Anda di halaman 1dari 17

A.

Tujuan
1. Menentukan nilai hambatan murni inductor
2. Menyelidiki pengaruh inti besi terhadap induktansi diri suatu kumparan

B. Alat dan Bahan


1. Power Supply 1 buah
2. Galvanometer 1 buah
3. Rheostat 1 buah
4. Kabel penghubung secukupnya
5. Hambatan bangku 1 buah
6. Induktor 1 buah
7. Bangku Wheatstone 1 buah
8. Voltmeter 1 buah
9. Amperemeter 1 buah
10. Intibesi 1 buah

C. DasarTeori
1. Hambatan Listrik

Hambatan adalah tahanan. Setiap kawat penghantar atau konduktor pasti


mempunyai hambatan tertentu. Penghantar yang sengaja dibuat sehingga mempunyai
hambatan tertentu disebut penghambat atau resistor dengan symbol R.
Menurut hukum ohm, besar hambatan suatu kawat penghantar merupakan nisbah
antara beda potensial ujung-ujung penghantar tersebut dengan kuat arus yang
mengalir pada penghantar itu. Alat untuk mengukur hambatan disebut ohmmeter.
Hambatan dapat dirangkai seri (berderet) dan parallel (sejajar)

Jembatan Wheatstone adalah rangkaian listrik yang sering digunakan untuk


mencari nilai besarnya hambatan dari sebuah kumparan. Dengan demikian metode
yang akan digunakan untuk menentukan nilai hambatan murni induktor adalah
dengan menggunakan Metode Jembatan Wheatstone.

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 1


R1 , R2 dan R3 merupakan hambatan yang sudah diketahui, sedangkan Rx adalah
hambatan yang akan di cari besarnya. Pada keadaan setimbang, galvanometer
akan menunjukkan angka nol. Karena tidak ada arus yang mengalir melalui
galvanometer tersebut. Dalam keadaan ini berlaku hubungan :

Namun pada percobaan ini, jembatan Wheatstone yang kita manfaatkan


adalah tampak seperti gambar berikut

L adalah kawat homogen, sehingga panjang kawat sebanding dengan nila


hambatannya. Rs adalah hambatan standar yang nilainya dapat kita tentukan
dengan mengatur variabel yang ada. Untuk harga Rs tertentu dan dengan mencatat
kedudukan kontak geser K yaitu panjang 𝑙1 dan 𝑙2 , maka pada saat galvanometer

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 2


menunjukan harga nol hubungan persamaan diatas menjadi :

2. Induktansi Diri
Induktansi diri adalah bagian impedansi yang disebabkan oleh kumparan. Jika
suatu penghantar berbentuk kumparan dialiri listrik AC, maka yang berpengaruh pada
rangkaian tersebut tidak hanya hambatan ohmik tetapi juga hambatan yang muncul
dari kumparan (reaktansi induktif). Nilai reaktansi induktif bergantung pada besarnya
induksi diri kumparan. Reaktansi induktor/kumparan, banyak difungsikan pada
rangkaian-rangkaian elektronik.

Pada saat arus bolak-balik mengalir kedalam kumparan terjadi perubahan fluks
magnet. Pada saat arus AC fase positif maka medan magnet yang ditimbulkan
mempunyai arah tertentu, pada saat fase negatif, maka medan magnet yang ditimbulkan
akan berlawanan arah pada saat fase positif. Adanya perubahan arus imbas dan medan
magnetik yang saling berlawanan menyebabkan timbulnya reaktansi induktif. Besarnya
tegangan dibagi arus disebut impedansi yang diberi lambang Z.
𝑉
𝑍=
𝐼
Atau

Z = √𝑅 2 + 𝑋𝐿 2

𝑍 2 = 𝑅 2 + 𝑋𝐿2

Namun jika menggunakan grafik, persamaan diatas analog dengan:

𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐

𝑍 2 = 𝛼𝑅2 + 𝑋𝐿2

Induksi diri dari sebuah kumparan adalah besarnya GGL imbas yang timbul
jika ada perubahan arus sebesar 1 A, fluks magnetik yang dihasilkan oleh kumparan
itu sendiri. Induktansi diri berharga 1 Henry bila pada kumparan timbul GGL induksi
sebesar 1 volt dengan perubahan kuat arusnya 1 ampere tiap detik. Besarnya
induktansi diri dari sebuah kumparan dengan N lilitan:

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 3


N
L dan X L  2fL
i

Disisi lain Besi merupakan bahan konduktor yang sangat baik untuk
menghantar arus listrik. Sehinggga besi akan berpengaruh terhadap besarnya
induktansi. Pada percobaan mengenai induksi diri dapat dilihat bagaimana pengaruh
inti besi terhadap induktansi diri pada suatu kumparan.

D. Pembahasan

1. EKSPERIMEN 1

a. Permasalahan
Andri memiliki 3 kumparan yaitu kawat lurus yang panjangnya 1 meter,
hambatan bangku dan kumparan. Andri bingung bagai mana caranya menentukan
besar hambatan dari kumparan tersebut.

b. Prediksi
Jika hambatan bangku diubah-ubah, maka akan terjadi perubahan terhadap
besar L1 dan L2. Namun jika L1 membesar maka L2 akan mengecil sehingga sesuai
dengan persamaan diatas, nilai hambatan murni akan tetap meskipun besar
hambatan bangku berubah-ubah meskipun hal tersebut tidak akan konstan.

c. Eksplorasi
Sketsaalat

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 4


Prosedureksperimen

1) Menyiapkan alat dan bahan


2) Merangkai alat seperti pada sketsa di atas
3) Menentukan besar hambatan yang akan digunakan pada hambatan bangku
4) Menyalakan power supply
5) Mengatur kontak geser sampai jarum pada galvanometer menunjukan angka
nol
6) Mencatat L1dn L2
7) Melakukan langkah 3-6 sebanyak 5 kali untuk hambatan yang berbeda-beda
Untuk mendapatkan harga rata-rata dari nilai maksimum murni induktor, maka
variavel yanh harus diubah-ubah adalah nilai hambatan bangku.

d. Pengukuran :
Hari/tanggal/jam : Senin/14 desember 2011/13.00-15.30 WIB
Data Laboratorium :
Temperatur (0) Tekanan (cm Hg)
SebelumEksperimen 25,5 68,5
SetelahEksperimen 25 68,45

Data hasil eksperimen untuk tegangan pada power supply sebesar 0,5 volt
No Hambatanbangku (Ω) L1 (cm) L2 (cm)
1 2,2 10 90
2 3,3 8 92
3 4,7 7 92
4 6,8 5 95
5 8,2 2 98

e. Pengolahan Data
Berdasarkan persamaan diatas, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
No. Hambatanbangku L1 (cm) L2(cm) Hambatanmurni
(Ω) (Ω)
1 2,2 10 90 0,24

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 5


2 3,3 8 92 0,29
3 4,7 7 92 0,35
4 6,8 5 95 0,36
5 8,2 2 98 0,17

Berdasarkan nilai-nilai pada tabel diatas, didapatkan nilai rata-rata hambatan murni
pada induktor sebesar:

0.24+0.29+0.35+0.36+0.17
̅̅̅̅
𝑅𝑥 = = 0.28 Ω
5

Untuk mendapatkan nilai ketidakpastiannya, digunakan metode statistik sebagai


berikut:

No Rx(Ω) |𝑅𝑥 − ̅̅̅̅


𝑅𝑥| (Ω) |𝑅𝑥 − ̅̅̅̅
𝑅𝑥|2(Ω)
1 0,24 0,04 0.0016
2 0,29 0,01 0,0001
3 0,35 0,07 0,0049
4 0,36 0,08 0,0064
5 0,17 0,11 0,0121

