Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

MURJI’AH

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
1. Nur Elis
2. Aryatmi
3. Elza Ulvianti
4. Akmal
5. Fika Armita

MAN 3 BONE
TAHUN AJARAN
2018/2019
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan
limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nyalah Penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga,
sahabat dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.
Penyusunan makalah Aliran Mur’jiah ini dibuat Penulis dalam rangka
memenuhi tugas. Dalam penulisan makalah ini Penulis menemui berbagai macam
hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan Penulis mengenai hal
yang berkenaan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnya
Penulis berterimakasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan limpahan
ilmu berguna kepada Penulis.
Segala sesuatu yang salah datangnya dari manusia dan seluruh hal yang benar
datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski
begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan
kritik yang membangun dari semua pihak sangat Penulis harapkan demi perbaikan
pada tugas-tugas selanjutnya. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi Penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis,

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ..............................................................................................i
KATA PENGANTAR ...............................................................................................ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .....................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Aliran Murji’ah .......................................................................................2
B. Tokoh-tokoh aliran Murji’ah................................................................................4
C. Doktrin-doktrin Aliran Murji’ah ..........................................................................4

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..........................................................................................................6
B. Saran ....................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aliran Murji’ah merupakan salah satu aliran yang dipelajari dalam Teologi
Islam.Munculnya aliran ini dilatarbelakangi oleh persoalan politik, yaitu soal khalifah
(kekhalifahan).Setelah terbunuhnya khalifah Usman ibn Affan, umat Islam terpecah
kedalam dua kelompok besar, yaitu kelompok Ali dan Mu’awiyah.Kelompok Ali lalu
terpecah pula kedalam dua golongan yaitu golongan yang setia membela Ali (disebut
Syiah) dan golongan yang keluar dari barisan Ali (disebut Khawarij).Ketika berhasil
mengungguli dua kelompok lainnya, yaitu Syiah dan Khawarij dalam merebut
kekuasaan, kelompok Mu’awiyah lalu membentuk dinasti Umaiyah.Syiah dan
Khawarij bersama-sama menentang kekuasaannya.Syiah menentang Mu’awiyah
karena menuduh Mu’awiyah merebut kekuasaan yang seharusnya milik Ali dan
keturunannya. Sementara itu Khawarij tidak mendukung Mu’awiyah karena ia dinilai
menyimpang dari ajaran Islam. Dalam pertikaian antara ketiga golongan tersebut,
terjadi ditengah-tengah suasana pertikaian ini, muncul sekelompok orang yang
menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam pertentangan politik yang
terjadi.Kelompok inilah yang kemudian berkembang menjadi golongan “Murji’ah”.

Dari paparan diatas kita dapat mengetahui latar belakang Murji’ah secara
umum dan lebih mendalami lagi tentang “Murji’ah” akan kami bahas pada bab
selanjutnya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah sejarah Aliran Murji’ah?


2. Siapasajakah tokoh-tokoh aliran Mur’jiah
3. Doktrin-doktrin apa saja yang terdapat pada Aliran Murji’ah?

C. Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui serta memehami tentang sejarah Aliran Murji’ah,tokoh-tokoh


aliran Murjiah, dan doktrin-doktrin Aliran Murji’ah.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Murji’ah
Sejak terjadinya ketegangan politik diakhir pemerintahan Utsman bin Affan,
ada sejumlah sahabat nabi yang tidak mau ikut campur dalam politik. Selanjutnya
ketika terjadi salah menyalahkan antara perselisihan pihak pendukung Ali dan pihak
penuntut bela kematian Utsman bin Affan, maka mereka bersikap irja’ yakni
menunda putusan siapa yang bersalah.
Menurut mereka biarlah Allah saja yang nantinya akan yang memutuskan siapa
yang bersalah diantara mereka yang tengah berselisih ini. Karena penundaan, semua
keputusan berada ditangan Allah SWT, serta senantiasa berharap Allah akan
mengampuni dosa-dosa pelaku dosa besar tersebut, kemudian mereka ini populer
dengan sebutan golongan atau aliran murji’ah yaitu orang yang mendapat putusan
para pelaku dosa besar sampai ada ketetapan dari Allah, dengan berharap bahwa
Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka itu. Pemimpin dari kaum murji’ah ini
adalah Hasan bin Bilal Al-Muzni, Abu Salad As Amman (meninggal 152 H),Tauban
dan Dhinar bin Umar.
Adapun hal-hal yang melatar belakangi kehadiran murji’ah antara lain:
 Adanya pertentangan pendapat aantara orang-orang syi’ah dan khawarij,
mengkafirkan pihak-pihak yang ingin merebut kekuasaan Ali dan mengkafirkan
orang-orang yang terlibat dan menyetujui adanya tahkim dalam perang shiffin.
 Adanya pendapat menyalahkan pihak Aisyiah, cs.yang menyebabkan pecahnya
perang shiffin.
 Adanya pendapat yang menyalahkan orang yang ingin merebut kekuasaan
Utsman ibnu Affan.
Kaum murji’ah lahir permulaan pada abad ke-1 Hijriah setelah melihat hal-hal di
bawah ini :
 Kaum syi’ah menyalahkan bahkan menghafirkan orang-orang yang merebut
pangkat khalifah dan saidina Ali ra.
 Kaum khawarij menghukunm kafir khalifah Mu’awiyah karena melawan pada
khalifah yang sah, yaitu saidina ‘Ali Ra, begitu juga kaum khawarij menghukum
kafir saidina ‘Ali Ra karena menerima tahkim dalam peperangan siffin.
 Kaum Mu’awiyah menyalahkan orang-orang pihak Ali karena memberontak
melawan saidina Utsman bin Affan Ra.

