Anda di halaman 1dari 21

PELAPORAN KORPORAT

PELAPORAN KEUANGAN ETAP DAN NIRLABA

OLEH:
KELOMPOK 3

1. I GEDE SUYADNYA 1707612006


2. PUTU RISKA AMANDA DEWI 1707612008
3. LUH PUTRI SWANDEWI 1707612011

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
I. PELAPORAN KEUANGAN ETAP DAN NIRLABA

 PELAPORAN KEUANGAN ETAP

Standar Akuntansi untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)


disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI dan diterbitkan pada
bulan Juli 2009. SAK ETAP ini berlaku secara efektif untuk penyusunan
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 dan
penerapan dini diperkenankan.

Standar Akuntansi yang berbasis IFRS (SAK Umum) ditujukan bagi entitas
yang mempunyai tanggung jawab publik signifikan dan entitas yang banyak
melakukan kegiatan lintas negara. SAK umum tersebut rumit untuk dipahami
serta diterapkan oleh sebagian besar entitas usaha di Indonesia yang berskala
kecil dan menengah. Dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak
kemudahan untuk suatu entitas dibandingkan dengan SAK Umum yang
ketentuan pelaporannya lebih kompleks.

Sesuai dengan ruang lingkup SAK ETAP, maka standar ini dimaksudkan untuk
digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas
publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik
signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi
pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak
terlibat langsung dalam pengelola usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat
kredit.

Namun, entitas yang mempunyai tanggung jawab publik signifikan dapat juga
menggunakan SAK ETAP apabila diizinkan oleh regulator. Contohnya adalah
Bank Perkreditan Rakyat yang telah diizinkan oleh Bank Indonesia
menggunakan SAK ETAP mulai 1 Januari 2010 sesuai dengan SE No.
11/37/DKBU tanggal 31 Desember 2009.

SAK ETAP diterbitkan sebagai solusi dari beberapa masalah berikut:

i. PSAK-IFRS based sulit diterapkan bagi perusahaan menengah dan


kecil mengingat ketentuan fair value memerlukan biaya yang tidak
murah
ii. PSAK-IFRS rumit dalam implementasinya misal seperti PSAK 50
dan PSAK 55 meskipun sudah disahkan tahun 2006 namun tertunda
dalam implementasinya bahkan sampai tahun 2010 telah keluar lagi
revisi dari PSAK 50 ini
iii. PSAK-IFRS menggunakan principle based sehingga membutuhkan
banyak professional judgement
iv. PSAK-IFRS memerlukan dokumentasi dan IT yang kuat

Dengan diterbitkannya SAK ETAP diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai


berikut

1. SAK ETAP membuat perusahaan kecil, menengah, mampu


untuk menyusun laporan keuangannya sendiri, dapat diaudit
dan mendapatkan opini audit sehingga dapat menggunakan
laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari
Bank) untuk pengembangan usaha.

2. Lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK-IFRS sehingga


lebih mudah dalam implementasinya

3. Tetap memberikan informasi yang handal dalam penyajian laporan


keuangan.

 PELAPORAN KEUANGAN NIRLABA


Karakterisitik entitas nirlaba berbeda dengan entitas bisnis. Perbedaan utama
yang mendasar terletak pada cara entitas nirlaba memperoleh sumber daya
yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Entitas
nirlaba memperoleh sumber daya atau manfaat ekonomi yang sebanding
dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Sebagai akibat dari karakteristik
tersebut, dalam entitas nirlaba timbul transaksi tertentu yang jarang atau
bahkan tidak pernah terjadi dalam entitas bisnis, misalnya penerimaan
sumbangan. Namun demikian, dalam praktik entitas nirlaba sering tampil
dalam berbagai bentuk, sehingga sering kali sulit dibedakan dengan entitas
bisnis pada umumnya. Pada beberapa bentuk entitas nirlaba, meskipun tidak
ada kepemilikan, entitas nirlaba tersebut mendanai kebutuhan modalnya dari
utang dan kebutuhan operasinya dari pendapatan atas jasa yang diberikan
kepada publik. Akibatnya, pengukuran jumlah, saat, dan kepastian arus kas
masuk menjadi ukuran kinerja penting bagI pengguna laporan keuangan,
seperti kreditur dan pemasok dana lain. Entitas tersebut memiliki karakteristik
yang tidak jauh berbeda dengan entitas bisnis pada umumnya.