̅̅̅̅ |2
∑|𝑅𝑥−𝑅𝑥 0.0251
∆𝑅𝑥 = √ =√ = 0.079 Ω
(𝑛−1) 4

Sehingga nilai Rx dari percobaan adalah sebesar ( 0.28 ± 0.079 ) Ω


∆𝑅𝑥 0.079
Dengan persentasi kesalahan ̅̅̅̅
x 100% = x 100% = 28.21%
𝑅𝑥 0.28

2. EKSPERIMEN 2

a. Permasalahan
Asti merangkai rangkaian RL seri, ia ingin menyelidiki pengaruh inti besi terhadap
induktansi diri kumparan tersebut.
b. Perdiksi
Prediksi grafik Z2=f(R2) untuk kumparan tanpa inti besi:

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 6


Z2 (Ω)

R2(Ω)

Prediksi grafik Z2=f(R2) untuk kumparan dengan inti besi:

Z2 (Ω)

R2(Ω)
c. Eksplorasi

Sketsaalat

Prosedureksperimen
1) Menyiapkan alat dan bahan
2) Merangkai alat seperti sketsa di atas
3) Menentukan besar hambatan yang akan digunakan pada hambatan bangku
4) Menyalakan power supply

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 7


5) Mengamati dan mencatat jarum yang ditunjukan oleh voltmeter dan
amperemeter
6) Melakukan langkah 3-5 sebanyak 5 kali untuk hambatan yang berbeda-beda

Dalam rangkaian ini, variabel yang diperlukan untuk menyelidiki pengaruh inti
besi terhadap induktansi diri suatu kumparan adalah tegangan, arus, dan hambatan.
Sedangkan variabel yang harus diubah adalah hambatan yang terdapat pada hambatan
bangku.

d. Pengukuran
Hari/tanggal/jam : Senin/14 desember 2011/13.00-15.30 WIB
Data Laboratorium :
Temperatur (0C) Tekanan (cm Hg)
SebelumEksperimen 25 68,45
SetelahEksperimen 25,2 68,45

Data hasil pengamatan untuk tegangan pada power supply sebesar 3 volt
No Hambatanbangku Tanpaintibesi Dengan intibesi
(Ω) V (volt) I (mA) V (volt) I (mA)
1 10 0,8 80,5 1,4 72
2 12 1 74 1,4 68,5
3 15 1,1 70,5 1,45 64
4 18 1,15 66 1,45 60,5
5 22 1,35 58 1,45 56

e. Pengolahan Data
Berdasarkan persamaan, dihasilkan data sebagai berikut:
Hasil perhitungan eksperimen tanpa inti besi
No Hambatan V I Z Z2 R2 |𝑍 − 𝑍̅| |𝑍 − 𝑍̅|2
bangku (volt) (mA) (V/I) (Ω) (Ω) (Ω) (Ω)
(Ω)
1 10 0,8 80,5 9,94 98,8 100 6,15 37,82
2 12 1 74 13,51 182,52 121 2,58 6,66
3 15 1,1 70,5 15,6 243,36 225 0,49 0,24

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 8


4 18 1,15 66 17,42 303,46 324 1,33 1,77
5 22 1,35 58 23,97 574,56 484 7,88 62,09

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dihasilkan nilai rata-rata impedansi tanpa inti
besi sebagai berikut:
9.94+13.51+15.60+17.42+23.97 80.44
𝑍̅ = = 5 = 16.09 Ω
5

Dan untuk menghitung ketidakpastiannya digunakan metode statistika sebagai berikut:


∑|𝑍−𝑍̅|2 108.58
∆𝑍 = √ =√ = 5.21 Ω
(𝑛−1) 4

Sehingga nilai Impedansi dari percobaan tanpa menggunkan inti besi adalah sebesar
Z = ( 16.09 5.21 ) Ω

Persentasi kesalahannya sebesar:


∆𝑍 5,21
× 100% = × 100% = 32,38%
𝑍 16,09

Hasil perhitungan eksperimen dengan inti besi


No Hambatan V (volt) I Z Z2 R2 |𝑍 − 𝑍̅| |𝑍 −
bangku (Ω) (mA) (V/I) 𝑍̅|2
1 10 1,4 72 19,44 377,91 100 3,22 10,37
2 12 1,4 68,5 20,44 417,79 144 2,22 4,93
3 15 1,45 64 22,66 513,48 225 0 0
4 18 1,45 60,5 23,97 574,56 324 1,31 1,72
5 22 1,45 56 26,77 716,63 484 4,11 16,89

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dihasilkan nilai rata-rata impedansi tanpa inti
besi sebagai berikut:
19.44+20.44+22.66+23.97+26.77 113.28
𝑍̅ = = = 22.66 Ω
5 5

Dan untuk menghitung ketidakpastiannya digunakan metode statistika sebagai nerikut:


∑|𝑍−𝑍̅|2 33.91
∆𝑍 = √ =√ = 2.91
(𝑛−1) 4

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 9


Sehingga nilai Impedansi dari percobaan dengan menggunkan inti besi adalah sebesar
Z = ( 22.66 2.91 ) Ω
Teori kesalahannya sebesar:

∆𝑍 2,91
× 100% = × 100% = 12,84%
𝑍 22,66

Grafik hubungan 𝑍 2 = f(𝑅 2) untuk umparan tanpa inti besi

Grafik dengan menggunakan origin:

B
Linear Fit of Data1_B

600

500
Y Axis Title

400

300

200

100

50 100 150 200 250 300 350 400 450 500


X axis title

Linear Regression for Data1_B:


Y=A+B*X

Parameter Value Error


------------------------------------------------------------
A 0,68206 44,08852
B 1,11371 0,15313
------------------------------------------------------------

R SD N P
------------------------------------------------------------

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 10


0,9728 48,42148 5 0,00536
Dari grafik diatas, maka diperoleh harga XL dari persamaan garis y=mx+C,
analogi dengan persamaan:

𝑍 2 = 𝑚(𝑅2 ) + 𝑋𝐿2

Dimana:

C = titik potong sumbu y dan analogi dengan XL

m = kemiringan garis

Sehingga berdasarkan grafik diatas diperoleh:

𝑍 2 = (1,11371 + 44,08852)R2 + (0,68206 ± 0,15313)

Dari persamaan diatas, didapatkan nilai reaktansi induktif (XL) sebesar

𝑋𝐿2 = (0,68206 ± 0,15313) Ω

𝑋𝐿 = (0,82587 ± 0,39131)Ω

Dengan persentasi kesalahan sebesar:


∆𝑋𝐿 0,39131
× 100% = × 100% = 47,38%
𝑋𝐿 0, ,82587

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 11


Grafik hubungan 𝑍 2 = f(𝑅 2) untuk kumparan dengan inti besi

B
Linear Fit of Data1_B
750

700

650

600
Y Axis Title

550

500

450

400

350

50 100 150 200 250 300 350 400 450 500


X axis title

Linear Regression for Data1_B:


Y=A+B*X

Parameter Value Error


------------------------------------------------------------
A 306,77475 12,51171
B 0,84779 0,04346
------------------------------------------------------------

R SD N P
------------------------------------------------------------
0,99608 13,74135 5 2,94197E-4

Dari grafik diatas, maka diperoleh harga XL dari persamaan garis y=mx+C,
analogi dengan persamaan:

𝑍 2 = 𝑚(𝑅2 ) + 𝑋𝐿2

Dimana:

C = titik potong sumbu y dan analogi dengan XL

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 12


m = kemiringan garis

Sehingga berdasarkan grafik diatas diperoleh:

𝑍 2 = (0,84779 + 0,04346)R2 + (306,77475 ± 12,51171)

Dari persamaan diatas, didapatkan nilai reaktansi induktif (XL) sebesar

𝑋𝐿2 =(306,77475 ± 12,51171) Ω

𝑋𝐿 = (17,51498 ± 3,53719)Ω

Dengsan persentasi kesalahan sebesar:

∆𝑋𝐿 3,53719
× 100% = × 100% = 20,19%
𝑋𝐿 17,51498

Dengan mengambil harga frekuensi PLN 50 Hz, dapat ditentukan nilai


induktansi diri untuk:

