Anda di halaman 1dari 6

TUGAS II:

Kajian Teori Perencanaan Generasi Kedua:

Teori Perencanaan Post-Positivistik

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah teori perencanaan

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah teori perencanaan Disusun Oleh: Rafi Faishal Azzam (21040115120057) DEPARTEMEN

Disusun Oleh:

Rafi Faishal Azzam

(21040115120057)

DEPARTEMEN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

TAHUN 2018

Kajian Teori Perencanaan Generasi Kedua:

Teori Perencanaan Post-Positivistik

1. Latar Belakang Pada dasarnya sebuah teori perencanaan tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan perencanaan. Hal ini dikarenakan kegiatan perencanaan selalu menimbang dan memperhitungkan teoriteori yang ada untuk digunakan dalam merencanakan.perkembanga teori perencanaan mengalami pergeseran pada masanya. Pada awal perkembangannya teori perencanaan diawali dengan perencanaan kota modern yang mana hanya menekankan pada beberapa bidang perencanaan saja. Hal ini kemudian drespon dengan munculnya teori perencanaan generasi pertama Teori perencanaan generasi pertama merupakan hasil bauh pikir perencanaan yang bersifat rasional dan menyeluruh terhadap semua aspek. Perencanaan ini dianggap penting karena sifatnya yang menyeluruh sehingga dapat memahami segala kondisi yang ada dalam suatu wilayah. Selama perjalanannya teori perencanaan ini menuai berbagai kritik terkait dengan kendala kendala yang ada dan resiko yang dihadapi. Teori perencanaan ini dinilai terlalu berat untuk diterapkan dan dirasa masih sangat kurang dapat digunakan dalam menyelesaikan objek-objek permasalahan pada tingkat mikro. Oleh karena itu, muncul teori perencanaan generasi kedua yang mana bertujuan menutupi kekurangan pada generasi pertama. Teori perencanaan generasi kedua atau dapat disebut Post-Positivistik merupakan teori perencanaan yang menekankan pada konteks sosial dan politik sebagai gagasan yang dapat dijalankan pada tingkat nasional hingga lokal. Teori perencanaan ini dinilai lebih bisa mengatasi permasalahan dan mencapai tujuan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan yang ada. Berbeda dengan teori perencanaan generasi pertama (rasional-komprehensif), teori perencanaan post-positivistik mengandalkan proses verivikasi dalam merespon sebuah temuan hasil pengamatan. Oleh karena itu, perlunya melakukan kajian terhadap karakteristik Teori Perencanaan Generasi kedua ini agar meningkatkan pemahaman bagaimana teori itu berkerja. Selain itu dengan memahami karakteristik dari teori perencanaan generasi kedua dapat menambah wawasan dan ide terkait alternatif yang dapat dihasilkan berdasar kekurangan dan kendalanya. Perencanaan generasi kedua sebagai alternatif dalam menanggapi kekurangan teori perencanaan generasi pertama tetap memiliki karakteristiik khusus yang perlu dikaji. Selain itu dalam mengkaji karakteristik teori perencanaan ini juga diperlukan untuk memahami penerapannya di Indonesia. Hal ini terkait tentang bagaimana perisapan yang harus dilakukan dan tindakan tindakan alternatif yang dapat dilakukan untuk mendukung pelakasanaan perencanaan ini khususnya di Indonesia.

2. Tujuan Adapun tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk mengkaji teori perencanaan generasi kedua (teori perencanaan Post-Positivistik) dan juga menunjukan bagaimana penerapannya di Indonesia.

3. Teori Perencanaan Generasi Kedua: Perencanaan Post-Positivistik Perencanaan post-positivistik merupakan respon dari perencanaan positivistik yang memiliki kekurangan dalam kepastian data yang diperoleh. Perencanaan post-positivistik

berusaha menyesuaikan kekurangan-kekurangan yang terdapat di perencanaan positivistik. Teori perencanaan rasional-komprehensif ini membutuhkan kemampuan, ketersediaan data, dan juga validitas data yang sangat tinggi pada saat itu yang mana mempengaruhi terhadap syarat perencanaan ini yaitu ukuran yang bersifat kuantitatif. Sedangkan menurut Sujarto (dalam Rafita, 2016) menanggapi bahwa dengan persayaratan tersebut pada perkembangannya memunculkan kritik terhadap tingkat keefektifan perencanaan rasional- komprehensif yang dinilai terlalu berat. Adapun permasalahan yang muncul akibat pendekatan ini adalah;

a. Hasil perencanaan ini dinilai masih kurang memberikan informasi dan arahan yang relevan dalam menentukan keputusan dalam kaitannya terhadap prioritas penanganan masalah.