2
 Sebagian pengikut saidina Ali Ra menyatakan kesalahan atas sikap Ummul
Mukminin yaitu Siti Aisyah Ra, sikap sahabat Thalhah dan Zubair yang
menggerakkan perlawanan terhadap saidina Ali sehingga terjadi “peperangan
jamal”.
Kaum murji’ah berpendapat bahwa mukmin yang melakukan dosa besar
tersebut masih mukmin yaitu, mukmin yang berdosa tidak berubah menjadi kafir.
Orang mukmin yang melakukan dosa besar itu dianggap mengakui bahwa tiada
Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya. Dengan kata lain
bahwa orang mukmin sekalipun melakukan dosa besar masih tetap signifikansi.
Secara etimologi Murji’ah memiliki beberapa pengertian antara lain :
 Penundaan, menunda atau mengembalikan urusan mereka yang mukmin dan
melakukan dosa besar kemudian mati sebelum tobat kepada Allah.
 Penghargaan, orang mukmin yang berbuat dosa besar tidak kafir sebagai
penghargaan atas iman mereka kepada Allah.
 Penyerahan, menyerahkan segala urusan kepada Allah sebagai Dzat yang Maha
Tahu dan Maha Adil. Tidak ada yang berhak menghukumi seseorang selain
Allah.
 Menjadikan sesuatu di belakang, amal seseorang tidaklah penting dan tidak akan
mempengaruhi iman. Hal ini sebagaiman orang kafir yang beramal tidaklah
mempengaruhi pendustaan mereka kepada Allah (keimanan).
Menurut mereka penganut Murji’ah, masalah iman adalah urusan Allah. Dan
bukan urusan mereka yang perlu diperdebatkan. Selama ada kepercayaan kepada
Allah maka mereka dihukumi mukmin, meskipun dalam dzahirnya bertentangan dan
tidak menjalankan syari’at. Karena mereka yang kafir adalah mereka yang tidak kenal
Allah atau bodoh tentang-Nya. Bahkan jika mereka menjalankan ajaran agama lain,
bersujud pada berhala dan mengaku percaya pada trinitas. Mereka memisahkan amal
dan iman yang ada dalam hati (Al-Fashlu Baynal Amal Wa Al-Iman).
Hal ini sebagaimana amal yang dilakukan orang kafir tidak akan
mempengaruhi hati atau keimanan mereka.mengucapkan dua kalimat syahadat yang
menjadi dasar utama dari iman. Oleh karena itu orang tersebut masih tetap mukmin,
bukan kafir.
Pemikiran yang paling menonjol dari aliran ini ialah bahwa pelaku dosa besar
tidak dikatagori sebagai orang kafir, karena mereka masih memiliki keimanan dan
keyakinan dalam hati bahwa Tuhan mereka adalah Allah, Rasul-Nya adalah nabi
muhammad, serta Al-quran sebagai ajarannya.

3
B. Tokoh-tokoh Aliran dalam Murji’ah
Pemimpin utama Madzhab murji’ah ialah Hasan ibn Bilal Al Muzni, Abu Salat
As-Sammam dan Dirar ibn Umar. Untuk mendukung perjuangan pendapat Murji’ah
ini pada masa Umayyah telah muncul sebuah syair yang terkenal tetang i’tikad dan
keyakinan Murji’ah yang di gubah oleh Tsabiti Quthnah.
Dari segi politik, Murji’ah sangat menguntungkan pada khalifah, semasa Bani
Umaiyyah karena dengan dogma mereka dapat mencegah pemberontakan terhadap
pemerintah. Dalam proses perkembangan selanjutnya terjadi perpecahan dan
perbedaan pendapat, ada yang moderat ada pula yang ekstrim. Dalam Murji’ah tidak
terdapat aliran atau sekte dalam arti yang sebenarnya, yang ada hanya pendapat
pribadai yang didukung oleh orang lain.
Murji’ah yang moderat antara lain Hasan ibn Muhammad ibn Abi Thalib
antara lain berpendapat walau bagaimanapun besar dosanya, kemungkinan
pengampunan Tuhan masihada. Dan yang ekstrim antara lain Al-Jahmiyah,As-
Sahalihiyah, Al-Yunusiy .Al-Ubaidiyah dan Al-Hasaniyah.

