Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang
berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi
merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Degan adanya penjelasan UUD
1945 pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional.
Koperasi merupakan badan usaha yang amat sangat istimewa, badan usaha yang memikirkan
nasib bersama bukan hanya pemimpinnya, yang bertanggung jawab untuk mencapai
tujuannya yaitu kesejahteraan bersama, namun jika semua itu dilandaskan pada prinsip yang
kuat akan perkoperasian, dan semua anggota juga berdedikasi untuk kepentingan bersama
bukan hanya kepentingan pribadi.
Istilah Koperasi Simpan Pinjam merupakan nama yang sudah begitu terkenal, akan
tetapi tidak untuk Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah atau KJKS atau yang sekarang disebut
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). KJKS atau KSPPS atau BMT
memiliki dimensi yang berbeda dari koperasi simpan pinjam konvensional. Nama-nama
tersebut (KJKS atau KSPPS atau BMT) muncul sejak digulirkannya konsep ekonomi
syari’ah. Perkembangan ekonomi syari’ah di dunia dan juga Indonesia yang notabene
memiliki jumlah penduduk muslim sangat tinggi disambut oleh pelaku bisnis jasa keuangan
dengan mendirikan bank syari’ah. Di tingkat mikro BMT mulai bermunculan sejak tahun
1994. Lembaga ini telah banyak berkiprah dalammenggerakkan ekonomi mikro masyarakat
Indonesia.
B. Rumusan Masalah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Koperasi Syariah
Koperasi yang berbasis islam di Indonesia telah ada sejak adanya SDI (Serikat
Dagang Islam) di Solo, Jawa Tengah. Serikat dagang islam selanjutnya menjadi serikat islam
yang cenderung bernuansa politik. Setelah SDI mengosentrasikan perjuangannya di bidang
politik, koperasi syariah tidak terdengar lagi di Indonesia. Baru sekitar tahun 1990 koperasi
syariah mulai muncul lagi di Indonesia.
Kelahiran koperasi syariah di Indonesia dilandasi oleh keputusan menteri (kepmen)
koperasi dan ukm republik Indonesia Nomor 91/Kep/M.KUKM/IX/2004 tanggal 10
september 2004 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha koperasi jasa keuangan
syariah. Keputusan menteri ini memfasilitasi berdirinya koperasi syariah menjadi koperasi
jasa keuangan syariah (KJKS) atau unit jasa keuangan syariah (UJKS).
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seseorang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi jasa keuangan syariah yaitu koperasi yang kegiatan usahanya bergerak
dibidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi ahsil (syariah)
Unit jasa keuangan syariah yaitu unit koperasi yang bergerak dibidang usaha
pembiayaan, investasi dan simpanan dengan pola bagi hasil (syariah) sebagai bagian dari
kegiatan koperasi yang bersangkutan1
B. Tujuan Koperasi Syariah
1. untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan kesejahteraan masyarakat dan ikut
serta dalam membangun perekonomian Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Allh berfirman :
“hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu
musuh nyata bagimu”. (Q.S Al baqarah:168)
“apabila telah ditunaikan sholat. maka bertebaranlah di muka bumi, dan carilah karunia
allah dan ingat Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S Al Jumu’ah :10)

1
Djoko Muljono, Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah, ( Yogayakarta: Andi Offset, 2015), hal. 473
2. menciptakan persaudaraan dan keadilan sesama anggota:
Allah berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki serta seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi
maha mengenal”. (Q.S Al Hujarat (49) : 13)