b. Adanya keterbatasan dalam finansial dan sumber daya manusia yang ada untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang menyeluruh dan mencakup berbagai unsur.

c. Memakan waktu yang panjang karena perlunya melakukan analisis dan juga sistem informasi yang lengkap untuk membantu dalam hal pengolahan data.

d. Koordinasi kelembagan yang terkait merupakan salah satu syarat tercapainya konsep perencanaan ini, namun dengan kapasitas kelembagaan yang rendah justru sering menimbulkan permasalahan. Berikut adalah perkembangan teori perencanaan:

permasalahan. Berikut adalah perkembangan teori perencanaan: Perkembangan Teori Perencanaan (sumber:

Perkembangan Teori Perencanaan (sumber: zejimandala.wordpress.com)

Teori perencanaan post-positivistik dalam menyesuaikan kekurangan teori perencanaan positivistik memiliki asumsi dasar. Dalam (Nasiroh et al., 2014) menjelaskan bahwa asumsi dasar post-positivistik dalam menanggapi konsep ralitas positivistik adalah jamak tunggal.

Hal ini berarti dalam menjelaskan sebuah realita, manusia tidak dapat diambil secara tunggal untuk menggambarkan sebuah keadaan yang ada. Melainkan perlu dilakukan konfirmasi salah satunya bisa menggunakan teknik triangulasi. Adapun beberapa asumsi dasar perencanaan post-positivistik adalah sebagai berikut:

a. Fakta tidak bebas melainkan memiliki muatan teori

b. Fasibilitas teori, artinya tidak satupun teori dapat sepenuhnya dijelaskan melalui bukti- bukti empiris karena memiliki kemungkinan untuk menunjukan fakta anomali

c. Fakta memiliki banyak nilai

d. Interaksi antara objek penelitian dengan subjek penelitian yang mempengaruhi hasil penelitian 3.1.Karakteristik Model Perencanaan Post-positivistik Dijelaskan dalam (Nasiroh et al., 2014) bahwa perencanaan ini memiliki beberapa karakter terutama yang berhubungan dengan fungsinya, yaitu sebagai berikut:

1. Penjelasan : perencanaan post-positivistik harus mampu menjelaskan bagaimana sebuah fenomena dapat terjadi. Dalam perencanaan ini untuk mampu menjelaskan mekanisme fenomena yang terjadi dilakukan dengan melakukan observasi dan verivikasi

2. Prediksi : merupakan upaya teori perencanaan post-positivistik dalam menjelaskan fenomena tertentu yang mana melalui penjelasan tersebut mampu memprediksi bagaimana prekembangan fenomena tersebut di waktu yang akan datang

3. Kontrol : merupakan fungsi setelah teori ini mampu menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena yang terjadi, yang mana informasi yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengontrol fenomena yang akan terjadi sesuai dengan prediksi yang ditentukan.

3.2.Ciri Utama Model Perencanaan Post-positivistik Ciri utama dari perencanaan post-positivistik yang dirangkum dalam dari penjelasan (Nasiroh et al., 2014) adalah:

1. Dalam melakukan observasi objek perencanaan tidak cukup hanya mempertimbangkan proses pengamatan saja, tapi juga perlu melakukan varifikasi yaitu dengan triangulasi

2. Dalam melakukan penelitian bersandar pada kausalitas dan keteraturan yang jarang bersifat sederhana dan sering kali melibatkan multiplisitas faktor

3. Memiliki hubungan yang interaktif antara pengamat dengan objek yang diamati

dan bersifat senetral mungkin 3.3.Pentingnya Model Perencanaan Post-positivistik Model perencanaan post-positivistik seperti telah dijelaskan sebelumnya bertujuan

untuk menyesuaikan kekurangan-kekurangan yang terdapat pada model positivistik. Melalui model perencanaan post-positivistik proses penelitian dalam memperoleh gambaran atau kondisi yang terjadi pada objek perencanaan menjadi lebih valid dikarenakan model ini juga menggunakan verifikasi data. Dengan kevalidan data

yang tersedia maka tindakan-tindakan perencanaan yang dilakukan akan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pada objek penelitian. Hal ini berkaitan dengan kesesuaian tujuan dan sasaran sebuah perencanaan.