 Kumparan tanpa inti besi

X L  2fL

𝑋𝐿 0,82587
𝐿 = 2𝜋𝑓 = = 0,0026 𝐻
314

ketidakpastiannya sebesar

∆𝑋 0,39131
∆𝐿 = 2𝜋𝑓𝐿 = = 0,0012 𝐻
314

Persentasi kesalahannya sebesar:


∆𝐿 0,0012
× 100% = × 100% = 46,15%
𝐿 0,0026

 Kumparan dengan inti besi

X L  2fL

𝑋𝐿 17,51498
𝐿 = 2𝜋𝑓 = = 0,0557 𝐻
314

Dan ketidakpastian sebesar

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 13


∆𝑋 3,53719
∆𝐿 = 2𝜋𝑓𝐿 = = 0,0113𝐻
314

Teori kesalahannya sebesar:

∆𝐿 0,0113
× 100% = × 100% = 20,28%
𝐿 0,0557

E. Analisis
1. Eksperimen 1

Berdasarkan data hasil percobaan didapatkan nilai hambatan murni sebesar


𝑅𝑥 = (0,28 ± 0,079) Ω dengan presentasi kesalahan sebesar 28,21%. Nilai ini
didapatkan dari 5 data percobaan dengan hambatan bangku yang berbeda-beda
sehingga menghasilkan nilai 𝐿1 dan 𝐿2 ayng berbeda pula setiap percobaannya.

Dari hasil tersebut kami menilai bahwa nilai tersebut tidak cukup bagus karena
jika melihat data yang didapatkan dari hasil percobaan menunjukan ketidakcocokan.
Hal tersebut di tunjukan dengan perbedaan antara pertambahan hambatan dengan
panjang L1 dan L 2. Saat hambatan dinaikan sebesar 1 ohm, panjang L1 berubah
sebesar 2 cm. Namun pada percobaan selanjutnya, saat hambatan dinaikan sebesar 2,1
ohm perubahan panjang L1 tetap 2 cm. Kemudian saat hambatan dinaikan sebesar 1,4
ohm, perubahan panjang L1 hanya 1 cm. Namun pada percobaan yang lain saat
hambatan bertambah sebesar 1,4 ohm, perubahan panjang L1 mencapai 3 cm.

Itulah hal-hal yang menyebabkan data hasil percobaan tidak sesuai dengan
prediksi kami diawal. Dari hasil perhitungan pun, menunjukan bahwa hasilnya tidak
sesuai dengan prediksi diawal. Awalnya kami menduga bahwa hasilnya akan tetap.
Namun nyatanya hal tersebut tidak terjadi. Bahkan ada hasil pengolahan data yang 2
kali lipat dari hasil pengolahan data yang lainnya seperti yang ditujukan oleh hasil
pengolahan data pada percobaan ke 5 dan 3 atau 4.

Namun demikian, data yang kami olah merupakan data yang terbaik dari
beberapa kali percobaan, sehingga kami menilai bahwa hasil akhir dari pengolahan
data diatas merupakan nilai yang terbaik diantara nilai-nilai yang lainnya.

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 14


2. Eksperimen 2
a. Percobaan tanpa inti besi

Dengan melihat hasil dari percobaan, maka kami menilai bahwa hasil
percobaan kami belum cukup bagus. Hal tersebut terlihat dari besarnya persentasi
kesalahan pada reaktansi induktif yang di peroleh berdasarkan grafik tanpa
menggunakan inti besi yaitu sebesar 47,38%.