Pengguna laporan keuangan memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda


dengan entitas bisnis, yaitu untuk menilai:
1. Jasa yang diberikan oleh entitas nirlaba dan kemampuannya untuk terus
memberikan jasa tersebut;
2. Cara manajer melaksanakan tanggung jawab dan aspek kinerjanya.

Kemampuan entitas nirlaba untuk memberikan jasa dikomunikasikan melalui


laporan posisi keuangan yang menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas,
aset neto, dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut.
Laporan ini menyajikan secara terpisah asset neto baik yang terikat maupun
yang tidak terikat penggunaannya. Pertanggungjawaban manajer mengenai
kemampuannya mengelola sumber daya entitas nirlaba yang diterima dari para
pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali disajikan
melalui laporan aktivitas dan laporan arus kas. Laporan aktivitas menyajikan
informasi mengenai perubahanyang terjadi dalam kelompok aset neto.

1.2.2 Tujuan
PSAK 45 bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba.
Dengan adanya pedoman pelaporan, diharapkan laporan keuangan entitas
nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya
banding yang tinggi.
1.2.3 Ruang Lingkup
PSAK 45 berlaku bagi laporan keuangan yang disajikan oleh entitas
nirlaba yang memenuhi karakteristik sebagai berikut:
a. Sumber daya entitas nirlaba berasal dari pemberi sumber daya yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding
dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
b. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan
jika entitas nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan
kepada pendiri atau pemilik entitas nirlaba tersebut.
c. Tidak ada kepemilikan seperti umumnya pada entitas bisnis, dalam arti
bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau
ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi
pembagian sumber daya entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran
entitas nirlaba.

PSAK 45 dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah dan unit sejenis lain
sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Laporan keuangan untuk entitas nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan,
laporan aktiitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan
keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk entitas bisnis pada
umumnya
PSAK 45 menetapkan informasi dasar tertentu yang disajikan dalam laporan
keuangan entitas nirlaba. Pengaturan yang tidak diatur dalam Pernyataan ini
mengacu pada SAK atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak memiliki
akuntabilitas publik signifikan.

1.2.4 Definisi
Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK 45:
a. Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang
ditetapkan oleh pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran
kembali agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi
entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua
penghasilan atau manfaat ekonomi lain yang berasal dari sumber daya
tersebut.
b. Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh
pemberi sumber daya tidak mengharapkan pembayaran kembali yang
menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode
tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.
c. Sumber daya terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk
tujuan tertentu oleh pemberi sumber daya yang tidak mengaharapkan
pembayara kembali. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau
temporer.
d. Sumber daya tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak
dibatasi untuk tujuan tertentu oleh pemberi sumber daya yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali.

1.2.5 Tujuan Laporan Keuangan


Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan
untuk memenuhi kepentingan pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan
pembayaran kembali, anggota, kreditur, dan pihak lain yang menyediakan
sumber daya bagi entitas nirlaba.
Pihak pengguna laporan keuangan memiliki kepentingan bersama dalam rangka
menilai:
a. Jasa yang diberikan oleh entitas nirlaba dan kemampuannya untuk terus
memberikan jasa tersebut;
b. Cara manajer melaksanakan tanggung jawab dan aspek lain dari
kinerjanya. Secara rinci, tujuan laporan keuangan, termasuk catatan atas
laporan keuangan, adalah untuk menyajikan informasi mengenai:
 Jumlah dan sifat aset, liabilitas, dan aset neto entitas nirlaba;

 Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah nilai dan sifat
aset neto;
 Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam
satu periode dan hubungan antar keduanya;
 Cara entitas nirlaba mendapatkan dan membelanjakan kas,
memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman, dan faktor lain
yang berpengaruh terhadap likuiditasnya;
 Usaha jasa entitas nirlaba. Setiap laporan keuangan menyediakan
informasi yang berbeda, dan informasi dalam laporan keuangan
biasanya melengkapi informasi dalam laporan keuangan yang
lain.

