Anda di halaman 1dari 7

TUGAS OBAT TRADISIONAL FITOFARMAKA

PARAMETER NON SPESIFIK

DISUSUN OLEH
JOSUA KOIREWA 1804019029

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2018
Kadar air adalah sejumlah air yang terkandung di dalam suatu benda, seperti tanah (yang disebut
juga kelembaban tanah), bebatuan, bahan pertanian, dan sebagainya. Kadar air digunakan secara
luas dalam bidang ilmiah dan teknik dan diekspresikan dalam rasio, dari 0 (kering total) hingga
nilai jenuh air di mana semua pori terisi air. Nilainya bisa secara volumetrik ataupun gravimetrik
(massa), basis basah maupun basis kering. Analisa kadar air dalam bahan pangan penting untuk
bahan pangan segar dan olahan. Analisa sering menjadi tidak sederhana karena air dalam bahan
pangan berada dalam bentuk terikat secara fisik atau kimia dengan komponen bahan pangan
lainnya sehingga sulit memecahkan ikatan-ikatan air tersebut. Hal ini mengakibatkan sulit
memperoleh ketelitian analisis yang tinggi sehingga berkembanglah berbagai metode analisis air.

Metode gravimetri (pengeringan dengan oven)

Dilakukan dengan cara mengeluarkan air dari bahan dengan proses pengeringan dalam oven (oven
udara atau oven vakum, hal ini berdasarkan tekanan yang digunakan saat pengeringan). Ada dua
macam metode gravimetri yaitu metode oven udara dan metode vakum. Berikut penjelasannya.

Metode oven udara

Paling banyak dan sering digunakan. Metode ini didasarkan atas berat yang hilang sehingga
sampel seharusnya mempunyai kestabilan panas yang tinggi dan tidak mengandung komponen
yang mudah menguap. Air dikeluarkan dari bahan pada tekanan udara (760 mmHg) sehingga air
menguap pada suhu 1000C yaitu sesuai titik didihnya.

Oven yang digunakan umumnya dipanaskan dengan listrik atau dengan pemanas inframerah yang
dilengkapi dengan neraca analitik yang terpasang didalamnya.
Analisa kadar air dengan oven berpemanas infrared dapat dilakukan dengan cepat (untuk analisis
kadar air rutin), tidak mengakibatkan kenaikan suhu berlebihan pada sampel.

Radiasi infrared mempunyai kekuatan penetrasi yang kuat sehingga air dalam bahan dapat
diuapkan pada suhu tidak lebih dari 700C. Pada oven berpemanas listrik, air pada bahan dapat
diuapkan pada suhu 1000C.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi analisa air dengan metode oven yaitu
penimbangan contoh/bahan, kondisi oven, pengeringan contoh, dan perlakuan setelah
pengeringan. Beberapa faktor yang mempengaruhi yang berkaitan dengan kondisi oven adalah
fluktuasi suhu, kecepatan aliran, serta kelembaban udara dalam oven.

Metode distilasi azeotropik


Metode distilasi azeotropik yang dapat diterapkan ada dua, yaitu distilasi langsung dan distilasi
azeotropik :

Distilasi langsung
Air diuapkan dari pelarut (menarl) yang imisibel atau tidak dapat bercampur dengan air yang
mempunyai titik didih tinggi. Alat yang digunakan adalah alat distilasi. Selama pemanasan, air
yang menguap dikondensasi, lalu ditampung dalam gelas ukur dan ditentukan volume airnya untuk
mengukur kadar air.

Distilasi azeotropik
Air diuapkan bersama-sama dengan pelarut yang sifatnya imisibel pada perbandingan yang tetap.
Tiga jenis pelarut yang sering digunakan adalah toluena, xilena (dimetil benzena), dan
tetrakloroetilena. Toluena paling banyak digunakan. Toluena dan xilena memiliki berat jenis lebih
rendah dari air, berat jenis toluena 0,866 g/ml, xilena 0,866-0,87 g/ml. Tetrakloroetilena
mempunyai berat jenis lebih tinggi dari air 1,62 g/ml. Penggunaaan pelarut yang mempunyai berat
jenis lebih ringan dari air bertujuan agar air berada di bagian bawah gelas penampung sehingga
pengukuran volume lebih mudah. Penggunaan pelarut dengan berat jenis lebih tinggi akan
menyulitkan pengukuran volume air (akan terbentuk dua meniskus sehingga ketelitian data
kurang).
Pada kondisi biasa, titik didih air dan toluen akan bersama-sama menguap pada suhu 850C dengan
perbandingan air toluen = 20:80. Uap air dan pelarut dikondensasi, oleh karena air dan toluen tidak
dapat bercampur maka setelah kondensasi air dan toluen akan terpisah sehingga volume air dapat
ditentukan.

Keuntungan metode ini adalah kadar air ditetapkan langsung dan hasil akhir merupakan nilai kadar
air yang nyata dan bukan karena kehilangan berat contoh. Hasil lebih teliti dibandingkan metode
pengeringan oven karena jumlah contoh lebih banyak.Waktu analisis singkat (0,5-1 jam), peralatan
sederhana dan mudah didapat serta pengaruh kelembababn lingkungan dapat dihindari dan dapat
mencegah oksidasi selama pemanasan. Selain itu metode ini memiliki cara pengerjaan sederhana
dan mudah ditangani.