Kami juga melihat dari garis linear yang hanya mampu melewati 2 titik dari 5
titik dan jarak antar ketiga titik lainnya dengan garis linier cukup jauh. Hal tersebut
semakin menunjukan data yang didapatkan kurang sesuai dengan prediksi diawal.
Sedangkan menurut teori yang kami ketahui data yang baik adalah data yang jika
dituangkan pada grafik, garis linier akan melalui lebih dari setengah titik yang ada
pada grafik. Namun data yang kami dapatkan dan saat kami sajikan dalam bentuk
grafik tidak sesuai dengan teori pembuatan grafik.

b. Percobaan dengan inti besi

Dengan melihat hasil dari percobaan, maka kami menilai bahwa hasil
percobaan kami lebih baik dari percobaan sebelumnya yaitu percobaan tanpa
menggunakan inti besi. Hal tersebut terlihat dari besarnya persentasi kesalahan pada
reaktansi induktif dengan menggunakan inti besi yang di peroleh berdasarkan grafik
tanpa menggunakan inti besi yaitu sebesar 20,19%.

Kami juga melihat dari garis linear yang hanya mampu melewati 2 titik dari 5
titik, namun jarak antara ketiga titik lainnya dengan garis linier tidak terlalu jauh
sehingga grafik tersebut mendekati prediksi kami diawal percobaan. Sedangkan
menurut teori yang kami ketahui data yang baik adalah data yang jika dituangkan
pada grafik, garis linier akan melalui lebih dari setengah titik yang ada pada grafik.
Namun data yang kami dapatkan dan saat kami sajikan dalam bentuk grafik tidak
sesuai dengan teori pembuatan grafik.

Dari hasil kedua percobaan diatas, kami menilai bahwa ada pengaruh inti besi
terhadap besarnya nilai reaktansi induktif yang pada akhirnya berpengaruh pada nilai
induktansi diri. Sesuai dengan dasar teori bahwa besi merupakan sebuah bahan
konduktor yang baik sehingga berpengaruh terhadap fluks magnet. Semakin besar

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 15


nilai fluks magnet, maka semakin besar niali induktansi diri pada kumparan tersebut.
Dan dengan percobaan yang kami lakukan menunjukan bahwa percobaan dengan inti
besi memiliki nilai induktansi diri yang lebih besar dibandingkan dengan percobaan
tanpa menggunakan inti besi.

F. Kesimpulan
1. Eksperimen 1

Dengan menggunakan jembatan wheatstone: kami dapat menentukan harga


hambatan murni sebuah induktor. Jembatan wheatstone ini dapat memudahkan untuk
menyederhanakan rangkaian sehingga memudahkan dalam melakukan percobaan.

Dari hasil percobaan didapatkan nilai hambatan murni induktor sebesar 𝑅𝑥 = (0,28 ±
0,079)Ω

Namun, ketika akan menggunakan jembatan wheatstone, hanya galvanometer


saja yang dapat digunakan sebagai alat ukur pada rangkaian, sehingga tidak dapat
menggunakan alat yang lain.

2. Eksperimen 2
Berdasarkan data hasilpercobaan dan pengolahan data menggunakan metode
statistikdidapatkan:
 NilaiImpedansitanpaintibesisebesar (Z) = ( 16.09 5.21 ) Ω
Dengan persentasi kesalahan sebesar 32,38%
 NilaiImpedansidenganintibesisebesar (Z) = ( 22.66 2.91 ) Ω
Dengan persentasi kesalahan sebesar 12,84%

Berdasarkan data hasilpercobaan dan pengolahan data menggunakan metode


grafik didapatkan:

 Nilai reaktansi induktif tanpaIntiBesi

XL = (0,82578 ± 0,39131)Ω

Persentasi kesalahan sebesar 47,38%

 Nilai reaktansi induktif denganIntiBesi

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 16


XL = (17,51498 ± 3,53719)Ω

Persentasi kesalahan sebesar 20,19%

Berdasarkan data hasilpercobaan dan pengolahan data mensubstitusikan


reaktansi induktif didapatkan:
 Nilai induktansi diri tanpa ini besi

L = (0,0026 ± 0,0012)H

Persentase kesalahan sebesar 46,15%

 Nilai induktansi diri dengan inti besi

L = (0,0557 ± 0,0113)H

Persentase kesalahan sebesar 20,28%

Laporan Eksperimen Fisika Dasar II Page 17