1.2.6 Laporan Keuangan Entitas Nirlaba


Laporan keuangan entitas nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada
akhir periode laporan, laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk suatu
periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan.

a. Laporan Posisi Keuangan


b.
1) Tujuan Laporan Posisi Keuangan
Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi
mengenai aset, liabilitas, dan aset neto serta informasi mengenai hubungan di
antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi dalam laporan
posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan, dan informasi dalam
laporan keuangan lain dapat membantu pemberi sumber daya yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali, anggota, kreditur, dan pihak lain untuk
menilai:
a) Kemampuan entitas nirlaba untuk memberikan jasa secara berkelanjutan; dan
b) Likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi
kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal. Laporan posisi keuangan
mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan totalaset,
liabilitas, dan aset neto.
2) Klasifikasi Aset dan Liabilitas
Laporan posisi keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan,
menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas, fleksibilitas
keuangan, dan hubungan antara aset dan liabilitas. Informasi tersebut
umumnya disajikan dengan pengumpulan aset dan liabilitas yang memiliki
karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. Sebagai
contoh, entitas nirlaba biasanya melaporkan masing-masing unsur aset dalam
kelompok yang homogen, seperti:
a) Kas dan setara kas;
b) Piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain;
c) Persediaan;

d) Sewa, asuransi, dan jasa lain yang dibayar di muka;


e) Instrumen keuangan dan investasi jangka panjang;
f) Tanah, gedung, peralatan, serta aset tetap lain yang digunakan untuk
menghasilkan barang dan jasa.
Kas atau aset lain yang dibatasi penggunaannya oleh pemberi sumber daya
yang tidak mengharapkan pembayaran kembali disajikan terpisah dari kas atau
aset lain yang tidak terikat penggunaannya. Informasi likuditas diberikan
dengan cara sebagai berikut:
a) Menyajikan aset berdasarkan urutan likuiditas, dan liabilitas
berdasarkan tanggal jatuh tempo;
b) Mengelompokkan aset ke dalam kelompok lancar dan tidak lancar,
dan liabilitas ke dalam kelompok jangka pendek dan jangka panjang;
c) Mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aset atau saat jatuh
tempo liabilitas, termasuk pembatasan penggunaan aset, dalam catatan
atas laporan keuangan.
3)Klasifikasi Aset Neto Terikat atau Tidak Terikat
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masing-masing kelompok aset neto
berdasarkan pada ada atau tidaknya pembatasan oleh pemberi sumber daya yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali, yaitu: terikat secara permanen, terikat secara temporer,
dan tidak terikat.Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau
temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan
atau dalam catatan atas laporan keuangan.Pembatasan permanen terhadap aset, seperti
tanah atau karya seni, yang diberikan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk
dijual; atau aset yang diberikan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara
permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset neto yang
penggunaannya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan
keuangan. Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atau wakaf
dan warisan yang menjadi dana abadi.Pembatasan temporer terhadap sumber daya berupa
aktivitas operasi tertentu; investasi untuk jangka waktu tertentu; penggunaan selama periode
tertentu dimasa depan; atau pemerolehan asset tetap; dapat disajikan sebagai unsur terpisah
dalam kelompok aset neto yang penggunaannyadibatasi secara temporer atau disajikan
dalam catatan atas laporan keuangan. Pembatasan temporer oleh pemberi sumber daya yang
tidak mengharapkan pembayaran kembali dapatberbentuk pembatasan waktu atau
pembatasan penggunaan, atau keduanya.Aset neto tidak terikat umumnya meliputi
pendapatan dari jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil investasi,
dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan
tersebut. Batasan terhadap penggunaan aset neto tidak terikat dapat berasal sifat entitas nirlaba.
Informasi mengenai batasan tersebut umumnya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

II. PERBEDAAN STANDAR AKUNTANSI UNTUK ETAP DENGAN IFRS


No Elemen SAK Berbasis IFRS SAK ETAP
1 Unsur-unsur laporan  Laporan posisi keuangan  Neraca
keuangan  Laporan laba rugi komprehensif  Laporan laba rugi
 Laporan perubahan ekuitas  Laporan perubahan ekuitas
 Laporan arus kas  Catatan atas laporan keuangan
 Catatan atas laporan keuangan (terdapat perbedaan nama
unsur-unsur laporan
keuangan)

