalinan sangat penting, dengan adanya relaksasi pasokan oksigen
akan memungkinkan terpenuhi saat persalinan. Ada dua pernfasan saat persalinan yaitu pernafasan
lambat dan pernafasan ringan.

§ Pernafasan lambat

lambat dapat berupa pernafasan dada maupun perut, yang lebih penting dari pada apakah itu
pernafasan dada atau perut adalah bahwa pernafasan ini membantu klien rileks.

Implementasinya saat persalinan :

ü Segera setelah kontraksi dimulai, ambil nafas yang banyak, dan hembuskan nafas dengan kuat. Ini
dapat digunakan sebagai pernafasan "pengatur" atau sinyal pada pasangan. Lepaskan semua
ketegangan sewaktu Anda mengeluarkan nafas, dan kendurkan semua otot dari kepala sampai ujung
kaki.

ü Pusatkan perhatian.

ü Dengan perlahan hirup nafas melalui hidung (atau mulut jika hidung Anda tersumbat) dan
keluarkan melalui mulut, dengan membiarkan semua udara mengalir keluar. Berhenti sejenak
sampai udara seolah-olah ingin masuk kembali. Bernafaslah enam sampai sepuluh tarikan per menit
(kira-kira separuh dari kecepatan pernafasan normal).

ü Tarik nafas dengan cepat, tetapi keluarkan nafas dengan bersuara (dapat didengar oleh mereka
yang dekat dengan Anda), dengan mulut sedikit terbuka dan rileks. Bunyi yang terdengar sewaktu
mengeluarkan nafas adalah seperti desah lega. Pada saat persalinan, Anda boleh berteriak atau
bergumam waktu mengeluarkan nafas.

ü Jaga bahu dalam posisi kebawah dan rileks. Relakskan dada dan perut sehingga keduanya
mengembung waktu Anda menarik nafas dan kembali normal waktu Anda mengeluarkan nafas.

ü Saat kontraksi berakhir, beri sinyal pada pasangan bahwa kontraksi sudah berlalu atau ambil nafas
yang dalam dan rileks, diakhiri dengan desahan .

ü Rilekskan seluruh tubuh, ganti posisi, minum dll.

§ Pernafasan Ringan

Selama persalinan, pernafasan ringan tampak lebih alami karena rahim bekerja sangat keras
sehingga Anda membutuhkan lebih banyak oksigen. Sama seperti berlari membuat Anda bernafas
dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen, meningkatnya intensitas dan frekwensi kontraksi
juga meningkatkan kebutuhan akan oksigen.

Kecepatan pernafasan Anda selama persalinan secara alami akan diatur oleh kebutuhan oksigen
serta rasa sakit dan frekwensi kontraksi.

§ Pernafasan ringan melalui mulut terbuka akan membuat mulut kering, jadi gunakan satu atau
beberapa anjuran berikut ini.
§ Sewaktu Anda menarik nafas, sentuhkan ujung lidah pada langit-langit tepat dibelakang gigi. Cara
ini akan membuat udara basah saat Anda menarik nafas.

§ Dengan jari-jari regang, tutup hidung dan mulut sehingga telapak tangan Anda mereefleksikan
cairan dari udara pernafasan Anda.

§ Diantara kontraksi, minumlah iar atau cairan lain, atau mangisap es batu atau es buah beku.

2.2 Nutrisi

Makanan padat tidak boleh diberikan selama persalinan aktif, oleh karena makanan padat
lebih lama tinggal di lambung dari pada makanan cair, sehingga proses pencernaan lebih lambat
selama persalinan.

Penelitian terdahulu bahwa pemberian makanan padat dengan pasien yang memerlukan anestesi
tidak disetujui. Motilitas, absorpsi dan sekresi asam lambung menurun. Hal ini dapat menyebabkan
makanan dapat tertinggal di lambung sehingga dapat terjadi aspirasi pneumonia. Namun demikian,
kebutuhan akan cairan masih diperbolehkan. Selama persalinan, ibu memerlukan minum dan sangat
dianjurkan minum minuman yang manis dan berenergi.

Sebagian ibu masih berkeinginan untuk makan selama fase laten persalinan, tetapi memasuki fase
aktif, hanya ingin minum saja. Pemberian makan dan minum selama persalinan merupakan hal yang
tepat, karena memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi (dehidrasi dapat
menghambat kontraksi/tidak teratur dan kurang efektif). Oleh karena itu, anjurkan ibu makan dan
minum selama persalinan dan kelahiran bayi, anjurkan keluarga selalu menawarkan makanan ringan
dan sering minum pada ibu selama persalinan.