4. Penerapan Perencanaan Rasional-Komprehensif di Indoensia Perkembangan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon yang mana kondisi perekonomiannya sedang meningkat dan didukung dengan penetapan penataan ruang yang mana menjadikan Kecamatan Sumber menjadi Ibu Kota bagi Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan pembangunan yang terjadi di Kecamatan Sumber. Pembangunan sarna dan prasarana menjadi penting mengingat peran Kecamatan Sumber sebagai Ibu Kota Kabupaten. Kondisi tersebut mempengaruhi tingkat ketertarikan investor untuk ikut mempengaruhi perputaran ekonomi di kecamatan tersebut. Salah satu yang terjadi adalah banyaknya fenomena alih fungsi lahan di Kecamatan Sumber. Fenomena ini juga mneyebabakan keterbatasan lahan karena perkembangan kebutuhan lahan di Kecamatan Sumber. Dalam mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian terhadap fenomena yang terjadi yaitu bagaimana fenomena perubahan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya para petani (Faozi & Syariffudin, 2017). Penelitian dilakukan terhadap para petani yang mana di Kecamatn Sumber memang

sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani untuk memperoleh kondisi yang sesungguhnya pada para petani. Dalam memperoleh data terkait fenomena yang terjadi di Kecamatan Sumber dilakukan dengan menggunakan dua sumber data, yaitu primer dan sekunder. Dalam data primer peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber terkait permasalahan yang sama. Hal ini ditujukan agar informasi yang diperoleh terjamin kebenarannya. Terdapat tiga klasifikasi informan, yaitu informan utama yang merupakan pelaku langsung dari fenomena yang diteliti dan memiliki pengetahuan mendalam terkait fenomena tersebut. Kemudian informan kunci, yang berperan dalam menguji kebenaran dan membandingkan pernyataan dari informan sebelumnya. Dan terakhir informan pendukung yang mana meurpakan orang yang mengetahui tentang fenomena yang terjadi tapi bukan pelaku utama. Adapun alasan mengapa fenomena ini menggunakan teori perencanaan model post- positivistik yaitu:

1. Bertujuan dalam menggambarkan kondisi sesungguhnya dalam fenomena yang sedang terjadi

2. Menganalisis dampak yang dapat ditimbulkan dari fenomena tersebut

3. Dapat menjadi dasar untuk mengontrol fenomena yang sedang etrjadi sehingga akan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan

5. Kesimpulan Teori Perencanaan Generasi Kedua atau dapat disebut teori perencanaan model post- positivistik. Teori ini berkembang akibat respon dari teori perencanaan sebelumnya (rasional-komprehensif) yang hanya menekankan pada beberapa aspek saja dan terkesan tidak dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Seiring dengan perkembangannya, teori ini mengkaji sebuah fenomena untuk mengatahui informasi yang lengkap dan valid

yang dilakukan dengan verifikasi data. Oleh karena itu teori perencanaan generasi kedua ini dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menganalisa sebuah fenomena. Dengan menggunakan teori perencanaan ini data yang diperoleh dinilai lebih valid sehingga dalam merencanakan sebuah tindakan dapat sesuai dengan kebutuhan objek perencanaan. Kelebihan : Teori perencanaan ini mampu memberikan informasi yang sesungguhnya dalam sebuah kejadian di suatu daerah. Dengan informasi yang lengkap dan akurat ini selain untuk menutupi kekurangan teori perencanaan generasi pertama juga dapat menjadi bahan perencanaan yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan pada objek penelitian/perencanaan. Kekurangan : Teori perencanaan generasi kedua ini masih melibatkan masyarakat hanya sebatas sebagai informan saja. Untuk mendukung keberlanjtuan sebuah pelaksanaan pembangunan diperlukan kerjasama dengan masyarakat agar turut membantu memelihara lingkungan dan mendukung pembangunan.

Daftar Pustaka:

Faozi, M., & Syariffudin, N. I. (2017). Alih fungsi lahan pertanian ke perumahan dan dampak kesejahteraan ekonomi petani dalam perspektif ekonomi islam. Penelitian Hukum Ekonomi Islam, 2(1), 6978.

Mandala, Zeji. 2013. Kritik Terhadap Teori Perencanaan (Planning Theory) dalam Konteks Pembangunan Kota. Dalam www.zejimandala.wordpress.com. Diakses pada Senin, 24 September 2018.

Nasiroh, S., Zulfikar, M., Setiawati, I., Setiawati, I., Noviyanti, A., & Septian, R. D. (2014). Makalah Filsafat Ilmu Kata Pengantar. Serang.

Rafita, Afi. 2016. Resume Perkuliahan Teori Perencanaan. Dalam www.academia.edu. Diakses pada Senin, 24 September 2018.