2 Neraca  Pos minimal yang disajikan  Pos minimal yang disajikan


banyak lebih sedikit
 Pengungkapan banyak  Pengungkapan lebih
sederhana

3 Laporan laba rugi  Laba rugi dan pendapatan  Laba rugi


 Pos minimal lebih sedikit
komprehensif lain
 Pos minimal banyak

4 Laporan perubahan  Pos minimal banyak  Pos minimal lebih sedikit


ekuitas  Pengungkapan distribusi dividend  Tidak ada pengungkapan
an dividen persaham distribusi dividen
 Tidak diperkenankan penyajian  Laporan perubahan ekuitas
alternatif dan saldo laba dapat
menggantikan laporan laba
rugi dan laporan perubahan
ekuitas

5 Laporan arus kas  Arus kas operasi disajikan dengan  Arus kas operasi disajikan
metode langsung atau tidak dengan metode tidak langsung
 Arus kas bunga & dividen,
langsung
 Arus kas valas, bunga dan pajak penghasilan, dan
dividen, pajak penghasilan,
transaksi nonkas
investasi pada entitas anak,  Tidak ada penyajian kas yang
dibatasi
ventura bersama & entitas
asosiasi, perubahan kepemilikan,
dan transaksi nonkass
 Kas yang dibatasi

6 Catatan atas laporan  Kebijakan akuntansi  Kebijakan akuntansi


keuangan  Sumber estimasi ketidakpastian  Sumber estimasi
 Modal ketidakpastian
 Dividen dan informasi umum
entitas

7 Laporan keuangan  Peraturan dalam PSAK 4  Tidak menyusun laporan


konsolidasi dan laporan keuangan konsolidasi
keuangan tersendiri
8 Kebijakan akuntansi  Pemilihan kebijakan akuntansi  Pemilihan kebijakan akuntansi
 PSAK serupa  Bagian SAK serupa
 Conceptual framework  Conceptual framework
 Other pronouncements, literature  Other pronouncements,
dan praktik literature dan praktik
 Dampak penerapan PSAK yang  Tidak ada
akan berlaku

9 Instrument keuangan  Terdapat pengaturannya dalam  Efek yang diperdagangkan


PSAK 50/55 (marketable securities)
- Diukur pada nilai wajar - Diperdagangkan
- Tersedia untuk dijual
melalui laporan laba rugi
- Dimiliki hingga jatuh
- Tersedia untuk dijual
- Dimiliki hingga jatuh tempo tempo
- Pinjaman yang diberikan dan  Maksud
piutang
 Maksud dan kemampuan

10 Persediaan  Biaya perolehan atau nilai  Sama


 Sama
realisasi neto (mana lebih rendah)
 Tidak ada
 FIFO dan rata-rata tertimbang
 Persediaan pialang pedagang  Sama
komoditi menggunakan fair value
 Persediaan pemberian jasa

11 Investasi pada entitas  Metode ekuitas  Metode biaya


asosiasi
12 Investasi pada join  Pengendalian bersama operasi  Pengendalian bersama operasi
venture  Pengendalian bersama aset  Pengendalian bersama aset
 Pengendalian bersama entitas  Pengendalian bersama entitas
- Metode ekuitas atau - Metode biaya
proporsional konsolidasi

13 Investasi pada entitas  Pengendalian, termasuk entitas  Pengendalian, tidak mengatur


anak bertujuan khusus entitas bertujuan khusus
 Metode ekuitas dan harus  Metode ekuitas dan tidak
dikonsolidasikan dikonsolidasikan

14 Properti investasi dan  Properti investasi  Properti investasi


- Model biaya - Model biaya
aset tetap
- Model nilai wajar  Aset tetap
 Aset tetap - Model biaya (revaluasi
- Model biaya
harus mendapat ijin
- Model revaluasi
pemerintah)

15 Aset tidak berwujud  Bersal dari internal dan eksternal  Berasal dari eksternal
 Umur manfaat terbatas dan tidak  Umur manfaat terbatas
 Tidak ada goodwill
terbatas
 Model biaya
 Goodwill
 Model biaya dan model revaluasi

16 Sewa  Perjanjian sewa dan perjanjian  Perjanjian sewa


 Klasifikasi sewa: indicator
mengandung sewa
 Klasifikasi swa: indicator dan yang tidak perlu judgment:
- Pengalihan aset
situasi yang memerlukan
- Opsi beli
judgment. Sewa modal jika terjadi - Min 75% umur ekonomis
- Min 90% nilai wajar
perpindahan risiko dan manfaat
- Aset bersifat khusus
 Jual dan sewa-balik (sale and
 Tidak ada sale and leaseback
leaseback)  Tidak ada lease and sublease
 Sewa dan sewa lanjut (lease and
sublease)