C. Doktrin-Doktrin Murji’ah
Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral
atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. Itulah sebabnya,
kelompok murji’ah dikenal pula sebagai the queietists( kelompok bungkam).
sehingga membuat murji’ah selalu diam dalam persoalan politik.Adapun di bidang
teologi, doktrin irja dikembangkan Murji’ah ketika menanggapi persoalan-persoalan
teologis yang muncul pada saat itu. Pada perkembangan berikutnya, persoalan-
persoalan yang di tanggapinya menjadi semakin kompleks sehingga mencakup iman,
kufur, dosa besar dan ringan, tauhid, tafsir Al-Qur’an, eskatologi, pengampunan atas
dosa besar, kemaksuman nabi, hukuman atas dosa(punishment of sins), ada yang kafir
(infidel) dikalangan generasi awal islam, tobat (redress of wrongs).
Berkaitan dengan doktrin teologi murji’ah, W. Montgomery watt merincinya
sebagai berikut ;
a. Penangguhan keputusan terhadap Ali dan Muawiyah hingga Allah
memutuskannya di akhirat kelak.
b. Penangguhan Ali untuk menduduki ranking keempat dalam peringkat Al-khalifah
Ar-Rasyidun.
c. Pemberian harapan terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk memperoleh
ampunan dan rahmat dari Allah.

4
d. Doktrin-doktrin murji’ah menyerupai pengajaran (madzhab) para skeptic dan
empiris dari kalangan Helenis.
Masih berkaitan dengan doktrin teologi murji’ah, Harun Nasution
menyebutkan empat ajaran pokoknya, yaitu ;
a. Menunda hukuman atas Ali, Muawiyah, Amr bin Ash, dan Abu Musa Al-
Asy’ary yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat
kelak.
b. Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar.
c. Meletakkan ( pentingnya) iman dari pada amal.
d. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh
ampunan dan rahmat dari Allah.
sementara itu, Abu ‘A’ la Al-Maududi menyebutkan dua doktrin pokok ajaran
Murji’ah, yaitu ;
a. Iman adalah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Adapun amal atau
perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman. Berdasarkan hal
ini, seseorang tetap di anggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang di
fardhukan dan melakukan dosa besar.
b. Dasar keselamatan adalah iman semata. Selama masih ada iman di hati, setiap
maksiat tidak dapat mendatangkan madarat ataupun gangguan atas seseorang.
Untuk mendapatkan pengampunan, manusia cukup hanya dengan menjauhkan
diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid.

5
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan diatas bahwa aliran Murji’ah
yang terpenting dalam kehidupan beragama adalah aspek iman dan kemudian amal.
Jika seseorang masih beriman, berarti dia tetap mukmin, bukan kafir walaupun ia
melakukan dosa besar. Adapun hukuman bagi dosa besar itu terserah kepada Tuhan,
akan diampuni atau tidak. Dan dikatakan Murji’ah karena ada sekelompok orang
yang menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam pertentangan politik yang terjadi
antara Ali dan Mu’awiyah.

B. Saran
Pada hakikatnya semua aliran tersebut tidaklah keluar dari Islam, tetapi tetap
Islam.Dengan demikian tiap umat Islam bebas memilih salah satu aliran dari aliran-
aliran teologi tersebut, yaitu mana yang sesuai dengan jiwa dan pendapatnya.Hal ini
tidak ubahnya pula dengan kebebasan tiap orang Islam memilih madzab fikih mana
yang sesuai dengan jiwa dan kecenderungannya. Disinilah hikmah sabda Nabi
Muhammad SAW: “perbedaan paham dikalangan umatku membawa rahmat”.
Memang rahmat besarlah kalau kaum terpelajar menjumpai dalamIslam aliran-aliran
yang sesuai dengan jiwa dan pembawaannya, dan kalau pula kaum awam
memperoleh dalamnya aliran-aliran yang dapat mengisi kebutuhan rohaninya.

6
Daftar Pustaka

 Rozak, Abdul,2006.Ilmu Kalam,Bandung : CV.Pustaka Setia.hal:56-61


 http://muhsansyaif.wordpress.com/2011/03/25/aqidah-akhlak/
 Nasution, Harun. 2010. Teologi Islam. Jakarta: UI-Press
 http.//muhsansyaif.wordpress.com/2011/03/25/aqidah akhlak/
 http://makalahqwahyu.blogspot.com/2016/07/makalah-ilmu-kalam-aliran-
murjiah.html