Kelemahan metode ini adalah permukaan alat gelas harus selalu bersih dan kering. Senyawa
alkohol atau gliserol mungkin terdistilasi bersama air yang dapat mengakibatkan data yang
diperoleh lebih tinggi dari nilai sebenarnya. Pelarut yang digunakan mudah terbakar, sebagian
pelarut beracun (misal benzena), serta ketelitian membaca volume air yang terkondensasi terbatas.
Analisis kadar air metode distilasi azeotropik (SNI 01-3181-1992 yang dimodifikasi) memiliki
prinsip bahwa penguapan air dari bahan bersama-sama dengan pelarut yang sifatnya imisibel pada
suatu perbandingan yang tetap. Uap air dari bahan beserta pelarut dikondensasi kemudian
ditampung dalam gelas penampung.

Metode Karl Fischer

Metode ini digunakan untuk mengukur kadar air contoh dengan metode volumetri berdasarkan
prinsip titrasi. Titran yang digunakan adalah pereaksi Karl Fischer (campuran iodin, sulfur
dioksida, dan pridin dalam larutan metanol). Pereaksi karl fischer pada metode ini sangat tidak
stabil dan peka terhadap uap air oleh karena itu sebelum digunakan pereaksi harus selalu
distandarisasi.

Selama proses titrasi terjadi reaksi reduksi iodin oleh sulfur dioksida dengan adanya air. Reaksi
reduksi iodin akan berlangsung sampai air habis yang ditunjukka munculnya warna coklat akibat
kelebihan iodin. Penentuan titik akhir titrasi sulit dilakukan karena kadang-kadang perubahan
warna yang terjadi tidak terlalu jelas.

Pereaksi karl fischer sangat sensitif terhadap air. Sehingga metode ini dapat diaplikasikan untuk
analisis kadar air bahan pangan yang mempunyai kandungan air sangat rendah (seperti
minyak/lemak, gula, madu, dan bahan kering). Metode Karl Fischer juga dapat digunakan untuk
mengukur kadar air konsentrasi 1 ppm.

Sisa Pelarut
Pengertian Dan Prinsip
Menentukan kandungan sisa pelarut tertentu (yang memang ditambahkan) yang secara
umum dengan kromatografi gas. Untuk ekstrak cair berarti kandungan pelarutnya, misalnya kadar
alkohol.

Tujuan
Memberikan jaminan bahwa selama proses tidak meninggalkan sisa pelarut yang memang
seharusnya tidak boleh ada. Sedangkan untuk ekstrak cair menunjukkan jumlah pelarut (alkohol)
sesuai dengan yang ditetapkan.
Nilai
Maksimal yang diperbolehkan, namun dalam hal pelarut berbahaya seperti kloroform nilai harus
negatif sesuai batas deteksi instrumen. Terkait dengan kemurnian dan kontaminasi
Prosedur (Materia Media Indonesia atau pustaka lainnya)
1) Cara Destilasi (Penetapan Kadar Etanol)
2) Cara Kromatografi Gas-Cair
Residu Pestisida
Pengertian Dan Prinsip
Menentukan kandungan sisa pestisida yang mungkin saja pernah ditambahkan atau
mengkontaminasi pada bahan simplisia pembuatan ekstrak.
Tujuan
Memberikan jaminan bahwa ekstrak tidak mengandung pestisida melebihi nilai yang ditetapkan
karena berbahaya (toksik) bagi kesehatan.
Nilai
Maksimal atau rentang yang diperbolehkan. Terkait dengan kontaminasi sisa pertanian Prosedur
(Materia Media Indonesia atau pustaka lainnya) Berdasarkan besarnya frekuensi penggunaan
pestisida di Indonesia dan persyaratan yang sering diminta oleh importir luar negeri terhadap
ekspor bahan obat tradisional, maka metode analisis yang digunakan adalah untuk multiresidu
pestisida organoklor dan organofosfat menurut Metode Pengujian Residu Pestisida Dalam Hasil
Pertanian dari Komisi Pestisida Departemen Pertanian 1997 dengan modifikasi sebagai berikut:
1) Jika kandungan kimia pengganggu analisis yang bersifat non polar relatif kecil seperti pada
ekstrak yang diperoleh dengan penyari air atau etanol berkadar kurang dari 20%, analisis dapat
dilakukan secara semi kuantitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis secara langsung
tanpa melalui tahap pembersihan lebih dahulu atau menggunakan kromatografi gas jika tidak
terdapat kandungan kimia dengan unsur N seperti klorofil, alkaloid dan amina non polar lain
2) Ekstrak yang diperoleh dengan pelarut etanol berkadar tinggi dan tidak mengandung senyawa
nitrogen non polar dapat dicoba menggunakan metode kromatografi lapis tipis atau kromatografi
gas secara langsung tanpa pembersihan. Jika tidak dapat dilakukan karena banyaknya kandungan
kimia pengganggu maka harus dilakukan pengujian sesuai metode baku. Agar memudahkan
penelusuran kembali jika ada masalah analisis maka penomoran dan perincian terhadap analisis
disesuaikan dengan buku aslinya.

Cemaran Logam Berat


Pengertian Dan Prinsip
Menentukan kandungan logam berat secara spektroskopi serapan atom atau lainnya yang lebih
valid.
Tujuan
Memberikan jaminan bahwa ekstrak tidak mengandung logam berat tertentu (Hg, Pb, Cd dan lain-
lain) melebihi nilai yang ditetapkan karena berbahaya (toksik) bagi kesehatan.
Nilai
Maksimal atau rentang yang diperbolehkan.