17 Kewajiaban diestimasi  PSAK 57  Hanya penggunakan istilah


(provisi), aset yang berbeda, SAK ETAP
kontijensi dan masih menggunakan istilah
kewajiaban kontijensi kewajiban diestimasi bukan
provisi

18 Biaya pinjaman  Dikapitalisasi  Dibebankan


19 Penurunan nilai  Intrumen keuangan: incrurred  Pinjaman yang diberikan dan
loss piutang: expected loss (aging
 Goodwill dan aset tidak berwujud schedule)
dengan umur manfaat tidak  Diamortisasi
 Selisih nilai buku dan nilai
terbatas
 Persediaan realisasi bersih
 Aset lain  Selisih nilai buku dan nilai
jual dikurangi dengan biaya
menjual

20 Imbalan kerja  Imbalan kerja jangka pendek  Imbalan kerja jangka pendek
 Imbalan pasca kerja  Imbalan pasca kerja,
 Imbalan kerja jangka panjang perhitungan lebih sederhana
lainnya  Imbalan kerja jangka panjang
 Pesangon pemutusan kerja lainnya
 Imbalan berbasis saham  Pesangon pemutusan kerja
 Tidak ada imbalan berbasis
saham

21 Pajak penghasilan  Konsep pajak tangguhan  Konsep pajak terutang (tax


(deferred tax concept) liability concept)
 Laba fiskal dan laba akuntansi  Laba fiskal
 Aset dan liabilitas pajak  Utang pajak
tangguhan

22 Mata uang pelaporan  Rupiah atau mata uang asing  Rupiah atau mata uang asing

23 Transaksi valas  Kurs tanggal transaksi  Kurs rata-rata bulanan


(mingguan)
III. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI UNTUK ETAP

A. Isi dari SAK ETAP dapat dilihat pada tabel berikut.


Bab Bab
1 Ruang Lingkup 16 Aset Tidak Berwujud
2 Konsep dan Prinsip Pervasif 17 Sewa
3 Penyajian Laporan Keuangan 18 Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi
4 Neraca 19 Ekuitas
5 Laporan Laba Rugi 20 Pendapatan
6 Laporan Perubahan Ekuitas 21 Biaya Pinjaman
7 Laporan Arus Kas 22 Penurunan Nilai Aset
8 Catatan atas Laporan Keuangan 23 Imbalan Kerja
9 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Kebijakan 24 Pajak Penghasilan
Akuntansi dan Koreksi Kesalahan
10 Investasi pada Efek Tertentu 25 Mata Uang Pelaporam
11 Persediaan 26 Transaksi dalam Mata Uang Asing
12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas 27 Peristiwa setalah Akhir Periode
Anak Pelaporan
13 Investasi pada Joint Venture 28 Pengungkapan Pihak-pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa
14 Propoerti Investasi 29 Ketentuan Transisi
15 Aset Tetap 30 Tanggal Efektif

Ruang Lingkup SAK ETAP


• SAK ETAP dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (ETAP), yaitu entitas yang:

 Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan

 Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna


eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak
terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur dan lembaga
pemeringkat kredit

• Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan apabila:

 Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses


pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain
untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau

 Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok


besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau
pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

• Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan


SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan
penggunaan SAK ETAP. Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Laporan Keuangan Lengkap suatu entitas meliputi:

a) Neraca;
b) Laporan Laba Rugi;
c) Laporan Perubahan Ekuitas yang juga menunjukkan:
i. Seluruh perubahan dalam ekuitas
ii. Perubahan ekuitas selain perubahan yang timbul dari transaksi
dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;
d) Laporan Arus Kas; dan
e) Catatan Atas Laporan Keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi
yang siginifikan dan informasi penjelasan lainnya

NERACA
Neraca menyajikan aset, kewajiban dan ekuitas entitas pada suatu tanggal tertentu-
akhir periode pelaporan. Neraca minimal mencakup pos-pos berikut:

a) kas dan setara kas,

b) piutang usaha dan piutang lain-lain,

c) persediaan,

d) properti investasi,

e) aset tetap,

f) aset tidak berwujud,

g) utang usaha dan utang lainnya,

h) aset dan kewajiban pajak,

i) kewajiban diestimasi

j) ekuitas.

SAK ETAP tidak menentukan format atau urutan terhadap pos-pos yang disajikan.

Klasifikasi Aset dan Kewajiban


Entitas harus menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar, kewajiban jangka pendek dan
kewajiban jangka panjang sebagai suatu klasifikasi yang terpisah dalam neraca kecuali jika
penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang andal dan lebih relevan. Jika
pengecualian tersebut diterapkan maka semua aset dan kewajiban harus disajikan berdasarkan
likuiditasnya

Aset Lancar

• Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika:

– diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau


digunakan, dalam jangka waktu siklus operasi normal entitas;

– dimiliki untuk diperdagangkan;

– diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan setelah


akhir periode pelaporan; atau

– berupa kas atau setara kas, kecuali jika dibatasi penggunaannya dari
pertukaran atau digunakan untuk menyelesaikan kewajiban
setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

• Aset lainnya diklasifikasikan sebagai


aset tidak lancar Kewajiban Jangka Pendek
 Entitas mengklasifikasikan kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek jika:

– diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi


entitas;

– dimiliki untuk diperdagangkan;

– kewajiban akan diselesaikan dalamjangka waktu 12 bulan setelah


akhir periode pelaporan; atau

– entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian


kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

 Entitas mengklasifikasikan semua kewajiban lainnya sebagai


kewajiban jangka panjang. Informasi yang disajikan di neraca atau Catatan
atas Laporan Keuangan
 Kelompok aset tetap;

 Jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yang memiliki hubungan


istimewa, pelunasan dipercepat dan jumlah lainnya;

 Rincian persediaan

 Kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya

 Kelompok ekuitas seperti:

o Modal disetor

o Tambahan modal disetor

o Saldo laba
o Pendapatan dan beban yang langsung diakui ke ekuitas

 Entitas yang berbentuk Perseroan Terbatas, juga mengungkapkan:

o jumlah modal dasar


o jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh
o nilai nominal saham
o ikhtisar perubahan jumlah saham beredar
o hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis
saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali
atas modal

LAPORAN LABA RUGI

 Menyajikan laporan laba rugi suatu periode tertentu yang menunjukan


kinerja keuangan selama periode tersebut
 Minimal mencakup pos-pos sebagai berikut:
– pendapatan
– beban keuangan
– bagian laba atau rugi investasi yang menggunakan metode ekuitas
– beban pajak
– laba atau rugi neto
 Entitas tidak boleh menyajikan atau mengungkapkan pos pendapatan dan
beban sebagai “pos luar biasa”, baik dalam laporan laba rugi maupun dalam
catatan atas laporan keuangan

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

 Menyajikan laba atau rugi entitas untuk suatu periode, pos pendapatan dan
beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut,
pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui
dalam periode tersebut dan jumlah investasi oleh dan dividen dan distribusi
lain ke, pemilik ekuitas selama periode tersebut
 Menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:
– Laba rugi tahun berjalan
– Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas
– Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan
– Rekonsiliasi jumlah tercatat awal dan akhir periode dari komponen ekuitas

LAPORAN ARUS KAS

• Menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas yang
menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari
aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

• Klasifikasi

– Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan dan


aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan.

– Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka


panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas

– Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan


dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan

• Aktivitas operasi hanya dapat disajikan secara tidak langsung.

• Bunga dan dividen harus diungkap secara terpisah secara konsisten sebagai
aktivitas operasi, investasi atau pendanaan.

• Pajak penghasilan diungkapkan terpisah sebagai aktivitas operasi kecuali


dapat secara spesifik diidentifikasi sebagai aktivitas investasi atau
pendanaan.

• Transaksi non kas tidak dapat disajikan dalam laporan arus kas.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

 Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan


kebijakan akuntansi tertentu, mengungkapkan informasi yang disyaratkan
dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan,
memberikan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan
keuangan tetapi relevan untuk memahami laporan keuangan
 Urutan penyajian catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut.
– Pernyataan kepatuhan sesuai SAK ETAP
– Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan
– Informasi yang mendukung pos-pos yang disajikan dalam laporan
keuangan, sesuai dengan urutan penyajian dalam laporan keuangan
– Pengungkapan lain
DAFTAR REFERENSI

www.academia.edu/34228870/PELAPORAN_KEUANGAN_ETAP_DAN_NIRLABA

http://www.academia.edu/34228870/pelaporan_keuangan_ETAP_dan_NIRLABA